Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MENYIKAT GIGI DAN ANGKA DMFT PADA SISWA-SISWI KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH KOTA KUPANG
Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh
yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya, sebab kesehatan gigi dan mulut
akan mempengaruhi kesehatan tubuh keseluruhan. Tujuan: Untuk mengetahui
Gambaran Tingkat Pengetahuan Menyikat Gigi Dan Angka DMFT Pada Siswa-siswi
Kelas VII SMP Muhammadiyah kota kupang. Metode: Penelitian ini adalah
peneletian deskriptif, Penelitian deskriptif adalah penelitian yang diarahkan untuk
mendeskripsikan atau menguraikan atau mendeskripsikan Gambaran Pola Menyikat
Gigi Dengan Angka DMFT Gigi Pada Siswa-siswi SMP Muhammadiyah kota kupang.
Hasil: menunjukan bahwa tingkat pengetahuan menyikat dari jumlah responden
sebanyak 42 orang terdapat 39 orang (92,85%) memiliki kriteria baik dan terdapat 3
orang (7,14%) memiliki kriteria cukup. serta angka DMF.T yang mengalami karies
gigi dengan presentase paling tertinggi sebanyak 18 responden (42,85%) dengan
kriteria tinggi.Hal ini menyatakkan bahwa mayoritas siswa-siswi di SMP
Muhammadiyah Kota Kupang yang diteliti memiliki karies gigi dengan presentase
tertinggi yaitu sebanyak 24 responden (57,14%) berada pada kriteria rendah untuk
indeks DMF-T gigi. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan siswa siswi Kelas VII SMP
Muhammadiyah Kota Kupang berada pada kategori baik diketahui bahwa tingkat
pengetahuan responden dengan presentase paling tinggi kategori baik sebanyak 39
responden (92%) dan yang paling rendah kategori cukup sebanyak 3 responden (7%).
Status karies siswa siswi Kelas VII SMP Muhammadiyah Kota Kupang berada pada
kategori rendah, diketahui bahwa DMF-T responden dengan presentase paling tinggi
kategori rendah sebanyak 24 responden (57%) dan yang paling rendah kategori tinggi
sebanyak 18 responden (42%)
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DENGAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT SISWA KELAS 3 DAN 4 SEKOLAH DASAR NEGERI OEHENDAK
Latar belakang : Masalah kesehatan gigi menjadi perhatian yang sangat penting
dalam pembangunan kesehatan yang salahsatunya disebabkan oleh rentannya
kelompok anak dari gangguan kesehatan gigi. Menjaga kesehatan anak secara
keseluruhan adalah hal yang penting dilakukan, termasuk kesehatan gigi dan
mulut, dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini merupakan faktor
penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri. Tujuan
penelitian : Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi,
Untuk mengetahui kebersihan gigi dan mulut pada siswa, Untuk mengetahui
hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang Pemeliharaan Kesehatan Gigi
dan Kebersihan Gigi dan Mulut Siswa Kelas 3 Dan 4 Sekolah Dasar Negeri
Oehendak. Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian
menggunakan metode Deskriptif, untuk menggambarkan tentang Hubungan
Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dengan Status
Kebersihan Gigi dan Mulut Siswa Kelas 3 Dan 4 Sekolah Dasar Negeri Oehendak
yang berjumlah 42 orang. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukan bahwa
dari 42 subyek 30 atau 71% ibu dengan pengetahuan kesehatan gigi yang baik,10
ibu (24%) dengan pengetahuan kesehatan gigi yang sedang dan 2 ibu (5%) dengan
presentase yang buruk. Selanjutnya kebersihan gigi dan mulut siswa kelas 3 dan 4
Sekolah Dasar Negeri Oehendak menunjukan bahwa dari 42 siswa kelas 3 dan 4
Sekolah Dasar Negeri Oehendak sebanyak 39 siswa (92,8 %) dengan kriteria baik
dan sebanyak 3 siswa (7,1%) dengan kriteria sedang. Kesimpulan : Pengetahuan
ibu tentang kesehatan gigi dan mulut termaksud dalam kategori baik (71%),
sehinga status kebersihan gigi dan mulut siswa kelas 3 dan 4 Sekolah Dasar
Negeri Oehendak termaksud kategori baik (92,8)
GAMBARAN KADAR ALBUMIN PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG
Gagal ginjal adalah ginjal kehilangan kemampuan untuk mempertahankan
volume dan komposisi cairan tubuh dalam keadaan asupan makanan normal.
