Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari: Open Journal Systems
Not a member yet
2583 research outputs found
Sort by
Raising private finance for public infrastructure in Sub-Saharan Africa: Exploring Infrastructure Mutual Funds and Islamic Finance
Sub-Saharan Africa (SSA) lags other regions of the world as far as critical infrastructure is concerned. Even though the region has great potential, the governments in the region are constrained by budget deficits and competing demands for state resources. With limited access to foreign finance for private sector-led infrastructure procurement in most economies in SSA, this article examines how innovative financial products can be developed to unlock domestic finance for infrastructure. The article adopts a law and development approach. The article recommends the development of infrastructure mutual funds and Islamic finance as alternative sources for infrastructure finance in SSA. This recommendation is based on Prof YS Lee's adaptability to socioeconomic conditions theory
EFL Students' Perception on Strengths and Weaknesses of Group Working in Project-Based Learning
This study investigates the EFL students' perception on Strengths and weaknesses of group working in project-based learning. This implements qualitative research of study. Data were collected using reflections, which were distributed to 15 students of the fifth semester at the English Education Study Program in higher education at Kendari as participant. The finding showed that there were strengthen and weaknesses in implementing group work on PBL. Some strengthen on group work do PBL are brainstorming ideas, providing easier learning, and understanding material, practicing cooperation skills, sharing the task inside team and developing responsibilities. Meanwhile, for the weaknesses of group work on PBL namely the students’ feel their group member was incohesive team these included of lack unity and think of themselves, difficulties to set time, uneven assigment, and misunderstanding in the discussion group. This study implies the lecturer or prospective teacher should have some considerations when they want to use group work activities in the class.
EFL Learners’ Experiences in Using Zoom Meeting during COVID-19 Outbreak
Because of Covid-19 pandemic, the use of online platform, included Zoom meeting, in EFL classroom facilitating the learning process is gaining ground. As the students are widely involved in the use of this platform, it is essential to investigate the students’ experience in using the platform. Using questionnaire and reflection, the data were collected from seventeen English Education Department students, and analyzed qualitatively based on the intrinsic pleasantness, novelty, goal/need significance, coping potential, and norm/self-compatibility. The study indicates that the students experienced the benefits of the platform in learning such as it can help them to learn and resemble the real class, its various interesting features enables us to record and save videos during the meeting, to use the filter, to schedule online meetings, to facilitate clear presentations like displaying power points, to use a video call. However, most of the students sometimes need to cope with the unstable network which is one of the requirements to use Zoom meeting. Therefore, this study implies that Zoom meeting can be a good alternative to change the teaching and learning process in real classroom during Covid-19 outbreak. Keywords: COVID-19; Learners’ experience; Zoom platform
Implementasi Pendidikan Toleransi Antar Umat Beragama di Desa Ranombayasa Kecamatan Mowila Kabupaten Konawe Selatan.
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan upaya masyarakat desa Ranombayasa dalam mendidik generasi muda agar melestarikan sikap toleransi antar umat beragama beserta implementasinya untuk menjaga harmonisasi sosial karena masyarakat desa Ranombayasa terdiri dari 4 (empat) agama yakni Hindu, Islam, Katolik, dan Protestan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Bentuk implementasi pendidikan toleransi antar umat beragama yang telah berjalan yakni: 1) Hidup Rukun dan damai; 2) Menerima dan menghormati adat istiadat; 3) Menghormati dan mematuhi norma; 4) Menghargai hak spiritual; 5) Bergaul dan berinteraksi bertimbal balik dengan baik. Faktor penghambat implementasi pendidikan toleransi di desa Ranombayasa yaitu kurang pemahaman tentang agama, dan adanya hubungan kurang baik digelintir masyarakat akibat dari kesalahpahaman, dampak negatif dari media, fanatik buta, dan dinamika politik
