Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
GAMBARAN KADAR PROTEIN URIN PADA PENDERITA HIPERTENSI LANJUT USIA DI PUSKESMAS OESAPA
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan munculnya PTM secara umum disebabkan oleh pola hidup tidak sehat dari setiap individu. Perubahan fisiologis yang dialami lansia diakibatkan oleh proses penuaan yang dapat memicu terjadinya hipertensi. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah halus dalam ginjal, sehingga menurunkan kerja ginjal untuk menyaring darah dengan baik sehingga meningkatkan proteinuria, yang berarti adanya protein dalam urin. Tujuan dari penelitian ini untuk Mengetahui gambaran kadar protein urin pada penderita hipertensi di Puskesmas Oesapa. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel pada penelitian ini adalah penderita hipertensi di puskesmas Oesapa yang memenuhi kriteria inklusi yaitu bersedia menjadi responden dan menderita hipertensi > 5 tahun. Jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 33 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Hasil pemeriksaan kadar protein urin pada 33 responden menunjukan hasil negatif sebanyak 30 responden (91%), hasil positif 1 (+) sebanyak 2 responden (6%), hasil positif 2 (++) sebanyak 1 responden (3%) sedangkan tidak terdapat hasil positif 3 (+++). Pada usia 60-69 tahun didapatkan hasil positif terbanyak yaitu 2 responden (6%), dan pada jenis kelamin laki-laki didapatkan hasil positif terbanyak yaitu 2 responden (6%), dan pada lama menderita hipertensi >10 tahun didapatkan hasil positif terbanyak yaitu 2 responden (6%)
Perbandingan Penggunaan Media Animasi Dan Media Konvensional Dalam Promosi Kesehatan Gigi Terhadap Tingkat Pengetahuan Cara Menyikat Gigi Yang Baik Dan Benar
Latar Belakang :Kesehatan gigi dan mulut sangat penting karena gigi dan gusi yang rusak atau tidak dirawat, keadaan rongga mulutnya akan menimbulkan rasa sakit, masalah pengunyahaan dan dapat mengganggu kesehatan tubuh yang lainya. Mulut merupakan tempat yang sangat ideal bagi perkembangan bakteri,sisa makanan. Bakteri yang ada dalam rongga mulut yang tidak dibersihkan dengan baik akan berkembang biak dan terbentuk menjadi plak. Upaya pendekatan kesehatan gigi dan mulut dapat dilakukan dengan pendekatan kepada anak sekolah berupa penyuluhan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan tingkat pengetahuan dengan menggunakan video animasi dan media konvensional poster tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar
Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian komparatif merupakan penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda
Jenis pengambilan data dalam penelitian ini dengan membagikan atau memberikan kuesioner yang berisi pertanyaan untuk mendapatkan data mengenai pengetahuan tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar
Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan siswa tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar siswa kelas v sd inpres liliba menggunakan media video dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang menyikat gigi termasuk dalam kriteria baik dengan jumlah responden sebanyak 27 responden (90%) sedangkan penggunaan media poster termasuk dalam kategori sedang dengan jumlah responden sebanyak 15 responden (50%)
Kata kunci : Pengetahuan menyikat gigi, media video animasi dan medi konvensionalposter dalam kesehatan gig
GAMBARAN LEUKOSIT DAN ERITROSIT PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK) DI RSUD PROF DR .W. Z. JOHANNES KUPANG TAHUN 2024
Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi yang terjadi pada traktus
urinarius. Deteksi infeksi saluran kemih dapat di deteksi dengan melakukan
pemeriksaan leukosit dan eritrosit pada sampael urin.Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui gambaran leukosit dan eritrosit pada penderita
Infeksi Saluran Kemih di RSUD. Prof Dr. W .Z. Johannes Kupang. Penelitian
di lakukan pada bulan April 2024. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel
urin penderita infeksi saluran kemih yang dirawat inap RSUD Prof. Dr. W. Z.
