Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
2348 research outputs found
Sort by
Membangun Desa Peduli Stunting: Strategi Pemberdayaan Masyarakat melalui Optimalisasi Gizi dan Kesehatan Keluarga di Desa Disanah Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang.
Stunting merupakan masalah kesehatan global yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama di daerah pedesaan. Artikel ini membahas inisiatif optimalisasi pencegahan stunting di Desa Disanah, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, dengan fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan pembentukan desa peduli stunting. Melalui Program Sosialisasi dan Pendampingan Tata Kelola Dapur Sehat (DAHSYAT), upaya pencegahan stunting dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam pengelolaan gizi dan kesehatan keluarga. Program ini mencakup penyuluhan gizi, serta pendampingan dalam tata kelola dapur sehat untuk meningkatkan pola makan dan kebersihan. Hasil yang diharapkan adalah penurunan angka stunting, peningkatan kesadaran gizi di kalangan masyarakat, serta terbentuknya desa yang lebih peduli terhadap kesehatan anak-anak. Artikel ini menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dan pelatihan berkelanjutan dalam menciptakan perubahan positif di tingkat desa untuk mencegah stunting secara efektif.Stunting is a global health problem that affects the growth and development of children, especially in rural areas. This article discusses initiatives to optimize stunting prevention in Disanah Village, Sreseh District, Sampang Regency, with a focus on improving human resources (HR) and establishing a stunting-aware village. Through the Healthy Kitchen Management Socialization and Assistance Program (DAHSYAT), stunting prevention efforts are carried out by actively involving the community in managing family nutrition and health. This program includes nutrition counseling, as well as assistance in healthy kitchen management to improve eating patterns and hygiene. The expected results are a decrease in stunting rates, increased nutritional awareness among the community, and the formation of villages that care more about children's health. This article shows the importance of a community-based approach and ongoing training in creating positive changes at the village level to effectively prevent stunting
PENDIDIKAN ISLAM KEPADA SISWA SD DALAM MENUMBUHKAN SIKAP TOLERANSI DAN KEBERSAMAAN: Arti toleransi dan kebersamaan
This study outlines the importance of teaching interfaith respect and appreciating local culture starting from elementary school. Indonesia, which has many religions, tribes, and cultures, still experiences problems with low understanding of the importance of tolerance. One of the main reasons is the lack of knowledge in society. This study aims to investigate how Islamic education can build attitudes of tolerance and coexistence among elementary school students. The method used is literature analysis by examining information from various sources such as books, journals, and research articles. The results of the study show that the role of teachers is very important not only in academic aspects, but also in instilling Islamic values, introducing diversity, and carrying out activities that help build attitudes of tolerance. Islamic education contributes to shaping students' character so that they can live harmoniously amidst differences. Therefore, it is hoped that educators can create effective ways to insert attitudes of tolerance from the beginning in the elementary school environment.Studi ini menguraikan pentingnya mengajarkan saling menghormati antaragama dan menghargai budaya lokal mulai dari pendidikan dasar. Indonesia, yang memiliki banyak agama, suku, dan budaya, masih mengalami masalah dengan rendahnya pemahaman tentang pentingnya toleransi. Salah satu alasan utama adalah adanya kurangnya pengetahuan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana pendidikan Islam dapat membangun sikap toleransi dan koeksistensi di kalangan siswa SD/MI. Metode yang digunakan adalah analisis pustaka dengan meneliti informasi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan artikel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pengajar sangat penting tidak hanya dalam aspek akademis, tetapi juga dalam menanamkan nilai-nilai Islam, memperkenalkan keragaman, dan melaksanakan kegiatan yang membantu membangun sikap toleransi. Pendidikan Islam berkontribusi dalam membentuk karakter siswa agar dapat hidup dengan harmonis di tengah perbedaan. Oleh sebab itu, diharapkan para pendidik dapat menciptakan cara yang efektif untuk menyisipkan sikap toleransi sejak awal di lingkungan sekolah dasar
