Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN PENGETAHUAN GIZI DENGAN STATUS GIZI (IMT/U) REMAJA DI SMP KATOLIK SANTO YOSEPH KUPANG
Latar Belakang : Status gizi mengacu pada kondisi tubuh yang dihasilkan dari keseimbangan
nutrisi yang dikonsumsi. Konsumsi makronutrien melibatkan asupan yang dibutuhkan dalam
jumlah yang signifikan, termasuk karbohidrat, lemak, dan protein. Pengetahuan nutrisi
menandakan pemahaman individu terkait ilmu seputar nutrisi, berbagai nutrisi, dan bagaimana
nutrisi ini berinteraksi dengan status gizi dan kesehatan secara keseluruhan.
Tujuan Penelitian : Tujuannya ialah guna mengeksplorasi keterkaitan antara konsumsi
makronutrien dan kesadaran gizi mengenai kesejahteraan gizi remaja di SMP Katolik St. Yosep
Kupang.
Metode Penelitian : Penelitian ini memakai desain studi cross-sectional. guna penyelidikan
ini, metode Stratified Random Sampling digunakan. sejumlah 77 orang berpartisipasi, dan
penelitian dilakukan di SMP Katolik St. YosephKupang pada Mei 2024.
Hasil Penelitian : Menurut temuan analisis bivariat yang dilakukan dengan memakai Fisher
Exact Test mengenai korelasi antara Asupan Nutrisi Makro dan Pengetahuan Gizi dengan
Status Gizi (IMT/U) remaja SMP Katolik St. YosephKupang, sudah ditentukan bahwasanya
tidak ada korelasi yang siknifikan antara asupan protein dan status gizi, dengan nilai p (0,335).
Selain itu, tidak ada korelasi siknifikan yang ditemukan antara asupan karbohidrat dan status
gizi, ditunjukkan dari nilai p (0,285). Selain itu, tidak ada korelasi yang siknifikan antara
pengetahuan gizi dan status gizi, sebagaimana tercermin dari nilai-p (0,159).
Kesimpulan : Konsumsi makronutrien di kalangan remaja SMP Katolik St. YosephKupang
biasanya dikategorikan selaku tidak mencukupi, meskipun sebagian besar respoden
menunjukkan status gizi yang baik. Tingkat pengetahuan gizi sebagian besar dinilai baik juga.
Tidak ada korelasi penting antara asupan makronutrien dan status gizi, juga tidak ada
keterkaitan yang siknifikan antara pengetahuan gizi dan status gizi
GAMBARAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN FE PADA IBU HAMIL KEK DAN ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OEPOI
ABSTRAK
Gambaran Asupan Zat Gizi Makro Dan Fe Pada Ibu Hamil KEK Dan Anemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi
Latar Belakang : Di Indonesia, kesehatan masyarakat masih menjadi penyebab kematian ibu dan anak, salah satunya adalah Kurangan Energi Kronik (KEK) pada kehamilan.KEK pada ibu hamil disebabkan oleh ketidakseimbangan asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) dan ketidakseimbangan asupan zat gizi mikro (terutama zat gizi seperti vitamin A, vitamin D, asam folat, zat besi, zinc, kalsium, dan yodium. Tujuan penelitianuntuk mendapatkan Gambaran Ibu Hamil KEK dan Anemia di wilayah kerja Puskesmas Oepoi.
Metode Penelitian:jenis penelitian observasional dengan desain deskriptif dilaksanakan pada bulan April-Mei 2024. Pengambilan sampel menggunakan teknikAccidental sampling yaitu terdiri dari 40 responden Ibu hamil KEK dan Anemia. Data yang diambil meliputi asupan zat gizi makro dan Fe (sekunder).
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 responden ibu hamil KEK asupan energi berada pada kategori defisit tingkat ringan (32,5%),persentase tertinggi asupan berada pada kategori defisit tingkat berat (32,5%),asupan lemak berada pada kategori defisit tingkat berat (87,5%),asupan karbohidrat sebagian besar berada pada kategori normal (40%). Dan asupan Fe sebagain besar responden berada pada kategori lebih (42,5%).
