Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari: Open Journal Systems
Not a member yet
2583 research outputs found
Sort by
Analysis Of Business Feasibility In Terms Of Market And Marketing Aspects Of The Aman Sasirangan Business
Each tribe has various unique characteristics and customs, such as variations on themes, costumes, and traditional handwork. For example, one of the very unique and unusual arts in South Kalimantan is sasirangan fabric. One example of this is the Aman Sasirangan business, which produces sasirangan fabrics. The purpose of this study is to understand and see whether the Aman Sasirangan business deserves to be said to be an udaha, in terms of market and marketing aspects. One type of research conducted is descriptive research. Data analysis techniques include market and marketing analysis. The subject matter of this research can include market and marketing analysis. The research findings show that Aman Sasirangan can be predicted to be viable when a thorough analysis of the business research is conducted. This is related to market and sales trends that include product development, sales growth in the surrounding area, promotional activities and price phase adjustments such as the use of creative advertising, social media, and cooperation with local communities, which can have a positive impact on business potential
Pengaruh Inklusi Keuangan, Pendapatan, dan Kontrol Diri Terhadap Perilaku Menabung Nasabah Bank Konvensional di DKI Jakarta
This study aims to determine Financial Inclusion, Income, and Self-Control on Saving Behavior of Conventional Bank Customers in DKI Jakarta. The method used in this study is the purposive sampling method where the customer sample is 163 respondents. Data processing and analysis techniques use descriptive statistical analysis, Convegent Validity, Discriminant Validity, Average Variance Extracted (AVE), Reliability Test, R-Square, F-Square Test, Path Coefficient, and Hypothesis Testing. The results of the study show that partially Financial Inclusion (X1) has no significant effect on Savings Behavior, while the variables Income (X2) and Self-Control (X3) have a positive and significant effect on Savings Behavior (Y)
Penentuan Nasab Anak Pada Pasangan Married by Accident (MBA) Perspektif Ibn Asyur
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor apa yang melatarbelakangi terjadinya married by accident, untuk menjelaskan bagaimana proses pernikahan dan status nasab anak yang dilahirkan dari pasangan mba perspektif Ibn Asyur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif-empiris. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan pengecekan keabsahan temuan dengan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa married by accident (mba) di Kelurahan Labibia Kecamatan Mandonga dipengaruhi oleh pergaulan bebas, kurangnya pengawasan orang tua, broken home, teknologi canggih, dan kurangnya keimanan. Proses pernikahan bagi pasangan (mba) sama dengan pasangan pengantin lainnya, namun tanpa lamaran dan dengan bimbingan perkawinan yang khusus. Status nasab anak yang lahir dari pasangan mba, menurut Ibn Asyur, yang dikaitkan dengan putusan Mahkamah Konstitusi yang mengubah isi pasal 43 ayat (1) UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, memungkinkan anak zina dinasabkan kepada ayah dan ibunya agar tercapai tujuan disyari’atkannya hukum Islam. Dalam pandangan maqashid syariah, pemeliharaan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta bagi anak yang lahir di luar nikah penting untuk dijaga, karena kehilangan salah satunya dapat merusak anak tersebut
Analisis Pemenuhan Hak Keperdataan Anak Akibat Dari Perkawinan Siri Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi No 46/PUU-VIII/2010
Penelitian hukum normatif empiris ini berfokus pada pemenuhan hak keperdataan anak akibat dari perkawinan siri berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi No 46/PUU-VIII/2010. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pemenuhan hak keperdataan anak terus dipenuhi oleh kedua orang tuanya terlebih oleh ayah kandungnya walaupun perkawinan kedua orang tuanya telah putus, hak anak yang harus terus diperjuangkan sebab anak sebagai masa depan bangsa dan anak tidaklah bersalah atas apa yang kedua orang tuanya lakukan yang perkawinan kedua orang tuanya didasarkan pada perkawinan siri, maka dari itu hak keperdataan anak harus dipenuhi oleh kedua orang tuanya. Hak anak atas perkawinan siri juga dijelaskan dalam Putusan Mahkamah Konstitusi No 46/PUU-VIII/2010 anak berhak mendapat perlakuan yang adil, anak berhak mendapatkan nafkah hadhanah, dan anak berhak untuk mendapatkan wasiat wajibah yang mana hak itu diperoleh anak dan menjadi tanggung jawab kedua orang tuanya. Studi ini menggunakan metode pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder untuk melengkapi data baik dari hasil wawancara dilapangan ataupun dengan membaca penelitian- penelitian sebelumnya yang relevan. Kontribusi untuk ilmu pengetahuan yakni agar terpenuhinya hak keperdataan anak yang dilahirkan dari perkawinan siri. Penelitian ini menggunakan prespektif berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi No 46/PUU-VIII/2010. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemenuhan hak-hak anak yang lahir dari perkawinan siri dapat terpenuhi apabila perkawinan kedua orang tuanya masi hidup rukun tetapi apabila perkawinan kedua orang tuanya telah putus maka anak-anak yang lahir dari perkawinan siri tidak lagi terpenuhi hak-haknya, dan pemenuhan hak keperdataan terhadap ayah biologis tidak terpenuhi karena putusnya perkawinan. Padahal hak anak wajib untuk dipenuhi dan hak anak sudah diatur dalam Putusan Mahkamah Konstitusi No 46/PUU-VIII/2010 dan menjadi kewajiban terhadap ayah biologis untuk memberi hak nafkah (hadhanah) serta anak mendapat perlakuan yang adil juga mendapat wasiat wajibah
