Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. K.S DENGAN DIAGNOSA MEDIS HIPERTENSI DI RUANGAN PENYAKIT DALAM (RPD) III RSUD ENDE
Salah satu masalah kesehatan utama yang dihadapi dunia, baik Negara berkembang maupun Negara maju yaitu Hipertensi karena besarnya angka kejadian yang berhubungan dengan peningkatan resiko penyakit kardiovaskuler.
Tujuan studi kasus untuk meningkatkan kemampuan penulis dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosa medis hipertensi melalui pendekatan proses keperawatan.
Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implemetasi dan evaluasi keperawatan.
Hasil studi kasus pada Tn. K.S ditemukan data: leher tegang, badan lemah, kaki kanan dan tangan kanan tidak bisa digerakan, aktifitas dibantu oleh keluarga, sulit tidur malam karena pusing dan ribut, konjungtiva pucat, mukosa bibir kering, TD: 190/110 mmHg. Masalah keperawatan yang muncul adalah resiko perfusi serebral tidak efektif, resiko penurunan curah jantung, gangguan pola tidur, intoleransi aktivitas dan defisit pengetahuan. Intervensi keperawatan berdasarkan masalah keperawatan. Implementasi dilakukan selama 3 hari dan hasil evaluasi ditemukan resiko perfusi serebral tidak efektif berhubungan dengan hipertensi teratasi, resiko penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan afterload teratasi, gangguan pola tidur berhubungan dengan hambatan lingkungan teratasi, intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan teratasi dan defisit pengetahuan teratasi.
Disimpulkan bahwa kasus Tn. K.S terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pengkajian yaitu epistakis atau mimisan, penglihatan kabur, edema dan kekuatan otot tidak terdapat pada kasus. Oleh karena itu pasien hipertensi sebaiknya minum obat hipertensi secara teatur sesuai dengan anjuran dokter, menerapkan pola hidup sehat, kurangi makanan yang berminyak yang mengandung tinggi garam dan tinggi kolesterol, berhenti merokok
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. E. E DENGAN DIAGNOSA MEDIS HIPERTENSI DI RUANG PENYAKIT DALAM III DI RSUD ENDE
Penyakit hipertensi menjadi permasalahan kesehatan utama di Negara maju dan Negara berkembang, hipertensi merupakan penyakit yang tidak menular dan merupakan penyebab kematian nomor satu secara global (Mahfud et.al, 2019). Data Word Health Organization (WHO) tahun 2022, menunjukkan sekitar 1,13 Miliar orang di dunia mengalami hipertensi.
Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan pada Ny. E. E dengan Hipertensi dan menganalisis kesenjangan antara teori dan kasus nyata. Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi keperawatan.
Hasil studi kasus pada Ny. E. E diemukan data TD 160/90 mmHg, sakit kepala, tengkuk terasa tegang, kelemahan, CRT>3 detik Hb 5, 2 g/dl. Masalah keperawatan yang muncul yaitu: perfusi perifer tidak efektif berhungan dengan peningkatan tekanan darah, nyeri akut berhubungan dengan agen pencedara fisik, intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan dan risiko penurunan curah jantung berhubungan dengan peningkatan afterload. Intervensi keperawatan dilakukan berdasarkan masalah keperawatan. Implementasi dilakukan selama 3 hari dan hasil evaluasi yaitu: perfusi perifer tidak efektif teratasi, nyeri akut teratasi, intoleransi aktifitas teratasi dan risiko penurunan curah jantung teratasi
Setiap penderita Hipertensi berbeda-beda tanda dan gejalanya tergantung dari lamanya seseorang menderita dan lamanya pengobatan yang dialami pasien. Oleh sebab itu diharapkan untuk tetap menjaga kesehatan dan selalu patuh dalam minum obat
ASUHAN KEPERAWATAN PADA. NY T.C.S DENGAN DIAGNOSA MEDIS CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUANGAN PENYAKIT DALAM III RSUD ENDE TANGGAL 21-23 MEI 2024
Latar belakang: Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan masalah kesehatan masyarakat global dengan prevelensi dan insidensi yang terus meningkat dan menimbulkan hal yang buruk dan memerlukan biaya yang cukup banyak dalam penanganannya
Tujuan dari studi kasus menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien dengan Chronic Kidney Disease (CKD) di Ruang Penyakit Dalam III yang dilakukan secara komperhensif dengan proses keperawatan.
