Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
2348 research outputs found
Sort by
Analisis Pemberdayaan Kelompok Tani Sejati Bersatu Desa Sejati dalam Perspektif Ekonomi Islam
This research aims to understand the empowerment of farmer groups in Sejati Village, Camplong District, Sampang Regency from the perspective of Islamic economics. This study is a qualitative descriptive analysis. The research was conducted in Bunut hamlet, Sejati Village, Camplong District, Sampang Regency. The subjects of this study are the Sejati Bersatu farmer group in Sejati Village. The informants for this research include Mr. Muhammad as the head of the Sejati Bersatu farmer group, farmers, and the community of Bunut Hamlet. Data collection was done using methods of observation, interviews, and documentation. Tancehe results of the study indicate that the management of tobacco and chili in Sejati Village, Camplong District, Sampang Regency is in accordance with the perspective of Islamic economics In accordance with the perspective of Islamic economics which includes the principle of monotheism, the principle of maslahah, the principle of mutual assistance, and the principle of working and productivity.Penelitian ini bertujuan utama untuk menganalisis dan mendeskripsikan model pemberdayaan yang dilaksanakan oleh kelompok tani di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, khususnya ditinjau dari perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitis, yang berupaya memaparkan secara mendalam praktik-praktik pemberdayaan yang telah berjalan. Lokasi penelitian berfokus pada kegiatan di Dusun Bunut, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Subjek utama dalam penelitian ini adalah Kelompok Tani "Sejati Bersatu" yang aktif di desa tersebut. Data dikumpulkan dari berbagai informan kunci, meliputi Bapak Muhammad selaku Ketua Kelompok Tani Sejati Bersatu, anggota petani, serta tokoh masyarakat Dusun Bunut yang terlibat dalam kegiatan pertanian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi, mencakup observasi partisipatif, wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi kegiatan kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengelolaan dan pemberdayaan yang diterapkan oleh Kelompok Tani Sejati Bersatu secara signifikan telah mengadopsi dan mengimplementasikan nilai-nilai fundamental ekonomi Islam. Prinsip-prinsip tersebut meliputi: prinsip tauhid (kesadaran akan peran sebagai khalifah di bumi), prinsip maslahah (mengutamakan kemanfaatan dan kesejahteraan umum), prinsip tolong-menolong (ta'awun) dalam kegiatan produksi, dan prinsip kerja keras serta produktivitas yang etis. Dengan demikian, pemberdayaan kelompok tani ini tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi semata, tetapi juga didasarkan pada landasan moral dan etika Islam
Urgensi Madzhab Tafsir Dalam Studi Al-Qur’an
This research focuses on discussing the history of the development of interpretation that occurred in the Islamic world. This has implications for the characteristics contained in several interpretations made by ulama'. These characteristics contain the methods, styles or approaches used in interpreting the Koran plus the abilities of each interpreter. This characteristic does not just stop at one point but will continue to develop and even form a group that will later interpret the verses of the Koran according to their interests. This condition became known as the madzhab of tafsir where its existence is very important in the world of Al-Qur'an science and tafsir.
Keywords: History, Tafsir, and Madzhab of Tafsir
Penelitian ini berfokus kepada pembahasan mengenai sejarah perkembangan tafsir yang terjadi dalam dunia islam. Hal tersebut berimplikasi kepada karakteristik yang terdapat dalam beberapa penafsiran yang dilakukan oleh ulama’. Karakteristik tersebut berisikan metode, corak, atau pendekatan yang dilakukan dalam menafsirkan al-Qur’an ditambah dengan kemampuan dari masing-masing mufassirnya. Karakteristik ini tidak hanya berhenti hanya pada satu titik melainkan akan terus berkembang bahkan membentuk suatu golongan yang nantinya melakukan penafsiran juga terhadap ayat-ayat al-Qur’an sesuai dengan kepentingannya. Kondisi tersebut yang kemudian dikenal dengan sebutan madzhab tafsir di mana eksistensinya begitu pentin dalam dunia ilmu al-Qur’an dan tafsir
Kata Kunci : Sejarah, Tafsir, dan Madzhab TafsirThis research focuses on discussing the history of the development of interpretation that occurred in the Islamic world. This has implications for the characteristics contained in several interpretations made by ulama'. These characteristics contain the methods, styles or approaches used in interpreting the Koran plus the abilities of each interpreter. This characteristic does not just stop at one point but will continue to develop and even form a group that will later interpret the verses of the Koran according to their interests. This condition became known as the madzhab of tafsir where its existence is very important in the world of Al-Qur'an science and tafsir.
