Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
2348 research outputs found
Sort by
Strategi dan Kepemimpinan Kiai Dalam Meningkatkan Kualitas Dan Kuantitas Santri di Pondok Pesantren Miftahut Thullab Gedangan
Islamic boarding schools are traditional Islamic educational institutions for studying and practicing Islamic teachings by emphasizing the importance of religious knowledge and morals as guidelines for daily behavior. In Islamic boarding schools there are Kiai as leaders who have an important role in managing Islamic boarding schools, especially coaching in improving the quality and quantity of students. Of course, this is not easy, so there needs to be a strategy that Kiai has to implement to improve the quality and quantity of the students. Based on this, there are three problems that are the focus of discussion in this research, namely First, What is the Kiai’s Strategy for Improving the Quality and Quantity of Santri at the Miftahut Thullab Gedangan Islamic Boarding School? Second, what is the quality of the students at the Miftahut Thullab Gedangan Islamic Boarding School? Third, what is the quantity of students at the Miftahut Thullab Gedangan Islamic Boarding School?. The results of the research conducted show that: First, there are several strategies used by Kyai to improve the quality of santri, namely the strategy for dividing leadership tasks, the strategy for empowering asatid, the strategy for preparing programs for santri and the strategy for involving kiai in every activity. The Kiai’s strategies for increasing the quantity of santri are: Strategy for creating a forum for santri guardians, strategy for distributing santri, strategy for widening the wings of Islamic boarding schools in each village, strategy for social media and print media and collaboration strategy for book and general lessons. Second, there are several qualities of students that researchers found, namely, Intellectual Quality, Spiritual Quality, Quality of Skills and Knowledge obtained in accordance with Community Needs. Third, the strategy carried out by the Gedangan Islamic Boarding School Kiai affects the quantity of students from year to year, initially there were only a few students, after this strategy the quantity of students increased, because every year it increased by 80-90, while the number of students now in 2023 is the same as The researchers’ findings amounted to 695 students.Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional Islam untuk mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya pengetahuan dan moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari. Dalam pondok ppesantren ada Kiai sebagai pemimpin yang mempunyai peranan penting dalam melakukan pengelolaan pesantren, khususnya pembinaan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas santri. Tentu hal ini tidak mudah, maka perlu adanya strategi yang dimiliki Kiai yang harus dilakukan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas santri tersebut. Berdasarkan hal tersebut, maka ada tiga permasalahan yang menjadi fokus pembahasan dalam penelitian ini, yaitu Pertama, Bagaimana Strategi Kiai dalam Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Santri di Pondok Pesantren Miftahut Thullab Gedangan? Kedua, Bagaimana Kualitas Santri di Pondok Pesantren Miftahut Thullab Gedangan? Ketiga, Bagaimana Kuantitas Santri di Pondok Pesantren Miftahut Thullab Gedangan.? Hasil penelitian yang dilakukan menujukan bahwa: Pertama, ada beberapa strategi yang digunakan Kyai dalam meningkatkan kualitas santri, yaitu strategi pembagian tugas pimpinan, strategi pemberdayaan asatid, strategi penyusunan program untuk santri dan strategi keterlibatan kiai di setiap kegiatan. Adapun strategi Kiai dalam meningkatkan kuantitas santri, yaitu: Strategi pembuatan wadah untuk wali santri, strategi pendistribusian santri, strategi pelebaran sayap pondok pesantren di setiap desa, strategi media sosial dan media cetak dan strategi kolaborasi pelajaran kitab dan umum. Kedua, ada beberapa kualitas santri yang peneliti temukan, yaitu, Kualitas Intelektual, Kualitas Spiritual, Kualitas Keterampilan dan Pengetahuan yang didapat Sesuai dengan Kebutuhan Masyarakat. Ketiga, Strategi yang dilakukan Kiai Pondok Pesantren Gedangan mempengaruhi kuantitas santri dari tahun ke tahun, yang awalnya santri hanya sedikit, setelah adanya strategi tersebut kuantitas santri semakin meningkat, karena setiap tahunnya bertambah 80-90-an, sedangkan jumlah santri sekarang pada tahun 2023 sesuai temuan peneliti berjumlah 695 santri
Penerapan Cooperative Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Arab: Studi Kasus di MIS Tanwirul Islam II Sampang
One of the skills desired by students is speaking skills in Arabic. In 2023, MIS Tanwirul Islama II Sampang students' Arabic speaking skills were quite low, because when learning Arabic, especially speaking skills, teachers did not use interesting and effective models, media, and strategies, so that students when learning Arabic were less interested in speaking Arabic. This year, MIS Tanwirul Islam II teachers tried to use an Arabic learning model that attracted students' interest in speaking Arabic by using the Cooperative Learning learning model. The type of research is a qualitative case study approach. In this study, data collection was also carried out by means of observation, interviews with the principal, teachers, and students of the madrasah, as well as conducting documentation at the MIS Tanwirul Islam II madrasah. The results of this study, with the implementation of the cooperative learning model, students learned to speak Arabic in groups so that there was an increase in speaking skills, this was proven by the enthusiasm of students when taking lessons, in addition, students' Arabic speaking skills were also getting better compared to previous years.
