Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. A.L G3P2AOAH2 Di Pustu Lasiana Tanggal 22 Maret S/D 07 Mei 2024
Latar Belakang : Asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) adalah asuhan yang diberikan seorang bidan terhadap klien atau pasien mulai dari masa pra konsepsi, masa kehamilan, nifas, dan Keluarga Berencana (KB). Asuhan kebidanan COC merupakan upaya bidan di Indonesia untuk memberikan asuhan yang berkelanjutan, bidan dapat memantau kondisi ibu dan bayi sehingga mencegah terjadi komplikasi yang tidak segera ditangani. Tujuan : Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny A.L G3P2A0AH2 Di Pustu Lasiana Tanggal 22 Maret s/d 07 Mei 2024”. Metode : Penelitian menggunakan metode studi penelahan kasus yang terdiri dari unit tunggal, yang berarti penelitian ini dilakukan pada seorang ibu dalam menjalani kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Lokasi studi kasus di Pustu Lasiana, subjek studi kasus adalah Ny A.L, dilaksanakan pada tanggal 22 Maret s/d 07 Mei 2024 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Hasil : Asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. A.L G3P2A0AH2 selama kehamilan trimester III tidak ada keluhan, keadaan ibu dan janin sehat. Pada proses persalinan, dapat berlangsung normal tanpa ada penyulit dan komplikasi, tidak ada laserasi jalan lahir, tidak terjadi perdarahan, serta keadaan ibu dan bayi baik. Bayi lahir langsung menangis, warna kulit kemerahan, tonus otot baik, bergerak aktif, BB 3670 gram, PB 48 cm, LK 33 cm, LD 32 cm, LP 32 cm, serta tanda-tanda vital dalam batas normal yaitu HR 151x/menit, pernapasan 47 x/menit, dan suhu 36,5ºC. Pada masa nifas berlangsung normal tanpa ada penyulit dan komplikasi, keadaan ibu baik, tanda-tanda vital dalam batas normal dan telah dilakukan kunjungan sebanyak 3 kali. Ibu menjadi akseptor KB suntik 3 bulan. Simpulan : Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan dengan bai
Standarisasi Parameter Spesifik Ekstrak Etanol Rimpang Temulawak (Curcumae Xanthorrizae Rhizoma) Asal Kbupaten Timor Tengah Utara (TTU)
Latar Belakang : Standarisasi parameter spesifik ekstrak etanol rimpang temulawak (Curcumae Xanthorrizae Rhizoma) dilakukan untuk menjamin khasiat senyawa kimia dari rimpang temulawak asal Desa Usapinonot Timor Tengah Utara (TTU) yang telah digunakan oleh masyarakat sebagai jamu atau minuman instan dalam kelompok usaha bersama. Tujuan : Menetapkan parameter spesifik dari ekstrak etanol rimpang temulawak. Metode : Ekstrak rimpang temulawak diperoleh dari ekstraksi metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Pengujian parameter spesifik meliputi identitas ekstrak, organoleptik ekstrak, senyawa terlarut dalam pelarut tertentu, uji kandungan kimia, uji KLT. Hasil : Identitas ekstrak dengan nama latin Curcumae Xanthorrizae Rhizoma, bagian tanaman yang digunakan adalah rimpang, organoleptik ekstrak berbentuk ekstrak kental berwarna coklat dengan bau khas dan rasa yang pahit, ekstrak etanol rimpang temulawak mempunyai rata-rata persen rendemen 18,23% ± 0,24 yang positif mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, terpoenoid, tanin, saponin dan rata rata kadar senyawa larut air 17,8% ± 0,61% serta kadar senyawa larut etanol sebesar 13,3% ± 0,75%. Kesimpulan : Berdasarakan pengujian standarisasi parameter spesifik ekstrak rimpang temulawak memenuhi standar kualitas bahan baku
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.S.P G7P5A1AH5 Umur 37 Tahun Dengan Kehamilan Risiko Sangat Tinggi Di Pustu Tenau Kecamatan Alak Kota Kupang Tanggal 31 Januari S/D 19 Maret 2024
