Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
2348 research outputs found
Sort by
Analisis Rokat Tase’ di Kalangan Masyarakat Kepulauan Giligenting dan Talango Sumenep Madura
Religion is a determinant for its adherents. Meanwhile, noble values that are rooted in a tradition certainly have spiritual- mystical, socio-religious energy which is believed to strengthen ties of love between people and bring us closer to God. The Giligenting and Talango islands have marine tourism objects and this religious tourism has the Rokat Tase’ tradition which has values, norms, ethics, customs and customary laws that are upheld by the local community. Resident who in fact work as fishermen, every year organize and interpret it as local wisdom, because this tradition gives direction to cultural development and answers the pros and cons of the rokat tase’ law in a religious context. Therefore, qualitative field research is socio-culturally based and uses an ethnographic approach to reveal, explore and substantially develop data about the reality of certain cultures and traditions. To obtain accurate data, interviews, observation and documentation were used. The results of this research conclude that the two traditions have differences. The difference is that Giligenting no longer uses jittek and replaces it with religious activities. This tradition is carried out using cash from members of the savings and loan arisan. While in Talango they still use releasing offerings, people’s entertainment and collaboration with the village government. This tradition is held as an expression of gratitude for the abundance of good fortune given by Allah. This tradition teaches future generations not to be greedy for nature, to protect marine ecosystems, and to minimize conflicts between people. With the spirit of mutual cooperation, this tradition is successfully held every year. It’s just that in the
Talango, rokat tase’ it is no longer held because residents have changed professions as grocery store traders in Jakarta.
Keyword: Mark, Rokat Tase’, PublicAgama menjadi penentu bagi pemeluknya. Sementara nilai-nilai luhur yang mengakar dalam sebuah tradisi tentunya memiliki energi spiritual-mistis, sosio-religius yang diyakini memperkuat jalinan kasih antarsesama dan mendekatkan diri kepada-Nya. Kepulauan Giligenting dan Talango memiliki objek wisata laut dan wisata relegi ini memiliki tradisi rokat tase’ yang memiliki nilai, norma, etika, adat istiadat, dan hukum adat yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Warga yang notabene berprofesi sebagai nelayan, setiap tahun menggelar dan dimaknai sebagai kearifan lokal, karena tradisi itu memberi arah pada perkembangan budaya dan menjawab pro-kontra tetang hukum rokat tase’ dalam konteks agama. Oleh karenanya, penelitian kualitatif lapangan berbasis sosial-budaya dan menggunakan pendekatan etnografi guna menyingkap, mengeksplorasi dan mengembangkan data secara substansial tentang realitas kebudayaan dan tradisi tertentu. Untuk mendapatkan data yang akurat, digunakanlah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua tradisi tersebut memiliki perbedaan. Perbedaannya adalah di Giligenting tidak lagi menggunakan jittek dan menggantinya dengan kegiatan keagamaan. Tradisi tahunan itu dihelat menggunakan uang kas anggota arisan simpan pinjam. Sedangkan di Talango masih menggunakan larung sesaji, hiburan rakyat dan bekerjasama dengan pemerintah desa. Tradisi tersebut dihelat sebagai ungkapan syukur atas limpahan rezeki yang diberikan Allah. Tradisi itu mengajari kepada generasi penerus agar tidak serakah pada alam, menjaga ekosistem laut, dan meminimalisir konflik antarsesama. Dengan semangat gotong royong, tradisi ini sukses digelar setiap tahun. Hanya saja di Talango, rokat tersebut tidak dihelat lagi lantaran
warga beralih profesi sebagai pedagang toko kelontong di Jakarta.
Kata kunci: nilai, rokat tase’, masyaraka
Pendekatan Humanistik Dalam Konseling: Meningkatkan Keterampilan Emosional Siswa
This journal discusses the influence of a humanistic approach in counseling to improve emotional skills in students. By taking a humanistic approach to students, their potential can be explored. Not only that, this will also make students more comfortable and feel supported so that learning can be more easily digested and run well. This research was conducted using a qualitative approach with the Library Research method.
This research shows that counselors can help students develop better emotional awareness and management. Implementing this approach not only impacts students' emotional well-being but also students' academic and social success
Jurnal ini membahas tentang pengaruh pendekatan humanistik dalam konseling untuk meningkatkan keterampilan emosional yang terjadi pada para siswa. Dengan dilakukannya pendekatan humanistik pada para siswa akan membuat potensi pada diri siswa tersebut dapat tergali. Tidak hanya itu, hal ini juga akan membuat pelajar jadi lebih nyaman dan merasa didukung sehingga pembelajaran dapat lebih mudah tercerna dan berjalan dengan baik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Library Research.