Salah satu keterampilan yang diinginkan siswa adalah keterampilan berbicara dalam bahasa arab, Di tahun 2023 MIS Tanwirul Islama II Sampang keterampilan berbicara bahasa arab siswa cukup rendah, dikarenakan ketika dipembelajaran bahasa arab khususnya keterampilan berbicara guru tidak menggunakan model, media dan strategi yang menarik dan efektif maka sebab itu siswa ketika pembelajaran bahasa arab kurang menarik minat siswa untuk berbicara bahasa arab. Di tahun ini guru MIS Tanwirul Islam II berupaya untuk menggunakan model pembelajaran bahasa arab yang menerik minat siswa untuk berbicara bahasa arab dengan menngunakan model pembelajaran Cooperative Learning. Adapun jenis penelitian ini studi kasus pendekatan kulitatif. Dalam penelitian ini juga dilaksanakan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dengan kepala, guru dan siswa madrasah, serta melakuka dokumengtasi di madrasah MIS Tanwirul Islam II. Hasil penelitian ini, dengan di terapkannya model cooperative learning siswa belajar berbicara bahasa arab dengan cara berkelompok sehingga terjadinya peningkatan ketermapilan berbicara, itu terbukti dengan bersemangatnya peserta didik ketika mengikuti pelajaran, selain itu keterampilan berbicara bahasa arab siswa juga semakin baik di bandingkan tahun-tahun sebelumnya
Pelatihan Peningkatan Akuntabilitas BUMDes melalui Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan fondasi krusial bagi pengelolaan BUMDes yang akuntabel dan transparan, sesuai dengan kewajiban regulasi. Namun, observasi awal pada BUMDes Desa Kara mengidentifikasi adanya sejumlah pengelola yang mengalami kesulitan signifikan dalam menguasai keterampilan dasar akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, yang berpotensi menghambat transparansi dan keberlanjutan usaha mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan intervensi terstruktur melalui program pelatihan dan pendampingan intensif guna meningkatkan literasi dan pemahaman para pengelola mengenai proses penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan BUMDes yang standar. Kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan fokus utama pada bimbingan teknis (bimtek) dan pendampingan intensif. Materi yang disampaikan meliputi penyusunan laporan keuangan dasar (neraca dan laba rugi) serta analisis penting seperti harga pokok produksi (HPP). Kombinasi metode manual dan pelatihan aplikasi digunakan, yang secara nyata menghasilkan peningkatan signifikan pada kompetensi teknis dan manajerial para pengelola.Laporan keuangan merupakan fondasi krusial bagi pengelolaan BUMDes yang akuntabel dan transparan, sesuai dengan kewajiban regulasi. Namun, observasi awal pada BUMDes Desa Kara mengidentifikasi adanya sejumlah pengelola yang mengalami kesulitan signifikan dalam menguasai keterampilan dasar akuntansi dan penyusunan laporan keuangan, yang berpotensi menghambat transparansi dan keberlanjutan usaha mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan intervensi terstruktur melalui program pelatihan dan pendampingan intensif guna meningkatkan literasi dan pemahaman para pengelola mengenai proses penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan BUMDes yang standar. Kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan fokus utama pada bimbingan teknis (bimtek) dan pendampingan intensif. Materi yang disampaikan meliputi penyusunan laporan keuangan dasar (neraca dan laba rugi) serta analisis penting seperti harga pokok produksi (HPP). Kombinasi metode manual dan pelatihan aplikasi digunakan, yang secara nyata menghasilkan peningkatan signifikan pada kompetensi teknis dan manajerial para pengelola
