Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4410 research outputs found

    Penerapan Batuk Efektif Pada Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Waingapu

    No full text
    Pendahuluan: TB Paru merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Sumber penularan penyakit infeksi tersebut adalah melalui udara. Bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat menular ke manusia yang lain melalui percikan dahak (droplet). Berdasarkan data di wilayah kerja puskesmas pada tahun 2020 terdapat 1 kasus TB Paru ,tahun 2022 terdapat 3 kasus , dan pada tahun 2023 terdapat 3 kasus jadi untuk keseluruhan dari tahun 2021-2023 terdapat 7 kasus TB Paru desa mbatakapidu wilayah kerja puskesmas waingapu. Tujuan: Melakukan asuhan keperawatan dengan penerapan batuk efektif pada pasien Tuberkulosis Paru, Metode: Metode digunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga dengan 1 klien di Wilayah Kerja Puskesmas Waingapu Kabupaten Sumba Timur. Hasil: Penerapan batuk efektif dapat membantu pasien mengeluarkan dahak yang menghambat jalan napas klien. Masalah teratasi pada Tindakan keperawatan hari ke 3. Kesimpulan: Asuhan keperawatan berupa penerapan batuk efektif dapat membantu pasien TB-Paru dalam mengeluarkan sputum yang menhambat jalan napas sehingga frekuensi napas dapat Kembali normal. Kata kunci: TB Paru. Batuk efektif

    Intervensi Terapi Musik Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Gangguan Rasa Nyaman di Puskesmas Waingapu

    No full text
    Pendahuluan: Hipertensi adalah suatu keadaan yang menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi secara terus-menerus, dimana tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg atau lebih. Hal ini terjadi karena jantung bekerja lebih cepat memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi didalam tubuh. Tujuan: Mampu memberikan Intervensi terapi musik pada pasien hipertensi dengan masalah gangguan rasa nyaman di Desa Mbatakapidu, Wilayah Kerja Puskesmas Waingapu. Metode: Desain penelitian ini adalah studi kasus dengan Intervensi terapi musik pada pasien hipertensi yang memiliki masalah keperawatan gangguan rasa nyaman. Hasil: berdasarkan hasil yang di peroleh satu pasien yang dilakukan penelitian terapi musik klasik menunjukan bahwa ada perbedaan tekanan darah, sistolik 160 dan diastolik 100 sebelum dan setelah diberikan terapi musik klasik tekanan darah pada pasien mengalami perubahan tekanan darah 140/90 mmHg. Kesimpulan: Penerapan intervensi musik mengatasi gangguan rasa nyaman pada pasien hipertensi. Saran: Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan sebagai salah satu masukan bagi Puskesmas dalam meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan. Kata Kunci: Hipertensi, Gangguan rasa nyaman, Terapi musi

    Edukasi Diet Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Dengan Masalah Keperawatan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah

    No full text
    Pendahuluan: Diabetes Melitus adalah suatu penyakit kronis yang terjadi ketika kadar glukosa dalam darah manusia mengalami peningkatan akibat kekurangan insulin. Diabetes melitus merupakan suatu penyakit menahun berupa gangguan metabolik akibat kekurangan hormon insulin yang menyebabkan nilai glukosa darah meningkat diatas nilai normal. Tujuan: Mampu menerapkan implementasi edukasi diet pada pasien Diabetes Melitus tipe II dengan masalah keperawatan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah. Metode: Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan studi kasus untuk mendiskripsikan asuhan keperawatan dengan edukasi diet guna memperbaiki ketidakstabilan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus di wilayah kerja puskesmas waingapu. Metode ini dianalisis secara mendalam dan hasil penelitian dilaporkan dalam bentuk naratif. Hasil: berdasarkan hasil yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa setelah dilakukan implementasi selama 3 hari masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe II teratasi sebagian. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Edukasi Diet menunjukkan hasil yang signifikan pada pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan masalah keperawatan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah di Desa Mbatakapidu Wilayah Kerja Puskesmas Waingap