Metode yang digunakan adalah rancangan studi kasus pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) dengan pendekatan proses keperawatan yang dilaksanakan pada tanggal 21-23 mei 2024 di Ruang Penyakit Dalam III RSUD Ende.
Hasil studi kasus menunjukan bahwa klien mengeluh sesak napas, lemah, kulit gatal- gatal dan mual muntah. Diagnosa keperawatan yang diangkat adalah resiko perfusi renal tidak efektif berhubungan disfungsi ginjal, pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas, nausea berhubungan dengan gangguan biokimia, gangguan integritas kulit berhubungan dengan neuropati perifer. Intervensi dan implementasi keperawatan dirancang dan dilaksanakan dengan tindakan dependen seperti observasi, edukasi dan interdependen seperti tindakan kolaborasi. Setelah dilaksanakan implementasi selama 3 hari masalah keperawatan tersebut 2 masalah sudah teratasi dan 2 masalah sebagian teratasi
Kesimpulan & saran: Setelah dilaksanakan implementasi selama 3 hari masalah keperawatan perfusi renal tidak efektif, pola napas tidak efektif, nausea, gangguan integritas kulit sudah teratasi sebagian. Disarankan pasien dan keluarga agar pasien dan keluarga agar mengikuti semua anjuran dari petugas kesehatan dengan tujuan mencegah timbulnya komplikasi yang lebih parah
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. W DENGAN DIAGNOSA MEDIS HIPERTENSI DI RUANGAN PENYAKIT DALAM III RSUD ENDE
Latar Belakang Hipertensi adalah salah satu masalah yang cukup berbahaya di dunia, karena hipertensi merupakan faktor resiko utama yang mengarah kepada penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, stroke dan penyakit ginjal. (WHO, 2018).
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan pada Ny. W dengan diagnosa medis Hipertensi di Ruangan Penyakit Dalam III Rumah Sakit Umum Daerah Ende.
Metode yang dilakukan dalam Karya Tulis Ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi keperawatan.
Hasil pengkajian yang ditemukan pada Ny. W yaitu lemah, pusing, nyeri kepala, leher terasa tegang, mual, muntah satu kali sebelum dibawah ke rumah sakit, pasien mengatakan tangan kanan sulit untuk digerakkan, pasien mengatakan selama sakit aktivitasnya seperti makan minum, mandi, toileting, berpakaian dan berpindah di bantu keluarga dan perawat, selama sakit pasien mengatakan sulit untuk tidur karena lingkungannya yang ribut. Malam tidurnya dari jam 23:00-04:30, pasien juga sering terbangun di tengah malam dan kadang tidak bisa tidur nyenyak. Pasien mengatakan tidur siang 1 jam saja, pasien mengatakan leher terasa tegang, kadang-kadang nyeri/sakit kepala. P : pasien mengatakan nyeri dirasakan ketika banyak bergerak, Q : pasien mengatakan nyeri seperti berdenyut-denyut, R : pasien mengatakan nyeri pada bagian kepela dan tidak menyebar, S : skala nyeri sedang 6 (setelah diberikan gambaran skala nyeri 1-10), T : pasien mengatakan nyeri hilang timbul, nyeri berlangsung kurang lebih 2-3 menit. Keadaan Umum: pasien tampak lemah, Tingkat kesadaran composmentis, GCS = 15 (Eye = 4, Verbal = 5, Motorik = 6), Tanda-tanda Vital: TD:190/90 mmHg, S:36,7° C, N:83 x/menit, SPO² : 99 %, RR:22 x/menit,CRT: ≤ 3 detik, mata panda, konjungtiva pucat, mukosa bibir kering, nampak tidak bersemangat, sering menguap, kekuatan otot tangan kanan 3 (mampu melakukan gerakan mengangkat ekstermitas/badan, tapi tidak bisa melawan tahanan sedang), terpasang infus Nacl 0,9 % 20 tpm pada tangan kanan.