Sabar dan Shalat dalam Tafsir Al-Baqarah Ayat 45-46: Sabar dan Shalat dalam Tafsir Al-Baqarah ayat 45-46
Patience (sabar) is a crucial moral quality emphasized in the Quran, mentioned over a hundred times in both Makki and Madani surahs. Scholars like Al-Ghazali, Ibn al-Qayyim, and Abu Thalib al-Makki have highlighted its importance, with Al-Ghazali noting it appears seventy times and Ibn al-Qayyim around ninety times. Patience encompasses various meanings, including restraint, endurance, and perseverance. Given its prevalence in the Quran and its fundamental significance in Islam, particularly in Surah Al-Baqarah verses 45-46, this study aims to explore the concept of patience within these verses using a tahlili tafsir method and literature review approach. It draws from several tafsir texts and journals for reference, while also addressing the asbabun nuzul (causes of revelation) and the grammar of the verses. The analysis reveals that patience is not merely about self-restraint but also involves strong hope and steadfastness. Both patience and prayer serve as sources of spiritual strength, bringing peace to the soul and enhancing one's closeness to Allah.Sabar merupakan akhlak yang sangat penting dalam Al-Qur'an, yang ditekankan baik dalam surat-surat Makkiyah maupun Madaniyyah, dan disebutkan lebih dari seratus kali. Berbagai ulama, seperti Al-Ghazali, Ibnul Qoyyim, dan Abu Thalib Al-Makky, menekankan pentingnya sabar, dengan Al-Ghazali menyatakan sebutannya mencapai tujuh puluh kali, sementara Ibnul Qoyyim mencatat sekitar sembilan puluh kali. Sabar memiliki makna yang beragam, termasuk melarang, kesulitan, dan menghimpun.. Karena begitu banyaknya kata sabar dalam Al-Quran dan sabar merupakan konsep fundamental dalam Islam yang sangat ditekankan dalam Al-Qur'an, terutama dalam Surat Al-Baqarah ayat 45-46. Maka penilitian ini bertujuan agar mengungkap sabar dalam Q.S. Al-baqarah Ayat 45-46 dengan metode tafsir tahlili, dan pendekatan studi literatur. Diambil dari beberapa kitab tafsir dan beberapaa jurnal sebagai bahan refrensi. Serta akan diungkapkan Asbabun Nuzul serta tata bahasa dalam ayat tersebut. Analisis terhadap ayat ini menunjukkan bahwa sabar bukan hanya sekadar menahan diri, tetapi juga melibatkan pengharapan yang kuat dan keteguhan hati. Sabar dan salat berfungsi sebagai sumber kekuatan spiritual, yang mampu membawa ketenangan jiwa serta meningkatkan kedekatan seseorang kepada Allah
Eskalasi Kebencian Terhadap Yahudi dalam Hadis: Tinjauan Hermeneutika Double Movement
This article examines the escalation of conflict between the Muslim and Jewish communities during the Prophet Muhammad’s era through three main phases: theological conflict, betrayal, and the escalation of expulsions. Using Fazlur Rahman’s double-movement hermeneutics, this study highlights the socio-historical context underlying hadiths that are often perceived as supporting hatred toward Jews. The theological conflict is explained as Islam’s effort to strengthen its identity as an independent religion amidst the prevailing culture of abrogating previous teachings. The betrayal phase is analyzed as a response to actual threats from certain Jewish groups that violated political treaties. Meanwhile, the expulsions and raids in the final phase are understood as the culmination of a long-standing escalation.
