Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.M.T G3p2a0ah2 Uk 37 Minggu Di Pustu Tenau Tanggal 10 Januari 2024 S/D 20 Maret 2024
Latar Belakang : Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan kematian ibu yang terjadi selama masa kehamilan hingga 40 hari setelah melahirkan yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan hingga nifas. Angka Kematian Bayi (AKB) diartikan sebagai banyaknya kematian bayi di usia 28 hari dari 1000 kelahiran hidup. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi NTT Angka Kematian Ibu (AKI) di Nusa Tenggara Timur pada tahun 2019 sebanyak 98 kasus. Demikian pula dengan Angka Kematian Bayi(AKB) sebanyak 822 kasus.( Dinkes Kota Kupang, 2019), tingginya angka kehamilan, persalinan, maunpun nifas berisiko. Penulis melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu hamil trimester III sampai KB. Diharapkan dapat memberi kontribusi dalam upaya penurunan AKI dan AKB di indonesia, serta tercapainya kesehatan ibu dan anak yang optimal. TujuanPenelitian: Mampu melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.M.T di Pustu Tenau periode 10 Januari sampai 20 Maret 2024, dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Metode Penelitian: Studi kasus menggunakan metode penelaahan kasus, lokasi studi kasus di Pustu Tenau, subjek studi kasus adalah Ny M.T dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP,teknik pengumpulan data menggunak./an data primer dan data sekunder. Hasil: Ny.M.T selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat,proses persalinan normal, pada masa nifas involusi berjalan normal, bayi tidak mengalami icterus dan berjalan dengan normal. Simpulan: Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny .M.T yang ditandai dengan ibu mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi,ibu melahirkan di fasilitas kesehatan,ibu dan bayi sehat
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada NY Y.T G4P3A0AH3 Di Puskesmas Kupang Kota Periode 27 Maret S/D 30 Maret 2024
Latar Belakang : Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. Merupakan Asuhan Yang Menyeluruh diberikan pada kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan KB. Data angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih sangat tinggi. Berdasarkan Profil Kesehatan Kupang Tengah di NTT tahun 2020 AKI sebanyak 149 dan AKB sebanyak 744 Kasus. Dengan dilakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester III sampai dengan perawatan masa nifas diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Indonesia serta tercapainya Kesehatan ibu dan anak yang optimal.
Tujuan: Mampu memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester III, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana dengan mennggunakan metode pendokumentasian 7 langka Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Metode Studi kasus menggunakan metode penelaahan kasus, lokasi studi kasus di Puskesmas Kupang Kota, subjek studi kasus adalah Ny. Y.T dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder.
Hasil :
Hasil: Setalah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. Y.T penulis memperoleh hasil yaitu ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran, dalam pemberian asuhan tidak dapat penyulit, persalinan berjalan normal tanpa disertai adanya komplikasi kunjungan bayi baru lahir serta nifas tidak ada penyulit pada setiap kunjungan.
Simpulan: Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.Y.T yang ditandai dengan ibu mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu Berencana melahirkan di fasilitas kesehatan, ibu dan bayi sehat. Kata Kunci : Asuhan kebidanan berkelanjutan Ny.Y.T ; Umur 34 Tahun G4P3A0AH3 , Uk 36 Minunggu
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. Y. R G4P3A0AH3 Dengan Resiko Tinggi Di Pustu Lasiana Tanggal 16 Maret S/D 26 April 2024