Keywords: History, Tafsir, and Madzhab of Tafsi
MITOS DAN REALITAS: BAHAYA PENAFSIRAN ALQURAN ORIENTALISME TERHADAP KAUM MUSLIMIN
Penafsiran orientalisme terhadap Islam dan kaum Muslimin sering kali membawa dampak negatif yang signifikan, memperkuat mitos dan stereotip yang merugikan. Perspektif ini tidak hanya menciptakan gambaran yang tidak akurat tetapi juga berkontribusi pada diskriminasi dan marginalisasi komunitas Muslim di seluruh dunia. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana penafsiran orientalisme membentuk persepsi negatif tentang Islam dan dampaknya terhadap kehidupan sosial, politik, dan ekonomi kaum Muslimin.
Penelitian ini menggunakan penelitian pustaka dengan metode analisis kualitatif dengan mengkaji berbagai literatur, studi kasus, dan contoh konkret yang menunjukkan dampak orientalisme. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi stereotip dan prasangka yang dihasilkan oleh orientalisme serta menganalisis dampaknya terhadap komunitas Muslim. Studi kasus yang diangkat, termasuk representasi Muslim dalam media Barat dan kebijakan diskriminatif, memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana orientalisme beroperasi dan merugikan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran orientalisme telah memperburuk ketegangan sosial, meningkatkan diskriminasi dan Islamofobia, serta menciptakan kebijakan yang tidak adil terhadap kaum Muslimin. Untuk mengatasi masalah ini, penting bagi komunitas Muslim untuk terlibat dalam pendidikan, dialog antar agama dan budaya, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan untuk membangun pemahaman yang lebih baik dan adil tentang Islam, serta mengurangi dampak negatif dari orientalisme.
Kata Kunci : Mitos, Realitas, Penafsiran Al-quran Orientalisme, MusliminPenafsiran orientalisme terhadap Islam dan kaum Muslimin sering kali membawa dampak negatif yang signifikan, memperkuat mitos dan stereotip yang merugikan. Perspektif ini tidak hanya menciptakan gambaran yang tidak akurat tetapi juga berkontribusi pada diskriminasi dan marginalisasi komunitas Muslim di seluruh dunia. Artikel ini mengeksplorasi bagaimana penafsiran orientalisme membentuk persepsi negatif tentang Islam dan dampaknya terhadap kehidupan sosial, politik, dan ekonomi kaum Muslimin.
Penelitian ini menggunakan penelitian pustaka dengan metode analisis kualitatif dengan mengkaji berbagai literatur, studi kasus, dan contoh konkret yang menunjukkan dampak orientalisme. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi stereotip dan prasangka yang dihasilkan oleh orientalisme serta menganalisis dampaknya terhadap komunitas Muslim. Studi kasus yang diangkat, termasuk representasi Muslim dalam media Barat dan kebijakan diskriminatif, memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana orientalisme beroperasi dan merugikan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran orientalisme telah memperburuk ketegangan sosial, meningkatkan diskriminasi dan Islamofobia, serta menciptakan kebijakan yang tidak adil terhadap kaum Muslimin. Untuk mengatasi masalah ini, penting bagi komunitas Muslim untuk terlibat dalam pendidikan, dialog antar agama dan budaya, serta pemberdayaan sosial dan ekonomi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan untuk membangun pemahaman yang lebih baik dan adil tentang Islam, serta mengurangi dampak negatif dari orientalisme.
