Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Inventarisasi Tanaman Berkhasiat Obat Sebagai Antihipertensi Di Desa Ponain Rt 008/ Rw 004 Kabupaten Kupang
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi yang tinggi sehingga menjadi permasalahan kesehatan paling penting di dunia. Hipertensi berpotensi menyebabkan kondisi komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal sehingga dapat menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Tujuan Penelitian ini : Untuk mengetahui pemanfaaatan tanaman obat tradisional yang digunakan untuk pengobatan antihipertensi meliputi nama
tanaman, bagian tanaman yang digunakan, proses pengolahan cara penggunaan dan khasiat. jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana, data di peroleh dari
hasil wawancara dan pengamatan langsung pada responden. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil wawancara dengan 15 responden diperoleh 24 tanaman yang digunakan oleh penduduk di RT 008/ RW 004 Desa Ponain. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan yaitu bagian daun dan cara penggunaan yang paling sering adalah direbus dan diminum. Simpulan : Tanaman yang berhasil diinventarisasi sebanyak 24 tanaman, diantaranya 14 tanaman yang digunakan secara tungggal dan 10 tanaman yang digunakan secara kombinasi. Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun (Folium), Akar (Radix), Buah (Fructus ), dan Kulit (Cutis). Aturan pakai yang digunakan adalah 1x sehari, 2x sehari, dan 3x sehari
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.A.O G3 P2 A0 Ah2 Usia Kehamilan 36 Minggu 4 Hari Di Puskesmas Pembantu Namosain Tanggal 29 Januari S/D 15 Maret2024
Arniati Susanti Ina([email protected])
“Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.A.O G3P2A0AH2 Usia kehamilan 36 minggu 4 hari keadaan ibu dan janin baik Di Puskesmas Pembantu Namosain Periode 29 Januari s/d 15 Maret 2024”.Latar Belakang: Asuhan kebidanan berkelanjutan merupakan layanan kebidanan melalui model pelayanan berkelanjutan pada perempuan sepanjang masa kehamilan, persalinan, nifas dan keluarga berencana. Upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) menjadi semakin berat.Tujuan: Untuk menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. A.O di Pustu Namosain. Kecamatan Alak periode 29 Januari Sampai Dengan 15 Maret 2024.Metode: jenis studi kasus menggunakan studi penelahan kasus dengan subyek Ny. A.O di Pustu Namosain teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang meliputi pemeriksaan fisik, wawancara, dan observasi sedangkan data sekunder meliputi keputusan dan studi dokumentasi.Hasil: setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. A.O penulis mendapatkan hasil dimana kehamilan, ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran, dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit, persalinan berjalan normal, kunjungan postpartum serta kunjungan pada bayi baru lahir berjalan normal dan tidak terdapat penyulit.Simpulan: setelah melakukan semua asuhan dari kehamilan, persalinan, nifas, kunjungan nifas (KF), Kunjungan Neonatus, dan pelayanan KB keadaan ibu dan bayi sehat dan normal.Kata Kunci: Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Kehamilan,Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir dan KB)
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny M.P G3P1A1AH1 UK 39 Minggu Dengan Kehamilan Resiko Tinggi Di Tpmb Elim Suek Pada Tanggal 05 Maret s/d 06 Mei 2024
Latar Belakang: Profil Dinas kesehatan Provinsi NTT tahun 2021 dan 2022. Provinsi NTT saat ini sedang berupaya maksimal menurunkan kasus kematian Ibu dan bayi, data tahun 2021 menunjukan terdapat 181 kematian ibu dan 955 kematian bayi. Data terbaru per Juni 2022 terdapat 63 kematian ibu dan 426 kematian bayi dengan jumlah Ibu Hamil 40.783 ibu dan ibu bersalin sebanyak 37.480 ibu. Penyebab kematian ibu adalah gangguan hipertensi selama masa kehamilan dan ibu mengalami perdarahan saat melahirkan. Penyebab kematian adalah BBLR (Profil NNT,2022). Upaya yang dapat dilakukan untuk menekan AKI dan AKB yaitu dengan terlaksananya pemeriksaan Continuity of Care (COC).Pelayanan yang dicapai dalam Asuhan Continuity of Care (COC) adalah ketika terjalin hubungan dengan terus menerus antara seorang ibu dan bidan. Asuhan berkelanjutan berkaitan dengan tenaga profesional kesehatan, pelayanan kebidanan dilakukan mulai dari prakonsepsi, awal kehamilan, selama trimester I hingga trimester III, dan melahirkan sampai 6 minggu pertama postpartum..
