Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
    2348 research outputs found

    Daily Costs Strategy dalam Gadai Emas Di Bank Syariah Sarana Prima Mandiri Pamekasan

    Full text link
    This study aims to describe the strategy carried out by the Islamic Bank PT. BPRS Sarana Prima Mandiri to attract customers. Interestingly, because the location of this private bank is close to a government bank. The method used in this research is descriptive qualitative. While the results of this study are that the strategy used is able to attract customers, especially in gold pawning financing, which costs much less than in SOE Pawnshops. Safekeeping fees are calculated per day (daily costs). This is a special attraction for customers, so that it becomes one of the superior products at the SPM Sharia Bank. While the product introduction technique is by distributing brochures and hospitality to customers' and prospective customers' homes.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi yang dilakukan oleh Bank Syariah PT. BPRS Sarana Prima Mandiri (SPM) untuk menarik minat nasabah. Menariknya, karena lokasi bank swasta ini berdekatan dengan bank pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sedangkan hasil penelitian ini ialah strategi yang digunakan mampu menarik minat nasabah utamanya pada pembiayaan gadai emas yang biayanya sangat murah dari pada di Pegadaian milik BUMN. Biaya penitipan dihitung per hari (daily costs). Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi nasabah, sehingga menjadi salah satu produk unggulan di Bank Syariah SPM. Sedangkan teknik pengenalan produk dengan cara membagikan brosur dan silaturrahim ke rumah-rumah nasabah dan calon nasabah

    A Review of Gadamer's Hermeneutics of Syuhudi Ismail's Concept of Hadith Contextualization

    Full text link
    Syuhudi Ismail is an Indonesian  hadith scholar who has a new concept in understanding hadith, namely by contextualizing hadith and characterizing hadith with temporal, local and universal. In this study, the concept of contextualization of hadith of Syuhudi Ismail is reviewed hermeneutically from Gadamer's hermeneutic theory. The purpose of this research is to find out Syuhudi Ismail's concept in contextualizing hadith and to review it with Gadamer's hermeneutic theory. This study uses library research method by referring to books by Syuhudi Ismail especially Syuhudi Ismail's book entitled Textual and Contextual Hadith and scientific articles that discuss the work of Syuhudi Ismail in contextualizing hadith as well as scientific articles about Gadamer's hermeneutics and examples of its application. In Gadamer's hermeneutics there are aspects that need to be considered and these aspects are reviewed from the contextual interpretation of Syuhudi Ismail's hadith so that both involve socio-historical, contextual aspects and fuse the two so as to give birth to a relatve new meaning. As in the interpretation of the Hadith about the threat to painters, Syuhudi Ismail interprets the Hadith by presenting the socio-historical aspect which is used as the 'illat of the Hadith which if the 'illat of this Hadith is lost, it will affect the meaning of the Hadith

    Menggali Akar Multikulturalisme era Nabi Muhammad saw. dan Khilafah Ar-Rasyidah.

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki, menjelaskan, dan menganalisis asal muasal multikulturalisme dalam sistem masyarakat Muslim sepanjang sejarah Islam, khususnya pada masa pemerintahan Nabi Muhammad SAW. dan Kekhalifahan Ar-Rasyidah. Tujuan memperoleh pengetahuan sejarah adalah sebagai berikut: pola multikulturalisme dalam bentuk dan perkembangan sistem masyarakat Islam; dan unsur-unsur yang berkontribusi terhadap dinamika multikulturalisme dalam setiap sistem komunitas Muslim. Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan model pengetahuan baru mengenai sejarah multikulturalisme umat Islam; selanjutnya referensi tentang kemajuan umat Islam di tengah keberagaman sosial dan sosial sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Hingga masa kekhalifahan Ar-Rasyidah

    Tafsir Ayat Siyasah: Studi Terhadap Konsep Relasi Agama Dan Negara Perspektif Syaikh Mutawalli Asy-Sya’rawi