Latar Belakang: Asuhan Kebidanan continuity of care (COC) adalah asuhan yang diberikan seorang bidan terhadap klien atau pasien mulai dari masa pra konsepsi, masa kehamilan, nifas dan Keluarga Berencana (KB) Asuhan kebidanan COC merupakan upaya bidan di Indonesia untuk memberikan asuhan yang berkelanjutan, bidan dapat memantau kondisi ibu dan bayi sehingga mencegah terjadi komplikasi yang tidak segera ditangani. Tujuan: Mampu memberikan asuhan kebidanan berkelajutan pada ibu Y. R di Pustu Lasiana Metode Studi Kasus : Menggunakan metode kualitatif jenis studi penelahaan kasus /kasus studi. Lokasi di pustu Lasiana, subyek Ny. Y. R menggunakan format askeb pada ibu hamil dengan metode 7 langkah varney, persalinan dan bayi baru lahir dengan metode catatan perkembangan, nifas, kunjungan neonatal, dan KB menggunakan metode SOAP, teknik pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil Studi Kasus : Asuhan Kebidanan pada Ny. Y. R telah dilakukan oleh penulis mulai dari usia kehamilan 36-37 Minggu, dilakukan kunjungan antenatal 3 kali, ibu dan bayi sehat tidak terdapat komplikasi pada kehamilan. Asuhan kebidanan pada persalinan dilakukan di TPMB etha ibu melahirkan saat usia kehamilan 38-39 minggu, ibu melahirkan secara normal, bayi lahir langsung menangis, tidak terdapat komplikasi pada saat persalinan, keadaan ibu dan bayi sehat. Asuhan kebidanan selama masa nifas telah dilakukan, dilakukan mulai dari 6-8 jam post partum sampai 40 hari post partum. Masa nifas berjalan lancar, involusi terjadi secara normal, tidak terdapat komplikasi dan ibu tampak sehat. Asuhan kebidanan bayi baru lahir tanggal 31 maret 2024 pukul o5.08 Wita. Asuhan Keluarga Berencana Ny. Y. R memilih menggunakan metode KB implan dan sudah dilakukan pemasangan KB implan pada tanggal 26 April 2024. Kesimpulan : Askeb berkelanjutan yang diberikan kepada Ny. Y. R dari tanggal 16 Maret sampai dengan 26 April 2024 dilakukan dengan baik,ibu dan bayi seha
Implementasi Kompres Hangat Untuk Mengurangi Nyeri Pada Ibu Post Operasi Sectio Caesarea Di Puskesmas Sikumana
Latar Belakang: Sectio Caesarea adalah bentuk persalinan buatan di mana bayi dilahirkan melalui insisi pada dinding perut dan rahim, dengan berat bayi minimal 500 gram. Tujuan: Mengetahui efektifnya kompres hangat untuk mengurangi nyeri pada ibu post operasi Sectio Caesarea Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus yaitu mengaplikasikan langsung proses keperawatan yang mencakup pengkajian satu unit penelitian secara intensif misalnya keluarga, kelompok, komunitas atau institusi Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya penurunan skala nyeri yang di rasakan pasien.Hal ini membuktikan bahwa bahwa Implementasi kompres hangat efekrif dalam menurunkan nyeri pada ibu post operasi sectio caesarea .Kesimpulan: Dari hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa bahwa Implementasi kompres hangat efekrif dalam menurunkan nyeri pada ibu post operasi sectio caesare
Asuhan Kebidanan berkelanjutan pada Ny. S.K Di Puskesmas Bakunase Tanggal 26 Febuari 2024 S/D Dengan 15 April 2024
Latar Belakang : Angka Kematian Ibu merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. Asuhan Yang Menyeluruh diberikan pada masa kehamilan,persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan KB. Data angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih sangat tinggi.Dengan dilakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester III sampai perawatan masa nifas. Diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Indonesia serta tercapainya Kesehatan ibu dan anak yang optimal.Tujuan: Mampu memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana dengan menggunakan manajemen kebidanan 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumenetasian SOAP.Metode: Subjek studi kasus adalah Ny.S.K. Asuhan kebidanan dengan manajemen kebidanan 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder.Hasil: Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. S.K penulis mendapatkan hasil yaitu ibu melakukan kunjungan kehamilan sesuai anjuran. pemberian asuhan tidak terdapat penyulit. Persalinan berjalan normal. Kunjungan bayi baru lahir sebanyak tiga kali. Kunjungan nifas sebanyak tiga kali dan tidak ada penyulit. KB pasca salin ibu menjadi akseptor kontrasepsi implant.Simpulan:Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. S.K yang ditandai dengan ibu mengikuti semua anjuran. Keluhan ibu selama hamil teratasi. Ibu melahirkan di Puskesmas Bakunase. Keadaan ibu dan bayinya sehat.Kunjungan nifas dan neonatus normal.Ibu menjadi akseptor kontrasepsi implant
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. F.D Di Praktik Bidan Mandiri Pada Tanggal 29 Februari S/D 3 April 2024
Latar Belakang : Jumlah kematian ibu dan bayi juga dialami oleh Provinsi NTT, data
menunjukan bahwa di tahun 2022, jumlah kematian ibu di Provisni NTT sebanyak 171 kasus
dengan jumlah tertinggi terjadi di Kabupaten TTS, Kupang, Manggarai Timur, Manggarai,
