Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Pengaruh Senam Lansia Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana
Latar Belakang : Hipertensi pada lansia disebabkan oleh proses penuaan yang menurunkan fungsi fisiologis, mengurangi efisiensi pompa jantung dan membuat arteri besar kehilangan elastisitasnya. Akibatnya, arteri menjadi kaku dan tidak bisa mengembang dengan baik saat jantung memompa darah, yang mengarah pada peningkatan tekanan darah. Tekanan darah tinggi ditentukan sebagai sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Prevalensi hipertensi di Indonesia menurut Riskesdas 2018 meningkat menjadi 34,1%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan Riskesdas 2013 yang tercatat 25,8%, serta di Provinsi NTT yang mencapai 27,72%. Pada tahun 2017, prevalensi penderita hipertensi di Provinsi NTT adalah 14,3%, yang kemudian meningkat menjadi 27,72% pada tahun 2018. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Kupang tahun 2022 penyakit hipertensi di Puskesmas Sikumana menempati urutan ke dua dengan jumlah penderita sebesar 3.438 kasus dari 11 jumlah Puskesmas di Kota Kupang. Tujuan : Mengetahui pengaruh senam lansia terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana. Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain pre eksperimen rancangan The one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 39 responden,instumen yang digunakan lembar observasi tekanan darah, uji statistis yang digunakan uji wilcoxon. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pada tekanan darah sistole dan diastole sebelum dan sesudah dilakukan senam lansia dengan nilai p-value (0,000) untuk tekanan darah sistole dan untuk tekanan darah diastole p-value (0,000) sehingga p-value < 0.05. Kesimpulan : Ada pengaruh senam lansia terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Saran : Lansia tetap mengikuti kegiatan senam lansia yang dilakukan di posyandu prolanis di Puskesmas Sikumana Kota Kupang
Implementasi Senam Gemu Fa Mi Re Pada Lansia Dengan Masalah Insomnia Di Puskesmas Oepoi
Latar Belakang:Insomnia dapat diartikan sebagai kondisi sulitnya untuk mengawali atau mempertahankan pola tidur yang terjadi dalam waktu kurang dari tujuh hari. Insomnia bisa terjadi pada semua kalangan usia akan tetapi dapat sering dialami pada umur 60 tahun ke atas.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh senam gemu fa mi re pada lansia dengan masalah insomnia di Puskesmas Oepoi Kota Kupang tahun 2024.Metode Penelitian: Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 3 orang pasien lansia yang ditetapkan berdasarkan kriteria inkulisi dan eksklusi. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner PSQI Insomnia. Hasil:Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat ada peningkatan kualitas tidur sebelum dan setelah dilakukan implementasi senam gemu fa mi re pada lansia, pada responden 1, responden 2, dan responden 3 yang mengalami peningkatan kualitas tidur. Pada 3 responden ini mengalami penurunan tingkat insomnia dari berat menjadi ringan. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah implementasi senam gemu fa mi re mampu meningkatkan kualitas tidur pada pasien lansia yang mengalami insomnia di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi
Implementasi Pemberian Jeruk Nipis,Madu dan Fisioterapi Dada Pada Anak Dengan Masalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Latar belakang: ISPA adalah infeksi di saluran pernapasan, yang menimbulkan gejala batuk, pilek, disertai dengan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja (Arisandi, 2023). Infeksi saluran pernafasan akut menurut (Nour Sriyanah & Suradi Efendi, 2023) adalah radang akut saluran pernapasan atas maupun bawah yang disebabkan oleh infeksi jasad renik atau bakteri, virus, maupun reketsia tanpa atau disertai dengan radang parenkim paru. ISPA adalah masuknya mikroorganisme (bakteri, virus, riketsi) ke dalam saluran pernapasan yang menimbulkan gejala penyakit yang dapat berlangsung sampai 14 hari. Dalam mengatasi ISPA khususnya ISPA yang menyerang saluran pernapasan bagian atas seperti batuk, dermam, pilek masyarakat memilih untuk menggunakan terapi seperti mengonsumsi jeruk nipis yang dicampur dengan Madu yang dipercaya dapat melegakan tenggorokan dan mengurangi batuk (Indriany & Trismiyana, 2021). