Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
2348 research outputs found
Sort by
KONTEKSTUALISASI PEMBELAJARAN BERBASIS PRINSIP ISLAM DALAM MODERASI BERAGAMA
Artikel ini meneliti kontekstualisasi Prinsip Pembelajaran Islam dalam Moderasi Beragama. Masalah umum adalah bagaimana menggunakan Prinsip Islam dalam dinamika pendidikan modern. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan untuk menjawab tantangan waktu dan perkembangan sosial yang membutuhkan pendekatan baru untuk mengajarkan nilai -nilai agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengembangkan strategi yang efektif untuk mengintegrasikan nilai Moderasi Beragama ke dalam Kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah penelitian perpustakaan dengan memeriksa literatur dalam kaitannya dengan teori kontekstualisasi dan praktik Moderasi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan terkait konteks yang tepat dapat meningkatkan pemahaman siswa dan penilaian Moderasi Beragama dan memperkuat peran guru sebagai pialang belajar. Studi kasus yang termasuk dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa kontekstualisasi Pembelajaran Islam dapat digunakan dengan sukses dalam berbagai pengaturan pendidikan dan memberikan pengetahuan yang berharga dalam pengembangan Moderasi beragama siswa didalam kehidupan sehari-hari.
 
ANALISIS PELAPORAN KEUANGAN DESA BERDASARKAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH (SAP) DI DESA BULIE, KECEMATAN SIBULUE, KABUPATEN BONE
This study aims to determine whether the Village Government of Bulie has implemented accounting standards in presenting its village financial reports. The research methodology used is qualitative research. The data sources include primary data obtained through direct interviews with the village secretary of Bulie and secondary data derived from relevant documents. The research location is in Bulie Village, Sibulue Subdistrict, Bone Regency. The findings indicate that the financial reporting in Bulie Village is not yet fully aligned with or does not entirely meet several principles of the Government Accounting Standards (SAP). The village government currently prepares only two types of financial reports, while to comply with SAP, seven types of financial statements are required, namely the Budget Realization Report (LRA), the Statement of Changes in Budget Surplus (LPSAL), the Balance Sheet (LN), the Statement of Changes in Equity (LPE), the Operational Report (LO), the Cash Flow Statement (LAK), and the Notes to the Financial Statements (CALK). Based on these findings, it is recommended that the Village Government of Bulie regularly conducts outreach, education, and training for village officials to enhance their understanding of the alignment and regulations related to financial management in accordance with the Government Accounting Standards (SAP).
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam menyajikan laporan keuangan desa, Pemerintah Desa Bulie sudah menerapkan standar akuntansi dalam pelaporan keungan desa. Metodelogi penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dengan wawancara langsung dengan sekertaris desa bulie sedangkan data skunder diperoleh dari dokumen yang berkaitan. Lokasi penelitian ini bertempat di Desa Bulie Kecamatan Sibulue Kabipaten Bone. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaporan keuangan di Desa Bulie, belum relevan atau belum memenuhi beberapa prinsip Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). Sebagaimana pemerintah Desa Bulie hanya membuat dua jenis laporan keuangan, untuk membuat laporan keuangan Desa yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) memerlukan tujuh jenis laporan keuangan diantaranya Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL), Laporan Neraca (LN), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE), Laporan Oprasional (LO), Laporan Arus Kas (LAK), dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). Berdasarkantemuan ini, disarankan agar pemerintah Desa Bulie diharapkan sering mengadakan sosialisasi, pendidikan serta pelatihan kepada aparatur Desa terkait keselarasan dan aturan-aturan lain yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) agar bisa lebih memahami tentang Standar Akuntasi Pemerintah (SAP)
STRATEGI PENDANAAN MELALUI LEASING SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN AKSES MODAL DAN DIVERSIFIKASI INSTRUMEN INVESTASI BAGI MASYARAKAT
Leasing has become an effective financing alternative, especially for micro, small, and medium enterprises (MSMEs), to acquire necessary assets without needing significant upfront capital. This article discusses the role of leasing in enhancing MSMEs' access to capital and its contribution to investment instrument diversification. Despite offering numerous benefits, the implementation of leasing still faces challenges, such as limited public understanding of its mechanisms, regulatory barriers, and economic uncertainty. Therefore, improvements in regulations, financial literacy, and tailoring leasing products to MSME needs are essential for the sector's optimal development. This article also provides recommendations for financial institutions and the government to enhance support for MSMEs in utilizing leasing as a more flexible and affordable financing alternative.
