Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari: Open Journal Systems
Not a member yet
2583 research outputs found
Sort by
ANALISIS HUKUM TERHADAP PELANGGARAN KODE ETIK HAKIM AKIBAT TIDAK NETRAL DALAM PROSES PERSIDANGAN
A judge is a person who carries out judicial duties or powers as regulated in law. In carrying out one's duties and authority as a judge, of course there are rules when becoming a judge, including those regarding the Code of Ethics and Code of Conduct for Judges. A judge is expected to adhere to high ethical standards to ensure integrity, independence, and fairness in the justice system. Unethical behavior by showing a non-neutral attitude in the trial process can damage public confidence in justice and tarnish the reputation of the justice system. The aim of this research is to look at these violations in terms of the Judge's Code of Ethics. This research method is qualitative research with the type of library research and analysis using a normative and sociological approach. The result of this research is that there is non-neutral behavior carried out by judges in the trial process with the aim of taking sides which clearly violates the Judge's Code of Ethics. The results of this research provide an in-depth picture of the various disciplinary actions that may be taken against judges, ranging from warnings and administrative sanctions to further legal action
KONSEP CEMAS DAN RASA TAKUT BERLEBIH DALAM QS. AL-BAQARAH (STUDI ASINONIMITAS)
Fokus penelitian ini adalah mengkaji studi asinonimitas konsep cemas dan takut dalam QS. Al-Baqarah. Tujuan penelitian ini, ingin mengungkapkan makna dari kata cemas dan takut terkait konteks penggunaannya dalam QS. Al-Baqarah dan juga menjelaskan bagaimana relevansi analisis makna khauf dan khasyyah menurut Al-Qur’an dengan makna takut dalam bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini bersifat kepustakaan atau (library research), dengan analisis menggunakan metode muqaran. Hasil penelitian ini, menguatkan bahwa tidak adanya sinonimitas dalam QS. Al-Baqarah pada kata khauf dan khasyyah, meskipun keduanya memiliki arti yang sama namun penggunaan makna dan kedudukan kata khauf dan khasyyah berbeda. Khauf adalah ketakutan kepada ganjaran Allah terhadap perbuatan yang dilakukannya yang kemudian hari akan dipertanggung jawabkan, khauf ketakutan pada sesuatu yang akan terjadi dimasa yang akan datang seperti takut pada makhluk dan kedudukannya lebih rendah dibandingkan khasyyah. Sedangkan khasyyah adalah ketakutan kepada Allah akan keagungan dan kekuasaannya dan kedudukannya lebih tinggi dari khauf, perbedaan kedudukan tersebut berdasarkan objek ketakutan dan lebih tinggi untuk ditakuti adalah Allah bukan makhluknya. Adapun relevansi khauf dan khasyyah dalam QS. Al-Baqarah dengan kamus Indonesia yaitu ketakutan yang menambah kedekatan kepada Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangannya. Berbeda apa yang diartikan dalam bahasa Indonesia, takut sebagai sesuatu yang dihindari dan mendatangkan bencana
TELAAH KRITIS: ANALISIS KRITIK MUHAMMAD MUSTHAFA AS SIBAI TERHADAP PEMIKIRAN AHMAD AMIN
Penelitian ini menganalisis kritik Muhammad Musthafa As-Sibai terhadap pemikiran Ahmad Amin, dua tokoh intelektual besar di dunia Islam. As-Sibai, seorang ulama dan pemikir Islam yang berpengaruh, dikenal karena pandangannya yang tegas dan komprehensif terhadap pemikiran modern dalam Islam. Ahmad Amin, sebaliknya, merupakan tokoh reformis yang sering kali menyuarakan pandangan progresif yang kadang berbenturan dengan pandangan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi latar belakang kritik As-Sibai terhadap Ahmad Amin, mengidentifikasi poin-poin utama dari kritik tersebut, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan pemikiran Islam kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif, melibatkan analisis teks-teks utama karya kedua tokoh serta literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kritik As-Sibai terhadap Ahmad Amin berfokus pada interpretasi teks-teks agama, metodologi pemikiran, dan pandangan mereka mengenai modernitas dan tradisi. As-Sibai menekankan pentingnya menjaga otentisitas ajaran Islam dan waspada terhadap pengaruh pemikiran Barat yang dianggap dapat merusak esensi Islam. Sementara itu, Ahmad Amin mendorong reinterpretasi dan adaptasi ajaran Islam agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Analisis ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat perbedaan mendasar antara kedua pemikir, kritik As-Sibai terhadap Ahmad Amin merupakan refleksi dari dinamika intelektual dalam Islam yang terus berusaha menyeimbangkan antara pelestarian tradisi dan penerimaan terhadap perubahan. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana debat intelektual seperti ini berkontribusi pada pembentukan wacana keislaman yang dinamis dan beragam
