Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari: Open Journal Systems
Not a member yet
    2583 research outputs found

    Homosexuality in Contemporary Islamic Legal Approaches: Study of Huzaemah Tahido Yanggo’s Thought

    Get PDF
    This study intends to identify the epsitemology of Islamic law of Huzaimah Tahido Yanggo with the contemporary maqasid sharia approach formulated by Jasser Auda. This literature research uses a normative-philosophical approach.The main research data is Huzaemah Tahido Yanggo's scientific work entitled Sexual Deviance (LGBT) in the View of Islamic Law (2018). Secondary data in the form of books, journals, theses and dissertations that are relevant. The nature of this research approach is descriptive-analytic. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and data verification. The results showed that Huzaemah Tahido Yanggo's Islamic legal epistemology of homosexual behavior is a multidimesional approach to Islamic law, and has a preemptive-socialist orientation. Such a big conclusion is based on the epistemological foundation of Islamic law Huzaemah, as follows First, the foundation of the epsitemology of islamic law is comprehensive, not partial in accordance with the character of the features of the comprehensive Islamic legal approach. So, there is no tendency towards a dichotomous and partial approach to Islamic law. Second, the epistemological foundation of Islamic law that emphasizes meaning, which is to have a relationship with various Islamic legal orientations towards the monasticism of homosexual behavior, such as the value of maqasid in the form of the benefit of the soul (hifz al-nafs), and also the misfortune of regeneration of offspring (hifz al-nasl), even the expansion of the broader dimension of benefit, namely hifz waton (maintaining the safety of the state).The theoretical implication of this research shows that the paradigm of contemporary Islamic law that prohibits homosexual behavior is not based on a pragmatism and individualist approach to Islamic law, but a multidimensional approach to Islamic law, and has a preventive-socialist orientation.There are limitations to the study, namely that it has not identified the method of interpretation that Huzaemah used to the theological basis of homosexual law

    Translating Discriminatory Expressions in Pramoedya Ananta Toer's Outstanding Novel

    No full text
    Although studies on the expression of social class discrimination in the novel have much been documented, there is a paucity of research addressing how the expression of social class discrimination is translated into English. In response to this void, the present study aims at examining translation techniques in the expressions of social class discrimination in the novels written by Pramoedya Ananta Tour. This research employed a translation case study research design. The data were collected through observations and Focus Group Discussion. The data originated from Pramoedya Ananta Toer's novel, containing clauses containing social class discrimination. In this study, two questions are posed. First, what expressions of social class discrimination were found in the novel? Second, how was the expression containing social class discrimination translated into English? The findings showcase that the expressions of social class discrimination encompass subordination, stereotypical perspective, marginalization, and violence. In the same way, the most dominant translation technique is established equivalence, followed by modulation, explicitation, implicitation, paraphrase, transposition, pure borrowing, addition, reduction, generalization, discursive creation, particularization, description, variant borrowing, and deletion. The use of those translation techniques indicates that the quality of the translation is considered good. Discussion of implications empirically and practically is presented in the last part of this article

    TEOLOGI INKLUSIF SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK AGAMA DI ERA DIGITAL

    No full text
    Agama sebagai sebuah hal sakral dalam kehidupan seringkali dianggap memiliki dua sisi, yaitu sebagai pedoman hidup seseorang dan sebagai senjata untuk berkonflik dengan umat yang memiliki kepercayaan agama berbeda. Sejumlah konflik antar umat beragama bukanlah sebuah polemik baru, bahkan saat ini sudah merambah ke lingkup media sosial. Konflik antar umat beragama yang sering disertai dengan aksi kekerasan membuat agama seringkali identik dengan perilaku sangar, garang dan beringas, padahal, seluruh agama mengajarkan kebaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan wawancara dan dokumentasi sejumlah artikel ilmiah. Hasil dari penelitian ini adalah teridentifikasinya penyebab konflik agama, yaitu (1) politisasi dan kepentingan budaya; (2) egoisme dan eksklusivisme beragama. Berangkat dari permasalahan tersebut, peneliti menawarkan sebuah model Teologi Inklusif sebagai resolusi terhadap konflik agama dengan aspek yang menyertainya berupa (1) moderasi beragama; (2) pluralisme; (3) inklusivisme beragama.

