Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Implementasi Regimen Terapi Pada Pasien Anak Dengan Tbc Di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana
Latar Belakang: Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. yang biasanya ditularkan melalui inhalasi percikan ludah (droplet), dari satu individu ke individu lainnya, dan membentuk kolonisasi di bronkiolus atau alveolus. Kuman juga dapat masuk ke tubuh melalui saluran cerna, melalui ingesti susu tercemar yang tidak dipasteurisasi, atau kadang kadang melalui lesi kulit. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Implemetasi Regimen Terapi pada pasien anak dengan TBC di wilayah kerja Puskesmas Sikumana.
Metode Penelitian: Jenis penelitian kualitatif menggunakan desain deskriptif dalam bentuk studi kasus,untuk menerapkan Regimen Terapi pada anak dengan TBC. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yang berfokus pada Regimen Terapi dan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukan setelah dilakukan identifikasi dan implementasi berupa penkes dan observasi peningkatan pengetahuan pada keluarga tentang penyakit dan pengobatan pasien. Sehingga dapat disimpulkan bahwa minum obat rutin yang dijalani ileh pasien pasien dalam pengawasan yang lebih baik oleh orang tua selama masa minum obat rutin, dibuktikan dengan pernyataan ibu pasien bahwa asien selalu diberi obat tepat waktu. Kesimpulan: Implementasi Regimen Terapi Pada Pasien Anak TBC dengan melakukan tindakan identifikasi,penkes dan evaluasi pada anak teratas
Gambaram Pengetahuan Tentang Cara Menyikat Gigi Yang Benar Dan Status Kebersihan Gigi Dan Mulut Di Biara St.Scolastika Liliba Kupang
Latar Belakang Kesehatan gigi merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan, sebab kesehatan gigi juga akan mempengaruhi kesehatan tubuh. Kebiasaan menyikat gigi yang benar tentunya dapat menunjang kesehatan gigi menjadi lebih baik. memelihara dan menumbuhkan prilaku, keterampilan menyikat gigi dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut akan mempengaruhi status kesehatan gigi dan mulut yang diukur melalui keterampilan menyikat gigi Tujuan Penelitian Mengetahui gambaran pengetahuan tentang cara menyikat gigi yang benar dengan status kebersihan gigi dan mulut di biara St. Scolastika Liliba Kupang. Metode penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan subyek penelitiannya adalah semua suster yang berada di biara St.Scolastika Liliba Kupang yang berjumlah 30 orang. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan intrumen penelitian yaitu kuesioner tentang pengetahuan menyikat gigi yang benar dan format pemeriksaan OHIS. Hasil Penelitian tingkat pengetahuan tentang cara menyikat gigi yang benar pada biara St.Scolastika Liliba Kupang ialah kategori baik dengan persentase 77% dan status kebersihan gigi dan mulut di biara St. Scolastika Liliba Kupang memiliki kategori baik dengan persentase 67% Kesimpulan Tingkat pengetahuan tentang cara menyikat gigi dan status kebersihan gigi dalam kategori baik
Implementasi Pemberian Cairan Oral Untuk Memenuhi Kebutuhan Cairan Pada Pasien Gastroenteritis Di Ruang Anak Rsud Waikabubak Kabupaten Sumba Barat
Gastroenteritis adalah peradangan selaput mukosa lambung dan usus kecil, Gastroenteritis disebabkan oleh infeksi virus yang ditandai dengan gejala diare dan muntah yang muncul1-3 Hari setelah terinfeksi,demam dan mengigil, sakit kepala,mual muntah, tidak nafsu makan, sakit perut dan nyeri. Gastroenteritis mengakibatkan tubuh pasien mengalami kekurangan cairan yang dapat menyebabkan pasien dehidrasi, untuk itu harus cepat ditangani dengan cara memberikan air putih dan oralit sebanyak mungkin lewat oral. Diare ini ditandai dengan konsistensi feses cair dan frekuensi defekasi semakin sering, mual muntah, demam, nyeri perut , membran mukosa kering dan berat badan menurun. Selama terajadi diare tanda dan gejala yang akan muncul seperti kulit sekitar anus biasanya akan mengalami iritasi atau lecet akibat seringnya buang air besar Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan terapi Pemberian Cairan Oral pada pasien Gastroenteritis dan mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kebutuhan