Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Ny.M.R DENGAN DIAGNOSA MEDIS STROKE NON HEMORAGIC DI RUANG PENYAKIT DALAM III RSUD ENDE
Stroke merupakan masalah kesehatan yang sering di temukan pada masyarakat baik di negara maju maupun berkembang termasuk Indonesia. Stroke termasuk penyakit tidak menular yang serius dengan serangan akut yang menyebabkan kematian dalam waktu yang singkat atau kecacatan seumur hidup. Menurut WHO tahun 2018, sekitar 7,75 juta orang di dunia meninggal karena stroke. Setiap tahun lebih dari 795.000 orang yang mengalami stroke berulang, di antaranya 87% atau sekitar 691.650 orang adalah iskemik, 10 % atau 79.000 orang adalah ICHS ( Intracerebral Hemorrhagie ), dan 3% atau 23.850 adalah SAHS ( Subarachnoid Hemorrhagic
Tujuan studi kasus agar dapat menerapkan asuhan keperawatan pada Ny.M.R dengan diagnosa medis stroke non hemoragik di Ruangan Penyakit Dalam III RSUD Ende.
Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi keperawatan.
Hasil Studi Kasus Ny.M.R dilaksanakan berdasarkan pendekatan proses keperawatan. Pada pengkajian di temukan data Pada pengkajian ditemukan pasien merasa lemah, pusing, tidak bisa bicara (afasia), kaki dan tangan kanan tidak bisa digerakan (hemiparese dextra). Masalah keperawatan yang muncul pada kasus Ny.M.R adalah resiko perfusi serebral tidak efektif berhubungan dengan hipertensi hiperkolesteronemia, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskular, gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan penurunan sirkulasi serebral.
Intervensi keperawatan dilakukan berdasarkan masalah keperawatan. implementasi dilakukan selama 3 hari dan didapatkan masalah keperawatan sebagian teratasi.
Oleh karena itu pasien stroke non hemoragik sebaiknya memodifikasi gaya hidup yang lebih sehat dengan menghindari faktor –faktor yang dapat memperburuk stroke non hemoragik
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. H. Y DENGAN DIAGNOSA MEDIS CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DI RUANG RPD III RSUD ENDE
Congestive Heart Failure (CHF) adalah ketidakmampuan jantung mempertahankan curah jantung yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik dan oksigen dalam jaringan meskipun aliran balik vena yang memadai. Congestive Heart Failure (CHF) merupakan salah satu penyakit jantung yang terus meningkat kejadian dan prevalensinya setiap tahun. Hal ini mengakibatkan angka kesakitan dan kematian CHF masih terus mengalami peningkatan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan asuhan keperawatan pada Tn. H. Y dengan diagnosa medis Congestive Heart Failure (CHF).
Metode Pengumpulan data dilakukan dengan sistem wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentsi. Metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi keperawatan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pasien mengalami penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan afterload, perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan aliran arteri atau/vena, hipervolemia berhubungan dengan gangguan mekanisme regulasi, dan intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan. Dalam hal ini intervensi yang dilakukan yaitu perawatan jantung, perawatan sirkulasi, manajemen hipervolemia, dan manajemen energi. Implementasi dilakukan selama 3 hari sehingga berdasarkan hasil evaluasi pada hari ketiga penurunan curah jantung sebagian teratasi, perfusi perifer tidak efektif sebagian teratasi, hipervolemia sebagian teratasi, dn intoleransi aktivitas sebagian teratasi
Edukasi Pemberian Makanan Bergizi Pada Anak Stunting Dengan Masalah Defisit Nutrisi di Desa Maderi Puskesmas Lawonda
