Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari: Open Journal Systems
Not a member yet
2583 research outputs found
Sort by
Pola Asuh Orang Tua Dalam Menanamkan Kemandirian Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Desa Sambahule Kabupaten Konawe Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui bagaimana pola asuh orang tua dalam menanamkan kemandirian pada anak usia dini di Desa Sambahule Kab. Konawe Selatan (2) Untuk mengetahui bagaimana menanaman kemandirian pada anak usia diniusia 5-6 tahun di Desa Sambahule Kab. Konawe Selatan (3) untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua dalam menanamkan kemandirian pada anak usia 5-6 tahun di Desa Sambahule Kab. Konawe Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilaksanakan Desa Sambahule Kab. Konawe Selatan. Jenis Data pola asuh orang tua dalam menanamkan kemandirian diperoleh dari hasil, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. Pengecekkan keabsahan data dilakukan melalui tekhnik triangulasi yaitu triangulasi tekhnik, sumber, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pola asuh orang tua yang ditinjau dari indikator pola asuh meliputi berbagai aspek sebagai berikut: (a) pola asuh demokratis diantaranya: adanya kebebasan dan tanggung jawab. (b) pola asuh permisif diantaranya:pendekatan yang digunakan mengedepankan kemauan anak (c) pola asuh otoriter diantaranya: orang tua cenderung menguasai anak. (2) menanamkan kemandirian anak ditinjau aspek sebagai berikut: (a) kemampuan anak dalam mengola waktunya sendiri. (b) kemampuan anak dalam melakukan keperluannya sendiri. (c) kemampuan anak dalam mengambil resiko dan memecahkan masalah. (d) kemampuan anak dalam mengontrol emosi. (e) kemampuan anak dalam tanggung jawab. (3) faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua yang di tinjau yaitu pola asuh yang bersumber dari jenis pekerjaan orang tua. Dengan demikian pola asuh yang digunakan dalam menanamkan kemandirian pada anak usia 5-6 tahun di Desa Sambahule yaitu pola asuh demokratis yang di tandai dengan 5 orang tua yang menerapkan pola asuh demoratis, 3 orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter dan 2 pola asuh permisif.Kata Kunci: Pola Asuh, Kemandirian, Orang Tua Anak Usia 5-6 Tahun
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Ekonomis Dan Media Pemersatu Umat
Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana jeruk nipis dapat dijadikan media pemersatu serta perekat umat. Optimalisasi pemanfaatan jeruk nipis sebagai salah satu komoditas utama di Desa Wata Benua disamping sebagai upaya peningkatan nilai ekonomis juga sebagai media pemersatu umat. Latar belakang masyarakat yang majemuk yang berasal dari berbagai suku agama dan budaya ditambah dengan potensi lokal berupa jeruk nipis yang melimpah menjadikan aset potensi lokal desa Wata Benua menjadi hal yang bermanfaat apabila diupayakan guna pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring dengan bahan dasar jeruk nipis. Penelitian ini menggunakan metode CBPR (Community Based Participatory Research) penelitian dengan pendekatan kemitraan dengan melibatkan anggota masyarakat,perwakilan lingkungan, organisasi serta peneliti. Disamping itu guna mendukung CBPR ini, metode Participatory Assesment and Planning (PAP), digunakan untuk merencanakan suatu progran maupun proyek yang mengedepankan peran aktif dari masyarakat dalam setiap langkah pendampingan. Diharapkan masyarakat desa Wata Benua dapat memaksimalkan komoditas desa serta mengeratkan hubungan antar agama. Kata Kunci : Pemberdayaan,Moderasi,Potensi Loka
EFEKTIVITAS SELVE EXCELLENCE (PELAYANAN PRIMA) BAGI JAMAAH HAJI USIA LANSIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Manajemen pondok pesantren dalam meningkatkan kualitas hafalan al-Qur’an santri, (2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan manajemen pondok pesantren dalam meningkatkan kualitas hafalan al-Qur’an santri, (3) Untuk mengetahui dampak manajemen pondok pesantren kepada santri pondok pesantren Tahfizh al-Qur’an al-Hudzaifyyah Kabupaten Kolaka. Metode penelitian ini adalah penelitian lapangan yang dilakukan di Pondok Pesantren Tahfizh al-Qur’an al-Hudzaifyyah Kabupaten Kolaka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian data dianalisis dengan teknik reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Tahfizh al-Qur’an al-Hudzaifyyah telah menerapkan manajemen dalam meningkatkan kualitas hafalan al-Qur’an santri. Dampak penerapan manajemen pondok pesantren yaitu dampak positif kepada santri, pondok pesantren, wali santri, Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka. Sedangkan dampak negatif terhadap santri pondok pesantren Tahfizh al-Qur’an al-Hudzaifyyah Kabupaten Kolaka yaitu : 1) Sakit, 2) Keluar dari pondok pesantren, dan 3) Perselisihan pendapat wali santri dan pimpinan pondok pesantre