Revitalisasi Wisata Si Pare Pasca Bencana dalam Mempertahankan Minat Pengunjung
Wisata si pare adalah wisata dadakan yang muncul setelah kunjungan KKN Universitas semarang. Wisata Si pare merupakan wisata yang bernuansa alam yang masih dijamin keasrian alaminya karena letaknya yang berada di dataran tinggi. Dalam proses pertumbuhan dan pengembangan wisata si pare green park dari tahun ke tahun mengalami banyak sekali hambatan baik secara internal maupun eksternal. Pada tahun 2022 wisata sipare sering dilanda bencana. Dimana dalam upaya menjaga agar wisata si pare tidak hilang, yaitu dengan melakukan revitalisasi. Revitalisasi sendiri merupakan cara untuk membangun, mengembangkan serta untuk mempertahankan keramaian pengunjung setelah terjadinya suatu bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Karena analisis data tersebut di jelaskan secara verbal dan untuk mendapatkan analisis secara menyeluruh dimana dengan menggabungkan hasil wawancara dan observasi
Manajemen Dakwah Jamaah Tabligh Dalam Pembinaan Akhlak Remaja
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui: (1)gambaran umum akhlak remaja masjid al-ikhlas desa lora, kecamatan mataoleo, kabupaten bombana. (2) Untuk mengetahui manajemen dakwah jamaah tabligh dalam membina remaja masjid Al-ikhlas di Desa Lora, Kecematan Mataoleo, kabupaten bomabana. (3) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam melakukan upaya pembinaan akhlak remaja masjid Al-Ikhlas.Metode penelitian ini di lakukan dengan terjun langsung ke objek yang akan diteliti. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan pembinaaan yang dilakukan jamaah tablig yang berhasil dalam memperbaiki akhlak remaja masjid Al-Ikhlas Desa Lora dengan menerapkan fungsi manajemen yaitu planning, Organizing, Actuating, Controlling dan evaluasi, dengan adanya faktor pendukung dan penghambat mereka mampu berhasil mencapai tujuan dakwah yang efisien dan efektif. Dengan menerapkan fungsi manajemen ini di proses dakwahnya khusus unutk pembinaan akhlak remaja masjid, jamaah mampu memperbaiki akhlak remaja masjid yang kurang baik berhasil di bentuk lebih baik dari segi berpakaian, sholat di , sopan dalam bertutur kata, dan baik dalam berinteraksi kepada orang sekitarny
Early Marriage Phenomena in Pandemic Era at Luwu Utara, Indonesia
The impact of the Covid-19 pandemic has affected every aspect of life. Not only the decline in the economic situation, but it has also had an impact on the emergence of social problems such as the high rate of early marriage. Early marriage has been a scientific concern for a long time. However, scientific studies have not been able to reduce the rate of increase in the number of children marrying early. The loss of the rights of children who should receive proper education, play and the right to protection are forced to be “bound” in a marriage. The purpose of this article is to add references to solving the problem of early marriage which has been long problematic on an international, national and regional scale. This article discusses the objective conditions of early marriage during a pandemic and criticizes the implementation of strategies for preventing and handling cases of the early child marriage. The data in this study were taken from the main data in the form of in-depth interviews with competent informants. Additional data was taken from existing data at the related office in North Luwu Regency along with the news from online sites, became a reference in this article. This study establish that the number of early marriages has rising due to the widespread use of social networks and changes in daily activity patterns. For future studies, it is recommended to consider the determinant factors in different locations and in a wider scope
Framing Analysis of Rohingya Refugee Reporting in Indonesian Online Media: Perspectives on Humanitarian Crisis and Government Role
