Repository Poltekkes Kupang
Not a member yet
4410 research outputs found
Sort by
Hubungan Pola Pemberian Makan Dengan Kejadian Stunting Balita Usia 12-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi Kota Kupang
LATAR BELAKANG: Kejadian balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. stunting di dasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan di banding umur (TB/U) dengan batas (z-score) kurang dari -2 SD. Data stunting balita berdasarkan Riskesdas tahun 2018 yaitu sebesar 30,8%. Secara nasional prevalensi sangat pendek dan pendek tertinggi (urutan pertama) diduduki oleh Nusa Tengga Timur (NTT) sebesar 42,6%. TUJUAN: Menganalisis Hubungan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Oepoi Kota Kupang. METODE: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional study dengan teknik sampling purposive sampling dan mengambil sampel balita usia 12-59 bulan berjumlah 44 balita. HASIL PENELITIAN: Dari hasil penelitian yang diperoleh didapati hasil dimana pola pemberian makan oleh orang tua kepada balita yang tepat tetapi anaknya masih mengalami stunting dimana terdapat 6 balita tergolong pendek (13,6%) dan 3 balita tergolong Sangat pendek (6,8%), sedangkan, terdapat 1 balita tergolong normal dan tidak mengalami stunting (2,3%), namun pola pemberian makan oleh orang tua kepada balita masih tidak tepat dengan nilai korelasi p=0,877 (p>0,05), yang artinya tidak ada hubungan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting balita usia 12-59 bulan. KESIMPULAN: Masih terdapat pola pemberian makan oleh orang tua kepada balita yang tepat tetapi anaknya masih mengalami stunting dimana terdapat balita tergolong pendek dan sangat pendek, sedangkan balita tergolong normal dan tidak mengalami stunting namun pola pemberian makan oleh orang tua kepada balita masih tidak tepat oleh sebab itu tidak adanya hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan kejadian stunting balita diwilyah kerja puskesmas oepoi kota kupan
Penatalaksanaan Terapi Butterfly Hug Pada Ibu Primigravida Dengan Preeklamsia Yang Mengalami Kecemasan Di Wilayah Puskesmas Pasir Panjang
Latar Belakang: Preeklamsia adalah komplikasi serius selama kehamilan yang dapat menyebabkan kecemasan tinggi pada ibu hamil, berpotensi mempengaruhi kesejahteraan mental dan fisik mereka. Tujuan: Mengidentifikasi penatalaksanaan terapi Butterfly Hug pada ibu primigravida dengan preeklampsia yang mengalami kecemasan di wilayah Puskesmas Pasir Panjang. Metode: Alat pengumpulan data yang di gunakan pada penelitian ini yaitu: Lembar wawancara, lembar kuesioner, lembar observasi, SOP. Hasil: Dari penelitian ini menunjukkan bahwa terapi Butterfly Hug memiliki pengaruh positif terhadap penurunan kecemasan pada ibu primigravida dengan preeklampsia. Sebelum intervensi, ibu hamil yang menjadi subjek penelitian menunjukkan tingkat kecemasan sedang dengan skor 33, yang mencerminkan kekhawatiran terhadap kondisi janin dan dirinya sendiri, serta gejala seperti gelisah, tegang, dan kesulitan tidur.Terapi Butterfly Hug dilaksanakan dalam tiga sesi, masing-masing selama 15 menit. Selama sesi ini, klien diajarkan teknik relaksasi yang dapat dilakukan secara mandiri. Penurunan Kecemasan: Setelah pelaksanaan terapi, dilakukan evaluasi kembali terhadap tingkat kecemasan klien. Hasilnya menunjukkan penurunan skor kecemasan menjadi 21, yang menunjukkan bahwa tingkat kecemasan klien berkurang menjadi kecemasan ringan. Kesimpulan: Terapi Butterfly Hug memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu primigravida dengan preeklampsia. Saran: Diharapkan klien dapat menerapkan
terapi Butterfly Hug secara mandiri untuk menurunkan kecemasan. Terapi ini mudah dilakukan dan tidak memerlukan biaya. Klien juga disarankan untuk menciptakan lingkungan yang tenang secara mental dan emosional saat melakukan terapi di rumah
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny N G2P1AOAH1 Di TPMB Elim Suek Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Periode 24 Februari S/D 5 April 2024
Latar Belakang: Asuhan kebidanan berkelanjutan adalah asuhan kebidanan yang
dilakukan mulai Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care
(PNC), dan Bayi Baru Lahir secara berkelanjutan pada pasien. Hasil laporan KIA
Puskesmas Oesapa bahwa AngkaKematian ibu di Puskesmas Oesapa tahun 2021
tidak ada dan Angka Kematian Bayi berjumlah 1 orang yang meninggal karena
cacat bawaan, Pada tahun 2022 Angka kematian ibu dan bayi tidak ada, Tahun 2023
angka kematian ibu berjumlah 1 orang dan angka kematian bayi berjumlah 6 orang.
