Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Penerapan Perawatan Luka Modern Pada Luka Gangren Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana
Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 disebabkan oleh karena adanya kelainan dalam sekresi insulin, cara kerja insulin, ataupun kelainan pada keduanya. Dampak Diabetes Melitus jika tidak ditangani dalam jangka panjang dapat menyebabkan kompikasi serius dan umum adalah luka pada kaki, maka salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah perawatan luka. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran penerapan perawatan luka modern pada luka gangren pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana. Metode : Alat pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi dengan menggunakan lembar observasi Hasil : Sebelum dilakukan perawatan luka modern pada pasien 1 peneliti melakukan pengkajian sehingga di dapatkan hasil sekitar luka tampak gelap dan kering, terdapat sedikit nanah, cairan sedikit, sedikit berbau, warna luka tampak dilapisi cairan berwarna kuning ( jaringan nekrosis / terinfeksi), masuk dalam kharakteristik luka gangren grade 1, lokasi luka berada di pinggang sebelah kanan. Sedangkan pada pasien 2 ditemukan kondisi pada jempol kaki kanan jaringan mati berwarna hitam disekitar atas luka, luka berwarna kuning pucat, sekitar luka tampak kering, sedikit cairan, sedikit berbau, masuk dalam kharakteristik luka gangren grade 1. Setelah dilakukan perawatan luka pada ke 2 pasien di dapatkan hasil kondisi balutan bersih, sedikit cairan pada balutan, tidak berbau, daerah sekitar luka tampak lembab dan warna kulit merah, muncul jaringan baru yang hampir sama rata dengan tepian luka, sehingga peneliti menyimpulkan bahwa perawatan luka modern memiliki proses penyembuhan lebih cepat di tandai dengan adanya jaringan baru pada luka Kesimpulan : Penerapan perawatan luka modern dapat mempercepat terjadinya proses penyembuhan luka. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi agar dalam perawatan luka gangren perawat menggunakan metode moder
Pelayanan Kebidanan Yang Berkelanjutan Ny.S.L G2P1A0AH1 Usia Kehamilan 33 Minggu 1 HarI TPMB Maria Lay Kecamatan Alak 28 januari 2023 sampai 17 maret 2024
Latar belakang:Ibu dan anak merupakan anggota keluarga yang harus mendapat prioritas dalam penyelenggaraan upaya kesehatan, karena ibu dan anak merupakan kelompok rentan terhadap kondisi keluarga dan lingkungannya secara umum. Oleh karena itu, penting untuk menilai status kesehatan dan kinerja upaya kesehatan ibu dan anak. Dengan memberikan pelayanan kebidanan secara berkesinambungan pada ibu hamil trimester III melalui pelayanan nifas, diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya penurunan AKI dan AKB di Indonesia serta tercapainya kesehatan ibu dan anak yang optimal.
Lensa:Penyelenggaraan asuhan kebidanan secara berkesinambungan pada ibu hamil trimester III sampai dengan pelayanan nifas, BBL dan KB.
