Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4410 research outputs found

    Uji Akktivitas Antibakteri Infusa Daun Bunga Putih (Clerodendrum costatum R.Br) Asal Semau Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus

    No full text
    Penyakit infeksi atau penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme pathogen, seperti virus, bakteri, jamur atau parasit. Penyakit infeksi biasa menyebar secara langsung maupun tidak langsung dari satu orang ke orang lainnya. Untuk mengatasi penyakit infeksi masyarakat dapat menggunakan antibiotik dan masih banyak juga yang menggunakan bahan alami untuk mengatasi penyakit infeksi salah satunya adalah tumbuhan daun bunga putih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri infusa daun bunga putih (Clerodendrum costatum R.Br) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan adalah metode difusi dengan menggunakan silinder cup. Infusa daun bunga putih diperoleh dengan cara di rebus dengan suhu 90℃ selama 15 menit kosentrasi infusa yang digunakan adalah 50%, 75%, dan 100%. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada zona bening di sekitar silinder pada kosentrasi 50%, 75%, 100% dan juga aquades steril merupakan kontrol negatif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa infusa daun bunga putih (Clerodendrum costatum R.Br) pada kosentrasi 50% dan 75% kosentrasi 100% tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus

    HUBUNGAN JUMLAH LEUKOSIT DAN TROMBOSIT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU YANG MENGONSUMSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SIKUMANA

    Get PDF
    Latar belakang : Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis dan dapat disembuhkan dengan pengobatan kurang lebih 6 bulan. Leukosit merupakan sel sistem pertahanan tubuh yang dapat merespon adanya benda-benda asing di dalam tubuh yang menimbulkan peradangan infeksi. Trombosit merupakan salah satu komponen darah yang terdapat pada tubuh manusia, yang berperan penting dalam hemostasis trombosit berasal dari fregmentasi sitoplasma megakariosit Tujuan penelitian : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah lekuosit dan trombosit pada penderita Tuberkulosis paru yang mengonsumsi obat anti tuberkulosis di Puskesmas Sikumana. Metode penelitian : Jenis penelitian ini bersifat deskriptif untuk melihat hubungan jumlah leukosit dan trombosit dan lama pengobatan pada penderita tuberkulosis. Hasil penelitian : Berdasarkan hasil pemeriksaan 20 sampel penderita tuberkulosis paru didapatkan hasil leukosit yang normal pada perempuan 6 orang (86 %) dan laki-laki 12 orang (92%) sedangkan yang tidak normal pada perempuan 1 orang (14 %) dan pada laki-laki yang tidak normal sebanyak 1 orang (8%). Hasil nilai trombosit yang normal pada perempuan 6 orang (86 %),dan laki-laki 12 orang (92%) sedangkan yang tidak normal pada perempuan 1 orang (14 %) dan pada laki-laki yang tidak normal sebanyak 1 orang (8%). Kesimpulan : Hasil uji korelasi spearman menunjukan tidak adanya hubungan yang signifikan atau bermakna antara lama pengobatan dengan jumlah leukosit dan trombosit

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA DAUN BERINGIN PUTIH (Ficus benjamina L) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus

    No full text
    Tanaman obat tradisional merupakan tanaman herbal yang telah diketahui memiliki khasiat sebagai obat serta memiliki kandungan senyawa yang bermanfaat untuk mencegah serta menyembuhkan penyakit. Selain menggunakan obat modern banyak juga pengobatan menggunakan obat tradisional, salah satunya tanaman beringin putih (Ficus benjamina L). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri infusa daun beringin putih (Ficus benjamina L) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan adalah difusi dengan cara hole menggunakan cork borer. Uji aktivitas antibakteri dapat diketahui dengan melihat adanya zona hambatan yang berupa zona bening di sekitar lubang sumuran. Hasil pengujian menunjukkan infusa daun beringin putih (Ficus benjamina L) dengan konsentrasi 50% tidak menunjukkan adanya zona hambat, pada konsentrasi 75% dan 100% menunjukkan zona hambat yang terbentuk secara parsial dengan besaran masing-masing 9,835 mm dan 11,39 mm. Kesimpulannya, infusa daun beringin putih (Ficus benjamina L) dengan konsentrasi 75% dan 100% mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan kategori sedang