Tujuan: Mampu memberikan Asuhan Kebidanan Komperhensif pada Ny. N. di
TPMB Elim Suek pada tanggal 24 Februari sampai dengan 05 April 2024, dengan
menggunakan metode pendokumentasian 7 langkah Varney pada pengkajian awal
dan selanjutnya menggunakan metode pendokumentasian SOAP pada catatan
perkembangan.
Metode: Dalam penelitian ini, penulis menggunkan metode kualitatif dengan
pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan pada Ny.N di TPMB Elim Suek, teknik
pengumpulan data terdiri dari data primer dan sekunder.
Hasil Pembahasan: Setelah dilakukan pengkajian data subjektif dan objektif pada
kehamilan didapatkan diagnose Ny. N.N G2P1A0AH1 Usia kehamilan 37 minggu
6 hari punggung kanan, janin tunggal hidup intra uteri letak kepala keadaan ibu dan
janin baik dilakukan 1 kali kunjungan dengan asuhan kebidanan sesuai dengan
teori. Ibu bersalin pada tanggal 02 Maret 2024 pada usia kehamilan 38 minggu.
Pada bayi baru lahir bayi menangis kuat dan bernapas dengan tonus otot baik,
melakukan IMD, perawatan tali pusat, dan pemeriksaan fisik BBL. Melakukan
kunjungan KN1, KN2, KN3, KF1, KF2, KF3, KF4. Dengan diberikan asuhan sesuai
dengan kebutuhan ibu dan bayinya dengan menggunakan format asuhan kebidanan
pada ibu hamil dengan metode Varney dan pendokumentasian SOAP. Teknik
pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder.
Simpulan: Setelah melakukan asuhan kebidanan bekelanjutan pada ibu dari masa
kehamilan sampai bersalin, ibu dan bayi dalam kondisi yang sehat dan ibu mau
menerima dan mengikuti anjuran yang diberikan. Ibu dan suami sepakat
menggunakan kontrasepsi alamia
Profil Penggunaaan Antidiabetik Oral Pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Tarus Periode Januari-Juni Tahun 2023
Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit yang ditandai oleh kadar glukosa darah melebihi normal dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan kekurangan insulin secara relatif maupun absolut, sehingga dapat terjadi komplikasi metabolik akut maupun komplikasi vaskuler jangka panjang, baik mikroangiopati maupun makroangiopati. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui profil penggunaan antidiabetik oral pada pasien rawat jalan di Puskesmas Tarus periode Januari-Juni tahun 2023.Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah lembar resep pasien di Puskesmas Tarus periode Januari-Juni 2023. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh resep yang ada obat antidiabetik oral pada pasien diabetes melitus. Variabel yang di teliti semua resep yang mengandung obat antidiabetik oral yang meliputi : golongan obat,jenis obat dan kombinasi obat diabetes.Sampel penelitian ini digunakan sebanyak 130 resep, berdasarkan hasil penelitian profil penggunaan obat pada jenis kelamin diperoleh perempuan (57,69%) dan laki-laki (42,30%), sedangkan usia 36-45 tahun (15,38%), usia 46-55 tahun (23,07%), usia 56-65 tahun (53,84%), usia 65 tahun (7,69%). Pada penggunaan obat monoterapi, diperoleh sulfonilurea (12,5%) biguanide (87,5%). Peresepan obat antidiabetik oral lebih banyak dalam bentuk tunggal dengan presentase (61,5%) dan kombinasi sebanyak (38,4%). Peresepan obat diabetes melitus berdasarkan variasi jumlah obat tunggal tertinggi adalah obat Metformin (54,2%)
Penerapan Batuk Efektif Untuk Mengatasi Masalah Bersihkan Jalan Napas Tidak Efektif Pada Pasien Tb Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Oesapa
