Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
    2348 research outputs found

    Membangun Kesadaran Hukum Masyarakat Dusun Bendungan Desa Jungkarang, Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang

    Get PDF
    Membangun kesadaran hukum merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat yang dapat dimulai dari keluarga dan individu-individu yang tergabung dalam keluarga. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat (KPM) di Dusun Bendungan, Desa Jungkarang, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang adalah dalam rangka membangun kesadaran hukum masyarakat. Kegiatan pengabdian ini meliputi Pembangunan  kesadaran hukum dengan metode penyuluhan, sosialisasi, diskusi dan Pendampingan hukum, diantaranya tentang kenakalan remaja yang berpotensi pelanggaran hukum, dan sosialisasi hukum bahayanya narkoba serta pendampingan masyarakat sehingga terwujud dusun yang damai dan tertib. Dampak kegiatan pengabdian ini adalah untuk membangun kesadaran hukum bagi warga, individu dan tercipta ketertiban serta keteraturan dalam pergaulan masyarakat di Dusun Bendungan. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah artikel publikasi ilmiah, meningkatnya kesadaran hukum masyarakat. Manfaat pengabdian masyarakat ini adalah membangun kesadaran masyarakat untuk hidup tertib, tentram dan damai serta adanya perlindungan hukum khususnya bagi perempuan dan anak

    Implementation of the Project-Based Learning Model (PJBL) in Islamic Religious Education Subjects Based on Merdeka Curriculum at SMKN 1 Purwosari Pasuruan

    Get PDF
    This research seeks to determine the process of implementing Islamic Religious Education subject based on Merdeka Curriculum at SMKN 1 Purwosari Pasuruan and the steps. This study was carried out with a qualitative method and descriptive approach. To obtain the datas, the techniques used were: in-depth interviews, observations and documentation. This study indicated that the PjBL in Islamic Religious Education subject at SMKN 1 Purwosari Pasuruan consisted of three main steps: planning step, execution step, and evaluation step. There are six main aspects on project-based learning planning: (1) formulation of learning objectives; (2) students characteristics analysis; (3) learning strategies; (4) making worksheets; (5) designing the need for learning resources; and (6) developing evaluation tools. The implementation of the project-based learning in Islamic Religious Education subject at SMKN 1 Purwosari Pasuruan have met the standards set by the George Lucas Educational Foundation on implementing project-based learning. (1) starting with essential queries; (2) designing a project plan: (3) scheduling; (4) monitoring students and their project progress; (5) assessing learning results; and (6) reflection. At the level evaluation, there are three types of evaluations: formative assessment, summative assessment and diagnostic assessment, including project evaluatio

    Contextualisation of Jasser Auda's MaqÄá¹£id SharÄ«'ah on Hysterectomy (Surgical Removal of The Uterus)

    Get PDF
    Hysterectomy (surgical removal of the uterus) is an alternative method of removing the cervix from a woman’s body through surgery. This action has implications for infertility, so the patient is sentenced to be unable to carry a fetus in the womb forever. Hysterectomy is part of a contemporary problem that requires Islamic legal policies to solve the problem. This article aims to determine the hysterectomy procedure with various backgrounds, causes, and reasons, which are interpreted contextually based on a more comprehensive maqÄá¹£id sharī’ah perspective using the theory of a well-known contemporary intellectual figure, namely Jasser Auda. The type of research used refers to library research which is included in the qualitative realm with a descriptive-analytic approach method to produce facts from a particular phenomenon. The results of this study indicate that hysterectomy can be viewed based on context by using the maqÄá¹£id sharī’ah system theory according to Jasser Auda through six features, namely Cognitive Nature, Wholeness, Openness, Interrelated Hierarchy, Multidimensionality, and Purposefulness

    Historitas dan Dinamika Institusi-Institusi Pendidikan yang Dikelola Masyarakat Sebagai Pusat Pembelajaran

