Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari: Open Journal Systems
Not a member yet
2583 research outputs found
Sort by
Problematika Kursus Calon Pengantin dalam Membentuk Keluarga Sakinah Perspektif Maqashid Al-Syariah
Penelitian ini mengankat pokok masalah tentang “Problematika kursus calon pengantin dalam membentuk keluarga sakinah perspektif maqashid al-syariah di Kantor Urusan Agama Kecamatan Kendari dengan sub masalah yaitu : praktek program pelaksanaan kursus calon pengantin di Kantor Urusan Agama dan bagaimana mengetahui maqashid al-shariah terhadap kursus calon pengantin dalam membentuk keluarga sakinah Adapun jenis penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode peneitian normatif empiris dengan menggunakan metode pengumpulan data melalu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini menujukan bahwa : praktek program pelaksanaan kursus calon pengantin Kantor Urusan Agama Kecamata Kendari terbagi menjadi 5 yaitu memberikan materi tentang undang-undang perkawinan, memberikan materi tentang doa-doa, membaca al-quran, materi tentang keluarga sakinah dan meteri hak dan kewajiban suami dan istri. Sedangkan perspektif maqashid al-shariah terhadap kursus calon pengantin dalam membentuk keluarga sakinah sudah sesuai dengan dengan maqashid al-syariah dibidang daruriyat atau kebutuhan primer terbagi menjadi lima yaitu agama, jiwa, akal, keturunan dan harta
Penentuan Mahar Berdasarkan Stratifikasi Sosial Oleh Masyarakat Muslim Wakatobi Perspektif Maslahah Mursalah
The research aims to analyze the determination of dowry based on social stratification and to analyze the legal position of determining dowry based on social stratification by the Muslim community, Sowa sub-district, Togo Binongko sub-district, Wakatobi district from the Maslahah Murlah perspective. The research uses descriptive qualitative research using a legal research typology with a casetic approach and Islamic law. qualitative research method with qualitative descriptive research type. Data collection in this research was through observation, interviews and documentation. The data analysis includes data display, data reduction and data verification. The results of this research show that the determination of the dowry in marriages in the community of Sowa sub-district, Togo Binongko sub-district, the nominal size of the dowry is based on the social stratification of women in society, in this case the woman's clan. In the Sowa Village Community, Togo Binongko District, there are three clans, namely the Siolimbona clan, the Ode clan and the Maradika clan. The dowry is determined during the patantu'a (determination) procession. In the patantu'a (Determination) procession, the male family comes to the residence of the woman to be married to discuss several matters related to the marriage, one of which is the dowry. The dowry is determined based on the woman's clan. The woman's surname is determined through genealogical tracing by traditional leaders based on information provided by the woman's family, in this case the woman's father. In the maslahah murrasa perspective, the customary rules that apply in the Sowa sub-district bring benefits, namely avoiding conflict in the form of arguments between the two sides of the family which arise as a result of a clan feeling that it is not respected or appreciated. The legal position of determining the dowry based on social initiation in Sowa Village, Togo Binongko District, Wakatobi Regency is as a method or method for establishing a legal basis that does not conflict with sharia, does not cause harm, and does not eliminate benefits
Kesejahteraan Ekonomi Keluarga dalam Perspektif Hukum Islam
Penelitian ini mengkaji konsep kesejahteraan ekonomi keluarga dari perspektif hukum Islam. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, studi ini mengeksplorasi bagaimana Islam memandang kesejahteraan ekonomi tidak sekadar sebagai pencapaian materi, melainkan juga meliputi dimensi spiritual, sosial, dan moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan ekonomi dalam Islam mencakup tiga aspek utama: individu, keluarga, dan masyarakat. Konsep kesejahteraan Islam menekankan pentingnya distribusi kekayaan yang adil, pengelolaan keuangan yang bijak, dan keseimbangan antara kebutuhan materi dan spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Islam terhadap kesejahteraan ekonomi keluarga bersifat holistik, mendorong kerja keras, berbagi, dan tanggung jawab sosial.Kata Kunci: Kesejahteraan Ekonomi, Keluarga, Hukum Islam, Maqashid Syaria
Tinjauan Hukum Ekonomi IslamPada Transaksi Jual Beli Online Mystery Box Di Brand Pingu