Analisis Persaingan Usaha Dalam Etika Bisnis Islam Di Tobai barat
The purpose of this study is to describe and analyze how business competition is between grocery store traders according to Islamic business ethics in sampang Regency by using a qualitative descriptive method. The results show that the five aspects that affect the competitive power include the threat from new entrants to thegrocery store industry which is moderate, the threat from substitute products is quite strong, the bargaining power of suppliers is moderate, the bargaining power of buyers, and competitive competition in the market. between members of the industry are both strong. And the results of the competition in the grocery store business in theJombang Regency, in Islamic business ethics are categorized as healthy and unhealthy competition. For the healthy category, there are 80% store business actors who are in accordance with Islamic business ethics. As for the unhealthy category, there are 2 0 % business actors who are not in accordance with Islamic business ethics
PERAN ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN AKHLAK SEORANG ANAK MENURUT PERSFEKTIF HADIS
Moral education in children is a crucial aspect in shaping their character, which begins within the family as the first environment where children learn. This study discusses the role of parents in the formation of a child's morality from the perspective of hadith, emphasizing the importance of balanced parenting between freedom and boundaries. Using a qualitative approach, this research employs library research and field study methods to analyze relevant hadiths from the Kutub al-Sittah, supplemented by observations and interviews. The findings indicate that parents play a central role in educating their children, as children tend to imitate their parents' behavior. An overly strict parenting style can hinder communication and encourage dishonest behavior, while a more flexible and attentive approach tends to produce children who are open, sociable, and emotionally intelligent. However, unregulated freedom can negatively impact a child's moral development. Therefore, a balance between granting freedom and establishing clear boundaries is essential to ensure the positive moral development of children. This study underscores the importance of the parental role in guiding children to maintain a balance between internal influences (family) and external influences (social environment).Pendidikan akhlak pada anak merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter mereka, yang dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama tempat anak belajar. Penelitian ini membahas peran orang tua dalam pembentukan akhlak anak menurut perspektif hadis, dengan menekankan pentingnya pengasuhan yang seimbang antara kebebasan dan batasan. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan penelitian lapangan untuk menganalisis hadis-hadis yang relevan dari Kutub al-Sittah dan dilengkapi dengan observasi serta wawancara. Temuan menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran sentral dalam mendidik anak, karena anak cenderung meniru perilaku orang tua mereka. Pola asuh yang terlalu ketat dapat menghambat komunikasi anak dan mendorong perilaku berbohong, sementara pola asuh yang lebih fleksibel dan penuh perhatian cenderung menghasilkan anak yang lebih terbuka, mudah bergaul, dan mampu mengelola emosinya dengan baik. Namun, kebebasan yang tidak terkontrol juga dapat mempengaruhi perkembangan moral anak secara negatif. Oleh karena itu, keseimbangan antara memberikan kebebasan dan menetapkan batasan yang jelas sangat diperlukan untuk memastikan perkembangan akhlak anak yang positif. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak untuk menjaga keseimbangan antara pengaruh internal (keluarga) dan eksternal (lingkungan sosial)
memperdalam, menjelaskan Tradisi Pembacaan Ratib al-Haddad di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo-Situbondo: Pendekatan Fenomenologi terhadap Makna dan Pengalaman Santri
