Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
2348 research outputs found
Sort by
Pendekatan Sastra Bahasa dalam Metodologi Tafsir “Aisyah Abd Rahman Bintu Syathiâ€
Al-Qur'an is the Arabic language holy book that contains the highest literature. Then the interpretation of the Qur'an will be more objective if it is done with a literary approach, not a scientific or other approach. Because of the characteristics of the Qur'an itself which is the highest literature, it would be more appropriate to approach it with a language literature approach. This paper aims to describe the language literature approach that’s contained in Bintu Syathi's interpretation methodology. This research is a qualitative research with a type of literature review. The results of this study are that the language literature approach contained in Bintu Syathi' thematic interpretation methodology is never separated from extrinsic criticism and intrinsic criticism. He uses extrinsic criticism at the stage of understanding the what arroud of the Qur'an. Meanwhile, he used intrinsic criticism at the stage of understanding the mafi AlQur'an or what is in the Qur’an when interpreting the Al-Qur'a
Issues of Radicalism and The Part of The Counselor In Islamic Premise School
Radicalism has ended up a really vital issue to be examined as of late, according to Cross (2013) radicalism could be a term inside the scope of social and political developments which suggests a prepare, hone, or set of convictions from a non-radical circumstance to a radical one. In understanding with Cross's conclusion, radicalism is continuously labeled on social bunches and indeed social instruction based on Islam that tries to apply different rules that are in understanding with Islamic sharia in it. The issue is, instructive social bunches or school bunches that get the name get negative branding in a few communities. In the interim, the time of society 5.0 is an period of openness that requires individuals to think transparently in arrange to lead a super shrewd society and in understanding with the development of science and innovation. This consider employments the library inquire about strategy, which is the strategy utilized to gather in-depth data and information through writing, books, notes, magazines and other references. The comes about in this consider show that the issue of radicalism isn't in understanding with the period of society 5.0 which requests savvy individuals in their exercises and getting data. So that counselors in educational institutions have an awfully central part in giving keen data to understudies through different counseling administrations. The comes about of this think about too appear that the issue of radicalism is genuine in common instruction educate and instructive educate with an Islamic premise so that school counselors ended up the initiate in arrange to check radicalism in schools.Radikalisme menjadi isu yang sangat penting untuk dikaji akhir-akhir ini, menurut Cross (2013) radikalisme merupakan istilah dalam lingkup gerakan sosial maupun politik yang berarti sebuah proses, praktik, atau serangkaian keyakinan dari keadaan non-radikal menjadi radikal. Sesuai dengan pendapat Cross tersebut radikalisme senantiasa dilabelkan pada kelompok sosial dan bahkan sosial pendidikan yang basis islam yang mencoba untuk menerapkan berbagai aturan-aturan yang sesuai syariah islam didalamnya. Masalahnya, kelompok sosial pendidikan atau kelompok sekolah yang mendapat label tersebut mendapat branding negative disebagian masyarakat. Sedangkan Era society 5.0 merupakan era keterbukaan yang menuntut masyarakat berpikir terbuka dalam rangka menuju masyarakat yang super smart dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknelogi. Penelitian ini menggunakan metode library research yakni metode yang digunakan dengan mengumpulkan informasi dan data secara mendalam melalui literature, buku, catatan, majalah dan referensi lainnya. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa isu radikalisme tidak sesuai dengan era society 5.0 yang menuntut masyarakat smart dalam beraktifitas dan menerima informasi. Sehingga konselor di lembaga pendidikan memiliki peran yang sangat sentral dalam memberikan informasi smart kepada siswa melalui berbagai macam layanan konseling. Hasil dari penelitian ini pun menunjukkan isu radikalisme memang benar adanya di lembaga pendidikan umum dan lembaga pendidikan dengan basis islam sehingga konselor sekolah menjadi ujung tombak dalam rangka menangkal radikalisme di sekola
ANALISIS PERILAKU SANTRI PUTRI TERHADAP LOCAL NAME BRANDED DAN LOCAL NAME UNBRANDED PADA PRODUK JILBAB DALAM TINJAUAN TEORI PERILAKU KONSUMEN ISLAM