Abstrak
Leasing telah menjadi alternatif pembiayaan yang efektif, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk memperoleh aset yang diperlukan tanpa harus mengeluarkan modal besar di awal. Artikel ini membahas peran leasing dalam meningkatkan akses modal bagi UMKM, serta kontribusinya dalam diversifikasi instrumen investasi. Meskipun menawarkan banyak manfaat, implementasi leasing masih menghadapi tantangan, seperti kurangnya pemahaman masyarakat mengenai mekanisme leasing, hambatan regulasi, dan ketidakpastian ekonomi. Oleh karena itu, dibutuhkan perbaikan regulasi, peningkatan literasi keuangan, dan penyesuaian produk leasing dengan kebutuhan UMKM agar sektor ini dapat berkembang secara optimal. Artikel ini juga memberikan saran bagi lembaga keuangan dan pemerintah untuk meningkatkan dukungan terhadap UMKM dalam memanfaatkan leasing sebagai alternatif pembiayaan yang lebih fleksibel dan terjangkau
PERAN LEASING DALAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN AKSES MODAL KERJA DI KALANGAN MASYARAKAT: SUATU KAJIAN LITERATUR
Leasing is a crucial financing alternative for Small and Medium Enterprises (SMEs) in Indonesia, which often face challenges in obtaining working capital through traditional loans. This article discusses the role of leasing in entrepreneurship development, focusing on ease of access, payment flexibility, and the ability for entrepreneurs to acquire necessary assets without significant initial capital. However, there are several challenges faced by entrepreneurs, such as limited understanding of leasing concepts, difficulties in meeting collateral requirements, and the risks of payment delays that can hinder business growth. Therefore, it is essential for entrepreneurs to enhance their understanding of leasing and for the government to strengthen regulations and oversight of the leasing industry. With these measures, leasing can be an effective solution to support business development in Indonesia.
Abstrak
Leasing merupakan alternatif pembiayaan yang sangat penting bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, yang sering menghadapi kendala dalam memperoleh modal kerja melalui pinjaman tradisional. Artikel ini membahas peran leasing dalam pengembangan kewirausahaan, dengan fokus pada kemudahan akses, fleksibilitas pembayaran, dan kemampuan pengusaha untuk memperoleh aset yang dibutuhkan tanpa modal awal yang besar. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh pengusaha, seperti keterbatasan pemahaman tentang konsep leasing, kesulitan dalam memenuhi persyaratan jaminan, dan risiko keterlambatan pembayaran yang dapat menghambat perkembangan usaha. Oleh karena itu, penting bagi pengusaha untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang leasing dan bagi pemerintah untuk memperkuat regulasi dan pengawasan industri leasing. Dengan langkah-langkah tersebut, leasing dapat menjadi solusi efektif untuk mendukung pengembangan usaha di Indonesia
MAKNA SEMIOTIKA “MELE BANNE POLANA PESSE” DALAM PILKADA SUMENEP 2024
Slogan kampanye "Mele Banne Polana Pesse" (Milih Bukan Karena Uang) menjadi elemen sentral dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep 2024, merefleksikan dinamika politik lokal dan aspirasi masyarakat terhadap praktik demokrasi yang bersih. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna semiotika slogan tersebut, tidak hanya pada tingkat denotatif, tetapi juga konotatif, serta bagaimana ia berfungsi sebagai penanda budaya dan moral dalam konteks politik uang di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes, penelitian ini mengkaji teks slogan, representasi visual, dan respons publik untuk mengungkap sistem tanda dan mitos yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "Mele Banne Polana Pesse" melampaui sekadar seruan anti-politik uang; ia membentuk konstruksi identitas pemilih yang berintegritas, merevitalisasi nilai-nilai kejujuran, dan menantang hegemoni transaksional dalam demokrasi elektoral. Slogan ini berfungsi sebagai agen kontra-hegemoni yang berusaha menggeser narasi materialistik menjadi narasi etis, meskipun tantangan implementasinya masih besar di tengah praktik politik uang yang mengakar. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman komunikasi politik lokal dan peran semiotika dalam membentuk kesadaran kritis masyarakat terhadap isu-isu krusial dalam pemilihan umum.