    Full text link
    The conceptual discourse on the relationship between state and religion has always been a relevant contemporary issue for humanity. On the other hand, the Qur'an as a holy book plays a synergistic role in establishing ethical principles and values that underlie the sustainability of the political system, which is manifested in the verses of siyasah. The presence of siyasah verses that are still global in nature is responded by mufassir with varied interpretations including Sheikh Muhammad Mutawalli Ash-Sya'rawi, an exegete who has also been involved in the realm of government. This study aims to explore Ash-Sya'rawi's interpretation of Qur'anic verses that discuss the relationship between religion and the state. The method used is qualitative research based on library research, with a content analysis approach to facilitate a systematic description of Ash-Sya'rawi's interpretation. The results showed that Ash-Sya'rawi's interpretation of the siyasah verses gave birth to a concept of religion-state relations that is substantive-symbiotic, where the two entities complement each other in building a harmonious socio-political order. Keywords: Siyasah Verses, Asy-Sya'rawi, Religion and State Relations.    Abstrak: Diskursus konseptual mengenai relasi antara negara dan agama senantiasa menjadi isu kontemporer yang relevan bagi umat manusia. Di sisi lain, Al-Qur’an sebagai kitab suci memainkan peran sinergis dalam menetapkan prinsip etika dan nilai-nilai yang mendasari keberlanjutan sistem politik, yang termanifestasi dalam ayat-ayat siyasah. Hadirnya ayat-ayat siyasah yang masih bersifat global direspon mufassir dengan variatif penafsiran termasuk Syeikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi, seorang ahli tafsir yang juga pernah terlibat dalam ranah pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi interpretasi Asy-Sya’rawi terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas relasi agama dan negara. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research), dengan pendekatan analisis konten (content analysis) untuk memudahkan deskripsi sistematis atas penafsiran Asy-Sya’rawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interpretasi Asy-Sya’rawi terhadap ayat-ayat siyasah melahirkan konsep relasi agama-negara yang bersifat substansif-simbiotik, di mana kedua entitas saling melengkapi dalam membangun tatanan sosial-politik yang harmonis. Keywords: Ayat Siyasah, Asy-Sya’rawi, Relasi Agama dan Negara

    Analisis Rokat Tase’ di Kalangan Masyarakat Kepulauan Giligenting dan Talango Sumenep Madura

    Full text link
    Religion is a determinant for its adherents. Meanwhile, noble values that are rooted in a tradition certainly have spiritual- mystical, socio-religious energy which is believed to strengthen ties of love between people and bring us closer to God. The Giligenting and Talango islands have marine tourism objects and this religious tourism has the Rokat Tase’ tradition which has values, norms, ethics, customs and customary laws that are upheld by the local community. Resident who in fact work as fishermen, every year organize and interpret it as local wisdom, because this tradition gives direction to cultural development and answers the pros and cons of the rokat tase’ law in a religious context. Therefore, qualitative field research is socio-culturally based and uses an ethnographic approach to reveal, explore and substantially develop data about the reality of certain cultures and traditions. To obtain accurate data, interviews, observation and documentation were used. The results of this research conclude that the two traditions have differences. The difference is that Giligenting no longer uses jittek and replaces it with religious activities. This tradition is carried out using cash from members of the savings and loan arisan. While in Talango they still use releasing offerings, people’s entertainment and collaboration with the village government. This tradition is held as an expression of gratitude for the abundance of good fortune given by Allah. This tradition teaches future generations not to be greedy for nature, to protect marine ecosystems, and to minimize conflicts between people. With the spirit of mutual cooperation, this tradition is successfully held every year. It’s just that in the Talango, rokat tase’ it is no longer held because residents have changed professions as grocery store traders in Jakarta. Keyword: Mark, Rokat Tase’, PublicAgama menjadi penentu bagi pemeluknya. Sementara nilai-nilai luhur yang mengakar dalam sebuah tradisi tentunya memiliki energi spiritual-mistis, sosio-religius yang diyakini memperkuat jalinan kasih antarsesama dan mendekatkan diri kepada-Nya. Kepulauan Giligenting dan Talango memiliki objek wisata laut dan wisata relegi ini memiliki tradisi rokat tase’ yang memiliki nilai, norma, etika, adat istiadat, dan hukum adat yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Warga yang notabene berprofesi sebagai nelayan, setiap tahun menggelar dan dimaknai sebagai kearifan lokal, karena tradisi itu memberi arah pada perkembangan budaya dan menjawab pro-kontra tetang hukum rokat tase’ dalam konteks agama. Oleh karenanya, penelitian kualitatif lapangan berbasis sosial-budaya dan menggunakan pendekatan etnografi guna menyingkap, mengeksplorasi dan mengembangkan data secara substansial tentang realitas kebudayaan dan tradisi tertentu. Untuk mendapatkan data yang akurat, digunakanlah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua tradisi tersebut memiliki perbedaan. Perbedaannya adalah di Giligenting tidak lagi menggunakan jittek dan menggantinya dengan kegiatan keagamaan. Tradisi tahunan itu dihelat menggunakan uang kas anggota arisan simpan pinjam. Sedangkan di Talango masih menggunakan larung sesaji, hiburan rakyat dan bekerjasama dengan pemerintah desa. Tradisi tersebut dihelat sebagai ungkapan syukur atas limpahan rezeki yang diberikan Allah. Tradisi itu mengajari kepada generasi penerus agar tidak serakah pada alam, menjaga ekosistem laut, dan meminimalisir konflik antarsesama. Dengan semangat gotong royong, tradisi ini sukses digelar setiap tahun. Hanya saja di Talango, rokat tersebut tidak dihelat lagi lantaran warga beralih profesi sebagai pedagang toko kelontong di Jakarta. Kata kunci: nilai, rokat tase’, masyaraka

