Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
    2348 research outputs found

    Implementasi Media Komik Digital Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Madrasah Ibtidaiyah Sabilul Muttaqien Pamekasan

    No full text
    Dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam penggunaan media dapat membantu memperbesar kemungkinan siswa untuk tertarik belajar lebih banyak.salah satu media telah digunakan untuk meningkatkan minat belajar siwa ialah komik Digital. Media dengan tampilan visual seperti komik, dapat mebantu siswa mengimajinasikan informasi yang terdapat dalam komik. Tentunya komik elektronik ini sangat cocok apabila digunakan pada mata pelajaran dengan karakteristik memiliki materi yang banyak. Seperti Sejarah Kebudayaan Islam yang memiliki materi yang banyak, sehingga dengan media guru dapat lebih mudah untuk menjaga dan meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudyaan Islam. Penelitian ini dilakukan di MI sabilul Muttaqien Pamekasan dengan mengaunakan pendekatan penelitian kualitatif jenis deskriptif. Data penelititan didapat denga menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudia data yang sudah didapat dalam bentuk kata-kata, catatan lapangan, mapuan dokumentasi dianalisis dengan cara kondensasi data. Selanjutnya ialah dengan penyajian data, dan penarikan data. Adapun keabsahan data digunakan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media komik elektronik dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mapel Sejarah Kebudayaan Islam ialah materi SKI yang cukup efektif, serta media komik ini mudah dibuat, dan mampu menarik perhatian siswa. Startegi yang digunakan dalam menerapkan media ini, dengan model role play, diskusi, dan tanya jawab. Hasil penggunaan media komik elektronik dalam meningkatkan minat belajara siswa terlihat pada respon dan antusias siswa saat megikuti pembelajaran Sejarah Kebudayaan islam.Dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam penggunaan media dapat membantu memperbesar kemungkinan siswa untuk tertarik belajar lebih banyak.salah satu media telah digunakan untuk meningkatkan minat belajar siwa ialah komik Digital. Media dengan tampilan visual seperti komik, dapat mebantu siswa mengimajinasikan informasi yang terdapat dalam komik. Tentunya komik elektronik ini sangat cocok apabila digunakan pada mata pelajaran dengan karakteristik memiliki materi yang banyak. Seperti Sejarah Kebudayaan Islam yang memiliki materi yang banyak, sehingga dengan media guru dapat lebih mudah untuk menjaga dan meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudyaan Islam. Penelitian ini dilakukan di MI sabilul Muttaqien Pamekasan dengan mengaunakan pendekatan penelitian kualitatif jenis deskriptif. Data penelititan didapat denga menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudia data yang sudah didapat dalam bentuk kata-kata, catatan lapangan, mapuan dokumentasi dianalisis dengan cara kondensasi data. Selanjutnya ialah dengan penyajian data, dan penarikan data. Adapun keabsahan data digunakan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media komik elektronik dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mapel Sejarah Kebudayaan Islam ialah materi SKI yang cukup efektif, serta media komik ini mudah dibuat, dan mampu menarik perhatian siswa. Startegi yang digunakan dalam menerapkan media ini, dengan model role play, diskusi, dan tanya jawab. Hasil penggunaan media komik elektronik dalam meningkatkan minat belajara siswa terlihat pada respon dan antusias siswa saat megikuti pembelajaran Sejarah Kebudayaan islam

    Penerapan Teknik Psikoedukatif dalam Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Keterampilan Regulasi Emosional Siswa SMA

    Full text link
    This research aims to explore the application of psychoeducational techniques in group counseling services to enhance students' emotional regulation skills at Daya Private High School. Good emotional regulation helps students manage feelings, reduce stress, and improve social interactions. However, many students struggle to control their emotions, often becoming easily angered and displaying aggressive behavior. The methods used include observation, interviews, and documentation, with data analysis conducted through triangulation. Interventions were carried out through two cycles of group counseling that implemented psychoeducational techniques, aimed at helping students recognize and manage their emotions appropriately. The results indicate a significant improvement in students' emotional regulation skills, evidenced by a reduction in impulsive behavior and an increase in emotional control as well as more positive social interactions. The conclusion of this research is that psychoeducational techniques in group counseling are effective in enhancing students' emotional regulation. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan teknik psikoedukatif dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan keterampilan regulasi emosional siswa di SMA Swasta Asuhan Daya. Regulasi emosional yang baik membantu siswa dalam mengelola perasaan, mengurangi stres, dan memperbaiki interaksi sosial. Namun, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi, seperti mudah marah dan menunjukkan perilaku agresif Metode yang digunakan mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data secara triangulasi. Intervensi dilakukan melalui dua siklus bimbingan kelompok yang menerapkan teknik psikoedukatif, bertujuan untuk membantu siswa mengenali dan mengelola emosi secara tepat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan regulasi emosional siswa, terlihat dari pengurangan perilaku impulsif dan peningkatan kontrol emosi serta interaksi sosial yang lebih positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa teknik psikoedukatif dalam bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan regulasi emosional siswa