cairan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitis terhadap dua orang pasien Gatroenteritis. Studi kasus menunjukkan pasien 1 dan 2 dengan Gastroenteritis mengalami mencret ditandai dengan lemas, berat badan menurun, mukosa bibir kering, mata cekung sehingga ditegakkan diagnose pada pasien1 dan pasien 2 yaitu Hipovolemia berhubungan dengan kekurangan intake cairan. Implementasi dilakukan selama 3 Hari bersumber dari SDKI dan SIKI, diantaranya adalah periksa tanda dan gejala hipovolemia, memonitor intake dan output cairan, memonitor berat badan, menganjurkan pemberian cairan setiap kali bab dan muntah, kolaborasi pemberian cairan. Kesimpulan : pemberian cairan oral dapat membantu meningkatkan kebutuhan cairan pada pasien Gastroenteritis. Menerapkan pengobatan ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien dan mempercepat pemulihan mereka
Efektivitas Pemberian Asupan Cairan Parenteral Pada Anak Dengan Diare Di Ruangan Kenanga RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang
Diare merupakan keadaan seseorang mengalami buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari dengan konsistensi cair atau lunak. Menurut (WHO 2019) diare masuk kedalam 10 penyakit paling mematikan di dunia dari semua umur dengan menduduki peringkat ke-8 dan diare menjadi penyebab menurunkan usia harapan hidup sebesar 1,97 tahun pada penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami secara mendalam mengenai efektivitas pemberian asupan cairan parenteral pada anak dengan diare. Metode pada penelitian ini yaitu deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang terfokus pada keefektivan pemberian asupan cairan parenteral pada anak dengan diare. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian pada An.A dengan diare dehidrasi ringan/sedang sebelum dilakukan pemberian asupan cairan parenteral ditemukan 4 tanda dan gejala yaitu adanya rasa haus yang berlebih (sering minum), cubitan kulit perut kembali lambat >2 detik, pasien rewel, dan mata terlihat cekung dan setelah dilakukan tindakan pada An.A berkurang menjadi 1 tanda dehidrasi yaitu An.A mata masih cekung. Sedangkan pada An.I sebelum dilakukan pemberian asupan cairan parenteral ditemukan 4 tanda dan gejala serta adanya suhu tubuh yang tinggi dan setelah dilakukan tindakan dehidrasi berkurang menjadi 1 tanda dehidrasi yaitu An.I pada cubitan kulit perut kembali lambat >2 detik dan suhu tubuh menurun. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu setelah diberikan cairan parenteral pada An.A dengan berat badan 9 kg yaitu RL + KCL 900cc/24 Jam dengan faktor tetes infus 12 Tpm/24 Jam dan pada An.I dengan berat badan 16,5 kg yaitu RL 1500cc/24 Jam dengan faktor tetes infus 21 Tpm/24 Jam, maka tingkat dehidrasi berubah dari diare dehidrasi ringan/sedang dengan 4 gejala berkurang menjadi diare tanpa dehidrasi dengan satu gejala, sehingga disimpulkan bahwa pemberian asupan cairan parenteral sangat efektif pada anak dengan diare dehidrasi ringan/sedang
Efektivitas Arang Aktif Bambu Betung Dalam Menurunkan BOD Pada Air di Sungai Liliba
Air sungai termasuk jenis air permukaan yang rawan terjadi pencemaran. Salah satu indikator utama untuk mengetahui tingkat pencemaran air adalah nilai BOD. Arang aktif dapat dimanfaatkan untuk menurunkan kandungan BOD dalam air. Bambu merupakan bahan baku arang aktif yang baik, namun perlu diuji untuk mengetahui kemampuannya dalam mengolah air. Tujuan Penelitian untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan arang aktif Bambu menurunkan BOD pada air Sungai Liliba.Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan rancangan “one groups pretest-posttest Design”. Variabel yang diteliti adalah BOD pada air sebelum pengolahan, BOD pada air sesudah pengolahan dan Efektivitas pengolahan. Objek penelitian ini adalah air sungai Liliba Kota Kupang, dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian ini dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan BOD pada air baku atau sebelum pengolahan adalah 11.49 mg/l. Kandungan BOD setelah pengolahan menggunakan arang aktif adalah 4.43 mg/l. Dari hasil ini diperoleh nilai efektivitas pengolahan sebesar 66.44%.