Prosedur:Studi kasus menggunakan metode 7 langkah Varney dan SOAP. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang meliputi pemeriksaan fisik, wawancara, dan observasi, sedangkan data sekunder meliputi studi literatur dan dokumenter. Hasil:Setelah asuhan kebidanan yang berkelanjutan pada Ny. S.L Diploma:Setelah dilakukan perawatan terus menerus mulai dari kehamilan hingga nifas dan perawatan BBL, kondisi ibu dan anak dalam keadaan sehat. Ibu dan suami sepakat untuk memilih metode kontrasepsi implan, dan ibu menjadi lebih menerima
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.E.S G2P0A1Ah1 Di Pustu Namosain Kecamatan Alak Kota Kupang Periode 14 Maret S/D 20 April 2024
Latar Belakang: Jumlah kasus kematian ibu di Kota Kupang tahun 2020, 2021, 2022 dan 2023 yaitu sebanyak 11, 8, 8 dan 0 kasus. Data menunjukkan jumlah kasus kematian ibu di Kota Kupang tahun 2020-2023 terus mengalami penurunan. Dengan dilakukan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada ibu hamil trimester III sampai perawatan masa nifas diharapakan dapat mmberikan kontribusi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Indonesia. Kematian ibu terjadi karena adanya penyebab baik langsung maupun tidak langsung. Penyebab langsung kematian ibu paling banyak akibat pendarahan dan hipertensi/eklampsia. Oleh sebab itu perlu dilakukan pelayanan asuhan kebidanan secara komprehensif untuk mengetahui faktor resiko yang terdeteksi saat awal pemeriksaan kehamilan dapat segera ditangani sehingga dapat mengurangi factor resiko pada persalinan, nifas, dan pada bayi baru lahir dengan berkurangnya faktor resiko maka kematian ibu dan bayi dapat di cegah. Oleh sebab itu perlu dilakukan pelayanan asuhan kebidanan secara komprehensif untuk mengetahui faktor resiko yang terdeteksi saat awal pemeriksaan kehamilan dapat segera ditangani sehingga dapat mengurangi factor resiko pada persalinan, nifas, dan pada bayi baru lahir dengan berkurangnya faktor resiko maka kematian ibu dan bayi dapat di cegah.Tujuan Penelitian: Melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, BBl, nifas dan Kb pasca salin yang berkelanjutan pada Ny. E.S periode 14 Maret s/d 20 April 2024.Metode penelitian: Penelitian menggunakan metode studi penelaahan kasus yang terdiri dari unit tunggal, yang berarti penelitian ini dilakukan pada seorang ibu dalam menjalani kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan Keluarga Berencana. Lokasi studi kasus di Puskesmas Oebobo, subjek studi kasus adalah Ny. E.S, dilaksanakan pada tanggal 14 Maret s/d 20 April 2024 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder.Hasil: Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. E.S di Pustu Namosain, ibu sudah mengikuti anjuran yang diberikan dan keluhan ibu teratasi, keadaan ibu sehat sehingga masa hamil sampai nifas berjalan normal dan tidak ada penyulit.Kesimpulan: Asuhan kebidanan yang dilakukan pada Ny. E.S mulai dari hamil, bersalin, nifas, BBL, dan KB tidak ditemukan adanya kelainan dan penyulit
Studi Kualitas Air Sungai Liliba Kota Kupang Tahun 2024
Sungai merupakan salah satu sumber air yang diperuntukan bagi aktivitas manusia seperti untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus. Hasil survey awal dengan pengamatan secara langsung, ditemukan beberapa permasalahan yaitu, terdapat sampah-sampah yang dibuang oleh masyarakat sekitar sungai, limbah kotoran ternak dibuang langsung ke sungai, dan limbah rumah tangga dialirkan langsung ke sungai. Dan juga air sungai sangat keruh sehinga air sungai mnjadi tidak jernih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan kimia air Sungai Liliba.Jenis penelitian ini menggunakan teknik grab smple yaitu sampel diambil secara langsung dari badan air dengan titik lokasi yang berbeda. Yang kemudian dilakukan pemeriksaan tingkat pH dan Pemeriksaan kadar DO (Disolvet Oxygen). Sampel penelitian ini adalah air Sungai Liliba yang di ambil di bagian Hulu, Tengah dan Hilir yang kemudian di periksa dengan metode analisis laboratorium.Hasil penelitian ini menunjukan Potential of Hydrogen (Ph) pada bagian hulu sebesar 7,24, bagian tengah 7,40, dan pada bagian hilir 7,40. Kadar Disolved Oxygen (DO) di sungai Liliba pada bagian hulu sebesar 10,16 mg/l, pada bagian tengah sebesar 10,60 mg/l, dan pada dibagian hilir sebesar 10,60 mg/l.Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat Potential of Hydrogen (pH) di sungai Liliba pada bagian hulu, tengah dan pada bagian hilir semua memenuhi syarat kadar Disolved Oxygen (DO) di sungai Liliba pada bagian hulu, tengah, dan pada dibagian hilir semua memenuhi syarat. Oleh karena itu penelitian ini dapat disarankan Bagi masyarakat agar tetap menjaga kualitas air dengan tidak mencemari air sungai secara fisik kimia dan biologi. Kata kunci : Kadar DO (Disolved Oxygen), tingkat Ph (Potential of Hidrogen), Air Sungai.Kepustakaan : 29 Buah ( 2005-2023
Penerapan Kompres Hangat Untuk Mengatasi Masalah Nyeri Akut Pada Pasien Gastritis Di Puskesmas Oesapa
Gastritis adalah suatu inflamasi dinding lambung, yang disebabkan oleh iritasi pada mukosa lambung. Gastritis disebabkan oleh Infeksi bakteri seperti Helicobacteri pylory dan makanan serta minuman yang bersifat iritan, Salah satu manifestasi klinis gastritis adalah nyeri. Nyeri adalah suatu hal yang bersifat subjektif dan personal. Stimulus terhadap timbulnya nyeri merupakan sesuatu yang bersifat fisik atau mental yang terjadi secara alami. untuk itu ada beberapa tindakan non farmakologis yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami oleh pasien gastritis, salah satunya adalah dengan menggunakan kompres hangat. Tujuan penerapan kompres hangat pada pasien gastritis adalah untuk mengurangi nyeri pada pasien gastritis. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus dan dilakukan pada 26-28 Juni 2024. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 pasien yang menderita gastritis yang berusia 23 tahun, pasien yang mengalami nyeri sedang dengan skala (4-6) riwayat nyeri sebelumnya, pasien dapat berkomunikasi dengan baik dan jelas. Pemberian kompres hangat ini dilakukan selama 3 hari dengan waktu kurang lebih 20 menit. Hasil studi kasus menunjukkan terjadi penurunan tingkat nyeri pada pasien gastritis setelah dilakukan kompres hangat dengan penurunan skala nyeri sedang (5-6) menjadi skala nyeri ringan (0-2). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemberian kompres hangat sangat efektif menurunkan tingkat nyeri pada pasien gastritis. Tindakan pemberian kompres hangat dapat dijadikan salah satu cara yang efektif dan mudah dilakukan untuk menangani nyeri pada pasien gastritis
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Booklet Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang
Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang jumlahnya meningkat setiap tahunnya faktor yang berpengaruh besar yang menyebabkan kegagalan pengobatan pada pasien diabetes melitus adalah ketidakpatuhan minum obat Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Pengaruh Pendidikan kesehatan dengan media booklet terhadap kepatuhan minum obat pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Oebobo Kota Kupang. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desainnya yaitu pra eksperimental one group pretest-posttest. Populasi adalah seluruh pasien yang menderita penyakit Diabetes Melitus yang berada di wilayah kerja Puskesmas Oebobo. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 83 responden. Penelitian ini dilaksankan pada bulan April – Mei 2024. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukan bahwa perubahan signifikasi terhadap ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media booklet terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan menggunakan media booklet (p<0,05). Kesimpulan:Pemberian pendidikan kesehatan menggunakan media booklet pada pasien diabetes melitus dapat meningkatkan kepatuhan minum obat di Puskesmas Oebobo. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada kepatuhan pasien diabetes melitus dengan cara edukasi yang berbeda dan cakupan yang lebih luas. Saran:Bagi Peneliti tetap mempertahankan tingkat kepatuhan pasien agar tetap baik dan untuk tingkat kepatuhan yang kurang agar dapat ditingkatkan dengan pemberian informasi tentang Diabetes melitus
Intervensi Pemberian Formula Bakso Bahan Lokal Ikan (Hemiramphus Far) Terhadap Peningkatan Status Gizi Anak Stunting Di Wilayah Puskesmas Kota Bajawa