Latar Belakang: Stunting atau pendek merupakan status gizi yang didasarkan pada indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan z-score kurang dari -2SD (standar deviasi). Berdasarkan hasil pengukuran status gizi balita di kabupaten Sumba Tengah khususnya di Wilayah Maderi Puskesmas Lawonda tahun 2022-2023 pada bulan februari menurun dengan jumlah 49 anak dari 881 sasaran dan pada bulan agustus 36 anak dari 892 sasaran.Tujuan : Mengetahui gambaran Studi Kasus Penerapan Edukasi Pemberian Makanan Bergizi Pada Anak Stunting Dengan Masalah Defisit Nutrisi Di Desa Maderi Wilayah Kerja Puskesmas Lawonda. Metode: Metode digunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga dengan 1 klien di Desa Maderi Wilayah Kerja Puskesmas Lawonda sesuai kriteria insklusi keluarga memiliki anak berusia 2 tahun mengalami masalah stunting. Pengumpulan data, menggunakan format asuhan keperawatan keluarga meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil: Bersarkan hasil pengkajian pada klien diperoleh diagnosa keperawatan berdasarkan masalah yang ditemukan yaitu defisit nutrisi dan defisit penegetahuan, perencanaan dan pelaksanaan dilakukan sesuai dengan kebutuhan klien.Evaluasi klien semua teratasi pada hari ke-3. Kesimpulan: Keberhasilan perawatan anak dengan stunting bergantung pada peran serta keluarga dalam merawat dan memelihara kesehatan untuk membantu pemulihan dan pencegahan masalah stunting
Kata Kunci: Stunting, Asuhan Keperawatan Keluarg
Penerapan Intervensi Kompres Dingin Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut di Ruangan Kemuning RSUD Umbu Rara Meha Waingapu
Pendahuluan: Sectio Caesarea adalah suatu tindakan pembedahan dengan cara memberikan sayatan pada dinding depan uterus untuk membantu proses persalinan, masalah yang biasanya muncul setelah dilakukan proses Sectio Caesarea yaitu nyeri karena adanya pembedahan insisi pada dinding perut dan dinding rahim mengakibatkan kesinambungan jaringan yang terputus. Nyeri post operasi menyebabkan pasien mengalami kesulitan untuk tidur, dan menimbulkan komplikasi, salah satunya adalah terhambatnya proses penyembuhan luka. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengatasi nyeri yang dialami pasien post apendektomi adalah terapi non farmakalogis kompres dingin. Tujuan: tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menerapkan intervensi kompres dingin pada pasien post operasi sectio caesarea dengan masalah keperawatan nyeri akut. Metode: studi kasus dengan pendekatan penelitian yang bersifat kualitif yang memungkinkan peneliti untuk menyelidiki peristiwa, situasi spesifik, lebih lanjut studi kasus hanya fokus pada satu unit, dimana unit tersebut merujuk pada individu, keluarga, kelompok, kounitas atau suatu instansi. Hasil: berdasarkan hasil analisa data pada klien diperoleh diagnosa keperawatan nyeri akut dengan keluhan nyeri pada bekas luka operasi skala 6 dan tampak meringis. Setelah dilakukan tindakkan keperawatan selama 3x24 jam nyeri akut teratasi yang ditandai dengan keluhan nyeri menurun, gelisah menurun, meringis menurun. Perencanaan dan penlaksaan dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien serta evaluasi klien teratasi. Kesimpulan: berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, peneliti menyimpulkan bahwa intervensi kompres dingin pada pasien post operasi sectio caesarea dapat menurunkan nyeri, mencegah infeksi, dan mencegah pembengkakan luka.
Kata Kunci: Nyeri akut., sectio caesarea., kompres dingin., teknik nonfarmakolog
Penerapan Promosi Harga Diri Sebagai Upaya Kesiapan Peningkatan Konsep Diri Pada Anak Stunting
Pendahuluan: Stunting merupakan dampak gizi buruk yang menyebabkan tidak optimalnya pertumbuhan dan perkembangan anak (Widjayatri et al., 2020). Stunting adalah salah satu keadaan malnutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi masa lalu sehingga termasuk dalam masalah gizi yang bersifat kronis. Stunting merupakan suatu keadaan tinggi badan (TB) seseorang yang tidak sesuai dengan umur, yang penentuannya dilakukan dengan menghitung skor Z-indeks Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus yaitu menggambarkan atau mendeskripsikan asuhan keperawatan dengan Pemberian promosi harga diri yang dianalisis secara mendalam dan dilaporkan secara naratif dengan 1 pasien. anak umur 19 tahun. Hasil: setelah implementasi keperawatan selama 2 hari didapatkan peningkatan harga diri pasien yang ditampilkan secara verbal dan Gerakan tubuh. Peningktan pengetahuan dan perilaku dari pasien dan keluarga ditunjukkan saat evaluasi kepertawatan. Kesimpulan: edukasi Kesehatan peningkatan koping individu pada anak stunting dapat meningkatkan kepercayaan diri anak dan keluarga dalam aktifitas sosial sehari-hari.
