Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
2348 research outputs found
Sort by
Analisis Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi Pada Program Champion Class di SMAS Sabilillah Sampang
In facing the challenges of 21st-century education, a competency-based curriculum is an important approach to producing graduates who not only excel academically but also possess critical, creative, collaborative, and communicative thinking skills. Sabilillah Senior High School, Sampang, responds to this demand through the Champion Class Program, a flagship program aimed at fostering high-achieving students in both academic and non-academic fields. This program uses a more intensive, competitive learning model, and is oriented towards holistic competency achievement. This study aims to answer two main questions: First, how is the implementation of the competency-based curriculum in the Champion Class Program at Sabilillah Senior High School, Sampang? Second, what are the challenges of implementing this curriculum on student academic and non-academic achievement? This study uses a qualitative approach with a case study type. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants consisted of the principal, vice principal for curriculum, Champion Class mentor teachers, and students participating in the program. Data validity was tested through triangulation of sources and techniques, as well as in-depth observation. The results of the study indicate that: First, the implementation of the competency-based curriculum was carried out in stages and systematically, starting with the joint planning stage between the principal, the vice-curriculum director, and senior teachers, developing a learning roadmap, and continuing with regular implementation and evaluation. Learning in the Champion Class is designed to be project- and competition-based, with an emphasis on critical thinking skills, collaboration, leadership, and strengthening Islamic character. Second, challenges faced in implementing this program include: limited supporting facilities and infrastructure, varying levels of teacher understanding of the competency-based curriculum concept, and resistance from some parents and students to the new system. Despite this, the Champion Class has proven successful in achieving success in various competitions at the district and national levels, such as science olympiads and English competitions. Strong school management support, intensive teacher training, and the involvement of mentors are key to the program's success.Dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21, kurikulum berbasis kompetensi menjadi pendekatan yang penting untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. SMAS Sabilillah Sampang merespon tuntutan ini melalui Program Champion Class, yaitu program unggulan yang ditujukan untuk membina siswa berprestasi dalam bidang akademik dan non-akademik. Program ini menggunakan model pembelajaran yang lebih intensif, kompetitif, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan utama, yaitu: Pertama, bagaimana implementasi kurikulum berbasis kompetensi pada Program Champion Class di SMAS Sabilillah Sampang?. Kedua, bagaimana tantangan implementasi kurikulum tersebut terhadap prestasi akademik dan non-akademik siswa?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru pembimbing Champion Class, serta siswa peserta program. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik, serta pengamatan yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, implementasi kurikulum berbasis kompetensi dilaksanakan secara bertahap dan sistematis, yang dimulai dari tahap perencanaan bersama antara Kepala sekolah, waka kurikulum, dan guru senior, penyusunan roadmap pembelajaran, hingga pelaksanaan dan evaluasi secara berkala. Pembelajaran dalam Champion Class dirancang berbasis proyek dan kompetisi, dengan penekanan pada keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, kepemimpinan, serta penguatan karakter islami. Kedua, tantangan yang dihadapi dalam implementasi program ini meliputi: keterbatasan sarana dan prasarana pendukung, variasi tingkat pemahaman guru terhadap konsep kurikulum berbasis kompetensi, serta resistensi dari sebagian orang tua dan siswa terhadap sistem baru. Meskipun demikian, Champion Class terbukti berhasil mencetak prestasi di berbagai ajang kompetisi tingkat kabupaten hingga nasional, seperti olimpiade sains dan lomba bahasa Inggris. Dukungan manajemen sekolah yang kuat, pelatihan guru secara intensif, serta keterlibatan mentor menjadi kunci dalam keberhasilan program ini
Konstruksi Kurikulum Lembaga Pendidikan Islam Dasar di Madura
Di lembaga pendidikan Islam dasar terdapat lembaga pendidikan musala. Musala merupakan lembaga pendidikan tradisional yang dalam sejarahnya menjadi cikal bakal berdiri dan berkembangan lembaga pendidika Islam pesantren. Musala memang bukan satu-satunya lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan dasar, tetapi musala lebih inten dan fokus dibandingkan dengan lembaga pendidikan lainnya. Di musala, anak didik tidak hanya diajarkan teori-teoti dasar ajaran Islam, tetapi juga melatih anak didik memperaktikkan guna mencetak anak didik yang berkarater. Selain berbasis karakter, lembaga pendidikan musala juga menerapkan sistem pendidikan yang menyenangkan. Konten pembelajarannya, diantaranya, teknik dan cara membaca al-quran, tauhid, fiqih, dan sejarah Islam.