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pemberian jeruk nipis madu dan fisioterapi dada pada anak dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif di wilayah kerja puskesmas oesapa. Metode: Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus merupakan penelitian yang menekankan pada pemahaman yang lebih mendalam akan fenomena tertentu terhadap individu. Studi kasus ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana penerapan pemberian jeruk nipis madu dan fisioterapi dada pada anak dengan masalah bersihan jalan napas tidak ektif dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil penelitian: Hasil penelitian menyatakan dalam kategori baik, dengan adanya penurunan batuk efektif, penurunan produksi sputum, penurunan sara napas tambahan, penurunan frekuensi napas. responden dari kategori meningkat menjadi ringan menurun. Kesimpulan: Hasil yang di dapatkan setelah di lakukan penerapan jeruk nipis,madu dan fisioterapi dada kurang lebih 6 hari untuk ke dua subjek di dapatkan subjek 1 setelah penerapan tidak ada keluhan pada sekret dan bunyi napas tambahan. Begitupun pada subjek ke-2 juga mengalami perubahan untuk sekret dan bunyi napas tambahan sudah tidak ada sampe pada penerapan hari terakhi
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada NY.S.O G2P1A0AH1 Usia Kehamilan 39 Minggu Di Puskesmas Tarus Tanggal 10 Februari s/d 28 April 2024
Latar Belakang: Jumlah kasus kematian ibu di Kabupaten Kupang tahun 2017, 2018, 2019 dan 2020 yaitu sebanyak 10, 8, 5 dan 11 kasus. Data menunjukkan jumlah kasus kematian ibu di Kabupaten Kupang tahun 2017-2019 terus mengalami penurunan, namun di tahun 2020 kembali mengalami peningkatan. Puskesmas Tarus menjadi satu-satunya Puskesmas di Kabupaten Kupang yang selalu menyumbang kasus kematian ibu sejak tahun 2016-2018. Jumlah kematian ibu di Puskesmas Tarus pada tahun 2016 yaitu 2 kasus, tahun 2017 1 kasus, dan tahun 2018 1 kasus. Walaupun pada tahun 2019 tidak ada kasus kematian ibu, namun pada tahun 2020 kasus kematian ibu kembali terjadi sebanyak 2 kasus dan di tahun 2021 menurun menjadi 1 kasus. Penyebab langsung kematian ibu paling banyak akibat pendarahan dan hipertensi/eklampsia. Penyebab langsung kematian Ibu di Puskesmas Tarus tahun 2020 karena perdarahan dan preeklampsia berat dan persalinan dilakukan di rumah. Oleh sebab itu perlu dilakukan pelayanan asuhan kebidanan secara komprehensif untuk mengetahui faktor resiko yang terdeteksi saat awal pemeriksaan kehamilan dapat segera ditangani sehingga dapat mengurangi faktor resiko pada persalinan, nifas, dan pada bayi baru lahir dengan berkurangnya faktor resiko maka kematian ibu dan bayi dapat di cegah Tujuan Penelitian: Melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, BBl, nifas dan Kb pasca salin yang berkelanjutan pada Ny. S.O periode 10 Februari s/d 28 April 2024. Metode penelitian: Penelitian menggunakan metode studi penelaahan kasus yang terdiri dari unit tunggal, yang berarti penelitian ini dilakukan pada seorang ibu dalam menjalani kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan Keluarga Berencana. Lokasi studi kasus di Puskesmas Tarus, subjek studi kasus adalah Ny. S.O, dilaksanakan pada tanggal 10 Februari s/d 28 April 2024 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder.
Hasil: Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. S.O di Puskesmas Tarus, ibu sudah mengikuti anjuran yang diberikan dan keluhan ibu teratasi, keadaan ibu sehat sehingga masa hamil sampai nifas berjalan normal dan tidak ada penyulit. Kesimpulan: Asuhan kebidanan yang dilakukan pada Ny. S.O mulai dari hamil, bersalin, nifas, BBL, dan KB tidak ditemukan adanya kelainan dan penyulit
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.S.K G3P2A0AH2 Usia Kehamian 38-39 Minggu Di TPMB Bidan Maria I. Pai Periode 10 Februari S/D 13 Maret 2024
Latar Belakang: Continuity Of Care (COC) merupakan serangkaian kegiatan pelayanan Continuity of Care (COC)dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang
berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Hubungan pelayanan kontinuitas adalah hubungan terapeutik antara perempuan dan petugas kesehatan khususnya bidan dalam mengalokasikan pelayanan serta pengetahuan secara komprehensif. Asuhan kebidanan COC ini dapat membantu bidan untuk mengurangi serta menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).Tujuan: Menerapkan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada Ny. S.K G3P2A0AH2 usia kehamilan 39 minggu, janin tunggal, hidup, intrauteri, letak kepala, keadaan ibu dan janin baik di TPMB Bidan Maria I. Pai periode 10 Februari s/d 13 Maret 2024 Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi penelahaan kasus. Lokasi di TPMB Bidan Maria I. Pai, subjek studi kasus adalah Ny.S.K dilaksanakan tanggal 22 Januari 2024 – 23 Maret 2024 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode 7 langkah Varney dan sistem pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil: Ny.S.K G3P2A0AH2 usia kehamilan 39 minggu janin tunggal, hidup, intra uterin, letak kepala, keadaan ibu dan janin baik, dilakukan kunjungan 1 kali dengan asuhan kebidanan, ibu bersalin normal tanggal 12 Februari 2024 usia kehamilan 39-40 minggu, dilakukan pertolongan persalinan 60 langkah APN, bayi lahir menangis kuat, bergerak aktif, dan warna kulit merah muda, melakukan IMD, menjaga kehangatan dan perawatan tali pusat, melakukan KN 3 kali. Masa nifas involusi uterus baik dilakukan KF 4 kali dengan diberikan asuhan sesuai kebutuhan ibu dan konseling KB, ibu memilih metode KB suntik 3 bulan Simpulan: Ny. S.K selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, proses persalinan normal, bayi sehat, masa nifas involusi berjalan normal dan koseling KB. Ibu memilih metode kb suntik 3 bula
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.S.L Di Bidan Praktek Mandiri Tanggal 04 Maret S/D 23 April 2024
Latar Belakang: Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kupang pada tahun 2019, AKI di Nusa Tenggara Timur sebanyak 98 kasus demikian juga dengan AKB sebanyak 822 kasus. Tingginya angka kehamilan, persalinan, maupun nifas sangat berisiko, bidan memiliki tanggung jawab memantau dan memberikan perawatan optimal sejak masa kehamilan sampai program keluarga berencana yang bertujuan untuk mengurangi AKI dan AKB.
Tujuan penelitian: Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny.S.L di Bidan Praktek Mandiri tanggal 04 maret sampai 23 april 2024, menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Metode: Penelitian menggunakan metode studi penelahan kasus yang terdiri dari unit tunggal, yang berarti penelitian ini dilakukan pada seorang ibu dalam menjalani kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Lokasi studi kasus di Bidan Praktek Mandiri, subjek studi kasus adalah Ny S.L, pada tanggal 04 Maret s/d 23 April 2024 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder.
Hasil dan Pembahasan : Ny.S.L selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, proses persalinan normal, kunjungan postpartum serta kunjungan pada bayi baru lahir berjalan dengan normal dan tidak terdapat penyulit.
Simpulan: Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan dengan baik
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. Y.U G2P1A0AH1 Usia Kehamilan 39-40 Minggu Di TPMB Bidan Farida Sadik, SST Periode 1 Februari S/D 1 April 2024
Latar Belakang: Asuhan kebidanan berkelanjutan yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, persalinan, nifas dan neonatus hingga memutuskan menggunakan alat kontrasepsi. Data yang diperoleh dari TPMB Bidan Farida M. Sadik, SST tidak ada kematian ibu dan bayi. Pelayanan kesehatan ibu hamil diwujudkan melalui pemberian pelayanan antenatal dan mendorong agar semua persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih dan fasilitas kesehatan yang memadai.Tujuan Penelitian : Mampu Melakukan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. Y.U G2P1A0AH1 Usia Kehamilan 39-40 Minggu, Janin Tunggal, Hidup, IntraUteri, Letak Kepala, Ibu Dan Janin Baik Di TPMB Farida M. Sadik, SST Periode 1 Februari s/d 1 April 2024 dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan.
Metode Penelitian: Studi kasus menggunakan metode penelaah kasus, lokasi di TPMB, subjek studi kasus adalah Ny. Y.U dilaksanakan 1 Februari sampai dengan 1 April 2024 dengan menggunakan format asuhan kebidanan dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer, sekunder dan tersier.Hasil: Ny. Y.U G2P1A0AH1 usia kehamilan 39-40 minggu janin tunggal, hidup, letak kepala, intrauteri, keadaan ibu dan janin baik, dilakukan kunjungan 1 kali dengan asuhan kebidanan, ibu bersalin normal tanggal 3 Maret 2024 usia kehamilan 39-40 minggu, dilakukan pertolongan persalinan 60 langkah APN, bayi lahir menangis kuat, bergerak aktif, dan warna kulit merah muda, melakukan IMD, menjaga kehangatan dan perawatan tali pusat, melakukan KN 3 kali. Masa nifas involusi uterus baik dilakukan KF 4 kali dengan diberikan asuhan sesuai kebutuhan ibu dan konseling KB, ibu memilih metode KB suntik 3 bulan.
