Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Uji Aktivitas Tabir Surya Fraksi n-Heksan Ekstrak Etanol 95% Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss)
Sinar ultraviolet (UV) memiliki radiasi elektronimagnetik yang mampu mencapai permukaan bumi sehingga memberikan efek buruk bagi kulit seperti eritema, pigmentasi dan penuaan dini apabila terpapar sinar UV dalam waktu yang panjang. Tanaman mimba (Azadirachta indica A. Juss) mengandung fenolik dan flavonoid sehingga mempunyai potensi sebagai agen tabir surya. Penelitian ini untuk mengetahui kemampuan perlindungan sinar UV oleh daun mimba. Daun mimba dimaserasi menggunakan etanol 96%. Maserat selanjutnya difraksinasi menggunakan n-heksan. Kandungan metabolit sekunder dari fraksi ditentukan dengan skrining fitokimia. Uji aktivitas perlindungan sinar UV dari fraksi n-heksan ditentukan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Skrining fitokimia menunjukkan fraksi n-heksan mengandung flavonoid, tannin, saponin, alkaloid. Hasil pengujiaan perlindungan sinar UV menunjukan bahwa fraksi n-heksan daun mimba dapat menghambat paparan sinar UV secara maksimal pada konsentrasi 250 ppm dengan nilai SPF 11.140. Perlindungan sinar UV-B daun mimba dalam kategori regular suntan dengan %Te sebesar 40,899%. Perlindungan sinar UV-C mampu mendapatkan %Tp sebesar 43,514%. Penghambatan yang dilakukan ditunjukan oleh fraksi n-heksan mampu memberikan bukti ilmiah bahwa daun mimba mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai UV protektor
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny F.T G2P1A0AH1 Di Puskesmas Oemasi Tanggal 27 Januari S/D 8 Maret 2024
Latar Belakang: Asuhan kebidanan berkelanjutan adalah asuhan kebidanan yang
dilakukan mulai Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care
(PNC), dan Bayi Baru Lahir secara berkelanjutan pada pasien. Ukuran yang dipakai
untuk menilai baik-buruknya keadaan pelayanan kebidanan (maternity care) dalam
suatu negara atau daerah pada umumnya ialah kematian maternal.
Masalah yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan, termasuk AKI tidak
dapat dilepaskan dari berbagai faktor yang mempengaruhinya, antara lain status
kesehatan ibu dan kesiapan untuk hamil, pemeriksaan antenatal (masa kehamilan),
pertolongan persalinan dan perawatan segera setelah persalinan, serta faktor sosial
budaya. AKB menunjukkan banyaknya kematian bayi usia 0 tahun dari setiap 1000
kelahiran hidup pada tahun tertentu atau dapat dikatakan juga sebagai probabilitas
bayi meninggal sebelum mencapai usia satu tahun yang dinyatakan dengan per
1000 kelahiran hidup
Tujuan : Menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.F.T di Puskesmas
Oemasi periode 27 Januari s/d 8 Maret 2024
Metode : Jenis studi kasus yang digunakan adalah penelahan kasus, subyek studi
kasus yaitu Ny. F.T di Puskesmas Oemasi, teknik pengumpulan data menggunakan
data primer yang meliputi pemeriksaan fisik, wawancara, dan observasi sedangkan
data sekunder meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi.
Hasil dan Pembahasan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada
Ny.F.T penulis mendapatkan hasil dimana kehamilan, ibu melakukan kunjungan
sesuai anjuran,dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit, persalinan berjalan
normal, kunjungan postpartum serta kunjungan pada bayi baru lahir berjalan normal
dan tidak terdapat penyulit.
Kesimpulan : Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai
dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan dengan
bai
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny Y.M G2P1A0AH1 Usia Kehamilan 37 Minggu Di Puskesmas Oesapa Periode 24 Januari S/D 30 Maret 2024
Latar Belakang :Upaya penurunnan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) menjadi semakin berat. Hasil lapokan KIA Puskesmas Oesapa didapatkan penulis, tercatat bahwa AKI di Puskesmas Oesapa pada tahun 2022 tidak ada kematian ibu.Tujuan Umum : Menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu hamil trimester III sampai dengan perawatan masa nifas, BBL dan KB.Metode: Studi kasus menggunakan metode 7 langkah Varney dan SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang meliputi pemeriksaan fisik, wawancara, dan observasi sedangkan data sekunder meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil : setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.Y.N penulis mendapatkan hasil dimana kehamilan, ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran, dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyullit, persalinan berjalan normal,kunjungan nifas serta kunjungan pada bayi baru lahir berjalan normal dan tidak terdapat penyulit dan konseling KB ibu memilih metode KB implant.Kesimpulan : Setelah melakukan asuhan secara berkelanjutan mulai dari kehamilan, persalinan nifas,kunjungan nifas (KN), kunjungan Neonatus, ibu dan bayi dalam keadaan sehat dan normal. Ibu dan suami sepakat memilih metode KB implant dan ibu sudah menjadi akseptor KB implant
Pendidikan Kesehatan Tentang Senam Kaki Diabetik Dengan Menggunakan Media Video Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Diwilayah Kerja Puskemas Oesapa Kota Kupang.