Praktik jual beli online mystery box telah menjadi fenomena populer dalam beberapa tahun terakhir, karena daya tarik misteriusnya dan menarik banyak penggemar. Namun, pada kenyataannya, beberapa orang merasa kecewa dengan konsep jual beli online mystery box karena beberapa produk bisa mengecewakan. Tujuan hukum ekonomi Islam terhadap konsep jual beli online mystery box diperlukan untuk menentukan apakah hal tersebut diperbolehkan dalam hukum Syariah atau tidak. Penelitian ini berfokus pada jual beli online mystery box di merek Pingu. Penelitian ini juga akan membahas: 1) bagaimana praktik jual beli online mystery box di merek Pingu dilakukan, dan 2) bagaimana pandangan hukum ekonomi Islam terhadap jual beli online mystery box di merek Pingu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap apakah terdapat gharar (ketidakpastian) dalam praktik jual beli online mystery box di merek Pingu. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat gharar dalam praktik jual beli online mystery box di merek Pingu. Hal ini disebabkan oleh beberapa fakta yang terkait dengan ketidakpuasan konsumen terhadap hasil jual beli online mystery box di merek Pingu. Selain itu, gharar dalam praktik jual beli online mystery box di merek Pingu terletak pada ketidakjelasan objek yang dijual. Penulis juga memberikan masukan tentang perlunya evaluasi dan perbaikan yang dilakukan oleh merek Pingu untuk meminimalkan gharar dalam jual beli online mystery box di merek Ping
Pelatihan Muhadasah Lailiah di Pondok Pesantren Al-Hidayatul Qur’an Desa Pasir Putih Kabupaten Konawe Utara
Pasir Putih Village is one of the villages located in Lembo District, North Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province, Indonesia. Being one of the villages in Lembo District which has an Islamic Boarding School Education Institution, which is named Al-Hidayatul Qur'an Islamic Boarding School. It is also one of the best Islamic Boarding Schools in North Konawe Regency, based on the Tahfidz Al-Qur'an Islamic Boarding School. Giving birth to the hafidz of the Qur'an who also represented in several competitions in North Konawe Regency. This boarding school also puts forward the characteristics of a pesantren that are common in Indonesia, namely making Arabic the distinctive language and language of communication for the students. With this, the researchers saw a great opportunity to further develop the cottage and channel the abilities of researchers by forming Muhaddsaha Lailiah activities and intensive assistance to the assistant teachers at this cottage. By using the ABCD method to achieve the desired goals, and realize existing expectations. The results of the entire study, found that this activity provided a new platform for students to learn Arabic, as well as providing changes in teaching methods for teachers, students also provided handbooks as teaching materials for teachers at Al-Hidayatul Qur'an Islamic boarding school
Penguatan Budaya Lokal dan Nasionalisme Melalui Festival Layang-Layang
The kite festival is an activity that is carried out annually in Wungka Village starting in 2020 which will be held in front of the Wakatobi Regional Representative Council (DPRD) building. In the second year, no kite festival activities were held, this was due to the COVID-19 pandemic which had lasted for the last two years. This activity will be held again in 2022 which will be held at the same location from the year it was held with KKN IAIN Kendari students. KKN students participate in promoting or communicating to the general public about the kite festival. The promotion strategy is in the form of advertising through a pamphlet or direct promotion to the public. This year's kite festival was more festive because not only did the village government attend the activity, but the chairman of the Wakatobi DPRD also attended the festival. The success in the implementation of this kite festival competition is a remarkable achievement in the implementation of the previous kite festival. In general, the activities succeeded in strengthening local traditions and the spirit of nationalism in all circles of societ
Advokasi Pranikah Pada Santri dalam Mencegah Fatalistik Ekonomi di Pondok Pesantren Wali Songo Lampung Tengah
The current community service investigates how students at Wali Songo Islamic Boarding School (Pondok Pesantren) in Central Lampung Regency might overcome economic fatalism before to marriage by participating in pre-marital campaigning. The qualitative study methodology includes in-depth interviewing methods and student observations from the premarital advocacy program. According to research findings, premarital advocacy is beneficial in influencing students' beliefs about their financial preparedness for marriage. Financial management, future planning, and marital financial duties are all better understood as a result of advocacy programs. Other benefits of active involvement in premarital advocacy include enhancing financial literacy and inspiring students to prepare themselves for marriage better. The findings of this study have the potential to serve as a foundation for building more successful premarital advocacy programs that assist communities, educational institutions, and the government in assisting students in preparing for the financial elements of marriage