Latar Belakang: Kematian ibu disebabkan oleh kehamilan risiko tinggi, perdarahan, masa nifas, preeklampsia dan eklampsia, komplikasi saat melahirkan, dan aborsi yang tidak aman. Sisanya disebabkan oleh penyakit penyerta seperti malaria dan kondisi kronis seperti penyakit jantung dan diabetes melitus. Kehamilan berisiko tinggi adalah kehamilan yang berdampak pada ibu hamil dan dapat menyebabkan bayinya sakit atau meninggal sebelum dilahirkan Penyebab kehamilan risiko tinggi pada umumnya terjadi pada kelompok umur 35 tahun, dengan tinggi badan kurang dari 145 cm, berat badan kurang dari 45 kg, jarak kehamilan saat ini dengan anak sebelumnya kurang dari 2 tahun..Tujuan: Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny.S.P G7P5A0AH5 dengan Kehamilan Risiko Sangat Tinggi Di Pustu Tenau Kota Kupang Periode 31 Januari s/d 19 Maret 2024”. Metode: Penelitian menggunakan metode studi penelahan kasus yang terdiri dari unit tunggal, yang berarti penelitian ini dilakukan pada seorang ibu dalam menjalani kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Lokasi studi kasus di Pustu Tenau, subjek studi kasu s adalah Ny.S.P, dilaksanakan pada tanggal 31 Januari s/d 19 Maret 2023 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP, Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder Hasil dan Pembahasan: Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.S.P penulis mendapatkan hasil yaitu ibu melakukan kunjungan kehamilan tidak sesuai anjuran, persalinan berjalan normal dan dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit dan komplikasi persalinan risiko sangat tinggi, serta kunjungan bayi baru lahir dan postpartum berjalan dengan normal dan tidak ada penyulit, dan ibu menjadi akseptor metode kontrasepsi implant. Simpulan: Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan dengan baik
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. Y.S G2P1A0aAH1 Di Pustu Namosain Kelurahan Alak Kota Kupang Tanggal 12 Febuari S/D 24 April 2024
Latar Belakang : Penyebab kematian ibu di Indonesia didominasi oleh tiga penyebab utama kematian yaitu perdarahan, hipertensi dalam kehamilan dan infeksi. Hal ini terjadi karena minimnya kesadaran dan pengetahuan ibu serta keluarga akan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur, masih rendahnya angka persalinan di fasilitas kesehatan, rendahnya pemeriksaan pada masa nifas serta kurangnya askes terhadap fasilitas kesehatan. Sementara itu penyebab angka kematian bayi yaitu dimana masih banyak ibu yang tidak melakukan pemeriksaan ANC dan pertolongan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan serta kurangnya kesadaran ibu nifas untuk memeriksakan kesehatan bayinya di fasilitas kesehatan. Tujuan : Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. Y.S G2P1A0AH1 Di Pustu Namosain Kelurahan Alak Kota Kupang Tanggal 12 Febuari s/d 24 April 2024. Metode : Studi kasus menggunakan metode studi penelaahan kasus yang terdiri dari unit tunggal, yang berarti studi kasus ini dilakukan kepada seorang ibu dalam menjalani kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Lokasi studi kasus ini di Puskesmas Alak, subjek studi kasus adalah Ny.Y.S, dilaksanakan pada tanggal 12 Febuari S/D 24 April 2024 dengan menggunakan format kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan Pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data primer dan data sekunder. Hasil dan Pembahasan : setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.Y.S penulis memperoleh hasil yaitu ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran, dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit, persalinan berjalan normal tanpa disertai adanya komplikasi kunjungan bayi baru lahir serta nifas tidak ada penyulit pada setiap kunjungan. Simpulan : Asuhan Kebidanan Secara Berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan dengan baik
karakteristik produk cookies dengan subtitusi tepung daun kelor {moringa oleifera} dan tepung hati ayam sebagai produk untuk menangani anemia pada remaja putri dan ibu hamil
