Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4410 research outputs found

    Asuham Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. S.D di PuskesmasPembantu Oefafi Tanggal 26 Januari S/D 30 Maret 2024

    Get PDF
    Latar Belakang : Menurut Pemerintah Provinsi NTT Kota Kupang tahun 2020 jumlah kematian ibu di NTT sebanyak 149 pern serratus ribu (100.000) kasus serta angka kematian bayi baru lahir mencapai 744 kasus per 100.000. Jumlah angka kematian ibu Di Puskesmas Pembantu Oefafi pada tahun 2020 sebanyak 2 kasus, dan tahun 2023 0 kasus sedangkan jumlah kasus kematian bayi tahun 2020 2 kasus, dan tahun 2023 terdapat 3 kasus kematian bayi Tujuan : Mampu memberikan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. S.D di Puskesmas Pembantu Oefafi. Metode Penulisan : Yakni metode studi penelahaan kasus (case study), lokasi di Puskesmas Pembantu Oefafi, subyek kasus Ny. S.D, pengkajian menggunakan format pengkajian askeb ibu hamil, format pengkajian ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir dan KB dengan manajemen kebidanan 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder.Hasil: Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. S.D di Puskesmas Pembantu Oefafi, ibu sudah mengikuti anjuran yang diberikan dan keluhan ibu sudah teratasi, keadaan ibu sehat sehingga masa hamil sampai KB berjalan normal dan tanpa kendala Kesimpulan : Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan, persalinan pada bayi baru lahir dan kontrasepsi ibu menggunakan kontrasepsi implanon

    Pengaruh Terapi Berpikir Positif Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Dalam Proses Perkuliahan Mahasiswa Tingkat 1 Program Studi Pendidikan Profesi Ners Jurusan Keperawatan Poltekes Kemenkes Kupang

    Get PDF
    Latar Belakang :Kecemasan pada mahasiswa merupakan suatu kondisi yang menyebabkan seseorang menjadi tidak nyaman, gelisah, cemas, khawatir, yang diikuti dengan berbagai gejala fisik.Kecemasan yang parah selama proses belajar dapat membuat mahasiswa kurang fokus selama proses perkuliahanseperti perubahan lingkungan belajar, dan tugas belajar yang sulit. Berpikir positif merupakan salah satu terapi relaksasi untuk menurunkan kecec masanTujuan :Mengetahui pengaruh terapi berpikir positif terhadap penurunan tingkat kecemasanterhadap perkuliahan mahasiswa tingkat I Program Studi Pendidikan Profesi Ners Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kupang.Metode:penelitian pre-experimental dengan rancangan one group Pre-test dan Post-test design. Analisa data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. sampelnya adalah 41 orang mahasiswa PPN semester 2 yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner HRS-A. Hasil penelitian : cemas sebelum diberikan terapi sebagiam besar kecemasan sedang dan setelah diberikan terapi sebagian besar tidak ada kecemasan.didapatkan hasil asymp sig 2 tailed 0.001< 0,05, menunjukan adanyaPengaruhTerapi Berpikir Positif Terhadap perubahan Tingkat Kecemasanmahasiswa.Kesimpulan :Terapi Berpikir Positif berpengaruh secara siknifikan terhadap perubahan tingkat kecemasan mahasiswa.Saran :Terapi berpikir positif inidapat diterapkan untuk mengurangi kecemasan mahasiswa baru

    Implementasi Terapi Relaksasi Napas Dalam Pada Pasien Ppok Dengan Kecemasan Di Ruang Interna Rsud Waikabubak Kabupaten Sumba Barat Tahun 2024

