Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.Y.N G4P3A0AH3 di Pustu Oebufu Periode 20 Januari Sampai 10 Maret 2024
Latar belakang: Dindonesia, proporsi ibu hamil dengan HbsAg reaktif yaitu 1,61 % pada tahun 2021. Upaya yang dilakukan untuk pencegahan transmisi vertikal dilakukan dengan deteksi dini Hepatitis B pada ibu hamil, kemudian dilanjutkan dengan pemberian Hepatitis B imunoglobulin (Hbig) pada bayi dari ibu yang terdeteksi HbsAg reaktif dan vaksin hepatitis B (HB0) kurang dari 24 jam setelah lahir dan dilanjutkan dengan pemberian vaksinasi hepatitis B sesuai jadwal program nasional. Tujuan: Mampu melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.Y.N di Pustu Oebufu periode 20 Januari sampai 10 Maret 2024, dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakanmetode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Metode: Studi kasus menggunakan metode penelaahan kasus, lokasi studi kasus di Pustu Oebufu, subjek studi kasus adalah Ny.Y.N dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil dan Pembahasan: asuhan kebidanan berkelanjutan dilakukan pada Ny.Y.N yaitu pemeriksaan kehamilan, melahirkan anak ketiga pada tanggal 08 Februari 2024. Bayi lahir cukup bulan, jenis kelamin perempuan, keadaan bayi normal, pemberian imunisasi Hepatitis B untuk mencegah penularan Hepatitis B dari ibu ke bayi. Kunjungan nifas dan neonatus telah dilakukan. Simpulan: Penulis telah menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny Y.N. dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan hamil, bersalin, nifas, BBL telah teratasi
Asuhan Kebidanan berkelanjutan pada Ny. H.H G2P0A1 usia kehamilan 36-37 minggu dengan kehamilan risiko tinggi di Puskesmas Oebobo periode 05 februari s/d 27 februari
Latar Belakang: AKI Kota Kupang pada tahun 2022 Dari target yang ditentukan yakni, dikisaran 35ribu/100ribu kelahiran hidup, ternyata di kota Kupang hanya mencapai 115ribu/100 ribu kelahiran hidup, karena terjadi kasus kematian ibu sebanyak 9 orang. Demikian juga, dengan angka kasus kematian pada bayi, masih tergolong tinggi yakni tercatat, 40 bayi meninggal dunia setelah dilahirkan. Tujuan:Mampu memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester III, ibu bersalin, ibu nifas hingga bayi baru lahir dengan menggunakan pebdeatan manajemen kebidanan metode varney dan pendokumentasian SOAP Metode : Menggunakan metode studi penelaan kasus yang terdiri dari unit tunggal, yang
dilakukan pada seorang ibu dalam menjalani kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana.lokasi Studi kasus di Bidan Praktik Mandiri Trimurdani Oesapa subjek studi kasus adalah Ny.H. M di laksanankan pada pada tanggal 05 February sampai 30 Maret 2024 dengan menggunakan Format Asuhan Kebidanan pada ibu hamil dengan metode 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP teknik pengumpulan data menggunakan dataprimer dan datas ekunder.Hasil :Setelah di lakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.H. M di Puskesmas Oebobo ibu sudah mengikuti anjuran yang di berikan dan keluhan ibu
teratasi, keadaan ibu sehat sehingga masa hamil sampai nifas berjalan normal dan konseling KB ibu menggunakan KB Pil. Kesimpulan :Asuhan kebidanan yang di lakukan pada Ny,H. M mulai dari hamil, bersalin, nifas, BBL, dan KB tidak di temukan kelainan dan penyulit
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. B. L Umur 20 Tahun Di Tpmb Tanggal 20 Januari S/D 30 Maret 2024
Latar Belakang : Laporan Profil Kesehatan Kabupaten atau Kota se-Provinsi NTT pada tahun 2021 presentase rata-rata cakupan kunjungan ibu hamil (K1) sebesar 95,70 persen, sedangkan target yang harus dicapai adalah sebesar 100 persen, berarti untuk capaian cakupan (K1) ini belum tercapai. Presentase rata-rata cakupan kunjungan ibu hamil (K4) tahun 2021 sebesar 94 persen, sedangkan target pencapaian K4 yang harus dicapai sesuai Renstro Dinkes Provinsi NTT sebesar 95 persen, berarti belum mencapai target. Tujuan Penulis : Memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. B. L di TPMB Tanggal 20 Januari s/d 30 Maret 2024 dengan menggunakan 7 Langkah Varney dan pendokumentasian SOAP. Metode: Studi kasus pada ibu hamil menggunakan Manajemen Kebidanan 7 Langkah Varney dan metode SOAP melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumen. Hasil: Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. B. L di TPMB ibu sudah mengikuti anjuran yang diberikan, keluhan ibu teratasi, keadaan ibu sehat sehingga masa hamil, persalinan, nifas, BBL, dan KB berjalan normal dan tidak ada penyulit. Kesimpulan: Asuhan kebidanan yang dilakukan pada Ny. B. L mulai dari hamil, bersalin, nifas, BBL, dan KB tidak ditemukan adanya kelainan dan penyulit yang menyertai
