Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA AUDIOVISUAL TENTANG SADARI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA SISWI DI SMA NEGERI 6 KOTA KUPANG
Latar belakang : Kanker payudara menjadi penyebab kematian wanita terbesar di
Indonesia. Pada tahun 2022, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858
kasus (16,6%) dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 22 ribu jiwa. Tujuan :
Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media audiovisual
tentang SADARI terhadap tingkat pengetahuan dan sikap deteksi dini kanker
payudara pada siswi di SMA Negeri 6 Kupang tahun 2024. Metode : Penelitian ini
menggunakan desain pre eksperimental one group pretest posttest dengan teknik
pengambilan sampel proportional random sampling. Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh siswi kelas XI SMA Negeri 6 kupang berjumlah 187 siswi dengan
sampel sebanyak 65 siswi. Dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil :
Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audiovisual, dimana
didapatkan asymp. Sig (2-tailed) bernilai 0,000 <0,05. Kesimpulan : Terdapat
pengaruh pendidikan kesehatan melalui media audiovisual tentang SADARI
terhadap tingkat pengetahuan dan sikap deteksi dini kanker payudara pada siswi di
SMA Negeri 6 Kota Kupang Tahun 2024. Saran : Diharapkan dengan adanya
penelitian ini dapat memberikan informasi dan masukan kepada siswi SMA Negeri
6 tentang deteksi dini kanker payudara sehingga dapat mempraktekkannya dan
pihak sekolah dapat lebih banyak menjelaskan tentang deteksi dini kanker payudara
dengan SADARI kepada seluruh siswi di SMA Negeri 6 Kota Kupang
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN KANKER SERVIKS MENGGUNAKAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN SISWI DI SMA KATOLIK SINT CAROLUS KUPANG
Latar Belakang : Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2020,
diperkirakan ada 604.000 kasus wanita yang didiagnosis kanker serviks di
seluruh dunia dan ada sekitar 342.000 wanita meninggal karena kanker serviks
(Khabibah et al., 2022). Menurut data dari GLOBOCAN (Global Cancer
Observatory) (2020), menyebutkan bahwa di Indonesia kasus kanker serviks
sangat tinggi, jumlah kasus baru kanker yang ditemukan yakni 396.914 kasus
sebanyak 9.2 % (36.633) adalah kasus kanker serviks. Tujuan : Untuk
mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang deteksi dini dan pencegahan
kanker serviks menggunakan media audiovisual terhadap pengetahuan siswi di
SMA Katolik Sint Carolus Kupang. Metode : Desain penelitian ini menggunakan
desain penelitian kuantitatif dengan metode penelitian pra eksperimen dengan
rancangan one group pretest dan posttest. Populasi dalam penelitian ini ada
semua siswi di SMA Katolik Sint Carolus Kupang dengan sampel semua siwi
kelas XI yang berjumlah 35 responden yang terbagi dalam 3 rombongan belajar.
Hasil : Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui media audiovisual,
dimana didapatkan asymp. Sig (2-tailed) bernilai 0,000 <0,05. Kesimpulan :
Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang deteksi dini dan pencegahan
kanker serviks menggunakan media audiovisual terhadap pengetahuan siswi di
SMA Katolik Sint Carolus Kupang. Saran : Diharapkan dengan adanya
penelitian ini dapat memberikan informasi dan masukan kepada Siswi SMA
Katolik Sint Carolus tentang deteksi dini dan pencegahan kanker serviks
sehingga dapat mempraktekkannya dan pihak sekolah dapat lebih banyak
menjelaskan tentang deteksi dini dan pencegahan kanker serviks kepada seluruh
siswi di SMA Katolik Sint Carolus Kupang
PENERAPAN TERAPI RANGE OF MOTION (ROM) TERHADAP KELEMAHAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIC DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA Drs.TITUS ULY KUPANG
Stroke merupakan penyakit serius yang bisa menimpa siapa saja dan kapan saja. Hal ini
disebabkan oleh adanya penyumbatan atau pembekuan pada darah yang dapat menghentikan
aliran darah ke bagian otak. Latihan Range Of Motion (ROM) atau rentang gerak berperan penting
dalam perawatan penderita stroke hal ini tidak hanya mencegah gangguan tersebut tetapi juga
mendukung keberhasilan pengobatan. Penelitian ini kualitatif dengan desain deskriptif, studi kasus
dilakukan dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus dengan responden
berjumlah 2 orang dengan kriteria responden yaitu kriteria inklusi dan eksklusi, Studi kasus ini
adalah mengobservasi bagaimana penerapan Terapi ROM terhadap kelemahan otot di Rumah
Sakit Bhayangkara Kupang. Metode pengumpulan data pada studi kasus ini adalah dengan metode
wawancara, observasi dan studi dokumen. Didapatkan hasil sebelum dilakukan Latihan ROM
yaitu skala kekuatan otot pada kedua subjek penelitian yaitu 3 dan setelah dilakukan terapi ROM
hasil menunjukkan skala kekuatan otot pada kedua subjek penelitian yang diukur menggunakan
lembar pengukuran skala kekuatan otot yaitu dengan dilakukannya Latihan Range Of Motion
(ROM) 1 kali sehari selama 3 hari berturut-turut dengan waktu yang dibutuhkan 5-10 menit setiap
harinya, didapatkan hasil tidak adanya peningkatan kekuatan otot pada kedua subjek penelitian.
