Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
    2348 research outputs found

    AMBIGUITAS PERAN KYAI DALAM ARENA PUBLIK

    No full text
    Fenomena perluasan peran Kyai di Pamekasan, Madura, dari fokus tradisional pada keagamaan dan pendidikan pesantren, kini telah merambah ke arena publik dan politik praktis, menciptakan ambiguitas peran yang signifikan. Kyai, yang secara tradisional diyakini sebagai pewaris para nabi dan rujukan utama masyarakat Madura yang fanatik, kini menghadapi dilema internal ketika harus terlibat dalam pragmatisme politik dan bahkan menjadi bagian dari konflik atau alat legalitas kekuasaan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengapa dan bagaimana ambiguitas peran Kyai ini terjadi sebagai konsekuensi logis dari perluasan peran Kyai sebagai aktor (agen) serta adanya perubahan struktur politik Indonesia pasca-Reformasi 1998. Dengan menggunakan desain penelitian Kualitatif Eksploratif Analisis dengan perspektif pemahaman subjektif , penelitian ini meminjam kerangka Teori Strukturasi Anthony Giddens untuk membedah hubungan dualitas antara aktor Kyai dan struktur politik. Hasil kajian menemukan bahwa ambiguitas peran Kyai dan dilema yang terjadi adalah konsekuensi logis dari perubahan reposisi Kyai yang menuntut kepiawaian dalam mengelola jurang kepentingan (gap) antara peran sakral sebagai tokoh agama dan peran pragmatis sebagai tokoh politik. Penelitian ini menekankan bahwa ambiguitas ini harus dipahami dari perspektif dalam diri Kyai sendiri sebagai aktor publik.Fenomena perluasan peran Kyai di Pamekasan, Madura, dari fokus tradisional pada keagamaan dan pendidikan pesantren, kini telah merambah ke arena publik dan politik praktis, menciptakan ambiguitas peran yang signifikan. Kyai, yang secara tradisional diyakini sebagai pewaris para nabi dan rujukan utama masyarakat Madura yang fanatik, kini menghadapi dilema internal ketika harus terlibat dalam pragmatisme politik dan bahkan menjadi bagian dari konflik atau alat legalitas kekuasaan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengapa dan bagaimana ambiguitas peran Kyai ini terjadi sebagai konsekuensi logis dari perluasan peran Kyai sebagai aktor (agen) serta adanya perubahan struktur politik Indonesia pasca-Reformasi 1998. Dengan menggunakan desain penelitian Kualitatif Eksploratif Analisis dengan perspektif pemahaman subjektif , penelitian ini meminjam kerangka Teori Strukturasi Anthony Giddens untuk membedah hubungan dualitas antara aktor Kyai dan struktur politik. Hasil kajian menemukan bahwa ambiguitas peran Kyai dan dilema yang terjadi adalah konsekuensi logis dari perubahan reposisi Kyai yang menuntut kepiawaian dalam mengelola jurang kepentingan (gap) antara peran sakral sebagai tokoh agama dan peran pragmatis sebagai tokoh politik. Penelitian ini menekankan bahwa ambiguitas ini harus dipahami dari perspektif dalam diri Kyai sendiri sebagai aktor publik

    FAKTOR-FAKTOR PERNIKAHAN DINI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEMASLAHATAN KELUARGA DI DESA RAJUN KECAMATAN PASONGSONGAN KABUPATEN SUMENEP

