Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Pengaruh Relaksasi Finger Hold (Genggam Jari) Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Esensial Di Puskesmas Sikumana Kota Kupang
Latar belakang: Hipertensi menjadi salah satu penyebab kematian di dunia atau setara 40 juta kematian setiap tahunnya. World Health Organization (WHO) tahun 2020 menunjukkan di seluruh dunia sekitar 972 juta orang atau 26,4% populasi mengidap hipertensi dengan perbandingan 26,6% pria dan 26,1% wanita. Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar orang yang akan terkena hipertensi, dan diperkirakan setiap tahunnya 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasi lainnya.Teknik relaksasi finger hold (genggam jari) dapat menurunkan tekanan darah pasien hipertensi esensial Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi finger hold (genggam jari) terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi esensial di Puskesmas Sikumana Kota Kupang Kabupaten. Metodologi: studi kasus dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil: intervensi relaksasi finger hold (genggam jari) yang diberikan dapat memberikan perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi esensial. Kesimpulan: Terapi relaksasi finger hold (genggam jari) dapat menurukan tekanan darah pada pasien hipertensi esensial dengan range 10-20 mmHg pada tekanan darah sistolik maupun diastolik
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Dan Mikro Dengan Status Gizi (IMT/U) Pada Remaja Putri Di SMA Katolik Giovani Kota Kupang
Latar Belakang : Status gizi sangat penting bagi remaja putri karena dapat menunjang prestasi. Status gizi dipengaruhi asupan zat gizi makro dan mikro. Zat gizi makro sangat mempengaruhi status gizi karena ada faktor kebutuhan zat gizi seseorang seperti jenis kelamin, umur, ukuran tubuh (berat badan dan tinggi badan), kedaan fisiologis, aktivitas fisik, serta metabolisme tubuh. Zat gizi mikro sangat mempengaruhi status gizi karena zat besi dan zink juga berkaitan dengan pembentukan hemoglobin darah dan pertumbuhan fisik .
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan asupan zat gizi makro dan mikro dengan status gizi (IMT/U) pada remaja putri di SMA Katolik Giovani Kota Kupang.
Jenis Penelitian: Metode yang digunakan ialah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada agustus 2023-juni 2024 di SMA Katolik Giovani Kota Kupang. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri SMA kelas XI. Variabel yang diteliti yaitu variabel bebas ( asupan zat gizi makro dan mikro ), dan variabel terikat (status gizi IMT/U).
Hasil Penelitian: Karakteristik responden berdasarkan status gizi pada remaja putri kelas XI yang memiliki status gizi yang bermasalah yaitu gizi kurang 27 orang (16,2%), gizi lebih 26 orang (15,6%), dan obesitas 10 orang (6%). Asupan karbohidrat kategori lebih 5 orang (3%), dan kurang 100 orang (59,9%). Asupan protein kategori lebih 58 orang (34,7%), dan kurang 41 orang (24,6%). Asupan Lemak kategori lebih 8 orang (4,8%) dan kurang 121 orang (72,5%). Asupan vitamin A kategori defisit berat 30 orang (18%), defisit sedang 26 orang (15,6%), defisit ringan 13 orang (7,8%), dan lebih 15 orang (9%). Asupan zat besi kategori defisit berat 158 orang (94,6%), defisit sedang 8 orang (4,8%), dan defisit ringan 1 orang (0,6%).
Asupan kalsium kategori defisit berat 2 orang (1,2%), dan defisit sedang 165 orang (98,8%). Asupan zink kategori defisit berat 149 orang (89,2%), defisit sedang 9 orang (5,4 %), dan defisit ringan 8 orang (4,8%). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang segnifikan antara asupan besi (p-value = 0,396), kalsium (p-value = 0,396) dan asupan zink (p-value = 0,666) denga status gizi remaja putri.
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang segnifikan antara asupan besi, kalsium, dan zink dengan status gizi pada remaja putri kelas XI SMA Giovani Kota Kupang.