Penerapan Range Of Motion (ROM) efektif untuk meningkatan kekuatan otot namun ini
membutuhkan waktu lama dan harus dilakukan secara rutin dan berulang-ulang, sehingga perlu
mengedukasi kedua subjek penelitian serta keluarga perlu mengetahui tentang manfaat, tujuan dan
cara melakukan Latihan Range Of Motion (ROM) agar dapat melakukan Latihan gerak sendi
ketika diruma
GAMBARAN STATUS JARINGAN PERIODONTAL DAN KEBIASAAN MENGKONSUMSI SIRIH PINANG PADA IBU-IBU DI RT 17 TDM 2
GAMBARAN STATUS JARINGAN PERIODONTAL DAN KEBIASAAN MENGONSUMSI SIRI PINANG PADA IBU -IBU RT 17 TDM II
INTISARI
Dewita Kenjam, Christina Ngadilah, Ita Astit Karmawati
Latar Belakang: Menurut WHO menyebutkan daun tanaman sirih yang dalam daftar perioritas WHO dinyatakan sebagai tanaman obat terbanyak, digunakan dunia ini mengandung glyoyrhizin (glisirisin). Tujuan penelitian: Untuk mengetahui kondisi status jaringan periodontal pada ibu-ibu yang mengonsumsi sirih pinang. Metode penelitian: Metode yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian: berdasarkan usia menunjukan bahwa Sebagian besar ibu-ibu yang mngonsumsi sirih pinang memiliki usia 40-45 tahun dengan presentase 62%, berdasarkan berapa lama ibu-ibu yang mengunyah sirih pinang bahwa sebagian besar memiliki waktu mengunyah sirih pinang sebanyak 37 orang (74%), berdasarkan frekuensi ibu-ibu yang mengonsumsi sirih pinang bahwa Sebagian besar memiliki frekuensi mengonsumsi sirih pinang sebanyak 26 orang (52%), dan berdasarkan skor CPITN bahwa ibu-ibu yang mengonsumsi sirih pinang Sebagian besar memiliki skor CPITN dengan kriteria calculus sebanyak 27 orang (54%). Kesimpulan berdasarkan usia 40-45 tahun dengan jumlah sebanyak 31 orang (62%), waktu mengunyah sirih pinang sebanyak 37 orang (74%), frekuensi mengonsumsi sirih pinang sebanyak 26 orang (52%), skor CPITN dengan kriteria calculus sebanyak 27 orang (54%)
KEPATUHAN PASIEN TUBERKULOSIS PADA PENGGUNAAN OBAT TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS OESAPA
Latar Belakang: Kepatuhan terhadap pengobatan panjang tuberkulosis merupakan kunci dalam pengendalian tuberculosis. Kepatuhan menjadi sebuah fenomena kompleks yang dinamis dengan berbagai faktor yang berdampak pada perilaku pengambilan pengobatan pasien. Tujuan Penelitian: Mengukur tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis pada pasien di Puskesmas Oesapa. Metode Penelitian: Jenis penelitian observasional non eksperimental dengan desain penelitian cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling menggunakan kuesioner MMAS-8/Morisky Medication Adherence Scale. Sampel yang digunakan adalah 40 pasien tuberkulosis paru yang sedang dalam pengobatan dengan rentan usia antara 15 sampai 77 tahun. Hasil Penelitian: Menunjukkan 62.5% memiliki tingkat kepatuhan baik, 27.5% tingkat kepatuhan cukup, dan 10% tingkat kepatuhan kurang dalam minum obat. Kesimpulan: Tingkat kepatuhan penggunaan obat tuberkulosis pada 40 responden di Puskesmas Oesapa termasuk dalam kategori baik, dengan persentasi 62.5%
Penerapan Pijat Laktasi Dalam Meningkatkan Produksi Asi Pada Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi Kota Kupang
