Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Kesehatan Gigi Pada Anak-Anak Paud Al Mujahidin Lanud El Tari
Latar Belakang : Peran orang tua merupakan peran yang sangat penting untuk anak menuju masa dewasanya. Anak di didik agar dapat menemukan jati dirinya dan mampu menjadi dirinya sendiri. Pendidikan kesehatan gigi adalah suatu proses di mana individu atau kelompok masyarakat diajarkan tentang cara menjaga kesehatan gigi mereka, sehingga mereka dapat mengatasi masalah gigi secara mandiri. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui peran orang tua dalam pendidikan kesehatan gigi pada anak-anak paud Al Mujahidin Lanud El Tari. Hasil Penelitian : Distribusi peran orang tua tentang pola menyikat gigi didapati 30 orang atau 53% responden mempunyai pengatahuan baik tentang pola menyikat gigi. Peran orang tua tentang pola makan yang menyehatkan gigi didapati 31 orang atau 55% responden mempunyai pengatahuan baik tentang pola makan sehat. Peran orang tua tentang pola kontrol kesehatan gigi didapati 20 orang atau 36% responden mempunyai pengatahuan baik tentang kontrol kesehatan gigi dan mulut. Peran orang tua dalam pendidikan kesehatan gigi dan mulut anak didapati kriteria baik rata-rata 27 atau dengan presentase 48%. Kesimpulan : Peran orang tua dilihat dari aspek membimbing anak menyikat gigi termasuk dalam kriteria baik, Peran orang tua dilihat dari aspek mengatur pola makan sehat termasuk dalam kriteria baik dan Peran orang tua dilihat dari aspek kontrol kesehatan gigi dan mulut anak termasuk dalam kriteria baik dan peran orang tua dalam Pendidikan Kesehatan gigi dan mulut anak termasuk dalam kriteria baik
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. M. K Umur 21 Tahun G1p0a0 Uk 39 Minggu Tunggal Hidup Intra Uterin Di Tpmb Elim Suek Kupang Periode Tanggal 25 Februari S\D 2 Mei 2024
Latar Belakang Salah satu upaya untuk mengurangi AKI dan AKB adalah dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara continuum of care dan dapat diberikan asuhan kebidanan berkelanjutan yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nitas dan neonatus, hingga memutuskan menggunakan alat kontrasepsi Tujuan Menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. M.K di TPMB Elus Suck periode 21 Maret sampai dengan 30 April 2024, Metode Jenis stod kasus yang digunakan adalah penelahatt kasus, subyek shadi kasus yaitu Ny. M.K di TPMB Elim Suck, teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang meliputi pemeriksaan fisik, wawancara, dan observasi sedangkan data sekunder meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi Hasil dan Pembahasan Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny M.Kpenulis mendapatkan hasil dimana kehamilan, ibu melakukan kunjungan sesami anjuran, dalato pemberian asuhan tidak terdapat penyulit, persalinan berjalan normal, kunjungan postpartum serta kunjungan pada bayi baru lahir berjalan normal dan tidak terdapat penyulit Simpulan Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan Keluarga Berencana asuhan dapat diberikan dengan baik
Kebiasaan Ibu Hamil untuk kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan mulut di Puskesmas Penfui
Latar belakang: selama masa kehamilan, ibu hamil biasanya mengalami beberapa
perubahan pada tubunya, seperti perubahan psikologis dan hormonal. Perubahan
tersebut dapat memicu munculnya penyakit gigi dan mulut pada ibu hamil sehingga
ibu hamil dapat menimbulkan rasa sakit pada gigi. Hasil survey awal yang peneliti
lakukan di puskesmas penfui didapatkan jumlah kunjungan ibu hamil di poli gigi
untuk tahun 2021 hanya 7 orang dalam 1 tahun, dan untuk tahun 2022 hanya 11
orang dalam 1 tahun. Data ini menunjukkan jumlah total ibu hamil yang mengunjungi
fasilitas kesehatan mulut belum mencapai 50% dari total ibu hamil yang ada di
wilayah puskesmas penfui.tujuan penelitia: untuk mengetahui bagaimana kebiasaan
ibu hamil untuk kunjungan rutin ke fasilitas kesehatan mulut. Metode penelitian:
jenis penelitian yang akan digunakan ialah metode penelitian deskriptif, dimana
metode ini untuk menggambarkan kebiasaan ibu hamil untuk kunjungan rutin ke
fasilitas kesehatan mulut di puskesmas penfui. Hasil penelitian: berdasarkan hasil
penelitian yang di lakukan terhadap 60 orang ibu hamil di puskesmas penfui, di
temukan kebiasaan ibu hamil mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan mulut
ditinjau dari paradigma sehat dan sakit sebanyak 42 orang (70,00%) sedangkan
kebiasaan ibu hamil mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan mulut ditinjau dari
pengetahuan.sebanyak 34 orang (56,67%) dan kebiasaan ibu hamil yang mengunjungi