In the second movement of hermeneutics, these hadiths are reinterpreted to emphasize that the Prophet’s actions were primarily driven by political pragmatism and the security needs of a vulnerable Muslim community, rather than racial or religious hatred. This deconstruction opens space for a more inclusive reading, positioning the hadiths as products of complex historical situations. Therefore, this study aims to provide a balanced perspective in understanding conflict-related hadiths and to prevent the misuse of religious texts to justify hatred in the modern era.Artikel ini membahas eskalasi konflik antara komunitas Muslim dan Yahudi pada masa Nabi Muhammad melalui tiga fase utama: konflik teologis, pengkhianatan, dan eskalasi berupa pengusiran. Dengan pendekatan hermeneutika ganda Fazlur Rahman, penelitian ini menyoroti konteks sosio-historis yang melatarbelakangi hadis-hadis yang sering dianggap mendukung kebencian terhadap Yahudi. Konflik teologis dijelaskan sebagai upaya Islam untuk memperkuat identitasnya sebagai agama yang independen di tengah budaya abrogasi ajaran sebelumnya. Konflik pengkhianatan diurai sebagai respons terhadap ancaman nyata dari beberapa kelompok Yahudi yang melanggar perjanjian politik. Sementara itu, pengusiran dan penyerbuan yang terjadi pada fase terakhir dipahami sebagai puncak dari eskalasi yang telah lama berlangsung.
Pada gerakan kedua hermeneutika, hadis-hadis tersebut direinterpretasi untuk menegaskan bahwa tindakan Nabi lebih didasarkan pada pragmatisme politik dan keamanan komunitas Muslim yang masih rentan, bukan pada kebencian rasial atau agama. Dekonstruksi ini membuka ruang bagi pembacaan yang lebih inklusif, menempatkan hadis sebagai produk situasi sejarah yang kompleks. Dengan demikian, penelitian ini berupaya memberikan perspektif yang seimbang dalam memahami hadis-hadis konflik dan menghindari penyalahgunaan teks-teks agama untuk membenarkan kebencian di era modern
TAFSIR ILMU TABYIN: Kemahaluasan Khazanah Ilmu Pengetahuan Islam
Al-Quran al-Karim as the holy book of Muslims is the first and main source of information and inspiration (al-maraji' al-Ula wa al-Awla). However, to be able to get this information and inspiration, it is not as easy as studying the series of letters with their harakat decoration. There needs to be a set of tools that can be used accurately. This activity is called interpretation; efforts to understand the meaning, law and wisdom of the Koran. Such activities are carried out with various approaches complete with styles. One of them is the scientific approach which has become known as Ilmi Tafsir. He is relatively young. Even though the seeds are relatively old. Precisely around the 19th century AD because at that time, Muslims experienced an inferiority complex due to advances in Western science and technology. Meanwhile, Muslims are in the opposite condition. In fact, long before that, when Islam entered Europe, Muslims were the masters of everything, especially science. To restore a pulse that had been dead for a long time, most Islamic figures and scientists began to seriously examine scientific texts in the Koran. This is the basis for the emergence of Tafsir Ilmi. So that at the climax point it can be produced that the Koran contains everything, including scientific things. Even the Koran precedes science. This turning point is what Muslims all over the world really need to understand. Scientific Tafsir is the right solution in an effort to rediscover the vastness of the treasures of knowledge in Islam, as stated in its holy book, the Al-Quran.
Keywords: Scientific Tafsir, European Islam, Ummatan Wasathan.
Al-Quran al-Karim as the holy book of Muslims is the first and main source of information and inspiration (al-maraji' al-Ula wa al-Awla). However, to be able to get this information and inspiration, it is not as easy as studying the series of letters with their harakat decoration. There needs to be a set of tools that can be used accurately. This activity is called interpretation; efforts to understand the meaning, law and wisdom of the Koran. Such activities are carried out with various approaches complete with styles. One of them is the scientific approach which has become known as Ilmi Tafsir. He is relatively young. Even though the seeds are relatively old. Precisely around the 19th century AD because at that time, Muslims experienced an inferiority complex due to advances in Western science and technology. Meanwhile, Muslims are in the opposite condition. In fact, long before that, when Islam entered Europe, Muslims were the masters of everything, especially science. To restore a pulse that had been dead for a long time, most Islamic figures and scientists began to seriously examine scientific texts in the Koran. This is the basis for the emergence of Tafsir Ilmi. So that at the climax point it can be produced that the Koran contains everything, including scientific things. Even the Koran precedes science. This turning point is what Muslims all over the world really need to understand. Scientific Tafsir is the right solution in an effort to rediscover the vastness of the treasures of knowledge in Islam, as stated in its holy book, the Al-Quran.
