Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Gambaran Sistem Pelayanan Air Bersih Pdam Kota Kupang Di Rt/Rw 005/002 Kelurahan Oesapa Selatan
OVERVIEW OF THE CLEAN WATER SERVICE SYSTEM
KUPANG CITY PDAM AT RT 005 RW 002
SOUTH OESAPA VILLAGE
Thomas C Janggur, Ferry William Frangky Wangsir *)
*) Sanitation Study Program of the Ministry of Health, Kupang Health Polytechnic
This research aims to determine the physical quality and physical condition of pipes in RT/RW 005/002 South Oesapa Village, Kupang City, by observing a population of 45 points. Based on the random sampling method, 31 samples were selected which were then studied. This research used the parameters of color, smell, taste and pH of water to assess the physical quality of clean water. Data collection methods involve direct observation and the use of tools such as clear glass bottles and litmus paper. Data processing is carried out to measure the risk of contamination in piping facilities and the physical quality of water. The research results show that the physical quality of water in RT/RW 005/002 Oesapa Selatan Subdistrict meets the requirements based on four main parameters, namely color, smell, taste and pH. The condition of the piping facilities is classified as low and medium risk of contamination, with details of 11 targets being included in the low contamination risk level while the other 20 are classified as being in the medium contamination risk level. No facilities were found with a high or very high risk of contamination
Penerapan Senam Diabetes Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Dengan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah di Wilayah Kerja Puskesmas Waingapu
Latar belakang: Hiperglikemia dan hipoglikemia merupakan salah satu masalah bagi penderita Diabetes Melitus (DM), saat penderita diabetes melitus mengalami hipoglikemia menyebabkan suplai oksigen menuju otak kurang (hipoksia) gejala yang muncul seperti keringat dingin, paltipasi (berdebar-debar), gemetar, merasa lapar, penglihatan kabur dan juga sakit kepala. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan penerapan senam diabetes pada pasien diabetes melitus tipe II dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah di wilayah kerja puskesmas Waingapu. Metode: Pendekatam penelitian ini menggunakan studi kasus. Hasil: hari petama sampai ketiga di dapatkan hasil bahwa dengan melakukan edukasi latihan fisik dan senam diabetes kadar gula darah pasien turun, dan dengan melakukan edukasi kesehatan pada pasien di dapatkan bahwa keluarga lebih mengerti tentang penyakit DM. Kesimpulan: hasil pengkajian yang dilakukan serta analisa data didapatkan bahwa keluarga tidak mampu dalam merawat anggota keluarga yang sakit dan mengenal masalah penyakit DM. Diagnosa keperawatan yang muncul adalah ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit dan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah. Perencanaan tindakan keperawatan yang dilakukan pada partisipan sesuai dengan buku SIKI dan di sesuaikan juga dengan kondisi pasien dan keluarga, implementasi di lakukan 3 kali dalam 3 minggu tindakan yang dilakukan yaitu edukasi latihan fisik, penerapan senam kaki dan edukasi kesehatan.
Kata Kunci : Senam Diabetes, Kadar glukos
Penerapan Intervensi Mobilisasi Dini Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Dengan Masalah Gangguan Integritas Kulit
Pendahuluan: Sectio Caesarea adalah suatu metode melahirkan bayi dengan membuat sayatan besar pada dinding rahim melalui dinding perut, sayatan pada dinding perut akan menyebabkan luka besar dan dalam sehingga memerlukan penyembuhan yang lama. Sebagai upaya preventif untuk kondisi tersebut di perlukan perawatan yang dapat segera mempercepat penyembuhan luka pada pasien post operasi sectio caesarea, salah satunya yaitu dengan menganjurkan mobilisasi dini. Tujuan: tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menerapkan intervensi mobilisasi dini pada pasien post operasi sectio caesarea dengan masalah ganggguan integritas kulit. Metode: studi kasus dengan pendekatan penelitia yang bersifat kualitif yang memungkinkan peneliti untuk menyelidiki peristiwa, situasi spesifik, lebih lanjut studi kasus hanya fokus pada satu unit, dimana unit tersebut merujuk pada individu, keluarga, kelompok, kounitas atau suatu instansi. Hasil: Setelah dilakukan tindakkan keperawatan selama 3x24 jam gangguan integritas kulit teratasi yang ditandai dengan elastisitas meningkat, nyeri menurun, kemerahan menurun, hematoma menurun, suhu kulit membaik. Perencanaan dan penatalaksanaan dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien serta evaluasi klien teratasi. Kesimpulan: Intervensi mobilisasi dini pada pasien post operasi sectio caesarea dapat mempercepat proses penyembuhan luka.