    SIRAJUDDIN ZAR THINKING CONSTRUCTION ABOUT COSMOLOGY

    No full text
    AbstrakTujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan landasan pemikiran Sirajuddin Zar; menganalisis faktor-faktor mempengaruhi pemikiran Sirajuddin Zar tentang kosmologi; dan menjelasakan corak pemikiran kosmologi dari Sirajuddin Zar. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan penggunaan metode deskriptif-analitis, induksi dan holistika. Data primer dari kajian ini adalah karya Sirajuddin Zar yaitu Konsep Penciptaan Alam dalam Pemikiran Islam Sains dan al-Qur’an. Penelitian ini didukung dengan data sekunder berupa buku dan jurnal berkaitan dengan tajuk kajian dalam artikel ini. Hasil penelitian menjelaskan beberapa hal tentang konstruksi pemikiran Sirajuddin Zar yaitu; pertama, pemikiran kosmologi Sirajuddin Zar berlandaskan sumber dari al-Qur’an, para filsuf Islam masa klasik dan ilmu sains. kedua, pemikiran kosmologi Sirajuddin dipengaruhi oleh gurunya yaitu; Harun Nasution, Quraish Shihab dan Ahmad Baiquni serta mereferensi dari buku teologi Islam, filsafat Islam dan tafsir al-Qur’an. Ketiga, corak kosmologi Sirajuddin Zar diposisikan sebagai rasional empiris.Kata Kunci: Konstruksi, Kosmologi, Sirajuddin Zar AbstractThe purpose of this article is to describe the rationale of Sirajuddin Zar; analyze the factors influencing Sirajuddin Zar's thoughts on cosmology; explain the cosmological thinking style of Sirajuddin Zar. This research is library research using descriptive-analytical, induction, and holistic methods. The primary data of this study is the work of Sirajuddin Zar, namely the Concept of Creation of Nature in Islamic Thought, Science, and the Qur'an. This research is supported by secondary data in the form of books and journals related to the title of the study in this article. The results of the study explain several things about the construction of Sirajuddin Zar's thoughts, namely; First, Sirajuddin Zar's cosmological thinking is based on sources from the Qur'an, classical Islamic philosophers, and science. second, Sirajuddin's cosmological thinking was influenced by his teacher, namely; Harun Nasution, Quraish Shihab, and Ahmad Baiquni as well as references from books on Islamic theology, Islamic philosophy, and interpretation of the Qur'an. Third, Sirajuddin Zar's cosmological style is positioned as empirically rational.Keywords: Construction, Cosmology, Sirajuddin Zar

    Perkawinan Politik di Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur (Perspektif Maqashid Syariah)

    No full text
    Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui alasan Kepala Keluarga melakukan perkawinan politik, untuk mengetahui problematika yang muncul dalam perkawinan politik, dan untuk mengetahui dan menganalisis perspektif Maqasid Syariah terhadap Perkawinan Politik di Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur. Jenis Penelitian adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi documenter. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi data, triangulasi teknik, triangulasi waktu dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan kepala keluarga melakukan perkawinan politik di Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur yaitu 1) Pernikahan dilakukan karena saling mencintai, 2) married by accident, 3) Pernikahan dilakukan karena sudah lama hidup sendiri/perawan tua. Adapun problematika yang muncul dalam perkawinan politik di Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur dapat digolongkan menjadi dua yaitu pertama, problematika yang muncul dari dalam diri orang tua dan kedua, problematika tentang keagamaan anak dalam kepala keluarga yang melakukan perkawinan politik. Perspektif Maqasid Syariah terhadap perkawinan politik di Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur adalah tidak sah dengan mengacu pada QS. Al-Baqarah/2:221, QS. Al-Mumtahanah/60:10 dan Al-Mā’idah/5:5. Dalam berbagai penafsiran ketiga ayat tersebut yang sering digunakan untuk membahas seputar perkawinan politik adalah apabila wanita muslim menikah dengan laki-laki non muslim maka hukum dari nikah tersebut adalah tidak sah (haram) begitupun sebaliknya.Kata Kunci: Perkawinan Politik, Maqashid Syaria