Penelitian ini menghasilkan konselor dapat membantu siswa mengembangkan kesadaran dan pengelola emosi yang lebih baik. Penerapan pendekatan ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan emosional siswa tapi juga pada keberhasilan akademik dan sosial sisw
DAMPAK EKONOMI DIGITAL TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI NEGARA BERKEMBANG: STUDI KASUS INDONESIA
Di tengah pesatnya gelombang transformasi digital, Indonesia telah menjadi salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara. Namun, di balik gemerlap kemajuan teknologi, tersembunyi sebuah paradoks: apakah ekonomi digital benar-benar mendorong pemerataan, atau justru memperdalam jurang ketimpangan pendapatan? Penelitian ini hadir untuk menjawab pertanyaan kritis tersebut dengan menganalisis dampak ekonomi digital mulai dari e-commerce, fintech, hingga penetrasi internet terhadap kesenjangan pendapatan di Indonesia.
Dengan mengolah data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Dunia, dan laporan industri terkini, penelitian ini mengungkap temuan menarik: ekonomi digital ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, ia membuka pintu peluang baru bagi UMKM dan masyarakat pedesaan melalui akses pasar yang lebih luas dan inklusi keuangan. Namun, di sisi lain, ia juga memperlebar kesenjangan antara kelompok berpendapatan tinggi yang mampu memanfaatkan teknologi dan kelompok berpendapatan rendah yang tertinggal akibat keterbatasan akses dan keterampilan.
Berdasarkan temuan ini, penelitian ini tidak hanya memetakan masalah, tetapi juga menawarkan solusi. Rekomendasi kebijakan difokuskan pada pembangunan infrastruktur digital yang merata, peningkatan literasi digital, dan regulasi yang inklusif untuk memastikan bahwa manfaat ekonomi digital dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi terciptanya ekonomi digital yang tidak hanya tumbuh pesat, tetapi juga adil dan berkelanjuta
Implementasi Pembelajran Literasi Finansial terhadap Perilaku Konsumtif Siswa di Sekolah Dasar Negeri Terrak 1 Pamekasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pembeljaran Literasi finansial (Cha-Ching) pengaruhnya terhadap perilaku konsumtif siswa di SD Negeri Terrak 1 Pamekasan. Program Cha-Ching, yang dikembangkan oleh Prudential Corporation Asia, mengajarkan empat konsep utama: menghasilkan uang, menabung, membelanjakan uang secara bijak, dan mendonasikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan siswa kelas kelas 5 dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara literasi finansial dan perilaku konsumtif siswa. Siswa yang memiliki literasi finansial yang baik cenderung lebih mampu mengelola uang saku mereka dengan bijaksana, lebih cenderung menabung, dan menghindari pembelian impulsif. Selain itu, dukungan dari keluarga dan pengaruh teman sebaya juga memainkan peran penting dalam membentuk perilaku konsumtif siswa. Siswa yang mendapatkan dukungan keuangan dari keluarga cenderung memiliki perilaku konsumtif yang lebih rendah, sementara pengaruh teman sebaya yang konsumtif dapat meningkatkan kecenderungan siswa untuk berperilaku konsumtif.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pembeljaran Literasi finansial (Cha-Ching) pengaruhnya terhadap perilaku konsumtif siswa di SD Negeri Terrak 1 Pamekasan. Program Cha-Ching, yang dikembangkan oleh Prudential Corporation Asia, mengajarkan empat konsep utama: menghasilkan uang, menabung, membelanjakan uang secara bijak, dan mendonasikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan siswa kelas kelas 5 dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara literasi finansial dan perilaku konsumtif siswa. Siswa yang memiliki literasi finansial yang baik cenderung lebih mampu mengelola uang saku mereka dengan bijaksana, lebih cenderung menabung, dan menghindari pembelian impulsif. Selain itu, dukungan dari keluarga dan pengaruh teman sebaya juga memainkan peran penting dalam membentuk perilaku konsumtif siswa. Siswa yang mendapatkan dukungan keuangan dari keluarga cenderung memiliki perilaku konsumtif yang lebih rendah, sementara pengaruh teman sebaya yang konsumtif dapat meningkatkan kecenderungan siswa untuk berperilaku konsumtif
Manajemen Ekstrakurikuler Dalam Meningkatkan Kompetensi Peserta Didik di SMA Hidayatut Thullab Sampang