    Gambaran Perilaku Menyikat Gigi pada Ibu Hamil di Pustu Penfui Timur

    No full text
    Latar Belakang: menjaga kesehatan gigi adalah kewajiban setiap manusia, termasuk memelihra dan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Namun masalah penyakit gigi dan mulut masih dirasakan hampir semua masyarakat Indonesia, sehingga diperlukan upaya penanganan dalam menurunkan angka kejadian penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini : mengetahui gambaran perilaku menyikat gigi pada ibu hamil di Pustu Penfui Timur. Manfaat: menambah pengetahuan dan pemahaman peneliti tentang gambaran perilaku ibu hamil tentang cara menyikat gigi pada ibu hamil di Pustu Penfui Timur. Metode: jenis penelitian ini adalah Survei Deskriptif dilakukan terhadap sekumpulan objek yang biasanya bertujuan untuk melihat gambaran fenomena (termasuk kesehatan) yang terjadi dalam suatu populasi tertentu. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa distribusi hasil presentase responden tertinggi pada tingkat Pengetahuan menyikat gigi pada ibu hamil di Pustu Penfui Timur, yaitu terdapat kriteria sedang sebesar 62,8%. Distribusi hasil presentase responden tertinggi dari Sikap menyikat gigi pada ibu hamil di Pustu Penfui Timur, yaitu terdapat kritetia sedang sebesar 62,8%. Distribusi hasil presentase responden tertinggi dari Tindakan menyikat gigi pada ibu hamil di Pustu Penfui Timur, yaitu terdapat kriteria sedang sebesar 71,4%. Kesimpulan: penelitian tentang gambaran perilaku menyikat gigi pada ibu hamil di Pustu Penfui Timur yaitu diketahui bahwa perilaku ibu hamil dari segi pengetahuan, sikap dan tindakan ibu hamil dalam menyikat gigi kriteria sedang

    EFEKTIFITAS EKSTRAK RIMPANG JAHE (zingber officinale roch) SEBAGAI ANTIKOAGULAN ALAMI PADA PROSES PEMBEKUAN DARAH

    Get PDF
    Jahe (zingibers officinale roch) merupakan rempah-rempah yang paling banyak digunakan dalam berbagai resep makanan dan minuman. Beberapa kandungan utama jahe seperti gengerol dan shogaol memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Selain itu, gengerol juga diketahui sebagai antikoagulan. Pembekuan darah adalah proses penting dalam menjaga keseimbangan tubuh manusia, tetapi dapat menjadi masalah serius ketika terjadi kelainan dalam mekanisme pembekuan. Beberapa kondisi medis, seperti trombosis dan emboli, dapat terjadi akibat gangguan dalam sistem pembekuan darah. Oleh karena itu, penelitian tentang agen antikoagulan alami menjadi penting dalam upaya mengembangkan terapi yang efektif dan aman. Darah dari subjek penelitian dipersiapkan dan dipecah menjadi tiga kelompok. Satu kelompok darah ditambahkan dengan ekstrak rimpang jahe, satu kelompok darah ditambahkan antikoagulan Ethylene Diamine Tetraacetic Acid, sementara kelompok lainnya merupakan kontrol tanpa penambahan antikoagulan. Waktu pembekuan darah diukur dengan memperhatikan lamanya waktu yang diperlukan darah untuk mengalami pembekuan. Darah tanpa antikoagulan mengalami pembekuan dalam waktu 8 menit, sedangkan darah yang diperlakukan dengan ekstrak rimpang jahe tidak mengalami pembekuan bahkan setelah 24 jam. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak rimpang jahe memiliki potensi sebagai agen antikoagulan alami yang efektif. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ekstrak rimpang jahe memiliki sifat antikoagulan yang kuat, yang dapat menjadi alternatif alami untuk pengganti Ethylene Diamine Tetraacetic Acid untuk penelitian selanjutnya dalam pengobatan kondisi yang berkaitan dengan pembekuan darah

    GAMBARAN NILAI HEMATOKRIT PADA PENDERITA ANEMIA DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG

    Get PDF
    Anemia adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam sel darah merah berada di bawah normal. Hematokrit adalah persentase sel darah merah dalam darah, yang dihitung dengan jumlah maupun ukuran sel-sel dan dinyatakan sebagai persentase terhadap volume darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nilai hematokrit pada pasien anemia berdasarkan usia, jenis kelamin, dan diagnosa di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Penelitian deskriptif ini melibatkan analisis data hematokrit dari 100 pasien yang didiagnosis anemia di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang selama periode Januari hingga Desember 2023. Pengukuran hematokrit dilakukan menggunakan metode standar Laboratorium Patologi Klinik RSUD Prof. Dr. W. Z Johannes Kupang. Data dianalisis untuk menentukan nilai hematokrit dalam populasi yang diteliti. Hasil nilai hematokrit pada penderita anemia dalam penelitian ini berkisaran 40.0%-54.0%. sebagian besar 94 pasien memiliki nilai hematokrit dalam rentang dibawah < 40.0%. Gambaran nilai hematokrit pada penderita anemia di RSUD Prof. Dr. W. Z Johannes Kupang berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan gambaran nilai hematokrit pada penderita anemia di RSUD Prof. Dr. W. Z Johannes Kupang berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa, gambaran nilai hematokrit pada penderita anemia di RSUD Prof. Dr. W. Z Johannes Kupang berdasarkan hasil pemeriksaan hematokrit terdapat 94 orang (94%) menunjukan nilai hematokrit rendah. Gambaran karakteristik usia dengan jumlah responden paling banyak dalam penelitian ini adalah usia lansia akhir (56-65 tahun) sebanyak 40 orang (43%) menunjukkan hasil pemeriksaan hematokrit yang dibawah nilai normal. Karakteristik jenis kelamin dengan jumlah responden paling banyak adalah perempuan sebanyak 78 orang (83%) menunjukkan hasil pemeriksaan hematokrit dibawah nilai normal. Karakteristik diagnosa penyakit dengan jumlah responden paling banyak pada penyakit kanker sebanyak 69 orang (73%) yang menunjukkan hasil pemeriksaan hematokrit dibawah nilai normal