Latar belakang: Diabetes Melitus adalah kondisi kronis yang terjadi karena peningkatan kadar
gula darah dalam tubuh. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pendidikan
Kesehatan Tentang Senam Kaki Diabetik Dengan Menggunakan Media Vidio Pada Penderita
Diabetes Melitus Tipe 2 . Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dalam
bentuk studi kasus. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes
Melitus Tipe 2 Dengan Menggunakan Media Vidio yang berjumlah 2 pasien dan pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan lembar cek list di wilayah kerja puskesmas Oesapa
Kota Kupang. Hasil penelitian: Hasil Tingkat pengetahuan pasien tentang senam kaki diabetik
sebelum diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media video Ny. F 64% dengan kategori
cukup dan Ny. B 55% dengan kategori kurang. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan dan
ketrampilan tentang senam kaki diabetik pada penderita Diabetes Melitus di wilayah kerja
Puskesmas Oesapa Kota Kupang dapat disimpulkan yaitu tingkat pengetahuan responden tentang
pelaksanan senam kaki Diabetes Mellitus setelah diberikan pendidikan kesehatan meningkatkan
pengetahuan responden akan pelaksanaan senam kaki Diabetes Mellitus dimana Ny.F menunjukan
peningkatan dari 64% dengan kategori pengetahuan cukup menjadi 95% termasuk kategori
pengetahuan baik Ny.B menujukan penigkatan tingkat pengetahuan dari nilai 55% yang termasuk
ketegori kurang termasuk kategori kurang menajadi 91% yang termasuk ketegori baik. Saran:
Diharapkan dapat bermanfaat dan menyediakan media informasi Kesehatan untuk Pasien diabetes
melitus dengan menggunakan media audio visual sebagai pembelajaran tentang senam kaki diabetik
untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
Implementasi Batuk Efektif Pada Pasien Tuberculosis Paru Dengan Ketidak Efektifan Bersihan Jalan Nafas Di Puskesmas Oesapa Kota Kupang
LatarBelakang: Tuberkulosis masih menjadi penyebab penyakit dan kematian yang signifikan di negara-negara maju, terutama di kalangan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang tertekan. Tuberkulosis menjadi 10 penyebab kematian tertinggi di dunia dan kematian tuberkulosis secara global diperkirakan 1,3 juta pasien. Dengan gejala umum Tuberkulosis paru yang sering ditemui, meliputi: menurunnya napsu makan, penurunan berat badan, mengalami demam tinggi, berkeringat pada malam hari, batuk mengeluarkan dahak berdarah, dan pasien mengalami penumpukan di jalan nafas yang menyebabkan sulit untuk mengeluarkan dahak bahkan menyalami sesak nafas. Masuknya bakteri Tuberkulosis dapat menginfeksi saluran napas bawah, yang berpotensi menyebabkan batuk produktif dan batuk darah. Infeksi ini juga dapat menurunkan fungsi silia dan menyebabkan penumpukan sekret di saluran pernapasan, sehingga menciptakan masalah keperawatan berupa bersihan jalan napas yang tidak efektif. Untuk mengatasi penumpukan sekret pada saluran napas, intervensi keperawatan yang direkomendasikan adalah batuk efektif. Batuk efektif adalah metode untuk mengeluarkan dahak dan membersihkan paru-paru. Batuk itu sendiri merupakan refleks defensif yang membantu membersihkan saluran pernapasan dari sekret, bahan nekrotik, dan benda asing.
Tujuan: Mengetahui pengaruh implementasi teknik batuk efektif pada pasien Tuberculosis dengan ketidakefektifsn bersihan jalan napas dipuskesmas Oesapa Kota Kupang
Metode Penelitian: jenis penelitian yang di gunakan adalah kualitatif. Hasil studi kasus menggunakan studi kasus observasi. studi kasus ini adalah studi untuk mengobservasi pengaruh implementasi teknik batuk efektif untuk mengurangi ketidakefektifan bersihan jalan napas pada pasien tuberculosis. Observasi di lakukan selama 3 hari dengan pendekatan kualitatif pada dua orang pasien TB paru.