Kata Kunci: Sectio Caesarea, mobilisasi dini
Studi Sanitasi Limbah Cair Di Puskesmas Oepoi Kota Kupang Tahun 2024
Air limbah Puskesmas adalah semua air buangan termasuk tinja yang berasal dari kegiatan Puskesmas, yang mungkinmengandung mikroorganisme, radio aktif, dan bahan beracun yangberbahaya bagi kesehatan sehingga harus diolah. Tujuan Penelitian Untuk Mengetahui Sanitasi Limbah Cair di Puskesmas Oepoi Kota Kupang Tahun 2024 Jenis Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu mengetahui gambaran tentang pengolahan limbah cair di Pukesmas Oepoi Kota Kupang Tahun 2024. Variabel penelitian Sarana Pembuangan air limbah (SPAL) dan Bak penampungan air limbah Hasil Penelitian menunjukan hasil inspeksi saran saluran pembuagan air limbah pada Puskesmas Oepoi tahaun 2024 dinyatan memenuhi syarat sesuai karna semua kriteria terpenuhi dengan presentasi 100% dengan perbandingan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, dan hasil inspeksi bak penampungan limbah pada Puskesmas Oepoi tahaun 2024 dinyatan memenuhi syarat sesuai karna semua kriteria terpenuhi dengan presentasi 87% dengan perbandingan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023.Dapat disimpulkan bahwa saluran pembuangan dan bak penampungan air limbah di puskesmas Oepoi Kategori memenuhi syarat. Disarankan untuk menjaga dan merawat kualitas saluran pembuangan air limbah agar tidak ada kerusakan secara fisik, dan menjaga kualitas air limbah dengan melakukan pemeriksaan parameter kimia dan biologi
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. N. A. R DENGAN DIAGNOSA MEDIS CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF)DI RUANGAN PENYAKIT DALAM III RSUD ENDE
Latar Belakang Congestive Heart Failure (CHF) adalah ketidakmampuan jantung mempertahankan curah jantung yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik dan oksigen dalam jaringan meskipun aliran balik vena yang memadai.
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan pada Ny. N. A. R dengan diagnosa medis CHF di Ruangan Penyakit Dalam lll Rumah Sakit Umum Daerah Ende
Metode yang dilakukan dalam Karya Tulis Ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi keperawatan.
Hasil pengkajian yang dilakukan pada Ny. N. A. R ditemukan nyeri dada sebelah kiri, menyebar sampai ke belakang, sakit terus menerus, rasanya seperti ditindih beban berat, skala sedang 4-6, batuk hampir satu minggu, batuk sesekali, batuk ada dahak, merasa pusing, sesak napas, sulit tidur, cepat lelah dan merasa lemah ketika melakukan aktivitas, aktivitas dibantu oleh keluarga seperti mandi, berpakaian, ke toilet dan berpindah tempat, sesak napas saat melakukan aktivitas, ada retraksi dinding dada, bunyi napas ronchi, pernapasan 24×/menit, terpasang O2 nasal kanul 3 Lpm, terpasang stoper pada tangan kanan, keadaan umum lemah, kesadaran composmentis, klien mengatakan jarang untuk memperhatikan kesehatannya dan jarang mengontrol kesehatan di Puskesmas maupun di Rumah Sakit atau fasilitas kesehatan lainnya, obat yang diberikan dari Puskesmas klien tidak mengkonsumsi, klien mengatakan kurang mengerti tentang penyakit CHF, klien tidak mampu menjelaskan penyakit CHF. TTV : TD : 152/88 mmHg, N: 86×/menit, S : 36,2°C, RR : 24×/menit, SPO2 : 95%, CRT< 3 detik. Diagnosa keperawatan pada Ny. N. A. R yaitu penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan irama jantung, pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas, gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran alveolus-kapiler, nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik, intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, defisit pengetahuan berhubungan dengan ketidakpatuhan. Intervensi keperawatan sesuai dengan rencana keperawatan yang telah ditujukan untuk mengatasi untuk mengatasi masalah yang dialami pasien. Implementasi yang telah dilakukan penulis untuk mengatasi masalah yang dihadapi pasien sudah sesuai dengan intervensi yang direncanakan. Tindakan dilakukan dari tanggal 17, 18, 19 Juli 2024 yaitu enam diagnosa keperawatan yang muncul masalah. Masalah teratasi ada enam diagnosa yaitu penurunan curah jantung, pola napas tidak efektif , gangguan pertukaran gas, nyeri akut, intoleransi aktivitas dan defisit pengetahuan masalah teratasi.