fasilitas pelayanan kesehatan mulut di tinjau dari biaya 24 orang (40,00%) dan
penggunaan asuransi sebanyak 33 orang (55,00%). Kesimpulan: kesimpulan penelitian ini adalah dapat di simpulkan bahwa kebiasaan ibu hamil mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan mulut di tinjau dari paradigma sehat sakit,kebiasaan ibu hamil mengunjungifasilitas pelayanan kesehatan mulut di tinjau dari pengetahuan,sebanyak 40,00% ibu hamil mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan karena murah, kebiasaab ibu hamil mengunjungi pelayanan kesehatan mulut di tinjau dari penggunaan asuransi dan BPJS
Gambaran Sistem Pelayanan Air Bersih PDAM Kota Kupang Di RT/RW 005/002 Kelurahan Oesapa Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan kondisi fisik perpipaan di
RT/RW 005/002 Kelurahan Oesapa Selatan, Kota Kupang, dengan melakukan observasi pada
populasi yang berjumlah 45 titik. Berdasarkan metode random sampling, dipilih 31 sampel yang
kemudian diteliti. Penelitian ini menggunakan parameter warna, bau, rasa, dan pH air untuk
menilai kualitas fisik air bersih. Metode pengumpulan data melibatkan pengamatan langsung dan
penggunaan alat seperti botol kaca bening dan kertas lakmus. Pengolahan data dilakukan untuk
mengukur risiko kontaminasi pada sarana perpipaan serta kualitas fisik air.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas fisik air di RT/RW 005/002 Kelurahan
Oesapa Selatan memenuhi syarat berdasarkan empat parameter utama yaitu warna, bau, rasa, dan
pH. Kondisi sarana perpipaan tergolong dalam risiko kontaminasi rendah dan sedang, dengan
perincian 11 sasaran termasuk dalam tingkat risiko kontaminasi rendah sedangkan 20 lainnya
tergolong dalam tingkat risiko kontaminasi sedang. Tidak ditemukan sarana dengan risiko
kontaminasi tinggi atau amat tinggi
Kondisi Fisik Bak Penampungan Air Bersih dan Kualitas Fisik Air Bersih di Kelurahan Manutapen
Kondisi bak penampung di Kelurahan Manutapen ditemukan banyaknya bak penampungan yang bagian atas bak penampungan terdapat banyak sampah, kotoran,sehingga sampah yang berada di dekat penutup manhole tersebut bisa masuk kedalam air dan mencemari air tersebut.kondisi tersebut memungkinkan terjadinya pencemaran terhadap air bersih di bak penampungan yang bisa menyebabkan penyakit diare. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Kondisi fisik bak penampungan air bersih dan kualitas fisik pada air bersih di Kelurahan Manutapen.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode observasi. Variabel dalam penelitian ini adalah kondisi fisik bak penampungan, warna air di bak penampung, rasa air di bak penampungana, bau air di bak penampungan dan kekeruhan air di bak penampungan. Populasi dalam penelitian ini 85 bak penampungan dan sampel 46.bak penampungan
Hasil penelitian kondisi fisik bak penampungan dengan tingkat risiko tinggi sebanyak 4 (9%) bak penampungan air tingkat resiko sedang sebanyak 27(59%),bak penampung dan tingkat resiko rendah sebanyak15 (32%) bak penampungan air.Kualitas fisik warna air yang memenuhi syarat sebanyak45(98%)kualitas fisik rasa didapatkan46(100%) bak penampung.Kualitas fisik bau air yang memenuhi syarat sebanyak46 (100%)dan kualitas fisik kekeruhan air yang memenuhi syarat sebanyak 39(85%) dan yang tidak memenuhi syarat 7(15%). Kesimpulan yang dapat diambil adalah kondisi fisik bak penampung air dengan tingkat resiko tinggi 9%, kategori sedang 59% dan rendah 32 %. kualitas fisik warna sebanyak 98% kualitas fisisk rasa 100% kualiatas fisisk bau 100%kualitas kekeruhan 85% dan kekeruhan sudah memenuhi syarat.Sebaiknya masyarakat memerhatikan lagi sarana bak penampungan air yang dimiliki agar bisa terhindar dari sumber pencemar contohnya seperti membersihkan sampah yang berada di atas bak penampungan air dan memperbaiki kontruksi bak penampungan air contohnya retakan pada bak air
Pengelolaan sampah rumah tangga di RT 03 RW 01 Kelurahan Penfui Kecamatan Maulafa Kota Kupang Tahun 2024
Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sementara itu menurut Manik (2007) sampah didefinisikan sebagai suatu benda yang tidak digunakan atau tidak dikehendaki dan harus dibuang, yang dihasilkan oleh kegiatan manusia. Sampah dapat berasal dari kegiatan industri, pertambangan, pertanian, peternakan, perikanan, transportasi, rumah tangga, perdagangan, dan sisa aktivitas manusia lainnya. Penelitian yang dilakukan di Kelurahan Penfui Kecamatan Maulafa Kota Kupang, yaitu untuk Mengetahui Pengelolaan Sampah Rumah Rangga yang dihasilkan. Jumlah rumah yang di teliti sebanyak 45 rumah.