Kesimpulan: Teknik batuk efektif pada pasien TB paru dapat mengurangi ketidakedektifan bersihan jalan napas pada pasien TB paru
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. H.H G2P1A0AH1 Di TPMB Trimurdani Semsi Tanggal 05 S/D 30 Maret 2024
Latar Belakang : Asuhan kebidanan Continuity of Care (COC) adalah asuhan yang diberikan seorang bidan terhadap klien atau pasien mulai dari masa pra konsepsi, masa kehamilan, nifas, dan Keluarga Berencana (KB). Dengan memberikan asuhan kebidanan COC dapat menyelamatkan ibu dan bayi dalam kehamilan, persalinan, dan nifas agar tidak terjadi penyulit dan komplikasi serta memberikan pelayanan KB sehingga dapat menurunkan AKI dan AKB. Tujuan Penelitian : Menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. H.H dengan Kehamilan Normal di Bidan Praktik Swasta Trimurdani Semsi Kota Kupang periode 05 S/D 30 Maret 2024. Metode Penelitian : Metode kualitatif menggunakan studi penelaahan kasus, subjek studi kasus yaitu Ny. H.H G2P1A0AH1 di Bidan Praktik Swasta Trimurdani Semsi Kota Kupang, teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang meliputi pemeriksaan fisik, wawancara, dan observasi sedangkan data sekunder meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil : Asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. H.H G2P1A0AH1 selama kehamilan trimester III dengan masalah nyeri perut bagian bawah, keadaan ibu dan janin sehat. Pada proses persalinan, dapat berlangsung normal tanpa ada penyulit dan komplikasi, tidak ada laserasi jalan lahir, tidak terjadi perdarahan, serta keadaan ibu dan bayi baik. Bayi lahir langsung menangis, warna kulit kemerahan, tonus otot baik, bergerak aktif, BB 3800 gram, PB 50 cm, LK 33 cm, LD 30 cm, LP 29 cm, serta tanda-tanda vital dalam batas normal yaitu nadi 145 x/menit, pernapasan 42 x/menit, dan suhu 36,8ºC. Pada masa nifas berlangsung normal tanpa ada penyulit dan komplikasi, keadaan ibu baik, tanda-tanda vital dalam batas normal dan telah dilakukan kunjungan sebanyak 4 kali. Ibu menjadi akseptor KB pil setelah 3 minggu pasca persalinan. Simpulan : Setelah dilakukan asuhan secara berkelanjutan mulai dari kehamilan sampai pada perawatan masa nifas dan BBL berjalan normal, ibu dan bayi dalam keadaan baik. Ibu dan suami sepakat untuk menggunakan alat kontrasepsi pil
Implementasi Kompres Hangat Untuk Mengurangi Nyeri Pada Ibu Post Operasi Sectio Caesarea Di Puskesmas Sikumana
Latar Belakang: Sectio Caesarea adalah bentuk persalinan buatan di mana bayi dilahirkan melalui insisi pada dinding perut dan rahim, dengan berat bayi minimal 500 gram. Tujuan: Mengetahui efektifnya kompres hangat untuk mengurangi nyeri pada ibu post operasi Sectio Caesarea Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus yaitu mengaplikasikan langsung proses keperawatan yang mencakup pengkajian satu unit penelitian secara intensif misalnya keluarga, kelompok, komunitas atau institusi Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya penurunan skala nyeri yang di rasakan pasien.Hal ini membuktikan bahwa bahwa Implementasi kompres hangat efekrif dalam menurunkan nyeri pada ibu post operasi sectio caesarea .Kesimpulan: Dari hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa bahwa Implementasi kompres hangat efekrif dalam menurunkan nyeri pada ibu post operasi sectio caesare
Implementasi Slow Stroke Back Massage Untuk Mengurangi Kecemasan Pada Pasien Penderita Hipertensi Di Rsud.Prof. Dr. W.Z Johannes Kupang
Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang sering dialami oleh kelompok usia, akibat peningkatan tekanan darah yang abnormal sebagian besar pasien hipertensi mengalami kecemasan. Salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan pada ibu pasien hipertensi adalah terapi slow stroke back massage. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi slow stroke back massage untuk mengurangi kecemasan pada pasien penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus dengan desain studi kasus deskriptif. Subjek penelitian ini adalah dua orang pasien pria yang ditetapkan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen kecemasan yang digunakan adalah kuesioner Hamilton Rating Scale (HRS-A). Hasil penelitian diperoleh, sebelum dilakukan terapi slow stroke back massage, tingkat kecemasan Tn.D adalah kecemasan sangat berat (Nilai 32), dan tingkat kecemasan Tn.R adalah kecemasan berat (Nilai 28). Setelah dilakukan terapi slow stroke back massage selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 10-20 menit setiap hari, didapatkan hasil penurunan tingkat kecemasan, pada Tn. D menjadi tingkat kecemasan ringan (Nilai 9), pada Tn. R menjadi tingkat kecemasan ringan (Nilai 7). Simpulan penelitian ini, terapi slow stroke back massage mengurangi kecemasan pada pasien penderita hipertensi. Diharapkan pasien dan keluarga dapat menerapkan terapi slow stroke back massage untuk mengurangi kecemasan pada pasien hiprtensi