Latar Belakang: Stunting adalah masalah gizi global yang signifikan, terutama di negara-negara miskin dan berkembang. Intervensi gizi melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi pemberian formula bakso bahan lokal ikan (Hemiramphus Far) terhadap peningkatan status gizi anak stunting di wilayah Puskesmas Kota Bajawa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian adalah semua anak balita stunting di Wilayah Puskesmas Kota Bajawa, yang berjumlah 60 anak, dengan sampel sebanyak 38 anak. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata tinggi dan berat badan pada setiap kelompok usia setelah satu bulan pelaksanaan intervensi pemberian formula bakso bahan lokal ikan. Hasil analisis dengan uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara tinggi badan dan berat badan awal serta tinggi badan dan berat badan setelah satu bulan intervensi, dengan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05) untuk kedua variabel. Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan pemberian formula bakso bahan lokal ikan (Hemiramphus Far) terhadap peningkatan status gizi anak stunting di wilayah Puskesmas Kota Bajawa
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. M.A.L DENGAN POST SC INDIKASI GEMELI, LETAK LINTANG, LETAK KAKI DAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) DIRUANGAN NIFAS III RSUD ENDE
Persalinan SC merupakan proses pembedahan untuk melahirkan janin melalui irisan pada dinding perut dan dinding rahim atas dasar indikasi seperti placenta previa, presentasi atau letak abnormal pada janin. Masa nifas adalah masa setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali pada keadaan sebelum hamil. Menurut Word Health Organization (WHO), angka Sectio Caesrea diseluruh dunia telah meningkat dari sekitar 7% pada tahun 1990 dan menjadi 21% pada tahun 2021, serta diperkirakan akan terus berlanjut, pada tahun 2030.
Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan pada Ny. M.A.L dengan Post SC Indikasi Gemeli, Letak Lintang, Letak Kaki Dan Ketuban Pecah Dini (KPD) dan menganalisis kesenjangan antara teori dan kasus nyata. Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnose keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi keperawatan.
Hasil studi kasus pada Ny. M.A.L ditemukan klien mengatakan nyeri pada luka operasi diabdomen, belum bisa duduk, berpindah, berjalan, mandi, ke toilet, berpakaian. Skala nyeri 2 (kualitas 6), adanya luka post operasi di abdomen tertutup kassa, keluar sedikir darah saat dipalpasi, kontraksi uterus baik/keras, lochea rubra, HBsAg (+). Masalah keperawatan yang muncul yaitu nyeri berhubungan dengan agen pencedera fisik (prosedur operasi), gangguan kerusakan integritas jaringan/kulit berhubungan dengan prosedur operasi, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan proses pembedahan dan risiko infeksi berhubungan dengan penyakit kronis (virus HBsAg). Intervensi yang dilakukan berdasarkan diagnose keperawatan. Implementasi dilakukan selama 3 hari dan hasil evaluasi yaitu masalah nyeri sebagian teratasi, masalah gangguan integritas jaringan/kulit sebagian teratasi, masalah gangguan mobilitas fisik teratasi, dan masalah risiko infeksi tidak terjadi.
Dari studi kasus ini masalah nyeri dan gangguan integritas jaringan/kulit Sebagian teratasi. Saran untuk klien agar tetap merawat luka, menjaga kondisi fisik dan mampu mengatasi rasa nyeri jika timbul kembali
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Ny M.T DENGAN DIAGNOSA MEDIS TUBERKULOSIS PARU DI RUANGAN PERAWATAN KHUSUS (RPK) RSUD ENDE
Tuberkulosis Paru (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang menyebabkan kematian tertinggi di dunia. Tuberkulosis paru disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Tuberkulosis merupakan ancaman bagi penduduk Indonesia, karena penyakit ini merupakan penyebab nomor tiga setelah penyakit jantung dan penyakit pernafasan akut (Puspitasari et al,2023).
Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan pada Ny. M. T dengan Tuberkulosis Paru dan menganalisis kesenjangan antara teori dan kasus nyata. Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi keperawatan.
