Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
2348 research outputs found
Sort by
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN USAHA TOKO KELONTONG BANDUNG UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM
Perkembangan teknologi dan persaingan usaha semakin tinggi membuat para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) harus memiliki startegi yang bagus agar tidak kalah kompetitor, terlebih lagi pesaing dalam dunia pertokoan sangat besar karena kalah merk dengan toko-toko besar seperti alfamart, indomaret. Tujuan dari penelitian ini guna untuk menggambarkan bagaimana cara pemasaran yang baik dan besar agar dapat meningkatkan penjualan pada toko kelontong. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatis dengan Teknik pengumpulan data meliputi: wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penjulan yang diperoleh oleh toko kelontong bandung sangat stabil dan mendapatkan keuntungan dari bulan sebelumnya.
Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Persaingan, Bauran Pemasaran
Basic Principles Of Arabic Language Teaching Methods
There are three basic principles in teaching Arabic: priority in the presentation of teaching materials, correction and feedback, and the gradual principle in delivering material to students. Several steps are required in teaching Arabic to ensure successful and effective delivery: providing examples before explaining grammatical rules, providing examples of commonly used sentences, and providing sufficient motivation to express themselves through writing, speaking, and perhaps even facial expressions, so that students feel directly involved in the teaching process.There are two types of Arabic teaching methods: the traditional method, which focuses on "language as a culture of knowledge," so that learning Arabic means in-depth study of the intricacies of Arabic language science itself. The modern method, which focuses on the purpose of language as a means of communication in modern life, is essential
Internalization of Religious Moderation Values through Hidden Curriculum at Pondok Pesantren Modern Al-Fahd Jakabaring Palembang
This research will describe the indirect process in which the values of religious moderation are not explicitly taught to the Santri through the norms, habits, and culture observed and lived in the pesantren environment. This research uses a qualitative approach. Data collection in this study was carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis in this study uses data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the values of religious moderation internalized in pesantren through the Hidden Curriculum, such as tolerance, peace, interfaith cooperation, and a moderate attitude in addressing differences in religious beliefs, are reflected in daily life in pesantren. The hidden curriculum includes all aspects of teaching and learning that are not explicitly listed in the formal curriculum but still significantly impact the formation of student characters, attitudes, and values. In religious moderation, this refers to internalizing values that create a moderate, tolerant, and open attitude toward religious differences. The Hidden Curriculum is an alternative model for internalizing the Merdeka curriculum, which is more flexible in instilling Curriculum values
The Relationship between Religiosity and Student Mental Health in Malang
This study examines the impact of religiosity level on the mental health of students in Malang. This study aimed to determine the effect of religious levels on the mental health of students in Malang. This research methodology uses a quantitative approach. The collection technique used an online questionnaire administered through Google Forms to 347 student participants. The questionnaire included two main variables, namely, religiosity and mental health. The sample was selected using stratified random sampling to ensure representation from various universities and study programs. To ensure representation from multiple universities and study programs. This method helps minimize bias and ensures that various subgroups are proportionally represented. The data analysis of this study used several steps: descriptive statistical data analysis, correlational analysis, and regression analysis. The results of the analysis show that there is a significant positive relationship between the level of religiosity and students' mental health. Students with higher levels of religiosity tend to have better mental health. These results indicate the critical role of religiosity in improving the mental health of students; the research provides valuable scientific development contributions to efforts to improve mental health through a religious approach