Studi Tingkat Pengetahuan Dan Tindakan Ibu Balita Tentang Kejadian Diare Di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Tahun 2024
Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan dunia Terutama di Negara berkembang. Besarnya masalah tersebut terlihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare.tujuan penelitian ini Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tindakan ibu balita tentang kejadian diare di kelurahan Oesapa kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Jenis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tindakan ibu balita tentang kejadian diare,Variabel penelitian yaitu penegetahuan dan Tindakan ibu balita tentang kejadian diare . populasi dalam penelitian ini adalah balita yang menderita diare di kelurahan Oesapa kecamatan Kelapa Lima yang berjumlah 57 orang. Data yang diperoleh dapat dioalah dan di analisis secara deskriptif dan di sajikan dalam bentuk table.Hasil penelitian untuk Tingkat Pengetahuan Ibu Balita tentang kejadian diare Di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima yaitu dengan kriteria baik berjumlah 14 dengan presentase 38%, cukup berjumlah 12 dengan persentase 32%, dan kurang berjumlah 11 dengan persentase 30%. Dan Tindakan ibu balita tentang kejadian diare Di Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima yaitu dengan kriteria baik berjumlah 18 dengan presentase 48%, cukup berjumlah 14 dengan persentase 39%, dan kurang berjumlah 5 dengan persentase 13%. Disarankan ibu yang memiliki balita di kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang untuk meningkatkan sadaran akan pentingnya meningkatkan kebersihan diri maupun balita serta selalu memperhatikan hal-hal seperti, menyiapkan Sarana cuci tangan beserta sabun, rajin membersihkan jamban, rajin mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan balita maupun keluarga dan selalu mengikuti kegiatan sosialisasi yang berkaitan dengan diare yang dilaksanakan oleh tenaga Kesehatan agar dapat mencegah diare pada balit
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny. A.S G1P0A0AH0 Usia Kehamilan 35 Minggu di RPMB Trimurdani Semsi Periode 29 Januari S/D tanggal 03 Mei 2024.
Latar Belakang: Asuhan kebidanan COC merupakan asuhan berkesinambungan yang diberikan oleh bidan sejak kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencanan untuk memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang terjadi pada ibu dan bayi. Tujuan Asuhan Kebidanan COC adalah memantau jalannya masa kehamilan dengan memastikan kesehatan ibu dan perkembangan bayi, memberikan penatalaksanaan yang dibutuhkan dan mengatasi secara dini komplikasi, mempersiapkan fisik dan psikis untuk kesehatan ibu dan bayi untuk menghadapi persalinan dan kemungkinan komplikasi. Asuhan kebidanan COC dapat membantu mengurangi serta menurunkan AKI dan AKB.Tujuan : Mampu melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. A.S di TPMB Trimurdani Semsi tanggal 29 Januari-03 Mei 2024 dengan menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan perkembangan. Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi penelahaan kasus. Lokasi di TPMB Trimurdani, subjek studi kasus adalah Ny.A.S dilaksanakan tanggal 29 Januari sampai dengan 03 Mei 2024 teknik pengumpulan data menggunakan data primer, data sekunder, dan data tesier Hasil: Ny. A.S G1P0A0AH1 usia kehamilan 35 minggu janin tungga, hidup, intra uterin, letak kepala, keadaan ibu dan janin baik, dilakukan kunjungan 3 kali dengan asuhan kebidanan sesuai teori, ibu bersali normal tanggal 08 Maret 2024 usia kehamilan 40-41 minggu, dilakukan pertolongan persalinan 60 langkah APN di tolong oleh tenaga kesehatan, bayi lahir menangis kuat, bergerak aktif, dan warna kulit merah muda, melakukan IMD, menjaga kehangatan dan perawatan tali pusat, melakukan KN 3 kali. Masa nifas involusi uterus baik dilakukan KF 4 kali dengan diberikan asuhan sesuai kebutuhan ibu dan konseling KB, ibu memilih metode KB suntik 3 bulan, KIE ibu tentang efek samping KB suntik 3 bulan jika digunakan jangka panjang akan terjadi defisiensi estrogen sehingga dapat menyebabkan kekeringan vagina dan efektif bila dilakukan secara rutin. Simpulan: Telah menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. A.S yang ditandai dengan ibu sudah mengikuti semua anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan di fasilitas kesehatan dan ditolong oleh tenaga kesehatan, bayi sehat, masa nifas berjalan normal, keluhan selama nifas teratasi dan konseling KB, ibu memilih metode KB Suntik 3 Bulan