Johannes Kupang dengan jumlah sampel 75 orang. Teknik sampling yang di
gunakan adalah acidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan jumlah
leukosit dan erirosit pada penderita infeksi saluran kemih berdasarkan jenis
kelamin lebih banyak di temukan pada perempuan dengan jumlah 54 orang
(72%), berdasarkan usia jumlah leukosit dan eritrosit tertinggi pada usia
dewasa 26-45 tahun sebanyak 62 orang (83%)
Uji Efektivitas Kulit Buah Naga (hylocerus polyhizus) Untuk Menurunkan TDS dan TSS Air Kali di Liliba
Sungai merupakan sumber air yang banyak digunakan oleh masyarakat. Kulit buah naga mengandung berbagai vitamin dan mineral yang bermafaat bagi kesehatan. Kulit buah naga dapat dimanfatkan sebagai koagulan dalam pengolahan air bersih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas kulit buah Naga dalam penurunan TDS dan TSS air kali Liliba. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan rancangan” one group pretest posttest”. Variabel dalam penelitian ini adalah TDS dan TSS air kali, serta TDS dan TSS setelah penambahan serbuk kulit buah Naga. Objek penelitian ini adalah air kali liliba. Hasil penelitian ini diolah dan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai TDS air baku 185 mg/l dan TSS air baku adalah 42 mg/l. Nilai TDS air setelah diberikan serbuk kulit buah Naga dosis 100 mg/l, 150 mg/l dan 200 mg/l secara berurutan adalah 182mg/l, 182mg/l dan 180,67mg/l. Efektifitas pengolahan untuk TDS secara berurutan adalah 1,62%, 1,62% dan 2,34%. Nilai TSS air setelah diberikan serbuk kulit buah Naga dosis 100 mg/l, 150 mg/l dan 200 mg/l secara berurutan adalah 35,33mg/l, 15,33mg/l dan 19,33mg/l. Efektifitas pengolahan untuk TSS secara berurutan adalah 15,88%, 63,5% dan 53,97%. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah serbuk kulit buah Naga mampu menurunkan TDS dan TSS air kali. Saran kepada peneliti selanjutnya adalah melakukan penelitian lanjutan dengan penambahan berbagai dosis agar dapat diperoleh hasil yang optimal
Pengetahuan Dan Kemampuan Deteksi Dini Karies Gigi Menggunakan Kartu Menuju Gigi Sehat Oleh Guru Prasekolah Di Liliba
Latar Belakang: Berdasarkan Federation Dentaire International (FDI) sekitar 90% penduduk dunia berisiko mengalami penyakit gigi dan mulut, mulai dari karies gigi, penyakit periodontal hingga kanker mulut. Karies gigi dapat bermula dari pit dan fisur yang dalam karena secara anatomis, pit dan fisur dalam menjadi tempat penumpukan sisa-sisa makanan, plak gigi serta tempat berkembang biak bakteri penyebab gigi berlubang, selain itu dasar fisur sukar dijangkau oleh bulu sikat gigi sehingga pembersihan kurang efektif dan menjadikannya sangat rentan terjadi karies. Tujuan Penelitian :untuk menilai Pengetahuan dan kemampuan deteksi dini karis gigi menggunakan Kartu Menuju Gigi Sehat oleh guru prasekolah dililiba Metode Penelitian : Jenis penelitian yang akan digunakan adalah metode deskriptif. Guru PAUD Akasia 2 orang,guru PAUD Melati 2 orang, guru PAUD Marturia 2 orang, guru TK Tunas Harapan 2 orang . jadi ,total keseluruhan sebanyak 8 orang. variabel bebas yaitu prevalensi karies gigi, serta variabel terikat berupa kebutuhan perawatannya menggunakan kartu gigi beta sehat.Hasil Penelitian : penelitian yang dilakukan pada PAUD Akasia, TK Tunas Harapan, PAUD Melati, dan PAUD Marturia yang dilakukan dan di mulai pada tanggal 26 April 2024 sampai dengan 16 Mei yang di dapatkan dengan cara pengisian Kartu Menuju Gigi Sehat ( KMGS ) yang responden berjumlah 7 orang semua berkriteria baik dengan presentase pengetahuan 92,73%. kemampaun berkriteria baik dengan peresentase 100 % , 0 orang kriteria sedang dengan peresentase 0 %, dan 0 orang yang berkriteria kurang dengan peresentase 0 %. Ketepatan berkriteria baik dengan peresentase 84,62%. Kecepatan guru prasekolah dalam pengisian kartu menuju gigi sehat berkriteria baik dengan peresentase 86,95% . % Kesimpulan : Pengetahuan guru prasekolah dalam pengisian kartu menuju gigi sehat berkriteria baik dengan peresentase 92,73%. Kemampuan guru prasekolah dalam pengisian kartu menuju gigi sehat berkriteria baik dengan peresentase 100%