Kata kunci : Zat gizi makro, zat gizi mikro, status giz
Gambaran Menu Dan Standar Porsi Protein Di Ruangan Anak Di Rumah Sakit Umum Daerah PROF. DR . W. Z. Johannes Kupang
Latar Belakang: Menu merupakan produk atau jasa yang akan digunakan konsumen pada hari ini. Di pagi hari, menu terbatas yang disajikan sepanjang hari, meliputi pagi, siang, dan malam. Siklus menu yang kurang sempurna merupakan bagian terpenting dalam proses tersebut. Menurut Wiadnyani (2018), faktor terpenting yang memberikan kontribusi terhadap kepuasan pelanggan ketika memesan makanan dengan waktu tunggu yang lebih lama adalah waktu tunggu pelanggan. Standar porsi adalah macam dan jumlah bersih pada setiap tempat persembunyian. Untuk memilih makanan di Rumah Sakit, digunakan stand berpori untuk setiap hidangan, sehingga jenis dan hidangan dapat jelas. Standar Porsi dapat digunakan untuk berbagai macam makanan dan penggunaan peralatan, seperti sendok sayur, centong, dan sendok pembagi harus standar. (Istiyaningsih dkk, 2020) .
Metodologi: Jenis kertas yang digunakan dalam makalah ini adalah kertas berbasis meja, dengan sumber makalah adalah Instalasi Gizi di Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. W. Z. Kupang, Johannes.
Hasil : Merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Profesor RSUD. W.Z. Kupang, Johannes. Presentasi tidak lengkap dan menu protein tidak tersedia selama 10 jam. Hal ini tercermin dari persentase presentase masing-masing sebesar 70% dan 30%. RSUD Prof. Dr. Beradasarkan Hasil Pengamatan sebagai Penelitian di Ruangan Anak W. Z. Johannes Kupang, seorang pastry chef yang sedang berlibur, menyajikan 10 menu berbeda. Rasio persentase terhadap berat protein masing-masing adalah 40% dan 60 %
Tingkat Kesukaan Es Cream Dengan Penambahan Labu Kuning (CUCURBITA MOSCHATA) dan Wortel Sebagai Makanan Fungsional Tinggi Serat Dan Vitamin A
Latar Belakang : Masalah kesehatan yang signifikan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, adalah kekurangan vitamin A (VAD). KVA dapat menyebabkan masalah penglihatan dan meningkatkan risiko kontaminasi pada anak-anak. Beta-karoten, yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A, banyak terdapat pada labu dan wortel. Tujuan Penelitian:
Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana menambahkan wortel ke es krim labu membantu menutupi kekurangan vitamin A.
Metode Penelitian : Ujian ini merupakan sidang dengan rencana Acak Keseluruhan (RAL). Terdapat tiga perlakuan penambahan labu kuning dan wortel yaitu P1 wortel (10 persen labu kuning; 90 gr), P2 wortel (20 persen labu kuning; 80 gr), dan P3 wortel (30 persen labu kuning; 70 gr). Uji organoleptik dilakukan oleh 30 dokter spesialis mahasiswa Politeknik Kesejahteraan Pelayanan Kupang. Uji ANOVA digunakan dalam analisis data untuk mengidentifikasi variasi pengobatan-ke-pengobatan yang signifikan.
Hasil: Berdasarkan uji organoleptik es krim dengan kandungan At P1 (10%), P2 (20%), dan P3, wortel dan labu kuning mempunyai tingkat kesukaan tertinggi terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa. Kategori “suka” memiliki rata-rata nilai organoleptik sebesar 4 yang ditunjukkan oleh rata-ratanya. Dari segi warna, aroma
, tekstur, dan rasa, uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata antar perlakuan (nilai P lebih besar dari 0,05).
Kesimpulannya: nilai gizi pure wortel yang ditambahkan ke es krim dihitung. Ketiga perlakuan tersebut menunjukkan bahwa panelis menyukai dan menerima P3. Nilai gizi yang tinggi dari es krim labu dikombinasikan dengan pengobatan P3 menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk mengatasi kekurangan vitamin A.
