Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
2348 research outputs found
Sort by
Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Tradisi Rokat Pakarangan di Desa Karduluk Pragaan Sumenep 2023
This research is motivated by the belief systems held by every nation, which can influence individuals. Despite the modern era, traditional ceremonies as vessels of noble culture still play a significant role for some communities in their social lives. The issues addressed in this study are: What is the process of implementing the RokatPakarangan in Karduluk Village, Pragaan, Sumenep? What are the Islamic educational values within the RokatPakarangan tradition in this village?
The methods used include interviews and case studies. The results indicate that the RokatPakarangan tradition is a ceremonial practice conducted to bless the land, aiming to receive an abundance of sustenance, blessings, and safety, thus avoiding calamities. This tradition can be carried out after Maghrib, Isha, and Subuh prayers, involving several components such as free-range chicken, rice, five-colored porridge, and flower-infused water. The Islamic educational values contained in the RokatPakarangan tradition include moral values such as maintaining good relations (silaturahim), worship values such as gratitude and charity, and lastly, doctrinal values such as tahlilan (reciting Surah Yasin, dhikr, and prayers).
Penelitian ini dilatar belakangi oleh setiap bangsa yang mempunyai kepercayaan yang dapat mempengaruhi setiap individu. Walaupun perkembangan zaman yang semakin modern, upacara tradisional sebagai wahana budaya luhur bisa dikatakan masih memegang peranan penting bagi sebagian masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini yaitu: Bagaimana proses pelaksanaan Rokat Pakarangan di Desa Karduluk Pragaan Sumenep ? Apa saja nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Rokat Pakarangan di DesaKarduluk Pragaan Sumenep. Adapun metode yang digunakan ialah metode wawancara dan studi kasus.Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi Rokat Pakarangan adalahsuatu tradisi selametan yang dilakukan untuk menyelamati Pakarangan, dengantujuan supaya diberi limpahan rezeki, keberkahan, keselamatan supaya bisaterhindar dari marabahaya, yang bisa dilaksanakan sesudah Maghrib, Isha’ danSubuh. Dengan menyiapkan beberapa komponen seperti ayam kampung, nasi,bubur lima warna, air rendaman bunga. Adapun nilai pendidikan Islam yangterkandung dalam tradisi Rokat Pakarangan yaitu nilai akhlaq seperti silaturahim,nilai ibadah seperti bersyukur dan sedekah yang terakhir nilai aqidah sepertitahlilan (memabaca surat Yasin, dzikir-dzikir dan do’a
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMAHAMI SUMBER DAYA ALAM MELALUI PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING KELAS VI SD NEGERI PAJANANGGER III KECAMATAN ARJASA
Pada kenyataannya pembelajaran IPAS pada kelas VI khususnya di SD Negeri Pajanangger III tidaklah mudah karena standar kompetensi dan kompetensi dasarnya banyak mencakup akan materi, disamping itu cakupannya luas dan perlu dipelajari. Tujuan dalam penelitian ini adalah “Peningkatan kemampuan memahami sumber daya alam melalui penerapan metode Problem Solving. Metode Problem Solving memiliki langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari orientasi siswa kepada masalah, mengorganisasi siwa untuk belajar, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus dengan menggunakan penjabaran deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dari kedua siklus berupa observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskripsi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest 49,87 dan ketuntasan klasikal 25%. Rata-rata siklus I 64,81. Ketuntasan klasikal 50%, aktivitas belajar siswa dalam kategori cukup dan persentase keterampilan guru sebesar 68% dalam kategori cukup. Pada siklus II rata-rata kelas 71,12. Ketuntasan klasikal 81,25%, aktivitas belajar siswa dalam kategori baik dan persentase keterampilan guru sebesar 80% dalam kategori bai
Pendampingan Baca Tulis bagi Siswa Kelas 1 yang Mengalami Kesulitan Membaca dan Menulis di UPTD SDN Dharma Camplong 3
Early reading and writing skills (MMP) serve as a crucial foundation for students’ academic success at subsequent educational levels. However, initial observations at UPTD SDN Dharma Camplong 3 identified a number of first-grade students who experienced significant difficulties in mastering these basic skills, potentially hindering their overall learning development. This community service activity aims to provide a structured intervention through an intensive mentoring program to improve the literacy skills of students experiencing such difficulties.The method employed is Classroom Action Research (CAR) with a one-group pretest–posttest design involving 10 first-grade students. The intervention was conducted over a two-month period using an individual and multisensory approach, integrating various methods such as phonics, syllables, Structural Analytic Synthetic (SAS), and diverse learning media. Evaluation was carried out by comparing pre-test and post-test results. The findings revealed a significant improvement in students’ literacy skills. The average score increased from 45% in the pre-test to 75% in the post-test. The success of this program is attributed to the individual diagnostic approach, consistent mentoring intensity, effective multisensory methods, and the creation of a positive and motivating learning environment. It