Perilaku Masyarakat Dalam Melakukan Pemilahan Sampah Rumah Tangga di RT 25 Kelurahan Sikumana Kota Kupang
Sampah merupakan hasil sampingan dari aktifitas manusia yang sudah tidak terpakai. Jumlah sampah di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2021 mencapai 218, 98 ton per hari dan pada tahun 2020 mencapai 214 ton per hari. Pada tahun 2021 Kota Kupang menghasilkan sampah rumah tangga dengan jumlah 105, 1ton dan pada tahun 2022 Kota Kupang menghasilkan sampah rumah tangga dengan jumlah 86 ton per hari. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah rumah tangga di RT 25 Kelurahan Sikumana Kota Kupang.
Jenis penelitian adalah deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan masyarakat, tindakan masyarakat dan sikap masyarakat di RT 25 Kelurahan Sikumana. Sampel yang diambil yaitu 142 rumah di RT 25 Kelurahan Sikumana. Analisis data secara deskriptif.
Hasil penelitian Pengetahuan masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah rumah tangga di RT 25 Kelurahan Sikumana termasuk dalam kriteria baik 61,97%, cukup 19,72% dan kurang baik 18,31%. Sikap masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah rumah tangga termasuk dalam kriteria baik 76,76% dan cukup 23,24%. Tindakan masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah rumah tangga termasuk dalam kriteria baik 20,42%, cukup 21,83% dan kurang baik 57,75%.
Saran yang diberikan yaitu setiap rumah harus menyediakan tempat sampah yang memenuhi syarat, menyediakan tempat sampah sesuai jenis sampah seperti tempat sampah organik maupun tempat sampah anorganik, melakukan pemilahan sampah sebelum dibuang ke tempat sampah, melakukan gotong royong bersama seminggu sekali untuk membersihkan sampah yang dibuang sembarangan dan tidak membakar sampah
GAMBARAN KONSUMSI JAJANAN KARIOGENIK DAN KARIES GIGI PADA SISWA-SISWI KELAS III-IV DI SD NEGERI TDM 1 KOTA KUPANG
Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari
kesehatan secara keseluruhan. Kesehatan gigi dan mulut sebaiknya di mulai sejak
usia dini bahkan sejak masih dalam kandungan.Tujuan: Untuk mengetahui
gambaran konsumsi jajanan kariogenik dan karies gigi pada siswa-siswi kelas III�IV di SD Negeri TDM 1 Kota Kupang. Metode: Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif yaitu penelitian yang deskriptif di lakukan terhadap sejumlah
ciri subjek menurut keadaan sebenarnya tanpa ada manipulasi dan intervensi dari
peneliti rancangan penelitian ini adalah dengan rancangan untuk mengetahui
dinamika antar variabel bebas dan variabel terikat, diukur dan dikumpulkan pada
waktu yang bersamaan dan subjek hanya diamati sekali saja. Lokasi penelitian ini
dilaksanakan di SD Negeri TDM 1 Kota Kupang. Hasil: Menunjukkan bahwa
responden yang mengonsumsi jajanan kariogenik pada siswa-siswi kelas III-IV
SD Negri TDM 1 Kota Kupang termasuk kriteria tinggi sebanyak 58,62% (34
orang) Karies gigi pada siswa-siswi kelas III-IV SD Negeri TDM 1 Kota Kupang
termasuk kriteria sangat rendah dan rendah sebanyak 53% (31 orang). Hubungan
konsumsi jajanan kariogenik dengan dan karies gigi pada siswa-siswi kelas III-IV
SD Negeri TDM 1 Kota Kupang diketahui bahwa konsumsi jajajnan kariogenik
termasuk kategori tinggi 34,4% (20 orang) tetapi responden memiliki status karies
gigi dengan kriteria sangat rendah dan rendah. Kesimpulan: Menunjukkan bahwa
responden yang mengonsumsi jajanan kariogenik termasuk kriteria tinggi