    No full text
    Latar belakang: Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) atau dikenal dengan COPD (Chronic Obstructive Pulmonari Disease) merupakan penyakit dengan klasifikasi luas mencakup bronchitis kronis, bronkiektasis, emfisema, dan asma. Keterbatasan aliran udara biasanya bersifat progresif dan di kaitkan dengan respon inflamsi paru yang abnormal terhadap partikel atau gas berbahaya yang menyebakan penyempitan jalan nafas, hipersekresi mukus, dan perubahan pada sistem pembuluh darah paru. PPOK menjadi salah satu penyakit keempat yang menyebabkan kematian di dunia. Faktor risiko penyebab PPOK antara lain perokok aktif atau pasif, polusi udara, riayat infeksi saluran napas, dan keturunan. Dampak yang ditimbulkan dari PPOK diantaranya adalah merusak alveolar sehingga dapat mengubah fisiologi pernapasan yang berpengaruh pada oksigenasi di tubuh secara keseluruhan. Selain berpengaruh pada proses difusi pada pernapasan, dampak lain yang muncul yaitu produksi sputum berlebih, batuk, terjadi proses inflamasi, dan merusak bronkiolus. Salah satu penatalaksanaan keperaatan yang dilakukan pada pasien PPOK adalah Relaksasi Napas Dalam . Latihan napas dalam dilakukan untuk mencapai ventilasi yang lebih terkontrol dan efisien. Relaksasi napas dalam dapat meningkatkan inflasi alveolar secara maksimal, dan mengurangi kecemasan. Tujuan: Menerapkan teknik relaksasi napas dalam pada pasien PPOK di Rumah Sakit Umum Daerah aikabubak, Kabupaten Sumba Barat. Metode: aancara, observasi dan pemeriksaan fisik, inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi, eksperimentasi. Dilakukan asuhan keperaatan yaitu implementasi terapi relaksasi napas dalam pada pasien PPOK dengan kecemasan selama 3 hari. Hasil: Setelah dilakukan proses keperaatan pada pasien 1 dan 2 selama 3 hari, didapatkan hasil, verbalisasi kebingungan menurun, verbalisasi khaatir akibat kondisi yang dihadapi menurun, perilaku gelisah menurun, perilaku gelisah menurun, keluhan pusing menurun, konsentrasi membaik, pola tidur membaik. Kesimpulan: Pemberian terapi relaksasi napas dalam dapat menurunkan kecemasan pada pasien dengan memberikan rasa nyaman, perasaan legah dan tindakan tersebut tidak menghambat proses pengobatan pasien dalam kurun aktu yang telah ditentukan untuk menurunkan kecemasan

    Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny m.l. Di Puskesmas Batakte Periode 01 Maret S/D 17 April 2024

    Get PDF
    Latar Belakang : Menurut WHO (World Health Organization), AKI sangat tinggi sekitar 830 wanita meninggal akibat komplikasi terkait kehamilan atau persalinan diseluruh dunia setiap hari. Sedangkan AKB di dunia menurut WHO tahun 2020 sebesar 2.350.000 (WHO, 2021). Sedangkan di Indonesia data AKB yang dilaporkan Direktorat Kesehatan Keluarga pada tahun 2020 sebanyak 20.266. dari data yang di dapatkan dari Puskesmas Batakte jumlah angka kematian bayi diwilayah kerja Puskesmas Batakte pada tahun 2020 ada 7 bayi, dan angka kematian ibu tidak ada. Sedangkan jumlah angka kematian bayi pada tahun 2023 ada 7 orang dengan angka kematian ibu sebanyak 3 orang. Tujuan : Mampu memberikan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny.M.L di Puskesmas Batakte.Metode : Menggunakan Metode Studi Penelahan Kasus, (case study). Lokasi di Puskesmas Batakte, Subyek Ny.M.L. menggunakan format askeb pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir dan KB dengan metode Varney dan Pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder.Hasil: Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. M.L di Puskesmas Batakte, ibu sudah mengikuti anjuran yang diberikan dan keluhan ibu teratasi, keadaan ibu sehat sehingga masa hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir KB,berjalan normal dan tidak ada penyulit.Kesimpulan : Asuhan Kebidanan yang dilakukan pada Ny.M.L. Mulai dari kehamilan, Persalinan, Nifas, BBL dan KB Implant 2 batang (Jadelle) tidak ditemukan adanya kelainan dan penyulit

    Gambaran poerawatan diri pada pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas pasir panjang

    Get PDF
    Pendahuluan : Diabetes mellitus (DM) merupakan penyebab kematian ke-4 di dunia dan diperkirakan jumlah penderitanya akan terus meningkat setiap tahun. Di Indonesia penderita DM dari tahun 2013 ke 2018 meningkat 4% penelitian ini untuk mengetahui gambaran perawatan diri pada pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas Pasir Panjang Kota Kupang.Tujuan khusus:1)untuk mengetahui karateristik pasien DM.2) untuk mengetahui perawatan diri pasien DM.3.)untuk mengetahui pengetahuan pasien tentang DM. Metode Penelitian:Metode penelitian ini adalah studi deskriptif. Hasil yang didapat dari penelitian ini yang di dapat dari 88 responden adalah responden dengan kemampuan perawatan diri baik sebanyak43 responden (48,9%), responden dengan kemampuan perawatan diri cukup sebanyak 44 responden (50,0%) dan responden dengan kemampuan perawatan diri kurang sebanyak 1 responden (1,1%). Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini dapat di simpulkan bahwa tingkat perawatan diri baik sebanyak43 responden , respon3den dengan kemampuan perawatan diri cukup sebanyak 44 responden dan responden dengan kemampuan perawatan diri kurang sebanyak 1 responden