Kata Kunci: Kurikulum, Lembaga Pendidikan Islam Dasar, Madura,
Implementasi Metode Demonstrasi dalam Pembelajaran Mufradat Bahasa Arab di MIS Tanwirul Islam II Sampang
In Arabic, vocabulary is one of the elements of Arabic, vocabulary is a very important element of Arabic so that students can understand the next Arabic language materials, and in learning vocabulary, appropriate methods are also needed, among the methods that are appropriate for vocabulary learning is the demonstration method. In understanding vocabulary, students at MIS Tanwirul Islam II are very lacking, because when teachers teach using less effective methods and students become bored. This research approach uses a qualitative approach with a case study type, in data collection, researchers use observation, interviews, documentation and data analysis. The results of this study are that the implementation of the demonstration method in learning Arabic vocabulary at MIS Tanwirul Islam II is very effective with students being more enthusiastic and more enthusiastic in participating in vocabulary learning. And the supporting factors that influence students in implementing the demonstration method include high student interest and the existence of effective learning media such as image media and others, and inhibiting factors, namely the lack of teacher understanding of the material.Didalam bahasa arab mufradat merupakan salah satu dari unsur bahasa arab, mufrodat merupakan unsur bahasa arab yang sangat penting agar para siswa bisa memahai materi-materi bahasa arab yang selanjutnya, dan dalam pembelajran mufrodat juga sangat dibutuhkan metode-motode yang sesuai, diantara metode yang sesuai dengan pembelajaran mufradat adalah metode demonstrasi. Dalam pemahaman mufradat para siswa di MIS Tanwirul Islam II sangatlah kurang, disebabkan ketika guru mengajar menggunakan metode yang kurang efektif dan para siswa menjadi bosan. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, dalam pengumpulan data peneliti menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data. Adapun hasil penelitian ini bahwa Implementasi metode demonstrasi dalam pembelajaran mufradat bahasa arab di MIS Tanwirul islam II sangatlah efektif dengan adanya para siswa lebih semangat dan lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran mufradat. Dan adapun fartor pendukung yang mempengaruhi para siswa dalam implementasi metode demonstrasi diantaranya minat siswa yang begitu tinggi serta adanya media pembelajaran yang efektif seperti media gambar dan lain-lain, dan faktor penghambat yaitu kurangnya pemahaman guru terhadap materi
Peran Gerakan Literasi Sekolah Dalam Pembelajaran Kreatif Di SMP Islam Nurul Falah Dharma Camplong Sampang
In the era of Society 5.0, digital transformation has significantly changed the landscape of education. Amidst the rapid flow of information and technological complexity, literacy has become the key to facing future challenges. The implementation of GLS at Nurul Falah Islamic Junior High School was carried out in stages. This was considered in accordance with the conditions and readiness of the school. This study uses a descriptive qualitative method, which is an activity carried out to solve a problem by providing an overview of the problem or information. The data collection methods used were interviews, observation, and documentation. Meanwhile, the data analysis technique, as proposed by Miles and Huberman, included data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. In general, literacy can be defined as an individual's ability to process and understand information when reading or writing. Rapid technological developments have brought humanity into a new era known as Society 5.0, a concept of society that integrates advanced technology into all aspects of life. Digital transformation in the Society 5.0 era requires an increase in the literacy of students at Nurul Falah Islamic Junior High School to face the challenges of technological and information complexity. Although literacy in Indonesia is still relatively low, through the School Literacy Movement (GLS) and the involvement of Community Service Lecture (KPM) students, the school has succeeded in fostering students' interest in reading and increasing awareness of the importance of digital literacy.Dalam era Society 5.0, transformasi digital telah mengubah lanskap pendidikan secara signifikan. Di tengah arus informasi yang begitu cepat dan kompleksitas teknologi, literasi menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan masa depan. Pelaksanaan GLS di SMP Islam Nurul Falah dilakukan secara bertahap. Hal ini dipertimbangkan sesuai dengan konsisi dan kesiapan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu suatu kegiatan yang dilakukan untuk memecahkan suatu permasalahan dengan memberikan gambaran terhadap masalah atau suatu informasi. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data sesuai yang dikemukakan Miles dan Huberman yaitu meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan simpulan.Secara umum, literasi dapat diartikan sebagai kemampuan individu mengolah dan memahami informasi saat membaca atau menulis. Perkembangan teknologi yang sangat pesat telah membawa umat manusia memasuki era baru yang dikenal dengan Society 5.0, sebuah konsep masyarakat yang mengintegrasikan teknologi canggih ke dalam segala aspek kehidupan.Transformasi digital dalam era Society 5.0 menuntut peningkatan literasi siswa di SMP Islam Nurul Falah untuk menghadapi tantangan kompleksitas teknologi dan informasi. Meskipun saat ini literasi di Indonesia masih tergolong rendah, melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan keterlibatan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), sekolah berhasil menumbuhkan minat baca siswa serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi digital
Urgensi Manajemen Pembinaan Peserta Didik dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Siswa di MAN Sampang
In the era of globalization, mastery of information technology is the main requirement for SMK graduates to compete in the world of work. One of the supporting facilities to improve student competence in this field is a computer laboratory. Therefore, there are two focuses in this research. First, how computer laboratory management in improving competence of students majoring in visual communication design (DKV) at SMKN 1 Sampang. Second, how the effectiveness of computer laboratory management in improving student competencemajoring in visual communication design (DKV) at SMKN 1 Sampang. This research uses a qualitative approach with the type of case study. Data sources were obtained through observation, interviews, and documentation. The informants in this study were principal, waka curriculum, head of computer laboratory, head of department, and students. Checking the validity of the data is done through extended observation, increased persistence, and triangulation. The results of this study show that: First,computer laboratory management is carried out with four functions of management, namely computer laboratory management planning which includes analyzing needs and making schedules. The organization of computer laboratories is carried out functionally because it does not yet have a special organizational structure. The implementation of practical activities in computer laboratories is carried out according to a predetermined schedule, starting with the provision of material in the class beforeKesuksesan sebuah pendidikan dapat ditentukan oleh peningkatan prestasi peserta didik. Prestasi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai upaya, yaitu adanya pengembangan potensi, pembentukan kepribadian dan pengaktualisasian pontensi peserta didik. Namun disamping itu minat dan bakat juga perlu dilakukan pembinaannya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini: Pertama, Untuk mengetahui perencanaan menejemen pembinaan dalam meningkatkan prestasi siswa di MAN sampang. Kedua, Untuk mengetahui pelaksanaan menejemen pembinaan dalam meningkatkan prestasi siswa di MAN sampang. Ketiga, Untuk mengetahui evaluasi menejemen pembinaan dalam meningkatkan prestasi siswa di MAN sampang. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, bersifat deskriptif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan, dengan metode pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, mengidentifikasi kebutuhan peserta didik. Sekolah menyusun program kerja yang rinci dan sistematis. Kemudian, dilakukan pembagian tugas dan tanggung jawab terkait program serta memberikan fasilitas dan sarana prasarana yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kedua, pembinaan khusus terhadap siswa yang akan diikutkan lomba dengan cara menyeleksi dan memberikan materi-materi tambahan kepada mereka. Ketiga, sekolah mengidentifikasi area yang perlu perbaikan dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Dalam evaluasi perkembangan belajar siswa, dilakukan berbagai tes, yaitu tes diagnostic, tes formatif dan tes sumatif. 
Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Fasilitas Layanan Pembelajaran di MA Miftahut Thullab Daleman Kedungdung Sampang
Madrasah facilities and infrastructure are one of the important components in determining the smoothness of an institution, especially in the ongoing learning process. Therefore, good management is needed in order to continue to improve the required facilities. This study aims to determine how the planning, organization, implementation and evaluation of facilities and infrastructure management in improving learning service facilities at MA Miftahut Thullab Daleman Kedungdung Sampang. In this case, data was obtained through interviews, observation, and documentation. The study was conducted using qualitative methods with the type of field research. The results of the study indicate that the planning process was carried out by analyzing the required facilities and holding meetings attended by the principal, the vice principals, and school staff as well as creating a temporary budget to be submitted to the foundation. Organization was carried out by appointing the vice principal of facilities and infrastructure as the person responsible for implementing facilities and infrastructure management. Implementation is carried out through procurement through manufacturing, purchasing, and recycling. Funding comes from the School Operational Assistance (BOS) fund of approximately 77,850,000 annually, school-owned businesses (shops) of 20-25 million annually, grants, and donations from alumni and the community. Use is permitted by all students who need it, based on a predetermined schedule. Maintenance is carried out by the entire school community for facilities that do not require special maintenance. Inventory is recorded by recording incoming items in an inventory book. Evaluation is carried out through observation and re-analysis, followed by the elimination of damaged facilities, and the results of this evaluation are used as material for future planning. Improvements occurred in 2021, including the procurement of a library, and in 2023, the construction of a computer lab, along with the provision of five computers and one projector. In 2024, Wi-Fi was installed and two fans were added to each classroom. In 2025, a total renovation of the building was carried out, along with the addition of classrooms and the construction of a new office for male teachers.Sarana dan prasarana madrasah merupakan salah satu komponen yang penting dalam penentuan kelancaran yang ada dalam sebuah instansi utamanya dalam proses pembelajaran yang akan berlangsung. Maka dari itu diperlukan pengelolaan yang baik di dalamnya agar terus bisa meningkatkan fasilitas yang dibutuhkan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui Bagaimana Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan fasilitas layanan pembelajaran di MA Miftahut Thullab Daleman Kedungdung Sampang. Dalam hal ini data diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses perencanaan dilakukan dengan melakukan analisis fasilitas yang dibutuhkan dan diadakan rapat yang dihadiri oleh kepala sekolah, para waka, staf sekolah sekaligus membuat anggaran sementara untuk kemudian diajukan kepada pihak yayasan. Pengorganisasian dilakukan dengan menunjuk waka sarpras sebagai penanggung jawab dalam pelaksaan manajemen sarpras. Pelaksanaan dilakukan dengan melakukan pengadaan dengan cara membuat, membeli, dan mendaur ulang dengan sumber dana yang diperoleh dari dana bos sekitar 77.850000 tiap tahunnya, usaha milik sekolah (toko) 20-25 juta tiap