Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4410 research outputs found

    GAMBARAN ASUHAN KEPERAWATAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN RASA NYAMAN PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN NYERI AKUT DI RSUD ENDE

    Get PDF
    Pendahuluan: Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah meningkat melebihi batas normal. Seseorang dikatakan hipertensi bila memiliki tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan tekanan darah diastolik > 90 mmHg pada pemeriksaan yang berulang. Menurut World Health Organization (2022), prevalensi hipertensi di dunia sebesar 22% dari total penduduk dunia, dimana terdapat 1,13 milyar orang di dunia mengalami hipertensi. Angka kejadian hipertensi sebagian besar berada pada negara-negara berkembang dengan penghasilan rendah dan menengah termasuk di Indonesia (Doso, dkk, 2019 dalam Jabani, Asriah Septiawati. dkk 2021). Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan rasa nyaman pada pasien dengan diagnosa medis hipertensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Subyek penelitian ini adalah satu pasien dengan diagnosa medis hipertensi yang dirawat di RPD III RSUD Ende. Hasil studi kasus ditemukan masalah keperawatan resiko perfusi serebral tidak efektif berhubungan dengan hipertensi, nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis, intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, dan gangguan pola tidur berhubungan dengan hambatan lingkungan. Intervensi dan implementasi keperawatan pada penelitian ini dirancang dan dilaksanakan dalam bentuk tindakan dependen seperti observasi, edukasi dan interdependen seperti tindakan kolaborasi. Setelah dilaksanakan implementasi selama 3 hari masalah keperawatan tersebut semuanya dapat diatasi. Disimpulkan bahwa pentingnya penerapan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi secara holistik dan professional. Disarankan kepada pasien dan keluarga untuk terus mengikuti anjuran yang diberikan oleh petugas kesehatan, sehingga proses penyembuhan dapat berlangsung lebih cepat dan mencegah terjadinya komplikasi

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. M.I.T G1P0A0 TRIMESTER II DENGAN ANEMIA RINGAN DI PUSKESMAS ONEKORE ENDE

    Get PDF
    Latar Belakang : Anemia dalam kehamilan merupakan kondisi ibu hamil dengan kadar hemoglobin (Hb)< 11 gr% pada trimester I dan III sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin <10,5 gr% yang membahayakan kondisi ibu hamil dan janin yaitu abortus, partus prematur, partus lama, perdarahan post partum, syok, infeksi intrapartum/postpartum, kelahiran BBLR, asfiksia neonatorum, IUGR dan kelainan kongenital. Tujuan : Studi kasus ini bertujuan agar penulis dapat menerapkan asuhan keperawatan pada Ny.M.I.T G1P0A0H0 Trimester II dengan Anemia ringan. Metode : yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Lokasi dan waktu penelitian di lakukan di wilayah kerja Puskesmas Onekore Ende tanggal 05-07 Februari 2024. Hasil: pengkajian yang dilakukan pada Ny.M.I.T ditemukan masalah keperawatan perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan, Gangguan pola tidur, perfusi jaringan perifer tidak efektif .Diagnosa keperawatan yang ditetapkan pada kasus Ny.S.A yaitu perfusi jaringan perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan konsentrasi hemoglobin, perubahan pola nutrisi berhubungan dengan Peningkatan hormone esterogen dan progesterone yang meningkatkan aktivitas lambung , Gangguan pola tidur berhubungan dengan . Intervensi yang diberikan pada Ny.M.I.T yaitu manajemen nutrisi, perawatan sirkulasi, pola tidur, edukasi kesehatan terkait bahaya anemia pada klien bahwa anemia sangat berbahaya bagi kesehatan ibu dan bayi anemia dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, anemia juga dapat menyebabkan pendarahan pada saat persalinan dan ibu mudah tertular infeksi. Tindakan keperawatan dilakukan selama 3 hari mulai dari tanggal 05-07 Februari 2023 dan perawatan selama 3 kali kunjungan rumah terhadap Ny.M.I.T diperoleh hasil bahwa masalah perfusi perifer tidak efektif belum teratasi, masalah perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan belum teratasi dan Gangguan pola tidur teratasi sebagian

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny L. J DENGAN DIAGNOSA MEDIS DIABETES MELITUS DI RUANGAN PENYAKIT DALAM lll RSUD ENDE

    Get PDF
    Latar Belakang Diabetes Melitus adalah penyakit gangguan metabolisme tubuh yang menahun akibat hormone insulin dalam tubuh yang tidak dapat di gunakan secara efektif dalam mengatur keseimbangan gula darah sehingga meningkatkan konsentrasi kadar gula di dalam darah (Febrinasari et al., 2020). Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan pada Ny. L. J dengan diagnosa medis Diabetes Melitus di Ruangan Penyakit Dalam lll Rumah Sakit Umum Daerah Ende. Metode yang di lakukan dalam Karya Tulis Ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi keperawatan. Hasil pengkajian yang di temukan pada Ny. L. J yaitu badan lemah, mual, nyeri pinggang, pernah kejang, nafsu makan berkurang, makan tampak sedikit, sering merasa haus dan BAK pada malam hari, klien terbaring lemah di temapat tidur semua aktivitas di bantu. Keadaan umum lemah, Tanda-tanda vital TD : 145/75 mmHg, S : 36,4°C, N : 89x/menit, SPO2 : 99%. RR : 23x/menit. Wajah tampak pucat, tampak lemah, tampak meringis, kekuatan otot lemah. Diagnosa keperawatan pada Ny. L. J yaitu risiko perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan sirkulasi kurang memadai, ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan kurangnya insulin, gangguan nyaman nyeri berhubungan dengan gejala penyakit, intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan produksi energy metabolik, defisit nutrisi berhubungan dengan katabolisme meningkat. Intervensi keperawatan sesuai dengan rencana keperawatan yang telah di tunjukan untuk mengatasi masalah yang di alami pasien. Implementasi yang telah di lakukan penulis untuk mengatasi masalah yang di hadapi pasien sudah sesuai dengan intervensi yang di rencanakan. Tindakan di lakukan dari tanggal 31, 1, 2 September 2024 yaitu lima diagnosa keperawatan yang muncul masalah. Masalah masalah yang tertasi sebagian yaitu risiko perfusi perifer tidak efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan nyaman nyeri, intoleransi aktivitas, defisit nutrisi. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah masalah pada Ny. L. J belum teratasi. Saran untuk keluarga dan pasien harus mengetahui cara perawatan Diabetes Melitus pada pasien dan berperan aktif dalam proses penyembuhan pasien

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NY.S.H.U DENGAN DIAGNOSA MEDIS TUBERCULOSIS PARU DI RUANG PERAWATAN KHUSUS (RPK) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENDE

    Get PDF
    Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan salah satu penyebab kematian sehingga perlu dilaksanakan program penanggulangan tuberkulosis secara berkesinambungan. Estimasi jumlah orang terdiagnosis tuberkulosis paru pada tahun 2021 secara global sebanyak 10,6 juta kasus . Tujuan studi kasus agar penulis mampu menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien TB paru di RSUD Ende. Metode yang digunakan dalam karya tulis ilmiah ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi keperawatan Hasil studi kasus pada Ny.S.H.U ditemukan data: lemah, batuk lendir bercampur darah, nyeri dada kanan tembus ke belakang, bunyi paru ronchi terdengar pada lobus atas, nafsu makan berkurang karena mual. Pada sputum atau dahak ditemukan bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Masalah keperawatan yang muncul adalah bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan proses infeksi, nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik(inflamasi, defisit nutrisi berhubungan dengan peningkatan kebutuhan metabolisme, resiko penyebaran infeksi berhubungan dengan peningkatan paparan organisme pathogen lingkungan. Intervensi keperawatan dilakukan berdasarkan masalah keperawatan. Implementasi dilakukan selama 3 hari dan hasil evaluasi ditemukan masalah teratasi sebagian Disimpulkan bahwa kasus Ny.S.H.U terdapat kesenjangan antara teori dan kasus yaitu sesak napas, demam dan keringat malam hari tidak ditemukan Oleh karena itu tuberculosis paru sebaiknya patuh terhadap pengobatan serta mengkonsumsi makanan yang tinggi kalori dan tinggi protein

    Latihan Batuk Efektif Pada Anak Pneumonia di Ruangan Anggrek RSUD Umbu Rara Meha Waingapu