is concluded that intensive and individualized mentoring programs are an effective strategy to overcome early literacy difficulties (MMP) among first-grade students.Kemampuan membaca dan menulis permulaan (MMP) merupakan fondasi krusial bagi keberhasilan akademik siswa di jenjang pendidikan selanjutnya. Namun, observasi awal di UPTD SDN Dharma Camplong 3 mengidentifikasi adanya sejumlah siswa kelas 1 yang mengalami kesulitan signifikan dalam menguasai keterampilan dasar ini, yang berpotensi menghambat perkembangan belajar mereka secara keseluruhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan intervensi terstruktur melalui program pendampingan intensif guna meningkatkan kemampuan baca tulis siswa yang mengalami kesulitan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain one group pretest-posttest yang melibatkan 10 siswa kelas 1 Intervensi dilaksanakan selama dua minggu dengan pendekatan individual dan multisensori, mengintegrasikan berbagai metode seperti fonik, suku kata, Struktural Analitik Sintetik (SAS), dan media pembelajaran yang variatif. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan baca tulis siswa. Skor rata-rata kemampuan siswa meningkat dari 45% pada pre-test menjadi 75% pada post-test. Keberhasilan program ini diatribusikan pada pendekatan diagnostik yang individual, intensitas pendampingan yang konsisten, penggunaan metode multisensori yang efektif, serta penciptaan lingkungan belajar yang positif dan memotivasi. Disimpulkan bahwa program pendampingan intensif dan individual merupakan strategi yang efektif untuk mengatasi kesulitan MMP pada siswa kelas 1
Transformasi Peran Sosial-Keagamaan Pesantren Aswaja dalam Arsitektur Moderasi Beragama di Indonesia
Indonesia, as a multicultural nation, faces serious challenges due to rising religious intolerance and radicalism, which demand effective strategies to reinforce religious moderation. This study aims to identify, synthesize, and analyze the contributions of the Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja)-based pesantren’s religious and social practices in constructing the architecture of religious moderation, focusing on Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen in Pamekasan. Utilizing a qualitative phenomenological approach, the research explores the lived experiences and interpretations of religious actors—including kiai, ustaz, senior students, and community members—through in-depth interviews, participatory observation, and institutional documentation. The findings reveal that the pesantren effectively translates Aswaja values such as tawassuth (moderation), tasamuh (tolerance), and tawazun (balance) into its curriculum, preaching methods, and inclusive social relations. This confirms that traditional pesantren can act as transformative agents, adapting to pluralistic realities while reaffirming Aswaja as a theological foundation for religious moderation in Indonesia. The study offers a locally rooted praxis model of religious moderation with relevance for both academic inquiry and public policy development.Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan serius berupa meningkatnya intoleransi dan radikalisme keagamaan, yang menuntut strategi efektif dalam memperkuat moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mensintesis, dan menganalisis kontribusi pemikiran serta praktik sosial-keagamaan pesantren Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dalam membangun arsitektur moderasi beragama, dengan fokus pada Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen Pamekasan. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini menggali makna pengalaman para kiai, ustaz, santri, dan masyarakat sekitar melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi institusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren mampu menerjemahkan nilai Aswaja seperti tawassuth, tasamuh, dan tawazun dalam kurikulum, praktik dakwah, serta relasi sosial yang inklusif. Temuan ini menegaskan bahwa pesantren tradisional dapat menjadi agen transformasi sosial yang adaptif terhadap keberagaman, sekaligus mengukuhkan posisi Aswaja sebagai landasan teologis moderasi beragama di Indonesia. Penelitian ini menyumbang model praksis moderasi berbasis lokalitas yang relevan secara akademik maupun kebijakan publik
KONSEP ISLAMIC PARENTING DALAM SURAH LUQMAN PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi Fenomenologi Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Haromain Pongangan)
Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan ustaz dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Santri tersebut berada dalam kompleks yang juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar, dan kegiatan keagamaan lainnya dengan peraturan yang ada. Peraturan pesantren umumnya adalah untuk mendisiplinkan anak santri agar bisa membagi waktunya dengan baik dan agar tidak menyia-nyiakan waktu yang kosong untuk hal yang tidak berguna. Menurut Wahab (2004)
penting adanya peran pengasuh dalam pesantren terkait bagaimana cara parenting atau pola asuh yang diterapkan kepada para santri. Seperti merujuk pada Al-Qur’an surah Luqman yang mengisahkan tentang pendidikan Luqman terhadap anaknya. Penelitian ini membahas lebih jauh tentang pola asuh (parenting) dalam islam, khususnya dalam persfektif surah Luqman. Yang mana proses pendidikan dan pola asuh terhadap anak sudah dirumuskan ketika surah Luqman ini diturunkan jauh sebelum munculnya teori-teori parenting yang dirumuskan oleh tokoh psikologi modern.
Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, ditemukan bahwa Islamic parenting didasarkan pada prinsip-prinsip tauhid (keesaan Allah), akhlak, serta tanggung jawab pengasuh dan pengurus dalam membimbing santri sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah. Para pengurus yang diwawancarai memahami bahwa mendidik santri adalah amanah besar yang diberikan oleh Allah SWT, dan pengurus memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai agama sejak santri dititipkan ke pondok.
Berdasarkan hasil penelitian ini menyimpulkan, bahwa pondok pesantren sirojul haromain telah melakukan pengasuhan santri dengan baik melalui upaya pembimbingan dan pengawasan santri secara terus menerus dengan fenomena yang di terlihat dari parenting oleh pengasuh pondok sirojul haromain yaitu KH. Umar thoha agar santri dapat mengikuti kebijakan dan peraturan pesantren. Bentuk komunikasi yang dibangun dengan baik di pondok pesantren sirojul haromain adalah komunikasi antara pengasuh dengan orangtua santri, pengasuh dengan santri, musrifah dengan santri, santri senior dengan santri junior. Komunikasi dan kerjasama antara guru, orangtua dan pihak-pihak terkait telah dilakukan terutama dalam mengawal perkembangan santri dalam menuntut ilmu, dan keberadaan santri di asrama. Pada prinsipnya kehidupan di pesantren sangat dinamis, bisa dilihat pada saat berinteraksi antara kyai, ustaz/h, dan santri/i yang mampu memposisikan sesuai dengan porsi dan fungsinya masing-masing
PRINSIP AHLUSUNNAH WAL JAMA’AH DALAM TASAWUF DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM
Penelitian ini membahas prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dalam tasawuf dan relevansinya terhadap pendidikan Islam. Dengan metode studi kepustakaan, ditemukan bahwa nilai-nilai Aswaja seperti moderat, seimbang, adil, dan toleran menjadi dasar tasawuf yang fokus pada pembentukan akhlak dan spiritualitas. Dalam konteks pendidikan Islam, tasawuf membantu membentuk karakter, memperkuat nilai moral-spiritual, dan mengatasi krisis etika. Pendidikan sufistik menekankan transformasi kepribadian, keteladanan guru, serta adab dalam relasi murid dan pendidik. Kesimpulannya, tasawuf berbasis Aswaja relevan untuk diintegrasikan dalam pendidikan Islam guna mencetak manusia yang berilmu, berakhlak, dan spiritual.
Abstract
This study explores the principles of Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) in Sufism and their relevance to Islamic education. Using a literature review method, it finds that Aswaja values—such as moderation, balance, justice, and tolerance—form the foundation of Sufism focused on character building and spiritual development. In Islamic education, Sufism contributes to shaping student character, reinforcing moral and spiritual values, and addressing ethical crises. Sufi education emphasizes personal transformation, teacher role modeling, and respectful student-teacher relationships. The study concludes that Aswaja-based Sufi values are highly relevant to be integrated into Islamic education to develop knowledgeable, ethical, and spiritually grounded individuals
MANAJEMEN PESANTREN DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BACA KITAB KUNING SANTRI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen Pondok Pesantren Hudaya Sukopuro Diwek Jombang dalam meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning. Kitab kuning merupakan rujukan utama dalam pendidikan pesantren tradisional yang memerlukan keterampilan khusus karena ditulis dalam bahasa Arab tanpa harakat. Fokus penelitian mencakup lima aspek manajemen, yaitu santri, kurikulum, sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana, dan keuangan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dilaksanakan secara efektif dan berdampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca kitab kuning. Kegiatan pembelajaran seperti madrasah diniyah, bandongan, sorogan, musyawarah harian, dan musyawarah kubro menjadi sarana utama dalam membentuk keterampilan membaca dan memahami isi kitab. Manajemen santri dilakukan melalui pengelompokan kelas berdasarkan kemampuan, kurikulum disusun secara bertingkat, SDM terlibat aktif, serta didukung sarana prasarana yang memadai dan sistem keuangan yang transparan.
Abstract
This study aims to describe the management of Pondok Pesantren Hudaya Sukopuro Diwek Jombang in improving students’ ability to read kitab kuning (classical Islamic texts). Kitab kuning serves as a primary reference in traditional Islamic boarding school education and requires specific skills to read, as the texts are written in Arabic without vowel markings. The research focuses on five key aspects of management: student affairs, curriculum, human resources, facilities and infrastructure, and financial management. A qualitative descriptive method with a case study approach was used, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation.