tahunnya, dana hibah, dan sumbangan dari alumni dan masyarakat. Penggunaan diperbolehkan oleh seluruh warga siswa yang memerlukan bedasarkan jadwal yang dibuat. Perawatan dilakukan oleh seluruh warga sekolah untuk fasilitas yang tidak membutuhkan perawatan khusus. Sedangkan inventarisasi dilakukan dengan mencatat barang masuk kedalam buku inventarisasi. Evaluasi dilakukan dengan mengobservasi dan analisis ulang yang kemudian dilakukan penghapusan untuk fasilitas yang rusak dan hasil evaluasi tersebut dijadikan bahan perencanaan selanjutnya. Peningkatan yang terjadi adalah pada tahun 2021 pengadaan perpustakaan, 2023 pembangunan lab komputer sekaligus penyediaan komputer 5 unit dan 1 proyektor. Tahun 2024 dilakukan pemasangan wifi dan menambah 2 kipas dimasing-masing kelas. Pada 2025 diadakan renovasi total bangunan sekaligus penambahan ruang kelas dan juga pembangunan kantor baru untuk guru putra
Kajian ZAKAT SEBAGAI PENOPANG EKONOMI UMAT ISLAM: Kajian Teoretis dan Empiris dalam Perspektif Ekonomi Islam Kontemporer
Zakat merupakan elemen utama dalam kerangka ekonomi Islam, yang meliputi aspek keagamaan sekaligus sosial-ekonomi. Pada tulisan ini penulis bermaksud mengeksplorasi fungsi zakat sebagai penopang perekonomian umat Islam, khususnya dalam upaya mengatasi kemiskinan, pendistribusian pendapatan secara merata, serta mendorong pembangunan ekonomi. Penelitian ini menerapkan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, memanfaatkan data dari jurnal ilmiah dalam negeri dan luar negeri serta literatur ekonomi Islam yang diterbitkan selama lima tahun terakhir. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa zakat berpotensi besar dalam meningkatkan kemakmuran masyarakat jika ditangani secara profesional, transparan, dan diselaraskan dengan strategi ekonomi negara. Penguatan zakat melalui model zakat produktif, modernisasi pengelolaan berbasis digital, serta adanya kolaborasi antara pemerintah dan badan pengelola zakat merupakan elemen penting untuk menguatkan posisi zakat sebagai fondasi ekonomi umat Islam
Konsep Ulil Albab Dalam Al-Qur'an: Menantang Model Pendidikan Dogmatis di Madura Melalui Pendekatan Tafsir Kontekstual Di Tingkat Pendidikan Dasar
This research examines the paradox between the ideal concept of Ulil Albab in the Qur'an and the reality of Islamic educational practices in Madura, which tend to be dogmatic. The Qur'an consistently glorifies the profile of Ulil Albab as individuals capable of integrating dhikr (spiritual depth) and fikr (intellectual acuity). However, the dominant educational model, particularly within traditional salaf pesantren, often prioritizes obedience and memorization over critical reasoning, potentially hindering the emergence of a generation with these characteristics. This research employs a qualitative approach with a library research method to analyze this issue. The findings indicate that the revitalization of the Ulil Albab concept through Abdullah Saeed's contextual interpretation (tafsir) can serve as a philosophical foundation for educational reform. Furthermore, this article proposes the Contextual Teaching and Learning (CTL) model as a pedagogical framework to translate the values of Ulil Albab into learning practices at the elementary level. In conclusion, the synergy between contextual interpretation as a methodology for meaning-making and CTL as a learning strategy can create an educational ecosystem that fosters critical reasoning, creativity, and spiritual awareness in a balanced manner, offering a solution to move beyond dogmatism towards enlightenment.