    Get PDF
    In essence, there is no separation between the ongoing process of educational activities and the institutions that cover them, including Islamic education activities. In order to understand where the process of scientific transformation takes place, this article will examine institutions run by people. By using a qualitative approach based on literature study. Books and journal articles are the sources of data in this study, while the author's data analysis uses content analysis, where the researcher examines and interprets the findings from several references. This study at least shows that in the course of the history of Islamic education, non-governmental institutions have contributed to the development of Islamic scholarship. There are four educational institutions that are managed by individuals or the community, including literary communities, homes, bookstores, and open spaces. These four institutions became living centers of learning for humanistic and ethical studies. knowledge transformation activities with all the dynamics inherent in themPada hakikatnya tidak ada pemisahan antara berlangsungnya proses kegiatan pendidikan dengan lembaga yang melingkupinya, termasuk kegiatan pendidikan Islam. Atikel ini akan menelaah institusi-institusi yang dikelola oleh pribadi sebagai wadah berlangsungnya proses transformasi ilmu pengetahuan. Dengen menggunaan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka. Buku-buku dan artikel jurnal menjadi sumber data dalam penelitian ini, sedangkan analisis data penulis menggunaan analisis konten dimana peneliti menelaah dan menginterpretasikan temuan dari beberapa referensi. Kajian ini setidaknya menunjukkan bahwa dalam perjalanan sejarah pendidikan Islam institusi-institusi non pemerintah memberikan sumbangsih terhadap perkembangan keilmuan Islam. Terdapat empat institusi pendidikan yang dikelola oleh pribadi atau masyarakat diantaranya; komunitas sastra, rumah, toko buku, dan ruangan terbuka. Empat lembaga ini menjadi pusat pembelajaran yang hidup dengan kajian-kajian humanistik dan adab Pada masa Islam klasik, komunitas sastra, perkumpulan akademi, rumah, toko buku, dan kegiatan ilmiah di luar ruangan termasuk di antara lembaga pendidikan yang dikelola oleh masyarakat setempat dan terus melakukan kegiatan transformasi pengetahuan dengan segala dinamika yang melekat di dalamny

    Konsep Pendidikan Islam Perspektif Ibnu Sina Dan Fazlur Rahman

    Get PDF
    Tidak berhasilnya tujuan dari pendidikan Islam salah satunya karena kurangnya perhatian baik kepada pemahaman atas tujuan pendidikan Islam, kurikulum, metode pembelajaran, ataupun konsep guru itu sendiri. Tujuan tulisan ini untuk menganalisis dan membandingkan pemikiran pendidikan Islam perspektif Ibnu Sina dan Fazlur Rahman. Jenis penelitian ini adalah studi pustaka dengan mengumpulkan serta analisis terhadap isi baik dari buku ataupun artikel ilmiah dalam kurun waktu penerbitan 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara pendidikan perspektif Ibnu Sina dengan Fazlur Rahman keduanya saling bertujuan untuk mengembangkan potensi secara keseluruhan peserta didik. Akan tetapi, dari Ibnu Sina lebih memberikan penekanan terhadap pendidikan akhlak sedangkan dari Fazlur Rahman lebih memberikan penekanan terhadap pendidikan moral. Dari aspek kurikulum Ibnu Sina terdapat pembagian berdasar usia peserta didik sedangkan Fazlur Rahman lebih kepada pengaitan terhadap gerakan ganda dan bahasa. Dari aspek metode untuk Ibnu Sina seperti metode pembelajaran pada umumnya sedangkan Fazlur Rahman lebih kepada analisis dan pemahaman secara konteks. Dari aspek konsep guru, baik dari Ibnu Sina ataupun Fazlur Rahman guru harus mencerminkan akhlak mulia sedangkan perbedaannya terdapat pada perspektif Ibnu Sina yang mendominakan bahwa guru harus laki-laki

    Debat Beradab Menghadapi Kaum Liberal Islam di Indonesia: Studi Kasus INSISTS Jakarta