    Pendidikan Inklusi dan Pendidikan Luar Biasa

    Full text link
    This research aims to explore the application of psychoeducational techniques in group counseling services to enhance students' emotional regulation skills at Daya Private High School. Good emotional regulation helps students manage feelings, reduce stress, and improve social interactions. However, many students struggle to control their emotions, often becoming easily angered and displaying aggressive behavior. The methods used include observation, interviews, and documentation, with data analysis conducted through triangulation. Interventions were carried out through two cycles of group counseling that implemented psychoeducational techniques, aimed at helping students recognize and manage their emotions appropriately. The results indicate a significant improvement in students' emotional regulation skills, evidenced by a reduction in impulsive behavior and an increase in emotional control as well as more positive social interactions. The conclusion of this research is that psychoeducational techniques in group counseling are effective in enhancing students' emotional regulation. Pendidikan inklusi dan pendidikan luar biasa merupakan dua pendekatan yang saling terkait dalam rangka memberikan layanan pendidikan bagi semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Pendidikan inklusi bertujuan untuk mengintegrasikan siswa dengan kebutuhan khusus ke dalam kelas reguler, dengan menyediakan dukungan dan penyesuaian yang diperlukan agar mereka dapat belajar bersama dengan siswa lainnya. Pendekatan ini didasarkan pada prinsip keadilan dan hak asasi manusia, yang menekankan bahwa semua anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa diskriminasi. Sementara itu, pendidikan luar biasa merujuk pada program pendidikan khusus yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan individual siswa dengan disabilitas atau gangguan perkembangan yang signifikan. Program ini biasanya melibatkan kurikulum yang disesuaikan, metode pengajaran khusus, serta layanan pendukung seperti terapi fisik, terapi wicara, dan konseling. Kedua pendekatan ini memiliki tujuan yang sama, yaitu memaksimalkan potensi setiap anak dengan memberikan akses ke pendidikan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka. Implementasi yang efektif dari pendidikan inklusi dan pendidikan luar biasa memerlukan kolaborasi antara pendidik, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan suportif. Tantangan utama yang dihadapi meliputi kurangnya sumber daya, pelatihan guru yang memadai, dan stigma sosial yang masih ada terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus. Meskipun demikian, dengan komitmen dan dukungan yang tepat, pendidikan inklusi dan pendidikan luar biasa dapat memberikan manfaat besar bagi seluruh siswa, termasuk peningkatan pemahaman dan toleransi di antara semua peserta didik

    PENGEMBANGAN MODEL TAKAFUL MIKRO SYARIAH UNTUK PERLINDUNGAN SOSIAL: IMPLIKASI TERHADAP MINAT PEKERJA INFORMAL

    Full text link
    Pekerja informal merupakan kelompok yang rentan secara finansial karena ketiadaan akses terhadap sistem perlindungan sosial formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model Takaful mikro berbasis syariah yang inklusif dan terjangkau bagi pekerja informal. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method dengan desain penelitian kuantitatif menggunakan analisis bivariat, multivariat dan regresi logistik, serta kualitatif deskriptif. Pendekatan pengembangan model, meliputi studi literatur, Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam dengan ahli ekonomi syariah, dan survei terhadap 73 pekerja informal di wilayah Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian faktor-faktor yang memengaruhi minat pekerja informal terhadap takaful mikro Syariah di Kabupaten Sumenep adalah usia, pengetahuan, pendapatan dan akses layanan keuangan. Hasil multivariat dengan uji regresi logistik dapat diketahui bahwa faktor yang paling dominan memengaruhi minat pekerja informal terhadap takaful mikro syariah adalah pendapatan dengan nilai Sig.0,015 yang nilainya kurang dari 0,05 (sig < 5%) dan diperoleh nilai keeratan dilihat dari nilai Exp(B) yaitu 52.411. Model ini menawarkan skema premi terjangkau, manfaat fleksibel (meliputi perlindungan kesehatan, kecelakaan kerja, dan santunan kematian), serta mekanisme distribusi risiko yang sesuai dengan prinsip syariah (tabarru’ dan mudharabah). Implementasi model ini dapat diusulkan menjadi solusi efektif untuk meningkatkan akses pekerja informal terhadap perlindungan sosial dengan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan komunitas lokal, serta peningkatan literasi keuangan melalui edukasi dan sosialisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Takaful mikro syariah memiliki potensi besar untuk meningkatkan ketahanan finansial dan kesejahteraan pekerja informal, sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dalam mengurangi kemiskinan dan ketimpanga