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. A.N G3P2A0AH2 UK 39 Minggu Di BPM Elim Suek Tanggal 24 Januari S/D 25 Mei 2024
Latar Belakang : Resiko tinggi adalah keadaan penyimpangan dari normal, yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi. Salah satu faktor ibu dengan resiko tinggi yaitu jarak kehamilan yang terlalu dekat yang dapat mengakibatkan kelahiran prematur, BBLR, terjadi anemia pada Ibu hamil yang dapat mengakibatkan terjadinya perdarahan saat persalinan. Hal ini menjadi salah satu faktor meningkatnya AKI dan AKB di Indonesia. Tujuan :Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny A.N G4P3A0AH3 di BPM Elim Suek Periode 24 Januari S/D 25 Mei 2024. Metode : Jenis studi kasus yang digunakan adalah metode studi penelaahan kasus yang terdiri dari unit tunggal yaitu Ny. A.N. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer yang meliputi Observasi dan wawancara sedangkan data sekunder yang meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi.
Hasil dan Pembahasan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. A.N penulis mendapatkan hasil yaitu Ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran, tidak terdapat penyulit, namun status imunisasi TT yang didapat oleh Ny.A.N tidak sesuai dengan teori, persalinan berjalan normal serta kunjungan bayi baru lahir dan postpartum berjalan dengan normal dan tidak ada penyulit. Simpulan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. A.N mulai dari Kehamilan trimester III sampai Ny.A.N memutuskan untuk memakai alat kontrasepsi tidak ditemukan adanya penyulit serta keadaan ibu dan bayi baik
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny M.N Umur 38 Tahun G2P1A0AH1 Uk 38-39 Minggu dengan kehamilan risiko tinggi Di Puskesmas Oesapa periode 26 februari S/D 23 maret 2024
Latar Belakang: Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan yang diberikan secara berkesinambungan kepada ibu selama kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan KB. Hasil laporan KIA puskesmas Oesapa pada tahun 2023 cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yaitu 82.83 persen. Untuk itu diharapkan ke depannya Dinas Kesehatan Kota Kupang akan terus berupaya untuk mempercepat akselerasi penurunan AKI di wilayah Kota Kupang melalui upaya-upaya inovatif lainnya dalam pengawasan ibu hamil, bersalin, dan nifas. (BPS, 2024). Tujuan: Mampu memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester III, ibu bersalin, ibu nifas hingga bayi baru lahir dengan menggunakan penelaan manajemen kebidanan metode varney dan pendokumentasian SOAP
Metode : Menggunakan metode studi penelaan kasus yang terdiri dari unit tunggal, yang dilakukan pada seorang ibu dalam menjalani kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir d an keluarga berencana. lokasi Studi kasus di Puskesmas Oesapa subjek studi kasus adalah Ny.M.N, di laksanankan pada pada tanggal 26 Februari sampai 23 Maret 2024 dengan menggunakan Format Asuhan Kebidanan pada ibu hamil dengan metode 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder Hasil : Setelah di lakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny,M. N di Puskesmas Oesapa ibu sudah mengikuti anjuran yang di berikan dan keluhan ibu teratasi, keadaan ibu sehat sehingga masa hamil sampai nifas berjalan normal dan konseling KB ibu menggunakan alat kontrasepsi KB implant 3 tahun sebagai KB jangan panjang. Kesimpulan :Asuhan kebidanan yang di lakukan pada Ny,M. N. mulai dari hamil, bersalin, nifas, BBL, dan KB tidak di temukan kelainan dan penyulit.