Motivation of Parents to Send Their Children to Islamic Boarding Schools (Motivasi Orang Tua Menyekolahkan Anak di Pesantren)
This article is to analyze: (1) the intrinsic motivation of parents in sending their children to Islamic boarding schools; (2) extrinsic motivation of parents in sending their children to Islamic boarding schools. This research was conducted qualitatively with a narrative approach. From the results of this research, the author can draw the following conclusions: The results of the research show that the intrinsic motivation of parents to send their children to Islamic boarding schools is because: (1) the desire to make their children pious and pious; (2) discipline; (3) not only having worldly knowledge but also mastering knowledge for the hereafter and obeying religious teachings; (4) forming noble morals, (5) preventing children from negative environmental impacts. The extrinsic motivation for parents to send their children to Islamic boarding schools is because: (1) Islamic boarding schools have more religious subjects, the influence of the surrounding environment is good and there are lots of positive activities every day, (2) The method of moral development is quite good. This research suggests that education is needed for parents to become more aware of the importance of sending their children to Islamic educational institutions with a dormitory system.Keywords: Intrinsic Motivation, Extrinsic Motivation, Islamic Boarding Schoo
Implementation of Regency/Municipal Bawaslu Authority in Handling Election Criminal Violations Committed by Children
The study aims to determine the authority of Regency/Municipal Bawaslu in handling election criminal violations and election criminal violations and to find out the implementation of the handling of election criminal violations and election criminal violations committed by children in the 2019 and 2020 elections. Cities in handling election criminal violations, starting from receiving and following up on findings and reports related to alleged election criminal violations, examining and reviewing election criminal violations, collecting evidence, requesting information needed from related parties or clarification, and forwarding the results review of findings and reports to authorized agencies for follow-up. Meanwhile, the handling of election criminal violations is carried out at each stage of the election implementation based on findings and reports. Following up on reports related to the alleged election criminal violations by conducting studies and clarifications, these were then forwarded to Gakkumdu. Meanwhile, the implementation of the handling of election criminal violations and election crimes committed by children during the 2019 elections in Bombana Regency as well as the 2020 elections in South Konawe Regency and East Kutai Regency used diversion efforts at the investigative level. The Diversion process is conducted through deliberations involving children and their parents or guardians, the Gakkumdu Sentra Team, Community Advisors, and the community. This provision refers to the formal provisions of the juvenile justice system as stipulated in Law Number 11 of 2012
Marriage Implementation on The Muharram in The Islamic Law Perspective
The implementation of marriage cannot be separated from the traditions that apply in a region. Abstinence from performing weddings in the Muharram month is one of the prevailing traditions in society. Month. This research was qualitative researchwith field research (field research) data collection techniques, the author holds direct observations, interviews, and documentation. Qualitative data are analysed in an inductive and deductive way. The results of the research showed that most of the society in Cenrana district of Bone Regency still believe that if there were marriage implementation onthe Muharrammonth, the people will have bad luck, their marriage will not be lasting and will be a calamity and people views about marriage implementation on the Muharram month in Cenrana District are not following Islamic law
Reviewing Islamic Criminal Punishment Views On Corruption Asset Confirmation Without Crimination