Abstract
The campaign slogan "Mele Banne Polana Pesse" (Choose Not Because of Money) emerged as a central element in the 2024 Sumenep Regional Head Election (Pilkada) contestation, reflecting local political dynamics and the community's aspirations for clean democratic practices. This research aims to analyze the semiotic meaning of this slogan, examining not only its denotative but also its connotative levels, and how it functions as a cultural and moral signifier within the context of money politics in Indonesia. Employing a qualitative approach with Roland Barthes' semiotic analysis method, this study investigates the slogan's text, visual representations, and public responses to uncover the system of signs and myths embedded within it. The findings indicate that "Mele Banne Polana Pesse" transcends a mere anti-money politics appeal; it constructs an identity of integrated voters, revitalizes values of honesty, and challenges transactional hegemony in electoral democracy. This slogan acts as a counter-hegemonic agent, attempting to shift the materialistic narrative towards an ethical one, despite significant implementation challenges amidst entrenched money politics practices. These findings contribute to understanding local political communication and the role of semiotics in shaping critical public awareness regarding crucial issues in general elections
The Important Role Of Fiqh Education In Elementary Schools
Education can be considered a crucial aspect of a nation's development process. Islamic religious education plays a crucial role in shaping students' character. Religious education is expected to facilitate students, starting from elementary school, in exploring and developing their faith potential from an early age. This will enable them not only to understand and apply their religious knowledge and faith, but also to live side by side with followers of other faiths. This will ultimately lead to Islam becoming not only the most populous religion in the world, but also a religion of mercy for the universe.
Keywords: Islamic Religious Education, Elementary Schoo
Dampak Pelatihan Karyawan Terhadap Produktivitas Kerja Dalam Perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia di SMK Al- Baisuqi
Pelatihan karyawan bagi sebuah perusahaan sangat penting, karena dipandang sebagai strategi dalam pengembangan kompetensi, peningkatan kinerja, semangat kinerja dan pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pelatihan karyawan terhadap produktivitas kerja dengan pendekatan kualitatif dalam konteks manajemen sumber daya manusia. Penelitian dilakukan SMK All-Baisuqi dengan metode studi kasus, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap sejumlah informan kunci seperti manajer, supervisor, dan karyawan yang telah mengikuti pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pelatihan karyawan terhadap produktivitas kerja dengan pendekatan kualitatif dalam konteks manajemen sumber daya manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan yang terstruktur terencana dan relevan dengan kebutuhan kerja berdampak positif terhadap peningkatan motivasi kerja, efisiensi kerja, dan kemampuan menyelesaikan tugas. Selain itu, pelatihan juga memperkuat komunikasi antar tim dan meningkatkan kepercayaan diri karyawan. Namun, efektivitas pelatihan sangat dipengaruhi oleh metode penyampaian, keterlibatan manajemen, dan tindak lanjut pasca pelatihan.Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan sebagai bagian integral dari manajemen sumber daya manusia yang strategis. Implementasi pelatihan yang tepat dapat menjadi kunci peningkatan produktivitas kerja secara berkelanjutan
ANALISIS DAMPAK PENYALURAN DANA ZISWAF MELALUI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH TERHADAP STABILITAS DAN KINERJA KEUANGAN
This study analyzes the impact of ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, and Waqf) fund distribution through Islamic financial institutions on financial stability and performance in Indonesia, amidst potential funds reaching IDR 233 trillion, but realization of only tens of trillions due to the dominance of consumer funds and weak governance. The study aimed to identify the integration mechanism of ZISWAF with Islamic finance and its implications for NPF, ROA, and Third Party Funds (DPK) indicators based on a content analysis of OJK documents for the 2020-2024 period. The method used was descriptive qualitative research using content analysis techniques on official financial reports, OJK publications, and Islamic institutional documents. The results showed a positive correlation between productive ZISWAF distribution and a decrease in NPF below 3%, an average increase in ROA of 1.8%, and 15% year-on-year growth in DPK through portfolio diversification and blended waqf finance. Although challenges of dependency on beneficiaries and fragmentation between institutions still hamper optimization. These findings recommend OJK regulations for integrated reporting standards and a minimum allocation of 60% of funds to productive schemes to strengthen the resilience of the national Islamic financial sector.Penelitian ini menganalisis dampak penyaluran dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf) melalui lembaga keuangan syariah terhadap stabilitas dan kinerja keuangan di Indonesia, di tengah potensi dana mencapai Rp233 triliun namun realisasi hanya puluhan triliun akibat dominasi penyaluran konsumtif dan lemahnya tata kelola. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi mekanisme integrasi ZISWAF dengan keuangan syariah serta implikasinya terhadap indikator NPF, ROA, dan DPK berdasarkan analisis isi dokumen OJK periode 2020-2024. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik content analysis terhadap laporan keuangan resmi, publikasi OJK, dan dokumen lembaga syariah. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif antara penyaluran ZISWAF produktif dengan penurunan NPF di bawah 3%, peningkatan ROA rata-rata 1,8%, serta pertumbuhan DPK 15% YoY melalui diversifikasi portofolio dan blended finance wakaf, meskipun tantangan ketergantungan mustahik dan fragmentasi antar-lembaga masih menghambat optimalisasi. Temuan ini merekomendasikan regulasi OJK untuk standar pelaporan terintegrasi dan alokasi minimal 60% dana ke skema produktif guna memperkuat resiliensi sektor keuangan syariah nasional
Peran Kepala Sekolah Dalam Pemberdayaan Komite Sekolah Di SMK Al-Asy’ari Komis Kedungdung Sampang
The school committee is an institution that plays a vital role in increasing the responsibility and role of the community in decision-making at school, as a provider of consideration in the implementation of educational policies, as a supporter, and as a controller. Therefore, the school committee needs to be empowered to be more effective in carrying out its duties and functions. This thesis discusses the role of the principal in empowering the school committee at SMK Al-Asy'ari Komis Kedungdung Sampang. There are three research focuses that are the main study in this study: First, What is the role of the principal in empowering the school committee at SMK Al-Asy'ari Komis? Second, How does the principal manage the empowerment of the school committee at SMK Al-Asy'ari Komis? Third, What are the obstacles faced by the principal in empowering the school committee at SMK Al-Asy'ari Komis? This study uses a descriptive qualitative approach. Data sources were obtained through observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that: the principal's role in empowering the school committee at SMK Al-Asy'ari Komis uses a participatory approach, also involving alumni, guardians, committee administrators, and the Islamic boarding school in all stages of the program. Monthly forums are used for communication and collaborative problem-solving with community input, so that the program belongs to all parties involved. The principal's management of the school committee empowerment at SMK Al-Asy'ari Komis is aspirational, but direct communication remains a barrier. The principal of SMK Al-Asy'ari Komis in empowering the school committee is the lack of activity of children who live far from their parents. Limited control and communication make it difficult to achieve learning quality standards.
Komite sekolah adalah lembaga yang berperan penting dalam meningkatkan tanggung jawab dan peran masyarakat dalam pengambilan keputusan disekolah, sebagai pemberi pertimbangan dalam pelaksanaan kebijakan disuatu pendidikan, pendukung, dan pengontrol. Maka dari itu komite sekolah perlu diberdayakan agar lebih berfungsi dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Skripsi ini membahas tentang Peran Kepala Sekolah Dalam Pemberdayaan Komite Sekolah Di SMK Al-Asy’ari Komis Kedungdung Sampang. ada tiga fokus penelitian yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini yaitu: Pertama, Bagaimana Peran Kepala Sekolah Dalam Pemberdayaan Komite Sekolah Di SMK Al-Asy’ari Komis? Kedua, Bagaimana Pengelolaan Kepala Sekolah Dalam Pemberdayaan Komite Sekolah Di SMK Al-Asy’ari Komis? Ketiga, Apa Saja Hambatan Kepala Sekolah Dalam Pemberdayaan Komite Sekolah Di SMK Al-Asy’ari Komis?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriftif. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: peran kepala sekolah dalam pemberdayaan komite sekolah di SMK Al-Asy’ari Komis menggunakan pendekatan partisipatif, juga melibatkan alumni, wali santri, pengurus komite, dan pondok dalam semua tahap program. Forum bulanan digunakan untuk komunikasi dan menyelesaikan masalah secara bersama dengan masukan masyarakat, sehingga program menjadi milik semua pihak yang terlibat. Pengelolaan kepala sekolah dalam pemberdayaan komite sekolah di SMK Al-Asy’ari Komis kepala sekolah mengelola pemberdayaan komite secara aspiratif, namun komunikasi langsung masih menjadi kendala. Adapun hambatan kepala sekolah SMK Al-Asy’ari Komis dalam pemberdayaan komite sekolah yaitu kurang aktifnya anak yang tinggal jauh dari orang tua. Kontrol dan komunikasi yang terbatas menyulitkan pencapaian standar mutu belajar
Studi Perbandingan Manajemen Risiko pada Lembaga Keuangan di Negara Indonesia dan Malaysia
Setiap lembaga keuangan di negara berkembang seperti Indonesia dan Malaysia pasti akan dihadapkan dengan risiko. Risiko dalam perbankan dapat diminimalisasi dengan menerapkan manajemen risiko yang efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis implementasi manajemen risiko yang dilakukan oleh lembaga keuangan di Negara Indonesia dan Malaysia melalui studi literatur. Literatur yang diperoleh bersumber dari pangkalan data yang berisi kumpulan artikel nasional dan internasional dengan tema manajemen risiko di lembaga keuangan Negara Indonesia dan Malaysia dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen risiko yang dilakukan oleh lembaga keuangan Malaysia lebih baik dibandingkan Indonesia.