Kesimpulan: Telah menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. Y.U keadaan pasien baik mulai dari kehamilan, persalinan, neontaus, nifas dan K
Penerapan Kompres Hangat Untuk Mengatasi Masalah Nyeri Akut Pada Pasien Gastritis Di Puskesmas Oesapa
Gastritis adalah suatu inflamasi dinding lambung, yang disebabkan oleh iritasi pada mukosa lambung. Gastritis disebabkan oleh Infeksi bakteri seperti Helicobacteri pylory dan makanan serta minuman yang bersifat iritan, Salah satu manifestasi klinis gastritis adalah nyeri. Nyeri adalah suatu hal yang bersifat subjektif dan personal. Stimulus terhadap timbulnya nyeri merupakan sesuatu yang bersifat fisik atau mental yang terjadi secara alami. untuk itu ada beberapa tindakan non farmakologis yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami oleh pasien gastritis, salah satunya adalah dengan menggunakan kompres hangat. Tujuan penerapan kompres hangat pada pasien gastritis adalah untuk mengurangi nyeri pada pasien gastritis. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus dan dilakukan pada 26-28 Juni 2024. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 pasien yang menderita gastritis yang berusia 23 tahun, pasien yang mengalami nyeri sedang dengan skala (4-6) riwayat nyeri sebelumnya, pasien dapat berkomunikasi dengan baik dan jelas. Pemberian kompres hangat ini dilakukan selama 3 hari dengan waktu kurang lebih 20 menit. Hasil studi kasus menunjukkan terjadi penurunan tingkat nyeri pada pasien gastritis setelah dilakukan kompres hangat dengan penurunan skala nyeri sedang (5-6) menjadi skala nyeri ringan (0-2). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemberian kompres hangat sangat efektif menurunkan tingkat nyeri pada pasien gastritis. Tindakan pemberian kompres hangat dapat dijadikan salah satu cara yang efektif dan mudah dilakukan untuk menangani nyeri pada pasien gastritis
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.Y.A G4p3a0ah3 Uk 38-39 Minggu Di Puskesmas Pembantu Tuapukan Tanggal 14 Maret S/D 02 Mei 2024
Latar Belakang : Asuhan kebidanan berkelanjutan atau continuum of care adalah pelayanan asuhan kebidanan yang diberikan secara menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir (BBL), nifas, dan asuhan bayi baru lahir yang dilakukan oleh bidan. Kesinambungan asuhan kebidanan bertujuan untuk menilai komplikasi sesegera mungkin untuk meningkatkan kondisi ibu dan bayi yang baru dilahirkan secara keseluruhan dan jangka panjang, yang mengarah pada penurunan morbiditas dan mortalitas ibu, kehamilan, persalinan, nifas bayi baru lahir dan neonatus.
Tujuan : Menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.Y.A G4P3A0AH3 di Puskesmas pembantu tuapukan periode 14 maret-02 mei 2024 dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dalam bentuk varney dan metode pendokumentasian SOAP.
Metode : Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi penelaahan kasus. Lokasi di Puskesmas Pembantu tuapukan, objek studi kasus adalah Ny.Y.A yang di laksanakan pada tanggal 14 maret sampai dengan 02 mei 2024 dengan menggunkan format Asuhan Kebidanan pada ibu hamil dengan metode 7 Langkah Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunkan data primer dan data sekunder.
Hasil dan Pembahasan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.Y.A penulis mendapatkan hasil yaitu Ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran , dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit, persalinan berjalan normal serta kunjungan bayi baru lahir dan postpartum berjalan dengan normal dan tidak ada penyulit.
Simpulan : Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan dengan baik
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Pengobatan Tuberkulosis (TBC) Terhadap Tingkat Pengetahuan Minum Obat Di Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang
Latar Belakang : Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia terutama di negara-negara berkembang. Indonesia menempati peringkat kedua dalam jumlah penderita Tuberkulosis (TBC) terbanyak di dunia. Jumlah kasus TBC di Indonesia diperkirakan mencapai 969.000, naik 17% dari tahun 2020 yang sebanyak 824.000. Metode : Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental one group pretest posttest dengan teknik pengambilan sampel acidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang berjumlah 47 responden. Instrumen berupa lembar kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil : Mayoritas tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah kategori baik berjumlah 18 responden (38,3 %), cukup berjumlah 22 responden (46,8%) dan kurang berjumlah 7 responden (14,9 %) dan setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan responden mengalami peningkatan yaitu kategori baik berjumlah 39 responden (83,0%) dan cukup berjumlah 8 responden (17,0 %) dengan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value 0,000. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang pengobatan Tuberkulosis terhadap tingkat pengetahuan minum obat di wilayah kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang