Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
PERBANDINGAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT TANPA BIMBINGAN DAN MELALUI BIMBINGAN MENYIKAT GIGI OLEH ORANG TUA PADA SISWA-SISWI KELAS IV – V DI SD TUAK DAUN MERAH
Kesehatan gigi dan mulut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu cara menyikat gigi. Anak Sekolah Dasar mulai dari umur 6-12 tahun. Usia ini ditandai dengan mulainya anak masuk sekolah dasar dan dimulainya ia mendapatkan pengetahuan yang kelak akan mengubah cara berpikir dan tingkah lakunya. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif yang menggambarkan secara rinci, baik tentang karakteristik suatu kelompok atau individu tentang hubungan antara variabel . Penelitian ini untuk mendapatkan gambaran kebiasaan menyikat gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa - siswi kelas IV-V di Sekolah Dasar Tuak Daun Merah. Hasil Penelitian: Status kebersihan gigi tanpa bimbingan orang tua sebelum menyikat gigi memiliki kategori tertinggi kriteria cukup sebanyak 27 responden dengan persentase (67,5 %) Status kebersihan gigi melalui bimbingan orang tua memiliki kategori tertinggi kriteria sangat baik sebanyak 28 responden dengan persentase (70,0%). kesimpulan: Status kebersihan gigi tanpa bimbingan orang tua sebelum menyikat gigi memiliki kategori tertinggi kriteria cukup sebanyak 27 responden dengan persentase (67,5 %) Status kebersihan gigi melalui bimbingan orang tua memiliki kategori tertinggi kriteria sangat baik sebanyak 28 responden dengan persentase (70,0%)
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN KUALITAS TIDUR DENGAN STATUS GIZI REMAJA USIA 15-18 TAHUN DI SMK NEGERI 3 KOTA KUPANG
IMANUEL HADJO WELE “Hubungan Tingkat Stres Dan Kualitas Tidur Dengan Status Gizi Remaja Usia 15-18 Tahun Di Smk Negeri 3 Kota Kupang” Dibimbing oleh Maria Goreti Pantaleon, S. KM. MPH.
Latar Belakang : Stres adalah kondisi ketidaksetaraan yang muncul dari ketidaksesuaian antara kebutuhan fisik dan psikologis. Stres pada remaja dapat mengganggu fungsi kognitif, berkurangnya konsentrasi, memori, perhatian dan kemampuan dalam membuat keputusan. Status gizi merupakan salah satu faktor terpenting dalam mencapai kesehatan yang optimal.. Status gizi remaja di Nusa Tenggara Timur Usia Remaja 13-15 tahun prevalensi sangat pendek 17,0% dan pendek 29,7% sedangkan prevalensi sangat kurus 4,6% dan kurus 14,1%. Anak umur 16-18 tahun prevalensi sangat pendek 8,9% dan pendek 31,4% sedangkan prevalensi sangat kurus 2,7% dan kurus 9,5% (Riskesdas, 2018).
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stress dan kualitas tidur dengan status gizi remaja usia 15-18 tahun di SMK Negeri 3 Kota Kupang
Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional, degan rancangan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Stratified random sampling. Total sampel 221 orang penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Kota Kupang Pada Bulan Januari – April 2024.
Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji bivariat menggunakan uji Chi Square menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat stres dengan kategori stres berat-sangat berat dengan status gizi normal sebanyak 18 orang dengan probabilitas p= 0,669 (>0,05) dan sebagian besar responden memiliki kualitas tidur kategori buruk dengan status gizi normal sebanyak 62 orang dengan probabilitas p= 0,024 (>0,05).
Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan status gizi remaja. Tetapi ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan status gizi remaja.
Kata kunci : Tingkat stres, Kualitas Tidur, dan Status Gizi
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BAYAM MERAH TERHADAP DAYA TERIMA NUGGET HATI AYAM
Pengaruh Substitusi Tepung Bayam Merah Terhadap Daya Terima Nugget Hati Ayam
Antonia Eda Piran Email : [email protected]
Poltekkes Kemenkes Kupang Prodi Gizi
Latar Belakang : Penurunan kadar hemoglobin dalam tubuh dikenal sebagai anemia. Hemoglobin adalah metalloprotein, atau protein yang membawa zat besi dalam sel darah merah dan berfungsi sebagai sarana untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. WHO (2015), Organisasi Kesehatan Dunia Anemia mempengaruhi 1,32 miliar orang di seluruh dunia, atau lebih dari 25% dari populasi, menurut perkiraan. Menurut Riskesdas (2019), 72,2% remaja Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami anemia pada tahun 2021. Menjadikan makanan lokal sebagai alternatif sangat penting untuk memerangi anemia.
Tujuan : Penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung bayam merah terhadap daya terima dan nilai gizi nugget hati ayam. Metode penelitian : Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan yaitu P0,P1,P2,P3. Analisis statistik Oneway Anova digunakan untuk menganalisis data pada interval tingkat kepercayaan 95%. Uji tukay dilakukan untuk melanjutkan apabila terjadi perbedaan. Hasil : Substitusi tepung bayam merah meningkatkan nilai gizi makronutrien (energi, protein, lemak, karbohidrat dan fe) nugget hati ayam. Selain gizi makro penilaiam organoleptik 4 kategori.
Kesimpulkan : Dari hasil penelitian ini, peneliti merekomendasi P1karena berdasarkan hasil uji Anova P1 >0,05 dengan arti setiap aspek yang diuji tidak signifikan atau tidak memiliki perbedaan yang nyata. Selain itu dari segi nilai gizi P1 memiliki kandungan nilai gizi yang paling tigggi dengan nilai Fe 1,43 mg, Energi 61,1 kkal, Protein 4,94 g, Lemak 1,64 g dan Karbohidrat 6,27g.
Kata kunci : Anemia, tepung bayam merah, nugget hati ayam, subtitus
TINJAUAN KUALITAS FISIK SUMUR GALI YANG DIGUNAKAN MASYARAKAT KELURAHAN NAIONI KECAMATAN ALAK
ABSTRAK
TINJAUAN KUALITAS FISIK SUMUR GALI YANG DIGUNAKAN MASYARAKAT KELURAHAN NAIONI KECAMATAN ALAK
Clarita Meylvas Huki, Lidia Br Tarigan*)
*) Program Studi Sanitasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang
xii + 33 halaman : tabel, gambar, lampiran
Sumur gali merupakan salah satu sumber air yang digunakan oleh masyarakat di Kelurahan Naioni Kecamatan Alak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas fisik kondisi sumur gali yang digunakan masyarakat Kelurahan Naioni Kecamatan Alak. Jenis penelitian deskriptif, Variable penelitian kondisi bibir sumur, kondisi dinding sumur gali, kondisi lantai sumur gali, kondisi saluran pembuangan air limbah. Populasi 107 sumur gali dan sampel 52 sumur gali. Data dikumpulkan disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa dengan mengambarkan data hasil survei sumur gali. Hasil penelitian kondisi bibir sumur gali 28 (54%) tidak memenuhi syarat, kondisi dinding sumur gali presentasi 28 (54%) tidak memenuhi syarat, kondisi lantai sumur gali presentasinya 46 (88%) tidak memenuhi syarat, kondisi SPAL presentasinya 47 (90%) tidak memenuhi syarat. Disarankan kepada masyarakat agar sumur gali dapat diperbaiki konstuksinya yang terdapat retakan pada sumur gali dan menjaga kebersihan disekitar sumur
Kata Kunci : Kualitas Fisik, Sumur Gali, Masyarakat
Pustaka : 14 buah (2007-2023
Studi Kondisi Fisik Sumur Gali Di Kelurahan Batakte Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang
ABSTRAK
STUDI KONDISI FISIK SUMUR GALI DI KELURAHAN BATAKTE KECAMATAN KUPANG BARAT
KABUPATEN KUPANG
Marwinda Mina Rame, Lidia Br Tarigan*)
Email : [email protected]
*) Program Studi D III Sanitasi Kemenkes Poltekkes Kupang
xii + 26 halaman : 4 tabel , 2 gambar, 5 lampiran
Kondisi fisik sumur gali yang tidak memenuhi syarat dapat mempengaruhi kualitas air sumur gali dan dapat menyebabkan terjadinya pencemaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi fisik sumur gali di Kelurahan Batakte Kecamatan kupang Barat Kabupaten Kupang.
Jenis penelitian deskriptif. Variabel penelitian jarak sumur gali dengan sumber pencemar, kondisi bibir sumur gali, kondisi dinding sumur gali, kondisi letak ember dan tali timba, kondisi lantai sumur gali, dan saluran pembuangan air limbah. Pengumpulan data melalui observasi. Data diolah dan disajikan dalam bentuk master tabel. Analisa data secara deskriptif.
Hasil penelitian, jarak sumur gali dengan sumber pencemar memenuhi syarat 65% dan tidak memenuhi syarat 38%. Kondisi bibir sumur gali memenuhi syarat 87% dan tidak memenuhi syarat 57%. Kondisi dinding sumur gali memenuhi syarat 48% dan tidak memenuhi syarat 52%. Kondisi letak ember dan tali timba memenuhi syarat 48% dan tidak memenuhi syarat 52%. Kondisi lantai sumur gali memenuhi syarat 87% dan tidak memenuhi syarat 13% dan 100% tidak memiliki saluran pembuangan air limbah.
Masyarakat diharapkan untuk memperbaiki konstruksi fisik sumur gali yang dimiliki seperti memperbaiki bibir sumur gali, lantai sumur gali, dinding sumur gali yang terdapat retakan dan tidak kedap air. Masyarakat juga dapat membuat saluran pembuangan air limbah, serta tetap memperhatikan kondisi kebersihan di sekitar sumur gali.
Kata Kunci: kondisi fisik sumur gali
Kepustakaan: 17 buah (2014-2023
Intervensi Menggunakan Ekstrak Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Penurunan Profil Lipid Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Pasir Panjang
Latar Belakang keadaan profil lipid yang abnormal dapat menimbulkan beberapa penyakit kompilkasi contohnya hipertensi,jantung dan stroke sehingga di butuhkan suatu intervensi yang dapat menurunkan kadar profil lipid dengan menggunakan terapi komplemnter dalam hal ini bisa menerapkan ekstra kelor. Tujuan:Untuk mengetahui dampak penurunan profil lipid dalam darah dengan ekstrak kelor pada pasien hipertensi Metode; penelitian ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus.intervensi penurunan profil lipid dengan menggunakan ekstra kelor pemberian selama 3 hari Hasil : Setelah diberikan ekstra kelor selama 3 hari didapatkan hasil profil lipid menurun sebelum intervensi kolesterol total 229 mg/dl setelah intervensi kolesterol total 152 mg/dl,sedangkan trigeliseridaa sebelum intervensi 338 mg/dl sesudah intervensi hasil trigeliserida menjadi 63 mg/dl. Saran :Pada pasien hipertensi dengan komplikasi dislipidemia penulis menganjurkan mengkonsumsi ekstra kelor.Kesimpulan: Bahwa pemberian ekstrak kelor ini sangat berdampak menurunkan kadar profil lipid
Efektivitas Pemberian Kompres Hangat Untuk Menurunkan Dismenore Pada Remaja Di Puskesmas Sikumana Kota Kupang
Dismenore adalah masalah ginekologi yang paling umum terjadi pada wanita. Dismenore didefenisikan sebagai nyeri kram pada perut bagian bawah yang terjadi sebelum atau selama menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi kompres hangat untuk mengurangi nyeri dismenore pada remaja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan dengan jenis deskritif kualitatif. Penelitian studi kasus ini dilakukan pada 2 orang remaja dengan mengobservasi langsung melalui pemberian kompres hangat. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan dan kelancara dalam menstruasi. Hal ini membuktik bahwa dengan efektivitas pemberian kompres hangat pada respon dapat mengurangi nyeri kram saat menstruasi. Kesimpulannya, efektivitas pemberian kompres hangat untuk menurunkan dismenore pada remeja Di Puskesmas Sikumana Kota Kupang dapat mengurangi rasa nyeri kram saat menstruasi
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Upaya Pencegahan Karies Gigi Pada Anak Usia 3-5 Tahun Di Tk Dorkas Nunhila
Latar Belakang: Pengetahuan ibu merupakan dasar terbentuknya perilaku positif anak untuk menjaga Kesehatan gigi dan mulut dengan perawatan yang baik dan benar. Pengetahuan adalah hasil ranah tahu dan ini terjadi karena seseorang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu, melalui pancaindera manusia. Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indera pendengaran dan indera pengelihatan. Tujuan: mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang upaya pencegahan karies gigi pada anak usia 3-5 Tahun di TK Dorkas Nunhila. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan tujuan utama untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu tentang karies gigi pada anak usia 3-5 Tahun di TK Dorkas Nunhila. Hasil: Responden dengan jenis pekerjaan masing- masing yakni ibu rumah tangga sebanyak 20 orang. Tingkat pengetahuan ibu tentang karies pada anak usia 3-5 Tahun di TK Dorkas Nunhila memiliki kriteria tinggi dengan jumlah responden 27 orang (58,69%). Kesimpulan: Pengetahuan ibu didasari juga oleh beberapa faktor seperti: pekerjaan, pengalaman mengasuh anak, sertalingkungan tempat tinggal. Pendapat dari penulis, ibu yang memiliki pengetahuan yang tinggi didapat karena adanya sumber informasi yang luas melalui internet maupun lingkungan sekitar
IMPLEMENTASI LATIHAN BATUK EFEKTIF DAN FISIOTERAPI DADA PADA PASIEN TUBERKULOSIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMBANIRU
IMPLEMENTASI LATIHAN BATUK EFEKTIF DAN FISIOTERAPI DADA PADA PASIEN TUBERKULOSIS DENGAN MASALAH BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMBANIRU
Latar belakang: Tuberkulosis adalah penyakit dengan tingkat penularan tinggi, terutama di antara anggota keluarga yang memiliki kasus Tuberkulosis dengan hasil tes Basil Tahan Asam positif. Gejala utama tuberkulosis adalah batuk terus menerus disertai peningkatan produksi sputum yang dapat menyebabkan tersumbatnya saluran napas sehingga terjadi kekurangan oksigen pada sel dan jaringan tubuh, mengakibatkan meningkatnya metabolisme dalam tubuh hingga rusaknya berbagai organ lainnya terutama otak dan jantung. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif, studi kasus melalui pendekatan asuhan keperawatan keluarga. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan 2 orang sample. Instrumen yang digunakan berupa SOP Fisioterapi Dada dan Batuk Efektif dan Pembuatan Pot Penampung Dahak dan Disenfektan Sederhana. Menggunakan teknik analisa WOD (Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi). Hasil: Setelah dilakukan implementasi keperawatan terhadap kedua pasien selama 3 hari didapat pasien mampu melakukan dan memahami Teknik Batuk Efektif dan tidak membuang dahak disembarang tempat. Kesimpulan: Latihan Batuk Efektif dan Fisioterapi Dada dapat mengatasi masalah keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien dengan Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kambaniru.
Kata kunci: Latihan Batuk efektif, Fisioterapi Dada, Bersihan jalan nafas tidak efektif, Tuberkulosi
Pengaruh Teknik Menyusui Yang Baik Dan Benar Terhadap Keberhasilan Menyusui Pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Surisina Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada
Latar belakang: Masa setelah melahirkan merupakan masa penting bagi seorang ibu, karena pada saat itu ibu mulai memberikan air susunya pada sang buah hati yang baru saja lahir ke dunia ini. Pemberian air susu ibu atau menyusui bayi merupakan suatu proses alamiah yang dialami oleh semua ibu di seluruh dunia menyusui merupakan kodrat bagi bayi telah lahir dari rahim ibunya
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui pengaruh teknik menyusui yang baik dan benar terhadap keberhasilan menyusui pada ibu post partum. Metode penelitian.menggunakan penelitian kuantitatif yaitu suatu rancangan penelitian yang mengacu pada salah satu desain, yaitu One Group Pretest-Posttest design. Dengan Sampel pada penelitian ini adalah ibu 0-6 minggu postpartum yang berjumlah 32 orang. Tehnik sampling adalah accidental sampling. Penelitian ini dilakukan bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2024. Hasil penelitian: hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test diperoleh nilai p value = 0,041 <0,05, H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya terdapat adanya pengaruh teknik menyusui yang baik dan benar terhadap keberhasilan menyusui pada ibu post partum di Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh teknik meyusui yang baik dan benar terhadap keberhasilan menyusui pada ibu post partum di wilayah kerja Puskesmas Surisina Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada. Kesimpulan: ada pengaruh teknik menyusui yang baik dan benar terhadap keberhasilan menyusui pada ibu post partu