latar belakang: : Anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar Hemoglobin (Hb), dalam darah lebih rendah dari kadar normal untuk kelompok orang menurut usia dan jenis kelamin. Prevalensi anemia remaja di Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2018 sebesar 14,75% setelah proporsi usia dewasa 20,19%. Sementara pada tahun 2020 prevalensi anemia pada ibu hamil di kota kupang sebesar 46% . Cookies merupakan salah satu jenis produk pangan yang digemari oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia. Cookies termasuk dalam kategori biskuit yang bahan bakunya terdiri dari tepung terigu, telur, gula dan margarin yang di buat melalui tahap mencampuran, pencetakan dan pemanggangan. Tekstur cookies biasanya sangat renyah dengan kadar air kurang dari 5%.Tujuan penelitian : untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung daun kelor dan tepung hati ayam terhadap sifat organoleptik cookies. Metode penelitian : jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan
acak lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan yaitu P0,P1,P2 dan P3. Perlakuan berupa subtitusi tepung daun kelor dan tepung hati ayam. Hasil : berdasarkan hasil uji organoleptik cookies berdasarkan warna, aroma, rasa dan tekstur yang paling disukai P0 dengan nilai 18,25. Untuk nilai gizi yang paling tinggi adalah P1 dengan nilai gizi energi 3.014,95 kkal, protein 120,75 gram, lemak 192,64 gram, kh 205,52 gram dan besi 59,01 mg. Kesimpulan : Hasil uji daya terima warna cookies paling banyak disukai adalah P0: dengan nilai 4,5 kategori sangat suka, hasil uji daya terima aroma cookies tingkat kesukaan aroma pada P0:dengan nilai 4,63 kategori sangat suka, hasil uji daya terima rasa cookies Tingkat kesukaan rasa pada P0: dengan nilai 4,66 kategori sangat suka dan hasil uji daya terima tekstur cookies tingkat kesukaan tekstur P0: dengan nilai 4,46 kategori sangat suka
Pengaruh substitusi tepung ubi jalar (ipomoea batatas) terhadap sifat organoeleptik dan nilai gizi bolu kukus
Latar Belakang : Kekurangan vitamin A (KVA) adalah ketidak cukupan vitamin A dalam tubuh yang sering terjadi karena kurangnya asupan vitamin A baik dari sumber hewani yang mengandung vitamin A siap pakai maupun dari sumber nabati yang mengandung provitamin A. Kondisi ini umum terjadi terutama pada anak-anak di negara berkembang.Tujuan Penelitian :. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh substitusi tepung ubi jalar terhadap sifat organoeleptik dan nilai gizi bolu kukus.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat taraf perlakuan yaitu P0,P1,P2,P3. Perlakuan berupa substitusi tepung ubi jalar ungu,kuning,dan putih.Hasil : Berdasarkan uji organoeleptik Bolu Kukus dengan substitusi tepung ubi jalar ungu,kuning,dan putih meliputi warna,aroma,tekstur dan rasa, yang paling di sukai adalah pada perlakuan (P2 90% :10%), dengan nilai gizi energi 44,52 kkal,protein 0,85 gr, lemak 0,45 gr, kh 8,93 gr, dan betakaroten 1,28 gr. Kesimpulan : Hasil uji daya terima bolu kukus yang disubstitusi tepung ubi jalar ungu, kuning dan putih Ipomoea batatas, dengan rata-rata setiap perlakuan P0, P1, P2 dan P3 menunjukkan angka mendekati 5 yang artinya dalam kategori sangat suka. Namun dari hasil uji statistik menggunakan uji anova memnunjukan rata-rata nilai signifikan (P value >0,05) artinya tidak ada perbedaan nyata antara setiap aspek warna, aroma dan tekstur , kecuali pada aspek rasa perlu dilanjutkan dengan uji Tukey untuk mengetahui perbedaan nyata di setiap perlakuan. Hasil uji Tukey pada aspek rasa yaitu P0 berbeda nyata dengn P2, sedangakan P2 berbeda nyata dengan P0. Untuk itu dari hasil uji daya terima dan uji statistik maka bolu kukus yang direkomendasikan adalah bolu kukus tepung ubi jalar ungu pada perlakuan P3
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. D. B. W G4P3A0AH3 Di Puskesmas Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Tanggal 02 Februari S/D 08 April 2024
Kementerian kesehatan Republik Indonesia
Kemenkes Politeknik kesehatan Kupang
Jurusan DIII Kebidanan
Laporan Tugas Akhir
Mei 2024
Christine Alda Manafe
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny D. B. W G4P3A₀AH3 Di Pukesmas
Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Tanggal 02 Februari
S/D 08 April 2024.