    No full text
    This reseach discusses the early marriage is a marriage between adolescents who are still below the legal age limit set by the government. Early marriage is prevalent in Madurese communities, specifically in Rajun Village, Pasongsongan District, Sumenep Regency. These marriages are driven by several factors, including education, economic factors, parental encouragement, and customs/culture. To address these factors, researchers need to dig deeper to obtain accurate data based on the available facts. Therefore, the researchers employed a qualitative method (field research) with a descriptive approach. The data collection procedures included direct observation, in-depth interviews, and documentation studies. The techniques used were data analysis, data reduction, data presentation, data verification, and drawing conclusions. Triangulation was used. The researchers found that early marriage has been shown to impact family structure, including communication, role allocation, and emotional stability, which can trigger arguments and problems within the household and make it difficult for couples to resolve these issues effectively. Abstrak Pene litian ini membahas tentang pernikahan dini yang dilakukan oleh remaja yang masih dalam kategori belum mencapai batas umur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pernikahan dini marak terjadi di masyarakat Madura, tepatnya di Desa Rajun Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Pernikahan ini terjadi dilatar belakangi beberapa faktor. Misalnya, faktor pendidikan, faktor ekonomi, faktor dorongan orang tua, dan faktor adat istiadat/budaya. Dari faktor-faktor ini, peneliti perlu menggali informasi lebih lanjut agar mendapatkan data yang akurat sesuai dengan fakta yang ada. Maka dengan ini, peneliti menggunakan metode kualitatif (field riseach) dengan pendekatan diskriptif. Prosedur pengumpulan data yang digunakan melalui: Observasi langsung/pengamatan, wawancara secara mendalam (indepht interview), studi dokumentasi. Teknik analisis data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan menarik kesimpulan. Dengan menggunakan triangulasi. Temuan peneliti bahwa terjadinya pernikahan dini terbukti berdampak terhadap keluarga yang dibangun, baik secara komunikasi, pembagian peran, dan stabilitas emosional pasangan sehingga dapat memicu pertengkaran dan masalah dalam rumah tangga, serta membuat pasangan tidak mampu menyelesaikan masalah tersebut dengan baik

    EFEKTIVITAS PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN DALAM MENGATASI KRISIS LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA

    No full text
    The "Effectiveness of Environmental Law Enforcement in Overcoming the Environmental Crisis in Indonesia" will be covered in this article. Deforestation, air and water pollution, and overuse of natural resources are some of the human activities that are contributing to Indonesia's growing environmental crisis. In order to solve this issue, environmental law enforcement is crucial. With an emphasis on the various legal tools used in Indonesia, including the Law on Environmental Protection and Management and administrative, civil, and criminal sanctions, this study examines how well environmental law enforcement has handled the crisis. Thorough research on the application and efficacy of current legal tools is still necessary for certain environmental law enforcement tactics, such as rigorous enforcement and bolstering current environmental regulations. This article employs a normative juridical methodology that includes case studies and a statutory approach. Data is gathered by reviewing relevant literature and analyzing court records pertaining to Indonesian environmental law enforcement. It is anticipated that this research article will help strengthen law enforcement's capabilities and boost public involvement, both of which are essential steps in raising Indonesia's environmental standards

    Pendampingan Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) di SMP Islam Nahdlatul Ulama Galis Bangkalan

    No full text
    The increasingly advanced era has driven many changes in society, including among students at NU Galis Middle School in Bangkalan, Indonesia. One significant change is the widespread use of social media. Unwittingly, social media use can influence the learning outcomes of students. This mentoring program aims to investigate the influence of social media on the learning outcomes of students at NU Galis Middle School in Bangkalan. The Scientific Paper Writing (KTI) training program is for students at NU Galis Middle School in Bangkalan who are still in the learning process. In this study, the researcher will use a qualitative research approach. Qualitative research produces descriptive data in the form of words or writings from the participants observed. The results of this training demonstrate a significant relationship between writing creativity and the learning outcomes of students at NU Galis Middle School in Bangkalan. This indicates that the higher the intensity of writing, the higher the students' learning outcomes. The implication of this mentoring program is the importance of providing motivation and guidance to students in writing to improve the quality of their education.Perkembangan zaman yang semakin maju telah mendorong banyak perubahan dalam lingkungan masyarakat, termasuk di kalangan siswa SMP Islam Nahdlatul Ulama Galis Bangkalandi Indonesia. Salah satu perubahan yang signifikan adalah maraknya penggunaan media sosial. Tanpa disadari, penggunaan media sosial dapat mempengaruhi pembelajaran yang diterima oleh siswa. Pendampingan  ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh media sosial terhadap tingkat belajar siswa SMP Islam Nahdlatul Ulama Galis Bangkalan. Pendampingan Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) adalah siswa SMP Islam Nahdlatul Ulama Galis Bangkalanyang yang masih dalam proses pembelajaran. Dalam penelitin ini, peneliti akan mengunakan pendekatan penelitian secara kualitatif. Karena penelitian yang bersifat kualitatif dimana dimana dalam prosesnya menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata atau tulisan dari orang pelaku yang diamati. Hasil pelatihan ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kreatifitas menulis dan tingkat belajar siswa SMP Islam Nahdlatul Ulama Galis Bangkalan. Kondisi  ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan menulis, semakin tinggi  tingkat belajar siswa. Implikasi dari pendampingan ini adalah pentingnya memberi motivasi dan pendampingan dalam untuk berkarya dalam bidang penulisan di kalangan siswa SMP Islam Nahdlatul Ulama Galis Bangkalanuntuk meningkatkan kualitas pendidikan mereka