Keywords: Scientific Tafsir, European Islam, Ummatan WasathanAl-Quran al-Karim sebagai kitab suci umat Islam adalah sumber informasi dan inspirasi pertama dan utama (al-maraji’ al- Ula wa al-Awla). Namun demikian, untuk dapat mengambil informasi dan inspirasi tersebut, tidak semudah mempelajari rangkaian huruf-hurufnya dengan hiasan harakat-harakatnya. Perlu ada seperangkat alat yang dapat digunakan secara akurat. Kegiatan itulah yang disebut dengan penafsiran; upaya memahami makna, hukum dan hikmah al-Quran. Kegiatan demikian dilakukan dengan beragam pendekatan lengkap dengan coraknya. Salah satunya adalah dengan pendekatan Ilmiah yang kemudian dikenal dengan Tafsir Ilmi. Umurnya relatif muda. Meskipun bibitnya ralatif tua. Tepatnya sekitar abad Ke-19 M. karena pada masa itu, umat Islam mengalami inferiority complex atas kemajuan sains dan teknologi Barat. Sedang umat Islam berada dalam kondisi sebaliknya. Padahal jauh sebelum itu, pada masa Islam menapaki bumi Eropa, Umat Islam adalah pemangku segalanya, terutama Ilmu pengetahuan. Untuk mengembalikan denyut nadi yang sekian lama mati, sebagian besar tokoh dan ilmuwan Islam mulai serius meneliti teks-teks ilmiah di dalam al-Quran. Inilah yang menjadi dasar munculnya Tafsir Ilmi. Sehingga pada titik klimaks dapat dihasilkan, bahwa al-Quran mengandung segala hal, termasuk hal-hal yang ilmiah. Bahkan al-Quran mendahaului ilmu pengetahuan. Titik balik inilah yang sangat perlu dipahami oleh umat Islam di seluruh dunia. Tafsir Ilmi menjadi solusi tepat Dalam upaya mengarungi kembali kemahaluasan khazanah ilmu pengetahuan di dalam Islam, sebagaimana termaktub dalam kitab sucinya, Al-Quran.
Kata kunci: Tafsir Ilmi, Islam Eropa, Ummatan Wasathan
KONSEP PENGUATAN IMAN KEPADA HARI AKHIR DALAM AL-QUR’AN DAN IMPLIKASINYA DALAM KEHIDUPAN
A person's behavior is closely related to his faith in Allah and the last day. The phenomenon of declining morals indicates the weakness of one's faith which results in damage to society and even the nation. For this reason, the right steps are needed to strengthen faith in the last day. With this research, the author tries to explain the concept of strengthening faith in the last day in the Qur'an and its implications in his life. The method used in this research is a qualitative method with a library research approach. Data analysis was performed using content analysis techniques. The primary data source in this study was the thematic Al-Qur'an of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia while the secondary data source was obtained in literature by seeking information and data in the form of journals, books, and social media related to research. Based on the results of the study, one of them was found at 1Al-yaum al-akhir, yaumulqiyamah, yaumul-hasyr, yaumul reckoning, yaumud-din or yaumuljaza', yaumud-tanad, yumut talaq, yaumulfasl, yaumulTagabun. As for the implications for life, it will encourage humans to be better and aware of their every action.
Keywords: faith, last day, as-sa'ahPerilaku seseorang sangat berkaitan dengan keimanannya kepada Allah dan hari akhir. Fenomena menurun nya moral menandakan lemahnya keimanan seseorang yang mengakibatkan kerusakan pada masyarakat bahkan bangsa. Untuk itu dibutuhkan langkah yang tepat untuk menguatkan iman pada hari akhir. Dengan penelitian ini, penulis berusaha untuk menjelaskan konsep penguatan iman kepada hari akhir dalam Al-Qur’an dan implikasinya dalam kehidupannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan study pustaka (library research). Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Al-Qur’an tematik KEMENAG RI sedangkan sumber data sekunder diperoleh secara literature dengan mencari informasi dan data berupa jurnal, buku-buku, dan media sosial yang bersangkutan dengan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan salah satunnya pada Al-yaum al-akhir, yaumul qiyamah, yaumul-hasyr, yaumul hisab, yaumud-din atau yaumul jaza’, yaumud-tanad, yumut talaq, yaumul fasl, yaumul Taghabun. Adapun implikasinya terhadap kehidupan, akan mendorong manusia lebih baik dan waspada akan setiap tindakannya.
