Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4410 research outputs found

    Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Dagusibu obat Swamedikasi di RT 027/RW 008 Kelurahan Kolhua

    No full text
    Pengetahuan merupakan hasil tahu dan terjadi ketika seseorang mengadakan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Dagusibu (Dapatkan, gunakan, simpan dan buang) merupakan suatu program edukasi kesehatan yang dibuat oleh IAI dalam upaya mewujudkan Gerakan Keluarga Sadar Obat yang merupakan upaya bersama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap obat. Tujuan dari peneliitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang Dagusibu obat swamedikasi di RT 027/RW 008 Kelurahan Kolhua Kota Kupang tentang cara dapatkan, gunakan, simpan dan buang obat. Jenis penelitan ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dari penelitian ini yaitu masyarakat RT 027/RW 008 Kolhua Kota Kupang seanyak 96 kepala keluarga dan sampel yang di ambil yaitu 55 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bawa pengetahuan masyarakat tentang Dagusibu obatsecara keseluruhanyaituresponden yang berpengetahuan cukup 21 responden dan berpengetahuan baik34 responden sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan di masyarakat RT 027/RW 008 Kelurahan Kolhua memiliki pengetahuan baik tentang Dagusibu Obat. Kesimpulan dapat diambil bahwa pengetahuan masyarakat tentang Dagusibu obat swamedikasi berpengetahuan cukup baik yaitu tingkat pengetahuan masyarakat berdasarkan cara dapatkan yang berpengetahuan baik (77,8%) berdasarkan cara gunakan yang berpengetahuan baik sebanyak (81,2%) berdasarkan cara simpan yang berpengetahuan baik sebanyak (85,3%) berdasarkan cara buang yang berpengetahuancukup sebanyak (57,3%). Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang Dagusibu obat Swamedikasi mempunyai persentase cukup baik

    GAMBARAN KADAR KOLINESTERASE PADA PETANI YANG TERPAPAR PESTISIDA DI DUSUN 1 DESA BESMARAK KECAMATAN NEKAMESE KABUPATEN KUPANG

    Full text link
    Kolinesterase adalah suatu enzim yang terdapat pada cairan seluler, yang fungsinya menghentikan aksi asetilkolin dengan jalan terhidrolisis menjadi kolin dan asam asetat. Asetilkolin adalah suatu neuro hormon yang terdapat antara ujung-ujung syaraf dan otot, sebagai media kimia yang fungsinya meneruskan rangsangan syaraf atau impuls ke reseptor sel-sel otot dan kelenjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kolinesterase pada petani yang terpapar pestisida di Wilayah Dusun 1 Desa Besmarak Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang yang meliputi jenis kelamin, usia, alat pelindung diri, masa kerja dan lama paparan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode random sampling. Populasi pada penelitian ini adalah petani yang terpapar pestisida di Dusun 1 Desa Besmarak Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Kadar kolinesterase normal pada laki-laki 4.620 – 11.500 U/L dan perempuan 3.930 - 10.800 U/L. Hasil penelitian yang paling banyak pada laki – laki sebanyak 26 responden (87%) dengan kadar kolinesterase rendah sebanyak 9 responden (30%). Kadar kolinesterase paling banyak pada usia 30 – 50 tahun 26 responden (87%) dengan kadar kolinesterase rendah sebanyak 11 responden (37%). Kadar kolinesterase paling banyak yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri lengkap sebanyak 24 responden (80%) dengan kadar kolinesterase rendah sebanyak 11 responden (37%). Kadar kolinesterase paling banyak pada masa kerja > 10 tahun sebanyak 26 responden (87%) dengan kadar kolinesterase 10 responden (33%). Kadar kolinesterase paling banyak < 3 jam sebanyak 28 responden (93%) dan kadar kolinesterase rendah sebanyak 10 responden (33%). Rata – rata kadar kolinesterase di Dusun 1 Desa Besmarak Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang yaitu 5.850 U/L. Faktor yang menyebabkan rendahnya kadar kolinesterase dikarenakan cara penggunaan dengan aman , sehingga mempengaruhi perilaku petani seperti tidak memakai alat pelindung diri saat melakukan penyemprotan dan kebersihan diri petani tersebut , sehingga terpapar pestisida

    PENYULUHAN TENTANG CARA MENYIKAT GIGI MENGGUNAKAN MEDIA POSTER TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA KELAS V SD NEGERI BALFAI KABUPATEN KUPANG