    Manajemen Penguatan Tata Kelola Keuangan Masjid Berbasis Transparansi dan Akuntabilitas

    No full text
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola keuangan masjid berbasis prinsip transparansi dan akuntabilitas di Masjid Al Mujahidin, Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Masjid sebagai lembaga keagamaan dan sosial memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola dana publik secara amanah, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun, masih banyak masjid yang menghadapi kendala dalam pencatatan dan pelaporan keuangan karena minimnya pemahaman pengurus terhadap praktik akuntansi dan prinsip good governance. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal, identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan penyusunan laporan keuangan, pendampingan praktik langsung, serta evaluasi hasil kegiatan. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif dan partisipatif, dengan melibatkan pengurus (takmir) secara langsung dalam proses pembelajaran dan implementasi sistem pelaporan keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman pengurus terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas. Masjid mulai menggunakan format laporan keuangan yang lebih sistematis, menerapkan publikasi laporan secara terbuka kepada jamaah, serta membentuk mekanisme evaluasi rutin. Peningkatan keterbukaan ini berdampak pada meningkatnya kepercayaan jamaah terhadap pengelolaan dana masjid. Dengan demikian, penguatan tata kelola keuangan berbasis nilai-nilai Islam dapat menjadi model pemberdayaan lembaga keagamaan dalam mewujudkan good governance yang berlandaskan amanah dan integritas.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola keuangan masjid berbasis prinsip transparansi dan akuntabilitas di Masjid Al Mujahidin, Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Masjid sebagai lembaga keagamaan dan sosial memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola dana publik secara amanah, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun, masih banyak masjid yang menghadapi kendala dalam pencatatan dan pelaporan keuangan karena minimnya pemahaman pengurus terhadap praktik akuntansi dan prinsip good governance. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal, identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan penyusunan laporan keuangan, pendampingan praktik langsung, serta evaluasi hasil kegiatan. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif dan partisipatif, dengan melibatkan pengurus (takmir) secara langsung dalam proses pembelajaran dan implementasi sistem pelaporan keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman pengurus terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas. Masjid mulai menggunakan format laporan keuangan yang lebih sistematis, menerapkan publikasi laporan secara terbuka kepada jamaah, serta membentuk mekanisme evaluasi rutin. Peningkatan keterbukaan ini berdampak pada meningkatnya kepercayaan jamaah terhadap pengelolaan dana masjid. Dengan demikian, penguatan tata kelola keuangan berbasis nilai-nilai Islam dapat menjadi model pemberdayaan lembaga keagamaan dalam mewujudkan good governance yang berlandaskan amanah dan integritas

    IMPLEMENTATION OF MODERATE LEADERSHIP IN EDUCATIONAL INSTITUTIONS IN CENTRAL LOMBOK

    No full text
    Moderate leadership is leadership that can be used to reconcile differences. The implementation of moderate leadership is the central point and policy determinant of activities to be implemented in the school environment. Moderate leadership aims to provide understanding to all teachers to work well, have high performance standards and in religious activities still uphold religious beliefs. This research uses a qualitative approach. Data was collected by in-depth interviews with informants. Researchers are the main key instrument in data collection. The data was analyzed using the stages of data presentation, data condensation and drawing conclusions. Checking the validity of the data is carried out by triangulation until the data is saturated. The research results show that the implementation of moderate leadership has been carried out well, with activities including: curriculum development, teacher training, student involvement, classroom environment. &nbsp