    No full text
    Pendahuluan: Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan akut bagian bawah yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak berusia di bawah lima tahun (Balita). Metode: Penelitiuan ini menggunakan rancangan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnose, intervensi, implementasi dan evaluasi pada pasien anak denagn pneumonia. Hasil: Hasil implementasi keperawatan yang dilakukan dengan cara mengajarkan teknik batuk efektif dapat membantu pasien untuk mengeluarkan dahak. Respirasi trate Kembali ada dalam rentang yang normal. Kesimpulan: Latihan Batuk efektif pada klien dengan Pneumonia dapat membantu kebersihan jalan napas dari penumpukan secret atau sputum. Kata Kunci: Latihan batuk efektif, Pneumoni

    Penerapan Edukasi Kesehatan Tentang Stunting Pada Keluarga Yang Memiliki Balita Stunting di Kelurahan Temu Kabupaten Sumba Timur

    No full text
    Pendahuluan: Stunting adalah kondisi anak di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga tinggi badannya tidak sesuai dengan usianya karena masalah gizi kronis, yaitu kekurangan asupan gizi yang berlangsung lama. Anak balita usia 1.000 Hari Pertama Kelahiran HPK) mengalami stunting karena kekurangan gizi kronis. Tujuan: Menerapkan asuhan keperawatan keluarga serta melakukan implementasi terkait masalah defisit pengetahuan melalui edukasi atau pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan akan kebutuhan nutrisi dan pola asuh yang baik bagi anak. Metode: jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Instrumen yang digunakan berupa Format Asuhan Keperawatan Keluarga, Satuan Acara Penyuluhan, Poster dan Leaflet. Hasil: Penerapan Edukasi Kesehatan pada keluarga yang memiliki Balita Stunting menghasilkan tingkat pengetahuan keluarga baik, kemampuan memelihara lingkungan yang bersih baik dan manajemen kesehatan keluarga baik dan berdasarkan hasil observasi adalah dilakukan dengan baik. Kesimpulan: Keluarga memiliki pengetahuan baik tentang Stunting, pemeliharaan lingkungan yang baik dan kemampuan memanajemen kesehatan yang baik. Kata kunci: Edukasi Stunting, pengetahuan, Balita Stuntin

    Penerapan Promosi Kesadaran Diri Pada Anak Stunting Sebagai Upaya Kesiapan Peningkatan Konsep diri

    No full text
    Latar belakang:Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang saat ini menjadi focus penelitian indonesia. World Health Organization (WHO) pernah menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Asia pada 2017 (Kemenkes RI, 2019). Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anakakibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak sehingga berisikolebihtinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya (Kemendesa, 2017). Metode:Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus yaitu menggambarkan atau mendeskripsikan asuhan keperawatan dengan Pemberian promosi kesadaran diri. Pengumpulan data menggunakan format asuhan keperawatan anak meliputi pengkajian,diagnosa intervensi,implementasi dan evaluasi keperawatan. Hasil: Berdasarkan hasil pengkajian pada klien diperoleh diagnosa keperawatan berdasarkan masalah yang ditemukan yaitu Kesiapan Peningkatan Konsep Diri b.d Perilaku Upaya Peningkatan Kesehatan & Kesiapan Peningkatan Pengetahuan b.d Perilaku Kesehatan. Perencanaan dan Pelaksanaan dilakuka sesuai dengan kebutuhan klien. Evaluasi klien semua teratasi pada hari ke-2. Kesimpulan: Keberhasilan perawatan anak dengan stunting bergantung pada peran serta keluarga dalam merawat dan memelihara kesehatan untuk membantu pemulihan pencegahan masalah stunting. Saran bagi perkembangan ilmu keperawatan dapayt menambah ilmu pengetahuan khususnya promosi kesehatan. Kata kunci: Stunting, Asuhan keperawatan Ana

    Penerapan Batuk Efektif dan Teknik Relaksasi Napas Dalam Pada Pasien TB Paru Dengan Masalah Keperawatan Pola Napas Tidak Efektif di Kelurahan Mauliru