    Full text link
    Latar Belakang Hasil survei di SD Balfai pada anak kelas V sebanyak 84 anak, sebagian dengan latar belakang orang tua sebagaian besar pekerja tukang, swasta dan pegawai. Namun anak-anak masih perlu mendapatkan perhatian untuk diberikan informasi tentang kesehatan gigi. Disekitar sekolah terdapat kantin yang menjual berbagai jenis makanan yang menjadi kesukaan anak-anak. Sehingga setiap kali jam istirahat anak suka membeli makanan yang mudah lengket dan selesai makan tidak pernah kumur-kumur, hal ini sangat berpengaruh pada kebersihan gigi dan mulut. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui gambaran penyuluhan kesehatan gigi tentang cara menyikat gigi menggunakan media poster terhadap tingkat pengetahuan dan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa kelas V SD Negeri Balfai, Kabupaten Kupang. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Balfai dengan jumblah sampel 84 orang. Variabel penelitian adalah variabel bebas: penyuluhan tentang cara menyikat gigi menggunkan media poster dan variabel terikat: tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan, status kebersihan gigi dan mulut sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Alat ukur penelitian ini adalah: pengisian kuisioner sebelum dan sesudah penyuluhan dan pemeriksaan status kebersihan gigi dan mulut. Hasil Penelitian tingkat pengetahuan siswa sebelum diberikan penyuluhan dengan media poster sebesar 63,3% kriteria buruk dan setelah diberikan penyuluhan dengan media poster menjadi (84,5%) kriteria baik, sedangkan satus kebersihan gigi dan mulut sebelum diberikan penyuluhan dengan media poster sebesar 75% kriteria sedang dan setelah diberikan penyuluhan menjadi 81% keriteria baik. Kesimpulan Tingkat pengetahuan dan status kebersihan gigi dan mulut siswa setelah dilakukan penyuluhan menggunakan media poster mengalami peningkatan

    Intervensi Pemenuhan Kebutuhan Cairan Pada Anak Diare Dalam Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana Kota Kupang

    No full text
    Latar Belakang: Diare adalah keadaan seseorang mengalami buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari dengan konsistensi cair atau lunak. Anak yang mengalami diare akan timbul gejala seperti turgor kulit menurun, mata cekung, membran mukosa kering, demam, muntah, lemah, pucat, perubahan tanda-tanda vital. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui intervensi pemenuhan kebutuhan cairan pada anak diare dalam keluarga Metode Penelitian: Dalam penelitian ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus untuk mengeksplorasi masalah Intervensi kebutuhan cairan pada anak Diare dalam keluarga wilayah kerja UPTD Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan keluarga dengan anak diare yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan tindakan asupan cairan per oral pada responden yaitu muncul satu gejala mata cekung dan Responden sudah mulai dalam keadaan baik (pulih). Jadi dapat di simpulkan bahwa pemberian asupan cairan per oral pada anak dengan diare dehidrasi ringan/sedang menjadi diare tanpa dehidrasi karena dibuktikan hanya terdapat satu tanda dan gejala. Kesimpulan: Intervensi pemenuhan kebutuhan cairan pada anak diare dengan melakukan tindakan pemberian cairan oral (air minum) maka kekurang volume cairan pada anak teratasi

    TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PERAN TERAPIS GIGI DAN MULUT DALAM UPAYA PROMOTIF, PREVENTIF UNTUK MENCEGAH PENYAKIT GIGI DAN MULUT DI PUSKESMAS OESAPA

    Full text link
    Latar Belakang: Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, baik sehat secara jasmani maupun rohani. Kesehatan yang perlu diperhatikan selain kesehatan tubuh secara umum, juga kesehatan gigi dan mulut. Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu hal yang penting dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Tujuan Penelitian Tingkat kepuasan pasien terhadap peran terapis gigi dan mulut dalam upaya promotif, preventif. Metode penelitian: metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Hasil penelitian: tentang tingkat kepuasan pasien terhadap peran terapis gigi dan mulut dalam upaya promotif dan preventif di poli gigi dengan pasien yang di dapat berdasarkan jawaban kuisoner yang diisi oleh pasien di poli gigi pada Puskesmas Oesapa pada tabel 4.2 diperoleh dari tingkat kepuasan pasien terhadap upaya promotif dengan kriteria sangat puas sebanyak 21 orang dengan frekuensi (70%), kriteria puas sebanyak 8 orang dengan frekuensi (26%), kriteria tidak puas sebanyak 1 orang dengan frekuensi (3%) dan kriteria sangat tidak puas sebanyak 0 orang dengan frekunsi (0%) sedangkan pada tabel 4.3 diperoleh dari kepuasan pasien terhadap upaya preventif dengan kriteria sangat puas sebanyak 12 pasien dengan frekuensi (40%), kriteria puas sebanyak 18 orang dengan frekunesi (60%), kriteria tidak puas sebanyak 0 orang dengan frekunsi (0%) dan kriteria sangat tidak puas sebanyak 0 orang dengan frekuensi (0%