    Hermeneutika HERMENEUTIKA FAZLUR RAHMAN: DOUBLE MOVEMENT DALAM PENAFSIRAN AL-QUR’AN

    No full text
    Fazlur Rahman builds the assumption that the Qur'an must be able to be understood holistically. An idea that is at a later stage expressed in the method of double movement hermeneutics. The idea of ​​contextualizing the values ​​of the Qur'an is the starting point in this study. The resulting conclusion, departing from his understanding of hermeneutics, Fazlur Rahman succeeded in concocting a way to understand the Qur'an through what is called a double motion; from the present situation to the time the Qur'an was revealed, and then, from the time of the Qur'an back to the present situation. The main mission of the double movement is to find the moral ideal of the Qur'an rather than its specific legal. Rahman's contribution in changing the face of Islamic law can be seen in the application pattern of 'non-Muslim leadership'. Keyword: Fazlur Rahman, Double Movement, HermeneuticsFazlur Rahman membangun asumsi bahwa Al-Qur’an harus mampu dipahami secara holistik. Sebuah gagasan yang pada tahap selanjutnya diekspresikan dalam metode hermeneutika double movement. Ide mengkontekstualisasikan nilai-nilai Alquran menjadi titik tolak dalam kajian ini. Kesimpulan yang dihasilkan, berangkat dari pemahamannya terkait hermeneutika, Fazlur Rahman berhasil meramu cara memahami Al-Qur’an melalui apa yang disebut gerak ganda; dari situasi sekarang menuju masa Al-Qur’an diturunkan, dan kemudian, dari masa Al-Qur’an kembali menuju situasi sekarang. Misi utama dari double movement tersebut adalah menemukan ideal moral Al-Qur’an dibanding legal spesifiknya. Kontribusi Rahman dalam mengubah wajah hukum Islam dapat dilihat pada pola aplikasi ‘kepemimpinan non-muslim’.   Kata Kunci: Fazlur Rahman, Double Movement, Hermeneutik

    Strategi Pengelolaan Mutu Terpadu (Total Quality Management) dalam Sistem Pendidikan Islam Modern

    Get PDF
    This article examines the application of Total Quality Management (TQM) in the context of a modern Islamic education system with a focus on integrated quality management strategies. This research is motivated by the challenges faced by Islamic educational institutions in integrating modern quality management systems with Islamic values. Using a qualitative method with a library research approach, this research analyzes various literature and documents related to the implementation of TQM in Islamic education. The results show that the implementation of TQM in Islamic education requires a comprehensive and integrated approach that includes three main dimensions: spiritual, academic and managerial. The spiritual dimension emphasizes on strengthening Islamic values in every educational activity, the academic dimension focuses on improving the quality of learning and developing learners' competencies, while the managerial dimension is concerned with effective and efficient institutional management systems and procedures. The study identified several key factors that influence the success of TQM implementation, including strong leadership commitment, the quality of human resources and support from various stakeholders. The main challenges faced include resistance to change, limited resources, and the need to adapt modern management systems to Islamic values. The study also revealed that TQM implementation should take into account the special characteristics of Islamic educational institutions while maintaining Islamic values as the main foundation. The study recommends several important strategies, including the development of a TQM model integrated with Islamic values, the strengthening of the internal quality assurance system, and a continuous competency development program for all institution personnel. In addition, the study emphasizes the importance of building a sustainable quality culture, a good documentation system, and an effective monitoring and evaluation mechanism. Collaboration with various stakeholders and adaptation to technological developments are also emphasized as important factors in ensuring the sustainability of TQM programs in Islamic educational institutions. Artikel ini mengkaji penerapan Total Quality Management (TQM) dalam konteks sistem pendidikan Islam modern dengan fokus pada strategi pengelolaan mutu terpadu.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan Islam dalam mengintegrasikan sistem manajemen mutu modern dengan nilai-nilai keislaman.Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), penelitian ini menganalisis berbagai literatur dan dokumen terkait implementasi TQM dalam pendidikan Islam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TQM dalam pendidikan Islam memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi yang mencakup tiga dimensi utama: spiritual, akademik, dan manajerial. Dimensi spiritual menekankan pada penguatan nilai-nilai keislaman dalam setiap aktivitas pendidikan, dimensi akademik berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi peserta didik, sementara dimensi manajerial berkaitan dengan sistem dan prosedur pengelolaan lembaga yang efektif dan efisien.Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan implementasi TQM, termasuk komitmen kepemimpinan yang kuat, kualitas sumber daya manusia, dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.Tantangan utama yang dihadapi meliputi resistensi terhadap perubahan, keterbatasan sumber daya, dan kebutuhan untuk mengadaptasi sistem manajemen modern dengan nilai-nilai Islam.Studi ini juga mengungkapkan bahwa implementasi TQM harus memperhatikan karakteristik khusus lembaga pendidikan Islam dengan tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama.Penelitian ini merekomendasikan beberapa strategi penting, termasuk pengembangan model TQM yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam, penguatan sistem penjaminan mutu internal, dan program pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi seluruh personel lembaga.Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya membangun budaya mutu yang berkelanjutan, sistem dokumentasi yang baik, dan mekanisme monitoring serta evaluasi yang efektif. Kolaborasi dengan berbagai stakeholders dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi juga ditekankan sebagai faktor penting dalam menjamin keberlanjutan program TQM di lembaga pendidikan Isla