    Pendekatan Humanistik Dalam Konseling: Meningkatkan Keterampilan Emosional Siswa

    Full text link
    This journal discusses the influence of a humanistic approach in counseling to improve emotional skills in students. By taking a humanistic approach to students, their potential can be explored. Not only that, this will also make students more comfortable and feel supported so that learning can be more easily digested and run well. This research was conducted using a qualitative approach with the Library Research method. This research shows that counselors can help students develop better emotional awareness and management. Implementing this approach not only impacts students' emotional well-being but also students' academic and social success Jurnal ini membahas tentang pengaruh pendekatan humanistik dalam konseling untuk meningkatkan keterampilan emosional yang terjadi pada para siswa. Dengan dilakukannya pendekatan humanistik pada para siswa akan membuat potensi pada diri siswa tersebut dapat tergali. Tidak hanya itu, hal ini juga akan membuat pelajar jadi lebih nyaman dan merasa didukung sehingga pembelajaran dapat lebih mudah tercerna dan berjalan dengan baik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Library Research. Penelitian ini menghasilkan konselor dapat membantu siswa mengembangkan kesadaran dan pengelola emosi yang lebih baik. Penerapan pendekatan ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan emosional siswa tapi juga pada keberhasilan akademik dan sosial sisw

    DAMPAK EKONOMI DIGITAL TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI NEGARA BERKEMBANG: STUDI KASUS INDONESIA

    Full text link
    Di tengah pesatnya gelombang transformasi digital, Indonesia telah menjadi salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara. Namun, di balik gemerlap kemajuan teknologi, tersembunyi sebuah paradoks: apakah ekonomi digital benar-benar mendorong pemerataan, atau justru memperdalam jurang ketimpangan pendapatan? Penelitian ini hadir untuk menjawab pertanyaan kritis tersebut dengan menganalisis dampak ekonomi digital mulai dari e-commerce, fintech, hingga penetrasi internet terhadap kesenjangan pendapatan di Indonesia. Dengan mengolah data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Dunia, dan laporan industri terkini, penelitian ini mengungkap temuan menarik: ekonomi digital ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, ia membuka pintu peluang baru bagi UMKM dan masyarakat pedesaan melalui akses pasar yang lebih luas dan inklusi keuangan. Namun, di sisi lain, ia juga memperlebar kesenjangan antara kelompok berpendapatan tinggi yang mampu memanfaatkan teknologi dan kelompok berpendapatan rendah yang tertinggal akibat keterbatasan akses dan keterampilan. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini tidak hanya memetakan masalah, tetapi juga menawarkan solusi. Rekomendasi kebijakan difokuskan pada pembangunan infrastruktur digital yang merata, peningkatan literasi digital, dan regulasi yang inklusif untuk memastikan bahwa manfaat ekonomi digital dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi terciptanya ekonomi digital yang tidak hanya tumbuh pesat, tetapi juga adil dan berkelanjuta