Sumba Barat Daya, dan Sumba timur. Jumlah ini mengalami penurunan dari sebelumnya 181
kasus di tahun 2021. Meski jumlah kematian ibu mengalami penurunan, jumlah kematian bayi di
NTT masih terus meningkat. Peningkatan ini terjadi sebanayak 184 kasus di mana 995 kasus
kematian bayi di tahun 2021 naik menjadi 1.139 kasus di tahun 2022. Kabupaten dengan jumlah
kematian bayi tertinggi terjadi di Kabupaten TTS, Manggarai, Manggarai Barat, Kupang, Sikka,
Sumba Barat Daya, Sumba Timur dan TTU. Tujuan : Menerapkan Asuhan Kebidanan berkelanjutan pada Ny. F.D di Praktek Bidan Mandiri Kecamatan Maulafa Tanggal 29 Februari s/d 3 April 2024 dengan pendekatan manajeman kebidanan 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP( Subyektif, Objektif, Assesment, Planning). Metode : Menggunakan metode penelaahan kasus. Subyek studi kasus yaitu Ny.F.D di bidan praktek mandiri teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang meliputi pemeriksaan fisik, wawancara, dan observasi sedangkan data sekunder meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. F.D penulis mendapatkan hasil sejak kehamilan ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran, pemberian asuhan tidak terdapat penyulit. Asuhan bayi Ny. F.D lahir normal, dan pada ibu nifas tidak ada masalah. Simpulan :Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan dengan kehamilan normal. Keadaan pasien baik mulai dari hamil, nifas, bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan dengan baik
Profil Penggunaan Obat Anti Diare Pada Balita di Pusksmas Sikumana Kota Kupang Periode Mei-Desember Tahun 2023
Diare adalah penyakit yang terjadi ketika perubahan konsistensi feses yang lebih berair dari biasanya dengan frekuensi buang air besar yang lebih sering, atau buang air besar yang berair tapi tidak berdarah dalam waktu 24 jam. Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara-negara berkembang terutama di Indonesia. Kasus diare terbanyak terjadi pada kelompok umur 1-5 tahun, artinya balita lebih rentan terkena penyakit diare. Ketika balita menderita diare maka akan mengalami dehidrasi yang jika tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Profil Penggunaan Obat Anti Diare Pada Balita di Puskesmas Sikumana Kota Kupang Periode Mei-Desember Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif berdasarkan buku regis harian penderita diare pada pasien balita yang tercatat dan dievaluasi lembar resep diare dan dikelompokan berdasarkan jenis, golongan obat, dosis dan aturan pemakaian. Data hasil penelitian menunjukan jenis obat yang digunakan dalam penanganan diare pada balita yaitu oralit dan zinc. Aturan pemakaian dalam penanganan diare sudah sesuai dengan pedoman MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) yaitu oralit dan zinc 100%. Golongan obat yang digunakan yaitu golongan elektrolit dan mineral karena dapat mempercepat penyembuhan diare dan dapat diberikan pada pada penderita diare akut dehidrasi ringan-sedang
Edukasi Penerapan Dalam Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Sikumana
Pendahuluan: Pengetahuan pasien TBC berpengaruh terhadap kepatuhannya dalam melaksanakan rencana pengobatan. Semakin baik pengetahuan seseorang maka akan semakin patuh terhadap pengobatan yang berkualitas, dan semakin kuat motivasi seseorang maka semakin besar pula kemampuan orang tersebut dalam menyembuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Sikumana. Metode: penelitian cross-sectional. Populasi penelitian ini terdiri dari penderita TBC di tempat kerja Puskesmas Sikomana Kota Kupang yang berjumlah 2 responden. Alat pengukuran yang digunakan adalah kuesioner. Temuan Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan Anda mempunyai hubungan yang signifikan dengan tingkat kepatuhan konsumsi obat. Pembahasan: Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis pada pasien tuberkulosis. Sebagai perawat puskesmas, pendidikan kesehatan tentang tuberkulosis dan motivasi pada pasien tuberkulosis serta proses pengobatannya sangat diperlukan. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat mengetahui faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepatuhan pasien TBC dalam pelaksanaan program pengobatan guna meningkatkan tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien TBC. Bahasa Indonesia: tidak
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. Y.M G2P1A0AH1 Dengan Kehamilan Resiko Tinggi di Puskesmas Bakunase Tanggal 24 Januari sampai dengan 23 Maret 2024