Tujuan Penelitian:Menerapkan Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan pada Ny. M.P di Klinik Elim Suek Periode 05 Maret– 06 Mei 2024
Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi penelaahan kasus. Lokasi di Puskesmas Oesapa, objek studi kasus adalah Ny. M.P yang di laksanakan pada tanggal 05 Maret sampai dengan 06 Mei 2024 dengan menggunkan format Asuhan Kebidanan pada ibu hamil dengan metode 7 Langkah Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunkan data primer dan data sekunder.
Hasil: Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. M.P penulis mendapatkan hasil dimana ibu melakukan kunjungan sesuai dengan anjuran, dalam pemberian asuhan kebidanan tidak terdapat penyulit, persalinan berjalan dengan normal, kunjungan postpartum serta kunjungan pada bayi baru lahir berjalan dengan normal dan konseling KB, ibu memilih untuk tidak menggunakan KB.
Kesimpulan: Penulis telah menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny.M.P yang ditandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama masa kehamilannya dapat teratasi, masa neonatus dan nifas berjalan dengan normal, bayi sehat dan ibu tidak ingin menggunakan kb
Pemberian Minum Air Hangat Dan Penerapan Fisioterapi Dada (Perkusi, Clapping, Vibrasi, Postural Drainage) Pada Anak Dengan Masalah Respirasi Di Rsud Prof. Dr. W. Z Johannes Kupang
Latar belakang: Anak dengan pneumonia memiliki masalah yaitu adanya penumpukan sputum pada saluran pernapasan (Purnama, 2016) pasien dapat memproduksi banyak mukus dan pengentalan cairan alveolar (DiGiulio, 2014), peningkatan produksi sputum ini yang akan menyebabkan gangguan bersihan jalan nafas. Dari permasalahan ini maka penatalaksanaan untuk masalah respirasi pada anak yaitu dengan menggunakan intervensi manajemen jalan napas, dengan tindakan mandiri yang diberikan adalah pemberian minum air hangat dan juga fisioterapi dada yang terdiri dari (perkusi, clapping, vibrasi, dan juga postural drainage) Tujuan: untuk mengeluarkan sekret pada jalan napas sehingga pasien tidak mengalami sumbatan jalan napas yang bisa mengganggu pertukaran oksigennya. Metode: penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil Penelitian: hasil penelitian pada dua responden yaitu didapatkan hasil terjadi peningkatan bersihan jalan napas setelah 7 hari dilakukan pemberian minum air hangat dan intervensi fisioterapi dada yang ditunjukan dengan ke dua responden dapat mengeluarkan sputumnya, dengan hsil pada responden pertama RR 54x/menit, nadi 133x/menit, SPO2 95%, suhu 36,70c, tidak terdengar ronkhi, tidak ada batuk dan hasil pada responden ke dua RR 20x/menit, nadi 115x/menit, SPO2 96%, suhu 360 c, tidak terdengar ronkhi dan tidak lagi batuk. Kesimpulan: tindakan pemberian minum air hangat dan penerapan fisioterapi dada efektif dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada anak dengan pneumonia
Inventarisasi Tanaman Berkhasiat Obat di RT 021/ RW 008 Kelurahan Sikumana Kecamatan Maulafa Kota Kupang Nusa Tenggara Timur
Pengobatan tradisional dengan menggunakan tanaman obat telah dipraktikkan oleh masyarakat lokal dan penyehat tradisional sejak zaman dahulu di Indonesia, khususnya di pedesaan, dan masih dipraktikkan hingga saat ini. Setiap masyarakat mempunyai pengetahuan mengenai pengobatan tradisional yang berbeda-beda berdasarkan pengalaman yang diturunkan secara lisan maupun tertulis oleh masyarakat tentang pengobat tradisional. Oleh karena itu, perlu dilakukan Inventarisasi tanaman berkhasiat obat untuk mengetahui tanaman obat tradisional yang ada di RT 021/ RW 008 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui inventarisasi tanaman obat tradisional yang ada di masyarakat Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa. Inventarisasi tanaman obat meliputi observasi tanaman, pencatatan tanaman yang belum teridentifikasi, dan pendokumentasian serta menggali informasi pemanfaatan tanaman obat secara tradisional. Hasil penelitian diperoleh 47 tanaman, dimana 44 tanaman teridentifikasi dan 3 tanaman belum teridentifikasi. Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat antara lain akar, batang, daun, pucuk, buah, dan biji. Tanaman obat tradisional dibuat dengan cara sederhana, seperti ditempel, direbus, dihaluskan dan langsung dikonsumsi. Kegunaannya dalam masyarakat dan penyehat tradisional adalah untuk mengobati penyakit dan menjaga kesehatan
Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etanol 95% Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss) Secara In Vitro
Sinar Ultra Violet (UV) merupakan radiasi yang berasal dari pancaran sinar matahari. Sinar UV dapat menyebabkan eritema dan pigmentasi. Oleh karena itu, tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV menjadi solusinya. Tanaman mimba (Azadirachta indica A. Juss) mengandung senyawa flavonoid dan fenolik sehingga berpotensi sebagai agen tabir surya. Tujuan penelitian ini untuk mengukur aktivitas tabir surya fraksi kloroform dari ekstrak etanol 95% daun mimba. Parameter yang ditentukan meliputi Sun Protection Factor (SPF), transmisi eritema, dan transmisi pigmentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi kloroform melindungi secara ultra pada konsentrasi 250 ppm dengan nilai 32,375%. Nilai eritema masuk dalam kategori fast tanning pada kosentrasi 250 dengan nilai %Te 18,46% dan nilai pigmentasi terbaik masuk dalam kategori sun block dengan nilai %Tp 22,72%. Hasil pengujian memberikan fakta bahwa daun mimba memiliki potensi sebagai again tabir surya
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada NY N.T Umur 39 Tahun G7P6A0AH6 Usia Kehamilan 37 Minggu 2 Hari Dengan Kehamilan Resiko Sangat Tinggi Di Puskesmas Tarus Tanggal 5 Maret S/D 19 Mei 2024
Latar Belakang : Upaya penurunan AKI dan AKB dapat dilakukan melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dengan meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu dan anak termasuk meningkatkan pelayanan continuity of care. Tujuan Penelitian: Melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny N.T di Puskesmas Tarus periode 05 Maret sampai 19 tanggal Mei 2024 dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Metode Penelitian: Studi kasus menggunakan metode penelaahan kasus, lokasi studi kasus di Puskesmas Tarus subjek studi kasus adalah Ny.N.T dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil: asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. N.T ditemukan data yang mendukung diagnosa ibu hamil dengan Resiko Kehamilan Sangat Tinggi, dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit baik kala I, kala II, kala III, maupun kala IV begitu juga pada bayi Ny.N.T pada ibu nifas dilakukan kunjungan. Pada asuhan kebidanan Keluarga Berencanan ibu dan suami bersepakat menggunakan KB Metode Operasi Wanita (MOW). Simpulan: Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny.N.T yang ditandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama masa kehamilannya dapat teratasi, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan yang memadai, masa neonatus dan nifas berjalan dengan normal, bayi sehat dan konseling KB ibu memilih KB Metode Operasi Wanita (MOW) dan ibu menjadi calon akseptor KB Metode Operasi Wanita (MOW)
Pengaruh Peranan Keluarga Sebagai Pengawas Minum Obat Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Oepoi
Latar Belakang : Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga sering dikenal dengan Basil Tahan Asam (BTA). Sebagian besar kuman TB sering ditemukan menginfeksi parenkim paru dan menyebabkan TB paru, namun bakteri ini juga memiliki kemampuan menginfeksi organ tubuh lainnya (TB ekstra paru) seperti pleura, kelenjar limfe, dan tulang.