The increasing intensity of Rohingya refugee arrivals due to ethnic conflicts in Q4 2023 and Q1 2024 has once again drawn the attention of online mass media. The headlines set by several media outlets indicate that this event holds significant news value. The issue of Rohingya refugees has become one of the most prominent humanitarian crises of the 21st century, sparking various reactions and debates worldwide. On one hand, it reflects compassion and solidarity toward humanity, while on the other, it demands a firm stance that upholds national values. This study employs a constructivist paradigm using Robert N. Entman's framing analysis model. The research focuses on how online media frame news about Rohingya refugees as victims of conflict in Myanmar. Six online media outlets were analyzed, including IDN Times (March 5), Detik.com (April 3), Liputan6 (April 13), CNN Indonesia (May 3), Kompas.com (May 7), and Tribunnews (May 7), arranged chronologically by the most recent publication of news on the Rohingya refugee issue. The analysis uses elements of Robert N. Entman's model, comprising Define Problem (problem definition), Diagnose Causes (identifying the problem and its sources), Make Moral Judgement (making moral assessments), and Treatment Recommendation (emphasizing solutions). The findings show that each media outlet's framing influences readers' perceptions differently. Online media generally tend to frame the issue positively regarding the government, portraying its central role as the primary helper. However, Liputan6 takes a more critical approach, encouraging readers to recognize shortcomings and challenges, including violations of local regulations by refugees. Meanwhile, CNN Indonesia opts for a global perspective, helping readers understand the scale of the crisis and the importance of international responses.Keywords: Framing Analysis, Indonesian Online Media, Latest Rohingya New
Mainstreaming Madrasah Quality Through Transformation of Regular Classes into CIBI (Islamic-Based Intellectual Intelligence) Classes at MI Ummusshabri Kendari (Pengarusutamaan Mutu Madrasah Melalui Transformasi Kelas Reguler Menjadi Kelas CIBI (Cerdas Intelektual Berbasis Islami) di MI Ummusshabri Kendari)
Improving the quality of education in madrasahs is an important focus in facing the challenges of globalization and modernization. MI Ummusshabri Kendari has implemented innovation through the transformation of regular classes into Islamic-Based Intellectual Intelligence (CIBI) classes. This study aims to evaluate the effectiveness of this transformation in improving the quality of learning and student output. The research method used is descriptive research with a qualitative approach. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the transformation of CIBI classes at MI Ummusshabri Kendari has a positive impact on improving the quality of education, both in terms of academics and student character.Keywords: Quality of education, madrasah, class transformation, Islamic-Based Intellectual Intelligence (CIBI
Manajemen Pengelolaan Lembaga Pendidikan pada Madrasah Aliyah dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk manajemen pengelolaan lembaga pendidikan di salah satu madrasah aliyah di Kota Kendari dalam meningkatkan kompetensi siswa. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumen. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bentuk perencanaan yang dilaksanakan sekolah ini dalam meningkatkan kompetensi siswa dengan melibatkan seluruh stakeholde mulai dari kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Bentuk perencanaan tersebut disusun dalam 3 program utama yaitu kurikuler, ekstrakulikuler, dan bording school. Bentuk pengorganisasian di sekolah ini melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui berbagai kegiatan workshop, pelatihan, dan lain-lain, serta pemberian peluang kepada siswa untuk mengikuti berbagai kegiatan baik akademik dan non-akademik. Peningkatan kompetensi siswa dilakukan secara disiplin dan konsisten melalui 3 program utama, yaitu pembelajaran formal (kurikuler), kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan keasramaan. Pengawasan dilaksanakan secara kontinu oleh kepala madrasah, wakil kepala madrasah, dan penanggungjaawab kegiatan sebagai tim kontrol. Selain itu, reward dan punishman juga diberlakukan
Kefektifan Penggunaan Media Pembelajaran Puzzle Terhadap Prestasi Belajar PAI Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
This study aims to determine the effectiveness of using puzzle learning media on PAI learning achievement in matters of faith in angels in grade IV of elementary school. The data in this study were obtained by using pretest and posttest. The collected data were analyzed using the normality test, homogeneity test, hypothesis testing, and t-test techniques. The results of this study indicate that puzzle learning media is more effective than picture media in improving PAI learning achievement. The results of the research showed that there was a significant increase in PAI learning achievement for students who carried out learning activities using puzzle media, whereas for students who carried out learning activities using picture media there was an increase but the results were not very significant