Urgensi Teori Maqashid al-Syariah Sebagai Metodologi Hukum Islam: (Analisis Nalar konstruksi Maqashid Al-Syariah Imam Al-Syatibi)
Maqashid Sharia explicitly did not appear since the prophetic period but the embryo of maqashid sharia was found during the Prophet Muhammad SAW both from the interpretation of revelation or in the context of the hadith of the Prophet Muhammad SAW. maqashid sharia discourse until now always appears in some circles of ushuliyin scholars who aim to examine more deeply whether maqashid sharia is part of ushul fiqh or as an independent discipline as a methodology of Islamic law. This research intends to describe the history of the emergence of maqashid sharia theory, its position in Islamic studies and its urgency as a methodology of Islamic Law. The result of this research is that Imam Shafi'i who became the pioneer of the early emergence of the method of determining the law with Al-Risalah which was then squeezed again by Imam Al-Haromain, Izzuddin bin Abd Salam and Imam Ghazali so that maqashid sharia appeared as a development of the term maslahah. Then Imam al-Syatibi who emphasized this theory with a special discussion in his work al-muwafaqot. Furthermore, the position of maqashid sharia in Islamic studies becomes very urgent for the perfection of the purpose of sharia, namely maslahat for humans. In maqashid aims to get legal protection, it is a human obligation to know it in order to achieve protection called al-dharuriyat al-khams. In conclusion, maqashid sharia does not break away from ushul fiqh, but it is the development that then becomes the basis of the maqashid sharia
MASYARAKAT MADANI DALAM AL-QUR’AN: SEBUAH PENDEKATAN ANTROPOLOGI AL-QUR’AN ATAS TERM KHAIRAH UMMAH
Gaya Inovasi menulis Alquran dengan Metode Imla’ Pada Tingkat Pemula
Learning the Koran is not only done in place through independent study but requires a teacher. With the Imla' or dictation method, students can practice being smarter and more active in writing Arabic, so that students can understand how to read the holy book Al-Qur'an, Hadith and other translations. With this, it can be seen that the advantages of the imla' method can also enable students to avoid mistakes in writing Arabic and train students to be more skilled in writing Arabic.
Belajar Al-Qur’an tidak hanya ditempat melalui belajar mandiri melainkan memerlukan guru.Dengan adanya metode Imla’ atau mendikte dapat membuat peserta didik untuk melatih lebih pintar dan giat kembali dalam menulis Arab dengan tersebut peserta didik dapat mengerti untuk membaca kitab suci Al-Qur’an Hadist dan terjemahan lainnya. Dengan hal tersebut dapat dilihat bahwa kelebihan pada metode imla’ juga dapat membuat peserta didik untuk lebih menghindari kesalahan dalam menulis arab dan melatih peserta didik lebih handal dalam menulis arab
ISBAT NIKAH SEBAGAI UPAYA LEGALISASI AKTA KELAHIRAN ANAK DITINJAU DARI MAQASIDUS SYARI’AH (STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA SUMENEP DARI TAHUN 2019-2021)
Penelitian ini adalah hasil penelitian lapangan (Field Research) untuk menjawab pertanyaan pertama: Bagaimana Isbat Nikah sebagai upaya Legalisasi Akta Kelahiran anak di Pengadilan Agama Sumenep? kedua: Bagaimana tinjauan MaqasidusSyari’ah terhadap Isbat Nikah sebagai upaya Legalisasi Akta Kelahiran anak di Pengadilan Agama Sumenep?
Metode penelitian yang digunakan untuk mencari data dengan membaca dan menelaah sumber tertulis yang menjadi bahan dan penyusunan dan pembahasan permasalahan dengan penelitian pustaka, data-data dari buku, karya-karya ilmiah, ensiklopedia dan artikel yang selaras dengan objek penelitian. Adapun yang menjadi sumber data utama adalah primer dalam penelitian ini adalah hasil Laporan Perkara Tingkat Pertama Yang Diterima Dan Laporan Perkara Tingkat Pertama Yang Diputus dari tahun 2019 sampai tahun 2021 tentang penetapan perkara isbat nikah di pengadilan agama sumenep. Kemudian didukung dengan penelitian lapangan (Field Research) sebagai pelengkap, yaitu penelitian yang datanya diperoleh dari wawancara hakim dan panitera di pengadilan agama sumenep yang berkaitan dengan perkara isbat nikah.
Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknis wawancara dan studi dokumen. Jenis data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan diskriptif analisis dengan logika deduktif yakni dasar-dasar majelis hakim dalam menetapkan isbat nikah secara khusus, dan kemudian dianalisis ditinjau dari Maqasidus Syari’ah sehingga ditemukan pemahaman yang bersifat umum yakni substansi pengambilan dasar-dasar hukum Isbat nikah dalam upaya pengesahan isbat nikah dan akta kelahiran.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan permohonan isbat nikah di Pengadilan Agama Sumenep adalah untuk mengesahkan status pernikahan dan status anak di karenakan perkawinan yang tidak di catatkan.Tinjauan maqaidussyari’ah dalam isbat nikah adalah memberikan kepastian hukum negara yang bertujuan untuk tercatat legalitas status perkawinan serta serta pada anak baik secara hukum agama maupun secara hukum negara sehingga tujuan maqasidussyari’ah yaitu Hifdu Al-Nasl (menjaga keturunan) dan Hifdu Al-Maal(menjaga harta) itu tercapai.Saran peneliti kepada para pihak terkait yaitu hakim agar agar lebih selektif lagi dalam mengabulkan permohonan isbat nikah.Kepada Kantor urusan Agama (KUA) dan Dukcapil untuk lebih luas mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya pencatatan perkawinan dan Akte Kelahiran Ana
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Kepala sekolah sebagai pemimpin, perannya penting untuk membantu guru dan karyawan. Kegiatan utama pendidikan di sekolah adalah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran, sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efesiensi dan efektivitas pembelajaran. kepala madrasah adalah orang yang bertanggung jawab baik ke dalam maupun ke luar. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor, yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. Kepala sekolah merupaka jabatan strategis dalam penyelesaian pendidikan. oleh karena itu, kemajuan sekolah sangat tergantung pada sosok pimpinannya, yakni kepala madrasa. Sebab, kepala madrasa yang berada di garda depan untuk menggerakan kegiatan dan menetapkan terget sekolah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif serta metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang memberi gambaran laporan penelitian berisi kutipan-kutipan yang mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, videotape, dokumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya. Penelitian ini hanya mendeskripsikan keadaan atau gejala sesuatu apa adanya, artinya penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan, mencatat, menganalisis, dan menginterpretasikan situasi atas kejadian riil di lapangan. Data yang hendak dikumpulkan dalam penelitian adalah yang berkenaan dengan pelaksanaan strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru. Data yang akan diperoleh adalah data kualitatif yang memberi gambaran tentang strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di MI Sumenep.
Hal pertama yang mendasari penigkatan kinerja guru adalah terjaganya kekompakan yang masih erat, setiap guru di madrasah ini memiliki jiwa solid antar sesama. Sehingga hal itu akan membangkitkan kemauan serta sikap semangat untuk saling bahu membahu dalam meningkatkan efektifitas lembaga. Pendapat juga sejalan degan argumen Imam antoso dan Ibu Fitri Agustin menurutnya, (Imam Santoso) “Manfaatnya sangat kami rasakan saya pribadi sangat mengapresiasi terhadap adanya alumni dalam kegiatan Madrasah itu semoga seluruh alumni tetap bisa berkontribusi dan berkolaborasi sehingga memberikan kinerja yang aktif yang inovatif bagi lembaga ini
ANALISIS PENGARUH INFLASI , SUKU BUNGA, NILAI TUKAR VALAS DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP PROFITABILITAS BANK SYARIAH INDONESIA
Return On Asset (ROA) dalam sektor perbankan digunakan sebagai indikator profitabilitas menunjukkan kapabilitas bank dalam menjalankan modal yang dialokasikan pada aset-aset yang menguntungkan. Profitabilitas yang tinggi penting bagi bank untuk mempertahankan stabilitas atau pertumbuhan, memenuhi kewajiban kepada pemegang saham, menarik investor, dan memperkuat pandangan masyarkat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi dampak inflasi, suku bunga, nilai tukar mata uang asing, dan jumlah uang beredar terhadap ROA perbankan syariah di Indonesia. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah tinjauan literatur sistematis dengan menggunakan data dari Google Scholar dan Sinta. Hasil studi menunjukkan bahwa secara keseluruhan, inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan jumlah uang beredar memiliki dampak penting terhadap ROA bank syariah. Suku bunga, nilai tukar, dan jumlah uang beredar juga dapat memengaruhi ROA. Namun, inflasi tidak memiliki dampak signifikan terhadap ROA bank syariah, karena tingkat inflasi yang tinggi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah dibandingkan dengan bank konvensional.