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI BENDA KONKRET SISWA KELAS V SD NEGERI 2 PENARUBAN

    Get PDF
    Penelitian ini bermaksud untuk mengeksplorasi pendayagunaan media konkret dalam menelaah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada materi Jenis Sumber Daya Alam di kelas V terhadap hasil belajar peserta didik. Riset ini diterapkan dengan dua siklus serta menggunakan pendekatan tindakan kelas. Sampel riset ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Penaruban yang terdiri dari 13 perempuan dan 12 laki-laki. Perbandingan antara siklus pertama dan siklus kedua menunjukkan peningkatan signifikan selama pencapaian belajar siswa setelah implementasi media benda konkret. Pada siklus pertama, skor rata-rata perolehan pembelajaran peserta didik mencapai 68,84, yang menunjukkan bahwa peserta didik belum meraih Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Setelah melakukan refleksi pada siklus pertama, perbaikan dilakukan pada siklus kedua dengan mengimplementasikan media benda konkret dalam pembelajaran. Pada siklus kedua, adanya kenaikan signifikan dalam perolehan pembelajaran peserta didik, dengan skor rata-rata mencapai 88,24. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan media konkret dalam pembelajaran IPA memiliki dampak konstruktif terhadap perolehan pembelajaran peserta didik. Peningkatan signifikan terjadi pada siklus kedua setelah implementasi media benda konkret. Oleh sebab itu, diusulkan supaya media konkret terus digunakan selama penelaahan IPA guna memajukan persepsi teori dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajara

    ZINA DALAM PRESPEKTIF HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 2023 TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA

    Get PDF
    This normative legal research aims to examine how Islamic law differs from Positive Law in Indonesia in this case Law No. 1 of 2023 concerning the Criminal Code regarding the act of adultery. Data sources obtained through comparative analysis studies. In general, there are differences in legal concepts between Islamic Law and Positive Law Law No. 1 of 2023 concerning the Criminal Code regarding the act of adultery, especially in terms of the punishment given. Islamic law provides a penalty of one hundred lashes for perpetrators of adultery, while Law No. 1 of 2023 concerning the Criminal Code states that adultery is a criminal act that can be punished with a sentence of 6 months to 1 yearThis normative legal research aims to examine how Islamic law differs from Positive Law in Indonesia in this case Law No. 1 of 2023 concerning the Criminal Code regarding the act of adultery. Data sources obtained through comparative analysis studies. In general, there are differences in legal concepts between Islamic Law and Positive Law Law No. 1 of 2023 concerning the Criminal Code regarding the act of adultery, especially in terms of the punishment given. Islamic law provides a penalty of one hundred lashes for perpetrators of adultery, while Law No. 1 of 2023 concerning the Criminal Code states that adultery is a criminal act that can be punished with a sentence of 6 months to 1 yea

    1,950

    full texts

    2,348

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