    No full text
    Due to different worldviews on knowledge, various parties often debate each other. In Indonesia, anti-mainstream groups often appear to challenge a common thought in Islam, whether religious, scientific, political, or philosophical. Liberal Islam is one of the prototypes that engage in debate in all sectors of already established thought in society, especially in Islamic issues, even fundamental issues such as faith. Due to its anti-mainstream nature, the emergence of Liberal Islam has drawn controversy and debate, especially among Liberalists from the West who brought ideas of freedom of thought. Some confronted their ideas with lengthy debates but often ended in protracted animosity. It is because the method of debate used tends not to consider the adab of arguing as taught by Islamic intellectuals. Yet, attempts at confrontation with them by taking a wiser path have been carried out by some activists of Islamic thought. Among them is INSISTS Jakarta, a research and publishing institution that has confronted the Liberal Islam discourse since the 2000s, not by way of confrontation but by counterarguments through scientific publications and seminars. This article will reveal the virtuous debate that has been carried out by these scientific institutions.Disebabkan perbedaan cara pandang tentang pengetahuan, berbagai pihak sering kali berdebat satu sama lain. Di Indonesia, kelompok-kelompok anti-arus utama sering muncul untuk menantang pemikiran pada umumnya dalam Islam, baik yang bersifat agama, ilmiah, politik, maupun filsafat. Islam liberal adalah salah satu prototipe yang terlibat dalam debat di semua sektor pemikiran yang sudah mapan dalam masyarakat, terutama dalam masalah-masalah Islam, bahkan masalah-masalah mendasar seperti keimanan. Karena sifatnya yang anti-arus utama, munculnya Islam liberal telah menimbulkan kontroversi dan perdebatan, terutama ketika para liberalis dari Barat datang membawa gagasan kebebasan berpikir. Beberapa orang menghadapi gagasan mereka dengan debat yang panjang tetapi seringkali berakhir dalam permusuhan yang berlarut-larut. Hal ini disebabkan oleh metode berdebat yang cenderung tidak mempertimbangkan adab berargumentasi seperti yang diajarkan oleh para ulama Islam. Namun, upaya konfrontasi dengan mereka dengan mengambil jalan yang lebih bijaksana telah dilakukan oleh beberapa aktivis pemikiran Islam. Salah satunya adalah INSISTS Jakarta, sebuah lembaga riset dan penerbitan yang telah menghadapi wacana Islam liberal sejak tahun 2000-an, bukan dengan cara konfrontasi tetapi dengan kontra-argumen melalui publikasi ilmiah dan seminar. Artikel ini akan mengungkapkan debat yang beradab yang telah dilakukan oleh lembaga ilmiah ini

    Implementasi Kebijakan Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Hikmatul Salridho

    Get PDF
    The implementation of educational policy is part of the process for policy making, in the policy making process which takes place in several stages of policy making where ongoing political activity is in the stages of making policies and is visualized as a series of stages which are interrelated with one another which can be arranged on a chronological basis and such as agenda setting, formulation, adoption and implementation of education policies illustrates in detail the phases and character of the policy makers and of which implementation is part of it. This research uses qualitative research that is oriented towards a descriptive approach, research activities by conducting analysis only up to the description level, namely analyzing and presenting facts systematically so that they can be more easily understood and meaningful. This research was conducted at the Hikmatul Salridho Elementary School, by looking at the condition of the school and school policies according to the problem to be studied. Implementasi kebijakan pendidikan merupakan bagian proses untuk pembuatan kebijakan, di dalam proses pembuatan kebijakan yang berlangsung dalam beberapa tahap pembuatan kebijakan politik dimana aktivitas politik yang sedang berlangsung dalam tahapan membuat kebijakan dan di visualkan sebagai serangkaian dari tahap yang saling mempunyai keterkaitan satu dengan yang lain yang dapat di atur berdasarkan urutan waktu dan seperti penyusunan agenda, formulasi, adoptasi dan implementasi kebijakan pendidikan mengilustrasikan secara rinci pada fase dan karakter pembuat kebijakan itu dan dimana implementasi adalah bagian yang ada di dalamnya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang berorientasi pada pendekatan deskriptif, kegiatan penelitian dengan melakukan analisis hanya sampai taraf deskripsi, yaitu menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga dapat lebih mudah untuk dipahami dan disimpulkan. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Hikmatul Salridho, dengan melihat kondisi sekolah serta kebijakan sekolah sesuai dengan masalah yang akan diteliti