Kesimpulan : Gambaran asupan zat gizi makro dan Fe pada ibu hamil KEK dan anemia di wilayah kerja puskesmas Oepoi sebagian besar berada pada kategori defisit tingkat berat dan defisit tingkat ringan.
Saran: Diharapkan peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan dan memperbanyak variabel yang akan diteliti, peneliti selanjut juga perlu dilakukan untuk lebih menyempurnakan pembahasaanterkait resiko KEK dan perlu dilakukan perluasan wilayah penelitian dapat lebih menggambarkan masalah yang ada
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI PADA PASIEN HIV/AIDS RAWAT JALAN DI RSUD Prof. Dr. W. Z. JOHANNES KUPANG
Marissa Linggarni Sampelimbong “Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Asupan Zat Gizi Makro Dengan Status Gizi Pada Pasien HIV/AIDS Rawat Jalan Di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang”. (Dibimbing oleh Anak Agung Ayu Mirah Adi,SKM.,M.Kes)
Latar Belakang : Kasus HIV/AIDS merupakan salah satu masalah kesehatan yang telah terjadi secara Global termasuk di Indonesia. HIV menyebabkan disfungsi kekebalan tubuh, menyebabkan malnutrisi, dan defisiensi imun lebih lanjut. Kurangnya pengetahuan gizi serta asupan gizi yang tidak adekuat menyebabkan kondisi klinis pasien semakin memburuk sehingga dapat meningkatkan kejadian morbiditas dan mortalitas. Pengetahuan gizi yang baik disertai asupan gizi yang baik pula pada pasien HIV/AIDS dapat menjadi upaya bagi penderita untuk dapat mencapai dan mempertahankan status gizi yang baik.
Tujuan Penelitian : Untuk megetahui hubungan pengetahuan gizi dan asupan zat gizi makro dengan status gizi pada pasien HIV/AIDS rawat jalan di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional study. Total sampel pada penelitian ini yaitu 35 orang. Penelitian dilakukan di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, pada bulan Mei 2024.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan gizi sebagian besar dalam kategori kurang sebanyak 65,7%. Asupan energi dengan kategori defisit tingkat berat sebanyak 71,4%. Asupan protein dengan kategori defisit tingkat berat sebanyak 25,7%. Asupan lemak dengan kategori defisit tingkat berat sebanyak 77,1%. Asupan karbohidrat dengan kategori defisit tingkat berat sebanyak 68,6%. Status gizi sebagian besar memiliki status gizi normal sebanyak 71,4%. Berdasarkan uji Chi-Square menunjukan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi (p-value=0,530), tidak terdapat hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi dimana asupan energi (p-value=0,568), asupan protein (p-value=0,468), asupan lemak (p-value=0,754), asupan karbohidrat (p-value 0,899)
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BALITA STUNTING USIA 06-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKUNASE KOTA KUPANG
Latar Belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier yang membuat individu rentan terhadap peningkatan risiko morbiditas, mortalitas, dan perkembangan kognitif yang terhambat. Fenomena keterlambatan perkembangan terjadi selama fase kritis perkembangan saraf (0-3 tahun), menghasilkan pematangan otak yang kurang optimal.
Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan ibu dan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 06-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bakunase.
Metode: Investigasi menggunakan metodologi kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Dalam penelitian cross-sectional, semua variabel yang berkaitan dengan penelitian diperiksa dan dikumpulkan secara bersamaan.