This study examines the tradition of reading Ratib al-Haddad at the Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Islamic Boarding School, Situbondo, which has become an integral part of the spiritual and social life of students. Ratib al-Haddad, which consists of dhikr and prayers compiled by Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad, serves as a means of getting closer to Allah and strengthening brotherhood between students. This reading not only has a spiritual, but also social dimension, contributing to the development of students' character, such as discipline, patience, and a sense of togetherness. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method to reveal the subjective meaning of the reading of Ratib al-Haddad for students, as well as how this tradition functions as a da'wah medium that transcends the boundaries of pesantren and becomes part of the religious life of the community. The results of the study show that the recitation of Ratib al-Haddad not only strengthens faith and spirituality, but also strengthens solidarity among students and strengthens social ties in the pesantren environmentPenelitian ini mengkaji tradisi pembacaan Ratib al-Haddad di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo, yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan spiritual dan sosial santri. Ratib al-Haddad, yang terdiri dari dzikir dan doa yang disusun oleh Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad, berfungsi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah serta memperkuat persaudaraan antar santri. Pembacaan ini tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga sosial, memberikan kontribusi dalam pembangunan karakter santri, seperti disiplin, kesabaran, dan rasa kebersamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk mengungkapkan makna subjektif pembacaan Ratib al-Haddad bagi santri, serta bagaimana tradisi ini berfungsi sebagai media dakwah yang melampaui batasan pesantren dan menjadi bagian dari kehidupan keagamaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan Ratib al-Haddad tidak hanya memperkuat iman dan spiritualitas, tetapi juga mempererat solidaritas di antara santri dan memperkokoh ikatan sosial di lingkungan pesantre
Manajemen Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) Dalam Meningkatkan Kualitas Da’i di Tapanuli Utara
This study aims to determine the Management of Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) in Improving the Quality of Da'i in North Tapanuli. Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) is part of an organization in the field of da'wah and also as a forum or place of bersilaturrahmi, which aims to gather the Indonesian Muslim Batak community in jam'iyah to build devoted humans in ukhuwah and kinship. This research uses a qualitative approach with a field study design (field research). Data were collected through in-depth interviews with JBMI administrators at the regional level (DPW), the council of scholars, and the advisory board, as well as observation and document study. Data analysis techniques used the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the application of four management functions (POAC) in the management of JBMI's da'wah is quite effective. Planning is done thematically and periodically, organizing is supported by a systematic structure from central to branch level, and program implementation includes activities such as majelis taklim, seminars, Batak Sufi pilgrimage, and publishing books of local ulama figures. Supervision is applied through regular evaluation of da'wah activities. Indicators of success can be seen from the increase in community participation, the formation of young da'i cadres, and the maintenance of Islamic identity in harmony with local culture.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Manajemen Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) Dalam Meningkatkan Kualitas Da’i di Tapanuli Utara. Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) merupakan bagian dari organisasi dibidang dakwah dan juga sebagai wadah atau tempat bersilaturrahmi, yang bertujuan untuk menghimpun masyarakat batak muslim indonesia dalam jam’iyah untuk membangun manusia yang bertaqwa dalam ukhuwah dan kekeluargaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus JBMI tingkat wilayah (DPW), dewan ulama, dan dewan penasehat, serta observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan empat fungsi manajemen (POAC) dalam pengelolaan dakwah JBMI cukup efektif. Perencanaan dilakukan secara tematik dan berkala, pengorganisasian didukung oleh struktur yang sistematis dari tingkat pusat hingga cabang, dan pelaksanaan program mencakup kegiatan seperti majelis taklim, seminar, napak tilas sufi Batak, serta penerbitan buku tokoh ulama lokal. Pengawasan diterapkan melalui evaluasi rutin kegiatan dakwah. Indikator keberhasilannya dapat dilihat dari meningkatnya partisipasi masyarakat, terbentuknya kader da’i muda, serta terpeliharanya identitas keislaman yang selaras dengan budaya lokal
Representasi Konsep HabluminaAllah dan Habluminannas dalam Filosofi Udeng Seribu Obor Komunitas Masyarakat Samin Margomulyo, Bojonegoro