Kata Kunci : Asuhan, Kebidanan, Berkelanjutan, Kehamilan, Risiko, Tinggi.
Referensi: (2018-2024
Penerapan aroma terapi jahe untuk menrunkan mual munta pada pasien pasca kemoterapi kanker serviks di RSUD.PROF.DR.W.Z. Johannes Kupang
Kanker serviks adalah tumor ganas yang tumbuh di leher rahim atau serviks. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologi pada pasien pasca kemoterapi kanker serviks adalah dengan memberikan aroma terapi jahe. Aromaterapi jahe dapat meningkatkan kenyamanan pada pasien yang menjalani kemoterapi yang dapat memberikan perasaan nyaman sehingga dapat mengatasi efek mual muntah pasca kemoterapi. Tujuannya Mampu memberikan gambaran bagaimana Penerapan Aroma Terapi Jahe Untuk Menurunkan Mual dan Muntah Pada Pasien Pasca Kemoterapi Kanker Serviks di RSUD. Johannes Kupang. Metode Penelitian Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Desain penelitian menggunakan studi kasus deskriptif. Hasil penelitian setelah dilakukan pemberian aroma terapi jahe selama 3 hari terbukti ada penurunan tingkat mual muntah pada kedua responden. Ny.K dan Ny.M mengatakan setelah kemoterapi keduanya merasakan ada tanda dan gejala mual muntah. setelah di lakukan Tindakan pemberian aroma terapi jahe Ny.K mengatakan tanda dan gejala mual muntah sudah menurun. Sedangkan pada Ny. M tanda dan gejala muntahnya berkurang, Kesimpulannya Penerapan Aroma Terapi Jahe Efektif Untuk Menurunkan Mual Muntah Pada Pasien Pasca Kemoterapi Kanker Servik
Penerapan Fisioterapi Dada Untuk Mengatasi Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Pada Anak Dengan Pneumonia Di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang
Latar belakang: Pneumonia merupakan salah satu masalah kesehatan dan penyebab kematian terbesar pada anak dibawah lima tahun. Di Indonesia pneumonia merupakan penyebab kematian balita terbesar dimana diperkirakan sekitar 19.000 anak meninggal dunia akibat pneumonia. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa masalah keperawatan yang sering muncul yaitu bersihan jalan napas tidak efektif dan salah satu intervensi keperawatan untuk mengatasinya yaitu dengan fisioterapi dada yang meliputi postural drainage, perkusi dan vibrasi. Tujuan: untuk mengeluarkan sekret pada jalan napas sehingga pasien tidak mengalami sumbatan jalan napas yang bisa mengganggu pertukaran oksigennya. Metode: penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil Penelitian: hasil penelitian pada satu partisipan yaitu didapatkan hasil terjadi peningkatan bersihan jalan napas setelah 7 hari dilakukan intervensi fisioterapi dada yang ditunjukan dengan anak dapat mengeluarkan sputumnya dengan jumlah ±5cc berwarna kuning, RR 40x/menit, nadi 94x/menit, SPO2 99%, suhu 36,60c, tidak terdengar ronkhi, tidak ada retraksi dinding dada, tidak ada cuping hidung. Kesimpulan: tindakan fisioterapi dada efektif dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada anak dengan pneumonia
Studi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Masyarakat Di RT 22 Kelurahan Matani Kabupaten Kupang
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat. Jenis penelitian deskriptif. Variabel pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam perilaku hidup bersih dan sehat. Populasi 211 masyarakat dan sampel ini 30 masyarakat. Pengumpulan data yaitu dengan membagi kuesioner. Data yang akan dikumpulkan di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian pengetahuan masyarakat dalam perilaku hidup bersih dan sehat kategori baik 100%, cukup 0%, kuarang 0%. sikap dalam perilaku hidup bersih dan sehat kategori baik kategori baik 100%, cukup 0% dan kurang 0%. Tindakan masyarakat dalam perilaku hidup bersih dan sehat kategori baik 77%, cukup 17%, kurang 6%. Pengetahuan masyarakat tentang tentang perilaku hidup bersih dan sehat termasuk dalam kategori baik, sikap masyarakat tentang tentang perilaku hidup bersih dan sehat termasuk dalam kategori baik, tindakan masyarakat tentang tentang perilaku hidup bersih dan sehat termasuk dalam kategori baik. Disarankan agar lebih meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan penyuluhan atau sosialisasi terkait PHBS
STUDI HIGIENE SANITASI MAKANAN PADA PEDAGANG KAKI LIMA DI TAMAN TAGEPE KOTA KUPANG TAHUN 2024
Higiene sanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan,
orang, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan
penyakit atau gangguan kesehatan. Pedagang Kaki Lima adalah pelaku usaha yang
melakukan usaha perdagangan dengan menggunakan sarana bergerak maupun tidak
bergerak, menggunakan prasarana kota, fasilitas sosial, fasilitas umum, lahan dan
bangunan milik pemerintah dan/atau swasta yang bersifat sementara/tidak menetap.