Kesimpulan dari hasil penelitian adalah arang aktif bambu betung dapat dalam menurunkan nilai BOD pada air. Kepada masyarakat disarankan untuk dapat menggunakan arang aktif bambu untuk mengolah air, sedangkan kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian lanjutan tentang dosis dan metode penggunaan arang aktif bambu
Implementasi Latihan Batuk Efektif Untuk Mengatasi Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Pada Pasien Dengan Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana
Latar Belakang: Tuberkulosis paru adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang dapat menginfeksi saluran pernafasan bawah dan menyebabkan batuk tidak produktif, sehingga penderita mengalami gangguan oksigenasi, salah satunya ketidakefektifan bersihan jalan nafas. Teknik batuk efektif adalah teknik batuk yang benar yang menggunakan energi untuk batuk dengan seefektif mungkin sehingga tidak mudah lelah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan latihan teknik batuk efektif untuk mengatasi ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada pasien dengan tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana. Metode: Metode Penelitian ini adalah studi kasus (case study) obervasi dan subjek adalah pasien tuberkulosis paru yang datang berobat ke Puskesmas Sikumana dengan masalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas. Hasil: Hasil penelitian yang didapat setelah dilakukan implementasi selama 3 hari kepada Ny. M. P dan Tn. S. S yang mempunyai masalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas teratasi ditandai dengan batuk pasien efektif, pasien mampu batuk, sputum berkurang, namun masih terdengar bunyi ronchi di lobus kanan atas, bunyi nafas normal, frekuensi nafas membaik dan pola nafas membaik. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa latihan batuk efektif membantu mengatasi masalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada pasien Tuberkulosis paru
Uji Efektivitas Variasi Dosis Tawas Dan Kapur Tohor Untuk Menurunkan Angka Kesadahan Total Air Sumur Gali Di Kota Kupang Tahun 2024
Penyediaan air bersih di kelurahan Nomasain yang dikonsumsi warga yaitu berupa air sumur gali yang memiliki kandungan kandungan kapur yang tinggi.Hal ini bisa dilihat dari peralatan dapur yang mengandung kerak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rata-rata kandungan angka kesadahan total air baku/air sumur gali yang di uji cobakan, untuk mengetahui rata-rata Angka Kesadahan Total tawas dan kapur tohor dengan dosis 5gr, 10gr, 15gr dalam 100ltr air, Untuk mengetahui efisiensi (%) penurunan Angka Angka Kesadahan Total tawas dan kapur tohor dengan dosis 5gr, 10gr, 15gr / 100 ltr air. Penelitian ini berupa penelitian eksperimen dengan menggunakan bahan kimia berupa t awas dan kapur tohor, air yang diolah sebanyak 100 liter, proses pengadukan minimal 50 kali dan waktu tinggal minimal 60 menit, dosis yang digunakan yaitu 5gram/100 liter air, 10gram/100 liter air dan 15gram/100 liter air Hasil penelitian diperoleh rata rata Angka Kesadahan Total air sumur gali yang diuji cobakan sebesar 101,155 Mg/L ,rata-rata Angka Kesadahan Total pengolahan tawas dan kapur tohor dosis 5gram/100 liter air sebesar 52.48 Mg/L, dosis 10gram /100 liter air sebesar 48.415 Mg/L dan dosis 15 gram/100 liter air sebesar 82.105 Mg/L Penelitian ini dapat direkomendasikan kepada warga untuk mengolah air sumur galinya untuk menurunkan Angka Kesadahan Total menggunakan tawas dan kapur tohor dosis 10gram/100 liter ai
Peran Ibu Dalam Memelihara Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Status Karies Gigi Pada Anak Balita Stunting Di Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang
Latar belakang: pada balita pemeliharaan kesehatan gigi masih bergantung pada ibu, ibu harus mengetahui cara memelihara kesehatan gigi dan mulut anak. Kesehatan gigi dan mulut balita penting untuk dijaga agar menghindarkan balita dari rasa sakit yang ditimbulkan seperti karies, yang menyebabkan anak kesulitan makan sehingga mempengaruhi asupan gizi anak dan bisa berakibat stunting. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui peran ibu dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut dengan status karies gigi pada anak balita stunting di Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Metode Penelitian: ini adalah penelitian deskriptif yaitu jenis penelitian yang memberikan gambaran secara rinci, baik tentang karakteristik suatu kelompok atau individu atau tentang hubungan antara variabel-variabel tertentu. Analisa data menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil Penelitian: peran ibu dalam bimbingan menyikat gigi dan membersihkan lidah kriteria buruk (58%) berada di Desa Baumata Timur, untuk peran ibu dalam diet sehat anak kriteria baik berada di desa Oeletsala (83%), untuk peran ibu dalam kontrol kesehatan gigi dan mulut anak kriteria buruk berada di desa Baumata (100%). status karies gigi dengan kriteria sangat tinggi (8,2%) berada di Desa Oeltua. Kesimpulan: peran ibu dalam bimbingan menyikat gigi kriteria buruk (58%) hal ini dikarenakan pengetahuan ibu yang masih sangat kurang tentang cara memelihara kesehatan gigi dan mulut anak, peran ibu dalam diet sehat anak, kriteria baik (83%) hal ini dikarenakan ibu menyediakan makanan dari hasil alam sebagai bahan dasar dari diet sehat anak, seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian yang bernutrisi. Peran ibu untuk kontrol kesehatan gigi dan mulut secara rutin, kriteria buruk (100%) hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu untuk kontrol rutin kesehatan gigi di fasilitas kesehatan. Terdapat status karies gigi dengan kriteria sangat tinggi (8,2%)
GAMBARAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS BERDASARKAN KETUNTASAN PENGOBATAN DI PUSKESMAS BAKUNASE JANUARI SAMPAI JUNI 2023
Tuberculosis merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis yang menyerang organ paru manusia, serta dapat terjadinya komplikasi yang dapat menyerang organ tubuh lainnya. Bagaimana gambaran tingkat kepatuhan pengobatan pasien tuberculosis di Puskesmas Bakunase pada bulan Januari sampai Juni 2023, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pengobatan pada pesien tuberculosis di Puskesmas Bakunase bulan Januari sampai Juni 2023, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deksriptif retrospektif, hasil penelitian yang didapatkan yakni data pasien tuberculosis yang positif terkenan bakteri mycobakteriun tuberculosis pada laki-laki sebanyak (67,5%) dan perempuan sebanyak (32,7%). Untuk kategori pada usia 12-16 tahun sebanyak (2,04%), usia 17-25 sebanyak (26,5%), usia 26-35 sebanyak (22,4%), usia 35-45 sebanyak (16,3%), usia 46-55 sebanyak (14,2%), usai 56-65 sebanyak (14,2), usia 65 sebanyak (4,0). Untuk kategori pekerjaan, PNS sebanyak (4,0%), wiraswasta sebanyak (44,8%), swasta sebanyak (8,1%), IRT sebanyak (16,3%), mahasiswa sebanyak (6,1%), petani sebanyak (6,1%), pegawai sebanyak (2,04%), pensiunan sebanyak (2,04%), pelajar sebanyak (6,1%), wirausaha sebanyak (2,04%), dan perawat sebanyak (2,04%), Pada tahap pengobatan pasien TB pada fase awal dan fase lanjut pasien yang patuh dalam pengobatan sebanyak (65,3%) dan yang tidak patuh sebanyak (34,6%) serta pasien yang tuntas yang memiliki hasil akhir pengobatan lengkap dan sembuh dan yang tidak tuntas pasien yang hasil akhir pengobatan putus pengobatan dan tidak dievaluasi. simpulan dari penelitian ini bahwa dari kategori jenis kelamin yang paling tinggi diperoleh oleh laki2, untuk ketegori usia yang paling tinggi yakni pada rentang usia 17-25 tahun, pada katogori pekerjaan yang paling banyak terdapat pada pekerjaan sebagai wiraswasta, pada tahap pengobatan pada fase awal pasien mendapatkan obat etambutol isoniasid dan rifampisin dan fase lanjut pasien mendapatkan obat isoniasid dan rifampisin pada ketegori kepatuhan yang patuh dalam pengobatan sebanyak 32 dan yang tidak patuh sebanyak 17 orang ketegori ketuntasan pengobatan didapatkan bahwa pasien yang tuntas dalam pengobatan sebanyak 32 pasien dan yang tidak tuntas dalam pengobatan sebanyak 17 orang
INVENTARISASI TANAMAN OBAT TRADISIONAL UNTUK PENGOBATAN DIARE DI RT 005 / RW 003 KELURAHAN TEUNBAUN KECAMATAN AMARASI BARAT
Prevelensi kejadian diare di Indonesia mengalami kenaikan setiap tahunnya, provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu provinsi dengan kasus diare yang tinggi, di Puskesmas Baun Kecamatan Amarasi Barat, data penyakit diare menempati sepuluh besar penyakit terbanyak dan salah satu alternatif masyarakat dalam pengobatan yaitu menggunakan obat tradisional. Tujuan penelitian untuk mendapatkan data jumlah tanaman obat tradisional untuk pengobatan penyakit diare di RT 005 / RW 003 Kelurahan Teunbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan wawancara secara langsung menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitian diperoleh 8 jenis tanaman obat yang digunakan dalam pengobatan diare, khasiat lain yang paling banyak digunakan adalah hipertensi, bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun, cara pengolahan yang paling sering dilakukan adalah dengan direbus dan diminum, aturan pakai ( tanaman tunggal ) 2x sehari, ( tanaman kombinasi ) 1x sehari. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 8 tanaman obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit diare diantaranya jambu biji, delima, srikaya, kesambi, genoak, turi, pinang, dan jarak merah