Pengasapan Ikan Proses Pembuatan Pengasapan Ikan Tembang (Sardinella Fimbriata) Di Desa Otole
Smoked tembang fish is a processed fishery product whose main raw material is tembang fish and through processing with a smoking system. The development of science and human resources of tembang fish is not only marketed live. The processing business has become a household business because of the easy processing system without having to require a lot of capital. This study aims to determine the process analysis of smoked tembang fish processing in Otole village. The data source used was primary data. Primary data was obtained from interviews and active participation, namely participating directly in the processing or process of making smoked fish and also marketing. The production of smoked tembang fish in Otole village is sold to the Kendari and South Konawe regions by delivery or self-pickup. Smoked tembang fish entrepreneurs in Otole village are able to process 300-400 kg of fresh tembang fish into 112 kg / day where in 1 month smoked tembang fish entrepreneurs in Otole village produce 26 times of production, meaning that within 1 month smoked tembang fish entrepreneurs in Otole village produce as much as 2,912 kg with a price of Rp.900,000 / 12kg. The authors found that there are several ways of making smoked tembang fish in Otole village, namely: (1) Provision of raw materials, (2) Stabbing of tembang fish using bamboo, (3) Preparation of tembang fish in the smoking place, (4) Storage of smoked tembang fish until ready to market
Implementasi Pembentukan Karakter Anak Usia Dini di TK Al-Hikmah Alipato Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara
Penelitian ini dilatar belakangi oleh persoalan karakter atau moral yang memang tidak sepenuhnya terabaikan oleh lembaga pendidikan. Akan tetapi dengan fakta-fakta seputar kemerosotan karakter pada sekitar kita menunjukkan bahwa ada kegagalan pada institusi pendidikan kita dalam hal menumbuhkan manusia Indonesia yang berkarakter atau berakhlak mulia. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui upaya guru dalam membentuk karakter anak usia dini di TK Al-Hikmah Alipato Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara;2) untuk mengetahui implementasi pembentukan karakter anak usia dini di TK Al-Hikmah Alipato Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara; dan 3) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pembentukan karakter anak usia dini di TK Al-Hikmah Alipato Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya dianalisis menggunakan model miles dan huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa: 1) Upaya guru dalam membentuk karakter anak usia dini di TK Al-Hikmah Alipato Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara dengan menggunakan beberapa metode yang dapat membentuk peserta didik menjadi anak yang baik. Metode yang digunakandi TK Al-Hikmah Alipato yaitu metode keteladanan dan metode pembiasaan; (2) Implementasi pembentukan karakter anak usia dini yaitu guru mencoba anak-anak untuk melakukan kegiatan seperti: anak dibiasakan selalu mengucap salam, melaksankan shalat dhuha, membaca doa sebelum pembelajaran dimulai, membaca surah pendek, dan bernyanyi. Implementasi pembentukan karakter anak usia dini yang dapat membentuk karakter perilaku anak diantaranyakarakter religius, disiplin, mandiri dan tanggung jawab; (3) faktor pendukung dan penghambat pembentukan karakter anak usia dini ditemukan: faktor pendukung yaitu faktor lingkungan dan faktorkebiasaan. Adapun hambatan yang dialami guru yaitu sikap anak yang beragam, aturan yang diterapkan belum dipatuhi oleh peserta didik, dan terbatasnya sarana dan prasaran
Peningkatan Sumber Daya Manusia Sebagai Landasan Pengembangan Berkelanjutan Di Pondok Pesantren
Penelitian ini merupakan penelitian tentang Peningkatan Sumber Daya Manusia sebagai Landasan Pengembanagan Berkelanjutan di Pondok Pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi perencanaan sumber daya manusia di pondok pesantren Darul Mukhlisin Kendari, Sulawesi Tenggara (2) deskripsi upaya yang dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia di pondok pesantren Darul Mukhlisin Kendari, Sulawesi Tenggara.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pendekatan kualitatif interaktif yang berupa studi kasus. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah itu data yang telah terkumpul dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan yang terakhir adalah verifikasi atau menarik kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Perencanaan sumber daya manusia pondok pesantren Darul Mukhlisin, yaitu Ada 2 cara dalam melakukan perencanaan peningkatan sumber daya manusia di pondok pesantren Darul Mukhlisin, yaitu: analisis kebutuhan kegiatan dan analisis kompetensi sumber daya manusia yang ada. (2) Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia pondok pesantren Darul Mukhlisin terdiri dua bagian. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam hal ini untuk tenaga pendidik dan kependidikan di pondok pesantren Darul Mukhlisin yaitu melakukan pendidikan dan pelatihan-pelatihan. Sedangkan untuk santri pengembangan melalui jiwa kepemimpinan, life skill, dan penanaman jiwa kesosialan.Penelitian ini merupakan penelitian tentang Peningkatan Sumber Daya Manusia sebagai Landasan Pengembanagan Berkelanjutan di Pondok Pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi perencanaan sumber daya manusia di pondok pesantren Darul Mukhlisin Kendari, Sulawesi Tenggara (2) deskripsi upaya yang dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia di pondok pesantren Darul Mukhlisin Kendari, Sulawesi Tenggara.