Kata Kunci : Mitos, Realitas, Penafsiran Al-quran Orientalisme, Muslimin
 
ETIKA KONSUMSI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM
Tujuan dari penelitian ini agar seseorang berhati-hati dalam menggunakan kekayaan atau berbelanja. Suatu negara mungkin memiliki kekayaan melimpah, tetapi apabila kekayaan tersebut tidak diatur pemanfaatannya dengan baik, maka kesejahteraan akan mengalami kegagalan. Jadi yang terpenting dalam hal ini adalah cara penggunaan yang harus diarahkan pada pilihan (preferensi) yang mengandung maslahah (baik dan bermanfaat), agar kekayaan tersebut dimanfaatkan pada jalan yang sebaik-baiknya untuk kemakmuran dan kemaslahatan individu, masyarakat dan rakyat secara menyeluruh.
Keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidup merupakan naluri manusia. Sejak kecil, bahkan ketika baru lahir, manusia menyatakan keinginan untuk memenuhi kebutuhannya dengan berbagai cara, misalnya dengan menangis untuk menunjukkan bahwa seorang bayi lapar ingin minum susu dari ibunya. Semakin besar dan akhirnya dewasa, keinginan dan kebutuhan seorang manusia akan terus meningkat dan mencapai puncaknya pada usia tertentu untuk seterusnya menurun hingga seseorang meninggal dunia.
Jenis penelitian tergolong penelitian kualitatif dengan pendekatan yang digunakan adalah penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan kepustakaan, baik buku, catatan, maupun laporan hasil penelitian dari penelitian terdahul
LARANGAN ZINA DALAM AL-QUR’AN: (STUDY TAFSIR AL-WASITH TERHADAP QUR’AN SURAH AL-FURQON AYAT 68-69, SURAH AL-ISRO’ AYAT 32 DAN SURAH AL-MU’MINUN AYAT 1-7)
Abstract
This research aims to explore more deeply the issues that frequently arise in society regarding the act of zina (adultery or fornication) as explained in the Qur'an and various scholarly opinions. This study employs a library research method using a descriptive-analytical approach—presenting and describing the topic clearly and in detail through words. It elaborates on several definitions of zina according to different perspectives. The main point drawn from this research is that zina is a sexual relationship between a man and a woman who are not legally married. In his interpretation of Surah Al-Furqan verses 68–69, Wahbah Az-Zuhaili states that zina incurs a sin equivalent to the sin of shirk (associating partners with Allah). Meanwhile, in Surah Al-Isra verse 32, the Qur'an describes zina as an indecent and evil act, and servants of Allah are forbidden from engaging in behaviors that lead to such immorality. Furthermore, Wahbah Az-Zuhaili in his tafsir of Surah Al-Mu’minun verses 1–7 explains the characteristics of those who are successful in the sight of Allah—namely, those who guard their chastity and refrain from committing zina.
Keywords: Prohibition, Zina, Qur’an, Surah, Tafsir Al-WasithAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang masalah yang sering terjadi dilingkungan masyarakat terhadap perilaku zina dan dijelaskan di dalam Al-Qur’an dan beberapa pendapat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kajian pustaka atau library research dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis (pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci). Dengan menjelaskan beberapa pengertian zina menurut beberapa pendapat. Penelitian yang diambil poin pentingnya adalah, Zina merupakan perilaku hubungan seksual antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang tidak belum memiliki ikatan yang sah sebuah pernikahan. Dalam kitab tafsirnya terhadap surah Al-Furqon ayat 68-69, Wahbah Az-Zuhaili mengatakan perilaku zina mendapatkan dosa sebagaimana seseorang melakukan dosa syirik, yaitu mempersekutukan Allah. Sedangkan dalam Qur’an surah Al-Isro’ ayat 32, zina adalah suatu perbuatan yang keji dan buruk, seorang hamba dilarang mengerjakan perilaku yang akan mengantarkan pada perbuatan zina. Wahbah Az-Zuhaili dalam tafsirannya pada Qur’an surah Al-Mu’minun ayat 1-7, menerangkan sifat-sifat seorang hamba yang beruntung, yaitu orang-orang yang menjaga kemaluan atau tidak melakukan suatu perbuatan zina, maka ia akan termasuk orang yang beruntung di sisi Allah.