Hasil Penelitian: Hasil asupan yang ditemukan pada anak PAUD yaitu energi kurang (61,4%), protein lebih (85,5%), lemak kurang (71,1%), karbohidrat (68,7%), kalsium kurang (96,4%), magneisum lebih (72,3%) fosfor baik (45,8%). Besi kurang (96,4%), zinc kurang (60,2). Kemungkinan GPPH (38.6%), tidak dengan kemungkinan GPPH (61.4%). Personal hygiene sanitasi memenuhi syarat (100%). Energi kurang tidak memiliki kemungkinan GPPH (64,7 %), kemungkinan GPPH (35,3 %), protein tidak memiliki kemungkinan GPPH (62,0%), kemungkinan GPPH (38,0%), lemak kurang tidak memiliki kemungkinan GPPH (62,7%), kemungkinan GPPH (37,3%), karbohidrat kurang tidak memiliki kemungkinan GPPH (63,2%) kemungkinan GPPH (36,8%), kalsium tidak memiliki kemungkinan GPPH (62,5%), kemungkinan GPPH (37,5%), magnesium lebih tidak memiliki kemungkinan GPPH (58,5%), kemungkinan GPPH (41,7%), fosfor baik tidak memiliki kemungkinan GPPH (68,4%), kemungkinan GPPH (31,6%), besi kurang tidak memliki kemungkinan GPPH (60,0%), kemungkinan GPPH (40,0%), zinc kurang tidak memliki kemungkinan GPPH (66,0%), kemungkinan GPPH (50,0%). Sampel yang memenuhi syarat dan tidak kemungkinan GPPH sebanyak 51 anak (61,4%) dan sampel yang memenuhi syarat dengan kemungkinan GPPH sebanyak 32 anak (38,6%).
Kesimpulan: Pemahaman pengetahuan ibu sebagian besar termasuk dalam kategori yang diklasifikasikan sebagai kurang, mencakup total 27 individu (62,8%). Sebaliknya, pengetahuan ibu yang dikategorikan sebagai mahir terdiri dari 12 individu (27,9%), sedangkan pengetahuan yang dikategorikan moderat atau memadai mencakup 4 individu (9,3%). Mayoritas bayi yang disusui secara eksklusif berjumlah 27 (62,8%), sedangkan mereka yang tidak menerima ASI eksklusif berjumlah 16 (37,2%). Ada hubungan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan ibu dan prevalensi stunting di kalangan balita di Desa Bakunase II Kota Kupang (p = 0,000). Selain itu, korelasi penting diidentifikasi antara menyusui eksklusif dan kejadian stunting pada balita di Desa Bakunase II Kota Kupang (p = 0,026).
Kata Kunci: Stunting, pengetahuan ibu, ASI-Eksklusi
STUDI KEBERHASILAN PENGOMPOSAN MENGGUNAKAN AKTIVATOR LIMBAH IKAN DAN AKTIVATOR LIMBAH CUCIAN BERAS
ABSTRAK
STUDI KEBERHASILAN PENGOMPOSAN MENGGUNAKAN AKTIVATOR LIMBAH IKAN DAN AKTIVATOR
LIMBAH CUCIAN BERAS
Eko Marsanda Nomseo, Debora Gaudensiana. Suluh*)
*)program studi D III sanitasi poltekkes kemenkes kupang.
Email: [email protected]
xiii + 52 halaman : tabel, gambar, lampiran
Sampah yang tidak di kelolah dengan baik dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan dan kesehatan, penanganan sampah yang dapat dilakukan adalah dengan pembuatan kompos agar mengurangi volume sampah yang dihasilkan. Limbah ikan dan limbah cucian beras mengandung bahan organik yang dapat di fermentasi oleh bakteri sehingga dapat menjadi aktivator. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberhasilan pengomposan menggunakan aktivator limbah ikan dan aktivator limbah cucian beras.
Jenis penelitian adalah pra eksperimen dengan rancangan one shot case studi. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu aktivator limbah ikan, aktivator limbah cucian beras, lama waktu pengomposan, pH pengomposan, suhu pengomposan, kelembaban pengomposan dan volume kompos dengan variabel terikatnya lama waktu pengomposan. Objek penelitian adalah aktivator limbah ikan, aktivator limbah cucian beras, proses pengomposan dan hasil pengomposan. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel, grafik maupun narasi dan di analisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembuatan aktivator limbah ikan dan limbah cucian beras dikatakan efektif selama 7 hari. lama waktu pengomposan efektif dimana untuk aktivator limbah ikan 15 hari dan aktivator limbah cucian beras 20 hari. pH selama proses pengomposan memenuhi syarat berkisar antara 6,8-7,0. Suhu awal pengomposan tidak memenuhi syarat berkisar antara 320C dan pada suhu akhir pengomposan memenuhi syarat berkisar antara 270C. Kelembaban awal pengomposan tidak memenuhi syarat berkisar antara 65%RH dan kelembaban akhir pengomposan memenuhi syarat berkisar antara 60%RH. Volume akhir kompos 6 liter dari volume awal 20 liter sehingga volume akhir kompos efektif karena hasil akhir kompos 1/3 dari volume awal.
Dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pengomposan menggunakan aktivator limbah ikan dan aktivator limbah cucian beras dikatakan berhasil. Disarankan kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan sampah yang dihasilkan sebagai bahan pembuatan kompos. Juga untuk peneliti-peneliti berikut dapat melakukan penelitian pemeriksaan kandungan unsur hara yang terkandung dalam kompos.
Kata kunci : pengomposan, aktivator limbah ikan, aktivator limbah cucian beras
Kepustakaan : 20 buah (2003-2023
Penerapan Terapi Hidroterapi (Rendam Kaki Air Hangat) untuk menurunkan Tekanan Darah Pada pasien dengan Hipertensi di wilayah kerja puskesmas oesapa
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang signifikan, dan hidroterapi, yaitu merendam kaki dalam air hangat, adalah salah satu metode alternatif yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi hidroterapi (merendam kaki dalam air hangat) dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Oesapa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kasus (case study) dan menggunakan lembar observasi checklist. Penelitian ini melibatkan dua pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi hidroterapi, tekanan darah pasien 1, Ny. Y, adalah 190/110 mmHg, dan pasien 2, Ny. C, adalah 150/100 mmHg. Setelah menjalani terapi rendam kaki dalam air hangat selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 15-20 menit setiap hari, terdapat penurunan tekanan darah; pada pasien 1, Ny. Y, tekanan darah menurun menjadi 150/100 mmHg, dan pada pasien 2, Ny. C, menjadi 150/90 mmHg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi rendam kaki dalam air hangat efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Diharapkan, pasien dan keluarga dapat menerapkan terapi ini sebagai upaya tambahan untuk mengelola hipertensi
SUBSTITUSI TEPUNG KACANG KEDELAI DAN TEPUNG PISANG KEPOK TERHADAP DAYA TERIMA KUE APEM
Latar belakang : Pola makan yang tepat dan seimbang penting untuk menjaga kesehatan manusia. Kekurangan energi dalam tubuh manusia sangatlah penting. Kondisi ini menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama di negara berkembang, dan disebabkan oleh rendahnya konsumsi makanan berenergi dan berprotein yang seharusnya memenuhi kebutuhan dasar tubuh manusia.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kacang kedelai dan tepung pisang kepok mempengaruhi daya terima kue apem.
Metode Penelitian : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen pengolahan tepung kedelai dan tepung pisang kepok. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan.Hasil Penelitian menemukan bahwa tidak ada perbedaan nyata dalam warna, aroma, tekstur, atau rasa antar perlakuan. Dari hasil uji palatabilitas produk ini diperoleh P3 (15: 10) (tepung kedelai : tepung pisang kepok).Hasil uji kandungan gizi 34 gram resep menunjukkan P3 (15).: 10) Paling bergizi, energi: 41,4 kkal, protein: 0,58 gram, lemak: 0,51 gram, karbohidrat 8,56 gram
Simpulan dari hasil penelitian penulis merekomendasikan P3 sebagai produk pangan karena paling disukai baik dari segi warna, aroma, tekstur, dan rasa dan P3 juga karena memiliki kandungan gizi lebih tinggi
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. E.M G3P2A0AH2 Usia Kehamilan 36-37 Minggu Di Puskesmas Alak Periode 15 Februari S/D 15 April.