Latar Belakang : Menyusui merupakan proses yang alamiah yang tidak mudah dilakukan. Tidak sedikit ibu post partum menghadapi tantangan dalam memproduksi ASI selama masa nifas. Untuk mengatasi masalah ASI diperlukan pijat laktasi untuk meningkatkan hormon oksitosin yang berperan sebagai hormon pengeluar ASI. Tujuan Mengetahui gambaran penerapan pijat laktasi dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas di wilayah kerja puskesmas Oepoi Kota Kupang. Metode : Penelitian deskriptif fokus studi kasus pijat laktasi pada ibu nifas di wilayah kerja puskesmas Oepoi Kupang dengan pelaksanaan implementasi selama 3 hari. Kesimpulan : Pijat laktasi yang dilakukan selama 3 hari pada ibu nifas dapat meningkatkan produksi ASI. Pijat laktasi merupakan salah satu tindakan non farmakologi yang dapat meningkatkan produksi ASI dan mengatasi masalah laktasi pada ibu nifas. Dengan demikian pijat laktasi sangat penting dilakukan pada ibu nifas untuk mencegah komplikasi post partum yaitu gangguan laktasi yang akan berdampak pada kesehatan ibu dan bayi serta mendukung keberhasilan proses laktasi terutama pada periode ASI eksklusif
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang DAGUSIBU obat Antibiotik di RT 028/ RW 007 Kelurahan Namosain
Pengetahuan merupakan hasil tahu dan terjadi ketika sesorang mengadakan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Dagusibu (Dapatkan, gunakan, simpan dan buang) merupakan suatu program edukasi kesehatan yang dibuat oleh IAI dalam upaya mewujudkan Gerakan Keluarga Sadar Obat yang merupakan upaya bersama dalam meningktakan pemahaman masyarakat terhadap obat. Tujuan dari peneliitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang Dagusibu obat Antibiotik di RT 028/RW 007 Kelurahan Namosain Kota Kupang tentang cara dapatkan, gunakan, simpan dan buang obat. Jenis penelitan ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dari penelitian ini yaitu masyarakat RT 028/RW 007 Namosain Kota Kupang sebanyak 100 kepala keluarga dan sampel yang di ambil yaitu 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bawa pengetahuan masyarakat tentang Dagusibu obat secara keseluruhan yaitu responden yang berpengetahuan cukup 85 responden berpengetahuan kurang 52 responden dan berpengetahuan baik 67 responden sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan di masyarakat RT 028/RW 007 Namosain Kota Kupang memiliki pengetahuan baik tentang Dagusibu Obat. Kesimpulan dapat diambil bahwa pengetahuan masyarakat tentang Dagusibu obat Antibiotik berpengetahuan baik dan cukup yaitu tingkat pengetahuan masyarakat berdasarkan dapatkan yang berpengetahuan baik (80%) berdasarkan gunakan yang berpengetahuan cukup sebanyak (60%) berdasarkan simpan yang berpengetahuan baik sebanyak (80%) berdasarkan buang yang berpengetahuan kurang sebanyak (40%). Dan berdasarkan hasil penelitian berdasarkan pengetahuan masyarakat RT 027/RW 008 Kelurahan Namosain Kota Kupang tentang Dagusibu Antibiotik dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat cukup baik
KEPATUHAN PASIEN TUBERKOLOSIS (TBC) DI PUSKESMAS TARUS PERIODE JANUARI – JUNI 2023
Kepatuhan pasien dalam pengobatan merupakan tingkat atau derajat ketaatan minum obat pasien sesuai dengan obat yang yang diberikan sesuai dengan resep dan anjuran dokter atau petugas kesehatan lainnya. Tuberkulosis adalah penyakit infeksi disebabkan oleh bakteri Mycobaterium tuberculosis. Tujuan penelitian untuk mendapatkan data pengobatan pasien TBC di puskesmas Tarus berdasarkan jenis obat, dosis, dan aturan pakai serta untuk mendapatkan data kepatuhan pasien TBC yang meliputi usia, jenis kelamin, dan pekerjaan di puskesmas Tarus periode Januari-Juni 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian retrospektif yaitu penelitian yang mengambil data tahun sebelumnya bulan Januari sampai Juni Tahun 2023. Hasil penelitian pengobatan tahap awal disebut kategori pertama menggunakan