Kata Kunci : Kekurangan Vitamin A, es cream, labu kuning,wortel, Beta- Karoten, Organoleptik
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. H. B G4p3a0ah3 Dengan Resiko Tinggi, Di Puskesmas Oesao Tanggal 17 Februari S/D 30 Maret 2024
Latar Belakang: Asuhan Kebidanan adalah rangkaian kegiatan yang berdasar pada proses pengambilan keputusan dan tindakan yang di lakukan Bidan dengan wewenang dan ruang linggkup praktiknya. Asuhan kebidanan berkelanjutan adalah asuhan kebidanan yang dilakukan mulai Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), dan Bayi Baru Lahir secara berkelanjutan.Asuhan kebidanan berkelanjutan merupakan salah Upaya untuk mendukung SDG ketiga yakni untuk memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan semua orang dari segala usia. Data Dinas Kesehatan Kota Kupang, AKI Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan negara di kawasan ASEAN. Pada tahun 2021, kematian ibu di Indonesia meningkat 300 kasus dari tahun 2020 menjadi sekitar 4.400. Pada tahun 2021 angka kematian anak meningkat dari 26.000 menjadi 44.000 pada.Angka Kematian Ibu (AKI) di Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah 49 kasus pada tahun 2021, dan angka kematian anak sebanyak 744 kasus.Tujuan: Mampu memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif Asuhan Kebinan Berkelanjutan Pada Ny H.B G4P3A0AH3 Dengan Resiko Tinggi di Puskesmas Oesao Tanggal 17 Februari S/D 30 Maret 2024 dengan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan.Metode Penelitian: Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan pada Ny.H.B di Puskesmas Oesao,teknik pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder.Hasil: Ny H.B G4P3A0AH3 Dengan Resiko Tinggi di Puskesmas Oesao Tanggal 17 Februari S/D 30 Maret 2024 dilakukan kunjungan rumah 2 kali dengan asuhan kebidanan, ibu bersalin normal tanggal 29 Februari 2024 usia kehamilan 39-40 minggu, pertolongan persalinan 60 langkah APN,bayi lahir menangis kuat,bergerak aktif, dan warna kulit merah muda,melakukan IMD,menjaga kehangatan dan perawatan tali pusat,melakukan KN 3 kali.Masa nifas involusi uterus baik dilakukan KF 4 kali dan diberikan asuhan sesuai kebutuhan ibu dan konseling KB,ibu memilih metode KB Suntik 3 bulan. Simpulan: Ny. H.B selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, proses persalinan normal, bayi sehat, masa nifas involusi berjalan normal dan koseling KB. Ibu memilih metode kb suntik 3 bulan
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.N.M G2P1A0AH0 Di Puskesmas Pembantu Lasiana Tanggal 13 Februari s/d 22 April 2024
Latar Belakang: Penyebab kematian ibu di Indonesia didominasi oleh tiga penyebab utama kematian yaitu perdarahan, hipertensi dalam kehamilan dan infeksi. Hal ini terjadi karena minimnya kesadaran dan pengetahuan ibu serta keluarga akan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur, masih rendahnya angka persalinan di fasilitas kesehatan, rendahnya pemeriksaan pada masa nifas serta kurangnya askes terhadap fasilitas kesehatan. Sementara itu penyebab angka kematian bayi yaitu dimana masih banyak ibu yang tidak melakukan pemeriksaan ANC. Tujuan: Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny N. M G2P1A0AH0 Di Puskesmas Pembantu Lasian Periode 13 Februari s/d 22 April 2024”. Metode: Penelitian menggunakan metode studi penelahan kasus yang terdiri dari unit tunggal, yang berarti penelitian ini dilakukan pada seorang ibu dalam menjalani kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Lokasi studi kasus di Puskesmas Pembantu Lasiana, subjek studi kasus adalah Ny N. M, dilaksanakan pada tanggal 13 Februari s/d 22 Maret 2024 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP, Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil: Ny.N. M G2P1A0AHA0 usia kehamilan 36 minggu janin tunggal hidup,intra uterin, letak kepala,keaadaan ibu dan janin baik, dilakukan kunjungan 3 kali dengan asuhan kebidanan, ibu bersalin normal tanggal 2 Maret 2024 usia kehamilan 38-39 minggu, dilakukan pertolongan persalinan 60 langkah APN, bayi lahir menangis kuat,bergerak aktif, dan warna kulit merah muda, melakukan IMD, menjaga kehangatan dan perawatan tali pusat, melakukan KN 3 kali, Masa nifas involusi uterus baik dilakukan KF 4 kali dengan diberikan asuhan sesuai kebutuhan ibu dan konseling KB, ibu memilih metode KB suntik 3 bulan. Simpulan: Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan dengan baik. Ibu memilih metode KB suntik 3 bulan