Diagnosa keperawatan pada Ny. W yaitu resiko perfusi Serebral tidak efektif berhubungan dengan peningkatan tekanan darah, nyeri akut berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskuler serebral dan iskemia, gangguan pola tidur berhubungan dengan hambatan lingkungan, nausea berhubungan dengan distensi lambung, intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan.
Intervensi keperawatan sesuai dengan rencana keperawatan yang telah ditujukan untuk mengatasi masalah yang dialami pasien. Implementasi yang telah dilakukan penulis untuk mengatasi masalah yang dihadapi pasien sudah sesuai dengan intervensi yang direncanakan. Tindakan dilakukan dari tanggal 12, 13, 14 Agustus 2024 yaitu lima diagnosa keperawatan yang muncul. Masalah yang teratasi sebagian yaitu resiko perfusi serebral tidak efektif, nyeri akut, gangguan pola tidur, intoleransi aktifitas dan masalah yang belum teratasi yaitu nausea.
Kesimpulan dari studi kasus ini adalah masalah pada Ny. W belum teratasi. Saran untuk keluarga dan pasien harus mengetahui cara perawatan Hipertensi pada pasien dan berperan aktif dalam proses penyembuhan pasien
Gangguan Tumbuh Kembang Pada Balita Stunting di Puskesmas Waingapu
Pendahuluan: Stunting merupakan manifestasi dari kegagalan tumbuh kembang anak di bawah usia lima tahun akibat kekurangan gizi kronis, dimana anak lebih pendek dari seharusnya untuk usianya. Tujuan: Mengetahui gambaran Gangguan Tumbuh Kembang Pada Balita Stunting Diwilayah Kerja Puskesmas Waingapu Desa Mbatakapidu. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan dan mengambil satu kasus sebagai unit analisis yaitu 1 klien dengan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas waingapu. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga didapatkan hasil bahwa masalah ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit dan Defisit pengetahuan teratasi yang dibuktikan dengan perubahan pengetahuan dan perilaku keluarga merawat anak dengan Stunting. Kesimpulan: Pengetahuan keluarga mengenai stunting pada keluarga tersebut mengalami peningkatan setelah dilakukan penyuluhan dengan menggunakan media kuesioner dan leaflet, pada kasus ini juga keluarga mampu menyampaikan kembali cara pemberian gizi yang baik dan benar pada balita.
Kata Kunci: Stunting, Asuhan keperawatan Keluarg
Edukasi Teknik Napas Dalam Pada Pasien Hipertensi Dengan Gangguan Rasa Nyaman Di Wilayah Kerja Puskesmas Waingapu
Latar Belakang: Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolik lebih dari sama dengan 90 mmHg. Penderita hipertensi merupakan pasien dengan risiko tertinggi terjadinya penyakit stroke dan penyakit kardiovaskular, data dari WHO (World Health Organization) pada tahun 2013, terdapat 9,4 juta per 1 miliar penduduk di dunia meninggal akibat gangguan penyakit kardiovaskular.Tujuan: Untuk mencegah terjadinya Hipertensi dan penderita Hipertensi bisa mengontrol penyakitnya.Metode: Jenis Penelitian ini adalah studi kasus dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah Purposive sampling dengan 1 orang sample. Intrumen yang digunakan berupa SAP dan Lembar Observasi. Menggunakan teknik analisa WOD (Wawancara, Observasi dan Dokumentasi). Hasil: Berdasarkan data subjektif dan objektif mendapatkan masalah keperawatan Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif kemudian penulis melakukan intervensi serta implementasi Teknik Relaksasi Nafas Dalam Pada Pasien Hipertensi Dengan Gangguan Rasa Nyaman. Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang Edukasi Teknik Relaksasi Napas Dalam pada Pasien Hipertensi dengan Gangguan Rasa Nyaman di Desa Mbatakapidu Wilayah Kerja Puskesmas Waingapu menunjukkan bahwa adanya peningkatan tingkat pengetahuan keluarga dan pasien tentang cara penanganan Pasien Hipertansi dengan Gangguan Rasa Nyaman