Tujuan Penelitian : Menghitung persentase pengaruh peran keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien TBC.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu untuk menampilkan data tentang pengaruh peranan keluarga sebagai PMO terhadap kepatuhan minum obat pasien tuberculosis di Puskesmas Oepoi Kota Kupang. Populasi penelitian adalah PMO dan Pasien tuberculosis yang berobat di Puskesmas Oepoi. Sampel yang di peroleh sebanyak 13 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuisioner.
Hasil dan Simpulan : Hasil penelitian menunjukkan PMO yang berperan aktif sebanyak 100
Implementasi Penerapan Senam Kaki Terhadap Perubahan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang
Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang terjadi akibat tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara. kerja insulin yang tidak adekuat. Aktivitas fisik merupakan salah satu dari 4 pilar penatalaksana Diabetes Melitus. Latihan fisik dapat menurunkan kadar gula darah. Salah satu latihan fisik yang di anjurkan adalah senam kaki.tujuan senam kaki yaitu untuk membantu memperbaiki sirkulasi darah memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan kaki. Tujuan: Untuk mengetahui Penerapan Senam Kaki Terhadap Perubahan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Metode: jenis penelitisn ini kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Hasil: Hasil studi kasus pada hari pertama, kedua dan ketiga mengalami perubahan penurunan kadar gula darah. Kesimpulan: Hasil studi kasus menunjunkan bahwa nilai kadar gula darah. Penerapan senam kaki diabetes melitus terjadi perubahan kadar gula darah sebelum dan sesudah melakukan senam kaki
Asuhan Kebidanan Bekelanjutan Pada Ny Q.S G2p1a0ah1 Usia Kehamilan 34 Minggu Janin Tunggal Hidup Intra Uterin Keadaan Ibu Dan Janin Baik Di Puskesmas Manutapen Tanggal 15 Maret S/D 22 Mei 2024
Latar Belakang : Berdasarkan data di Kecamatan Alak Puskesmas wilayah sekitar, tercatat bahwa AKI di Puskesmas Manutapen tahun 2022 tidak ada sedangkan AKB berjumlah 1 orang bayi. Upaya yang dilakukan di Puskesmas Alak untuk menurunkan AKI dan AKB, yaitu dengan cara melaksanakan pelayanan ANC terpadu sesuai kebijakan kemenkes dengan standar ANC 10
Tujuan umum : Mahasisawa mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. Q.S di Puskesmas Manutapen Periode 15 Maret sampai tanggal 22 Mei 2024 dengan melakukan pendekatan kebidanan dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP. Metode Laporan Kasus : Jenis penelitian menggunakan studi penelaah kasus dengan subyek Ny Q.S di Puskesmas Manutapen dengan teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang meliputi pemeriksaan fisik, wawancara, dan observasi sedangkan data sekunder meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil : setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. Q.S penulis mendapatkan hasil dimana kehamilan, ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran, dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyullit, persalinan berjalan normal, kunjungan postpartum serta kunjungan pada bayi baru lahir berjalan normal dan tidak terdapat penyulit dan ibu sudah menggunakan Alat kontrasepsi Implat. Simpulan : Setelah melakukan semua asuhan dari kehamilan, persalinan nifas, kunjungan nifas (KN), kunjungan Neonatus, dan pelayanan KB keadaan ibu dan bayi sehat dan normal