Penelitian ini mengkaji paradoks antara idealitas konsep Ulil Albab dalam Al-Qur'an dengan realitas praktik pendidikan Islam di Madura yang cenderung dogmatis. Al-Qur'an secara konsisten mengagungkan profil Ulil Albab sebagai individu yang mampu mengintegrasikan zikir (kedalaman spiritual) dan fikir (ketajaman intelektual). Namun, model pendidikan yang dominan, khususnya di lingkungan pesantren salaf, seringkali memprioritaskan kepatuhan dan hafalan di atas nalar kritis, sehingga berpotensi menghambat lahirnya generasi dengan karakter tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) untuk menganalisis permasalahan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi konsep Ulil Albab melalui pendekatan tafsir kontekstual Abdullah Saeed dapat menjadi landasan filosofis untuk reformasi pendidikan. Selanjutnya, artikel ini mengusulkan model Contextual Teaching and Learning (CTL) sebagai kerangka kerja pedagogis untuk menerjemahkan nilai-nilai Ulil Albab ke dalam praktik pembelajaran di tingkat pendidikan dasar. Kesimpulannya, sinergi antara tafsir kontekstual sebagai metodologi pemaknaan dan CTL sebagai strategi pembelajaran dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang menumbuhkan nalar kritis, kreativitas, dan kesadaran spiritual secara seimbang, menawarkan solusi untuk bergerak melampaui dogmatisme menuju pencerahan
Link and Match dalam Pendidikan Islam (Keterkaitan dan Kesepadanan Pendidikan Islam dengan Dunia Kerja)
National education in Indonesia faces internal and external challenges that require relevance to the needs of the world of work and technological development. This research aims to analyze the concept of Link and Match in Islamic education as a strategy to produce graduates who are skilled, work-ready, and faithful. The method used is literature review by analyzing various theoretical sources related to Link and Match, Islamic education, and its relevance to changes in times. The results show that the concept of Link and Match in Islamic education is a relevant and flexible strategy to overcome the gap between educational output and modern job market needs. This concept emphasizes the linkage and alignment between education and development in accordance with Islamic teachings, which have been taught since ancient times in the Qur'an and Hadith of the Prophet. The application of Link and Match can be implemented through school-workplace partnerships, curriculum innovation, development of skills-based extracurricular activities, and enhanced work ethic among all stakeholders. The implications of this research show that serious implementation of the Link and Match concept can shape young generations capable of competing in the global era while maintaining Islamic values.Pendidikan nasional di Indonesia menghadapi tantangan internal dan eksternal yang memerlukan relevansi dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep Link and Match dalam pendidikan Islam sebagai strategi untuk menghasilkan lulusan yang terampil, siap kerja, dan beriman. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (literature review) dengan menganalisis berbagai sumber teoritis terkait Link and Match, pendidikan Islam, dan relevansinya terhadap perubahan zaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Link and Match dalam pendidikan Islam merupakan strategi yang relevan dan fleksibel untuk mengatasi kesenjangan antara output pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja modern. Konsep ini menekankan keterkaitan dan kesesuaian antara pendidikan dengan pembangunan sesuai ajaran Islam, yang telah diajarkan sejak dahulu dalam Al-Qur'an dan Hadis Nabi. Aplikasi Link and Match dapat dilaksanakan melalui kemitraan sekolah-dunia kerja, inovasi kurikulum, pengembangan kegiatan ekstrakurikuler berbasis keterampilan, dan peningkatan etos kerja semua pemangku kepentingan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi konsep Link and Match secara sungguh-sungguh dapat membentuk generasi muda yang mampu berkompetisi di era global sambil mempertahankan nilai-nilai keislaman
Persepsi Masyarakat Karang Penang Sampang Terhadap Kontribusi Pendidikan Tinggi Dalam Pembangunan Sosial Dan Ekonomi
Persepsi masyarakat terhadap pendidikan tinggi bervariasi tergantung pada latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya. Memahami pandangan masyarakat tentang kontribusi pendidikan tinggi penting untuk merumuskan strategi yang efektif dalam meningkatkan partisipasi dan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini menganalisis persepsi masyarakat Karang Penang terhadap kontribusi pendidikan tinggi dalam pembangunan sosial dan ekonomi, serta tantangan dalam mengakses pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk memahami fenomena manusia atau sosial dengan menyajikan gambaran menyeluruh dan kompleks melalui narasi kata-kata. Persepsi masyarakat Karang Penang, Sampang, terhadap kontribusi pendidikan tinggi dalam pembangunan sosial dan ekonomi menunjukkan kecenderungan positif, dengan pengakuan akan pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses dan ketidaksesuaian program pendidikan dengan kebutuhan lokal masih ada. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk memperluas akses dan menciptakan program yang relevan. Dengan sinergi ini, diharapkan pendidikan tinggi dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Karang Penang, Sampang