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Vlog Dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa di MA Nazhatut Thullab Prajjan Camplong Sampang

    Full text link
    Dalam pembelajaran guru tidak cukup hanya menyampaikan pengetahuan saja. Akan tetapi juga harus mampu menciptakan suasana kelas yang penuh perhatian, sehingga proses belajar mengajar akan lebih efektif dan tercapai tujuan yang optimal. Oleh karena itu guru harus mampu menentukan media yang terbaik yang akan digunakan. Ketepatan dalam penggunaan media pembelajaran sangat menentukan terciptanya kondisi yang kondusif dan menyenangkan sehingga memberikan peluang kepada peserta didik memperoleh kemudahan untuk mempelajari bahan pelajaran yang disampaikan guru. Berdasarkan hal tersebut, maka ada dua  permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini, yaitu pertama, bagaimana pengembangan media pembelajaran berbasis Vlog Di MA Nazhatut Thullab Prajjan Camplong Sampang, kedua, bagaimana kreativitas siswa dengan menggunakan media pembelajaran berbasis Vlog di MA Nazhatut Thullab Prajjan Camplong Sampang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun sumber data yang diperoleh adalah melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Informannya adalah kepala sekolah, guru, dan siswa MA Nazhatut Thullab Prajjan Camplong Sampang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pertama, pengembangan media pembelajaran berbasis vlog ini menggunakan model pengembangan ASSURE yang terdiri dari 6 tahapan, yaitu: analisis karakteristik peserta didik (analyze learner characteristic), menetapkan tujuan pembelajaran (state performance objective), memilih metode, media, dan materi (select media, and materials), pemanfaatan bahan dan media pembelajaran (utilize materials), melibatkan peserta didik dalam proses belajar (requires learner participation), evaluasi dan revisi (evaluate and revize). Kedua, Kreativitas siswa dengan menggunakan media pembelajaran berbasis Vlog  adalah salah satunya  dapat mengembangkan keterampilan multimedia seperti menulis review materi, mengedit video, dan mengambil gambar atau rekaman suara, yang semuanya memerlukan kreativitas dalam penyampaian pesan, cerita atau materi pembelajaran. Siswa juga dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan   menyajikan  cara-cara yang menarik. Seperti di konsep sambil bermain, tebak-tebakan, konsep pelajaran kepada teman sekelas, bahkan publik luas dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, seperti  menggunakan demonstrasi visual, atau contoh kasus.Dalam pembelajaran guru tidak cukup hanya menyampaikan pengetahuan saja. Akan tetapi juga harus mampu menciptakan suasana kelas yang penuh perhatian, sehingga proses belajar mengajar akan lebih efektif dan tercapai tujuan yang optimal. Oleh karena itu guru harus mampu menentukan media yang terbaik yang akan digunakan. Ketepatan dalam penggunaan media pembelajaran sangat menentukan terciptanya kondisi yang kondusif dan menyenangkan sehingga memberikan peluang kepada peserta didik memperoleh kemudahan untuk mempelajari bahan pelajaran yang disampaikan guru. Berdasarkan hal tersebut, maka ada dua  permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini, yaitu pertama, bagaimana pengembangan media pembelajaran berbasis Vlog Di MA Nazhatut Thullab Prajjan Camplong Sampang, kedua, bagaimana kreativitas siswa dengan menggunakan media pembelajaran berbasis Vlog di MA Nazhatut Thullab Prajjan Camplong Sampang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun sumber data yang diperoleh adalah melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Informannya adalah kepala sekolah, guru, dan siswa MA Nazhatut Thullab Prajjan Camplong Sampang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pertama, pengembangan media pembelajaran berbasis vlog ini menggunakan model pengembangan ASSURE yang terdiri dari 6 tahapan, yaitu: analisis karakteristik peserta didik (analyze learner characteristic), menetapkan tujuan pembelajaran (state performance objective), memilih metode, media, dan materi (select media, and materials), pemanfaatan bahan dan media pembelajaran (utilize materials), melibatkan peserta didik dalam proses belajar (requires learner participation), evaluasi dan revisi (evaluate and revize). Kedua, Kreativitas siswa dengan menggunakan media pembelajaran berbasis Vlog  adalah salah satunya  dapat mengembangkan keterampilan multimedia seperti menulis review materi, mengedit video, dan mengambil gambar atau rekaman suara, yang semuanya memerlukan kreativitas dalam penyampaian pesan, cerita atau materi pembelajaran. Siswa juga dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan   menyajikan  cara-cara yang menarik. Seperti di konsep sambil bermain, tebak-tebakan, konsep pelajaran kepada teman sekelas, bahkan publik luas dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, seperti  menggunakan demonstrasi visual, atau contoh kasus