    No full text
    Pendahuluan:TB Paru adalah suatu penyakit infeksi menular yang di sebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Sumber penularan penyakit pada pasien TB Paru BTA positif yaitu melalui percik ludah atau dahak yang dikeluarkannya(Untitled, n.d.)(Amari, 2023). Metode: jenis penelitian ini adalah studi kasus dilakukan pada pasien yang terinfeksi TB Paru di Kelurahan Mauliru Hasil: Implementasi Pendidikan Kesehatan Latihan batuk efektif pada keluarga yang menderita TB Paru dapat meningktkan pengetahuan keluarga dan mampu menerapkannya pada anggota yang menderita TB Paru. Kesimpulan: Berdasarakan hasil studi kasus pada pasien TB Paru, Tindakan Latihan batuk efektif dapat mengurangi penumpukan lendir di saluran pernapasan pasie

    Implementasi Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Pada Anak Stunting Dengan Masalah Keperawatan Defisit Nutrisi Di Kelurahan Temu Wilayah Kerja Puskesmas Kanatang

    No full text
    Pendahuluan: Stunting Adalah Masalah Kurang Gizi Kronis Akibat Dari Kurangnya Asupan Gizi Dalam Waktu Yang Cukup Lama Sehingga Mengakibatkan Gangguan Pertumbuhan Pada Anak, Data Dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 Menunjukkan Prevalensi Balita Untuk Kota Balikpapan Pada Tahun 2021–2022 Mengalami Kenaikan Sebesar Dari 17,6% Menjadi 19,6%. Studi Kasus Ini Bertujuan Untuk Mempelajari Dan Memahami Asuhan Keperawatan Keluarga. Metode: Metode Digunakan Studi Kasus Dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan Keluarga Klien Di Wilayah Kerja Puskesmas Kanatang Sesuai Kriteria Inklusi Keluarga Memiliki Anak Berusia 0-1 Tahun Mengalami Masalah Stunting. Pengumpulan Data Menggunakan Format Asuhan Keperawatan Keluarga Meliputi Pengkajian, Diagnosa, Intervensi, Implementasi, Dan Evaluasi Keperawatan. Hasil Dan Pembahasan: Berdasarkan Hasil Pengkajian Pada Klien Dan Klien Diperoleh Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Masalah Yang Ditemukan Yaitu Defisit Nutrisi, Dan Deficit Pengetahuan. Perencanaan Dan Pelaksanaan Dilakukan Sesuai Dengan Kebutuhan Klien. Evaluasi Klien Semua Teratasi Pada Hari Ke-3. Kesimpulan Dan Saran: Keberhasilan Perawatan Anak Dengan Stunting Bergantung Pada Peran Serta Keluarga Dalam Merawat Dan Memelihara Kesehatan Untuk Membantu Pemulihan Dan Pencegahan Masalah Stunting. Saran Bagi Perkembangan Ilmu Keperawatan Dapat Menambah Ilmu Pengetahuan Khususnya Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Keluarga

    Gambaran Pengetahuan, Sikap Pejamah Makanan Dalam Penerapan Higiene Dan Sanitasi Makanan Di Instalasi Gizi RS Bhayangkara DRS. Titus Ulli Kota Kupang

    No full text
    Latar Belakang : Higiene dan sanitasi makanan merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan pasien di rumah sakit. Kurangnya pengetahuan dan praktik yang kurang tepat dapat menyebabkan risiko kesehatan yang signifikan.Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk Menilai pengetahuan, sikap, dan penerapan higiene serta sanitasi makanan oleh penjamah makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Bhayangkara Drs. Titus Uly Kupang.Metode Penelitian : Penelitian ini adalah studi epidemiologi deskriptif yang melibatkan seluruh penjamah makanan di rumah sakit sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup variabel pengetahuan, sikap, dan praktik higiene serta sanitasi.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh penjamah makanan memiliki pengetahuan yang baik mengenai higiene dan sanitasi (100%). Namun, 38,5% dari mereka memiliki sikap negatif terhadap higiene dan sanitasi, dan 30,8% melakukan penerapan yang kurang baik.Kesimpulan : Mayoritas penjamah makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Bhayangkara Drs. Titus Uly Kupang memiliki pengetahuan yang baik tentang higiene dan sanitasi makanan. Namun, masih ada beberapa penjamah makanan yang memiliki sikap dan praktik higiene yang kurang baik. Upaya peningkatan melaluipelatihan dan penyuluhan berkelanjutan serta evaluasi berkala diperlukan untuk meningkatkan sikap dan praktik higiene

    2,326

    full texts

    4,410

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