The findings show that the management functions of planning, organizing, implementation, and supervision are carried out effectively and contribute significantly to enhancing students’ competence in reading kitab kuning. Learning activities such as madrasah diniyah, bandongan, sorogan, daily discussions (musyawarah harian), and large group discussions (musyawarah kubro) are the main instruments for developing reading accuracy, content comprehension, and the ability to express the content. Student management is carried out through class grouping based on reading ability. The curriculum is structured progressively, human resources are actively involved, and the process is supported by adequate facilities and transparent financial management
PERAN KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB DALAM MEMBANGUN PEMERINTAHAN ISLAM
This study examines the role of Caliph Umar ibn al-Khattab in building the Islamic government through a historical approach and descriptive analysis of the strategic policies he implemented. The research highlights how Umar developed a systematic administrative structure by establishing the diwan, organizing territorial divisions, and appointing governors based on strict standards of integrity. It also explores Umar’s economic reforms, including tax management, the development of the baitul mal, and the regulation of conquered lands aimed at promoting public welfare. Furthermore, this study discusses his contributions to military organization, contextual legal reforms, and social policies that protected vulnerable groups within society. The findings indicate that Umar ibn al-Khattab successfully laid the foundation for a strong, stable, and sustainable Islamic government, providing a governance model that remains relevant for modern administrative systems
Exploring the Dynamics of Islamic Thoughts at MHM Lirboyo Kediri on Inter-Religious Relations through Bahsul Masail Analysis
This article examines the views and dynamics of the students’ thoughts at the Lirboyo Islamic Boarding School in Kediri regarding inter-religious relations. The study was conducted only at the Madrasah Hidayatul Mubtadi’in (MHM) Pondok Pesantren Lirboyo Kediri because this boarding school is highly productive in publishing its legal opinions and serves as a barometer for the East Java and Central Java. The study aims to understand the students’ views at MHM the Lirboyo on these issues through an analysis of the legal opinions produced by the boarding school. The qualitative study primarily focuses on a literature review of published legal opinions supported by semi-structured interviews. In the issue of inter-religious relations, several issues have been comprehensively discussed, such as the issue of peace and religious pluralism, inter-religious marriage, the appointment of non-Muslim leaders, and the destruction of non-Muslim places of worship. From the discussion above, it appears that the MHM Lirboyo is still in the replacement model (exclusive) but is moving towards an inclusive attitude, allowing for tolerance in mu’amalah issues. Regarding non-Muslim leaders and marrying people of the book, the MHM Lirboyo prohibits it and categorizes it as forbidden and invalid. Meanwhile, in destroying non-Muslim places of worship, the Madrasah Hidayatul Mubtadi’in Lirboyo prohibits it regardless of the excuse, and the perpetrator can be given legal sanctions, either in the form of had (criminal law) or kafaroh. The method of legal discovery used by the MHM Pondok Pesantren Lirboyo emphasizes the istimbath bayani model with a diversification of texts model of Fiqh.Artikel ini mengkaji tentang dinamika pemikiran santri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri terkait hubungan antarumat beragama. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Hidayatul Mubtadi’in (MHM) Lirboyo Kediri karena pondok pesantren ini sangat produktif dalam menerbitkan pendapat hukumnya dan menjadi barometer untuk wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan santri Pondok Pesantren Lirboyo terhadap isu tersebut melalui analisis pendapat hukum yang dihasilkan oleh pondok pesantren tersebut. Penelitian kualitatif terutama berfokus pada telaah pustaka atas pendapat hukum yang telah diterbitkan yang didukung oleh wawancara semi terstruktur. Dalam masalah hubungan antar agama, beberapa masalah telah dibahas secara komprehensif, seperti masalah perdamaian dan pluralisme agama, perkawinan beda agama, pengangkatan pemimpin non-Muslim, dan penghancuran tempat ibadah non-Muslim. Dari pembahasan di atas, tampak bahwa MHM Lirboyo masih dalam model masih berada dalam the replacement model (eksklusif) tetapi sudah mulai kearah bersikap inklusif, yakni membolehkan adanya toleransi dalam masalah mu’amalah. Terkait pemimpin non-Muslim dan menikahi ahli kitab, MHM Lirboyo melarangnya dan mengkategorikannya sebagai hal yang terlarang dan tidak sah. Sementara itu, dalam penghancuran tempat ibadah non-Muslim, Madrasah MHM Lirboyo melarangnya tanpa alasan apa pun, dan pelakunya dapat diberikan sanksi hukum, baik berupa Had (hukum pidana) maupun kafaroh. Metode penemuan hukum yang digunakan Madrasah Hidayatul Mubtadi’in Pondok Pesantren Lirboyo menekankan model istimbath bayani dengan model diversifikasi teks kitab fiqh