Hasil penelitian yang mencakup Pewadahan, pemanfaatan dan pembuangan sampah rumah tangga didapatkan hasil Pewadahan pengelolaan sampah rumah tangga, dari total 45 rumah yang dijadikan sampel, terdapat 25 rumah termasuk dalam kategori Memenuhi Syarat dan 20 rumah lainnya termasuk dalam Tidak Memenihi Syarat. Pemanfaatan sampah rumah tangga menunjukkan bahwa dari total 45 rumah yang diteliti, terdapat 34 rumah yang dimanfaatkan dalam pengelolaan sampah dan sebanyak 11 rumah atau 24% tidak dimanfaatkan. Sebanyak 65% sampah rumah tangga dibuang di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan 62% sampah rumah tangga dibuang di pinggir jalan, sementara 31% lainnya dibuang ke sungai atau selokan. Sebanyak 78% sampah rumah tangga dibakar tanpa ada pengelolaan lainnya. Hal ini menunjukkan perlunya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran dari Masyarakat tentang pengelolaan sampah yang baik agar lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat
Pegelolaan Sampah di Kampus Poltekkes Kemenkes Kupang
Sampah menjadi salah satu permasalahan sangat kompleks dan luas saat ini. Timbulan sampah tidak akan berkurang atau habis bahkan akan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan populasi manusia serta semakin tinggi dan kompleksnya kegiatan manusia. Timbulan sampah yang semakin besar dari hari ke hari akan mengurangi ruang dan mengganggu aktivitas manusia sehingga tujuan manusia untuk meningkatkan kualitas hidup justru membuat kualitas hidupnya menurun karena permasalahan timbulan sampah. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran pengelolaan sampah di Poltekkes Kemenkes Kupang. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Variabel penelitian adalah timbulan sampah, pewadahan, pengumpulan dan pengangkutan. Sampel yang diambil semua program studi Poltekkes Kemenkes Kupang yang berdomisili di Kota Kupang. Analisis data secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju timbulan sampah di kampus Poltekkes kemenkes Kupang terbanyak ada pada prodi farmasi dengan volume sebesar 0,66 m³, dan volume terkecil ada pada prodi atau jurusan keperawatan, jurusan kebidanan, dan jurusan gizi dengan volume sampah yang dihasilkan sebesar 0,022 m³, tahapan pewadahan sampah pada semua jurusan atau program studi di Poltekkes Kemenkes Kupang dikategorikan baik, tahapan pengumpulan sampah dengan kategori baik pada 6 prodi dan 1 prodi dengan kategori kurang, tahapan pengangkutan sampah dengan kategori cukup pada 1 prodi dan 6 prodi lainnya dengan kategori kurang. Saran bagi pihak institusi memperhatikan alat angkut dan wadah pengumpul sampah yang dalam keadaan rusak, menyediakan wadsah sampah sesuai dengan jenis sampah, memberdayakan tenaga atau petugas kebersihan dalam mengolah sampah organik
Intervensi Teknik Relaksasi Masase Punggung Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut di Puskesmas Nggaha Ori Angu Kabupaten Sumba Timur
Latar belakang: Hipertensi atau darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah berada pada angka 130/80 mmHg atau lebih. Gejala utama tuberkulosis adalah sakit kepala, nyeri dada, nyeri punggung, gangguan pola tidur yang dapat menyebabkan kematian pada penderita. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif, studi kasus melalui pendekatan asuhan keperawatan keluarga. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan 1 orang pasien. Instrumen yang digunakan berupa SOP Teknik Relaksasi Masase Punggung. Analisa data menggunakan teknik analisa WOD (Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi). Hasil: Setelah dilakukan implementasi keperawatan terhadap pasien selama 3 hari didapat pasien dan keluarga mampu melakukan dan memahami teknik relaksasi masase punggung. Kesimpulan: teknik relaksasi masase punggung dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut berhubungan dengan agen pencidera.