    Implementasi Pembelajran Literasi Finansial terhadap Perilaku Konsumtif Siswa di Sekolah Dasar Negeri Terrak 1 Pamekasan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pembeljaran Literasi finansial (Cha-Ching) pengaruhnya terhadap perilaku konsumtif siswa di SD Negeri Terrak 1 Pamekasan. Program Cha-Ching, yang dikembangkan oleh Prudential Corporation Asia, mengajarkan empat konsep utama: menghasilkan uang, menabung, membelanjakan uang secara bijak, dan mendonasikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan siswa kelas kelas 5 dan  guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara literasi finansial dan perilaku konsumtif siswa. Siswa yang memiliki literasi finansial yang baik cenderung lebih mampu mengelola uang saku mereka dengan bijaksana, lebih cenderung menabung, dan menghindari pembelian impulsif. Selain itu, dukungan dari keluarga dan pengaruh teman sebaya juga memainkan peran penting dalam membentuk perilaku konsumtif siswa. Siswa yang mendapatkan dukungan keuangan dari keluarga cenderung memiliki perilaku konsumtif yang lebih rendah, sementara pengaruh teman sebaya yang konsumtif dapat meningkatkan kecenderungan siswa untuk berperilaku konsumtif.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pembeljaran Literasi finansial (Cha-Ching) pengaruhnya terhadap perilaku konsumtif siswa di SD Negeri Terrak 1 Pamekasan. Program Cha-Ching, yang dikembangkan oleh Prudential Corporation Asia, mengajarkan empat konsep utama: menghasilkan uang, menabung, membelanjakan uang secara bijak, dan mendonasikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan siswa kelas kelas 5 dan  guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara literasi finansial dan perilaku konsumtif siswa. Siswa yang memiliki literasi finansial yang baik cenderung lebih mampu mengelola uang saku mereka dengan bijaksana, lebih cenderung menabung, dan menghindari pembelian impulsif. Selain itu, dukungan dari keluarga dan pengaruh teman sebaya juga memainkan peran penting dalam membentuk perilaku konsumtif siswa. Siswa yang mendapatkan dukungan keuangan dari keluarga cenderung memiliki perilaku konsumtif yang lebih rendah, sementara pengaruh teman sebaya yang konsumtif dapat meningkatkan kecenderungan siswa untuk berperilaku konsumtif

    Manajemen Ekstrakurikuler Dalam Meningkatkan Kompetensi Peserta Didik di SMA Hidayatut Thullab Sampang