Latar Belakang : Jumlah AKI dan AKB di Kabupaten Kupang pada tahun 2023
meningkat dibanding tahun 2022. AKI di tahun 2023 sebanyak 14 kasus dan AKB
sebanyak 114 kasus serta angka kematian bayi di bawah 5 tahun ( Balita) terdapat
13 kasus. Sementara pada tahun 2022, AKI hanya terdapat 9 kasus dan AKB
sebanyak 104 kasus serta angka kematian Balita sebanyak 11 kasus (Dinkes
Kabupaten Kupang). Dengan dilakukan asuhan kebidanan secara berkelanjutan
pada ibu hamil Trimester III sampai dengan perawatan masa nifas diharapkan dapat
memberikan kontribusi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Indonesia serta
tercapai kesehatan ibu dan anak yang optimal.
Tujuan Umum : Menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. D. B. W.
di Puskesmas Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang tanggal 02
Februari s/d 08 April 2024.
Metode Laporan Kasus : Jenis penelitian menggunakan studi penelaah kasus
dengan subyek Ny. D. B. W dari tanggal 02 Februari s/d 08 April 2024 dengan
manajemen 7 langka varney dan metode SOAP, dan subyeknya pengumpulan data
primer dan sekunder.
Hasil: Ny. D. B. W selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, proses
persalinan normal, bayi tidak mengalami ikterus dan berjalan dengan normal, masa
nifas involusi berjalan normal, konseling ber-KB ibu memilih metode KB Implan.
Kesimpulan: Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.
D. B. W yang ditandai dengan ibu mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama
hamil tidak ada, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan, masa nifas berjalan normal,
bayi berjalan dengan normal dan ibu sudah menggunakan alat kontarsepsi Implan
Formulasi Sabun Mandi Cair Fraksi Metanol - Air Bunga Flamboyan(Delonix regia Raf..)
Latar Belakang : Sabun adalah bahan pembersih tubuh yang digunakan oleh masyarakat sehari-hari sebagai kebutuhan primer telah banyak dibuat dengan beragam formulasi termasuk dengan penambahan bahan alam. Salah satu bahan yang bisa digunakan sebagai zat aktif adalah bunga Flamboyan. Tujuan : mendapatkan formula sabun mandi cair fraksi metanol bunga Flamboyan (Delonix reia Raf.) yang memenuhi syarat karakteristik berupa uji pH, uji total bahan aktif, uji organoleptis, uji tinggi busa, uji homogenitas, dan uji alkali bebas. Metode Penelitian : Ekstrak bunga Flamboyan diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 90% kemudian dilakukan fraksi metanol dengan metode cair-cair menggunakan pelarut polar yaitu metanol-air dan non polar yaitu N-Heksan. Hasil dari fraksi dipekatkan diatas waterbath untuk mendapatkan ekstrak kental. Ekstrak yang telah diperoleh kemudian diformulasikan kedalam bentuk sediaan sabun mandi cair menggunakan metode hot process dengan variasi konsentrasi ekstrak yang berbeda yaitu 0,1% b/v dan 1% b/v yang selanjutnya dievaluasi berupa uji pH, uji total bahan aktif, uji organoleptis, uji tinggi busa, uji homogenitas, dan uji alkali bebas. Hasil : Hasil rendemen ekstrak dan rendemen fraksi metanol-air ekstrak bunga flamboyan secara berturut-turut sebanyak 36,958% dan 64,05%. Hasil pengujian karakteristik sabun mandi cair diperoleh hasil uji pH dengan rata-rata pada formula 1 dan 2 yaitu 7,6 dan 7,2, total bahan aktif didapatkan rata-rata pada formula 1 yaitu 2,73% dan formula 2 yaitu 2,86%, organoleptis menunjukkan bahwa sabun mandi ekstrak etanol bunga Flamboyan (Delonix regia Raf..) cair berwarna kecoklatan, berbau khas minyak zaitun, tinggi busa pada formula 1 yaitu 56 mm dan formula 2 yaitu 45 mm, homogenitas dari masing-masing formula yaitu homogen dan uji alkali bebas diperoleh rata-rata formula 1 yaitu 0,27% dan formula 2 yaitu 1,23%. Kesimpulan : Berdasarkan hasil dari 6 pengujian tersebut uji pH, total bahan aktif, organoleptis, tinggi busa dan homogenitas memenuhi syarat sedangkan uji alkali bebas tidak memenuhi syarat