    Tinjauan Hukum Islam Perdagangan Mata Uang Digital Perspektif Fatwa tentang Jual-beli Mata Uang Asing dan Saddu Dzari’ah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan hukum Islam Perdagangan Mata Uang Digital (Cryptocurrency) dari Perspektif Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No.28/DSN-MUI/III/2002 dan Saddu Dzari’ah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus.  Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur analisis data dilakukan melalui pemeriksaan, klasifikasi, verifikasi, analisis, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal. Pertama, praktik perdagangan mata uang digital (cryptocurrency) diawali dengan bagaimana memanfaatkan kondisi pasar ketika mengalami penunuran dan kenaikan harga pada cryptourrency tersebut, Dalam hal ini bagaimana memanfaatkan nilai fluktuatif atas cryptocurrency untuk mendapatkan keuntungan besar, modal yang sedikit dalam rentan waktu yang cepat. namun yang menjadi permasalahan, setiap penentuan menentukan naik-turun harga cryptocurrency sangatlah subjektif apapun teknik dan analisis yang digunakan, pergerakan atas naik turunnya harga cryptocurrency tidak didasari pada hal-hal yang pasti, hanya mendasar pada sedikit-banyaknya supply crypto tersebut, kegiatan jual-beli pada cryptocurrency sendiri. Sehingga timbul transaksi yang hanya bersifat spekulatif dan ketidakjelasan di dalamnya. Kedua, berdasarkan Fatwa DSN MUI No. 28/DSN-MUI/III/2002, bahwa hukum dari perdagangan mata uang digital (cryptocurrency) sendiri adalah haram., Hal ini karena perdagangan mata uang digital cryptocurrency tidak memiliki kesesuaian terhadap ketentuan yang diatur dalam transaksi jual-beli mata uang dalam fatwa tersebut berupa non-spekulatif, hanya untuk kebutuhan transaksional semata, transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai, dan jika tidak sesuai maka yang diberlakukan adalah nilai tukar pada saat transaksi tersebut dilakukan, selain hal itu ketidak jelasan underlying asset dan beberapa risiko yang hadir dalam perdagangan tersebut menjadi pertimbangan juga atas pengharaman dari perdagangan mata uang digital (cryptocurrency). Ketiga, segala bentuk perdagangan yang berkaitan dengan mata uang digital ini terindikasi adanya unsur maytsir (perjudian) pada trading, gharar (ketidakjelasan) baik itu pada unsur cryptocurrency sendiri, ghisy (tipu muslihat) sehingga berdasar pada perspektif saddu dzari’ah maka transaksi seperti ni menjadi haram dari objek transaksinya, pengharaman berdasarkan saddu dzari’ah ini didasari atas penggolongan saddu dzari’ah pada aspek segi jenis akibat yang ditimbulkan serta segi dominasi mafsadat atau maslahatnya

    Mappalisu Doi’ Mendre dalam Proses Perceraian Suku Bugis Perspektif Urf dan Hukum Islam

    No full text
    Perceraian Suku Bugis tidak seperti perceraian pada umumnya yang bercerai dipengadilan setempat, perceraian ini dengan menggunakan musyawarah atau perceraian yang diselesaikan secara adat. Dengan sub pembahasan, proses kesepakatan, sebab mappalisu doi’mendre, ikrar pengembalian doi’mendre, Implikasi mappalisu doi’mendre, dan tinjauan urf dan hukum Islam terhadap proses perceraian suku Bugis, untuk menjawab permasalahan yang ada penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. dimana dalam penelitian kualitatif yaitu penelitin yang fokus penelitian yang sesuai dengan fakta dilapangan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi dan wawancara, dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa:proses perceraian suku Bugis di Desa Sambahule melalui beberapa tahap kembalinya doi’mendre tersebut, dengan faktor yang berbeda-beda setiap kasus yang terjadi di Desa Sambahule. Apabila di tinjau dari perfektif urf nya proses perceraian adat suku Bugis termasuk kedalam urf khas karena adat masyarakat suku Bugis yang tidak berlaku umum. Sedangkan dalam Hukum Islam termasuk dalam sunnah, makruh, wajib semua tergantung bagaimana proses pengembalian doi’mendre

    Peranan Dinas Sosial Kota Kendari Terhadap Masyarakat Yang Melakukan Pengumpulan Sumbangan Untuk Korban Bencana Berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1961

