Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Pengetahuan Dampak Penggunaan Tusuk Gigi Terhadap Kondisi Jaringan Periodontal Pada Masyarakat RT 026 Kelurahan Liliba
Kebersihan gigi dan mulut adalah suatu keadaan yang menunjukan bahwa di dalam mulut seseorang bebas dari kotoran seperti debris,plak, dan calculus. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan pada 72 orang masyarakat di dusun Glagahombo,Tempel,Sleman diperoleh data bahwa tingkat pengetahuan mayarakat mengenai penggunaan tusuk gigi masuk dalam kriteria sedang sebanyak 38 responden (52,8%) dengan frekuensi penggunaan tusuk gigi masuk kedalam kriteria kadang-kadang sebanyak 37 responden (52,8%). Dampak penggunaan tusuk gigi berupa gusi berdarah dialami oleh 38 responden (52,8%).Tujuan: Untuk mengetahui tingkat usia penggunaan tusuk gigi,tingkat pengetauhan penggunaan tusuk gigi dan mengidentifikasi dampak penggunaan tusuk gigi terhadap kondisi jaringan periodontal pada masyarakat Rt 026 Kelurahan Liliba.(CPITN).Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian desktiptif dengan metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dampak penggunaan tusuk gigi terhadap kondisi jaringan periodontal. Populasi penelitian ini adalah orang dewasa yang berjenis kelamin Laki-laki berjumlah 65 orang di Rt 026 Kelurahan Liliba. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan menggunakan kuesioner dan melakukan pemeriksaan langsung menggunakan format CPITN. Dalam penelitian ini yang di teliti adalah tingkat usia,pengetahuan penggunaan tusuk gigi,dampak penggunan tusuk gigi pada masyarakat.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa paling banyak masyarakat yang menggunakan tusuk gigi berusia 36-45 tahun (51%) ,sedangkan pengetahuan masyarakat tentang dampak penggunaan tusuk gigi terhadap kondisi jaringan periodontal sebagian besar dalam kriteria buruk (86%), dan kondisi jaringan periodontal pada masyarakat dampak penggunaan tusuk gigi berupa poket dangkal sebanyak (35%).Kesimpulan: Responden yang paling banyak menggunakan tusuk gigi berusia 36-45 tahun dan tingkat penegtahuan masyarakat tentang dampak penggunaan tusuk gigi sebagian besar dalam kriteria buruk 86%, dan kondii jaringan periodontal dampak penggunaan tusuk gigi berupa poket dangakl sebanyak 35%
GAMBARAN JUMLAH TROMBOSIT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS OESAPA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG
Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh human
Mycobacterium tuberculosis. Kuman tersebut biasanya masuk ke dalam tubuh
manusia melalui udara pernapasan ke dalam paru, kemudian kuman tersebut dapat
menyebar dari paru ke bagian tubuh lainnya melalui sistem peredaran darah, sistem
saluran limfa, melalui saluran pernapasan (bronchus) atau penyebaran langsung ke
bagian tubuh lainnya.Tujuan penelitan ini untuk mengetahui gambaran jumlah
trombosit pada penderita TB paru di Puskesmas Oesapa Kecamatan Kelapa Lima
Kota Kupang berdasarkan karakteristik usi, jenis kelamin dan lama pengobatan.