Memiliki barang branded pada saat ini merupakan suatu hal yang dikonsumsi oleh beberapa kalangan salah satunya pada kalangan millenial. Banyak konsumen yang memandang merek yang mereka beli dan gunakan sebagai ekspresi dari siapa mereka, atau dengan kata lain mereka menggunakan merek sebagai media untuk mempresentasikan identitas mereka kepada orang lain.salah satu produk di dunia industri halal yang diminati ialah fashion muslim terutama produk jilbab. Akibatnya, perilaku santri putri Pondok Pesantren Ngalah bergeser yang awalnya enggan untuk memiliki barang yang unbrandedmenjadi brandeddan tanpa memperhatikan antara kebutuhan dan keinginan yang sesuai dengan prinsip-prinsip perilaku konsumen Islam.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku santri putri Pondok Pesantren Ngalah terhadap produk jilbab yang bermerek dan tidak bermerek serta ditinjau dari teori perilaku konsumen Islam.metode yang digunakan kualitatif melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil yang disampaikan bahwa 60% santri putri cenderung pada jilbab yang unbrandeddan 40% pada jilbab yang branded.hal tersebut menghasilkan 3 aspek yaitu; aspek pemborosan, aspek mencari kesenangan, dan pembelian secara impulsif. Jika ditinjau dari teori perilaku konsumen Islam ada 6 prinsip yaitu; prinsip syariah, kuantitas, prioritas, sosial, kaidah lingkungan, dan prinsip tidak meniru. Perilaku santri tersebut sudah sesuai dengan teori perilaku konsumen Islam
ANALISIS HUKUM WARIS ISLAM DALAM RANCANGAN UU WARIS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dan implikasi dari Rancangan Undang-Undang (UU) Waris terhadap praktik pembagian warisan di Indonesia, khususnya dalam konteks hukum waris Islam. Penelitian ini melibatkan studi literatur, analisis teks rancangan UU Waris, yang terkait dengan praktik pembagian warisan di Indonesia. Beberapa aspek yang dibahas dalam penelitian ini antara lain persyaratan syariah dalam hukum waris Islam, pembagian warisan antara ahli waris, keadilan gender dalam pembagian warisan, dan perlindungan hak pewaris. Penelitian ini dilakukan karena Rancangan UU Waris yang diusulkan oleh pemerintah pada tahun 2020 masih dalam tahap pembahasan di DPR dan perlu dikaji lebih lanjut terkait dampak dan implikasinya terhadap praktik pembagian warisan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rancangan UU Waris perlu dikaji ulang terkait beberapa aspek, seperti persyaratan syariah dalam hukum waris Islam dan pembagian warisan antara ahli waris yang tidak seiman. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa praktik pembagian warisan di Indonesia masih membutuhkan perbaikan dalam hal keadilan gender dan perlindungan hak pewaris. Dalam kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pembahasan Rancangan UU Waris serta memberikan rekomendasi terkait praktik pembagian warisan yang lebih adil dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dalam hukum waris Islam di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah, ahli hukum, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas praktik pembagian warisan di Indonesia.
 
DAMPAK KARTEL TERHADAP SCARCITY MINYAK GORENG DALAM PERSPEKTIF UU NO.5 TAHUN 1999 DAN HUKUM EKONOMI SYARIAH
Kartel minyak goreng di Pasar Lawang merupakan sekelompok pelaku usaha yang bisnisnya dapat mempengaruhi harga minyak goreng dengan cara mengatur jumlah distribusi dan mendapatkan keuntungan yang tinggi, serta dapat menimbulkan persaingan tidak sehat yang menyebabkan konsumen tidak ada pilihan lain terutama dalam hal harga karena penguasaan dan distribusi barang dengan cara menerapkan harga yang sangat tinggi dan tidak wajar. Dampak yang ditimbulkan terhadap perekonomian yaitu terjadinya inflasi dan scarcity minyak goreng. Sedangkan dampak dari segi konsumen adalah mereka akan kehilangan pilihan harga, kualitas yang bersaing dan pelayanan jual beli yang baik. Permasalahan yang ada pada penelitian ini ada tiga, yaitu bagaimana dampak yang ditimbulkan kartel terhadap Scarcity minyak goreng yang ada di Pasar Lawang, dan bagaimana tinjauan UU No.5 Tahun 1999 terhadap dampak kartel terhadap scarcity minyak goreng di Pasar Lawang serta bagaimana tinjauannya dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami latar belakang pelaku usaha dalam mempraktikkan sistem kartel yang menyebabkan scarcity minyak goreng, serta ingin mengetahui bagaimana tinjauan menurut perspektif UU No.5 Tahun 1999 dan Hukum Ekonomi Syariah. Pendekatan yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, adapun jenis penelitian ini adalah penelitian dekriptif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dampak yang ditimbukan praktik kartel di Pasar Lawang ini yaitu menurunnya omzet, tersendatnya minyak goreng ke pasaran, turunnya penghasilan dan naiknya harga produk makanan yang bahan bakunya adalah minyak goreng. Menurut tinjauan UU No.5 Tahun 1999 praktik Kartel ini bertentangan dengan undang-undang tersebut. Sedangkan menurut tinjauan Hukum Ekonomi Syariah praktik kartel tersebut juga dilarang karena termasuk dalam perbuatan Ihtikar.
