Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4410 research outputs found

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN K. R DENGAN DIAGNOSA MEDIS TUBERKULOSIS PARU DI RUANGAN PERAWATAN KHUSUS (RPK) RSUD ENDE

    Get PDF
    Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang merupakan penyebab utama gangguan Kesehatan dan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Angka kejadian penyakit Tuberculosis paru di Indonesia pada tahun 2020 sebesar 301 per 100.000 penduduk. Tujuan studi kasus agar dapat menerapkan asuhan keperawatan pada Tn K. R dengan Diagnosa Medis Tuberculosis Paru di Ruangan Perawataan Khusus di RSUD Ende. Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi, dan eveluasi keperawatan. Hasil Studi Kasus Pada pengkajian Tn K. R ditemukan data bahwa pasien mengatakan sesak napas, lemah, batuk, batuk lendir bercampur darah, nyeri dada, bunyi paru ronchi, pernapasan cuping hidung, Nadi : 97×/m, suhu : 36,0⁰C, RR : 28×/m, TD : 110/70mmHg, SPO2 : 98%, terpasang O2 NRM 10 Lpm, pemeriksaan TCM dengan menggunakan sputum atau dahak ditemukan bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan Hipersekresi Jalan Napas, Pola napas tidak efektif berhubungan dengan Hambatan Upaya Napas, Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, Gangguan pola tidur berhubungan dengan hambatan lingkungan, Resiko penyebaran infeksi berhubungan dengan peningkatan paparan organisme pathogen lingkungan. Setelah di lakukan perawatan dan pengobatan 3×24 jam terhadap pasien Tn K. R diperoleh hasil bahwa masalah bersihan jalan napas tidak efektif teratasi sebagian, masalah pola napas tidak efektif teratasi sebagian, masalah gangguan pola tidur teratasi, masalah intoleransi aktifitas teratasi, masalah resiko penyebaran infeksi tidak terjadi. Setiap penderita TB Paru berbeda-beda tanda dan gejalanya tergantung dari lamanya seseorang menderita sehingga gejalanya belum terlalu parah maka disarankan pada penderita TB Paru harus tetap menjaga pola kesehatanya dan patuh dalam pengobatan

    Manajemen Edukasi Diet Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Waingapu

    No full text
    Latar belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai dengan kadar glukosa darah (gula darah) melebihi normal yaitu kadar gula darah sewaktu sama atau lebih dari 200 mg/dl, dan kadar gula darah puasa di atas atau sama dengan 126 mg/dl. Metode: Desain penelitian ini adalah studi kasus dengan Intervensi Edukasi Diet pada pasien Diabetes Melitus yang memiliki masalah keperawatan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah di desa Mbatakapidu. Hasil: studi menunjukkan bahwa pasien yang diberikan edukasi diet mengalami penurunan fluktuasi kadar glukosa darah dan peningkatan pemahaman tentang pentingnya manajemen diet dalam mengendalikan diabetes. Kesimpulan: Edukasi diet sangat berperan penting dalam meningkatkan pemahaman pasien diabetes melitus untuk mencapai stabilitas kadar glukosa darah. Kata kunci: Diabetes Melitus, Edukasi die

    Penerapan Terapi Relaksasi Napas Dalam Dan Relaksasi Otot Progresif Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut di Wilayah Kerja Puskesmas Kawangu

    No full text
    Introduction: Hypertension is a non-communicable disease which is a very serious health problem today. Hypertension is a disease that causes high blood pressure where the systolic pressure is more than 140 mmHg and the diastolic pressure is more than 90 mmHg. Hypertension is a type of disease that is serious to treat. Hypertension is a risk factor that greatly influences the incidence of heart and blood vessel disease. One of the nursing problems caused by hypertension sufferers is pain. One treatment for hypertensive patients is to perform deep breathing relaxation techniques and progressive muscle relaxation. Objective: Reduce pain in hypertensive patients through deep breathing and progressive muscle relaxation. Method: This research uses a case study method with an exploratory approach to deep breathing relaxation techniques and progressive muscle relaxation. Results: implementation of deep breathing and progressive muscle relaxation techniques can reduce the pain scale in hypertensive patients. Conclusion: Deep breathing relaxation and progressive muscle relaxation have been proven to be effective in reducing the pain scale in hypertensive patients Keywords: Hypertension, acute pain, deep breathing relaxation, progressive muscle relaxatio

    Penerapan Edukasi Diet Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan Masalah Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah di Puskesmas Waingapu Kabupaten Sumba Timur