    Penerapan Kompres Hangat dalam Menurunkan Suhu Tubuh pada Anak dengan Demam Berdarah Dengue di Ruang Kenanga RSUD Prof. Dr. W. Z Johannes Kupang

    No full text
    Latar Belakang: DBD (Demam Berdarah Dengue) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang menyebabkan demam (hipertermi). Pemberian kompres hangat memberikan reaksi fisiologis berupa vasodilatasi dari pembuluh darah besar memberikan sinyal kepada kelenjar keringat untuk melepaskan keringat melalui saluran kecil pada permukaan kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan melakukan Kompres Hangat untuk menurunkan Suhu Tubuh pada Anak dengan Demam Berdarah Dangue (DBD) di Ruang Kenanga RSUD. Prof.Dr.W.Z. Johannes Kupang. Metode: Metode penelitian ini adalah studi kasus dan subjek yang digunakan adalah 2 orang pasien anak dengan Demam Berdarah Dengue yang dirawat di Ruang kenanga RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Hasil: Hasil penelitian didapat setelah pemberian kompres hangat pada An. B menunjukan penurunan suhu tubuh dari 39,6°C menjadi 37,2 °C maka An. B mengalami penurunan suhu tubuh sebanyak 2,4 °C dan hasil penelitian pada An. C menunjukan penurunan suhu tubuh dari 39,4°C menjadi 36,8 °C maka An. C mengalami penurunan suhu sebanyak 2,6°C. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian kompres hangat efektif dalam menurunkan suhu tubuh pada pasien Demam Berdarah Dengue

    EFEKTIVITAS PEMBERIAN MINYAK ZAITUN UNTUK MENCEGAH DEKUBITUS PADA PASIEN POST STROKE DI PUSKESMAS OEPOI

    Full text link
    Latar belakang: Dekubitus merupakan kondisi yang paling sering dialami oleh pasien post stroke yang mengalami tirah baring lama. Dekubitus dapat dicegah menggunakan minyak zaitun dengan menjaga keutuhan kulit dan perlindungan kulit dari gesekan atau tekanan dalam waktu lama. Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian minyak zaitun untuk mencegah dekubitus pada pasien post stroke di wilayah kerja Puskesmas Oepoi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasy experiment dengan rancangan penelitian one group pre-post test design tanpa kelompok kontrol. Besar sampel sebanyak 30 responden. Jenis sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan analisis menggunakan uji Wilcoxon. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Hasil: Ada efektivitas pemberian minyak zaitun untuk mencegah dekubitus pada pasien post stroke di wilayah kerja Puskesmas Oepoi. Saran: Diharapkan intervensi pemberian minyak zaitun dapat diberikan pada pasien post stroke untuk mencegah dekubitus

    PENGARUH EDUKASI MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN LUKA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OESAPA

    Full text link
    Latar Belakang: Diabetes Melitus atau dikenal dengan kencing manis merupakan suatu penyakit kronis yang paling umum di kenal dan diderita oleh masyarakat Indonesia dalam setiap tahun, akibat dari organ tubuh tidak mempunyai hormon insulin yang cukup sehingga menyebabkan gangguan pada sekresi insulin yang tidak bekerja sebagaimana mestinya, umumnya ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan luka pada penderita diabetes melitus di wilayah kerja puskesmas Oesapa. Metode: penelitian kuantitatif dengan desain pre eksperimen The one group pretest-posttest design. Uji statistik menggunakan uji Wilxocon Signed Rank Test, Sampel berjumlah 35 responden, instrumen yang di gunakan adalah Kuisioner. Hasil: Penelitian menunjukkan terdapat pengaruh edukasi media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan luka pada penderita diabetes melitus di wilayah kerja puskesmas oesapa p=0,000 (p< 0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi media audio visual terhadap pengetahun dan sikap pencegahan luka pada penderita diabetes melitus di wilayah kerja puskesmas Oesapa. Saran: Diharapkan penderita diabetes melitus tetap mematuhi anjuran dari fasilitas kesehatan untuk memeriksa kaki setiap hari, mencuci kaki dengan lembut, gunakan pelembap, menggunakan alas kaki, potong kuku dengan benar dan menjaga kesehatan kaki untuk mengurangi resiko luka pada kaki

