Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. E.T G4P3A0AH3 Usia Kehamilan 38 Minggu Di Puskesmas Tarus Kota Kupang Periode Tanggal 12 Februari S/D 30 Maret 2024
Latar Belakang : Penyebab langsung yang sering terjadi pada kematian Ibu adalah Perdarahan, Hipertensi dalam kehamilan dan infeksi sedangkan penyebab tidak langsungnya adalah ibu hamil yang terkena penyakit seperti Tuberkulosis, malaria, penyakit jantung, malaria dan anemia pada ibu hamil yang dapat mengakibatkan perdarahan saat persalinan. Sehingga penilaian terhadap status kesehatan dan kinerja upaya kesehatan ibu dan anak penting untuk dilakukan. Tujuan:Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny E.T G4P3A0AH3 di Puskesmas Tarus Tanggal 12 Februari S/D 30 Maret 2024. Metode :Jenis studi kasus yang digunakan adalah metode studi kasus yang terdiri dari unit tunggal yaitu Ny.E.T. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer yang meliputi Observasi dan wawancara sedangkan data sekunder yang meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil dan Pembahasan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. E.T penulis mendapatkan hasil yaitu Ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran, dan persalinan berjalan normal serta kunjungan bayi baru lahir dan postpartum berjalan dengan normal dan tidak ada penyulit. Simpulan : Penulis telah menerapkan asuhan Kebidanan berkelanjutan pada Ny. E.T yang ditandai dengan ibu mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi,ibu berencana melahirkan di fasilitas kesehatan,serta keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan asuhan KB dapat diberikan dengan baik
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. M.O.N G3P2A0AH2 Di BPM Margarida C. Lay, Amd, Keb Tanggal 05 februari S/D 02 April 2024
Latar Belakang: Asuhan kebidanan berkelanjutan adalah asuhan kebidanan yang dilakukan mulai Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), dan Bayi Baru Lahir secara berkelanjutan pada pasien.Menurut (Profil Kesehatan Indonesia, 2021), jumlah kematian ibu pada 3 tahun terakhir mengalami peningkatan menjadi 7.839 pada tahun 2021. Sementara itu, angka kematian anak meningkat dari 26.000 menjadi 44.000 pada tahun 2021. Angka Kematian Ibu (AKI) di Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah 49 kasus pada tahun 2021, sedangkan angka kematian anak sebanyak 744 kasus (Dinas Kesehatan NTT, 2019). Tujuan: Mampu memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.M.O.N di BPM Margarida C. Lay Amd. Keb pada tanggal 05maret sampai dengan 02 april 2024, dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Metode Penelitian: Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan pada Ny.M.O.N di BPM Margarida C. Lay Amd, Keb, teknik pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil dan Pembahasan:Ny. M.O.N selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, proses persalinan normal, masa nifas involusi berjalan normal, bayi sehat dan konseling KB, ibu memilih memakai alat kontrasepsi MAL. Simpulan: Setelah melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu dari masa kehamilan sampai bersalin, ibu dan bayi dalam kondisi yang sehat dan ibu mau menerima dan mengikuti anjuran yang diberikan
Gambaran Pengetahuan Tentang Menyikat Gigi Dan Kejadian Karies Gigi Permanen Pada Siswa Kelas IV Dan V Di SD Inpres Liliba
Latar Belakang: Kesehatan gigi berarti gigi bebas dari kerusakan atau sudah dirawat dengan baik sehingga fungsinya tidak terganggu. Gigi yang sehat berfungsi baik untuk mengunyah, berbicara, dan penampilan. Kesehatan gigi juga bergantung pada kesehatan jaringan pendukungnya. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kerusakan gigi pada anak, seperti struktur gigi, bentuk gigi, susunan gigi di rahang, tingkat keasaman air liur, dan kebersihan mulut, termasuk seberapa sering mereka menggosok gigi. Pengetahuan memiliki hubungan yang erat dengan pendidikan, dalam hal ini diharapkan bahwa dengan adanya pendidikan yang tinggi maka seseorang akan memiliki pengetahuan yang luas. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami pengetahuan siswa kelas IV dan V di SD Inpres Liliba tentang menyikat gigi dan kejadian kerusakan gigi permanen. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif, dengan pengambilan sampel sebanyak 76 orang berdasarkan rumus Slovin. Alat ukur dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berisi 14 pertanyaan mengenai Gambaran Pengetahuan Tentang Menyikat Gigi Dan Kejadian Karies Gigi Permanen.Variabel penelitian adalah variabel bebas pengetahuan tentang menyikat gigi dan variabel terikat karies gigi. Hasil:penelitian yang dilakukan di siswa kelas IV dan V di SD Inpres Liliba di temukan Tingkat Pengetahuan Tentang Menyikat Gigi termasuk kategori baik 51%.Kejadian Karies Gigi termasuk kategori paling tingi adalah kategori sangat rendah 57,9%.Sebagian besar siswa/i yang berpengetahuan baik, memiliki karies paling banyak dengan kategori sangat rendah. Sedangkan siswa/i yang berpengetahuan buruk memiliki karies paling banyak dengan kategori sangat rendah dan rendah. Kesimpulan: Gambaran Pengetahuan Tentang Menyikat Gigi dan Kejadian Karies Gigi Permanen Pada Siswa Kelas Iv dan V di Sd Inpres Liliba termasuk Kategori sangat rendah dan tingkat Pengetahuan Sebagian besar siswa-siswi yang berpengetahuan baik