    No full text
    Latar belakang:Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai dengan kadar glukosa darah (gula darah) melebihi normal yaitu kadar gula darah sewaktu sama atau lebih dari 200 mg/dl, dan kadar gula darah puasa di atas atau sama dengan 126 mg/dl. Metode: Pendekatan dengan studi kasus dalam pengambilan data dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan pasien selama 3 hari. Intervensi edukasi diet meliputi pemberian informasi tentang makanan yang tepat, pengaturan jadwal makan, dan pemantauan asupan nutrisi harian.Hasil: studi menunjukkan bahwa pasien yang mengikuti program edukasi diet mengalami penurunan fluktuasi kadar glukosa darah dan peningkatan pemahaman tentang pentingnya manajemen diet dalam mengendalikan diabetes.Kesimpulan: edukasi diet memainkan peran penting dalam membantu pasien diabetes melitus mencapai stabilitas kadar glukosa darah

    Penerapan Intervensi Manajemen Nutrisi Pada Anak Stunting Dengan Masalah Keperawatan Defisit Nutrisi di Puskesmas Waingapu

    No full text
    Latar Belakang: Stunting merupakan dampak gizi buruk yang menyebabkan tidak optimalnya pertumbuhan dan perkembangan anak Stunting adalah suatu kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya sebagai akibat dari masalah gizi kronis yaitu kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama dan salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan intervensi manajemen nutrisi. Tujuan: Mampu menerapkan intervensi manajemen nutrisi pada anak stunting dengan masalah keperawatan defisit nutrisi di Puskesmas Waingapu Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus melalui pendekatan Asuhan Keperawatan Keluarga, instrumen yang digunakan berupa format Pengkajian Keperawatan Keluarga, Leaflet, dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Manajemen Nutrisi Menggunakan Teknik Analisa WOD (Wawancara, Observasi Dan, Dokumentasi) Hasil: Penerapan manajemen nutrisi pada keluarga dengan anak Stunting dapat memberikan pengetahuan baru bagi keluarga dalam memberikan makan pada anak stunting. Kesimpulan: Penerapan Intervensi Manajemen Nutrisi Pada Anak Stunting dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam mengelola pola makan anak dengan stunting dalam keluarga

    Implementasi Edukasi Termoregulasi Terhadap Pasien Malaria Dengan Masalah Hipertermi Di Wilayah Kerja Puskesmas Waingapu Desa Mbatakapidu Kabupaten Sumba Timur

    No full text
    Pendahuluan: Malaria adalah penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok resiko tinggi yaitu bayi, anak dan ibu hamil. Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization, memperkirakan kurang lebih satu miliar penduduk dunia pada 104 negara di daerah tropis dan subtropis beresiko terinfeksi malaria setiap tahun dan terdapat 300-500 juta kasus malaria pertahun dengan 3 juta kematian. Pada tahun 2021 terdapat 241 juta kasus malaria dan 672 ribu kematian akibat malaria di seluruh dunia, angka ini menunjukkan peningkatan kasus sekitar 14 juta Tujuan: Bagaimana Implementasi Edukasi Termoregulasi Pada Pasien Malaria Dengan Masalah Hipertermi di wilayah kerja puskesmas waingapu. Metode: studi kasus dengan pendekatan penelitian yang bersifat kualitif yang memungkinkan peneliti menyelidiki, situasi spesifik, lebih lanjut studi kasus hanya fokus pada satu unit, dimana unit tersebut merujuk pada satu individu, keluarga, kelompok, komunitas atau suatu instansi. Hasil: berdasarkan hasil analisa data pada klien di peroleh diagnosa hipetermi berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit dengan masalah hipertermi pada pasien malaria. Setelah dilakukan kunjungan rumah selama 3x dalam kunjungan rumah ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit teratasi yang ditandai dengan suhu tubuh membaik, pucat menurun. Perencanaan dan pelaksanaan dilakukan sesuai kebutuhan klien serta evaluasi klien teratasi. Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, peneliti menyimpulkan bahwa intervensi edukasi termoregulasi pada klien malaria dengan masalah hipertermi dapat menurunkan demam(hipertermi). Saran: Diharapkan bagi pasien dan keluarga untuk selalu membersikan lingkungan ,mempunyai kelambu, motivasi dalam menjalani pengobatan sehingga penyakit malaria dapat sembuh dan tidak berlanjut ke komplikasi yang lebih berat

    Asuhan gizi terstandar pada pasien kanker payudara di ruang rawat inap RSUD.Prof.Dr.W.Z.Johannes kupang

    No full text
    Latar Belakang : Kanker Payudara adalah tumor ganas yang terbentuk dari sel-sel payudara yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali sehingga dapat menyebar diantara jaringan atau organ di dekat payudara atau ke bagian tubuh lainnya. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui Asuhan Gizi Terstandar Pada Pasien Kanker Payudara di RSUD Prof .Dr. Wz. Johanes Kupang Metode penelitian : Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Prof. Dr. W. Z Johanes Kupang pada bulan Mei 2024 di ruang rawat inap RSUD Prof. DR. W.Z Johanes kupang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan rancangan studi kasus untuk melakukan asuhan gizi pada pasien Kanker payudara di ruang rawat inap RSUD Prof. Dr. W. Z Johannes Kupang. Hasil : Berdasarkan pengamatan 3 hari menunjukkan bahwa tidak ada perubahan berat badan pada pasien tersebut karen

    Tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral pada pasien diabetes melitus tipe II di rumah sakit tingkat III wirasakti kota kupang.