Gerakan “Kemenag Sultra Bersahabat” dalam Perspektif Perencanaan : Suatu Kajian Teori dan Praktik Perencanaan Partisipatif
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara menggagas suatu gerakan yang cukup cemerlang Gerakan yaitu “Kemenag Sultra Bersahabat (Bersih, Religius, Santun, Harmonis berbasis Teknologi). Konsep Gerakan “Kemenag Sultra Bersahabat” ini lebih aplikatif dan implementatif karena sengaja digagas untuk menjabarkan dan menerjemahkan visi, misi dan program prioritas Kementerian Agama RI dalam mewujudkan masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul serta menjabarkan program Garbarata Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui lima pilar yaitu Sultra Cerdas, Sultra Sehat, Sultra Peduli Kemiskinan, Sultra Berbudaya dan Beriman serta Sultra Produktif, sesuai tugas dan fungsi yang diemban oleh Kementerian Agama.Dalam tulisan ini mensinergikan Gerakan Kemenag Sultra Bersahabat dengan Pendekatan perencanaan partisipatif. Penelitian ini menemukan bahwa secara teori maupun praktik, peranan perencana dalam perencanaan partisipatif adalah sebagai fasilitator dan komunikator yang membantu terjadinya komunikasi antarpeserta yang menghasilkan perencanaan yang efektif. Dalam menjalankan profesinya, selain mengandalkan pengetahuan dan teknik analisis, perencana juga perlu mempunyai kemampuan membangun dialog antar berbagai pihak yang berkepentingan. Sebagai komunikator, perencana juga perlu mematuhi norma pragmatis alamiah dalam berkomunikasi agar mendapatkan kepercayaan masyarakat dan mampu membangun komunikasi yang efektif
Praktik Nikah Via Zoom di Masa Pandemi Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Media Sosial)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik nikah via zoom di masa pandemi dalam media sosial, untuk mengetahui Prespektif Hukum Islam tentang nikah via zoom dimasa pandemi dalam media sosial. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Untuk menjelaskan persoalan secara mendalam dan menyeluruh, penelitian ini menggunakan tehknik pengumpulan data berupa studi literature, penelusuran data online/Internet searching dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada beberapa kasus pasangan yang melakukan pernikahan secara online. Model pernikahan-nya pun beragam yaitu ada yang kedua pasangan mempelai berada dalam satu tempat sedangkan walinya berbeda tempat model pernikahan seperti ini di setujui oleh Majelis Tarjih PP Muhammadiyah dan tidak di setujui oleh Imam Syafi’i. kemudian ada yang mempelai laki-laki dan walin-nya berada dalam satu tempat akan tetapi mempelai perempuan-nya yang berbeda tempat model pernikahan ini di setujui oleh para ulama Mazhab karena mempelai wanita tidak di haruskan untuk hadir dalam pengucapan ijab dan qabul saat akad nikah. Kemudian ada yang mempelai laki-laki dan perempuan berbeda tempat sedangkan walinya berbeda tempat, model pernikahan seperti ini di setujui oleh ulama Mazhab Hanafi dan tidak di setujui oleh ulama Mazhab Maliki
Pisumba dalam Tradisi Masyarakat Suku Cia-Cia di Lapandewa Perspektif Hukum Islam
Tradisi Pisumba suatu upacara adat khitan perempuan yang ada dalam masyarakat suku Cia-Cia di Desa Lapandewa. Masyarakat Lapandewa meyakini tradisi ini sangat penting untuk dilaksanakan karena tradisi ini sebagai pelengkap pengIslaman anak perempuan, sehingga wajib dilaksanakan oleh orang tuanya apabila memiliki anak perempuan, jika tidak melaksanakan tradisi ini dianggap tidak sah Islamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan tradisi Pisumba yang ada dalam masyarakat suku Cia-Cia di Lapandewa dan bagaimana perspektif hukum Islam terhadap pelaksanaan tradisi Pisumba. Jenis penelitian ini penelitian deskriptif kualitatif, pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian hukum yurdisi empris , sumber data yaitu primer dan sekunder. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa A. Proses pelaksanaan Pisumba dalam tradisi masyarakat suku Cia-Cia di Lapandewa adalah : (1) Tahap persiapan (musyawarah), penentuan hari pelaksanaan tradisi, persiapan alat dan bahan prosesi tradisi Pisumba, (2) Tahap pelaksanaan : pibura, pibindu, pikukuwi, pibaho, polimbaa ikaoumpu, kasunei. (3) tahap penutupan : pembacaan doa dan pembersihan tempat acara tradisi Pisumba, B. Perspektif hukum Islam terhadap tradisi Pisumba termaksud Urf Shahih karena tidak bertentangan dengan tujuan hukum Islam, Pisumba ibadah ghairuh mahdah, tradisi yang baik karena membawa mashlahat dan tidak mendatangkan mudharat bagi anak perempuan, sesuai dengan mashlahat mursahalah, sedangkan yang termaksud Urf Fasid karena masih ada nilai-niali ritual yang bertentangan dengan hukum Islam
Pengembangan Kemampuan Anak Remaja dalam Menciptakan Muadzin Muda di Masjid Al-Amin Desa Mola Bahari
Latar belakang dari pengabdian ini adalah dikarenakan melihat fenomena pada masa sekarang yang dimana banyak anak-anak Desa Mola Bahari masih belum bisa mengumandangkan adzan dengan baik, sehingga muadzin muda di desa ini sedikit dan masih belum ada penerus muadzin yang merupakan remaja masjid Al-Amin. Banyaknya anak yang sering datang kemasjid tetapi, tidak ada pihak manapun yang melakukan proses pengajaran kepada anak-anak tersebut untuk mengumandangkan adzan ketika waktu shalat tiba. Hanya imam-imam dan remaja masjid yang melakukannya. Pengabdian ini menggunakan pendekatan ABCD untuk mengembangkan aset pemuda muslim dalam pelaksanaan ritual agama Islam. Pengabdian ini melahirkan muadzin muda di masjid Al-Amin serta menambah wawasan agama di Desa Mola Bahari. Para muadzin menjadi pembimbing dan pengajar yang berkelanjutan terhadap anak-anak sebaya dan teman-temannya sehingga secara kuantitas dan kualitas terus berkembang setelah pengabdian dilaksanakan
KESETARAAN DALAM JODOH (PENDEKATAN TAFSIR MAQASIDI Q.S. AN-NUR : 26
AbstrakPenelitian ini bertujuan mengkaji kesetaraan dalam jodoh Q.S. al-Nu>r [24] : 26 dengan pendekatan tafsi>r maqa>sidi> Q.S. al-Nu>r[24]:26 dengan tiga sub masalah; 1) Tafsir Q.S. al-Nu>r[24:26. 2) Subtansi tafsi>r maqa>s}idi> Q.S. al-Nu>r [24] : 26. 3) Konsep kesetaraan jodoh dalam al-Qur’an dan Masyarakat. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif, menggunakan metode tah}lili yang mengumpulkan muna>sabah, asba>b al-nuzu>l, makna lugawi, i’ra>b dan bala>gah serta penafsiran ulama tentang Q.S. al-Nu>r [24] : 26. Kemudian diinterpretasi dengan interpretasi tekstual, kontekstual dan intertekstual. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Tafsir Q.S. al-Nu>r [24] : 26 adalah tentang pembelaan Allah terhadap A<isyah ra. dan Safwan dalam hadi>s} al-ifkih, 2) Subtansi tafsi>r maqa>s}idi> Q.S. al-Nu>r [24] : 26 adalah bagaimana kesetaraan jodoh akan memberi peluang yang lebih besar untuk membentuk keluarga yang langgeng, saki>nah mawaddah warrahmah.Kata Kunci: kesetaraan, jodoh, tafsi>r maqa>s}idi>
PERAN IMAM AS-SYAFI’I TERHADAP PERKEMBANGAN HADIS
Artikel ini membahas seorang tokoh hadis, yang tergolong sebagai ulama mutaqaddimin, yakni Imam al-Syafi’i (wafat 206 H/820 M). Ulama mutaqaddimin dalam istilah ilmu hadis adalah ulama hadis yang hidup sampai abad ketiga hijriyah. Pembahasan ini mengarah pada tinjauan historis dan sosiologis, obyeknya dioprasionalkan sebagai suatu upaya mengungkap keterlibatan Imam al-Syafi’i terhadap usaha pengembangan hadis. Dengan menggunakan Oleh karena penelitian ini termasuk dalam kategori kajian kepustakaan (library research), maka secara otomatis pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan merujuk pada buku-buku literatur atau kepustakaan yang penulis anggap relevan dengan permasalahan penelitian, hasilnya menyimpulkan bahwa ternyata kontribusi Iman al-Syafi’i bagi kemajuan hadis Nabi sangat kuat, oleh karena itu Imam al-Syafi’i disebut sebagai Nashir al-Sunnah sehingga kredibilitas Imam al-Syafi’i dalam bidang hadis sudah tidak diragukan lagi