sebanyak 58,62% (34 orang) Karies gigi termasuk kriteria sangat rendah dan
rendah sebanyak 53% (31 orang). Hubungan konsumsi jajanan kariogenik dengan
dan karies gigi pada siswa-siswi kelas III-IV SD Negeri TDM 1 Kota Kupang
diketahui bahwa konsumsi jajajnan kariogenik termasuk kategori tinggi 34,4% (20
orang) tetapi responden memiliki status karies gigi dengan kriteria sangat rendah
dan rendah
Kandungan Formalin Pada Ikan Kering Di Pasar Tradisional Kota Kupang Tahun 2024
Bahan pengawet adalah salah satu kelompok dari sejumlah besar bahan-bahan yang baik ditambahkan dengan sengaja kedalam bahan pangan. Bahan pengawet berarti setiap bahan yang dapat menghambat, memperlambat, menutupi atau menahan proses fermentasi, pembusukan, pengasaman, atau dekomposisi biasa digunakan untuk mengawetkan adalah formalin. Salah satu makanan yang biasa ditambahkan formalin adalah ikan kering. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan formalin pada ikan kering di Pasar Tradisonal Kota Kupang Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Variabel dalam penelitian ini adalah jenis ikan kering, kondisi fisik ikan kering, dan keberadaan formalin dalam ikan kering. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 22 pedagang dengan mengambil 1 pedagang 1 sampel, yang diambil secara purposive sampling. Analisa data dalam penelitian ini secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ikan kering yang dijual di Pasar Tradisional Kota Kupang terdapat 6 jenis ikan yaitu ikan teri, ikan serdin besar, ikan tembang, ikan paperek, ikan kembung, dan ikan bandeng. Untuk Kondisi fisik Ikan kering yang diduga mengandung formalin dengan memenuhi 1 kriteria sebanyak 64%, memenuhi 2 kriteria sebanyak 24,5%, memenuhi 3 kriteria sebanyak 11,5%, dan untuk kriteria 4 sebanyak 0%. Untuk keberadaan formalin pada ikan kering tidak ditemukan adanya kandungan formalin pada ikan kering di Pasar Tradisional Kota Kupang. Disimpulkan bahwa 100% ikan kering yg dijual di Pasar Tradisional Kota kupang tidak mengandung formalin. Disarankan bagi pedagang agar tidak menggunakan formalin di ikan kering hanya karena untuk mengawetkan ikan kering tersebut. Lebih baik dengan cara yang tradisional seperti penggaraman atau pengeringan, dan bagi masyarakat agar tidak salah membeli ikan kering yang mengandung formalin, oleh karena itu masyarakat perlu mengetahui ciri-ciri ikan kering yang diduga mengandung formalin, agar tidak mengonsumsi ikan yang diduga mengandung formalin tersebut
GAMBARAN ANGKA KEJADIAN HIV/AIDS PADA PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS OESAPA TAHUN 2017-2024
Human immunodeficiency virus (HIV) dan tuberculosis (TB) adalah dua
masalah kesehatan yang menjadi perhatian dunia. Tuberkulosis disebabkan oleh
bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru dan ditularkan
melalui percik renik dahak yang dikeluarkan pasien penderita tuberculosis. Infeksi
HIV dan TBC disebut koinfeksi HIV/TB. Infeksi TBC laten yang tidak diobati
lebih mungkin berkembang menjadi penyakit TBC pada orang dengan HIV
dibandingkan pada orang tanpa HIV. Pada orang dengan HIV, penyakit TBC
dianggap sebagai kondisi terdefinisi AIDS. Kondisi terdefinisi AIDS adalah
infeksi dan kanker yang mengancam jiwa orang dengan HIV. Penelitian ini
bertujuan untuk Mengetahui gambaran angka kejadian HIV/AIDS pada penderita
TB paru Di Puskesmas Oesapa 2017-2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian
deskriptif yang digunakan untuk memperoleh Gambaran Angka Kejadan HIV /
AIDS Pada Penderita TB Paru di Puskesmas Oesapa. Berdasarkan hasil penelitian
yang telah dilakukan, diketahui berdasarkan jenis kelamin laki 13 (60%) dan
perempuan sebanyak 4 (40%), berdasarkan umur 25-45 yaitu sebanyak (76.6%),
umur 13-24 sebanyak (17.6%), umur 46-65 yaitu lansia sebanyak (11.8%).