Penelitian ini membahas program esktrakurukuler untuk meningkatakan kompotensi peserta didik di SMA Hidaytut Thullab menjadi kajian pokok dalam penelitian ini, yaitu: Pertama, Bagaimana Perencanaan Program Ekstrakurikuler dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa di SMA Hidayatut Thullab? Kedua, Bagaimana Pelaksanaan Program Ekstrakurikuler dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa di SMA Hidayatut Thullab? Ketiga, Bagaimana Evaluasi Program Ekstrakurikuler dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa di SMA Hidayatut Thullab? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informannya adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala bidang Kesiswaan, Guru dan Siswa. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, perencanaan program ekstrakurikuler di SMA Hidayatut Thullab ialah dilakukan dengan cara melihat minat serta bakat siswa kemudian menentukan kegiatan, pembina, kapan dan bagaimana mengerjakannya disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum serta sarana dan prasarana lembaga melalui koordinasi Waka Kesiswaan dengan Kepala Sekolah dan musyawarah dengan seluruh Wakil Kepala, guru dan Komite sekolah yang dilaksanakan setiap awal tahun pelajaran.. Kedua, Pelaksanaan program Ekstrakurikuler di SMA Hidayatut Thullab dilakukan oleh tim atau pembina setiap kegiatan yang telah dibentuk dengan mengedepankan prinsip rekrutmen internal atau eksternal untuk mengelola program Ekstrakurikuler yang dibebankan kepada setiap masing-masing pembina. Tempat pelaksanan kegiatan ekstrakurikuler disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan dan sarana yang dimiliki lembaga, seperti di ruang kelas dan halaman sekolah. Ketiga, Evaluasi program ekstrakurikuler dilakukan dengan cara berkoordinasi antara wakil kepala bidang kesiswaan dan pembina program ekstrakurikuler secara berkala dan rapat di akhir semester untuk mengetahui bagaimana perkembangan program dan mengukur sejauh mana pencapaian kompetensi siswa untuk mengambil keputusan langkah selanjutnya dari setiap program ekstrakurikuler apakah dilanjutkan, diperbaiki atau diberhentikan.Penelitian ini membahas program esktrakurukuler untuk meningkatakan kompotensi peserta didik di SMA Hidaytut Thullab menjadi kajian pokok dalam penelitian ini, yaitu: Pertama, Bagaimana Perencanaan Program Ekstrakurikuler dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa di SMA Hidayatut Thullab? Kedua, Bagaimana Pelaksanaan Program Ekstrakurikuler dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa di SMA Hidayatut Thullab? Ketiga, Bagaimana Evaluasi Program Ekstrakurikuler dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa di SMA Hidayatut Thullab? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informannya adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala bidang Kesiswaan, Guru dan Siswa. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, perencanaan program ekstrakurikuler di SMA Hidayatut Thullab ialah dilakukan dengan cara melihat minat serta bakat siswa kemudian menentukan kegiatan, pembina, kapan dan bagaimana mengerjakannya disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum serta sarana dan prasarana lembaga melalui koordinasi Waka Kesiswaan dengan Kepala Sekolah dan musyawarah dengan seluruh Wakil Kepala, guru dan Komite sekolah yang dilaksanakan setiap awal tahun pelajaran.. Kedua, Pelaksanaan program Ekstrakurikuler di SMA Hidayatut Thullab dilakukan oleh tim atau pembina setiap kegiatan yang telah dibentuk dengan mengedepankan prinsip rekrutmen internal atau eksternal untuk mengelola program Ekstrakurikuler yang dibebankan kepada setiap masing-masing pembina. Tempat pelaksanan kegiatan ekstrakurikuler disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan dan sarana yang dimiliki lembaga, seperti di ruang kelas dan halaman sekolah. Ketiga, Evaluasi program ekstrakurikuler dilakukan dengan cara berkoordinasi antara wakil kepala bidang kesiswaan dan pembina program ekstrakurikuler secara berkala dan rapat di akhir semester untuk mengetahui bagaimana perkembangan program dan mengukur sejauh mana pencapaian kompetensi siswa untuk mengambil keputusan langkah selanjutnya dari setiap program ekstrakurikuler apakah dilanjutkan, diperbaiki atau diberhentikan
PENGEMBANGAN DANA HIBAH MASJID DARUL FALAH DESA BUNGBARUH KADUR PAMEKASAN DALAM MANAJEMEN ISLAM
The purpose of this research is to see the financial management of mosques which is still not done in mosques. Literature study becomes a reference in collecting data on mosque financial management. This research is a descriptive qualitative research, in which the researcher observes and analyzes the existing data The role of mosques according to Al-Quran and Sunnah explains that mosques can be optimized as a place for community empowerment both from an economic, social, cultural and so on. The problems that arise in mosque institutions are regarding the ineffective management of mosque finances. Where there are still many flow of use of mosque cash only for the operational needs of the mosque without being developed for the empowerment of the community. Mosque cash must be divided into two allocations of funds, namely productive and consumptive funds. The allocation of these funds is intended so that the cash flow of the mosque can be used to improve the economy of the ummah. For this reason, the fatwa regarding the allocation of mosque funds must beimmediately relocated in order to strengthen the foundation of mosque financial management
Modalitas Ketahanan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Nuri Jawa Timur Cabang Socah