Kata kunci: Stunting, Promosi harga diri, konsep dir
Implementasi Latihan Batuk Efektif Pada Pasien Pneumonia Dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif di Desa Mbatakapidu
Introduction: Objective: The aim of this case study is to implement an effective cough intervention in pneumonia patients with ineffective airway clearance problems. Method: Case study with a qualitative research approach which allows researchers to investigate specific events, situations, more case studies only focus on one further unit, where the unit refers to an individual, family, group, community or agency. Results: Based on the results of data analysis on patients, a diagnosis of ineffective airway clearance was obtained. After carrying out treatment for 3 x 24 hours, respiratory tract clearance improved as indicated by increased effective coughing, decreased sputum production, decreased wheezing, decreased dyspnea, decreased anxiety, improved respiratory frequency, improved breathing patterns. Planning and implementation are carried out according to patient needs and client evaluations are completed. Conclusion: Based on the results of research that has been carried out, researchers conclude that effective cough intervention can speed up the healing process
gambaran perilaku ibu rumah tangga dalam pengolahan air minum ibu rumah tangga di kelurahan bakunase
Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja terdapat 3 RT yang berjumlah 276 KK yang memanfaatkan mata air untuk memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari. Menurut data kasus dari Puskesmas Bakunase, kejadian diare di Kelurahan Bakunase, tahun 2021 sebanyak 164 kasus, tahun 2022 sebanyak 223 kasus. Hasil observasi di Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja terdapat 3 RT yang berjumlah 276 KK yang memanfaatkan mata air untuk memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku ibu rumah tangga dalam pengolahan air minum rumah tangga.
Jenis penelitian bersifat deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional study yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan ibu rumah tangga dalam pengolahan air minum rumah tangga, sikap ibu rummah tangga dalam pengolahan air minum rumah tangga, tindakan ibu rumah tangga dalam pengolahan air minum rumah tangga. Populasi dalam penelitian ini adalah 274 kepala keluarga yang ada di RT 13, RT 14 dan RT 15 Kelurahan Bakunase dan sampel penelitiannya sejumlah 70 kepala keluarga. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner untuk selanjutnya dianalisa secara deskriptif.
Hasil penelitian tentang perlaku ibu rumah tangga dalam pengolahan air di Kelurahan Bakunase menunjukkan bahwa 83% ibu rumah tangga memahami cara mengolah air minum dengan baik, 90 % ibu rumah tangga menunjukan sikap yang baik dalam mengolah air minum dan 93 % ibu rumah tangga menunjukan tindakan yang baik dalam mengolah air minum.
Diharapkan peningkatan pengetahuan melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan terkait pengolahan air minum rumah tangga perlu lebih ditingkatkan dan tetap menjaga sikap dan tindakan dalam mengolah air minum rumah tangga
PENERAPAN LATIHAN BATUK EFEKTIF DAN MANAJEMEN JALAN NAPAS PADA PASIEN TUBERCULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAINGAPU
Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan sering disebut sebagai bakteri tahan asam (BTA) (Malasari, 2020). Meskipun sebagian besar kasus TB menyerang paru-paru (TB paru), tetapi juga bisa mengenai organ tubuh lain (TB ekstraparu). Tujuan: Menerapkan Penerapan Latihan Batuk Efektif Dan Manajemen Jalan Napas Pada Pasien Tb Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Waingapu Kelurahan Kambajawa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dimana penelitian hanya bertujuan untuk melakukan pengamatan dan non eksperimental. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus yaitu menggambarkan atau mendeskripsikan asuhan keperawatan penerapan batuk efektif pada pasien TBC dengan bersihan jalan naps tidak efektif Di Wilayah Kerja Puskesmas Waingapu yang dianalisis secara mendalam dan dilaporkan secara naratif. Hasil: Mengacu pada intervensi dan implementasi dari hasil evaluasi di temukan pada satu subjek memiliki diagnosa keperawatan utama yaitu, bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahan,. Pada evaluasi subjek tersebut teratasi pada hari ketiga selama perawatan. Kesimpulan: Hasil Pengkajian di dapatkan sesak napas, batuk berdahak, lelah, susah tidur, Diagnosa keperawatan yang muncul pada subjek tersebut adalah bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahan Manajemen kesehatan keluarg tidak efektif berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga dalam memodifikasi lingkungan. Saran: hasil penelitian ini dapat di jadikan sebagai bahan informasi dan sebagai salah satu masukan bagi puskesmas untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