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. N.E G1p0a0 Uk 39 Minggu Di Puskesmas Sikumana Tanggal 28 Mei S/D 25 Juni 2024
Latar Belakang : Penyebab kematian ibu di Indonesia didominasi oleh tiga penyebab utama kematian yaitu perdarahan, hipertensi dalam kehamilan dan infeksi. Hal ini terjadi karena minimnya kesadarandan pengetahuan ibu sertakeluarga akan pentingnyapemeriksaan kehamilan secara teratur, masih rendahnya angka persalinan di fasilitas kesehatan, rendahnya pemeriksaan pada masa nifas serta kurangnya askes terhadap fasilitas kesehatan. Sementaraitu penyebab angka kematian bayi yaitu dimana masih banyak ibuyangtidak melakukan pemeriksaan ANC dan pertolongan persalinanyang ditolong oleh tenaga kesehatan serta kurangnya kesadaran ibu nifas untuk memeriksakan kesehatan bayinya di fasilitaskesehatan. Tujuan : Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny N.E G1P0A0 di Puskesmas Sikumana Periode 28 Mei s/d 25 Juni 2024”. Metode : Penelitian menggunakan metode studi penelahankasus yang terdiri dari unit tunggal, yang berarti penelitian ini dilakukan pada seorang ibu dalam menjalani kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Lokasi studi kasus di Puskesmas Batakte, subjek studi kasus adalah Ny N.E, dilaksanakan pada tanggal 28 Mei s/d 25 Juni 2024 dengan menggunakan format asuhankebidanan pada ibuhamildengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP, Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder Hasil dan Pembahasan : Setelah dilakukanasuhankebidanan berkelanjutan padaNy. N.E penulis mendapatkan hasilyaitu Ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran , dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit, persalinan berjalan normal serta kunjungan bayi baru lahir dan postpartum berjalan dengan normal dantidak ada penyulit.
Simpulan : Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampaipada bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan denganbaik
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Booklet Terhadap Pengetahuan Diet Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Oesapa Kota Kupang
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang
ditandai dengan kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau penurunan fungsi insulin (resistens insulin). Salah satu factor munculnya angka kejadian diabetes melitus tipe 2 adalah kurangnya pengetahuan tentang diet, sehingga dilakukan intervensi pendidikan kesehatan menggunakan media booklet. Tujuan Penelitian: mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media booklet terhadap pengetahuan diet pada penderita diabetes melitus tipe 2 di puskesmas oesapa kota kupang. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian Pre-eksperimental dengan pendekatan One-Group Pretest�Posttest Design. Populasi: Populasi dalam penelitian ini adalah penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Oesapa pada tahun 2023 satu bulan terakhir bulan agustus sebanyak 52 orang. Hasil: menunjukan bahwa sebelum dilakukan Pendidikan kesehatan menggunakan media booklet,
sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang baik tentang diet DM berjumlah 23 responden (67,6 %), dan sesudah dilakukan Pendidikan kesehatan menggunakan media booklet, semua responden memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu 34 responden (100,0 %). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan nilai p-value < .001 : p-value < 0,05. Kesimpulan: adanya pengaruh Pendidikan kesehatan menggunakan media booklet terhadap pengetahuan diet penderita diabetes melitus tipe 2 di puskesmas oesapa kota kupang
Studi Kualitas Air Sumur Gali Dan Tingkat Risiko Pencemaran Di Kelurahan Naimata Kecamatan Maulafa Kota Kupang Tahun 2024
Air adalah salah satu pembawa penyakit yang berasal dari tinja. Pada umumnya masyarakat Di Kelurahan Naimata menggunakansaran sumur gali untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam rumah tangga. Jumlah Kepala Keluarga sebanyak 666. Sarana yang digunakan masyarakat 75 sumur gali. Data yang diperoleh dari Puskesmas Penfui menunjukkan bahwa kasus diare yang terjadi pada tahun 2022 sebanyak 64 kasus, tahun 2023 42 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kualitas Air Sumur Gali dan Tingkat Resiko Pencemaran Di Kelurahan Naimata Kecamatan Maulafa Kota Kupang Tahun 2024.