Latar belakang : Tuberculossis paru atau yang biasa disebut dengan TB Paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Teknik Batuk efektif merupakan suatu metode yang dilakukan untuk membebaskan jalan napas dengan cara batuk yang benar. Tujuan : untuk membebaskan jalan napas pasien TB Paru dan mengeluarkan sputum yang tertahan pada jalan napas. Metode : pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek: subjek dalam penelitian ini 2 orang responden yang terdiagnosa TB Paru dan mengalami sesak napas. Hasil: penelitian di lakukan dengan cara wawancara, observasi ,dan dokumentasi , hasil penelitian menunjukan bahwa tindakan batuk efektif mampu meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien TB Paru serta mempermudah pengeluaran secret/sputum .Kesimpulan: diharapkan dengan penerapan batuk efektif ini dapat meningkatkan pengetahuan pasien dalam meningkatkan pengetahuan pasien dalam meningkatkan bersihan jalan napas serta dapat dikembangkan lagi dan menjadi pembelajaran untuk penelitian selanjutnya. Saran: diharapkan latihan batuk efektif ini dapat digunakan sebagai cara untuk mengeluarkan sputum yang tertahan pada jalan napas
Asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny F.N Di Puskesmas Pasir Panjang Tanggal 09 Maret S/D 20 April 2024
Latar Belakang : Angka Kematian Ibu merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. Asuhan Yang Menyeluruh diberikan pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan KB. Data angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih sangat tinggi. Dengan dilakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil trimester III sampai perawatan masa nifas. Diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Indonesia serta tercapainya Kesehatan ibu dan anak yang optimal. Tujuan Umum : Mampu memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana dengan menggunakan manajemen kebidanan 7 langkah Varney pada pengkajian awal dan selanjutnya menggunakan metode pendokumenetasian SOAP. Metode : Subjek studi kasus adalah Ny.S.K. Asuhan kebidanan dengan manajemen kebidanan 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder Hasil : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. F.N penulis mendapatkan hasil yaitu ibu melakukan kunjungan kehamilan sesuai anjuran. pemberian asuhan tidak terdapat penyulit. Persalinan berjalan normal. Kunjungan bayi baru lahir sebanyak tiga kali. Kunjungan nifas sebanyak tiga kali dan tidak ada penyulit. Ibu dan suami memilih Metode Amenorea Laktasi.Kesimpulan : Setelah melakukan asuhan secara berkelanjutan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi, dalam keadaan sehat dan normal. Ibu dan suami sepakat memilih Metode Amenore Laktasi untuk mencegah kehamilan
Asuhan Kebidanan Berkelanjuta Pada NY. H.M G2P1A0AH1 Usia Kehamilan 38 Minggu 2 Hari Di TPMB M.L Tanggal 09 Maret s/d 28 Maret 2024
Latar Belakang:Hasil laporan KIA Puskesmas Oesapa yang didapatkan penullis,tercatat bahwa AKI di Puskesmas Oesapa pada tahun 2020 ada kematian ibu 1 orang 0,09%. Target cakupan K1 dan K4 tahunn 2021 adalah 100% sedangkan hasil cakupan tahunn 2020 yaitu K1 100% dan K4 90%,arget cakupan persalinan oleh Nakes pada tahun 2021 yaitu 82,83%, target KF3 dan KN lengkap sebanyak 90% hasil cakupan hasil cakupan KF 3 pada tahun 2021 sebanyak 83,99%,dan cakupan KN lengkap 83,1%. Target cakupan KN 1dan KN lengkap Puskesmas Oesapa tahun 2021 90%. Sedangkan,hasil kunjungan neonates di Puskesmas Oesapa diketahui pada