Penerapan Teknik Relaksasi Napas Dalam Pada Penderita Hipertensi Dengan Masalah Dengan Masalah Nyeri Akut Di Wilayah Kerja Puskesmas Waingapu
Pendahuluan: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup israhat/ tenang. Tujuan: Mampu Memberikan Implementasi Teknik Relaksasi Napas Pada Pasien hipertensi dengan masalah keperawata nyeri akut di desa Mbatakapidu hipertensi sering terjadi pada lansai adalah nyeri akut beberapa tindakan keperawatan yang sering di lakukan untuk mengatasi masalah nyeri akut adalah tindakan mengurangi nyeri non farmakologi dengan tindakan teknik relaksasi napas dalam. Metode: Pendekatan penelitian ini menggunakan studi kasus. Studi kasus yang menjadi pokok bahasan penelitian ini adalah di gunakan untuk mengeksplorasi ketidakmampuan keluarga mengenal masalah pada pasien hipertensi dengan masalah keperawatan nyeri akut didesa mbatakapidu. Hasil: Mengacu pada intervensi dan implementasi dari hasil evaluasi kedua subjek, di temukan pada kedua subjek memiliki diagnosa keperawatan utama yang sama yaitu, nyeri akut berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, defisit pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah Pada evaluasi kedua subjek semuanya teratasi selama perawatan. Kesimpulan: Hasil Pengkajian pada kedua pasien didapatkan data kedua pasien mengeluh pusing, sakit kepala, tegang pada tengkuk. pada pasien 1 nyeri skala 6 dirasakan dikepala hingga tengkuk sedangkan pada pasien 2 pusing, tegang di tengkuk skala 4 dirasakan, Diagnosa keperawatan yang muncul pada kedua subjek tersebut adalah nyeri akut berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang saki
Penerapan Teknik Relaksasi Napas Dalam Pada Pasien Tb Paru Dengan Gangguan Pola Napas Di Ruangan Dahlia Rsud Umbu Rara Meha Waingapu
Latar Belakang: Penyakit Tuberkulosis (TB) paru merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan bakteri berbentuk batang (basil) yang dikenal dengan nama Mycobacterium tuberculosis. Penularan penyakit ini melalui perantaraan ludah atau dahak penderita yang mengandung basil tuberkulosis paru (Sinica et al., 2019).Tujuan: mampu memberikan penerapan teknik relaksasi napas dalam pada pasien Tuberkulosis Paru dengan gangguan pola napas Di ruangan Dahlia RSUD Umbu Rara Meha Waingapu. Metode: Desain Penelitian ini mengunakan rancangan studi kasus yaitu mengambarkan atau mendeskripsikan asuhan keperawatan dengan gangguan pola nafas untuk meningkatkan jalan nafas yang efektif di wilayah kerja RSUD Umbu Rara Meha yang dianalisis secara mendalam dan di laporkan secara naratif. Hasil: Berdasarkan analisa data yang di peroleh pengkajian ditemukan pada pasien dengan diagnosa yaitu Gangguan pola napas dengan hambatan upaya napas dan hipertermia. Dari diagnosa yang diperoleh hasil evaluasi keperawatan yang teratasi. Perencanaan dan pelaksanaan ditunjang dengan fasilitasi dan sarana yang mendukung, evaluasi dilakukan secara langsung baik formarif maupun sumatif. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, penulis menyimpulkan bahwa intervensi pemberian teknik relaksasi napas dalam pada pasien tuberculosis dengan masalah gangguan pola napas dapat mempercepat Proses penyembuhan dan meningkatkan efektivitas pengobatan. Saran: Diharapkan dapat hasil penelitian ini untuk memperkaya pengetahuan masyarakat, tenaga kesehatan, dan institusi pendidikan kesehatan dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan TBC paru dengan masalah gangguan pola napas
Kondisi Fisik Rumah Penderita ISPA Di Kelurahan Penfui Kota Kupang