Kata Kunci : Larangan, Zina, Al-Qur’an, Surah, Tafsir Al-Wasit
ANALISA FAKTOR-FAKTOR BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN SISWA UNTUK MEMILIH SMK NEGERI 1 BANGIL PASURUAN
Pendidikan memiliki peran strategis dalam pembangunan peradaban bangsa, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif di era globalisasi. Salah satu jalur pendidikan formal yang berperan penting dalam pengembangan keahlian peserta didik adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK diharapkan mampu melahirkan lulusan yang siap kerja, berjiwa wirausaha, serta mampu bersaing di dunia usaha dan industri. Namun, dalam praktiknya, pilihan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke SMK masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk strategi pemasaran pendidikan yang diterapkan oleh sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran (marketing mix) yang terdiri dari produk, harga, tempat, dan promosi terhadap keputusan siswa dalam memilih SMK Negeri 1 Bangil Pasuruan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei terhadap siswa baru yang telah menentukan pilihan sekolahnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan strategi pemasaran pendidikan di SMK agar lebih tepat sasaran dan mampu menarik minat calon siswa secara efektif. Dengan demikian, SMK tidak hanya menjadi alternatif, tetapi juga pilihan utama dalam pendidikan menengah kejuruan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.Pendidikan memiliki peran strategis dalam pembangunan peradaban bangsa, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif di era globalisasi. Salah satu jalur pendidikan formal yang berperan penting dalam pengembangan keahlian peserta didik adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK diharapkan mampu melahirkan lulusan yang siap kerja, berjiwa wirausaha, serta mampu bersaing di dunia usaha dan industri. Namun, dalam praktiknya, pilihan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke SMK masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk strategi pemasaran pendidikan yang diterapkan oleh sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran (marketing mix) yang terdiri dari produk, harga, tempat, dan promosi terhadap keputusan siswa dalam memilih SMK Negeri 1 Bangil Pasuruan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei terhadap siswa baru yang telah menentukan pilihan sekolahnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan strategi pemasaran pendidikan di SMK agar lebih tepat sasaran dan mampu menarik minat calon siswa secara efektif. Dengan demikian, SMK tidak hanya menjadi alternatif, tetapi juga pilihan utama dalam pendidikan menengah kejuruan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja
PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS ANDRAGOGI
Transformative learning based on andragogy is an approach that focuses on learners' independence in understanding and applying knowledge contextually. This study aims to analyze the concept, implementation, supporting and inhibiting factors, as well as the impact of transformative learning based on andragogy at Pondok Pesantren Tarbiyatul Muthathowi’in. The research method used is a qualitative approach with in-depth interviews, participatory observation, and document studies. The results indicate that the andragogical approach in this pesantren has successfully enhanced students' intellectual ability in critical and analytical thinking, strengthened their character in terms of independence and leadership, and increased their spiritual awareness through reflective and applicative learning experiences. The main supporting factors in implementing this model include a conducive pesantren environment, support from kyai and Ustadz, and the integration of technology in learning. However, several challenges remain, such as limited facilities and resistance to changes in teaching methods. Therefore, a more systematic strategy is needed to enhance the effectiveness of this learning model, including teacher training, provision of adequate learning facilities, and the integration of pesantren curriculum with the formal education system.