This study aims to: 1) find out what modalities are owned by KSPPS NURI East Java Socah Branch. 2) to find out how the modalities of KSPPS NURI East Java Socah Branch. The research method used in this research is a qualitative research method. The data sources are sumbe prime data and secunde data sources. Data collection techniques are carried out by observation, interviews and documentation. Furthermore, data analysis techniques go through several stages, namely data reduction, data presentation and data verification. The results of this study show that the modalities possessed by KSPS NURI East Java Socah Branch in maintaining its resilience are by having four modalities, namely economic capital, cultural capital, social capital and symbolic capital. The four capitals have proven to be able to maintain the resilience of the cooperative. This is in accordance with Pierre Bourdie's theory which states that in addition to mhodal economics which is generally in material form there is capital and accompanying in every domain, namely cultural capital, social capital and symbolic capita
Etika Digital dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam
The digital era has brought significant changes in various aspects of life, including easier access to information and communication. However, negative impacts such as digital addiction, the spread of misinformation, hate speech, and online bullying have also increased. In this context, digital ethics has become an important aspect that users of technology must understand and apply. Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in raising awareness and providing guidance on digital ethics based on Islamic values, such as trust, responsibility, and etiquette in communication.
This research aims to formulate the concept of digital ethics from an Islamic perspective and analyze the contribution of PAI in educating students about digital ethics. The method used is qualitative research with a literature study approach, focusing on the analysis of literature from books, academic journals, and relevant previous research. The results indicate that digital ethics in Islam emphasizes values of honesty, politeness, and responsibility in media use. Additionally, PAI plays a crucial role in shaping students' critical attitudes toward digital content and guiding them in using technology ethically. This research is expected to serve as a reference for developing a more adaptive PAI curriculum that meets the challenges of the digital era.
Era digital membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kemudahan akses informasi dan komunikasi. Namun, dampak negatif seperti kecanduan digital, penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, dan perundungan online juga semakin meningkat. Dalam konteks ini, etika digital menjadi aspek penting yang harus dipahami dan diterapkan oleh pengguna teknologi. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran dan memberikan panduan etika digital yang berlandaskan nilai-nilai Islam, seperti amanah, tanggung jawab, serta adab dalam berkomunikasi.Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep etika digital dalam perspektif Islam serta menganalisis kontribusi PAI dalam mengedukasi mahasiswa tentang etika digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang berfokus pada analisis literatur dari buku, jurnal ilmiah, serta penelitian terdahulu yang relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika digital dalam Islam menekankan nilai-nilai kejujuran, kesopanan, dan tanggung jawab dalam bermedia. Selain itu, PAI memiliki peran penting dalam membentuk sikap kritis mahasiswa terhadap konten digital serta membimbing mereka dalam menggunakan teknologi secara etis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kurikulum PAI yang lebih adaptif terhadap tantangan era digital
Relevansi Tafsir Al-Qur'an Terhadap Isu Sosial Kontemporer di Indonesia: Pendekatan Tematik dan Kontribusi Pemikiran Islam Modern
This research discusses the relevance of Qur'anic tafsir to contemporary social issues in Indonesia with a qualitative approach based on literature study. The main focus is the exploration of thematic-contextual approach, integration of pluralism values, and collaboration with social sciences and humanities. The thematic-contextual approach allows the mufasir to bridge the eternal values of the Qur'an with modern social reality, providing practical solutions to the challenges of social justice, education, and humanitarian solidarity. In the context of pluralism, tafsir plays a strategic role in promoting tolerance, social harmony and preventing extremism, essential for Indonesia's multicultural society. The integration of modern theories, such as social justice and human rights, enriches the dimension of tafsir in addressing social and economic inequality. This research confirms that Qur'anic tafsir is not only a spiritual guide but also a strategic tool to create a more just and inclusive society, despite the challenges of conservatism and low literacy.