Metode penlitian ini bersifat deskriptif analitik dimana peneliti ingin mengetahui
gambaran jumlah trombosit pada penderita TB paru. Hasil penlitian menunjukkan
bahwa dari total 20 pasien TB paru, responden terbanyak berdasarkan usia adalah
usia produktif sebanyak 16 sampel (80%), berdasarkan jenis kelamin adalah jenis
kelamin laki-laki sebanyak 15 sampel (75%) dan berdasarkan jumlah trombosit
dalam darah, adalah responden dengan jumlah trombosit normal sebanyak 16
sampel (80%). Kesimpulan penelitian ini yaitu dari total sampel 20 penderita
terdapat kadar trombosit sebagian besar masih berada dalam batas normal (Nilai
normal trombosit 150.000µl-400.000µL) dengan jumlah sebanyak 16 pasien
(80%). Sedangkan 4 pasien (20%) menurun <150.000µL
EFEKTIVITAS EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmanni) SEBAGAI ANTIKOAGULAN ALAMI PADA PROSES PEMBEKUAN DARAH
Antikoagulan merupakan suatu zat yang sering digunakan untuk mencegah proses pembekuan darah dengan cara mengikat konversi fibrinogen menjadi fibrin dalam proses pembekuan.Kayu manis (Cinnamomum burmanni) merupakan tanaman rempah yang di manfaatkan oleh masyaraat pada bagian batangnya, kayu memiliki salah satu komponen terbesar yaitu kumarin. Kumarin dapat berkerja sebagai antikoagulan.Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas antikoagulan dari ekstrak kayu manis, Untuk Mengetahui lamanya masa pembekuan darah oleh ekstrak kayu manissebagai antikoagulan alami dan efektivitas ekstrak kayu manis menggunakan pengamatan secara visual dengan melihat lamanya waktu pembekuan darah. Hasil yang diperoleh adalah dari 21 sampel yang ditambahan estrak kayu manis yang tidak mengalami pembekuan ada 20 sampel dan 1 sampel mengalami pembekuan sehingga ekstrak kayu manis efektif sebagai antikoagulan alami. Pembekuan darah tanpa antikoagulan memiliki rata-rata yaitu 8 menit 30 detik, sedangkan darah dengan penambahan ekstrak kayu manis pada menit ke 30, 20 sampel tidak menggalami pembekuan 1 sampel mengalami pembekuan. Pada 24 jam dilakukan pengamatan dari 20 sampel yang tidak mengalami pembekuan 15 sampel mengalami pembekuan dan 5 sampel tidak mengalami pembekuan sehingga menandakan ekstrak kayu manis efektif sebagai antikoagulan alami Ekstrak kayu manis memiliki efektifitas 95,2 % sebagai antikoagulan alami
GAMBARAN PERILAKU PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI TERHADAP STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT SISWA-SISWI KELAS V DI SDN BIMOKU KOTA KUPANG
Latar Belakang: Menjaga kebersihan gigi dan mulut adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. Perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut yang tidak benar dapat menyebabkan menurunnya kebersihan gigi dan mulut, yang akan menimbulkan adanya debris. Debris yang tidak dibersihkan akan membentuk plak, plak yang terlalu menumpuk nantinya akan mengakibatkan terbetuknya kalkulus. Tujuan : untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi terhadap status kebersihan gigi dan mulut. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode survei yang bertujuan untuk Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku kesehatan gigi terhadap status kebersihan gigi dan mulut siswa kelas V di SDN Bimoku Kota Kupang. Hasil Peneltian : Pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi siswa-siswi kelas V di SDN Bimoku Kota Kupang dengan kriteria baik sebanyak 29 (56,9%) dengan status kebersihan gigi dan mulut buruk sebesar 25,5%. Sikap pemeliharaan kesehatan gigi siswa-siswi kelas V di SDN Bimoku Kota Kupang dengan kriteria baik sebanyak 30 (58,8%) dengan status kebersihan gigi dan mulut dengan kriteria buruk sebanyak 25,5%. Tindakan pemeliharaan kesehatan gigi siswa-siswi kelas V di SDN Bimoku Kota Kupang dengan kriteria cukup sebanyak 25 (49,0) dengan status kebersihan gigi dan mulut kriteria sedang sebanyak 15 (29,4%). Kesimpulan: . Hubungan Pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi responden terhadap pemeliharaan kesehatan gigi sebanyak 30 (58,8%) pada kriteria baik dan responden memiliki status kebersihan gigi dan mulut dengan kriteria buruk sebanyak 13 (25,5%). Hal ini dikarenakan responden tidak mengaplikasikan pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi di kehidupan sehari-hari. Hubungan Sikap pemeliharaan kesehatan gigi responden sebanyak 29 (56,9) pada kriteria baik dan responden memiliki status kebersihan gigi dan mulut dengan kriteria buruk sebanyak 12 (25,5%). Hal ini dikarenakan responden kurang adanya arahan dari orang tua untuk memelihara kesehatan gigi. Hubungan Tindakan pemeliharaan kesehatan gigi responden sebanyak 22 (43,1% ) pada kriteria baik dan responden memiliki status kebersihan gigi dan mulut dengan kriteria cukup sebanyak 13 (25,5%). Hal ini dikarenakan responden tidak ada motivasi untuk memelihara kesehatan gigi
PENGETAHUAN DAN TINDAKAN IBU TENTANG KESEHATAN GIGI ANAK PAUD DI PAUD KELURAHAN BELO, KECAMATAN MAULAFA KOTA KUPANG
A. Latar belakang: Kesehatan gigi merupakan bagian terpenting dari kesehatan secara
umumnya. Dampak dari kesehatan gigi yang terganggu adalah terganggunya aktivitas
sehingga menurunkan produktivitas kerja seseorang. Tujuan: Tujuan dari Penelitian
ini adalah untuk mengetahui gambaran Pengetahuan dan tindakan ibu tentang
kesehatan gigi dan mulut bagi anak PAUD di Kelurahan belo, kecamatan maulafa kota
kupang. Metode Penelitian: Metode penelitian deskriptif adalah penelitian yang
dilakukan untuk menggambarkan atau menjelaskan secara sistematis, faktual dan
akurat mengenai fakta dan sifat populasi tertentu untuk mengetahui gambaran umum
tentang pengetahuan dan tindakan ibu terhadap kesehatan gigi anak PAUD, di PAUD
Kelurahan Belo Kecamatan Maulafa Kota Kupang. Pembahasan: Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa responden lebih banyak pada kelompok umur 26-35 tahun (60%)
sebanyak 36 orang. Bila dilihat dari pendidikan terakhir responden tertinggi yaitu
pendidikan SMA sebanyak 33 orang (55%) dan pengetahuan responden dengan kriteria
baik sebanyak 25 orang (42%) serta tindakan ibu dengan kriteria cukup sebanyak 38
0rang (63%). Kesimpulan: Secara umum, pengetahuan ibu di PAUD Kelurahan Belo,
Kecamatan Maulafa, Kota Kupang tentang kesehatan gigi anak PAUD termasuk
kriteria baik. Dan tindakan ibu tentang kesehatan gigi anak paud termasuk kriteria
cukup
STUDI KETERSEDIAAN AIR BERSIH DI POLTEKKES KEMENKES KUPANGTAHUN 2024
Air bersih adalah salah satu kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan secara
berkelanjutan. Penggunaan air bersih sangat penting untuk kebutuhan industrI,
rumah tangga dan tempat-tempat umum. Karena pentingnya kebutuhan air bersih,
maka sudah sewajarnya jika sektor air bersih mendapatkan prioritas penangganan
utama. Penanganan kebutuhan air bersih dapat dilakukan dengan berbagai cara
disesuaikan dengan sarana dan prasarana yang ada. Penelitian dilakukan secara
deskriptif dengan Variabel penelitian kebutuhan air bersih dan kapasitas reservoir.
Sampel penelitian ini sebanyak 8 prodi pada Kampus Poltekkes Kemenkes Kupang.
Pengumpulan data dengan cara melakukan perhitungan kebutuhan air bersih dan
kapasitas reservoir dan dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kebutuhan air bersih tertinggi berada di kampus prodi D-III & D-IV
Keperawatan dengan rata-rata kebutuhan air bersihnya mencapai 23.160 liter/hari
atau sekitar 23,16 m3/hari sedangkan kebutuhan air terendah berada di kampus
prodi D-III Teknologi Laboratorium Medik dengan rata-rata kebutuhan air
bersihnya mencapai 7.390 liter/hari atau sekitar 7,3 m3/hari. Kapasitas reservoir
terbesar berada di kampus prodi D-III Kebidanan dan D-III Gizi dengan kapasitas
reservoir sebesar 125.928 liter sedangkan kapasitas reservoir terkecil berada di
kampus prodi D-III Sanitasi dengan kapasitas reservoir sebesar 14.660 liter.
Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari rata-rata kebutuhan air bersih dan
kapasitas reservoir pada Kampus Poltekkes Kemenkes Kupang terdapat 3 prodi
tidak memenuhi syarat dan 5 prodi lainnya memenuhi syarat. Disarankan bagi pihak
pengelola institusi melakukan perencanaan ulang terkait dengan penyediaan
kebutuhan air bersih serta kapasitas reservoir yang tidak memenuhi syarat
GAMBARAN SEDIMEN URIN PADA PENGKONSUMSI KOPI DI RT 011 RW005DESAOEBELOKECAMATANKUPANG TENGAH
kopi adalah jenis minuman seduh yang sering dikonsumsi oleh masyarakat bahkan
minuman kopi selalu ada dalam rutinitas keseharian sehingga menjadikan kopi
sebagai lifestyle saat ini, namun mengkonsumsi kopi yang mengandung kafein
secara berlebih dapat menyebabkan senyawa oksalat dalam kafein tersebut
berikatan dengan kalsium Sehingga membentuk endapan kalsium oksalat di ginjal
atau saluran kemih sehingga dapat terjadi pembentukan batu ginjal. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran sedimen urin pada pengkonsumsi kopi di
RT 011 RW 005 Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah. Jenis penelitian yang
digunakan adalah deskriptif yang dilakukan pada bulan April 2024. Jumlah
keseluruhan sampel 60, pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil
penelitian gambaran sedimen urin pada pengkonsumsi kopi diperoleh sedimen
urin paling banyak ditemukan adalah Kristal kalsium Oksalat yaitu 25 orang
dengan presentase 41,6% , leukosit 15 orang dengan presentase 25% , epitel 8
orang dengan presentase 13,3%, dan eritrosit 4 orang dengan presentase 6,6%
Pengaruh E-Flashcard Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Pencegahan Diabetes Melitus Tipe II Pada Siswa SMAN 1 Kupang
Latar Belakang : Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang memiliki potensi menerjang para remaja karena pola hidup kurang sehat. Prevalensi diabetes melitus untuk anak di bawah 18 tahun di Indonesia mengalami lonjakkan 70 kali lipat dari tahun 2010 hingga 2023. Berdasarkan data pada dokumen Profil Kesehatan Kota Kupang tahun 2022, jumlah penderita diabetes melitus di Kota Kupang sebanyak 5.140 jiwa. Dalam pengamatan awal peneliti menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMAN 1 Kupang cenderung mengonsumsi makanan cepat saji. Salah satu upaya peningkatan pengetahuan dapat dilakukan melalui promosi kesehatan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi pada media pendidikan kesehatan dengan menggunakan media e-flashcard. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh e-flashcard terhadap Tingkat Pengetahuan remaja tentang pencegahan diabetes melitus tipe II pada Siswa SMAN 1 Kupang. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pra-eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test design. Hasil : Berdasarkan hasil analisis uji statistik dengan Uji Wilcoxon, diperoleh nilai signifikansi 0.000 (p 0.05) yang berarti H0 ditolak. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh e-flashcard terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang pencegahan diabetes melitus tipe II pada siswa SMAN 1 Kupang. Kesimpulan : Terdapat pengaruh antara pemberian media e-flashcard terhadap tingkat pengetahuan maja tentang pencegahan diabetes melitus tipe II pada siswa SMAN 1 Kupang. Saran : Dengan adanya e-flashcard, diharapkan responden dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat ke dalam keseharian, sehingga dapat mencegah terjadinya diabetes melitus tipe II
GAMBARAN STATUS EDENTOULUS DAN PEMAKAIAN GIGI TIRUAN PADA MAHASISWA JURUSAN KEBIDANANDANGIZI KEMENKES POLTEKKES KUPANG
Latar Belakang : Kehilangan gigi Sebagian adalah salah satu masalah yang terjadi di seluruh
dunia.Menurut Data penelitian berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di Indonesia
tahun 2018, persentase penduduk dengan jumlah kehilangan gigi sebagian secara umum
sebesar 51,4%. Partial edentulous di definisikan sebagai suatu keadaan hilangnya satu atau
lebih gigi tetapi tidak seluruhnya hilang pada lengkung gigi yang disebut ruang edentolous.
