Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
    4410 research outputs found

    Gambaran Kondisi Fasilitas Sarana Sanitasi Tempat Wisata Pantai Di Kota Kupang Tahun 2024

    Full text link
    Sanitasi tempat-tempat umum merupakan masalah kesehatan masyarakat yang paling cukup mendesak karena tempat umum merupakan tempat bertemunya segala macam masyarakat dengan segala penyakit yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kondisi fasilitas sarana sanitasi tempat wisata pantai Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 12 pantai yang ada di Kota Kupang, Metode pengumpulan data adalah dengan survei (observasi). Data primer diperoleh dari hasil pengukuran pengamatan (observasi) menggunakan lembar observasi. Data dianalisa secara deskriptif untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi fasilitas sarana sanitasi tempat wisata pantai di Kota Kupang. Hasil penelitian menunjukkan kondisi lingkungan di tempat wisata pantai Kota Kupang dari 12 pantai menunjukkan bahwa lingkungan pada 5 pantai memenuhi syarat dan yang tidak memenuhi syarat ada 7 pantai. Pembuangan Air Limbah 3 pantai memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat 9 pantai. Kondisi Tempat Sampah pada 12 pantai tidak memenuhi syarat. Kondisi jamban 1 pantai memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat 11 pantai. Kualitas Sarana Air Bersih 12 pantai memenuhi syarat. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pantai yang diteliti masih beberapa yang tidak memenuhi syarat karena pengelolah pantai kurang memperhatikan fasilitas sarana sanitasi yang baik dan memenuhi syarat. Dengan demikian dapat disarankan kepada pengelola tempat pariwisata pantai untuk memperhatikan kebersihan lingkungan disekitar tempat pariwisata pantai dan saluran pembuangan air limbah. Memberikan fasilitas sanitasi yang memadai seperti fasilitas sarana air bersih dan memiliki tempat sampah yang memenuhi syarat. Kata kunci : Sarana Sanitasi, Tempat Wisata, Pantai. Kepustakaan : 12 buah (2007-2023)

    Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. D.R G1P0A0AH0 Umur Kehamilan 39 minggu 5 Hari Di Puskesmas Oebobo Tanggal 20 Maret s/d 02 Mei 2024 20 MARET S/D 2 MEI 2024

    Full text link
    Latar Belakang : Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (CoC) merupakan layanan kebidanan melalui model pelayanan berkelanjutan pada perempuan sepanjang masa kehamilan, persalinan, nifas dan keluarga berencana. (Saifuddin et al., 2019) Namun dalam pelaksanaannya masih dilaksanakan secara terpisah. Hal ini secara tidak langsung menyebabkan tingginya angka kematian ibu dan bayi. , Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2020 yaitu 149 kasus, Angka Kematian Bayi (AKB) pada tahun 2020 yaitu 744 kasus. Dengan dilakukannya peran bidan yaitu asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu hamil Trimester III sampai masa nifas diharapkan dapat membantu upaya penurunan AKI dan AKB di Indonesia. (Kemenkes RI 2020). Tujuan: melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. D.R Metode: Penelitian menggunakan metode study kasus (case study). Lokasi di Pustu Tenau subyek ibu D.R usia 28 tahun G1P0A0AH0, menggunakan format Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil dengan menggunakan 7 langkah varney, persalinan SOAP, BBL Varney dan SOAP, nifas, KB menggunakan metode SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil: Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. D.R, didapatkan hasil diagnosa ibu hamil janin hidup intrauteri keadan ibu dan janin baik, dalam persalinan berlangsung normal dan tidak terdapat penyulit baik kala I, kala II, kala III dan kala IV. Asuhan kebidanan dilakukan pada bayi Ny.D.R sejak kunjungan neonatus I – III, dan kunjungan nifas sebanyak empat kali. Ny.DR belum memutuskan alat kontrasepsi yang ingin dipakai sehingga saran yag diberikan menggunakan KB metode sederhana yaitu Metode Amenorrea Laktasi Simpulan:Penulis sudah melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. D.R yang ditandai dengan ibu sudah mengikuti anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan di klinik (Rumah Sakit Bayangkara), masa nifas berjalan dengan baik, bayi baru lahir normal tidak ditemukan kelainan, dan ibu menggunakan KB Metode Amenorrea Laktas

    Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Gingivitis Di Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang

    Full text link
    Latar Belakang gingivitis pada ibu hamil adalah terjadi peradangan pada gusi ibu hamil yang di pengaruhi oleh faktor kehamilan. Gejala klinis gingivitis ditandai dengan adanya perubahan warna, perubahan bentuk, perubahan konsistensi (kekenyalan), perubahan tekstur, dan perdarahan pada gusi. Gejala klinis gingivitis ini mulai terlihat sejak bulan kedua dari kehamilan dan mencapai akan berakhir pada bulan kedelapan. Metode Penelitian penelitian ini menggunakan metode deskriptif sampel penelitian berjumlah 30 orang. Variabel bebas adalah pengetahuan ibu hamil tentang gingivtis diukur menggunakan kuesioner. Variabel terikat adalah gingivitis kehamilan. Penelitian ini di laksanakan di Puskesmas Tarus Kabupaten Kupang pada bulan juni 2024. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian penelitian ini mengenai Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Gingivitis di Puskesmas Tarus menunjukan bahwa kategori pengetahuan baik dengan kriteria baik sebanyak 23 orang (76,6%), dengan pengetahuan yang sedang sebanyak 2 orang (6,6%) serta dengan pengetahuan yang buruk sebanyak 5 orang (16,6%). Kesimpulan Gingivitis pada ibu hamil adalah terjadi peradangan pada gusi ibu hamil yang di pengaruhi oleh faktor kehamilan

    Implementasi edukasi diet untuk menurunkan kadar gula darah pada ny.T dengan diabetes melitus tipe 2 di puskesmas sikumana

    Full text link
    Latar Belakang: Diabetes melitus adalah salah satu penyakit degeneratif yang mengakibatkan ganguan Dalam metabolisme tubuh, penyakit ini mengakibatkan pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin yang diperlukan, sehingga menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah. Salah satu faktor yang dapat membuat gula darah tidak stabil pada pasien Diabetes Melitus (DM) adalah kurangnya pengetahuan dan kepatuhan terhadap pengelolaan terapi. Tujuan: Mendapatkan gambaran asuhan keperawatan implementasi edukasi diet untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien dengan diabetes melitus tipe 2. Metode: Desain penulis yang digunakan adalah deskriktif dengan menggunakan pendekatan studi kasus, subjek yang digunakan yaitu 1 responden dengan masalah edukasi diet pada pasien dengan diabetes melitus tipe 2. Hasil: Penerapan menunjukan bahwa setelah dilakukan implementasi edukasi diet pada pasien Ny. T. mendapatkan hasil Pengukuran dan obeservasi gula darah sebelum dan sesudah pemberian edukasi diet menunjukan adanya perubahan penurunan kadar gula darah terhadap Ny. T. Kesimpulan: Tindakan edukasi diet pada Ny. T dengan hasil yang di dapatkan kadar gula darah pasien 180 mg/dl

    Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny G.N G3p2a0ah2 Usia Kehamilan 37 Minggu 5 Hari Di Puskesmas Pembantu Lasiana Tanggal 15 Februari S/D 11 April 2024

