Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
    2348 research outputs found

    PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PERUBAHAN GAYA HIDUP PEREMPUAN DI KOTA SUMENEP

    No full text
    Penelitian ini mengkaji peran media sosial dalam perubahan gaya hidup perempuan di Kota Sumenep, Madura. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan sepuluh perempuan berusia 20-40 tahun yang aktif menggunakan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi sarana penting dalam mengakses informasi, mengekspresikan diri, dan menjalankan aktivitas ekonomi. Perubahan yang terjadi mencakup pola konsumsi, komunikasi, orientasi sosial, peran ekonomi, dan identitas diri. Positifnya, media sosial mendorong pemberdayaan perempuan dan peluang ekonomi, tetapi juga menimbulkan tantangan seperti perilaku konsumtif dan pergeseran nilai budaya. Dengan pengelolaan yang tepat, media sosial dapat menjadi alat pemberdayaan tanpa mengikis nilai-nilai lokal. Abstract This study examines the role of social media in the lifestyle changes of women in Sumenep, Madura. Using a qualitative phenomenological approach, the research involved in-depth interviews with ten women aged 20-40 who are active social media users. The findings reveal that social media has become a vital tool for accessing information, self-expression, and engaging in economic activities. Changes observed include shifts in consumption patterns, communication, social orientation, economic roles, and self-identity. Positively, social media fosters women's empowerment and economic opportunities, but also presents challenges such as consumerist behavior and cultural value shifts. With appropriate management, social media can serve as a tool for empowerment without eroding local values

    Pengabdian Kepada Masyarakat Sosialisasi Dampak LGBT dan Problematikanya di SMP Al-Hikmah Assalafiyyah

    Get PDF
    The phenomenon of LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender) has become an issue affecting the moral and social values of the younger generation, including junior high school students. In addressing the challenges of globalization and the influence of foreign cultures, the "Impact of LGBT and Its Problems" socialization program at SMP Al-Hikmah Assalafiyyah was designed to provide comprehensive education to students. This program aims to enhance understanding of the impacts of LGBT from health, social, psychological, and religious perspectives while instilling moral and Islamic values to shape students' positive character. The activities utilize an educational and participatory approach, involving interactive discussions, simulations, and data-driven material presentations. The primary target is 8th-grade students who are considered vulnerable to social influences. The program results showed an increase in students' understanding of the impacts of LGBT, including health issues such as the transmission of sexually transmitted diseases, social impacts such as the spread of abnormal sexual behaviors, and effects on education and safety. The program also succeeded in encouraging students to think critically and uphold religious and cultural norms in daily life. With high participant enthusiasm, this program is expected to serve as a preventive measure against LGBT influences while strengthening the role of religious education as a foundation for shaping students' morals. This program provides strategic insights for expanding Islamic outreach in educational settings, particularly in creating a young generation with good character and broad insights in accordance with Islamic teachings.Fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) telah menjadi isu yang memengaruhi nilai-nilai moral dan sosial generasi muda, termasuk siswa SMP. Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan pengaruh budaya asing, program sosialisasi "Dampak LGBT dan Problematikanya" di SMP Al-Hikmah Assalafiyyah dirancang untuk memberikan edukasi yang komprehensif kepada siswa. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang dampak LGBT dari perspektif kesehatan, sosial, psikologis, dan agama, serta menanamkan nilai-nilai moral dan keislaman untuk membentuk karakter positif siswa. Kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif, melibatkan diskusi interaktif, simulasi, serta penyampaian materi berbasis data. Target utama adalah siswa kelas 8 yang dianggap rentan terhadap pengaruh sosial. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang dampak LGBT, termasuk masalah kesehatan seperti penularan penyakit kelamin, dampak sosial seperti penyebaran perilaku seksual yang tidak normal, serta dampak pada pendidikan dan keamanan. Program ini juga berhasil mendorong siswa untuk bersikap kritis dan menjaga norma agama serta budaya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan antusiasme peserta yang tinggi, program ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam mengatasi pengaruh LGBT sekaligus memperkuat peran pendidikan agama sebagai fondasi pembentukan moral siswa. Program ini memberikan wawasan strategis untuk memperluas dakwah Islamiyah di lingkungan pendidikan, khususnya dalam menciptakan generasi muda yang berkepribadian baik dan berwawasan luas sesuai ajaran Islam

    The Contribution of KH. M. Hasyim Asy'ari in the Development of Hadith Thought and Islamic Education in Indonesia