    Analisis Kebijakan Pendidikan Full Day School di SMP IT Nurul Ilmi

    Get PDF
    Implementation of a full day at school is a new policy that applies full time study to learning activities at SMP IT Nurul Ilmi. Education is dynamic, always carrying out reforms to catch up with developed countries in education at SMP IT Nurul Ilmi. However, this certainly requires careful preparation to minimize conflict. The community's concern arises because the presence of full schools is feared to damage the existing order, such as the teaching of SMP IT Nurul Ilmi. Of course this will have an impact on empowering the community and children. This study will discuss in more detail the formulation of product policies and the issues of implementing a full-time public education system. The method used is literature review, so that education administration cannot be separated from education policy because the two work in synergy with each other. Likewise, education and politics cannot be separated. Both are important for the same goal of advancing the country. Education goals, directions, values ​​and budgets are not necessarily the result of political agreement. Pelaksanaan full day di sekolah merupakan kebijakan baru yang menerapkan full time study di terhadap aktivitas belajar di SMP IT Nurul Ilmi. Pendidikan bersifat dinamis, selalu melakukan reformasi untuk mengejar ketertinggalan negara-negara maju dalam pendidikan di SMP IT Nurul Ilmi. Namun, hal ini tentunya membutuhkan persiapan yang matang untuk meminimalisir terjadinya konflik. Kekhawatiran masyarakat muncul karena keberadaan sekolah penuh dikhawatirkan dapat merusak tatanan yang sudah ada, seperti pengajaran SMP IT Nurul Ilmi. Tentunya hal ini akan berdampak pada pemberdayaan masyarakat dan anak. Dalam kajian ini akan dibahas lebih detail tentang perumusan kebijakan produk dan isu-isu pelaksanaan sistem pendidikan umum purna waktu. Metode yang digunakan adalah literature review, sehingga administrasi pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kebijakan pendidikan karena keduanya saling bersinergi. Demikian pula, pendidikan dan politik tidak dapat dipisahkan. Keduanya penting untuk tujuan yang sama memajukan negara. Tujuan, arah, nilai-nilai, dan anggaran pendidikan tidak serta merta merupakan hasil kesepakatan politik

    The Efforts of The Youth of The Bahung Mosque, Sibatu Batu Village, Sei Dadap Sub-District in Improving the Ability to Write Sermon Texts

    Get PDF
    Quantitatively, the number of preachers who preach through writing is much less than preachers who use spoken language. Therefore, this paper focuses on efforts to improve sermon text-writing skills. This paper uses action research, which is one type of qualitative research. This action research examines things that happen in the community or target group, where the results can be directly worn or felt by the community or target group. The result of this research is the achievement of increased skills, as evidenced by the results of the pretest and post-test. Besides that, there are several inhibiting and supporting factors in the efforts of mosque youth to improve sermon writing skills

    Implementation of Community-Based Education in Increasing Learning Interest of Marginalized Children in School

    Get PDF
    Marginalized communities, such as children in remote areas with various limitations in the economic, geographical and educational fields they face, all the limitations that cause underdevelopment, especially in the field of Education, these children lack enthusiasm for learning at school. This research was conducted at SDN Kalipenggung 04, Randuagung, Lumajang. This research aims to find out how the results of the implementation of Community-based Education Learning increase the enthusiasm for learning in schools so that schools with a mountainous geographical background and far from urban areas can achieve achievements, especially in the field of athletics or by the potential possessed by many students so that students can make maximum use of what they already have This research uses a qualitative approach of case study type using an explanatory analysis model. The results of this study show that implementing Community-based Education in increasing the enthusiasm for learning of marginalized children has proven to increase the interest of marginal children. This is evidenced by some of the achievements they have achieved both at the district and provincial levels

    1,950

    full texts

    2,348

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