    Terapi Seft (Spiritual Emotional Freedom Technique) Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Oesapa

    No full text
    Latar belakang: Kecemasan selama kehamilan berdampak negatif pada ibu hamil sejak masa kehamilan hingga persalinan, seperti melahirkan prematur bahkan keguguran, Dari data Dinas Kesehatan Kota Kupang memperlihatkan bahwa pada tahun 2022,Jumlah ibu hamil trimester III di puskesmas oesapa sebanyak 1.410 orang, Kecemasan dapat dikurangi dengan beberapa terapi penurun kecemasan yaitu terapi non-farmakologi salah satunya dengan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) adalah teknik penyembuhan yang memadukan keampuhan energi psikologi dengan do’a dan spiritualitas. Tujuan: Diidentifikasi Teknik Terapi SEFT (Spiritual Emosional Freedom Technique) Untuk Mengurangi Kecemasan Pada Ibu Hamil Trisemester III Di Wilayah Puskesmas Oesapa. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan dengan jenis (Case study) kualitatif. Desain penelitian menggunakan Studi kasus deskriptif adalah jenis studi yang memberikan deskripsi suatu kasus tertentu, dan membutuhkan peneliti untuk memulai penelitian dengan menggunakan teori deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian secara terperinci. Hasil penelitian: Hasil penelitian menyatakan dalam kategori baik, dengan penurunan kecemasan responden dari kategori sedang dan ringgan menjadi normal. Kesimpulan: Ibu hamil berusia reproduksi produktif dan beresiko tinggi, hamil anak pertama dan anak ke 2, banyak ibu rumah tangga dan berstatus menikah, pendidikan terakhir SMP dan serjana (S1)

    Kondisi Sarana Dan Bangunan Gereja Masehi Injili Di Timor Di Kota Kupang

    No full text
    Sanitasi gereja sebagai tempat-tempat umum berpotensi menjadi tempat terjadinya penularan penyakit. Proses penularan penyakit terjadi dikarenakan tempat berkumpulnya banyak orang. Pada bangunan GMIT di temukan yang menjadi permasalahan terletak pada kondisi sarana dan bangunan gereja terdapat dinding yang retak, permukaan lantai yang tidak rata, dan tidak tersedia tempat pembuangan sampah yang sesuai standar. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi sarana dan bangunan di Gereja Masehi Injili di Timor di Kota Kupang. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Variabel adalah Kondisi persyaratan kesehatan dan Kondisi sarana sanitasi. Populasi 100 buah gereja. Sampel sebanyak 50 gereja. Metode pengumpulan data melalui observasi langsung di lapangan serta mengutip laporan jumlah dan nama gereja. Data diolah dan disajikan dalam bentuk master tabel. Data dianalisa secara deskritif untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi sarana dan bangunan gereja. Kondisi persyaratan kesehatan gereja 100 % tidak memenuhi syarat. Lokasi gereja 100 % sesuai kriteria, 24 % kondisi langit-langit permukaan tidak rata, kondisi tangga dengan ukuran lebar tangga ≥ 150 cm sebanyak 59 %, terdapat 22 % kondisi lantai licin, 68 % kondisi atap gereja tidak memiliki drainase untuk limpasan air hujan, sebanyak 20 % kondisi dinding yang retak. Kondisi sarana sanitasi gereja 100 % tidak memenuhi syarat. Terdapat 20 % gereja tidak membersihkan wadah penampung air minimal 1 kali dalam seminggu, 58 % toilet gereja tidak dipisahkan untuk laki-laki dan perempuan, 40 % gereja tidak tersedia tempat pembuangan sampah sementara, 10 % saluran pembuangan air limbah tidak tertutup, 100 % kondisi ventilasi sesuai kriteria dan 12 % kondisi pencahayaan gereja kurang dari 200 Lux. Kepada instansi terkait atau pengelola gereja agar memperhatikan serta mengawasi kondisi sarana sanitasi yang ada di GMIT dengan cara memperbaiki kondisi dari sarana yang sudah rusak, menyediakan jumlah sarana yang cukup, dan selalu melakukan pengontrolan bangunan gereja setiap bulan

    2,326

    full texts

    4,410

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