Latar Belakang: Asuhan kebidanan berkelanjutan adalah asuhan kebidanan yang dilakukan mulai Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), dan Bayi Baru Lahir secara berkelanjutan pada pasien. Berdasarkan data yang di dapat dari puskesmas Bakunase di wilayah kerja Puskesmas Bakunase pertahun 2018 jumlah AKI sebesar 80/100.000 kelahiran lahir hidup dan di tahun 2022 meningkat menjadi 51,13/100.000 kelahiran hidup, sedangkan jumlah absolut kematian 2018 berjumlah 1 kasus dan di tahun 2022 meningkat menjadi 4 kasus kematian dengan penyebab kematian yaitu perdarahan 1 kasus, 2 kasus gangguan hipertensi dan 1 kasus gangguan atutoimun dan jumlah ibu hamil dengan resiko sebanyak 417 kasus. AKB di wilayah kerja Puskesmas Bakunase dari 2019 kasus kematian bayi meningkat dari tahun 2018 menjadi 3,1% dan menurun di tahun berikutnya, namun pada tahun 2022 AKB kembali meningkat menjadi 0,77 kasus kematian per 1000 kelahiran hidup, jumlah absolout kematian bayi pada tahun 2022 berjumlah 6 kasus dengan rincian penyebab kematian untuk bayi BBLR dan prematuritas sebanyak 3 kasus, infeksi sebanyak 1 kasus dan 2 kasus kelainan kongenital. Tujuan: Mampu memberikan Asuhan Kebidanan Komperhensif pada Ny. Y.M di Puskesmas Bakunase pada tanggal 24 Januari sampai dengan 23 Maret 2024, dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Metode: Dalam penelitian ini, penulis menggunkan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan pada Ny. Y.M di Puskesmas Bakunase, teknik pengumpulan data terdiri dari data primer dan sekunder. Hasil Pembahasan: Ny. Y.M selama masa keamilannya dalam keadaan sehat, proses persalinan normal, masa nifas involusi berjalan normal, bayi sehat dan konseling KB, ibu memilih memakai KB Implat. Simpulan: Setelah melakukan asuhan kebidanan bekelanjutan pada ibu dari masa kehamilan sampai bersalin, ibu dan bayi dalam kondisi yang sehat dan ibu mau menerima dan mengikuti anjuran yang diberikan
Edukasi Teknik Menyusui Dalam Asuhan Keperawatan Post Partum Normal Di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kupang
Latar Belakang: Ibu pertama kali (primipara) sering berjuang dengan menyusui dengan sukses karena kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyusui yang tepat. Teknik-teknik ini mencakup bagaimana memposisikan bayi selama menyusui, cara
mengaitkan bayi ke dada, dan bagaimana postur nyaman ibu saat menyusui. Menyusui yang tidak memadai dapat menyebabkan bayi rewel, asupan nutrisi yang tidak mencukupi, proses pertumbuhan terganggu, dan kebutuhan bayi yang tidak terpenuhi. Menggunakan teknik menyusui yang salah dapat menyebabkan masalah seperti puting melepuh dan aliran ASI yang kurang optimal, yang pada akhirnya mempengaruhi
produksi ASI. Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan bayi tidak menerima ASI yang cukup. Laktasi, atau menyusui, mengacu pada seluruh proses mulai dari produksi ASI
hingga bayi mengisap dan menelannya. Tujuan dari periode laktasi adalah untuk mempromosikan menyusui eksklusif dan memastikan bahwa anak disusui dengan benar sampai usia 2 tahun, sehingga meningkatkan kekebalan alami anak. Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang teknik menyusui sebelum dan mengikuti intervensi pendidikan tentang metode menyusui, serta untuk menilai kemanjuran pendidikan tersebut untuk ibu pascapersalinan khas dalam yurisdiksi Pusat Kesehatan Sikumana Kupang. Metode:Inisiatif penelitian ini, yang mencakup memberikan pendidikan dan menerapkan teknik
menyusui yang tepat, juga melibatkan evaluasi skor kait. Pendekatan yang digunakan terdiri dari wawancara, diskusi, dan demonstrasi praktis. Hasil: Dalam penelitian ini,
Ibu Pasca Partum Normal yang menghadapi tantangan dalam menyusui karena kurangnya informasi dan pemahaman mengenai posisi dan keterikatan yang tepat dari ibu dan bayi diberikan pendidikan kesehatan tentang metode menyusui yang tepat. Kesimpulan: Temuan penelitian ini diantisipasi untuk membentuk pendidikan kesehatan mengenai teknik menyusui yang tepat, memungkinkan ibu untuk belajar dan memahami bagaimana memberikan ASI kepada bayi mereka dengan posisi dan keterikatan yang tepat, memastikan bahwa bayi menerima ASI eksklusif yang cukup. Saran: Sangat penting untuk memahami teknik menyusui yang benar, termasuk posisi yang tepat dan keterikatan antara ibu dan bayi, terutama untuk ibu pada periode postpartum awa