    Full text link
    Latar Belakang : Penyebab kematian ibu di Indonesia didominasi oleh tiga penyebab utama kematian yaitu perdarahan, hipertensi dalam kehamilan dan infeksi. Hal ini terjadi karena minimnya kesadaran dan pengetahuan ibu serta keluarga akan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur, masih rendahnya angka persalinan di fasilitas kesehatan, rendahnya pemeriksaan pada masa nifas serta kurangnya askes terhadap fasilitas kesehatan. Sementara itu penyebab angka kematian bayi yaitu dimana masih banyak ibu yang tidak melakukan pemeriksaan ANC dan pertolongan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan serta kurangnya kesadaran ibu nifas untuk memeriksakan kesehatan bayinya di fasilitas kesehatan. Tujuan : Mampu menerapkan Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny G.N G3P2A0AH2 Di Puskesmas Pembantu Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kabupaten Kupang Periode 15 Februari s/d 04 April 2024”. Metode : Penelitian menggunakan metode studi penelahan kasus yang terdiri dari unit tunggal, yang berarti penelitian ini dilakukan pada seorang ibu dalam menjalani kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Lokasi studi kasus di Puskesmas Pembantu Lasiana, subjek studi kasus adalah Ny G.N, dilaksanakan pada tanggal 15 Februari s/d 04 April 2024 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP, Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder Hasil dan Pembahasan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. G. N penulis mendapatkan hasil yaitu Ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran , dalam pemberian asuhan tidak terdapat penyulit, persalinan berjalan normal serta kunjungan bayi baru lahir dan postpartum berjalan dengan normal dan tidak ada penyulit. Simpulan : Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan dengan baik

    Edukasi Dukungan Suami Dalam Pemberian Imunisasi lengkap Pada Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa Kota Kupang

    No full text
    Latar Belakang : Imunisasi merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, rendahnya cakupan imunisasi lengkap bisa disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya adalah dukungan suami dalam kegiatan imunisasi saat di butuhkan yaitu dengan memberikan motivasi kepada ibu untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan imunisasi. Tujuan : penelitian ini adalah mengetahui gambaran dukungan suami dalam pemberian imunisasi pada anak di wilayah kerja Puskesmas Oesapa kota Kupang Tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (Case study) dengan desain penelitan studi kasus dekskriptif. Subjek : penelitian ini sebanyak 3 orang suami sebagai kepala keluarga. Hasil : penelitian menunjukan artinya bahwa ada Hubungan Dukungan Suami Terhadap Pemberian Imunisasi Lengkap Pada Anak. Saran : diarapkan kepada masyarakat khususnya suami dapat lebih aktif mencari informasi tentang imunisasi lengkap yang seharusnya di berikan kepada anak dan meningkatkan motivasi yang tinggi kepada istri agar membawa anak ke posyandu

    Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny.P.L G2P1A0AH0 Usia Kehamilan 39 Minggu 2 Hari, Janin Hidup, Tunggal, Letak Kepala, Intrauterin, Keadaan Ibu Dan Janin Baik Di Puskesmas Oemasi Tanggal 22 Januari S/D 8 Maret 2024

    No full text
    Latar Belakang : Ibu dan anak merupakan anggota keluarga yang perlu mendapatkan priortas dalam penyelenggraan upaya kesehatan, karena ibu dan anak merupakan kelompok rentan terhadap keadaan keluarga dan sekitarnya secara umum. Sehingga penilaian terhadap status kesehatan dan kinerja upaya kesehatan ibu dan anak penting untuk dilakukan. Dengan dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu hamil trimester III sampai dengan perawatan masa nifas, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Indonesia serta tercapai kesehatan ibu dan anak yang optimal.Tujuan : Menerapkan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada ibu hamil trimester III sampai dengan perawatan masa nifas, BBL dan KB.Metode : Studi kasus menggunakan metode 7 Langkah Varney dan SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang meliputi pemeriksaan fisik, wawancara, dan observasi sedangkan data sekunder meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil :Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.P.L penulis mendapatkan hasil dimana kehamilan, ibu melakukan kunjungan sesuai anjuran,dalam pemberian asuhan, persalinan, kunjungan postpartum serta kunjungan pada bayi baru lahir berjalan normal dan konseling KB ibu memilih Metode Amenorhea Laktasi (MAL).Kesimpulan : Setelah melakukan asuhan secara berkelanjutan mulai dari kehamilan sampai pada perawatan masa nifas dan BBL, ibu dan bayi dalam keadaan sehat. Ibu dan suami sepakat memilih Metode Amenorhea Laktasi (MAL) dan ibu sudah menjadi akseptor MAL

    Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Tentang Pencegahan Penularan Penyakit Kusta Pada Anggota Keluarga Penderita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana

    No full text
    Kusta merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycrobacterium Leprae.Bakteri Mycrobacterium Leprae banyak terdapat pada kulit tangan,daun telinga dan mukosa hidung dapat pula menyerang saraf.Penyakit ini bersifat menahun,karena bakteri kusta memerlukan waktu 12-21 hari untuk membelah diri dan masa tunasnya rata-rata 2-5 tahun.Penyakit kusta dapat ditularkan melalui saluran pernapasan dan kontak kulit.Tujuan umum penelitian ini Menggambarkan efektivitas pengetahuan tentang pencegahan penularan penyakit kusta setelah edukasi diwilayah kerja puskesmas sikumana. Penelitian ini termasuk penelitian metode penelitian kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretestposttest untuk mengevaluasi perubahan Tingkat Pengetahuan dan perilaku pasien Kusta sebelum dan sesudah diberikan intervensi edukasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Penelitian ini menggunakan 2 orang pasien Kusta di Puskesmas Sikumana. Berdasarkan Hasil studi kasus yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sikumana pada keluarga Tn.P dan keluarga Tn.A dimana Tingkat Pengetahuan sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan tentang penyakit kusta dengan menggunakan media leaflet pada Tn.P menunjukan Tingkat Pengetahuan 54% dengan kategori pengetahuan kurang Tn.A menunjukan Tingkat Pengetahuan 63% yang termasuk kategori cukup. Dimana pada kedua subjek Tn.P dan Tn.A sebelum dilakukan edukasi kesehatan menunjukkan Tingkat Pengetahuan yang kurang dan cukup. Disarankan agar dapat Mengembangkan penelitian tentang edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan pada keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan kusta

    Kompres Serai Hangat Untuk Mengurangi Nyeri Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Pada Lansia Dengan Artritis Rheumatoid Di Puskesmas Sikumana Kota Kupang

    No full text
    Latar Belakang Artritis rheumatoid merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan nyeri sendi, terutama pada persendian tangan dan kaki. Tanda dan gejala awal berupa nyeri, bengkak, kekakuan sendi terutama setelah bangun tidur di pagi hari, keterbatasan gerak, rasa hangat pada sendi, kemerahan pada sendi dan perubahan ukuran sendi menjadi normal.Pada penyakit rheumatoid arthritis keluhan utamanya adalah nyeri sendi Tingkat nyerinya bervariasi pada skala 4-6 bahkan dapat merasakan nyeri hebat pada skala 8-9.Tujuan dari kompres hangat adalah pelunakan jaringan fibrosa, membuat otot tubuh lebih rileks, menurunkan rasa nyeri, dan memperlancar pasokan aliran darah dan memberikan ketenangan pada klien. Metode : Penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus (case study), yaitu pendekatan kualitatif yakni peneliti mengeksplorasi kehidupan nyata melalui pengumpulan data yang mendalam dimana satuan penelitian adalah kasus tunggal. Hasil penelitian tingkat nyeri yang di alami oleh kedua subjek yang mengalami artritis rheumatoid mempunyai perbedaan. Pada subjek pertama setelah dikaji menggunakan PQRST didapatkan skala nyeri pasien 6 (nyeri sedang). Sedangkan, pada subjek kedua dikaji menggunakan PQRST didapatkan skala nyeri pasien 4 (nyeri ringan). Kesimpulan Karakteristik setelah dilakukan terapi kompres serai hangat pada kedua responden selama enam hari perawatan, terdapat penurunan tingkat skala nyeri pada kedua responden. Saran tindakan kompres serai hangat ini dilakukan setiap hari selama 1 minggu

    2,326

    full texts

    4,410

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Poltekkes Kupang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