Hemodialisis adalah bentuk terapi pengganti fungsi ginjal sekitar 69% dari semua
terapi pengganti ginjal dan 89% dari semua dialisis. Meskipun terjadi perbaikan,
pasien yang menerima terapi hemodialisis masih mengalami kualitas hidup yang
buruk dan beban penyakit, fisik, keuangan, morbiditas dan mortalitas mereka
sangat tinggi. Hemodialisis menjadi pengobatan pilihan karena membantu
mengoptimalkan status fungsional pasien dan meningkatkan harapan hidup.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar albumin pada pasien
hemodialisis di RSUD DR. Prof. W. Z. Johannes Kupang berdasarkan jenis
kelamin, usia, lamanya menjalani hemodialisa, diet hemodialisa, dan body mass
indeks. Metode ini didasarkan pada pengikatan spesifik bromocresol green (BCG),
Pewarna anionik,dan protein pada Ph asam dengan pengeseran panjang gelombang
serapan kompleks yang dihasilkan intensitas warna yang terbentuk sebanding
dengan konsentrasi albumin dari sampel. Pasien ebanyak 30 orang dengan jenis
kelamin perempuan 11 pasien (36,7%) dan laki-laki 19 pasien (63,3%). Dengan
usia 18-40 tahun sebanyak 5 pasien (17%) dan 41- 65 tahun dengan 25 pasien
(83%). Kadar albumin sebelum terendah pada 3,23 g/dl dan tertinggi pada 4,47
g/dl dan setelah dilakukan hemodialisa didapatkan kadar albumin terendah 2,96
g/dl dan tertinggi pada 5,21 g/dl. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan
pasien hemodialisa tidak mengalami hipoalbunemia
PENGARUH MEDIA AUGMENTED REALITY SADARI TERHADAP PENGETAHUAN DAN TINDAKAN REMAJA DALAM DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA REMAJA PUTERI DI KOTA KUPANG
Latar Belakang : Kanker payudara merupakan sekelompok sel tidak normal pada
payudara yang terus tumbuh berlipat ganda hingga akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk
benjolan di payudara. Perilaku kesehatan seperti SADARI dapat membantu
memberdayakan perempuan untuk mengambil kendali dan tanggung jawab atas
promosi kesehatan. SADARI diperkenalkan dengan media Augmented Reality
SADARI yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi secara langsung dengan
media tersebut. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian true eksperimen one
group pre test post test with control group. Jenis pengambilan sampel adalah Non
Probability sampling dengan teknik simple random sampling yang dilakukan dengan
cara lotre. Penelitan ini dilakukan di SMP Se-Kota Kupang, dengan 4 SMP sebagai
lokasi penelitian (SMPN 1, SMPN 3, SMPN 5, dan SMPN 15) dengan jumlah 249
responden. Hasil : Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p-value < 0,05. Kesimpulan
: Ada pengaruh media Augmented Reality SADARI terhadap pengetahuan dan
tindakan remaja dalam deteksi dini kanker payudara pada remaja putri di Kota Kupang
PENGARUH PEMBERIAN STIMULASI ORANG TUA DENGAN WAKTU 3 JAM/HARI TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK STUNTING 1-5 TAHUN DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIKUMANA KOTA KUPANG
Latar Belakang: Stunting adalah suatu gangguan pertumbuhan dan perkembangan
anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi yang kronis atau penyakit menular yang
berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar
yang di tetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab dibidang kesehatan.Beberapa
faktor yang menyebabkan terhambatnya tumbuh kembang anak antara lain kurangnya
pemberian stimulasi oleh orang tua. Stimulasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk
merangsang kemampuan dan perkembangan anak serta meningkatkan proses tumbuh
kembang anak. Stimulasi juga merupakan kebutuhan dasar anak, yaitu suatu
pengasahan yang menunjang tumbuh kembang anak secara optimal. Tujuan:
Mengetahui pengaruh pemberian stimulasi orang tua dengan waktu 3 jam/hari terhadap
perkembangan anak stunting 1-5 tahun di posyandu wilayah kerja puskesmas sikumana
kota kupang. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif
dengan metode penelitian pra eksperimen dengan rancangan one group pretest dan
posttest. Besar sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 responden. Jenis
sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan dianalisa menggunakan uji
wilcoxon. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik non parametrik menggunakan
wilcoxon, menunjukan bahwa hasil p value sebesar 0,000 < 0,05 sehingga didapatkan
bahwa ada pengaruh pemberian stimulasi orang tua terhadap perkembangan anak
stunting. Kesimpulan: Perkembangan anak stunting diperlukan stimulasi dari orang
tua agar tumbuh kembang anak dapat optimal dan sesuai dengan umur
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT DAN ANGKA CALCULUS INDEX PADA SISWA SISWI KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH KUPANG
Latar belakang: Sehat menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO
tahun 1981: “Health is a state of complete physical, mental and social
well- being, and not merely the absence of disease or infirmity”, lebih
kurang adalah sebagai suatu keadaan sempurna baik jasmani, rohani,
maupun kesejahteraan sosial seseorang, tidak hanya terhindar dari
penyakit cacat dan kelemahan Tujuan penelitian Untuk mengetahui
gambaran pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut dan angka CI
pada siswa/I kelas VII SMP Muhammadiyah Kupang, Untuk
mengetahui gambaran pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut
siswa/i kelas VIII SMP Muhammadiyah Kupang Untuk mengetahui
angka CI pada siswa/i kelas VIII SMP Muhammadiyah Kupang.