Gambaran Penerapan Kompres Hangat Daun Kelor Dalam Menurunkan Kadar Asam Urat Di Panti Sosial Tresna Werdha Budhi Agung Kota Kupang
Latar Belakang: Asam urat adalah radang sendi inflamasi kronis yang diketahui menyebabkan nyeri sendi episodik yang parah, sering memengaruhi jempol kaki, tetapi juga memengaruhi sendi lain seperti kaki, pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jaringan lunak. Pengelolaan nyeri yang efektif dan aman menjadi sangat penting, mengingat lanjut usia rentan terhadap efek samping obat-obatan analgesik. Tujuan Penelitian: mengevaluasi efektivitas penerapan kompres hangat daun kelor (Moringa oleifera) dalam menurunkan kadar asam urat di Panti Sosial Tresna Werdha Budhi Agung Kota Kupang. Metode Penelitian: Desain studi kasus yang digunakan dalam Karya Ilmiah Akhir Ners ini yaitu metode deskriptif. Penelitian dilakukan pada tanggal 26-28 Juni 2024. Subjek dalam studi kasusini melibatkan 2 orang. Intervensi berupa penerapan kompres hangat daun kelor dilakukan selama 20 menit setiap hari selama 3 hari. Pengukuran kadar asam urat dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala nyeri numerik. Hasil penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompres hangat daun kelor dapat menurunkan kadar asam urat pada kedua subjek, meskipun penurunan yang terukur sama yaitu sebesar 0,7 mg/dL. Kesimpulan: penerapan kompres hangat daun kelor dapat menjadi alternatif intervensi non-farmakologis yang efektif dan aman dalam menurukan asam urat pada lanjut usia. Disarankan agar intervensi ini dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai fasilitas kesehatan yang memberikan perawatan kepada lanjut usia
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. O.B G4P3A0AH3 Usia Kehamilan 36 Minggu 4 Hari di Puskesmas Oemasi tanggal 26 Februari s/d 29 April 2024
Latar Belakang : Berdasarkan hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) memunjukkan AKI Provinsi NTT sebesar 539 per 100.000 Kelahiran Hidup dan AKB Provinsi NTT sebesar 45 per 1.000 Kelahiran Hidup. Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Kupang mengalami penurunan pada tahun 2019 bila dibandingkan dengan AKI pada tahun 2020. Tahun 2021 Angka Kematian Ibu (AKI) dari data yang dikumpulkan bidang kesehatan keluarga terdapat 6 kasus dari 6878 Kelahiran Hidup (Achadi, 2019). Hasil laporan KIA Puskesmas Oemasi yang didapatkan penullis, tercatat bahwa pada tahun 2023 tidak terjadi kematian ibu (0,00%). Kemudian untuk AKB dan AKBA pada tahun 2023 di Puskesmas Oemasi berjumlah 11 orang dengan rincian 6 bayi mengalami Intrauterine fetal death (IUFD), neonatus meninggal 3 orang dan balita meninggal berjumlah 2 orang. Dari hasil Pencapaian pelayanan KIA (K1,K4,Persalinan, KN dan KF) di Puskesmas Oemasi tahun 2023 semuanya ternyata masih dibawah target yang ditentukan karena masih minimnnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti anjuran nakes. Tujuan : Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny. O.B G4P3A0AH3 Di Puskesmas Oemasi Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang Periode 26 Februari s/d 29 April 2024”. Metode : Penelitian menggunakan metode studi penelaahan kasus yang terdiri dari unit tunggal, yang berarti penelitian ini dilakukan pada seorang ibu dalam menjalani kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Lokasi studi kasus di Puskesmas Oemasi, subjek studi kasus adalah Ny. O.B, dilaksanakan pada tanggal 26 Februari s/d 29 April 2024 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP, Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil dan Pembahasan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. O.B penulis mendapatkan hasil yaitu Ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran, dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit, persalinan berjalan normal serta kunjungan bayi baru lahir dan postpartum berjalan dengan normal dan tidak ada penyulit. Simpulan : Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan dengan baik