The paper discusses the Islamic criminal system's views on confiscating corruptors’ assets, which has been proposed for a draft law since 2012. The confiscation of assets is a solution to provide a deterrent effect and restore state losses. This study uses library research methods with a normative approach to answering the question, "what is the view of Islamic crime on the concept of confiscation of assets without punishment?". The results state that the confiscation of assets resulting from criminal corruption is a form of ta'zir punishment that has been accommodated in Islamic criminal law, Islamic criminal law allows doubling corporal punishment and fines, to provide a deterrent effect on criminal offenders. Confiscation of assets has also fulfilled the essence of Islamic punishment in fulfilling the rights of Allah, rewarding in kind for the actions committed, and remorse that creates a desire to repent for the perpetrators
Grammatical Analysis of African American Vernacular English in The Eminem Show Album: A Linguistics Perspective
Albeit the research on African American Vernacular English (AAVE) as nonstandard form of English spoken by African Americans in lower socioeconomic classes has been documented by many scholars, little is known about it from the perspective of Wolfram's theory. To fill this lacuna, the present study aims to elucidate the grammatical elements of Eminem's lyrics song in the album "The Eminem Show." This single case study showcased 32 lyrics song from Eminem's album with that seven grammatical features such as copula/auxiliary absence, the invariant be, the remote been, the subject verb agreement, the negation, the question formation, and the nominals. The findings found that negation is the most common grammatical features whereas the invariant be is the least common. The findings indicated that songs serve as a platform for asserting identity and criticizing diverse social, cultural, political, and economic issues. The performers are free to improvise in accordance with the tendencies and interests of the critic. Thus, the song can serve both to identify the current social crisis and as a catalyst for the crisis itself
IMPLEMENTASI HERMENEUTIKA ROMANTIK F.D.E. SCHLEIERMACHER DALAM DISKURSUS ILMU HADIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pemikiran hermeneutika Schleiermacher. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan dengan mengumpulkan berbagai literatur yang memiliki korelasi dengan hermeneutika perspektif Schleiermacher. Dalam artikel ini akan dimulai dengan biografi Schleiermacher, dilanjut dengan pemikiran-pemikiran hermeneutika nya, di antaranya adalah memahami, hermeneutika umum, lingkaran hermeneutika dan pembahasan terakhir penulis mencoba menguji teori hermeneutika Schleiermacher dengan diskursus ilmu hadis. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama,hermeneutika bagi Schleiermacher lebih tepat jika dengan "seni memahami" karena akan menghasilkan ketajaman dalam memahami sebuah teks. Kedua, hermeneutika umum perspektif Schleiermacher terdiri dari dua interpretasi yaitu interpretasi gramatika dan psikologi. Ketiga, dari kedua interpretasi tersebut akan menjadi sebuah lingkaran jika menggunakan keduanya dalam memahami teks. Keempat, hermeneutika Schleiermacher dapat digunakan sebagai alat bantu untuk memahami hadis Nabi. Interpretasi gramatika yang fokus dalam aspek bahasa dan interpretasi psikologi yang fokus membahas Asbab al-Wurud suatu hadis
KRITIK MORAL INTUISIONISME BARAT DALAM PANDANGAN MUHAMMAD TAQI MISBAH YAZDI
Tulisan ini merupakan telaah pustaka pemikiran Muhammad Taqi Misbah Yazdi mengenai prinsip moral yang bertujuan untuk mengkritik pandangan intuisionis barat memandang sumber perilaku manusia berasal dari hati nurani, sehingga nilai baik dan buruk bersifat partikular di realitas. Penulis merujuk salah satu karya utama Taqi Misbah Yazdi, berjudul “Amûzshe-e Falsafe” untuk menelaah konsep moral dalam sis ontologis dan epistemology menurut wacana filsafat moral. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-filosofis dihasilkan kesimpulan bahwa Muhammad Taqi Misbah Yazdi menawarkan konsep universal dalam wacana moral bahwa akal manusia dapat mengkonsepsikan nilai moral dan mengonstruksi konsep esensial, logis, dan falsafi untuk mengetahui pembenaran predikasi baik dan buruk terhadap suatu perilaku. Lebih lanjut, Muhammad Taqi Misbah Yazdi juga menilai bahwa penilaian moral tidak dapat teraktual tanpa hadirnya tindakan, sehingga tindakan merupakan sebab untuk melakukan penilaian. Tindakan manusia juga tidak dapat terjadi tanpa tujuan, sehingga Muhammad Taqi Misbah Yazdi memandang bahwa objektivitas moral merupakan relasi antara tujuan dan tindakan pelaku di realitas. Pandangan moral Muhammad Taqi Misbah Yazdi dipandang sebagai terobosan untuk membaca diskursus moral, guna merespon pemikiran Intuisionisme, yang telah menghadirkan subjektivitas penilaian moral, sebagai hasil utama penelitian ini