Latar Belakang: Asuhan kebidanan berkelanjutan merupakan layanan kebidanan melalui model pelayanan berkelanjutan pada Perempuan sepanjang masa kehamilan, persalinan, nifas dan keluarga berencana. Data di Puskesmas Alak pada tahun 2022 yang didapatkan penulis, tercatat bahwa AKI di Puskesmas Alak tahun 2022 berjumlah 1 orang ibu hamil dan 1 orang ibu nifas sedangkan AKB berjumlah 6 orang bayi. Upaya penurunan AKI dan AKB, Puskesmas Alak melaksanakan pelayanan ANC terpadu sesuai kebijakan Kemenkes (2014) dengan standar ANC 10 T melalui timbang berat badan dan ukur tinggi badan, ukur tekanan darah, nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas atau LILA), tentukan presentasi janin, tentukan denyut jantung janin (DJJ), skrinning status imunisasi Tetanus Toxoid (TT) bila diperlukan, beri tablet tambah darah (tablet zat besi), periksa laboratorium, tatalaksana atau penanganan kasus dan temu wicara atau konseling. Tujuan: Mampu melakukan Asuhan Kebidanan berkelanjutan pada Ny.E.M di Puskesmas Alak periode 15 Februari s/d 15 April 2024, dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Hasil : Ny.E.M selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, proses persalinan normal, masa nifas involusi berjalan normal, bayi sehat. Simpulan: Setelah melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu dari masa kehamilan sampai bersalin, ibu dan bayi dalam kondisi yang sehat dan ibu mau menerima dan mengikuti anjuran yang di berikan
Inventarisasi Tanaman Berkhasiat Obat Yang Digunakan Secara Tradisional Untuk Pengobatan Gejala Tuberkulosis Di Kecamatan Amarasi Timur
Inventarisasi tanaman obat untuk gejala menyerupai tuberculosis adalah pencatatan, pendaftaran dan pendataan tentang tanaman berkhasiat obat yang digunakan oleh masyarakat Kecamatan Amarasi Timur Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data berupa: Nama tanaman, bagian yang digunakan, cara pengolahan, cara penggunaan, takaran, aturan pakai dan lama penggunaan. Penelitian ini bersifat survey eksploratif dimana peneliti mewawancarai dukun dengan melakukan pengamatan langsung ke lokasi penelitian untuk memperoleh data mengenai tanaman obat untuk mengobati gejala tuberkulosis yang didukung dengan pengambilan foto terhadap tanaman obat tersebut. Hasil dari penelitian ini diperoleh 18 tanaman berkhasiat obat yang digunakan oleh masyarakat Kecamatan Amarasi Timur. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun (38,8 %), cara pengolahan yang paling banyak digunakan adalah direbus (55,6 %), Cara Penggunaan Tanaman Berkhasiat Obat yang paling banyak digunakan adalah diminum (88,8%), Takaran Penggunaan Tanaman Berkhasiat obat yang paling banyak adalah 8 daun (22,2 %),aturan pakai 1 kali sehari dan lama penggunaan paling banyak adalah satu minggu atau sampai sembuh
Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan Pola Asuh Anak Pada Ibu Bekerja Di UPTD Puskesmas Koeloda
Latar Belakang: Ibu bekerja sering kali memiliki keterbatasan waktu dalam mengakses informasi tentang pola asuh anak dan banyak yang tidak tahu cara menghabiskan waktu berkualitas bersama anak, sehingga edukasi tentang kedua hal ini penting dilakukan. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan pola asuh anak pada ibu bekerja di UPTD Puskesmas Koeloda. Metode: pra eksperimen dengan rancangan one group pre-post test design. Sampel 32 orang ibu bekerja yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: p value=0,0001<0,05, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan tingkat pengetahuan pola asuh anak pada ibu bekerja di UPTD Puskesmas Koeloda. Kesimpulan: Edukasi menggunakan media leaflet berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan pola asuh anak pada ibu bekerja. Saran: Intervensi ini dapat digunakan oleh perawat puskesmas dalam meningkatkan pengetahuan ibu bekerja tentang pola asuh anak yang baik dan benar