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny P.Y G3P1A1AH1 Usia Kehamilan 37 Minggu Di TPMB Margarida C. Lay Tanggal 05 Februaari S/D 31 Maret 2024
Latar Belakang Asuhan kebidanan berkelanjutan adalah asuhan kebidanan yang dilakukan mulai
Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), dan Bayi Baru Lahir secara
berkelanjutan pada pasien. Menurut (Profil Kesehatan Indonesia, 2021), jumlah kematian ibu pada
3 tahun terakhir mengalami peningkatan menjadi 7.839 pada tahun 2021. Sementara itu, angka
kematian anak meningkat dari 26.000 menjadi 44.000 pada tahun 2021. Angka Kematian Ibu
(AKI) di Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah 49 kasus pada tahun 2021, sedangkan angka
kematian anak sebanyak 744 kasus (Dinas Kesehatan NTT, 2019). Tujuan : Menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.P.Y di TPMB Margarida C.Lay periode 05 Februari sampai dengan 31 Maret 2024 dengan metode pendokumentasian SOAP. Metode : Jenis studi kasus yang dilakukan adalah penelaahan kasus, subyek kasus yaitu Ny.P.Y G3P1A1AH1 di TPMB Margarida C.Lay, teknik pengumpulan data menggunakan data primer meliputi pemeriksaan fisik, wawancara, dan observasi sedangkan data sekunder meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.P.Y penulis mendapatkan hasil dimana kehamilan, ibu melakukan kunjungan berjalan normal, kunjungan postpartum serta kunjungan pada bayi baru lahir berjalan normal tidak terdapat penyulit. Pada asuhan keluarga berencana ibu memilih menggunakan metode KB sederhana
Kesimpulan : Setelah melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu mulai dari masa
kehamilan sampai bersalin, ibu dan bayi dalam kondisi yang sehat dan ibu mau menerima dan
mengikuti anjuran yang diberikan
Pengetahuan Dan Tindakan Masyarakat Tentang Pengelolaan Sampah Di Rt 019 / Rw 005 Kelurahan Kuanino Kota Kupang
Sampah ialah barang buangan yang sudah tidak terpakai lagi sebagaimana fungsinya semula. Di kota-kota besar hampir tidak ada tanah yang dapat dipergunakan untuk pembuangan sampah. Padatnya penduduk dan sempitnya wilayah pemukiman ditambah lagi dengan aktifitas manusia di kota, menyebabkan tumpukan sampah sangat dirasakan.
Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran tingkat pengetahuan dan tindakan tentang pengelolaan sampah di Kelurahan. Rancangan penelitian menggunakan cross-sectional yaitu vaiabel pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan dalam waktu yang sama.
Hasil penelitian pengetahuan masyarakat tentang pewadahan kategori baik 25%, cukup 25%, kuarang 1%. Tentang pemilahan kategori baik 30%, cukup 15% dan kurang 6%. Tentang pengumpulan kategori baik 46%, cukup 4% dan kurang 2%. Sedangkan untuk Tindakan masyarakat tentang pewadahan kategori baik 17%, cukup 11%, kuarang 23%. Tentang pemilahan kategori baik 9%, cukup 15% dan kurang 27%. Tentang pengumpulan kategori baik 14%, cukup 22% dan kurang 55%.
Pengetahuan masyarakat tentang pewadahan, pemilahan, pengumpulan termasuk dalam kategori baik, sedangkan tindakan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat termasuk dalam kategori baik, tindakan masyarakat tentang pewadahan, pemilahan, pengumpulan termasuk dalam kategori kurang.
meningkatkan pemahaman dan kesadaran diri terkait pengelolaan sampah dimasing rumah mulai dari kondisi tempat sampah, cara memilah sampah sesuai jenisnya, dan cara mengumpulkan sampah yang baik dan benar, Bagi instansi seperti dinas kebersihan atau puskesmas Melakukan sosialisasi terkait pengelolaan sampah yang meliputi pewadahan, pemilahan, dan pengumpulan kegiatan penyuluhan guna meningkatkan pemahaman dan tindakan dalam pengelolaan sampah.Kata Kunci : Pengetahuan, Tindakan, pewadahan, pemilahan, pengumpulan Kepustakaan : 10 buah ( 2001- 2022