Kasus diare di kota kupang pada tahun 2022 tercatat 359 kasus. tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui higiene sanitasi makanan pada pedagang kaki lima di
Taman Tagepe Kota Kupang tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif.
Variabel penelitian terdiri dari: Area lokasi, Personal higiene, Alat angkut pangan,
Sanitasi peralatan, Pangan matang yang dijual. Populasi dan sampel penelitian
adalah 12 pedagang kaki lima di Taman Tagepe Kota Kupang. Data penelitian yang
diperoleh yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara
observasi langsung di lapangan menggunakan form IKL gerai pangan jajanan
keliling. Data kemudian diolah menggunakan rumus keseluruhan skor =100-((nilai
KTS hasil IKL / total KTS variabel) × 100). Data sekunder didapat dari penelitian
sebelumnya tentang higiene sanitasi makanan. Hasilnya menunjukkan bahwa
variabel area lokasi, personal higiene, sanitasi peralatan, dikategorikan 100% tidak
memenuhi syarat, alat angkut pangan yang memenuhi syarat 3 (25%) dan tidak
memenuhi syarat 9 (75%), pangan matang yang dijual yang memenuhi syarat 10
(83,33%) dan tidak memenuhi syarat 2 (16,77%). data yang telah diolah akan
disajikan dalam bentuk master tabel. Disimpulkan bahwa, kondisi Kesehatan
lingkungan pedagang kaki lima di Taman Tagepe Kota Kupang yang memenuhi
syarat 1% dan yang tidak memenuhi syarat 99%. Penulis menyarankan kepada
pedagang agar menyediakan fasilitas dasar yaitu air bersih, jamban, dan saat
mengolah pangan pedagang harus menggunakan alat pelindung diri
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TINGKAT KEPARAHAN KARIES GIGI MOLAR 1 PERMANEN PADA SISWA/SISWI SEKOLAH DASAR NEGERI OEHENDAK
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TINGKAT KEPARAHAN KARIES
GIGI MOLAR 1 PERMANEN PADA SISWA/SISWI
SEKOLAH DASAR NEGERI OEHENDAK
ABSTRAK
Miranda Daku, Apri Adiari Manu, Melkisedek O. Nubatonis
Latar Belakang : Anak usia sekolah dasar adalah usia yang sangat rentan terhadap Kesehatan gigi dan mulut, oleh karena itu perlu tau tentang Kesehatan gigi dan mulut. Usia rentan merupakan usia rawan terhadap Kesehatan gigi dan mulut. Usia sekolah dasar dikatakan rentan terhadap Kesehatan gigi dan mulut karena pada usia 6-12 tahun terjadi peralihan atau pergantian gigi, yaitu dari gigi susu ke gigi permanen atau tetap. Anak usia sekolah dasar perlu mendapatkan perhatian khusus mengenai Kesehatan gigi dan mulut agar pertumbuhan dan perkembangan gigi dapat terjaga dengan baik.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui tentang faktor-faktor penyebab tingkat keparahan karies gigi molar 1 permanen pada siswa/siswi Sekolah Dasar Negeri Oehendak.Metode Penelitian :Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Hasil Penelitian : Menunjukkan bahwa jumlah responden yang mengisi kuesioner dan yang diperiksa sebanyak 42 orang dengan jumlah gigi molar 1 permanen yang diperiksa sebanyak 168 gigi, ditemukan gigi M1 permanen yang berkaries sebanyak 61 ( 34,23 ). Kesimpulan: Faktor host penyebab karies gigi M1 permanen pada siswa/siswi Sekolah Dasar Negeri Oehendak (52,5%) dan faktor substrak,waktu penyebab karies gigi M1 permanen pada siswa/siswi Sekolah Dasar Negeri Oehendak (64%)