beberapa obat diantaranya meliputi rifampisin 150mg, isoniazid 75mg, pirazinamid 400mg, dan etambutol 275mg. Sedangkan pada tahap lanjutan menggunakan obat rifampisin 150mg dan isoniazid 150mg, Dosis yang digunakan pada pengobatan pasien tuberkolosis (TBC) berdasarkan berat badan yaitu 30-37kg (2tab) sebanyak 13 pasien, 38-54kg (3tab) sebanyak 21 pasien, 55-70kg(4tab) sebanyak 9 pasien, ≥ 71(5tab)sebanyak 1 pasien. serta dapat dinyatakan bahwa 44 pasien yang menderita tuberkolosis dinyatakan patuh karena mematuhi pengobatan pada tahap awal, dan melewati tahap lanjutan menggunakan obat dan dosis yang sesuai dengan pengobatan. Simpulan pengobatan pasien TBC di puskesmas Tarus menggunakan obat anti tuberkolosis (OAT) kategori I (rifampisin 150mg isoniazid 75mg, pirazinamid 400mg, dan etambutol selama 2 bulan serta rifampisin 150mg dan isoniazid 150mg selama 4 bulan
Profil Pengetahuan Masyarakat Tentang Dapatkan Gunakan Simpan Buang (DAGUSIBU) Di Rt 11/Rw 006 Desa Baumata Barat Kecamatan Taebenu
Pengetahuan terkait obat berperan penting dalam pelaksanaan swamedikasi.Dagusibu adalah program edukasi yang dibentuk oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) terkait dapatkan, gunakan, simpan, dan buang obat denganbenar. Pengetahuan masyarakat terkait pengolahan obat yang benar akan bertambah sehingga obat dapat menghasilkan efek yang bermanfaat. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui profil pengetahuan Masyarakat tentang Dagusbu di RT 11 RW 06 Desa Baumata Barat Kecamatan Taebenu tentang Dagusibu. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dari penelitian ini yaitu sebagian masyarakat yang berdomisili di Desa Baumata Barat Kecamatan Taebenu. Sampel yang digunakan berjumlah 62 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahun responden tentang dagusibu masih dalam kategori cukup (45,16%) dengan jumlah responden sebanyak 28 orang, kategori kurang (27,42%) sebanyak 17 orang, dan kategori baik (27,42%) sebanyak 17 orang. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa pengetahuan masyarakat RT 11/RW 06 Desa Baumata Barat Kecamatan Taebenu tentang dagusibu masuk dalam kategori cukup (45,16%), dengan jumlah responden sebanyak 28 orang, kategori kurang (27,42%) sebanyak 17 orang, dan kategori baik (27,42) sebanyak 17 oran
Implementasi Relaksasi Nafas Dalam Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kupang Kota
Latar belakang: Dalam penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan dengan
farmakologis dan non farmakologis. Relaksasi nafas dalam salah satu terapi
nonfarmakologis pada pasien hipertensi untuk menurunkan tekanan darah,
kecemasan, dan stress. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas implementasi pada
penurunan tekanan darah dengan teknik relaksasi nafas dalam pada pasien
hipertensi di puskesmas kupang kota. Metode: Penelitian ini adalah penelitian
deskriptif dalam bentuk pendekatan studi kasus dengan kriteria subjek penelitian.
Hasil: Berdasarkan hasil penelitian setelah dilakukan pemberian teknik relaksasi
nafas dalam terjadi penurunan tekanan darah dengan selisih rata-rata tekanan
darah sistolik 10 mmHg dan tekanan darah diastolik 10 mmHg pada keempat
responden. Kesimpulan: Pemberian teknik relaksasi nafas dalam pada pasien
hipertensi efektif dapat membantu menurunkan tekanan darah. Saran: Pasien
diharapkan dapat melakukan teknik relaksasi nafas dalam 1 kali sehari selama 15
menit dan pasien hipertensi perlu mengonsumsi obat hipertensi sebagai upaya
utama mengontrol tekanan darah