This article examines the philosophical meaning of the use of udeng Seribu Obor in the Samin community as a symbol that represents the concept of habluminaAllah (human relationship with God) and habluminannas (human relationship with others). This research uses a descriptive qualitative approach with the methods of observation, in-depth interviews, and documentation of community leaders and Samin cultural actors. The results showed that udeng Seribu Obor is not just a cultural attribute, but a representation of the values of spirituality, simplicity, and social solidarity that have been deeply embedded in the lives of the Samin people. The concept of habluminaAllah is reflected in submission to the values of kindness and honesty as a form of worship, while habluminannas is realized through mutual cooperation, tolerance, and peace between citizens. The philosophy of udeng Seribu Obor is a concrete manifestation of the interrelation of religious and social values in local traditions, affirmation of moral and spiritual commitment to the noble teachings of Samin, also contains deep spiritual and social dimensions and also as a medium that strengthens community identity and transforms noble values into daily life practices.Artikel ini mengkaji makna filosofis penggunaan udeng Seribu Obor pada komunitas masyarakat Samin sebagai simbol yang merepresentasikan konsep habluminaAllah (hubungan manusia dengan Tuhan) dan habluminannas (hubungan manusia dengan sesama). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh masyarakat dan pelaku budaya Samin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa udeng Seribu Obor bukan sekadar atribut budaya, tetapi representasi nilai-nilai spiritualitas, kesederhanaan, dan solidaritas sosial yang telah tertanam kuat dalam kehidupan masyarakat Samin. Konsep habluminaAllah tercermin dalam ketundukan terhadap nilai-nilai kebaikan dan kejujuran sebagai wujud ibadah, sedangkan habluminannas diwujudkan melalui sikap gotong royong, toleransi, dan kedamaian antarwarga. Filosofi udeng Seribu Obor merupakan wujud konkret keterkaitan nilai-nilai agama dan sosial dalam tradisi lokal, penegasan komitmen moral dan spiritual terhadap ajaran luhur Samin, juga memuat dimensi spiritual dan sosial yang dalam dan juga sebagai media yang memperkuat identitas komunitas serta mentransformasikan nilai-nilai luhur ke dalam praktik hidup sehari-hari
Kebijakan Fiskal dan Distribusi Kekayaan pada Era Khalifah 'Umar bin Khattab: Analisis Historis terhadap Optimalisasi Zakat dalam Perspektif Ekonomi Islam Kontemporer
This study discusses the relevance of Caliph ‘Umar bin Khattab's fiscal policy in responding to the challenges of wealth distribution inequality facing contemporary Muslim countries. The main questions raised are: How can the zakat distribution model of ‘Umar's time be adopted as a fiscal solution in the context of modern Islamic economics? This research occupies a historical-normative position with an Islamic Principle approach, examining zakat policy as the main instrument of wealth distribution and community economic empowerment. The method used is a literature study of classical and contemporary sources, analysed with an institutional approach. The results show that the integration of a centralised zakat system, fiscal decentralisation and the principle of social justice applied by ‘Umar proved to improve welfare and reduce social inequality. The findings suggest that strengthening zakat literacy, tax incentives, and management modernisation can make zakat an effective and ethical fiscal instrument in the current Indonesian context.Studi ini membahas relevansi kebijakan fiskal Khalifah ‘Umar bin Khattab dalam merespons tantangan ketimpangan distribusi kekayaan yang dihadapi negara-negara Muslim kontemporer. Pertanyaan utama yang diangkat adalah: bagaimana model distribusi zakat pada masa ‘Umar dapat diadopsi sebagai solusi fiskal dalam konteks ekonomi Islam modern? Penelitian ini menempati posisi historis-normatif dengan pendekatan Prinsip Islam, mengkaji kebijakan zakat sebagai instrumen utama distribusi kekayaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terhadap sumber klasik dan kontemporer, dianalisis dengan pendekatan institusional. Hasil menunjukkan bahwa integrasi sistem zakat terpusat, desentralisasi fiskal, dan prinsip keadilan sosial yang diterapkan ‘Umar terbukti meningkatkan kesejahteraan dan menekan kesenjangan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan literasi zakat, insentif pajak, dan modernisasi manajemen dapat menjadikan zakat sebagai instrumen fiskal yang efektif dan etis dalam konteks Indonesia saat ini