    Efektifitas Manajemen Penerimaan Peserta Didik Sistem Zonasi di SMP Negeri 1 Bangsal

    Full text link
    Peraturan yang dikeluarkan pemerintah melalui kebijakan penerimaan peserta didik sistem zonasi merupakan suatu terobosan perubahan layanan pendidikan agar tercipta pemerataan pendidikan, terhapusnya labelisasi sekolah favorit dan non favorit serta memberikan kemudahan dan keadilan akses layanan pendidikan. Perkembangan zaman merubah sistem penerimaan peserta didik dilakukan menjadi praktis dan cepat melalui sentuhan teknologi secara online. Sentuhan teknologi itu yang kemudian membuat penerimaan peserta didik menjadi objektif, transparan, akuntabel, non diskriminatif dan berkeadilan. Penelitian ini menggunakan teori pelaksanaan dari George Edward III dan evalusi dari William Dunn yang sama-sama membahas terkait kebijakan publik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian yaitu Kepala Sekolah, Ketua penerimaan peserta didik yang sekaligus Wakil Kepala bidang Kesiswaan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penerimaan peserta didik sistem zonasi ini: 1. Komunikasi yang dilakukan melalui adanya 3 grup WhatsApp pada masing-masing instansi. 2. Sumberdaya yang dibutuhkan adalah fungsionaris sekolah dan tata usaha sebagai panitia dan sebagai fasilitasnya seperti ruangan, alat administrasi dan intenet. 3. Disposisi yang dilakukan adalah pembentukan panitia sepenuhnya hak prepogatif kepala sekolah, dan panitia berkomitmen melaksanakan regulasi yang ada tanpa adanya insentif. 4. Struktur birokrasi yang dilakukan berdasarkan hierarki Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Panitia penerimaan peserta didik sekolah sebagai pelaksana lapangan. Evalusi penerimaan peserta didik sistem zonasi: 1. Efektifitas yaitu pelaksanaan telah memberikan hasil maksimal sesuai tujuan sistem zonasi. 2. Efisiensi yaitu pelaksanaan dilakukan secara praktis, cepat dan ekonomis. 3. Kecukupan yaitu kebijakan sistem zonasi telah memberikan solusi permasalahan penerimaan peserta didik selama ini dan manfaat yang besar bagi masyarakat dengan adanya jalur-jalur yang tersedia. 4. Pemerataan yaitu sistem ini telah memberikan jaminan keadilan dengan adanya persentase pada masing-masing jalur yang tersedia. 5. Ketepatan yaitu kebijakan penerimaan peserta didik telah tepat untuk dilakukan pada saat ini mengingat permasalahan penerimaan peserta didik selama ini yaitu ketidakadilan akses layanan dan ketimpangan pemerataan pendidikan, disisi lain juga target yang dibutuhkan telah terpenuhi sesuai kapasitas daya tampung.Peraturan yang dikeluarkan pemerintah melalui kebijakan penerimaan peserta didik sistem zonasi merupakan suatu terobosan perubahan layanan pendidikan agar tercipta pemerataan pendidikan, terhapusnya labelisasi sekolah favorit dan non favorit serta memberikan kemudahan dan keadilan akses layanan pendidikan. Perkembangan zaman merubah sistem penerimaan peserta didik dilakukan menjadi praktis dan cepat melalui sentuhan teknologi secara online. Sentuhan teknologi itu yang kemudian membuat penerimaan peserta didik menjadi objektif, transparan, akuntabel, non diskriminatif dan berkeadilan. Penelitian ini menggunakan teori pelaksanaan dari George Edward III dan evalusi dari William Dunn yang sama-sama membahas terkait kebijakan publik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian yaitu Kepala Sekolah, Ketua penerimaan peserta didik yang sekaligus Wakil Kepala bidang Kesiswaan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penerimaan peserta didik sistem zonasi ini: 1. Komunikasi yang dilakukan melalui adanya 3 grup WhatsApp pada masing-masing instansi. 2. Sumberdaya yang dibutuhkan adalah fungsionaris sekolah dan tata usaha sebagai panitia dan sebagai fasilitasnya seperti ruangan, alat administrasi dan intenet. 3. Disposisi yang dilakukan adalah pembentukan panitia sepenuhnya hak prepogatif kepala sekolah, dan panitia berkomitmen melaksanakan regulasi yang ada tanpa adanya insentif. 4. Struktur birokrasi yang dilakukan berdasarkan hierarki Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Panitia penerimaan peserta didik sekolah sebagai pelaksana lapangan. Evalusi penerimaan peserta didik sistem zonasi: 1. Efektifitas yaitu pelaksanaan telah memberikan hasil maksimal sesuai tujuan sistem zonasi. 2. Efisiensi yaitu pelaksanaan dilakukan secara praktis, cepat dan ekonomis. 3. Kecukupan yaitu kebijakan sistem zonasi telah memberikan solusi permasalahan penerimaan peserta didik selama ini dan manfaat yang besar bagi masyarakat dengan adanya jalur-jalur yang tersedia. 4. Pemerataan yaitu sistem ini telah memberikan jaminan keadilan dengan adanya persentase pada masing-masing jalur yang tersedia. 5. Ketepatan yaitu kebijakan penerimaan peserta didik telah tepat untuk dilakukan pada saat ini mengingat permasalahan penerimaan peserta didik selama ini yaitu ketidakadilan akses layanan dan ketimpangan pemerataan pendidikan, disisi lain juga target yang dibutuhkan telah terpenuhi sesuai kapasitas daya tampung

    Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Dan Non Akademik Siswa di SMAS Puteri At-Tanwir Sampang

    Full text link
    Kesuksesan sebuah pendidikan dapat ditentukan oleh peningkatan prestasi peserta didik. Lembaga Pendidikan yang bermutu adalah lembaga Pendidikan yang mampu mencetak peserta didiknya agar berprestasi secara akademik maupun non akademik. Berdasarkan hal tersebut maka, Skripsi ini membahas tentang Manajemen peserta didik dalam meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa di SMAS Puteri At-Tanwir Sampang. Ada tiga fokus penelitian yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini yaitu: Pertama, Bagaimana perencanaan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa di SMAS Puteri At-Tanwir S sampang?. Kedua, Bagaimana pelaksanaan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa di SMAS Puteri At-Tanwir sampang?. Ketiga: Bagaimana evaluasi manajemen kesiswaan dalam meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa di SMAS Puteri At-Tanwir sampang?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriftif. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informannya adalah kepala sekolah, tenaga pendidik, kependidikan dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan dapat meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang diraih siswa baik tingkat kecamatan maupun provinsi. Pertama, perencanaan manajemen kesiswaan yakni mengidentifikasi kebutuhan siswa, kemudian mengadakan rapat untuk membahas tentang program kerja dengan melibatkan kepala sekolah dan semua stackholder, serta mengelompokkan dan memberikan tugas-tugas dan tanggung jawab terhadap masing-masing stackholder. Kedua, pelaksanaan manajemen kesiswaan yakni dengan menyediakan guru dan Pembina yang berkualitas, menyediakan sarana dan prasarana, mengalokasikan biaya, menyediakan layanan konseling, memotivasi siswa dan memberikan pembinaan khusus bagi siswa yang mengikuti lomba, dilakukan pengembangan keterampilan dan kepemimpinan melalui kegiatan LDKS dan OSIS serta pelaksanaan perayaan pada har-hari tertentu, mengadakan kegiatan-kegiatan seperti bazar, market day, diikutsertakan dalam mensukseskan acara wisuda dan diadakan berbagai lomba, menyediakan fasilitas dan layanan-layanan sesuai dengan kebutuhan. Ketiga, evaluasi manajemen kesiswaan yakni mengadakan rapat setelah melaksanakan kegiatan dan melakukan berbagai tes dalam mengevaluasi perkembangan belajar siswa yaitu tes diagnostik, tes formatif dan tes sumatif, kemudian ditindak lanjuti dengan program remidial dan pengayaan.  Kesuksesan sebuah pendidikan dapat ditentukan oleh peningkatan prestasi peserta didik. Lembaga Pendidikan yang bermutu adalah lembaga Pendidikan yang mampu mencetak peserta didiknya agar berprestasi secara akademik maupun non akademik. Berdasarkan hal tersebut maka, Skripsi ini membahas tentang Manajemen peserta didik dalam meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa di SMAS Puteri At-Tanwir Sampang. Ada tiga fokus penelitian yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini yaitu: Pertama, Bagaimana perencanaan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa di SMAS Puteri At-Tanwir S sampang?. Kedua, Bagaimana pelaksanaan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa di SMAS Puteri At-Tanwir sampang?. Ketiga: Bagaimana evaluasi manajemen kesiswaan dalam meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa di SMAS Puteri At-Tanwir sampang?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriftif. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informannya adalah kepala sekolah, tenaga pendidik, kependidikan dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan dapat meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang diraih siswa baik tingkat kecamatan maupun provinsi. Pertama, perencanaan manajemen kesiswaan yakni mengidentifikasi kebutuhan siswa, kemudian mengadakan rapat untuk membahas tentang program kerja dengan melibatkan kepala sekolah dan semua stackholder, serta mengelompokkan dan memberikan tugas-tugas dan tanggung jawab terhadap masing-masing stackholder. Kedua, pelaksanaan manajemen kesiswaan yakni dengan menyediakan guru dan Pembina yang berkualitas, menyediakan sarana dan prasarana, mengalokasikan biaya, menyediakan layanan konseling, memotivasi siswa dan memberikan pembinaan khusus bagi siswa yang mengikuti lomba, dilakukan pengembangan keterampilan dan kepemimpinan melalui kegiatan LDKS dan OSIS serta pelaksanaan perayaan pada har-hari tertentu, mengadakan kegiatan-kegiatan seperti bazar, market day, diikutsertakan dalam mensukseskan acara wisuda dan diadakan berbagai lomba, menyediakan fasilitas dan layanan-layanan sesuai dengan kebutuhan. Ketiga, evaluasi manajemen kesiswaan yakni mengadakan rapat setelah melaksanakan kegiatan dan melakukan berbagai tes dalam mengevaluasi perkembangan belajar siswa yaitu tes diagnostik, tes formatif dan tes sumatif, kemudian ditindak lanjuti dengan program remidial dan pengayaan. &nbsp

    Analisa Peningkatan Minat Terhadap Produk Asuransi Syariah (PT. Prudential) Indonesia

    Full text link
    This study aims to determine the increase in public interest in Indonesian sharia insurance (PT. Prudential) products, by looking at the causal factors, strategies, opportunities and challenges for Indonesian yariah insurance (PT. Prudential). Sharia insurance itself is an effort to protect and help each other between a number of people or parties through investment in the form of assets and or tabarru' which provides a pattern of return to face certain risks through contracts or agreements that are in accordance with sharia. This study uses a qualitative method using a type of literature study, namely by looking for references and answers from various journals, articles, books related to the journal title. The results of this study are that Prudential Islamic insurance in Indonesia continues to increase every year. By continuing to place one of the sharia principles, namely the position of ta'awun (help each other) to its fellow customers so that prudential sharia insurance in Indonesia continues to exist and continues to grow according to the times. In this increase, sharia insurance has also become an access/bridge in encouraging the economic sector, especially sharia-based ones

    Implementasi Blended Learning Terhadap Peningkatan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran PAI

    Full text link
    The nature of students who are selfish and directly affect the discipline of learning and their responses during study. Students become passive and learning objectives cannot be achieved effectively. Therefore, teachers look for methods that can improve student performance so that students understand what they are learning. This method is a blended learning method with a combination of offline and online learning methods, questions and answers, and discussions. The research method used is descriptive qualitative, the purpose of this paper is to investigate the use of blended learning methods to improve student performance. An introduction to the blended learning method can provide an overview of the steps and interactions of the method What happens there can meet indicators of active learning such as enthusiasm for learning, courage to ask questions, courage to answer questions and courage to present learning outcomes in front of the class through existing interactions. The use of mixed learning methods serves as an alternative solution to student activity problems and supports the achievement of learning objectives

    1,950

    full texts

    2,348

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