Kesimpulan dari studi kasus ini adalah masalah pada Ny. N. A. R teratasi. Saran untuk pasien dan keluarga harus mengetahui cara perawatan CHF pada pasien dan berperan aktif dalam proses penyembuhan pasien
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Ny.L.K DENGAN DIAGNOSA MEDIS TUBERCULOSIS PARU DI RUANGAN PERAWATAN KHUSUS RSUD ENDE
Tuberculosis adalah penyakit yang disebabkan oleh Myctobacterium tuberculosis. Tuberculosis bisa menyerang bagian paru-paru dan dapat menyerang semua bagian tubuh
Karya tulis ilmiah ini bertujuan menggambarkan asuhan keperawatan penyakit Tuberculosis Paru pada pasien Ny. L.K di Ruangan Perawatan Khusus RSUD Ende. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan. Pengkajian pada Ny. L.K berfokus pada keluhan utama sesak nafas, riwayat kesehatan dahulu, pola-pola kesehatan, serta pemeriksaan fisik.
Hasil studi kasus Ny.L.K ditemukan masalah keperawatan Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahan, pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya nafas, gangguan pola tidur berhubungan dengan sesak napas,intoleransi aktivitas berhubungan dengankelemahan . Intervensi keperawatan yang dilakukan, berfokus pada masalah yang muncul, maka tindakan yang harus dilakukan yaitu observasi, mandiri, kolaborasi. Implementasi dilakukan mulai dari tanggal 17 Juni -19 Juni 2024 di ruang RPK RSUD Ende pada Tn.N.N hasil yang diperoleh bahwa masalah bersihan jalan nafas tidak efektif teratasi,pola napas tidak efektif teratasi,ganguan pola tidur teratasi,hipertermia teratasi. Setiap penderita TB paru berbeda-beda tanda dan gejalanya dari lamanya seseorang menderita dan lamanya pengobatan yang dialami pasien
ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA Ny. K.K DENGAN GANGGUAN KOGNITIF DI WILAYAH KELURAHAN ONEKORE
Lansia merupakan suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Menua merupakan proses sepanjang hidup, tidak hanya bisa dimulai dari suatu waktu tertentu, tetapi dimulai sejak permulaan kehidupan. Menjadi tua merupakan proses alamiah, yang berarti seseorang akan melewati tiga tahap dalamkehidupannya yaitu masa anak, dewasa dan juga tua.
Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan asuhan keperawatan pada Ny. K. K dengan gangguan kognitif
Metode pengumpulan data dilakukan dengan sistem wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi. Metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa klien mengalami gangguan memori, gangguan persepsi sensori dan ansietas. Dalam hal ini intervensi yang dilakukan yaitu senam otak. Implementasi dilakukan selama 3 hari sehingga berdasarkan hasil evaluasi pada hari ketiga masalah gangguan memori, gangguan persepsi sensori dan ansietas teratasi
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN TN.A.K DENGAN DIAGNOSA MEDIS HIPERTENSI DI RUANGAN PENYAKIT DALAM III RSUD ENDE
Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan namun hanya dapat dikendalikan. Pengendalian hipertensi merupakan sebuah proses yang rumit dan multi dimensi. Pengendalian tersebut maupun perorangan. Pada tingkat populasi tingkat gaya hidup dengan menerapkan kerjasama antar sektor, melakukan pendekatan multi disiplin dan melibatkan masyarakat. Sedangkan pada tingkat perorangan dengan menggunakan metode non farmakologi dan farmakologi. Tujuan: melaksanakan Asuhan Keperawatan Pada Tn.A.K dengan diagnosa medis hipertensi di Ruang Penyakit Dalam III RSUD Ende.