Character Education Program Management in Improving Students' Social Attitudes in Junior High Schools
education in Indonesia must be able to equip students with good social character. This study aims to find out in depth and describe the implementation of character education program management in improving students' social attitudes. This study is a descriptive qualitative study using a phenomenological approach with a field research type. The method of determining respondents is carried out with a purposive system. While the data collection technique uses four techniques, namely documentation, observation, interviews, and combination/triangulation. The data analysis technique is an interactive model with four stages, namely 1) data collection, 2) data condensation, 3) data display, and 4) conclusion drawing/verifying. The results of the study indicate that the implementation of character education program management to improve students' social attitudes in facing the era of disruption is carried out through four stages, namely planning, organizing, implementing, and supervising. At the planning, organizing and implementing stages, it has been carried out in accordance with the management function. While at the supervision stage it has not been implemented properly. Program evaluation and accountability of program implementers have not been carried out, so they do not know which ones need to be fixed and which ones need to be improved. The findings of this study are still limited to the management of character education programs, so further research is still needed regarding the effectiveness of character education programs in improving students' social attitudes
Meneladani Kegigihan dan Semangat Juang Para Tokoh Islam Khulafa Ur-Rasyidin di Era Gen-Z
This research explains the importance of emulating the nature of khulafaur rasyidin in this day and age, Generation Z (Gen Z) lives in a digital and disruptive era. Amidst the onslaught of informatization and technology, it is important to have a strong individuality. Kulafaul Rashidin, the Islamic leaders after the Prophet Muhammad, can be a suitable role model for Gen Z, because of their praiseworthy and exemplary traits. The action plan for learning the struggle and character of Kulafa Rashiddin discusses the struggle and character of Kulafa Rashiddin in upholding the message of Allah SWT through the example of Kulafa Rashiddin's actions. Islamic religious education that emphasizes reconciliation and liberation from the tyranny of the ruler can be a solution to explain the nature of Hurafaul Rashidin. In this summary we will discuss the praiseworthy traits of the Khulafaur Rashidin such as honesty, simplicity, and justice and their relevance to the lives of Gen Z. This abstract also highlights the challenges Gen Z faces in emulating these characteristics. For example, the far-from-simple lifestyle of consumers and the difficulty of spreading fake news, which is the opposite of honesty. Ultimately, this research brief provides creative solutions to overcome these challenges, including the use of technology to spread the values of Khulafaur Rashidin.
Penelitian ini menjelaskan tentang pentingnya meneladani sifat khulafaur rasyidin di masa sekarang ini, Generasi Z (Gen Z) hidup di era yang serba digital dan disruptif. Di tengah gencarnya informatisasi dan teknologi, penting untuk memiliki individualitas yang kuat. Khulafaur Rasyidin, pemimpin Islam setelah Nabi Muhammad SAW, bisa menjadi teladan yang cocok bagi Gen Z, karena sifat-sifatnya yang terpuji dan layak dicontoh. Rencana aksi pembelajaran perjuangan dan karakter Khulafaur Rashiddin membahas tentang perjuangan dan karakter Khulafaur Rashiddin dalam menjunjung tinggi risalah Allah SWT melalui contoh tindakan Khulafaur Rashiddin. Pendidikan agama Islam yang menekankan pada rekonsiliasi dan pembebasan dari kezaliman penguasa dapat menjadi solusi untuk menjelaskan hakikat Khulafaur Rasyidin. Dalam rangkuman kali ini kita akan membahas tentang sifat-sifat terpuji yang dimiliki Khulafaur Rasyidin seperti kejujuran, kesederhanaan, dan keadilan serta relevansinya dengan kehidupan Gen Z. Abstrak ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi Gen Z dalam meniru karakteristik tersebut. Misalnya, gaya hidup konsumen yang jauh dari kata sederhana dan sulitnya menyebarkan berita bohong, yang merupakan kebalikan dari kejujuran. Pada akhirnya, penelitian singkat ini memberikan solusi kreatif untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, termasuk penggunaan teknologi untuk menyebarkan nilai-nilai Khulafaur Rasyidin