 
Fashion Batik Tulis Madura Sebagai Tren Halal Industri Dalam Kajian Fikih
Perkembangan teknologi industri saat ini menyebabkan kompleksitas pengetahuan tentang halalnya produk. Hal inilah yang antara lain memicu kesadaran konsumen akan produk halal, dan diikuti pula keinginan para produsen untuk memenuhi hak atas industri halal secara global. Tren ini banyak diikuti oleh para industry, salah satu industri tersebut adalah industry batik. Batik menjadi salah satu fishion yang digunakan masyarakat Madura dari setiap kalangan dalam beberapa acara penting sehingga perkembangan fishion batik ini memberikan bertambahnya produksi batik . Penelitian ini menggunakan kajian penelitian kualitatif dengan metode observasi serta wawancara terhadap beberapa industry dan pengguna batik. Dalam penelitian ini, penulis akan menggali lebih dalam mengenai batik tidak lagi sebagai baju adat akan tetapi sudah menjadi fishion yang digunakan oleh masyarakat disetiap kalangan, dengan fokus bagaimana tren halal industry serta implementasi dari tren halal industry pada home industry batik Madura. Berdasarkan temuan data di lapnagan seluruh batik ditempat yang menjadi fokus penelitian peneliti yaitu pamekasan merupakan batik tulis yang diolah sesuai dengan syariah. Pada dasarnya pihak industry batik mengedepankan kehalalan produk mereka berdasarkan syariah Islam, sehingga batik menjadi fishion dan industry yang halal dalam kajian fikih
Magic Marketing dalam Etika Bisnis Global: Kajian Literatur
The inability of the businessman to compete sacrifices his ethics by involving shamanism and the magical world for income and money. By presenting a shamanic spell, it can realize business development. Business skills and experience seem to be able to overcome simultaneously with the magical world. The purpose of this research is to reveal the magical meaning in marketing. Secondary data was obtained from the qualitative data of 15 selected articles after being filtered from 147 data explored using Google Scholars through the Harzing's Publish or Perish (POP) application service which was published in the last 5 years. Search using the words "magic marketing", "business spells", "mantra marketing". Then, the process of reviewing selected journals is analyzed regularly and carefully for data reduction which eliminated research topics. It was found that the words occult, magic and sleight of hand are frequently used in various world businesses. The use of the magical world in business is widespread and empirical. Even with its role it can encourage the notion of the birth of a 'new world' not only in marketing, but also in overcoming health, welfare, politics, money, love and marriage problems. The role of magicians and shamans in urban areas provides new colors in many ways and will continue to expand. So, magical meanings in music practices, lighting, health, shamanic services, politics, gamification trends, online sales, branding, virality, new worlds, and so on are efforts to expand markets and win new market shares.Ketidakmampuan pebisnis dalam bersaing telah mengorbankan etikanya dengan melibatkan perdukunan dan dunia magis untuk pendapatan dan uang. Dengan menghadirkan mantra perdukunan dapat mewujudkan perkembangan usaha. Keterampilan bisnis dan pengalaman sepertinya bisa diatasi simultan dengan dunia magis. Tujuan riset ini mengungkap makna magis dalam pemasaran. Data sekunder diperoleh dari data kualitatif 15 artikel terpilih setelah disaring dari 147 data yang dieksplorasi menggunakan Google Scholars melalui layanan aplikasi Harzing’s Publish or Perish (POP) yang terbit 5 tahun terakhir. Pencarian menggunakan kata “magic marketingâ€, “business spellsâ€, “mantra marketingâ€. Kemudian, proses review jurnal terpilih dianalisis secara teratur dan jeli untuk reduksi data yang tereliminasi topik penelitian. Ditemukan bahwa kata gaib, sihir dan sulap sering digunakan dalam pelbagai bisnis dunia. Pemanfaatan dunia magis dalam bisnis meluas dan empiris. Bahkan dengan peranannya dapat mendorong anggapan lahirnya ‘dunia baru’ bukan hanya dalam pemasaran, melainkan juga dalam mengatasi problem kesehatan, kesejahteraan, politik, uang, cinta dan perkawinan. Peranan pesulap dan perdukunan di perkotaan memberikan warna baru dalam banyak hal dan akan terus meluas. Jadi, makna magis dalam praktik musik, pencahayaan, kesehatan, layanan perdukunan, politik, tren gamifikasi, penjualan online, branding merek, viralitas, dunia baru, dan seterusnya adalah upaya pemekaran pasar dan perebutan pangsa pasar baru
Determination Digital Economy of Strengthen Local Halal Tourism