    PENERAPAN TERAPI INHALASI DAN BATUK EFEKTIF PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DENGAN MASALAH BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DIRUANGAN DAHLIA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UMBU RARA MEHA WAINGAPU

    Get PDF
    Pendahuluan:Tuberkulosis paru merupakan suatu kondisi infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh agen infeksi seperti bakteri, virus dan jamur. Infeksi ini terjadi pada alveoli yang mengakibatkan alveoli terisi oleh nanah dan cairan. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengimplementasikan terapi uap dengan minyak kayu putih pada pasien tuberculosis paru dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan pada pasien tuberculosis paru. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan pasien dengan tuberculosis paru yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi (perencanaan), implementasi (pelaksanaan), dan evaluasi. Hasil: berdasarkan hasil pengkajian pada pasien tuberkulosis paru dengan keluhan batuk berdahak,maka diperoleh diagnosa bersihan jalan napas tidak efektif di tandai dengan adanya keluhan batuk berdahak sulit dikeluarkan yang disertai dengan pengeluaran cairan bening seperti mukus dan tidak kental dari hidung dan terdengar bunyi napas tambahan ronchi. Selain itu, pada pasien ditemukan keluhan sesak napas. Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 3x24 jam bersihan jalan napas tidak efektif teratasi yang ditandai dengan keluhan sesak napas berkurang, dahak dapat dikeluarkan serta bunyi napas tambahan ronchi berkurang. Perencanaan dan pelaksanaan dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien serta evaluasi pasien teratasi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, penulis menyimpulkan bahwa intervensi pemberian terapi uap dengan minyak kayuh putih dan batuk efektif pada pasien tuberculosis paru dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif dapat mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan efektivitas pengobatan. Kata Kunci: tuberculosis, terapi uap, batuk efektif, bersihan jalan napas tidak efekti

    Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. H. K G2p1a0ah1 Uk 36-37 Minggu Di Puskesmas Oesao Tanggal 25 Januari S/D 30 Maret 2024

    Get PDF
    Latar Belakang: Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuti Of Care ) merupakan serangkaian kegiatan pelayanan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Asuhan kebidanan COC merupakan upaya untuk mendeteksi secara dini apabila terdapat penyulit atau kelainan dengan tujuan menyelamatkan ibu dan bayi dalam kehamilan, persalinan, nifas, sampai ibu menggunakan alat kontrasepsi. Angka Kematian Ibu dan Bayi di Nusa Tenggara Timur (NTT) di mana data di tahun 2021 menunjukkan terdapat 181 kematian ibu dan 955 kematian bayi, sehingga di perlukan Asuhan kebidanan berkelanjutan dari masa kehamilan sampai penggunaan alat kontrasepsi sebagai salah satu upaya untuk mengurangi serta menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.Tujuan Penelitian: Menerapkan Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan pada Ny. H. K di Puskesmas Oesao Periode 25 Januari-30 Maret 2024. Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi penelaahan kasus. Lokasi di Puskesmas Oesao, objek studi kasus adalah Ny. H. K yang di laksanakan pada tanggal 25 Januari-30 Maret 2024 dengan menggunkan format Asuhan Kebidanan pada ibu hamil dengan metode 7 Langkah Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunkan data primer dan data sekunder.Hasil: Setelah di lakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. H. K penulis mendapatkan hasil dimana ibu melakukan kunjungan sesuai dengan anjuran, dalam pemberian asuhan kebidanan tidak terdapat penyulit, persalinan berjalan dengan normal, kunjungan post partum serta kunjungan pada bayi baru lahir berjalan dengan normal dan konseling KB, Ibu memilih untuk menggunakan metoda Implan.Kesimpulan: Penulis telah menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny. H. K dan mendapatkan hasil dengan keluhan ibu selama masa ehamilannya dapat teratasi, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan yang memadai, masa nifas berjalan dengan normal, bayi sehat dan konseling alat kontrasepsi. Ibu memilih metode KB Implan

    Pengaruh Pemberian Terapi Bermain Mewarnai Gambar Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Prasekolah Yang Sedang Rawat Inap Di Ruang Anak Rsud Bajawa Kabupaten Ngada