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat resiko pencemaran dan kualitas fisik sumur gali. Jenis penelitian Jenis penelitian adalah deskriptif. Variabel dalam penelitian ini meliputi tingkat risiko pencemaran, kualitas fisik air sumur gali, dan kandungan bakteri Escherichia coli. Populasi dalam penelitian adalah 75 sumur gali dengan sampel berjumlah 7 diambil pada sumur gali yang memiliki tingkat risiko sedang.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengukuran tingkat risiko pencemaran sumur gali tinggi 14%; sedang dengan presentase 86%. Kualitas fisik air sumur 100% memenuhi syarat, kandungan bakteri E.colli 100% tidak memehuhi syarat. Disarankan bagi masyarakat perlu melakukan perbaikan konstruksi sarana sumur gali yang rusak seperti bibir sumur, lantai sumur, dan dinding sumur sesuai dengan persyaratan kesehatan yang berlaku, memasak air hingga mendidih dan saring jika hendak dikonsumsi
Kepadatan Jentik Aedes Sp Di Gedung Perkantoran Dan Layanan Pendidikan Kemenkes Poltekkes Kupang
Penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang berbahaya, dapat menimbulkan kematian dan wabah dalam waktu yang singkat. Kasus DBD di Kota Kupang pada tahun 2021 jumlah kasus DBD 654 kasus dengan kematian 3 orang (CFR= 0,5%). Pada tahun 2022 jumlah kasus DBD 455 kasus dengan kematian 1 orang (CFR= 0,2%). Tujuan penelitian adalah mengetahui kepadatan jentik Aedes sp di gedung perkantoran dan layanan pendidikan Kemenkes Poltekkes Kupang.
Jenis penelitian adalah deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah Jenis tempat perindukan jentik Aedes sp, house indeks (HI), container indeks (CI), breteau indeks (BI) dan density figure (DF) di gedung perkantoran dan layanan pendidikan Kemenkes Poltekkes Kupang. Sampel yang diambil yaitu seluruh TPA di gedung perkantoran dan layanan pendidikan Kemenkes Poltekkes Kupang. Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tempat perindukan jentik Aedes sp lebih banyak ditemukan dalam gedung yaitu ember 138 (46,62%) dan paling sedikit yaitu drum 3 (1,08%). House indeks (HI) Kampus A 15,38%, Kampus B 0,00%, Kampus C 13,64% dan Direktorat 33,33%. Container indeks (CI) Kampus A 5,80%, Kampus B 0,00%, Kampus C 3,45% dan Direktorat 28,00%. Breteau indeks (BI) Kampus A 30,77%, Kampus B 0,00 %, Kampus C 18,18% dan Direktorat 87,50%. Density figure (DF) Kampus A dan C masuk dalam skala DF 2 – 5 dengan kategori tingkat kepadatan sedang, Kampus B masuk dalam skala DF 1 dengan kategori tingkat kepadatan rendah dan Direktorat masuk dalam skala DF 6-9 dengan kategori tingkat kepadatan tinggi.