The digitalization transformation of halal tourism in Indonesia is categorized as low. This study aims to reveal the influence of variables, security, fintech, brand image and infrastructure on people's decisions to travel halal in Madura. This type of research was sourced from primary data obtained from the distribution of questionnaires in the coastal area of Madura, the meeting of 100 respondents based on the calculation of Lemeshow. Multiple linear regression analysis method used SPSS 24 Software to analyze this research data. The results of the study include security fintech influence Sig. (0.005) on people's decisions to travel halal in Madura, infrastructure and brand image influence Sig. (<0.005) on people's decisions to travel halal in Madura. Based on these results, it encourages further research to analyze different factors that influence people's decisions in halal local tourism in Madura.Transformasi digitalisasi pariwisata halal di Indonesia terkategori rendah. Penelitian ini ditujukan guna mengungkap pengaruh variabel ,security fintech,brand image dan infrastruktur terhadap keputusan masyarakat untuk berwisata halal di madura. Jenis penelitian ini bersumber data primer yang didapat hasil penyebaran quisioner dikawasan pesisir madura,permusuan 100 responden didasari perhitungan lemeshow. Metode analisis regresi linier berganda mengunakan Software SPSS 24 untuk menganalisis data penelitian ini. Hasil penelitian diantaranya security fintech berpengaruh Sig. (0,005) terhadap keputusan masyarakat untuk berwisata halal di Madura,infrastrutur serta brand image berpengaruh Sig. (<0,005) terhadap keputusan masyarakat untuk berwisata halal di Madura. Berdasarkan hasil tersebut mendorong penelitian selanjutnya untuk menganalisis faktor berbeda yang mempengaruhi keputusan masyarakat lokal dalam wisata halal di madura
PERSEPSI MASYARAKAT MADURA TERHADAP PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY (FINTECH) DAN FINANCIAL TECHNOLOGY SYARIAH
This study aims to photograph and explore the perception of the Madurese community towards the use of financial technology (Fintech) and sharia financial technology. The study in this research is related to the development of an inclusive society, where the fintech theme is currently overgrowing in its use by the community along with technological developments in the 4.0 revolution era. Fintech combines the financial system with technology to become an innovation that facilitates the financial system. Informants in this study were Madurese from four districts, namely Bangkalan, Sampang, Pamekasan, and Sumenep, both using or not using fintech services. Data collection techniques used questionnaires and in-depth interviews with informants with various backgrounds, ages, genders, and professions. The analysis technique used is a qualitative descriptive method with a phenomenological approach that is useful for providing facts and data accurately.
Keywords: Madura Community Perception, Fintech, Sharia Fintech.Penelitian ini bertujuan untuk memotret dan menggali persepsi masyarakat Madura terhadap penggunaan financial technology (Fintech) dan financial technology syariah. Kajian dalam penelitian ini terkait pengembangan masyarakat inklusi, dimana tema fintech saat ini berkembang pesat penggunaannya oleh masyarakat seiring perkembangan teknologi di era revolusi 4.0. Fintech menggabungkan sistem keuangan dengan teknologi hingga menjadi sebuah inovasi yang memudahkan sistem keuangan. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat Madura dari empat kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep baik yang menggunakan ataupun tidak menggunakan layanan fintech. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dan indepth interview kepada informan dengan latar belakang, usia, jenis kelamin, profesi yang beragam. Teknik analisa yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis yang berguna untuk memberikan fakta dan data secara akurat.
Kata Kunci: Persepsi Masyarakat Madura, Fintech, Fintech Syariah
Bela H. Banathy Learning Design Model Based on Interactive Multimedia at Madrasah Ibtida'iyah Ma'arif Ketegan
The purpose of this research is to know the concept of learning design of Bella H. Banathy model, in addition to seeing the advantages and disadvantages of learning design of Bella H. Banathy model. This study uses a qualitative method. Data collection techniques using interview techniques, observation and documentation. The results showed that the Bella H. banathy model was oriented towards learning outcomes. The approach used is an approach based on the fact that learning activities are complex, consisting of several components that are well integrated with each other to achieve the best results, which can be called a systems approach. In addition, there are several advantages and disadvantages to the Bella H. Banathy model. Its advantages include being able to formulate and analyze specific goals, develop criteria based on formulated tests, analyze students' initial abilities, and evaluate improvements. While the weakness is a little so it is feared inefficient