Penelitian ini membahas relevansi tafsir Al-Qur'an terhadap isu-isu sosial kontemporer di Indonesia dengan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur. Fokus utama adalah eksplorasi pendekatan tematik-kontekstual, integrasi nilai pluralisme, dan kolaborasi dengan ilmu sosial serta humaniora. Pendekatan tematik-kontekstual memungkinkan mufasir menjembatani nilai-nilai abadi Al-Qur'an dengan realitas sosial modern, memberikan solusi praktis untuk tantangan keadilan sosial, pendidikan, dan solidaritas kemanusiaan. Dalam konteks pluralisme, tafsir berperan strategis dalam mempromosikan toleransi, harmoni sosial, dan mencegah ekstremisme, penting bagi masyarakat multikultural Indonesia. Integrasi teori modern, seperti keadilan sosial dan hak asasi manusia, memperkaya dimensi tafsir dalam mengatasi ketimpangan sosial dan ekonomi. Penelitian ini menegaskan bahwa tafsir Al-Qur'an bukan hanya panduan spiritual tetapi juga alat strategis untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif, meski tetap menghadapi tantangan konservatisme dan literasi yang rendah
HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI DALAM HUKUM ISLAM DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak dan kewajiban suami istri dalam rumah tangga menurut perspektif Islam serta hukum positif di Indonesia. Dalam Islam, keseimbangan antara hak dan kewajiban merupakan prinsip utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Suami memiliki tanggung jawab utama dalam memberikan nafkah dan perlindungan kepada istri, sementara istri memiliki kewajiban untuk menaati suaminya dalam perkara yang ma’ruf serta menjaga kehormatan rumah tangga. Selain perspektif Islam, penelitian ini juga mengkaji hak dan kewajiban suami istri berdasarkan Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Undang-Undang Perkawinan di Indonesia untuk memahami bagaimana hukum nasional mengatur hubungan dalam rumah tangga.
Penelitian ini dilakukan melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Sumber data yang digunakan meliputi Al-Qur’an, hadis, kitab-kitab fikih klasik dan kontemporer, serta peraturan perundang-undangan seperti Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif untuk memahami konsep hak dan kewajiban suami istri dalam konteks hukum Islam dan hukum positif di Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam dan hukum nasional menekankan keseimbangan serta keadilan dalam hubungan suami istri. Suami memiliki hak untuk ditaati dalam perkara yang ma’ruf dan diperlakukan dengan baik oleh istri, sementara istri berhak mendapatkan nafkah yang layak serta perlakuan yang penuh kasih sayang. Implementasi hak dan kewajiban yang seimbang ini berperan penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga serta menciptakan lingkungan keluarga yang Islami dan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
Abstract
This research aims to analyze the rights and obligations of husbands and wives in a household from the perspective of Islam as well as positive law in Indonesia. In Islam, the balance between rights and obligations is a fundamental principle in building a harmonious household. The husband has the primary responsibility to provide for and protect his wife, while the wife is obligated to obey her husband in matters that are considered good (ma’ruf) and to maintain the honor of the household.
In addition to the Islamic perspective, this study also examines the rights and obligations of husbands and wives based on the Compilation of Islamic Law (KHI) and the Marriage Law in Indonesia to understand how national law regulates household relationships.
This research was conducted using qualitative methods with a literature study approach. The data sources include the Qur'an, hadith, classical and contemporary fiqh texts, as well as legislation such as the Compilation of Islamic Law (KHI) and Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. The analysis was performed using a descriptive approach to understand the concepts of rights and obligations of husbands and wives within the context of Islamic law and positive law in Indonesia.
The findings indicate that both Islam and national law emphasize balance and justice in the husband-wife relationship. The husband has the right to be obeyed in matters that are good and to be treated well by his wife, while the wife is entitled to receive adequate financial support and loving treatment. The implementation of these balanced rights and obligations plays a crucial role in maintaining household harmony and creating a family environment that is Islamic and compliant with existing laws in Indonesia