    Full text link
    Penelitian ini membahas program esktrakurukuler untuk meningkatakan kompotensi peserta didik di SMA Hidaytut Thullab menjadi kajian pokok dalam penelitian ini, yaitu: Pertama, Bagaimana Perencanaan Program Ekstrakurikuler  dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa di SMA Hidayatut Thullab? Kedua, Bagaimana Pelaksanaan Program Ekstrakurikuler  dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa di SMA Hidayatut Thullab? Ketiga, Bagaimana Evaluasi Program Ekstrakurikuler  dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa di SMA Hidayatut Thullab? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informannya adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala bidang Kesiswaan, Guru dan Siswa. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, perencanaan program ekstrakurikuler di SMA Hidayatut  Thullab ialah dilakukan dengan cara melihat minat serta bakat siswa kemudian menentukan kegiatan, pembina, kapan dan bagaimana mengerjakannya disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum serta sarana dan prasarana lembaga melalui koordinasi Waka Kesiswaan dengan Kepala Sekolah dan musyawarah dengan seluruh Wakil Kepala, guru dan Komite sekolah yang dilaksanakan setiap awal tahun pelajaran.. Kedua, Pelaksanaan program Ekstrakurikuler  di SMA Hidayatut Thullab dilakukan oleh tim atau pembina setiap kegiatan yang telah dibentuk dengan mengedepankan prinsip rekrutmen internal atau eksternal untuk mengelola program Ekstrakurikuler  yang dibebankan kepada setiap  masing-masing pembina. Tempat pelaksanan kegiatan ekstrakurikuler disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan dan sarana yang dimiliki lembaga, seperti di ruang kelas dan halaman sekolah. Ketiga, Evaluasi program ekstrakurikuler dilakukan dengan cara berkoordinasi antara wakil kepala bidang kesiswaan dan pembina program ekstrakurikuler secara berkala dan rapat di akhir semester untuk mengetahui bagaimana perkembangan program dan mengukur sejauh mana pencapaian kompetensi siswa untuk mengambil keputusan langkah selanjutnya dari setiap program ekstrakurikuler apakah dilanjutkan, diperbaiki atau diberhentikan.Penelitian ini membahas program esktrakurukuler untuk meningkatakan kompotensi peserta didik di SMA Hidaytut Thullab menjadi kajian pokok dalam penelitian ini, yaitu: Pertama, Bagaimana Perencanaan Program Ekstrakurikuler  dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa di SMA Hidayatut Thullab? Kedua, Bagaimana Pelaksanaan Program Ekstrakurikuler  dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa di SMA Hidayatut Thullab? Ketiga, Bagaimana Evaluasi Program Ekstrakurikuler  dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa di SMA Hidayatut Thullab? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informannya adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala bidang Kesiswaan, Guru dan Siswa. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, perencanaan program ekstrakurikuler di SMA Hidayatut  Thullab ialah dilakukan dengan cara melihat minat serta bakat siswa kemudian menentukan kegiatan, pembina, kapan dan bagaimana mengerjakannya disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum serta sarana dan prasarana lembaga melalui koordinasi Waka Kesiswaan dengan Kepala Sekolah dan musyawarah dengan seluruh Wakil Kepala, guru dan Komite sekolah yang dilaksanakan setiap awal tahun pelajaran.. Kedua, Pelaksanaan program Ekstrakurikuler  di SMA Hidayatut Thullab dilakukan oleh tim atau pembina setiap kegiatan yang telah dibentuk dengan mengedepankan prinsip rekrutmen internal atau eksternal untuk mengelola program Ekstrakurikuler  yang dibebankan kepada setiap  masing-masing pembina. Tempat pelaksanan kegiatan ekstrakurikuler disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan dan sarana yang dimiliki lembaga, seperti di ruang kelas dan halaman sekolah. Ketiga, Evaluasi program ekstrakurikuler dilakukan dengan cara berkoordinasi antara wakil kepala bidang kesiswaan dan pembina program ekstrakurikuler secara berkala dan rapat di akhir semester untuk mengetahui bagaimana perkembangan program dan mengukur sejauh mana pencapaian kompetensi siswa untuk mengambil keputusan langkah selanjutnya dari setiap program ekstrakurikuler apakah dilanjutkan, diperbaiki atau diberhentikan

    PENGEMBANGAN DANA HIBAH MASJID DARUL FALAH DESA BUNGBARUH KADUR PAMEKASAN DALAM MANAJEMEN ISLAM

    Full text link
    The purpose of this research is to see the financial management of mosques which is still not done in mosques. Literature study becomes a reference in collecting data on mosque financial management. This research is a descriptive qualitative research, in which the researcher observes and analyzes the existing data The role of mosques according to Al-Quran and Sunnah explains that mosques can be optimized as a place for community empowerment both from an economic, social, cultural and so on. The problems that arise in mosque institutions are regarding the ineffective management of mosque finances. Where there are still many flow of use of mosque cash only for the operational needs of the mosque without being developed for the empowerment of the community. Mosque cash must be divided into two allocations of funds, namely productive and consumptive funds. The allocation of these funds is intended so that the cash flow of the mosque can be used to improve the economy of the ummah. For this reason, the fatwa regarding the allocation of mosque funds must beimmediately relocated in order to strengthen the foundation of mosque financial management

    1,950

    full texts

    2,348

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