Metode: yang digunakan adalah studi kasus Asuhan Keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi atau perencanaan, implementasi dan evaluasi pada pasien dengan Hipertensi yang di rawat di Rumah Sakit Ende tanggal 20-22 Agustus 2024. Hasil : Pada Tn.A.K ditemukan tekanan darah 160/100 mmHg, Sakit kepala seperti di tusuk-tusk, penglihatan kabur,dengan CRT<3 detik. Masalah yang muncul yaitu : Nyeri Akut berhubungan dengan Agen Pencedera Fisiologis, Resiko perfusi serebral berhubungan dengan Kurang Pengetahuan,intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik ,Gangguan Pola Tidur berhubungan dengan hambatan lingkungan, intervensi keperawatan yang dilakukan berdasarkan masalah keperawatan. Implementasi dilakukan selama 3 hari dan hasil evaluasi yaitu : Setelah dilaksanakan implementasi selama 3 hari masalah keperawatan nyeri akut, resiko perfusi perifer tidak efektif sebagian tertasi , intoleransi aktivitas sebagian teratasi dan gangguan pola tidur sudah teratasi. Kesimpulan & saran: Oleh karena itu pasien Hipertensi sebaiknya memodifikasi gaya hidup yang lebih sehat dengan menghindari faktor-faktor yang dapat memperburuk hipertensi serta rutin mengkonsumsi obat secara teratur sesuai anjuran Di harapkan agar pasien hipertensi mempertahankan pola hidup yang seha
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN TN. “B. W” DENGAN DIAGNOSA MEDIS TUBERKULOSIS PARU DI RUANGAN PERAWATAN KHUSUS RSUD ENDE
Tuberculosis (TB) merupakan penyakit yang dapat menyerang semua usia, dan mampu mengancam nyawa, tuberkulosis ditularkan melalui transmisi droplet atau sekret yang mengandung bakteri microbacterium tuberculosis yang dihirup oleh individu yang sehat, menginfeksi organ pernapasan paru-paru yang menggangu mekanisme pernapasan dan dapat menyebabkan kematian. Studi ini bertujuan melakukan asuhan keperawatan pada Tn. B. W dan menganalisis kesenjangan antara teori dan kasus nyata tuberkulosis paru. Metode yang digunakan yaitu metode studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi keperawatan.
Pengkajian pada Tn. “B. W” berfokus pada keluhan utama sesak nafas, riwayat kesehatan dahulu, pola-pola kesehatan, serta pemeriksaan fisik. Berdasarkan hasil pengkajian, diagnosa keperawatan yang diangkat pada kasus yaitu pola napas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas, defisit nutrisi berhubungan dengan peningkatan kebutuhan metabolisme dan intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan. Intervensi yang disusun berdasarkan masalah keperawatan meliputi manajemen pola napas, manajemen nutrisi dan manajemen energi. Implementasi dilakukan selama 3 hari mulai dari tanggal 9-11 Mei 2024 di ruang RPK RSUD Ende pada Tn.“B. W” hasil yang diperoleh bahwa masalah pola napas tidak efektif sebagian teratasi, masalah defisit nutrisi sebagian teratasi, dan masalah intoleransi aktivitas sebagian teratasi. Setiap penderita TB paru berbeda-beda tanda dan gejalanya dari lamanya seseorang menderita dan lamanya pengobatan yang dialami pasien
Edukasi Diet Pada Pasien Hipertensi Dengan Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif di Ruangan Dahlia RSUD Umbu Rara Meha Waingapu
Latar Belakang : Hipertensi merupakan perubahan tekanan darah yang ditandai dengan kenaikan tekanan sistolik > 140 mmHg atau tekanan darah diastolik > 90 mmHg. Diet merupakan salah satu factor penting dalam mencegah Hipetensi.
Metode: Penilitian ini mengunakan pendekatan studi kasus melalui asuhan keperawatan pada pasien denagn Hipertensi. Hasil: Edukasi tentang diet Hipertensi dapat menambah pengetahuan pasien dalam mencegah dan mengontrol tekanan darah. Kesimpulan: hasil intervensi keperawatan berupa edukasi Kesehatan tentang diet Hipertensi dapat meningkatkan pengetahuan pasien dalam mengotrol tekanan darah agar tetap berada pada level yang normal. Saran : Bagi pasien dan keluarga dalam pengobatan hipertensi, keluarga memiliki peran penting untuk melakukan pemantauan pada aktivitas dan diet pasien.
Kata Kunci : Edukasi Diet, Hipertens