Asuhan kebidanan berkelanjutan pada ny.D.M.D G2P1A0AH1 usia kehamilan 35 minggu di Puskesmas Oesapa periode 22 januari s/d 19 maret 2024
Latar Belakang : AKI adalah rasio kematian ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, dan nifas atau pengelolaannya tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan atau terjatuh disetiap 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan angka kematian bayi (AKB) menunjukan banyaknya angka kematian bayi usia 0 tahun dari setiap 1000 kelahiran hidup pada tahun tertentu atau dapat dikatakan juga sebagai probabilitas bayi meninggal sebelum mencapai usia satu tahun yang dinyatakan dengan per 1000 kelahiran hidup.Tujuan Umum: Menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu hamil Trimester III sampai dengan perawatan masa nifas,BBL dan KB.Metode: Studi kasus ini menggunakan metode 7 langkah varney dan SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang meliputi pemeriksaan fisik,wawancara dan observasi. sedangkan data sekunder meliputikepustakaan dan studi dokumentasi.
Hasil dan pembahasan : setelah melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.D.M.D penulis mendapatkan hasil Dimana kehamilan,ibu melakukan kunjungan tidak sesuai anjuran,dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit,persalinan berjalan normal,kunjungan nifas serta kunjungan bayi baru lahir berjalan normal dan tidak terdapat penyulit dan konseling KB ibu memilih metode KB Implant.Kesimpulan : Setelah melakukan asuhan secara berkelanjutan mulai dari kehamilan,persalinan nifas,kunjungan Nifas(KN), kunjungan Neonatus,ibu dan bayi dalam keadaan sehat dan normal.ibu dan suami sepakat memilih KB Implant dan ibu sudah menjadi Akseptor KB Implant
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. N.B G1P0A0Ah0 Usia Kehamilan 39 Minggu Di Pustu Lasiana Tanggal 14 Maret S/D 25 Mei 2024
Latar Belakang: Asuhan kebidanan berkelanjutan adalah asuhan kebidanan yang dilakukan mulai Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), dan Bayi Baru Lahir secara berkelanjutan pada pasien. Tahun 2021 Angka Kematian Ibu (AKI) dari data yang dikumpulkan bidang kesehatan keluarga terdapat 6 kasus dari 6878 Kelahiran Hidup (Krull & Kurniasari, 2020). Sementara itu, angka kematian anak meningkat dari 26.000 menjadi 44.000 pada tahun 2021. Angka Kematian Ibu (AKI) di Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah 49 kasus pada tahun 2021, sedangkan angka kematian anak sebanyak 744 kasus (Dinas Kesehatan NTT, 2019). Tujuan: Mampu memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. N.B di Pustu Lasiana pada tanggal 14 Maret sampai dengan 25 Mei 2024, dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Metode Penelitian: Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan pada Ny.N.B di Pustu Lasiana, teknik pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil dan Pembahasan: Ny. N.B selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, proses persalinan normal, masa nifas involusi berjalan normal, bayi sehat dan konseling KB, ibu memilih memakai KB metode MAL. Simpulan: Setelah melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu dari masa kehamilan sampai bersalin, ibu dan bayi dalam kondisi yang sehat dan ibu mau menerima dan mengikuti anjuran yang diberikan