Berdasarkan Pendidikan, Pendidikan SMA sebanyak 64.7%, mahasiswa/i yaitu
sebanyak 11.8%, pada SMP yaitu sebanyak 11.8%, pada SD yaitu sebanyak 5.9%
dan tidak berpendidikan/ tidak sekolah yaitu 5.9%. Berdasarkan Karakteristik
Status Pekerjaan pekerjaan wiraswasta yaitu sebanyak 29.4%, PNS yaitu
sebanyak 23.5%, ibu rumah tangga yaitu sebanyak 17.6%, yang tidak memiliki
pekerjaan yaitu sebanyak 17.6%, dan pada sopir dam buruh yaitu 5.9%
GAMBARAN NILAI HEMATOKRIT PADA ANAK STUNTING DI DESA PENFUI TIMUR KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun
(balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode
1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23
bulan (TNP2K,2019). Riskesdas tahun 2018 target Stunting di Indonesia adalah
20% namun pada tahun 2013 angka Stunting sebesar 37,2% tapi pada tahun 2018
ada penurunan menjadi 30,8%. Hematokrit adalah perbandingan bagian darah
yang mengandung eritrosit terhadap volume seluruh darah atau eritrosit dalam
seluruh volume darah yang dihitung dalam %. Semakin tinggi persentase
hematokrit berarti konsentrasi darah semakin kental, diperkirakan banyak plasma
darah yang keluar dari pembuluh darah yang berlanjut ke keadaan shok
hipovolemik (Sutedjo, 2013). Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui Gambaran
Nilai Hematokrit Pada Anak Stunting Di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang
Tengah Kabupaten Kupang, berdasarkan karakteristik usia, berdasarkan
karakteristik jenis kelamin, berdasarkan karakteristik pekerjaan orang tua. Manfaat
: penelitian ini bermanfaan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman
dibidang hematologit terkait pemeriksaan Nilai hematokrit pada anak stunting.
Metode : penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan subjek
sejumlah 30 balita usia 0-5 tahun di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah
Kabupaten Kupang. Variabel bebas adalah Hematokrit dan variabel terikat adalah
Stunting. Analisis hasil yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis
deskriptif analitik yaitu suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau
memberikan gambaran suatu objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah
dikumpulkan. Hasil : mayoritas subjek berdasarkan karakteristik usia 1 tahun
sebanyak 10 (33,33%), mayoritas berdasarkan jenis kelamin perempuan 16
(53,34%), mayoritas berdasarkan pekerjaan orantua petani 18 (60%). Untuk hasil
nilai hematokrit yang mayoritas terbanyak yang normal 24 (80%) dan tidak normal
sebanyak 6 (20%). Untuk rata-rata nilai hematokrit pada anak stunting adalah 35%
dan di kategorikan paling rendah adalah 23% dan paling tinggi adalah 36%