    No full text
    ABSTRACTKegiatan pengumpulan sumbangan untuk korban bencana yang dilakukan di Kota Kendari sangat marak terjadi, namun mereka tidak memiliki izin dan melaporkan hasil pengumpulan sumbangan ke Dinas Sosial. Kegiatan yang tidak berizin menimbulkan kekhawatiran masyarakat jika terjadi penyalahgunaan hasil pengumpulan sumbangan. Dalam hal ini Dinas Sosial Kota Kendari harus mempunyai peran untuk menangani pelaksanaan kegiatan tersebut. Terdapat 4 rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: pertama mengapa masyarakat melakukan kegiatan pengumpulan sumbangan untuk korban bencana, kedua bagaimana peranan Dinas Sosial Kota Kendari terhadap masyarakat yang melakukan pengumpulan sumbangan untuk korban bencana, ketiga apa kendala yang dihadapi Dinas Sosial dalam menangani masyarakat yang melakukan pengumpulan sumbangan untuk korban bencana, dan keempat upaya Dinas Sosial Kota Kendari dalam menangani masyarakat yang melakukan pengumpulan sumbangan untuk korban bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab rumusan masalah.Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan normatif empiris yang menggunakan data primer dan data sekunder, dengan teknik keabsahan data triangulasi.Hasil penelitian ini menggambarkan pertama alasan masyarakat melakukan pengumpulan sumbangan adalah karena sebagai rasa kemanusiaan untuk membantu sesama. Kedua peran Dinas Sosial dalam merekomendasikan izin dan menerima hasil sumbangan korban bencana namun belum ada sama sekali penyelenggara yang melaksanakannya ke Dinas Sosial, sehingga tidak sesuai dengan pasal 2 UU No 9 Tahun 1961.  Hal tersebut terjadi karena kurangnya sosialisasi secara menyeluruh terkait dengan aturan pengumpulan sumbangan. Peran dalam mengawasi kegiatan juga tidak berjalan optimal. Ketiga kendala yang dihadapi adalah kendala tidak ada anggaran dan website untuk mengoptimalkan peran dalam menjalankan tugas dan perannya dinas sosial dalam mensosialisasikan dan menertibkan serta kurangnya kerjasama dengan penegak hukum sehingga belum ada sangsi tegas yang diberikan. Keempat upaya untuk membuat website serta menegur dan menghimbau serta pemberian sanksi kepada masyarakat yang melanggar. Untuk sanksi juga belum pernah dilakukan. Tindakan preventif dan represif belum maksimal

    Pelatihan Keterampilan Dasar Komputer dan Teknologi Informasi Bagi Perangkat Desa dan Anak-Anak Remaja Desa Tindoi Timur

    Get PDF
    Pemberdayaan ini bertujuan agar peserta memiliki bekal dalam mengoperasikan komputer, Microsoft Word dan Powerpoint yang dapat memanfaatkan komputer dan internet untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi desa, dan dapat memperbaiki kualitas pelayanan kepada stakeholders terutama dalam hal kinerja efektifitas dan efisiensi di berbagai bidang. Berdasarkan hasil pemberdayaan di desa Tindoi Timur, Kec. Wangi-wangi, Kab. Wakatobi dengan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) dapat disimpulkan bahwa pendampingan dalam meningkatkan kualitas dan keterampilan pada perangkat komputer pada program pelatihan komputer tidak akan berhasil tanpa ada kerjasama dan partisipasi aktif dari subjek pendampingan, terutama masyarakat sekitar. Pelaksanaan pemberdayaan berjalan optimal karena pelatihan keterampilan dasar komputer dan teknologi informasi bagi perangkat desa dan anak-anak remaja desa Tindoi Timur menghasilkan perkembangan kualitas aset SDM yang dikuatkan dengan antusiasme dari peserta pelatihan dalam bertanya di antaranya berkaitan dengan pembuatan laporan anggaran yang sesuai dengan aturan, perhitungan pajak dana desa, dan lain sebagainya. Temuan lainnya menunjukkan bahwa adanya pendampingan tim KKN melalui metode ABCD ternyata berdampak pada penambahan wawasan serta keterampilan pada bidang komputer di desa Tindoi Timu

    Pengembangan Olahan Jahe Sebagai Upaya Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Pada Raya Makmur Wakatobi

    Get PDF
    Desa Pada Raya Makmur Kecamatan Wangi-Wangi, Wakatobi  sebagai salah satu desa dengan hasil tani yang berlimpah termasuk di dalamnya tanaman jahe, memiliki potensi yang sangat tinggi untuk dikembangkan lebih lanjut. Sebagai salah satu aset yang dimiliki oleh desa, jahe dapat dimanfaatkan dan ditambah nilai olahnya sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Jahe atau yang bernama latin Zingiber officinale merupakan tumbuhan yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masak, obat, dan bahan rempah- rempah, bahan kosmetik, bahan minuman dan sebagainya. Secara tradisional jahe juga sering digunakan sebagai pengobatan alternatif karena memiliki aktifitas farmakologis untuk mengobati berbagai penyakit. Dengan menggunakan pendekatan ABCD, mahasiswa beserta aparat desa bekerja sama dan berusaha untuk mewujudkan program kerja tersebut sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nilai olah tanaman jahe. Adapun hasil program tersebut tanaman jahe diolah menjadi minuman herbal instan yang menambah nilai jual produk jahe tersebut

    1,225

    full texts

    2,583

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari: Open Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