    PERILAKU IBU DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK PRA SEKOLAH USIA DIBAWAH 6 TAHUN DI KELURAHAN LILIBA KARYA TULIS ILMIAH

    Get PDF
    LATAR BELAKANG Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukan bahwa prevalensi masalah gigi dan mulut pada kelompok anak umur 1-4 tahun mencapai 10,49% dan yang menerima perawatan 25,8%. Hasil Riskesdas Tahun 2018 menyebutkan bahwa 36,4% penduduk Indonesia kelompok umur 3-4 mempunyai masalah kesehatan gigi dan mulut dan hanya 5-4% penduduk diantaranya yang menerima konseling dan perawatan dari tenaga kesehatan gigi. Kesehatan gigi dan mulut sangat erat hubungannya dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku. Perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang baik akan sangat berperan dalam menentukan derajat kesehatan dari masing-masing individu, oleh sebab itu perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang kurang baik harus diubah. TUJUAN penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui perilaku ibu dalam pemelihraan kesehatan gigi dan mulut pada anak pra sekolah usia dibawah 6 tahun di Kelurahan Liliba METODE jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif untuk mengetahui perilaku ibu dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak pra sekolah usia di bawah 6 tahun di Kelurahan Liliba HASIL PENELITIAN responden pada penelitian ini adalah ibu dan sebagian besar responden berusia 30-39 tahun yaitu sebesar 44%. tingkat pengetahuan ibu dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut hampir seluruhnya mempunyai tingkat pengetahuan yang baik (74%) dan hanya (22%) memiliki kategori sedang dan yang memiliki pengetahuan dengan kategori buruk (4%), . sikap ibu dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut seluruhnya memiliki sikap ( 96%) dengan kategori baik dan (1%) dengan kategori sedang dan (1%) dengan kategori buruk, tingkat tindakan ibu dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut seluruhnya memiliki tindakan ( 78%) dengan kategori baik dan (20%) dengan kategori sedang dan (2%) dengan kategori buruk, perilaku ibu dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak pra sekolah usia di bawah 6 tahun di Kelurahan Liliba dilihat dari rata-rata pengetahuan,sikap dan tindakan dengan kategori baik 82,7% `dan kategori sedang 14,7 % dan kategori buruk 2,6% KESIMPULAN perilaku ibu dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak pra sekolah usia di bawah 6 tahun di Kelurahan Liliba dilihat dari rata-rata pengetahuan,sikap dan tindakan dengan kategori baik 82,7% `dan kategori sedang 14,7 % dan kategori buruk 2,6%

    POLA ASUH ORANG TUA (PASIEN ANAK YANG DATANG BERKUNJUNG KE KLINIK JKG) TERHADAP TOPICAL APLIKASI FLOUR

    Get PDF
    Latar Belakang : Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan secara umum yang perlu diperhatikan. Kesehatan gigi dan mulut penting bagi kesehatan dan kesejahteraantubuh secara umum dan sangat mempengaruhi kualitas kehidupan termasuk fungsi bicara, pengunyahan dan rasa percaya diri. Pola asuh (parenting) adalah cara, gaya atau metode orang tua dalam memperlakukan, mendidik, membimbing, dan mendisiplinkan anak dalam proses pendewasaan melalui proses interaksi yang dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti budaya, agama, kebiasaan, dan kepercayaan sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan pengetahuan, nilai moral, dan standar perilaku yang berlaku di lingkungan sosial dan masyarakat. Perlakuan orang tua merupakan bagian penting dan mendasar menyiapkan anak untuk menjadi masyarakat yang baik. Pengasuhan anak menunjuk pada pendidikan umum yang ditetapkan pengasuhan terhadap anak berupa suatu proses interaksi orang tua dan anak yang mencakup perawatan, mendorong keberhasilan dan melindungi kemaupun sosialisasi yaitu mengajarkan tingkah laku umum yang diterima oleh masyarakat. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pola asuh orang tua tentang topical aplikasi flour pada anak. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang digunakan dengan tujuan utama gambaran atau deskripsi tentang keadaan yang ada hubungannya dengan masalah yang di teliti yaitu pola asuh orang tua terhadap topical aplikasi flour. Hasil penelitian : Pada hasil penelitian ini di temukan bahwa pada umumnya pola asuh orang tuanya bersifat permisif (41,8%), Berdasarkan hasil wawancara dari orang tua mengatakan bawah selama mengasuh anak orang tua memberikan kebebasan dimana orang tua percaya kepada anak untuk melakukan yang ia inginkan, karena orang tua ingin anak bisa mandiri. Oleh karena itu, ketika orang tua memberikan kebebasan kepada anak, orang tua juga menerapkan perilaku yang pengaruh pola asuh permisif terhadap kemandirian yang baik, berharap anak dapat berperilaku yang baik. Kesimpulan : Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan pada pola asuh orang tua (pasien anak yang datang berkunjung ke klinik jkg) terhadap topical aplikasi flour yang paling banyak adalah pola asuh permisif 41,8%, pola asuh demokratis 37,2% dan pola asuh ototriter 21%

    GAMBARAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP KARIES GIGI PERMANEN PADA SISWA-SISWI KELAS III DAN IV DI SD NEGERI TDM 1 KOTA KUPANG

    No full text
    Latar belakang: Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), pengertian dari kesehatan yaitu sebagai keadaan mental, fisik dan kesejahteraan sosial yang berfungsi secara normal tidak hanya dari tidak adanya suatu penyakit saja. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 89 Tahun 2015 tentang Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut, kesehatan gigi dan mulut merupakan keadaan sehat dari jaringan keras dan jaringan lunak gigi serta unsur-unsur yang berhubungan dalam rongga mulut. Metode: Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terhadap karies gigi di SD Negeri TDM 1 Kota Kupang. Penelitian deskriptif dilakukan terhadap sejumlah ciri subjek menurut keadaan sebenarnya tanpa ada manipulasi dan intervensi dari peneliti penelitian ini adalah dengan rancangan untuk mengetahui dinamika antar variabel bebas dan variabel terikat, diukur dan dikumpulkan pada waktu yang bersamaan dan subjek hanya diamati sekali saja. Hasil: menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan gigi dan mulut responden termasuk kriteria baik yaitu sebanyak 30 orang (65%), menunjukkan bahwa status karies gigi permanen (DMF-T) responden termasuk kriteria rendah dan sangat rendah yaitu sebesar 63% (29 responden), menunjukkan bahwa dari 30 responden (65,2%) yang memiliki pengetahuan dengan kriteria baik terdapat 22 reponden (47,9%) memiliki status karies gigi dengan kategori sangat rendah dan rendah. Kesimpulan: Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada siswa-siswi kelas III dan IV SD Negeri TDM 1 Kota Kupang termasuk kategori baik (65%), karies gigi permanen pada siswa-siswi kelas III dan IV SD Negeri TDM 1 Kota Kupang termasuk kategori sangat rendah dan rendah (63%), hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terhadap karies gigi permanen pada siswa-siswi kelas III dan IV SD Negeri TDM 1 Kota Kupang dari 30 responden (65,2%) yang memiliki pengetahuan dengan kriteria baik terdapat 22 reponden (47,9%) memiliki status karies gigi dengan kategori sangat rendah dan rendah

    Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Perilaku Pencegahan Penyakit Tuberkulosis Paru Pada Anggota Keluarga Di Puskesmas Se-Kota Kupang

    No full text
    Latar belakang: Tuberkulosis (TBC) disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menular melalui droplet saat berbicara, batuk, atau bersin. Penularan di dalam keluarga dipengaruhi oleh perilaku penderita dan anggota keluarga. Pengetahuan yang baik mengenai TBC penting untuk mendorong perilaku pencegahan yang positif melalui pendidikan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audio visual terhadap perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis paru pada anggota keluarga di Puskesmas Se-Kota Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasy eksperimen dengan one-group pre-post test design with control group. Sampel terdiri dari 100 responden. Jenis sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik non parametrik menggunakan wilcoxon menunjukkan bahwa baik kelompok intervensi maupun kontrol menunjukkan perbaikan perilaku pencegahan tuberkulosis paru dengan nilai p-value=0,000 (α=0,05). Hasil ini membuktikan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media audio visual, khususnya video, signifikan dalam meningkatkan perilaku pencegahan Tuberkulosis Paru pada anggota keluarga di Puskesmas Kota Kupang. Saran: Disarankan kepada tenaga kesehatan di setiap puskesmas di Kota Kupang untuk memanfaatkan media audio visual dalam pendidikan kesehatan kepada keluarga dan masyarakat guna meningkatkan perilaku pencegahan tuberkulosis paru

    2,326

    full texts

    4,410

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