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pendekatan kualitatif interaktif yang berupa studi kasus. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah itu data yang telah terkumpul dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan yang terakhir adalah verifikasi atau menarik kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Perencanaan sumber daya manusia pondok pesantren Darul Mukhlisin, yaitu Ada 2 cara dalam melakukan perencanaan peningkatan sumber daya manusia di pondok pesantren Darul Mukhlisin, yaitu: analisis kebutuhan kegiatan dan analisis kompetensi sumber daya manusia yang ada. (2) Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia pondok pesantren Darul Mukhlisin terdiri dua bagian. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam hal ini untuk tenaga pendidik dan kependidikan di pondok pesantren Darul Mukhlisin yaitu melakukan pendidikan dan pelatihan-pelatihan. Sedangkan untuk santri pengembangan melalui jiwa kepemimpinan, life skill, dan penanaman jiwa kesosialan
KONSELING INDIVIDUAL DENGAN TEKNIK MOTIVATIONAL INTERVIEWING (MI) PADA PASIEN RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PRATAMA ADDICTION RECOVERY BNN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui layanan konseling individual dengan teknik motivational interviewing (MI) pada pasien rawat jalan di Poliklinik Pratama BNN Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa proses layanan konseling individual dengan teknik MI pada pasien rawat jalan di Poliklinik Pratama BNN Provinsi Sulawesi Tenggara. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis deskriptif yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan layanan rehabilitasi yang ada di Poliklinik Pratama BNN Provinsi Sulawesi ada dua, yaitu rehabilitasi medis dan sosial. Layanan rehabilitasi sosial dengan metode rawat jalan di Poliklinik Pratama BNN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam pelaksanaannya menggunakan layanan konseling individual dengan teknik MI. Dalam proses pelaksanaan konseling individual dengan teknik MI pada klien, konselor menggunakan pendekatan religiusitas. Pendekatan religiusitas ini dilakukan pada pertemuan 7-8 konselor dan klien. Faktor pendukung dalam penelitian ini adalah kemampuan konselor dalam melakukan konseling. Adapun faktor penghambatnya yaitu (1) Faktor Internal; Ada beberapa konselor tidak paham tentang teknik MI, tidak dapat membangun rapport serta sarana dan prasarana kurang memadai. (2) Faktor Eksternal; Jarak tempuh
Pengaruh Implementasi Kurikulum Outcome Based Education (OBE) terhadap Kemampuan Problem Solving Mahasiswa
This study examines the effect of implementing the Outcome Based Education (OBE) curriculum on the problem-solving abilities of Management Study Program students at the Faculty of Economics and Business, a university in Padang, Indonesia, focusing on the Information and Computer Technology course. The subjects were 60 students, and a correlational quantitative approach was used. Data analysis included descriptive analysis, normality test, linearity test, and linear regression test. Results showed normally distributed and linear data. The F-test yielded a value of 15.918 with a significance level of 0.000<0.005, indicating a significant influence of the OBE curriculum (X) on problem-solving ability (Y). The R Squared value of 0.215 indicates that the OBE curriculum accounts for 21.5% of the variance in students' problem-solving abilities, excluding other factors. Keywords: Ability; curriculum; information and computer technology; outcome based education; problem solvin
Menjadi Muslim Modern: Konstruksi Identitas Anak Muda Muslim di Kafe
This article discusses the construction of the Muslims youth identity in cafes. Cafes as a public habitus that is constructed modern and considered not 'Islamic' does not mean that it has no relationship with Islam. Therefore, this article seeks to answer the question of what is the relationship between Islam, cafes, and social media? So, to what extent do Muslims youth access cafes? Finally, how do Muslims youth construct their identity of piety and youth in a café? To answer these questions, the authors conducted fieldwork in the form of observations and interviews with café owners and several youths with a narrative approach. Then public space theory, identity theory and digital production theory were used to analyze research data. The results of this study found that the relationship between cafes, Islam and social media manifested in the activities of young Muslims themselves, especially in consuming café public spaces such as enjoying food and beverage products, wifi facilities, prayer facilities, and taking pictures. Muslim youth not only access the symbols of café modernity and post them on social media, but also access the café's worship facilities. These three practices, both in consuming symbols of café modernity such as café architectural design and painting art on coffee (latte art), then uploading it to social media and doing prayer practices in cafes are ways for young people to construct their pious and youthful identity while in the café. This finding deconstructs the long-held view by some scholars or the public that cafes are considered public spaces that have no connection with Islam