Kehilangan gigi baik sebagian maupun keseluruhan menunjukkan kesehatan mulut dan
kesadaran dari populasi tertentu.Tujuan umum: untuk mengetahui gambaran status edentoulus
dan pemakaian gigi tiruan pada mahasiswa kebidanan dan gizi Kemenkes Poltekkes Kupang.
Metode Penelitian: deskriptif . Populasi penelitian ini adalah mahasiswa kebidan dan gizi di
Kemenkes Poltekkes Kupang, dengan sampel sebanyak 94 oranng.Variabel penelitian adalah
variabel bebas: status edentoulus dan variabel terikat: pemakaian gigi tiruan. Alat
ukurpenelitian ini menggunakan daftar tilik. Hasil Penelitian: hasil penelitian menunjukkan
bahwa klasifikasi rahang tak bergigi pada mahasiswa Jurusan Kebidanan dan Gizi untuk Kelas
I dengan persentase 0%, Kelas II dengan persentase 4%, Kelas III dengan persentase 95% dan
kelas IV dengan persentase 1% dan hasil pemeriksaan yang menggunakan gigi tiruan sebanyak
0% dan yang tidak menggunakan gigi tiruan sebanyak 100%. Kesimpulan: klasifikasi
kehilangan gigi berdasarkan klasifikasi Kennedy yang paling banyak yaitu kelas III dengan
persentase 95% dan tidak mengunakan gigi tiruan dengan persentase 100
Formulasi Nutrasetikal Sereal Daun Kelor (Moringa Oleifera. L) Dengan Tepung Sorgum Sebagai Pengikat dengan baik
Latar Belakang : Sorgum memiliki kandungan pati sebesar 72%. Pati yang terkandung dalam produk pangan memiliki fungsi untuk memperbaiki tekstur dan kepadatan, selain itu fungsi pati sebagai pengikat air. Pati mempunyai peranan penting sebagai pengental dan pengikat dimana amilosa memberikan sifat keras dan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Tujuan Penelitian : Untuk mendapatkan data karakteristik sereal daun kelor berdasarkan SNI 01-4270-1996 dengan tepung sorgum sebagai bahan pengikat. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sereal daun kelor di formulasikan dengan variasi konsentrasi tepung sorgum , yaitu F1 (10%) dan F2 (20%); lalu dilakukan evaluasi meliputi uji organoleptik, uji keadaan, uji kadar air, dan uji kadar abu. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sediaan sereal kelor formula 1 dan 2 berturut-turut memiliki rasa dan aroma yang normal. Hasil uji bj nyata untuk formula1 dan 2 yaitu 0,50 ± 0,02 dan 0,57 ± 0,03, dan bj mampat yaitu 0,54 ± 0,03 dan 0,60 ± 0,02. Persen kadar mampat untuk formula 1 dan 2 yaitu 6,75 ± 1,34 dan 5,61 ± 2,07. Bilangan hausner untuk formula 1 dan 2 yaitu 1,07 ± 0,01 dan 1,05 ± 0,02. Hasil uji kecepatan alir pada kedua formula tidak memenuhi persyratan uji kecepatan alir yaitu 12,50 ± 0,05 dan 10,77± 0,33. Sudut diam yang dihasilkan oleh kedua formula yaitu 34,85 ± 0,59 dan 32,72 ± 1,82. Hasil uji kadar abu untuk kedua formula yaitu 2,73% dan 2,53%. Hasil uji kadar air pada kedua formula yaitu 8,22% dan 7,08%, hasil uji kadar abu F1 (2,73%) dan F2 (2,53%). Simpulan : Formulasi nutrasetikal daun kelor tidak memenuhi persyaratan evaluasi granul yaitu kecepatan alir dan tidak memenuhi standar kadar air sereal berdasarkan SNI 01-4270-1996