Disarankan kepada civitas Kemenkes Poltekkes Kupang untuk menguras bak mandi minimal 2 kali dalam seminggu, menyikat dinding bak mandi, menutup rapat TPA, mendaur ulang barang bekas yang menjadi tempat perindukan jentik nyamuk Aedes sp dan rutin menggati air di pot bunga dalam ruangan
Terapi Rendam Kaki Air Hangat Untuk Mengurangi Kecemasan Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Sikumana
Selama trimester III sebagian besar ibu hamil mengalami kecemasan. Salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester III adalah terapi rendam kaki air hangat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi rendam kaki air hangat untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Sikumana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan desain penelitian studi kasus deskriptif. Subjek penelitian ini adalah dua orang pasien ibu hamil trimester III yang ditetapkan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen kecemasan yang digunakan adalah kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Hasil penelitian diperoleh, sebelum dilakukan terapi rendam kaki air hangat, tingkat kecemasan Ny. M adalah kecemasan sangat berat (Nilai 30), dan tingkat kecemasan Ny. A adalah kecemasan berat (Nilai 19). Setelah dilakukan terapi rendam kaki air hangat selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 10-20 menit setiap hari, didapatkan hasil penurunan tingkat kecemasan, pada Ny. M menjadi tingkat kecemasan berat (Nilai 19), pada Ny. A menjadi tingkat kecemasan sedang (Nilai 14). Simpulan penelitian ini, terapi rendam kaki air hangat dapat mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester III. Diharapkan pasien dan keluarga dapat menerapkan terapi rendam kaki air hangat untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester II
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Asal Kecamatan Lasiolat Kabupaten Belu Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli Penyebab Diare
Diare merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, parasit atau protozoa, dan penularannya melalui fekal oral. Penyebab diare terbanyak setelah rotavirus adalah bakteri Escherichia coli. Cara mengatasi infeksi bakteri dengan pemberian antibiotik. Penggunaan antibiotik yang diberikan secara rasional dapat mengurangi resistensi bakteri terhadap antibiotik, sedangkan penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan timbulnya resistensi. Maka diperlukan alternatif lain pengobatan antimikroba memanfaatkan produk bahan alam, salah satunya dengan menggunakan daun sirih hijau (Piper betle L.) sebagai antimikroba alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada ekstrak daun sirih hijau dalam memperhambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan mengamati zona hambat bakteri yang terbentuk disekitar sumuran. Ekstrak daun sirih dibuat dengan konsentrasi 160 ppm. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh zona hambat sampel berurut-turut 19,86 mm, 15,56 mm dan 16,1 mm dengan rata - rata 17,17 mm dan dikategorikan termasuk dalam daya hambat kuat. Hasil zona hambat kontrol positif berturut-turut adalah 37,6 mm, 38,85 mm, 42,46 mm, dengan rata-rata zona hambatnya 39,63 mm termasuk dalam kategori sangat kuat, untuk kontrol negatif tidak terdapat efektivitas daya hambat. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih hijau pada konsetrasi 160 ppm memiliki aktivitas antibakteri yang tergolong dalam kategori zona hambat kuat
Efektifitas Ekstrak Biji Kemiri (Aleurites Moluccana) Terhadap Kematian Jentik Nyamuk Anopheles
Malaria adalah infeksi yang disebabkan parasit malaria,suatu protozoa darah yang termasuk dalam phyllum Apicomplexa, kelas sporozoa, subkelas coccidiida, ordo eucoccidides,sub-ordo haemosporidiidae familli plasmodidae, genus plasmodium. kasus malaria di Kota Kupang tahun 2020 yaitu 29 kasus,pada tahun 2021 jumlah kasus malaria yaitu 2.192 kasus,dan pada tahun 2022 jumlah kasus malaria 40 kasus. Untuk pengendalian atau pemberantasan penyakit malaria yaitu dengan cara membunuh jentik-jentik nyamuk Anopheles. Alternatif yang aman adalah dengan menggunakan bahan alami dari tumbuhan (pestisida nabati) yaitu dengan menggunakan ekstrak bijikemiri (Aleurites moluccana) yang ramah lingkungan dan mudah didapatkan. Kandungan kimia daging biji,daun dan akar aleurites moluccana mengandung saponin,flavonoida dan polifenol,disamping itu daging bijinya mengandung lemak.Pada korteksnya mengandung tanin, Kegunaan dan kasiat daging bijinya bersifat laksatif. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian Experimen dengan rancangan (Pretest-posttest with control group). variabel penelitian yaitu ekstrak bijikemiri dengan dosis 2 ml/liter, 5 ml/liter, dan 8 ml/liter. sampel yang digunakan adalah 240 ekor jentik Anopheles sp. Dengan pengulangan tiga kali. Metode pengolahan data dengan menggunakan SPSS, analisa data menggunakan uji ANOVA dengan α (0,05). Hasil penelitian menunjukan ekstrak bijikemiri terhadap kematian jentik Anopheles sp dalam waktu 24 jam pada dosis 2 ml/liter dengan rata-rata 17,67 ekor (88,33%), dosis 5 ml/liter rata-rata 18,67 ekor (93,33,%), dosis 8 ml/liter rata-rata 19,67 ekor (98,33%).Hasil uji statistik Ada perbedaan efektivitas ekstrak Biji kemiri (Aleurites Moluccana) dosis 2 ml, 5 ml, dan 8 ml terhadap kematian jentik Anopheles,dengan nilai sig ˂ nilai α (0,020 ˂ 0,05).
Dengan demikian dapat disarankan bagi masyarakat untuk membudidayakan dan menggunakan tanaman Kemiri karena bijikemiri dapat digunakan sebagai insektisida nabati serta dapat dipublikasikan langsung untuk pengendalian nyamuk Anopheles sp