Kata kunci: Hipertensi, Teknik Relaksasi Masase Punggung, Nyer
Penerapan Intervensi Manajemen Nutrisi Pada Pasien TB Paru Dengan Masalah Keperawatan Defisit Nutrisi di Ruangan Dahlia RSUD Umbu Rara Meha Waingapu
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium TB Paru Bacillus. Penyakit ini menyebar di udara ketika orang yang tertular dengan bakteri TB misalnya batuk atau bersin. Tuberkulosis (TB) merupakan masalah utama kesehatan global penyebab utama kematian pada jutaan orang setiap tahun di seluruh dunia setelah Human Immunodeviciency Virus (HIV). Berdasarkan data yang diperoleh di RSUD Umbu Rara Meha data dari pasien TB Paru pada tahun 2021 terdapat 26 kasus, pada tahun 2022 berjumlah 80 kasus dan pada tahun 2023 terdapat 61 kasus. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah Penerapan Intervensi Manajemen Nutrisi Pada Pasien TB paru dengan masalah keperawatan defisit nutrisi di ruangan Dahlia RSUD Umbu Rara Meha Waingapu. Metode: Peneliti menggunakan Pendekatan studi kasus (case study research) Hasil: Mengacu pada intervensi dan implementasi dari hasil evaluasi ada 1 diagnosa yang teratasi sebagian: untuk diagnosa keperwatan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. sedangkan pada diagnosa keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan Nafas, masalah teratasi sebagian. Kesimpulan: Berdasarkan evaluasi dari tindakan keperawatan yang di lakukan pada kedua Masalah Keperawatan yakni ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh teratasi sedangkan masalah keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan teratasi Sebagian.
Kata kunci: Defisit Nutrisi, TB Paru
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY M.I DENGAN DIAGNOSA MEDIS ULKUS DIABETIKUM DI RUANGAN PERAWATAN BEDAH RSUD ENDE
Latar belakang penyakit Ulkus Diabetikum penyakit metabolic yang memiliki tanda spesifikasi berupa kadar gula darah yang tinggi (hiperglikemi).
Tujuan dari penulis ini adalah untuk memberikan Asuhan Keperawatan pada Ny M.I dengan Diagnosa medis Ulkus Diabetikum di Ruangan Perawatan Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Ende.
Metode yang dilakukan dalam karya Tulis Ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnose keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi Keperawatan.
Hasil pengkajian yang dilakukan pada Ny M.I ditemukan kaki terasa kebas, gatal-gatal, sering merasakan haus dan sering BAK jika dimalam hari ataupun disiang hari, penglihatan kurang normal, luka yang tidak kunjung sembuh, luka tampak berwarna kemerahahan hitam dan bernanah, tampak udem pada kaki kanan, mukosa bibir tampak kering, akral teraba dingin, turgor kulit tampak menurun tampak lemah, konsistensi urin meningkat pasien tampak sering mengkonsumsi air, urin tampak berwarna putih dan tidak ada aroma. TD:100/70 mmhg, S: 36⁰C, N: 80 x/m, RR: 19 x/m, SPO2: 113%. Diagnose keperawatan pada Ny M.I yaitu gangguan eliminasi urin berhubungan dengan penurunan kapasitas kandung kemih, hipovolemia berhubungan dengan kekurangan intake cairan, intoleransi aktifitas berhubungan dengan kelemahan, perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan hiperglikemia, gangguan integritas kulit berhubungan dengan neuropati perifer. Intervensi keperawatan sesuai dengan rencana keperawatan yang telah ditunjukan untuk mengatasi masalah yang dialami oleh pasien. Implementasi yang telah dilakukan oleh penulis untuk mengatasi masalah yang dihadapi sudah sesuai dengan intervensi yang direncanakan. Evaluasi yang didapatkan setelah penulis melakukan implementasi dari tanggal 13, 14, 15 Agustus 2024 yaitu lima diagnosa keperawatan yang muncul. Dari lima diagnose keperawatan yaitu gangguan eliminasi urin, hipovolemia, intoleransi aktifitas, perfusi perifer tidak efektif, gangguan integritas kulit dari keliama diagnose tersebut belum teratasi.
Kesimpulan dari Studi kasus ini adalah masalah pada Ny M.I belum teratasi. Saran untuk keluarga dank lien mengetahui cara perawatan luka yang benar pada pasien dan berperan aktif dalam proses penyembuhan pasien