Rumah sehat adalah sebagai tempat berlindung atau bernaung dan tempat untuk beristirahat sehingga menumbuhkan kehidupan yang sempurna baik fisik rohani maupun sosial. Kondisi fisik rumah yang tidak sehat dapat menjadi tempat bagi virus dan bakteri untuk berkembangbiak sehingga penghuni rumah dapat dengan mudah terkena penyakit salah satunya penyakit ISPA. Tujuan untuk mengetahui kondisi fisik rumah penderita ISPA di Kelurahan Penfui Kota Kupang. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Variabel penelitian kondisi lantai, kondisi dinding, ventilasi, dan kepadatan hunian rumah penderita ISPA serta kebiasaan penghuni rumah yang dapat berpengaruh terhadap ISPA. Populasi dan sampel adalah semua rumah yang memiliki penderita ISPA di Kelurahan Penfui selama 2 bulan terakhir yaitu bulan Maret-April Tahun 2024. Metode pengumpulan data melalui observasi dan pengukuran langsung di lapangan. Data diolah dan disajikan dalam bentuk master tabel. Data dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan gambaran kondisi fisik rumah penderita ISPA. Kondisi lantai yang memenuhi syarat 46% dan tidak memenuhi syarat 54%. Kondisi dinding rumah yang memenuhi syarat 69% dan tidak memenuhi syarat 31%. Ventilasi rumah yang memenuhi syarat 15% dan tidak memenuhi syarat 85%. Kepadatan hunian rumah yang memenuhi syarat 31% dan tidak memenuhi syarat 69%. Kebiasaan merokok 69% dan yang tidak merokok 31%. Jenis bahan bakar yang digunakan yaitu minyak tanah 92% dan kayu bakar 8%. Memiliki Kebiasaan menyapu lantai 77% dan tidak memiliki kebiasaan menyapu lantai 23%. Memiliki kebiasaan membuka jendela 85% dan yang tidak memiliki kebiasaan membuka jendela 15%.Kepada masyarakat agar rutin menyapu lantai rumah, membersihkan dinding rumah agar tidak terdapat debu yang dapat menyebabkan penyakit. Pihak puskesmas diharapkan untuk selalu mempromosikan kesehatan terutama tentang penyakit ISPA dan rumah sehat
Kondisi Sanitasi Tempat Ibadah Katolik di kota kupang
Gereja harus memberikan kenyamanan yang baik dan fasilitas yang aman bagi para jemaat. Karena jika fasilitas dalam gereja kurang maka dapat menambah permasalahan bagi para jemaat seperti kecelakaan atau bisa saja penyebaran penyakit, seperti konstruksi bangunan yang kurang kuat, lantai licin, yang menyebabkan terjadinya kecelakaan, atau kurangnya sarana air bersih, toilet, pencahayaan, suhu ruangan yang bisa saja menyebabkan penyakit yang berasal dari lingkungan. Untuk itu pentingnya mengetahui kondisi sanitasi di tempat ibadah katolik di kota kupang.Jenis penelitian deskriptif, Variabel penelitian kondisi lingkungan dan bangunan umum, kondisi fasilitas sanitasi. Populasi 40 gereja, sampel berjumlah 28 Gereja. Data yang diperoleh melalui pengamatan (observasi) menggunakan ceklis. Data analisa yang didapat dari hasil survei yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan narasi. Kondisi persyaratan kesehatan lingkungan dan bangunan umum pada area lokasi 2 (7%) TMS, Lantai 2 (7%) TMS, Dinding 3 (10%) TMS, Atap 7(25%) TMS, Tangga 15 (53%) TMS. Sedangkan untuk kondisi persyaratan kesehatan fasilitas sanitasi seperti ketersediaan air bersih 1 (4%) TMS, Toilet 22 (78%) TMS, Tempat Sampah 9 (32%) TMS, SPAL 28 (100%) TMS.
kondisi persyaratan kesehatan lingkungan dan bangunan umum di tempat ibadah katolik kota kupang terdapat 18 (43%) tidak memenuhi syarat. Sedangkan kondisi persyaratan kesehatan fasilitas sanitasi di tempat ibadah katolik kota kupang terdapat 28 (100%) tidak memenuhi syarat.
Saran bagi pengelola gereja adalah memperbaiki kembali kondisi bangunan dan sarana sanitasi yang belum memadai. Untuk puskesmas adalah Melakukan pengawasan dan memberikan tindak lanjut dalam bentuk inspeksi sanitasi gereja. Sedangkan untuk bagi jemaat gereja agar selalu memperhatikan kebersihan di dalam maupun di luar gereja