    No full text
    Latar belakang: Diabetes melitus adalah sindrom yang disebabkan oleh terganggunya insulin di dalam tubuh sehingga menyebabkan hiperglikemia yang disertai abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Tujuan Penelitian untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral pada pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Tingkat III Wirasakti Kupang. Metode Penelitian deskriptifkualitatif karena metode deskriptif kualitatif merupakan metode penelitian untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya Hasil Penelitian diketahui mayoritas pasien diabetes melitus rawat jalan di Rumah Sakit Wirasakti Kupang memiliki tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral yaitu kepatuhan sedang yang berjumlah 27 pasien (54%). Kepatuhan di pengaruhi oleh faktor seperti lupa minum obat, perasaan (rasa takut efek samping obat) dan kondisi frekuensi. Semakin tinggi frekuensi semakin tinggi kepatuhan. Kesimpulan Hasil penelitian yang dilakukan di rumah sakit wirasakti dapat dikatakan bahwa pasien dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral dalam kategori kepatuhan tinggi sebanyak 18%

    PENERAPAN INTERVENSI MANAJEMEN NUTRISI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN DEFISIT NUTRISI PADA PASIEN TB DI RSUD UMBU RARA MEHA

    Get PDF
    Latar Belakang : Tuberculosis (TB) adalah satu penyakit infeksi yang menular, disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis. Penularan langsung terjadi melalui inhalasi aerosol yang mengandung kuman mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menjangkit semua kelompok umur dan mampu menyerang seluruh organ tubuh manusia kecuali rambut. Kuman ini menyerang terutama paru, yang bisa menyebabkan kematian. Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit tertua yang saat ini masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia terutama Negara sedang berkembang. Kurang lebih sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi Mycobacterium tuberculosis walaupun mereka belum jatuh sakit. Tujuan : Mampu Memberikan Intervensi Manajemen Nutrisi Dengan Masalah Keperawatan Defisit Nutrisi Pada Pasien TB Dirumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha . Metode : Penelitian mengunakan metode studi kasus (case study research) Hasil : Mengacu pada intervensi dan implementasi dari hasil evaluasi, ada 1 diagnosa Defisit Nutrisi yang teratasi sebagian. Diagnosa yang teratasi sebagian diantaranya defesit nutrisi Kesimpulan : Dari Penelitian yang dilakukan pada pasien Defesit Nutrisi penelitian Studi Kasus tentang Penerapan Manajemen Keperawatan Pada Pasien TB Dengan Masalah Defesit Nutrisi, untuk meningkatkan berat badan pasien didapatkan hasil pengkajian yang dilakukan serta analisa data didapatkan bahwa pasien tidak ada napsu makan, penurunan berat badan dari 50 kg menjadi 48 kg dan pasien lemah sehingga di kaji secara detail tentang defesit nutrisi pada pasien TB di Rumah Sakit Umum Daerah Umbu Rara Meha Kata kunci : Defisit Nutrisi Pada Pasien Tb Par

    Pengaruh Edukasi Suportif Terhadap Pengetahuan Keluarga Tentang Perawatan Pasien Stroke Di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi Kota Kupang

    No full text
    Latar belakang: Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian dunia. Penyakit stroke menjadi penyebab kematian nomor dua dan penyebab kecacatan nomor tiga di dunia akibat gangguan fungsi syaraf yang terjadi seperti gangguan penglihatan, bicara pelo, gangguan mobilitas, serta kelumpuhan pada wajah maupun ekstremitas. Kondisi seperti ini yang menyebabkan penderita stroke memiliki ketergantungan yang tinggi dalam melakukan aktivitas sehari-hari pada orang lain.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh Edukasi Suportif Terhadap Pengetahuan Keluarga Tentang Perawatan Pasien Stroke di Puskesmas Oepoi Kota Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan desian penelitian yang digunakan adalah desain pre-experiment. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah one group pre-post test design tanpa kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 30 responden. Jenis sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik non parametrik menggunakan wilcoxon menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi suportif terhadap pengetahuan keluarga tentang perawatan pasien stroke di Puskesmas Oepoi dibuktikan dengan nilai p=0.000 yang artinya nilai p-value<0,05. Hasil ini membuktikan bahwa pengaruh edukasi suportif terhadap pengetahuan keluarga tentang perawatan pasien stroke di Puskesmas Oepoi. Saran: Disarankan kepada tenaga kesehatan di puskesmas oepoi Kota Kupang untuk memanfaatkan edukasi suportif dalam pendidikan kesehatan kepada keluarga dan masyarakat guna meningkatkan pengetahuan keluarga tentang perawatan pasien strok

    2,326

    full texts

    4,410

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