Abstrak
Pembelajaran transformatif berbasis andragogi merupakan pendekatan yang berfokus pada kemandirian peserta didik dalam memahami dan menerapkan ilmu pengetahuan secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, implementasi, faktor pendukung dan penghambat, serta dampak penerapan pembelajaran transformatif berbasis andragogi di Pondok Pesantren Tarbiyatul Muthathowi’in. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan andragogi di pesantren ini telah berhasil meningkatkan kemampuan intelektual santri dalam berpikir kritis dan analitis, memperkuat karakter santri dalam aspek kemandirian dan kepemimpinan, serta meningkatkan kesadaran spiritual melalui pengalaman belajar yang reflektif dan aplikatif. Faktor pendukung utama dalam penerapan model ini meliputi lingkungan pesantren yang kondusif, dukungan kiai dan Ustadz, serta integrasi teknologi dalam pembelajaran. Namun, masih terdapat beberapa hambatan, seperti keterbatasan fasilitas dan resistensi terhadap perubahan metode pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih sistematis untuk meningkatkan efektivitas model pembelajaran ini, baik melalui pelatihan pengajar, penyediaan sarana yang memadai, maupun integrasi kurikulum pesantren dengan sistem pendidikan formal
MENELADANI KEGIGIHAN DAN SEMANGAT JUANG PARA TOKOH ISLAM KHULAFA UR-RASYIDIN DI ERA GEN-Z
This research explains the importance of emulating the nature of khulafaur rasyidin in this day and age, Generation Z (Gen Z) lives in a digital and disruptive era. Amidst the onslaught of informatization and technology, it is important to have a strong individuality. Kulafaul Rashidin, the Islamic leaders after the Prophet Muhammad, can be a suitable role model for Gen Z, because of their praiseworthy and exemplary traits. The action plan for learning the struggle and character of Kulafa Rashiddin discusses the struggle and character of Kulafa Rashiddin in upholding the message of Allah SWT through the example of Kulafa Rashiddin's actions. Islamic religious education that emphasizes reconciliation and liberation from the tyranny of the ruler can be a solution to explain the nature of Hurafaul Rashidin. In this summary we will discuss the praiseworthy traits of the Khulafaur Rashidin such as honesty, simplicity, and justice and their relevance to the lives of Gen Z. This abstract also highlights the challenges Gen Z faces in emulating these characteristics. For example, the far-from-simple lifestyle of consumers and the difficulty of spreading fake news, which is the opposite of honesty. Ultimately, this research brief provides creative solutions to overcome these challenges, including the use of technology to spread the values of Khulafaur Rashidin.
Abstrak
Penelitian ini menjelaskan tentang pentingnya meneladani sifat khulafaur rasyidin di masa sekarang ini, Generasi Z (Gen Z) hidup di era yang serba digital dan disruptif. Di tengah gencarnya informatisasi dan teknologi, penting untuk memiliki individualitas yang kuat. Khulafaur Rasyidin, pemimpin Islam setelah Nabi Muhammad SAW, bisa menjadi teladan yang cocok bagi Gen Z, karena sifat-sifatnya yang terpuji dan layak dicontoh. Rencana aksi pembelajaran perjuangan dan karakter Khulafaur Rashiddin membahas tentang perjuangan dan karakter Khulafaur Rashiddin dalam menjunjung tinggi risalah Allah SWT melalui contoh tindakan Khulafaur Rashiddin. Pendidikan agama Islam yang menekankan pada rekonsiliasi dan pembebasan dari kezaliman penguasa dapat menjadi solusi untuk menjelaskan hakikat Khulafaur Rasyidin. Dalam rangkuman kali ini kita akan membahas tentang sifat-sifat terpuji yang dimiliki Khulafaur Rasyidin seperti kejujuran, kesederhanaan, dan keadilan serta relevansinya dengan kehidupan Gen Z. Abstrak ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi Gen Z dalam meniru karakteristik tersebut. Misalnya, gaya hidup konsumen yang jauh dari kata sederhana dan sulitnya menyebarkan berita bohong, yang merupakan kebalikan dari kejujuran. Pada akhirnya, penelitian singkat ini memberikan solusi kreatif untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, termasuk penggunaan teknologi untuk menyebarkan nilai-nilai Khulafaur Rasyidin