    Pengaruh Senam Kaki Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa Kota Kupang

    No full text
    Latar belakang: Senam kaki diabetik merupakan kegiatan yang dilakukan berupa latihan jasmani dengan menggerakkan sendi dan otot kaki. Hasil Penelitian menunjukkan penggunaan koran pada senam kaki akan meningkatkan secara signifikan sensitivitas kaki pada pasien diabetes mellitus tipe 2 (p <.05), oleh karena itu disarankan perawat untuk memberikan latihan kaki sebagai bagian dari praktik keperawatan. Senam kaki diabetes merupakan jenis olah raga yang dianjurkan untuk pasien diabetes. Nilai kadar gula darah yang rendah ini menggambarkan terjadinya perbaikan nilai kadar gula darah setelah dilakukan senam kaki. Penurunan kadar gula darah menunjukkan terjadinya penurunan tingkat gangguan diabetes, karena tingkat keparahan diabetes melitus akan ditunjukkan dengan adanya kadar gula darah yang semakin tinggi, melebihi nilai ambang batas normal. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk Menganalisa Pengaruh Senam Kaki Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa Kota Kupang. Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperiment dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pre test and post test design. Besar sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 responden. Jenis sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling dan di analisa menggunakan uji paired T test. Pemberian senam kaki dilakukan selama 10-15 menit dalam 2 minggu berturut-turut. Sampel diberikan perlakuan selama 3 kali dalam seminggu. Kadar gula darah diukur dengan alat glukometer. Data pre test merupakan kadar gula darah pasien sebelum perlakuan (hari ke 0), dan post test adalah hasil pengukuran kadar gula darah minggu ke 2 setelah perlakuan. Hasil: Berdasarkan hasil uji paired t-test didapatkan hasil sig (2-tailed) 0,000. Nilai p<0,005 dimana H0 ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan; hasil uji statistik membuktikan bahwa senam kaki efektif terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Oesapa Kota Kupang tahun 2024

    Gambaran Kadar Hemoglobin Pada Pekerja Bengkel Di Kelurahan Oesapa

    No full text
    Pencemaran udara adalah perubahan komposisi udara normal akibat masuknya zat pencemar berupa gas dan partikel kecil ke udara dalam jumlah tertentu untuk jangka waktu yang lama. Salah satu contoh pencemar udara adalah gas buangan kendaraan bermotor yang mengandung nitrogen, karbon dioksida, dan karbon monoksida (CO). Karbon monoksida (CO) adalah hasil pembakaran tidak sempurna dari bahan yang mengandung karbon. Pengaruh toksik CO pada tubuh terutama disebabkan oleh reaksinya dengan hemoglobin (Hb) dalam darah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bertujuan menggambarkan kadar Hb pada pekerja bengkel di Kelurahan Oesapa. Responden dalam penelitian ini sebanyak 43 orang yang bekerja pada 14 bengkel yang berada di wilayah Kelurahan Oesapa. Data dikumpulkan melalui kuisioner, pengukuran kadar Hb menggunakan metode Point of Care Test (POCT). Hasil penelitian menunjukan usia responden 67,4% berada dalam rentang usia 20-30 tahun. Sebanyak 18 responden (41,8%) memiliki kadar Hb rendah, 3 responden (4,7%) kadar Hb tinggi sedangkan 23 responden (53,5%) memiliki kadar Hb yang normal. Responden yang memiliki kadar Hb rendah rata -rata memiliki masa kerja 5-6 tahun, dengan waktu kerja setiap hari 7-9 jam

    Perbandingan Kadar Hemoglobin pada Perokok Aktif dan Perokok Pasif Di Kelurahan Bello

    No full text
    Merokok sudah menjadi suatu kebiasaan yang sangat mudah temui dalam kehidupan sehari-hari yang biasanya dilakukan oleh kalangan remaja terutama orang dewasa. Rokok tidak hanya sekadar produk tembakau yang dihisap, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup bagi sebagian orang Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan kadar hemoglobin pada perokok aktif dan perokok pasif dengan melakukan pemeriksaan menggunakan POCT (Point Of Care Testing) menggunakan sampel darah kapiler. Hasil peneriksaan kadar hemoglobin pada perokok aktif berdasarkan lama merokok yaitu 1-5 tahun dan > 5 tahun didapat kadar hemoglobin rendah pada perokok dengan lama merokok > 5 tahun sebanyak 12 orang dengan kadar terendah 10,4 g/dl. Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin pada perokok aktif berdasarkan jenis rokok dibedakan atas dua yaitu rokok filter dan rokok elektrik, hasil yang didapat kadar hemoglobin rendah pada perokok filter sebanyak 11 orang. Pada analisi perbandingan kadar hemoglobin pada perokok aktif dan perokok pasif didapatkan hasil pemeriksaan kadar terendah didapat pada perokok aktif hal ini disebabkan akibat gas karbonmonoksida yang di hasilkan oleh asap rokok lebih banyak terhirup dibandingan oleh perokok pasif. Hasil uji dengan t2 independent sampel didapat nilai p value = 0,225 > 0,05, hasil tersebut membuktikan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan kadar hemoglobin pada perokok aktif dan perokok pasif