Kata kunci: iman,hari akhir, as-sa’a
FLEKSIBILITAS SISWA MTs DALAM MENYELESAIKAN PERSAMAAN LINIER SATU VARIABEL DITINJAU DARI PERBEDAAN JENIS KELAMIN
Siswa seringkali mengalami kesulitan ketika diberi soal yang berbeda dari contoh soal yang diberikan oleh guru. Siswa juga terkadang tidak dapat menuntaskan pekerjaannya dengan alasan kurangnya waktu yang diberikan. Salah satu yang mempengaruhi hal ini yaitu ketidakmampuan santri memilih langkah yang tepat dalam pengerjaan, atau bahkan ketidaktahuan santri tentang adanya langkah lain yang bisa ditempuh dalam penyelesaian soal atau bisa dikatakan siswa tidak fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan fleksibilitas siswa laki-laki dalam menyelesaikan persamaan linier satu variabel dan fleksibilitas siswa perempuan dalam menyelesaikan persamaan linier satu variabel.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang profil fleksibilitas siswa MTs. Dalam menyelesaikan persamaan linier satu variable ditinjau dari perbedaan jenis kelamin
Penelitian ini menunjukkan siswa laki-laki, dua dari tiga siswa, memberikan cara penyelesaian lain yang lebih praktis dan cepat. Cara lain yang mereka gunakan bukan diajarkan oleh guru matematika di kelas, melainkan dari hasil pemikirannya sendiri untuk mencari cara yang lebih cepat daripada cara yang diajarkan oleh guru. Mereka juga mampu memutuskan cara mana yang paling tepat untuk mereka gunakan ketika mengerjakan soal. dengan cara yang sama yang diajarkan oleh gurunya, cara distributif kemudian dilanjutkan dengan mengelompokkan suku sejenis, tidak memperdulikan bentuk dan karakteristik soal. Karena adanya perbedaan antara fleksibilitas siswa laki-laki dan perempuan terutama dalam memikirkan atau memutuskan strategi yang akan dipakai dalam menyelesaikan persamaan linier satu variabel, maka sebaiknya guru mendesain pembelajaran dengan mempertimbangkan kecenderungan berpikir mereka agar dapat meningkatkan fleksibilitas keduanya dengan maksimal, misalnya dengan mengajak siswa terlibat untuk membandingkan beberapa cara dalam beberapa situasi.
Kata Kunci: fleksibilitas, persamaan linier. Satu variableStudents often experience difficulties when given problems that are different from the examples given by the teacher. Students also sometimes cannot complete their work due to the lack of time given. One of the factors that influences this is the inability of students to choose the right steps in the work, or even the students' ignorance about the existence of other steps that can be taken in solving the problem or it can be said that students are not flexible. This study aims to determine and describe the flexibility of male students in solving linear equations of one variable and the flexibility of female students in solving linear equations of one variable. This study is a qualitative descriptive study.
The purpose of this study is to describe the profile of MTs students' flexibility. In solving linear equations of one variable in terms of gender differences This study shows that male students, two out of three students, provide other, more practical and faster ways of solving. The other methods they use are not taught by the math teacher in class, but from their own thoughts to find a faster way than the method taught by the teacher. They are also able to decide which method is most appropriate for them to use when working on problems. in the same way taught by the teacher, the distributive method is then continued by grouping similar terms, regardless of the form and characteristics of the problem. Because of the differences between the flexibility of male and female students, especially in thinking about or deciding on the strategy to be used in solving linear equations of one variable, teachers should design learning by considering their thinking tendencies in order to maximize the flexibility of both, for example by inviting students to be involved in comparing several methods in several situations.