Hasil studi kasus pada Ny. M. T ditemukan pasien mengeluh batuk, sesak napas, pusing, lemah, nyeri dada, batuk bercampur darah, nafsu makan menurun kurang lebih 3 bulan yang lalu, CRT>2 detik, HGB : 2,6 mg/dL, WBC : 13.78. Intervensi keperawatan dilakukan berdasarkan masalah keperawatan. Implementasi dilakukan selama 3 hari dan hasil evaluasi yaitu: masalah bersihan jalan napas tidak efektif sebagian teratasi, masalah defisit nutrisi sebagian teratasi, masalah perfusi perifer sebagian teratasi dan masalah intoleransi aktifitas teratasi.
Setiap penderita Tuberkulosis Paru berbeda-beda tanda dan gejalanya tergantung dari lamanya seseorang menderita dan lamanya pengobatan yang dialami pasien. Oleh sebab itu diharapkan untuk tetap menjaga kesehatan dan selalu patuh dalam minum obat
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Ny. T.M DENGAN DIAGNOSA MEDIS STROKE HEMORAGIK DI RUANG PENYAKIT DALAM III RSUD ENDE
Latar Belakang: Stroke Hemoragik (SH) adalah stroke perdarahan yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak. Darah yang keluar dari pembuluh darah yang pecah mengenai dan merusak sel-sel otak di sekitarnya. Selain itu, sel otak juga mengalami kematian karena aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi terhenti. Tujuan studi kasus: Untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada Ny. T.M dengan melakukan pengkajian, menegakkan diagnosis, memberikna intervensi, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan Metode studi kasus pada pasien dengan Stroke Hemoragik yang dirawat di RSUD Ende pada tanggal 17-19 Agustus 2024 dengan menggunakan Format asuhan keperawatan medical bedah. Hasil studi kasus Ny. T.M ditemukan data kesadarannya menurun, tidak mampu melakukan aktivitas, tidak berbicara, mulut mencong ke sebelah kiri, tubuh sebelah kirinya tidak bergerak, lemah, batuk, muntah, tidak makan per oral tapi menggunakan NGT, sesak, takipnea, otot bantu pernapasan diafragma, retraksi dinding dada ringan, bunyi napas wheezing, kekuatan otot tidak terlihat kontraksi sama sekali, kesadaran somnolen, Gcs: 9 (E:3,V:1 ,M:5), Klien memiliki Riwayat hipertensi dan kolestrol. klien terpasang NGT, terpasang kateter, terpasang oksigen nasa kanul 4 liter, terpasang infus Nacl 20 Tpm. Dengan masalah kesehatan perfusi serebral tidak efektif berhubungan dengan embolisme, pola napas tidak efektif berhubungan dengan gangguan neuromuscular, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuscular, gangguan menelan berhubungan dengan gangguan saraf kranial, defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan menelan makanan, gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan gangguan neuromuscular. Intervensi dilakukan berdasarkan masalah keperawatan yang ditemukan Manajemen peningkatan tekanan intracranial, manajemen jalan napas, dukungan mobilisasi, manajemen nutrisi, promosi komunikasi verbal: defisit bicara. Implementasi dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 17-19 Agustus 2024 yang didukung oleh perawat dan keluarga, dibuat berdasarkan rencana yang sudah ditetapkan namun tidak semua perencanaan dapat dilaksanakan. Hasil evaluasi dari proses asuhan keperawatan selama 3 hari didapatkan bahwa semua masalah keperawatan belum teratasi.
Kesimpulan bahwa Stroke Hemoragik merupakan penyakit yang berbahaya dan mengancam nyawa. Penyakit ini sulit ditangani dalam waktu yang singkat harus dalam kurun waktu yang lama. Oleh karena itu butuh peran keluarga dalam memenuhi kebutuhan pasien selama masa perawatan serta mengikuti anjuran dan ajaran yang diberikan petugas Kesehatan