Metode Penelitian: meode Dalam penelitian ini menggunakan jenis
penelitian Deskripti. Hasil Penelitian: berdasarkan hasil penelitian
menjelaskan bahwa responden dengan jenis kelamin perempuan
sebanyak 44 (53%) lebih banyak dibandingkan laki-laki dengsan 39
(47%).dan responden yang berusia 13 tahun sebanyak 18 orang
(21,7%), responden umur 14 tahun sebanyak 58 responden (69,9%),
responden umur 15 tahun sebanyak 5 responden (6%) ,dan responden
umur 16 tahun sebanyak 2 responden (2,4%) pengetahuan siswa – siswi
kelas VIII SMP Muhammadiyah Kupang dengan kriteria baik sebanyak
59 responden dengan persentase 71,1%, kriteria sedang 21 responden
dengan persentase 25,3% dan kriteria kurang sebanyak 3 responden
dengan persentase 3,6%. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan kelas VIII
SMP Muhammadiyah Kupang tentang Gambaran Tingkat Pengetahuan
Tentang Kebersihan Gigi Dan Mulut termasuk dalam kategori baik
sebanyak 71,1% , Rata-rata Calculus Index pada siswa-siswi Kelas VIII
SMP Muhammadiyah Kupang sebesar 0,48 yang termasuk dalam
kategori bai
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI MELALUI MEDIA POSTER DENGAN METODE THINK PAIR SHARE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DI SMA NEGERI 6 KOTA KUPANG
Latar belakang: Hipertensi telah menyumbang setidaknya 45% pada kematian akibat
penyakit jantung dan 51% pada kematian akibat stroke pada usia muda. Dalam mencegah
terjadinya hipertensi pada remaja, perlu dilakukan pendidikan kesehatan melalui poster
dengan metode think pair share sehingga dapat memberikan pengetahuan, berbagi ide atau
informasi lewat kelompok diskusi, dan pelatihan keterampilan dalam mencegah hipertensi.
Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang hipertensi melalui media
poster dengan metode think pair share terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja di
SMAN 6 Kota Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre experimental one
group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/i SMAN 6 Kota Kupang,
dengan sampel penelitian yaitu kelas XC yang berjumlah 36 responden. Pengambilan
sampel dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.
Data dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil: Ada pengaruh
pendidikan kesehatan melalui poster dengan metode think pair share tentang hipertensi
dapat mempengaruhi pengetahuan (p=0,000≤0.05) dan sikap (p=0,000≤0.05) remaja.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang hipertensi melalui poster
dengan metode think pair share terhadap pengetahuan dan sikap remaja di SMAN 6 Kota
Kupang
PENGARUH BUERGER ALLEN EXERSICE BAGI PRA LANSIA DENGAN HIPERTENSI YANG MENGALAMI GANGGUAN SIRKULASI DARAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OESAPA
Latar Belakang : Pra Lansia merupakan sekelompok orang yang akan memasuki tahap akhir
kehidupan manusia. Proses penuaan secara alami menyebabkan pembuluh darah pada usia tua
lebih rentan mengalami aterosklerosis sehingga menyebabkan gangguan pada sirkulasi perifer.
Peningkatan aktivitas fisik direkomendasikan sebagai sarana untuk mencegah terjadinya
hipertensi. Salah satu latihan gerak yang meningkatkan sirkulasi darah pada penyakit vascular
yaitu Buerger Allen exercise. Tujuan : Mengetahui pengaruh buerger allen exercise bagi pra
lansia dengan hipertensi yang mengalami gangguan sirkulasi darah di wilayah kerja puskesmas
oesapa. Metode : Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Rancangan
penelitian ini menggunakan quazi experimental dengan desain non-equivalent control grup.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability
sampling dengan metode purposive sampling dengan sampel penelitian sejumlah 46 pasien pra
lansia dengan hipertensi yang mengalami gangguan sirkulasi. Instrumen dalam penelitian ini
adalah berupa SOP terapi buerger allen exercise, SOP pengukuran CRT, SOP pengukuran ABI
dan alat yang digunakan untuk mengukur ABI adalah spigmomanometer dan stetoskop. Analisis
data menggunakan uii wilcoxon.
Hasil : Hasil uji Wilcoxon Asymp. Sig. (2- tailed) pada ABI dan CRT bernilai 0,000 lebih kecil
dari 0,05. Kesimpulan : adanya pengaruh buerger allen exercise bagi pra lansia dengan
hipertensi yang mengalami gangguan sirkulasi darah di wilayah kerja puskesmas oesapa. Saran :
Diharapkan buerger allen exercise dapat diterapkan sebagai salah satu intervensi mandiri
perawat dalam meningkatkan vaskularisasi perifer
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.Y.T GIP0A0AH0 Di Klinik BPM ELIM SUEK Tanggal 18 Januari 2024 sampai dengan 01 Maret 2024
Latar Belakang: Asuhan Kebidanan adalah rangkaian kegiatan yang didasarkan pada proses pengambilan keputusan dan tindakan yang di lakukan oleh Bidan dengan wewenang dan ruang lingkup praktikya berdasarkan ilmu dan kiat Kebidanan (UUD RI No. 4 Tahun 2019). Asuhan kebidanan berkelanjutan adalah asuhan kebidanan yang dilakukan mulai Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), dan Bayi Baru Lahir secara berkelanjutan pada pasien. Asuhan kebidanan yang berkelanjutan merupakan salah satu upayanya mendukung SDG (Sustainable Development Goals) yang ketiga yakni untuk memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua orang dari segala usia.
Tujuan: Mampu memberikan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny.Y.Tdi Klinik BPM Elim Suek pada tanggal 18 januari 2024 sampai tanggal 1 maret 2024, dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan.
Metode: Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan pada Ny.Y.T di Klinik BPM Elim Suek, teknik pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder.
Hasil dan Pembahasan: Ny. Y.T selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, proses persalinan normal, masa nifas involusi berjalan normal, bayi sehat dan konseling KB, ibu memilih memakai KB Implant.
Simpulan: Setelah melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. Y.T dari masa kehamilan, persalinan, sampai KB, diperoleh kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat
TINJAUAN SANITASI PADA SEKOLAH DASAR KATOLIK DI KOTA KUPANG TAHUN 2024
Sanitasi yang buruk di sekolah dapat menyebabkan siswa lebih rentan. Insfeksi
penyakit seperti diare, infeksi saluran pernafasan, dan infeksi kulit. Pada sanitasi
sekolah dapat menurunkan kualitas selain itu, sanitasi yang buruk juga dapat
mempengaruhi kualitas pendidikan siswa.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan observasi. Populasi dan
sampel adalah sebanyak 15 Sekolah Dasar Katolik di Kota Kupang. dengan variabel
penelitiaan meneliti penyediaan air bersih, sarana jamban, sarana cuci tangan,
saluran pembuangan air limbah, sarana pembuangan sampah.
Hasil penelitian menunjukan pada 1 Sekolah Dasar Katolik di Kota Kupang
bahwa sarana penyediaan air bersih tidak memenuhi syarat dengan presentase (7%),
sarana jamban dan jumlah jamban 4 sekolah dasar katolik tidak memenuhi syarat
dengan presentase 27%, sarana cuci tangan pada 7 sekolah dasar katolik tidak
memenuhi syarat dengan presentase 47%, saluran Pembuangan air limbah
memenuhi s yarat dengan presentase 100%, Sarana pembuangan sampah pada 4
sekolah dasar katolik tidak memenuhi syarat dengan presentase 27%.
Kesimpulannya bahwa sarana penyediaan air bersih 1 sekolah tidak memenuhi
syarat, sarana jamban dan jumlah jamban pada 4 sekolah dasar katolik tidak
memenuhi syarat, sarana cuci tangan pada 7 sekolah dasar katolik tidak memenuhi
syarat, saluran pembuangan air limbah 15 sekolah dasar katolik memenuhi syarat,
sarana pembuangan sampah pada 4 sekolah dasar katolik tidak memenuhi syarat.
Disarankan lebih memperhatikan dan dapat melakukan pengawasan terhadap
sarana sanitasi sekolah seperti penyediaan air bersih, sarana jamban dan jumlah
jamban, sarana cuci tangan, pembuangan air limbah, sarana pembuangan sampa