Kata kunci: TBC, Bersihan jalan nafas, Manajemen Jalan Napa
Hubungan kebiasaan sarapan, kebiasaan bermain game online dengan status gizi remaja di smkn 6 kota kupang
ReforsaCelianelTaopan “Hubungan Kebiasaan Sarapan, Kebiasaan Bermain Game Online Dengan Status Gizi Remaja Di SMK Negeri 6 Kota Kupang” Di Bimbing oleh Astuti Nur, S.GZ, M.Kes
Latar Belakang: Remaja berada dalam fase perkembangan penting di mana nutrisi yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan dan kesehatan mereka. Namun, perubahan gaya hidup, termasuk peningkatan game online dan pola makan yang tidak teratur, dapat mempengaruhi status gizi mereka. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara kebiasaan sarapan, game online, dan status gizi di kalangan siswa di SMK Negeri 6 Kota Kupang.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan, kebiasaan bermain game online dengan status gizi pada remaja di SMKN 6 Kota Kupang.
Metode Penelitian: Studi ini menggunakan desain cross-sectional, mengumpulkan data dari siswa melalui kuesioner dan pengukuran fisik tinggi dan berat badan. Analisis berfokus pada korelasi antara kebiasaan sarapan, frekuensi
game online, dan status gizi, menggunakan metode statistik untuk menafsirkan data yang dikumpulkan.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,2% siswa diklasifikasikan sebagai kekurangan gizi, sementara 55,1% memiliki status gizi yang baik, dan 1,7% kelebihan berat badan. Analisis mengungkapkan tidak ada hubungan yang
signifikan antara kebiasaan sarapan dan status gizi (nilai-p = 0,103). Meskipun sebagian besar siswa memiliki kebiasaan sarapan yang baik, ini tidak berkorelasi dengan hasil nutrisi yang optimal, menunjukkan bahwa faktor-faktor lain mungkin juga memainkan peran penting dalam menentukan status gizi.
Kesimpulan : Studi ini menyimpulkan bahwa sementara sarapan adalah makanan penting bagi remaja, itu saja tidak secara signifikan mempengaruhi status gizi mereka. Temuan ini menyoroti perlunya pendekatan komprehensif untuk
meningkatkan nutrisi remaja, dengan mempertimbangkan berbagai faktor gaya hidup, termasuk kebiasaan bermain game online dan pola makan secara
keseluruhan
Asuhan kebidanan berkelanjutan pada ny.m.t.i g3p2a0ah2 usia kehamilan 37 minggu janin tunggal hidup intra uteri keadaan ibu dan janin baik di puskesmas sikumana tanggal 13 s/d 30 maret 2024
“Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. M.T.I di Puskesmas Sikumana Periode 13 Februari sampai dengan 30 Maret 2024”
Latar Belakang:Penyebab langsung yang sering terjadi pada kematian ibu adalah perdarahan, hipertensi, dalam kehamilan dan infeksi sedangkan penyebab tidak langsung adalah ibu hamil yang terkena penyakit seperti tuberkulosis,malaria, penyakit jantung, anemia, malaria,dan penyakit lainnya.
Tujuan : Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny.M.T.I G3P2A0AH2 usia kehamilan 37 minggu janin tunggal hidup intra uteri keadaan ibu dan janin baik di
puskesmas sikumana periode 13 februari sampai dengan 30 maret 2024.
Metode : jenis studi kasus yang digunakan adalah metode studi kasus yang terdiri dari unit tunggal yaitu Ny.M.T.I teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer yang meliputi observasi dan wawancara sedangkan data yang sekunder yang meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi.
Hasil dan Pembahasan: Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.M.T.I penulis mendapatkan hasil yaitu Ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran, dalam pemberian
asuhan tidak terdapat penyulit, persalinan berjalan normal serta kunjungan bayi baru lahir dan postpartum berjalan dengan normal dan tidak ada penyulit.
Simpulan :Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan keluarga berencana asuhan dapat diberikan dengan baik