    No full text
    Latar Belakang: Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan dan stress di mana hal itu diakibatkan karena adanya perpisahan, kehilangan kontrol, ketakutan mengenai kesakitan pada tubuh, serta nyeri dimana kondisi tersebut belum pernah dialami sebelumnya. Untuk mengurangi dampak kecemasan akibat hospitalisasi yang dialami anak diperlukan suatu media yang dapat mengungkapkan rasa cemas anak, salah satunya yaitu terapi bermain. Terapi bermain merupakan kegiatan untuk dapat membantu proses penyembuhan anak dan sarana dalam melanjutkan perkembangan yang optimal. Salah satu terapi bermain yang sesuai dengan usia anak prasekolah adalah terapi bermain mewarnai gambar. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian terapi bermain mewarnai gambar terhadap tingkat kecemasan anak prasekolah yang sedang rawat inap di Ruang Anak RSUD Bajawa. Metode Penelitian: Pra Experimental dengan rancangan/desain penelitian Pretest Posttest One Group. yang dilakukan di Ruang Anak RSUD Bajawa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2024. Populasi penelitian ini adalah semua anak usia prasekolah (3-6) tahun di Ruang Anak RSUD Bajawa. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 21 responden. Analisis data menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil Penelitian: nilai p value 0,000 < 0,05, artinya ada pengaruh pemberian terapi bermain mewarnai gambar terhadap tingkat kecemasan anak prasekolah yang sedang rawat inap di ruang anak RSUD Bajawa Kabupaten Ngada. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian terapi bermain mewarnai gambar terhadap tingkat kecemasan anak prasekolah yang sedang rawat inap di ruang anak RSUD Bajawa Kabupaten Ngada

    Efektifitas Penerapan Teknik Pernapasan Buteyko Terhadap Penurunan Gejala Asma Pada Pasien Asma Di Wilayah Kerja Puskesmas Aimere Kecamatan Aimere

    No full text
    Latar belakang: Asma merupakan penyakit kronis yang umum ditandai dengan terjadinya obstruks jalan napas reversibel, inflamasi, dan hiper responsif pada bronkus, yang dapat menyebabkan gangguan kualitas hidup. Gejala asma dapat dikendalikan dengan pengelolaan asma yang tepat,tidak hanya dengan pemberian farmakologi tetapi dapat juga menggunakan terapi non farmakologi yaitu dengan latihan pernapasa buteyko sehingga mengurangi keparahan yang terjadi. Tujuan Penelitian: Mengetahui keefektifitan penerapan teknik pernapasan buteyko terhadap penurunan gejala asma pada pasien asma di wilayah kerja puskesmas aimere kecamatan aimere. Metode Penelitian: Menggunakan penelitian kuantitatif yaitu suatu rancangan penelitian yang mengacu pada salah satu desain pre-experimental design,yaitu one group pretest-posttest design. Dengan sampel 24 sampel responden,teknik total sampling yang di lakukan pada bulan juli 2024. Hasil Penelitian: Ada pengaruh teknik pernapasan buteyko terhadap penurunan gejala asma pada pasien asma.Menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test pada pre test dan post test skor gejala asma dengan p-value 0,000 < 0,05,yang artinya secara signifikan menunjukan hipotesis diterima dan terdapat pengaruh penerapan teknik pernapasan buteyko terhadap penurunan gejala asma. Kesimpulan: Ada pengaruh teknik pernapasan buteyko terhadap penurunan gejala asma pada pasien asma di wilayah kerja Puskesmas Aimer

    Faktor -Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pengobatan Hipertensi Pada Lanjut Usia