tahun 2021 cakuppan KN 1 90,89% dan KN lengkap sebanyak 87,89%. Tujuan : Menerapkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.H.M di pustu lasiana periode, 09 Maret sampai dengan 30 Maret 2024 dengan metode pendokumentasian SOAP. Metode : Jenis studi kasus yang dilakukan adalah penelaahan kasus, subyek kasus yaitu Ny. H.M G2P1A0AH1 di pustu Lasiana, teknik pengumpulan data menggunakan data primer meliputi pemeriksaan fisik, wawancara, dan observasi sedangkan data sekunder meliputi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil : Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. H.M penulis mendapatkan hasil dimana kehamilan, ibu melakukan kunjungan berjalan normal, kunjungan postpartum serta kunjungan pada bayi baru lahir berjalan normal tidak terdapat penyulit. Pada asuhan keluarga berencana ibu dan suami bersepakat untuk menjarangkan kahamilan dengan metode Amenorea Laktasi. Kesimpulan : Asuhan Kebidanan secara berkelanjutan keadaan pasien baik mulai dari kehamilan sampai pada bayi baru lahir dan KB asuhan dapat diberikan dengan baik
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny A.A G1P0A0AH0 Usia Kehamilan 39 Minggu Di Pustu Namosain Periode 07 Februari S/D 12 April 2024
Latar Belakang:Asuhan Kebidanan Komprehensif adalah Asuhan Kebidanan yang dilakukan mulai Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), dan Bayi Baru Lahir (BBL) secara berkelanjutan pada ibu hamil. Ukuran yang dipakai untuk menilai baik – buruknya keadaan pelayanan kebidanan (maternity care) dalam suatu negara atau daerah pada umumnya ialah kematian maternal (maternal mortality) (Saifuddin, 2014). Berdasarkan data PWS KIA (2023) PuskesmasAlak tidakada AKI dan AKB, Indikator Cakupan KIA: K1 sebanyak 238 orang, K4 sebanyak 231 orang, Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan sebanyak 238 orang, Jumlah peserta KB sebanyak 175 orang.Tujuan:Mampu melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.A.A di Puskesmas Pembantu Namosain.Metode:Penelitian menggunakan metode studikasus (case study). Lokasi di Puskesmas Pembantu Namosain, subjek Ny. A.A umur 27 tahun G1P0A0AH0 UK 39 minggu menggunakan system pendokumentasian 7 Langkah Varney pada Asuhan Kebidanan Kehamilan dan Bayi Baru Lahir (BBL), sedangkan Persalinan, Nifas dan KB menggunakan system pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder.Hasil:Setelah dilakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.R.M di Pustu Namosain, ibu mengikuti anjuran yang diberikan, keluhan ibu teratasi, ibu sehat dari masa hamil sampai nifas berjalan dengan baik tanpa penyulit, konseling KB dan ibu memilih KB MALSimpulan:Penulis sudah melakukan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny.A.A yang ditandai dengan ibu telah mengikuti anjuran, keluhan ibu selama hamil teratasi, ibu melahirkan di Puskesmas Alak, masa nifas berjalan dengan baik, bayi baru lahir normal dan tidak ditemukan kelainan, dan ibu sudah memilih KB MA
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny. H.H G1P0A0AH0 Usia Kehamilan 36 Minggu Di TPMB Trimurdani Semsi Periode 29 Januari s/d 05 April 2024
Latar Belakang: Continuti Of Care (COC) merupakan serangkaian kegiatan pelayanan
berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir (BBL) serta
keluarga berencana (KB). Asuhan Kebidanan COC merupakan upaya bidan di Indonesia untuk
memantau kondisi ibu dan bayi sehinggahh mencegah komplikasi yang tidak segera ditangani.