Keywords: flexibility, linear equations. One variabl
STRATEGI QIRA'AH DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI MI
This research is motivated by problems related to reading strategies in Arabic language learning. Starting from getting to know more closely what a strategy is to what is called a laearning strategy, what are the objectives of reading strategies in learning Arabic, especially in Islamic elementary schools or beginner level, and various kinds of reading strategies in an effort to achve maximum results in the language learning process Arabic, especially at Islamic elementary school. In exploring this reasearch, the researcher conducted a library study or library research to help make it easier to find references wich could be in the form of books and journals. So, in the results the researcher raised several reading strategies that can be used in learning Arabic at Islamic elementary school, including: 1) reading aloud, 2) reading silently 3) reading quickly, 4) recreational reading, 5) analytical readingPenelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan terkait strategi qiro’ah dalam pembelajaran bahasa Arab. Dimulai dari mengenal lebih dekat terkait apa itu strategi hingga yang disebut sebagai strategi pembelajaran, apa saja tujuan dari strategi qiro’ah dalam pembelajaran bahasa Arab khususnya di MI atau tingkat pemula, dan berbagai macam stategi qiro’ah dalam upaya tercapainya hasil yang maksimal pada proses pembelajaran bahasa Arab terutama di tingkat MI. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui lebih lanjut dan lebih luas terkait strategi qiro’ah yang dapat diterapkan pada pembelajaran bahas Arab di MI. Dalam mendalami penelitian ini peneliti melakukan studi perpustakaan atau library research untuk membantu memudahkan dalam menemukan referensi yang dapat berupa buku dan jurnal. Sehingga, pada hasilnya peneliti mengangkat beberapa strategi qiro’ah yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahas Arab di MI, antara lain: 1) membaca keras (Al-Qira’ah Jahriyah), 2) membaca dalam hati (Al-Qiraah Ash-shamitah), 3) membaca cepat (Al-Qiraah as-sari’ah), 4) membaca rekreatif (Al-Qira’ah al-istimta’iyyah), membaca analistik (Al-Qira’ah attahiliyah).
Kata Kunci: Strategi Qiro’ah; Pembelajaran Bahasa Arab; M
Penerapan Layanan Konseling Individual dengan Menggunakan Pendekatan Gestalt Untuk Mengurangi Stres Akademik Siswa di SMKN 1 Percut Sei Tuan
This study was conducted by researchers to address the issue of academic stress experienced by students at SMKN 1 Percut Sei Tuan. Academic stress is a state of pressure arising from school demands, such as numerous assignments and high expectations from teachers or the environment. This pressure can affect students' behavior in learning and impact both their academic performance and mental health.
The purpose of this research is to reduce students' academic stress by implementing individual counseling services using the Gestalt approach. The Gestalt approach was chosen because it focuses on students' self-awareness, which is expected to help them view problems holistically and develop responsibility in addressing these issues.
This study is a qualitative research with a descriptive approach, involving three students as subjects. Data were collected through observations and interviews to identify the factors of academic stress experienced by students and to evaluate the effectiveness of the counseling provided. Data analysis was carried out through reduction, data presentation, and conclusion drawing.
The research findings indicate that individual counseling services using the Gestalt approach significantly reduce students' academic stress levels. Before counseling, students exhibited high-stress symptoms that affected their behavior and academic outcomes. After receiving counseling, they became more capable of managing their time and meeting academic demands more effectively.
Penelitian ini dilakukan oleh peneliti untuk mengatasi permasalahan stres akademik yang dialami siswa di SMKN 1 Percut Sei Tuan. Stres akademik adalah kondisi tekanan yang muncul akibat tuntutan sekolah, seperti banyaknya tugas dan ekspektasi yang tinggi dari guru atau lingkungan. Tekanan ini dapat memengaruhi perilaku siswa dalam belajar dan berdampak pada hasil akademik serta kesehatan mental mereka.
Penelitian ini bertujuan mengurangi stres akademik siswa dengan menerapkan layanan konseling individual menggunakan pendekatan Gestalt. Pendekatan Gestalt dipilih karena berfokus pada kesadaran diri siswa, yang diharapkan dapat membantu mereka melihat masalah secara menyeluruh dan mengembangkan tanggung jawab untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan tiga siswa sebagai subjek. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi faktor-faktor stres akademik yang dialami siswa dan untuk mengevaluasi efektivitas konseling yang diberikan. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling individual dengan pendekatan Gestalt mampu mengurangi tingkat stres akademik siswa secara signifikan. Sebelum layanan konseling, siswa menunjukkan gejala stres tinggi yang berdampak pada perilaku dan hasil belajar. Setelah menerima konseling, mereka mulai mampu mengatur waktu dan memenuhi tuntutan akademik dengan lebih baik