PEMAHAMAN TABZIR DAN ETIKA KONSUMSI MASYARAKAT SORUE JAYA KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE
Riset ini bertujuan untuk mencermati bagaimana pemahaman masyarakat muslim konsumtif Sorue Jaya terhadap ayat Tabz|i>r serta korelasinya terhadap perilaku konsumsi mereka sertamengidentifikasi apa yang mempengaruhi ragam pemahaman ayat masyarakat dan pola konsumsi mereka yang tidak proporsional dan bagaimana formulasi Al-Qur’an dalam mengatasi kesenjangan pemahaman perilaku konsumsi masyarakat muslim. penelitian ini adalah berjenis field research dengan menggunakan metode kualitatif yang berbasis pendekatan Sosiologi Qurani. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini yakni masyarakat terdampak yang terindikasi mengalami problem ekonomi dan sosial pasca ganti rugi. Adapun teknik yang digunakan dalam menganalisa data yaitu: Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pemahaman terkait mubazir masyarakat sekedar menyiakan makanan dan membeli barang tak berguna dan ditemukanlah korelasi antara pemahaman serta praktek mubazir. Pemahaman tersebut ditunjang oleh beberapa diantaranya kurangnyaliterasi agama, faktor lingkungan sekitar serta literasi ekonomidan kontrol diri yang kurang. Maka untuk mengatasi perilaku tersebut dikemukakan konsep Al-Qur’an dalam mengatasi kesenjangan pemahaman dan perilaku konsumsi masyarakat muslim yaitu senantiasa memberikan kepada kerabat keluarga haknya, senantiasa mengeluarkan zakat dan sedekah serta menjauhi perilaku mubazir dan berlebihan
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA KELOMPOK B KB ONOWA DESA KOROE ONOWA KEC. WANGI-WANGI KAB. WAKATOBI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal warna melalui metode eksperimen pada kelompok B Kelompok Bermain Onowa, Desa Koroe Onowa, Kec. Wangi-Wangi Kab. Wakatobi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, hasil karya dan dokumentasi. Analisis data dengan menggunakan rumus penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kegiatan bermain melalui metode eksperimen dapat meningkatkan kemampuan mengenal warna anak. Yakni pada indikator pertama anak dapat mengenal dan menyebutkan ragam warna yaitu anak belum berkembang sebesar 0%, anak mulai berkembang sebesar 8,3%, anak berkembang sesuai harapan sebesar 75% dan anak berkembang sangat baik sebesar 16,67. Untuk indikator kedua anak berkembang sangat baik sebesar 25% dengan ketuntasan baik. Kemudian indikator terakhir anak dapat mulai berkembang sebesar 0% yang sudah mengalami penurunan yang sangat signifikan, anak berkembang sesuai harapan sebesar 83% dengan ketuntasan baik dalam kemampuan mengenal warna dan berkemampuan sangat baik sebesar 16,67% dengan ketuntasan kurang baik dalam kemampuan mengenal warna anak yang menunjukkan adanya peningkatan dari sebelum adanya tindakan.Kata Kunci: Kemampuan Mengenal Warna, Metode Eksperime
Peningkatan Minat Belajar Bahasa Inggris Melalui Program English Day Di Kelurahan Pongo Kabupaten Wakatobi
Pulau Wangi-Wangi merupakan ibukota dari Kabupaten Wakatobi dan sekaligus kecamatan yang berada di Sulawesi Tenggara, Indonesia. Secara geografis, kabupaten ini terbagi dalam 14 desa dan 6 kelurahan. Tempat peneliti melaksanakan pengabdian selama 45 hari adalah di salah satu kelurahan, yaitu kelurahan Pongo. Pongo merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Wangi- Wangi yang menjadi pusat pemerintahan Wakatobi. Selain merupakan pusat pemerintahan, daerah ini juga menjadi salah satu tujuan wisata, maka tidak jarang kelurahan ini sering dikunjungi oleh turis asing. Salah satu tujuan dari kegitan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi dengan wisatawan asing dan meningkatkan minat belajar serta kemampuan dalam berbahasa Inggris pada anak usia dini. Kemampuan berbahasa Inggris ini sangat dibutuhkan karena saat ini merupakan era globalisasi yang membuat masyarakat harus mampu berkomunikasi secara global. Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development), yang mengutamakan pemanfaatan aset dan potensi yang ada disekitar dan dimiliki oleh masyarakat serta pendayagunaannya secara mandiri dan maksimal. Kata kunci : Bahasa inggris, Komunikasi, Pongo, Wisata, Wakatobi