    Gambaran Sedimen Anorganik Pada Urin Mahasiswa Prodi Teknologi Laboratorium Medis Yang Mengkonsumsi Air Minum Isi Ulang

    No full text
    Sedimen urin adalah partikel-partikel padat yang terdapat dalam urin yang dapat diamati di bawah mikroskop. Sedimen urin dapat terdiri dari sedimen organik dan sedimen anorganik. Sedimen anorganik melibatkan zat-zat yang tidak berasal dari materi biologis, seperti kristal dan bakteri. Kristal-kristal dapat terbentuk dari garam-garam tertentu dalam urin. Kurang minum air dapat menyebabkan urin menjadi lebih pekat karena jumlah air yang lebih sedikit untuk melarutkan zat-zat dalam urin. Ketika kurang minum air, volume urin berkurang, sehingga konsentrasi zat-zat seperti kalsium, oksalat, dan asam urat meningkat. Kondisi ini membuat zat-zat tersebut lebih mudah mengendap dan membentuk kristal. Menahan buang air kecil dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi zat-zat pembentuk batu dalam urin, seperti kalsium, oksalat, dan asam urat, karena air dalam urin dapat terus diserap kembali oleh tubuh melalui dinding kandung kemih, membuat urin menjadi lebih pekat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sedimen anorganik pada urin mahasiswa prodi teknologi laboratorium medis yang mengkonsumsi air minum isi ulang. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan jumlah responden sebanyak 50 mahasiswa dan menggunakan sampel urin sewaktu. Penelitian dilakukan secara mikroskopis ditemukannya kristal kalsium oksalat (18%). Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan karakteristik responden jenis kristal yang ditemukan adalah kalsium oksalat. Kebiasaan responden dalam mengkonsumsi air minum < 8 gelas/hari (16%), kebiasaan mengkonsumsi air minum 8 gelas/hari (2%), serta kebiasaan menahan buang air kemih < 4 kali/hari (8%), kebiasan buang air kemih 4 kali/hari (10%) dan sumber air yang diminum adalah air minum isi ulang

    PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT DENGAN METODE ANALISIS ABC-VEN DI PUSKESMAS BAKUNASE PERIODE JANUARI – JUNI 2023

    No full text
    Latar Belakang: Pengendalian obat di puskesmas perlu diteliti karena pengendalian obat yang efisien sangat menentukan keberhasilan manajemen puskesmas secara keseluruhan untuk menghindari perhitungan kebutuhan obat yang tidak akurat dan tidak rasional sehingga perlu dilakukan pengelolaan obat yang sesuai. Tujuan: Untuk mengetahui pengendalian persediaan obat dengan metode analisis ABC-VEN di puskesmas Bakunase. Metode Penelitian: deskriptif retrospektif dengan menelusuri data persediaan dan pemakaian tahun 2022 dan hasil kuisioner. Hasil Penelitian: Berdasarkan analisis ABC nilai pemakaian diperoleh kelompok A sebanyak 8 item (69,33%), kelompok B sebanyak 10 item (20,83%) dan kelompok C sebanyak 12 item (9,84%). Berdasarkan analisis ABC nilai investasi kelompok A sebanyak 6 item (69,94%), kelompok B sebanyak 9 item (20,36%) dan kelompok C sebanyak 15 item (9,70%). Berdasarkan analisis VEN kelompok E sebanyak 22 item (73,33%), kelompok N sebanyak 8 item (26,67%) dan kelompok V (-). Berdasarkan analisis ABC-VEN kelompok EA sebanyak 7 item (87,50%) kelompok EB sebanyak 6 item (60,00%), kelompok EC sebanyak 9 item (75,00%), kelompok NA sebanyak 1 item (12,50%), kelompok NB sebanyak 4 item (40,00%), kelompok NC sebanyak 3 item (25,00%) dan kelompok VA, VB, VC (-). Simpulan: Pengendalian untuk kelompok obat nilai pemakaian tinggi, nilai investasi tinggi dan esensial yaitu dengan melakukan pengawasan yang ketat agar tidak sampai terjadi kekosongan obat

    2,326

    full texts

    4,410

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