    Get PDF
    Pendahuluan: Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Hipertensi sampai sekarang masih merupakan masalah kesehatan yang serius dan sulit diketahui penyebabnya dan penderitanya paling banyak pada populasi lanjut usia (lansia). Kepatuhan berobat merupakan faktor penting dalam mengontrol tekanan darah terutama pada pasien hipertensi lansia. Tujuan: Mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pada lansia dengan hipertensi. Metode: Kuantitatif dengan desain crosssectional. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 70 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner MMAS- 8. Hasil: Responden patuh pada pengobatan sebanyak 59 orang (84%) dan 11 responden (16%) tidak patuh. Uji ChiSquare menunjukkan tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan dan status pernikahan dengan kepatuhan pengobatan hipertensi. Kesimpulan: Sebagian besar lansia penderita hipertensi patuh dalam pengobatan hipertensi dan tidak ada hubungan karakteristik responden terhadap kepatuhan pengobatan hipertensi. Saran: Lansia penderita hipertensi harus mempertahankan kepatuhan pengobatan dan terus memelihara pola hidup sehat. kata kunci: hipertensi, kepatuhan, lanjut usi

    Edukasi Diet Pada Anak Stunting Dengan Masalah Keperawatan Risiko Gangguan Pertumbuhan di Wilayah Kerja Puskesmas Kanatang

    Get PDF
    Latar Belakang: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh dan kembang pada anak. Pertumbuhan mencakup peningkatan tinggi badan, berat badan. perkembangan meliputi kemampuan mental, fisik, emosional, dan sosial yang memengaruhi akibat kondisi stunting. Pertumbuhan dan perkembangan ini tidak akan tercapai secara maksimal pada balita dengan stunting.Tujuan: Penerapan Intervensi edukasi diet Pada Anak Stunting Dengan Masalah Keperawatan risiko gangguan pertumbuhan Metode: Deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Studi kasus yang menjadi pokok bahasan penelitian ini adalah penerapan intervensi edukasi diet pada anak stunting dengan masalah keperawatan risiko ganguan pertumbuhan Hasil: Berdasarkan hasil yang didapat dari analisa data dapatkan diagnosa keperawatan risiko ganguan pertumbuhan ditandai dengan penurunan berat badan, intervensi dan implementasi dilakukan selama tiga hari dengan edukasi diet gizi seimbang pada anak stunting,didapatkan hasil risiko ganguan pertumbuhan tidak terjadi dan keluarga dapat mengetahui dan mampu mengatur gizi anak agar seimbang.Kesimpulan: Edukasi diet pada anak stunting dengan masalah keperawatan risiko ganguan pertumbuhan ditandai dengan penurunan berat badan berhasil dilakukan dengan tiga hari inervensi sesuai perencanaan. Kata kunci: Stunting, Edukasi Diet

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NY.T.T DENGAN DIAGNOSA MEDIS STROKE NON HEMORAGIK DI RUANGAN PENYAKIT DALAM III RSUD ENDE

    Get PDF
    Hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan namun hanya dapat dikendalikan. Pengendalian tersebut baik pada tingkat populasi maupun perorangan. Pada tingkat populasi tingkat gaya hidup dengan menerapkan kerjasama antar sektor, melakukan pendekatan multi disiplin dan melibatkan masyarakat. Tujuan Penelitian ini mampu melaksanakan asuhan keperawatan pada Ny.I.S.K. dengan diagnosa medis Hipertensi di ruangan penyakit dalam (RPD) III RSUD Ende. Metode yang digunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi keperawatan. Hasil studi kasus Ny. I.S.K. dilaksanakan berdasarkan pendekatan proses keperawatan ditemukan pasien mengatakan pusing, nyeri kepala bagian belakang menjalar kedepan, skala nyeri 4, sifat nyeri hilang timbul, pasien mengatakan muntah satu kali, pasien mengatakan lemah, malam susah tidur, tidur tidak nyenyak, pelinglihatan buram, GCS 15, tekanan darah 180/90mmHg, nadi 94x/m, suhu 36,4°C, RR 20x/m, berat badan 55 Kg, tinggi 150 cm, IMT 24,4 Kg/cm, hasil pemeriksaan laboratorium natrium 148,6 mg/dl, chlorida 119,1mg/dl. Evaluasi dari proses asuhan keperawatan selama 3 hari didapatkan bahwa masalah resiko perfusi serebral tidak efektif berhubungan dengan penurunan kinerja kerja ventrikel kiri tidak terjadi, nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis teratasi, gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri teratasi, intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan teratasi

    2,326

    full texts

    4,410

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