Pemantauan tersebut secara intensif sangatlah di perlukan untuk mendeteksi secara dini
apabila terdapat penyulit atau kelainan dengan tujuan menyelamatkan ibu dan bayi dalam
kehamilan, persalinan dan nifas maupun mental serta tidak terjadi penyulit dan komplikasi.
Asuhan kebidanan COC ini dapat membantu bidan untuk mengurangi serta menurunkan
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Tujuan: Menerapkan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada Ny. H.H G1P0A0AH0 usia kehamilan 36 minggu, janin tunggal, hidup intrauteri, letak kepala, keadaan ibu dan janin baik di TPMB Trimurdani Semsi periode 29 januari s/d 5 Maret 2024
Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi penelahaan kasus. Lokasi di
TPMB Trimurdani Semsi, subjek studi kasus adalah Ny.H.H dilaksanakan tanggal 29 januari
s/d 5 April 2024 dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan
metode 7 langkah Varney dan sistem pendokumentasian SOAP, teknik pengumpulan data
menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil: Ny.H.H G1P0A0AH0 usia kehamilan 36 minggu janin tungga, hidup, intra uterin, letak kepala, keadaan ibu dan janin baik, dilakukan kunjungan 3 kali dengan asuhan kebidanani, ibu bersalin normal tanggal 25 Februari 2024 usia kehamilan 39 minggu, dilakukan pertolongan persalinan 60 langkah APN, bayi lahir menangis kuat, bergerak aktif, dan warna kulit merah muda, melakukan IMD, menjaga kehangatan dan perawatan tali pusat, melakukan KN 3 kali.
Masa nifas involusi uterus baik dilakukan KF 4 kali dengan diberikan asuhan sesuai kebutuhan ibu dan konseling KB, ibu memilih metode KB implan Simpulan: Ny. H.H selama masa kehamilannya dalam keadaan sehat, proses persalinan normal, bayi sehat, masa nifas involusi berjalan normal dan koseling KB. Ibu memilih metode kb implan
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan Pada Ny U. T Di Pustu Noelbaki Periode 26 Januari S/D 19 Maret 2024
Latar Belakang : Asuhan kebidanan berkelanjutan dalam kebidanan menerapkan serangkaian kegiatan asuhan secara menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, serta pelayanan KB. Tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia menjadi salah satu prioritas utama untuk segera mendapatkan penanganan. Dengan dilakukan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada ibu hamil trimester III sampai dengan KB diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Indonesia serta tercapai kesehatan ibu dan anak yang optimal. Tujuan : Menerapkan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada ibu hamil trimester III, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir dan KB di Puskesmas Tarus periode 26 Januari sampai 19 Maret 2024. Metode : Penulisan studi kasus menggunakan 7 langkah Varney dan SOAP, teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang meliputi pemeriksaan fisik, wawancara dan observasi. Sedangkan data sekunder meliputi studi dokumentasi.
Hasil : Ny U. T selama masa kehamilan dalam keadaan sehat, proses persalinan berjalan normal, masa nifas involusi berjalan normal, bayi sehat, serta ibu mengikuti program KB MAL.
Kesimpulan : Asuhan kebidanan yang di lakukan pada Ny U. T mulai dari dari hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB tidak ditemukan adanya kelainan dan penyulit yang menyertai