    Get PDF
    This study examines the contribution of KH. Hasyim Asy'ari in the development of hadith thought and Islamic education in Indonesia. The background of this research is rooted in the importance of hadith as a source of Islamic teachings that influence the morals and ethics of society. The issue addressed is how KH. Hasyim Asy'ari's thoughts can be integrated into the current Islamic education curriculum. The method used is qualitative, involving text analysis and interviews with experts in Islamic education. The research findings indicate that KH. Hasyim Asy'ari's thoughts on integrating hadith values in education can create a holistic learning environment that is relevant to the needs of modern society. This research is expected to provide new insights into the development of a hadith-based educational curriculum that can adapt to contemporary challenges

    Istinbatul Ahkam dalam Fenomena Pernikahan Perempuan Muallaf di Bali

    Get PDF
    A Hindu woman who converts to Islam faces several consequences regarding her social status in the community. One of these consequences is related to her marriage with a Muslim man. In Balinese Hindu belief, a woman who changes her religion in order to marry a Muslim man is required to undergo the mepamit ceremony—a tradition where the daughter formally bids farewell to her ancestors before leaving her home and religion. In this ceremony, the woman’s family often invites the groom’s family to witness the mepamit ritual. Another issue arises during the marriage ceremony itself, particularly the Islamic wedding contract (akad nikah), where the absence of a rightful guardian (wali) for the bride becomes a problem. This description leads to two main research focuses in this article: What is the Islamic legal view of the groom attending the mepamit ceremony? Who has the rightful authority to act as the bride's guardian (wali) in the marriage? This research uses a qualitative approach, applying the analysis model of data reduction, data display, and conclusion drawing. Following the presentation and analysis of the data, the study concludes that: The groom’s presence at the mepamit ceremony is permissible on the condition that he does not participate in the ritual prayers or the drinking of water considered sacred by the bride’s family. A Muslim convert (muallaf) woman cannot be married off by her non-Muslim parents. Her guardian must be a wali hakim, who in this context is an official from the Office of Religious Affairs (KUA). The authority of wali nikah may be transferred to a wali muhakkam in cases where the wali hakim demands illegal fees (bribes), is unavailable in the couple’s area, or the wali muhakkam is a qualified mujtahid (Islamic jurist). Based on these conclusions, the following recommendations are offered: The bride’s family should not compel the groom to participate in the mepamit ritual, especially in acts of worship (ubudiyah). Religious court judges should refrain from engaging in unlawful fees or bribery, which clearly violate the law. The bride and groom should formally assign the marriage guardianship to the wali hakim through proper verbal or written means, in accordance with Islamic legal provisions.Wanita muallaf dari agama Hindu menyisakan beberapa konsekuensi dalam status kehidupannya di tengah-tengah Masyarakat. Salah satunya adalah terkait dengan pernikahannya dengan laki-laki yang beragama Islam. Dalam kepercayaan Umat Hindu di Bali, perempuan yang pindah agama untuk kemudian dinikahi oleh laki-laki yang beragama Islam maka wajib melakukan prosesi mepamit, yaitu tradisi yang mengharuskan anak perempuannya berpamitan kepada leluhurnya sebelum meninggalkan rumah dan agamanya. Dalam hal ini, pihak keluarga perempuan juga sering mengundang keluarga laki-laki yang akan menikahinya untuk menyaksikan upacara mepamit ini. Persoalan lain juga muncul saat kedua calon mempelai akan melaksanakan akad pernikahan. Persoalan tersebut yaitu ketiadaan wali yang berhak menikahkan calon pengantin wanitanya. Deskripsi ini kemudian memunculkan dua fokus penelitian dalam artikel ini. Pertama, bagaimana hukum calon pengantin laki-laki yang Islam saat mengikuti upacara ada mepamit? Kedua, siapa wali yang berhak menikahkan calon penganti perempuan? Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan model analisis penelitian ini adalah dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Setelah pemaparan dan analisa data, maka diperoleh kesimpulan bahwa: Kehadiran calon mempelai laki-laki dalam prosesi mepamit diperbolehkan dengan catatan calon mempelai laki-laki tidak sampai mengikuti ritual proses do’a dan meminum air yang dianggap suci oleh keluarga calon mempelai perempuan. Wali nikah bagi perempuan muallaf tidak dapat diserahkan kepada orang tuanya yang masih beragama Hindu. Wali nikahnya diserahkan kepada wali hakim, yang dalam konteks sekarang adalah petugas Kantor Urusan Agama. Hak menjadi wali ini dapat pindah kepada wali muhakkam bila wali hakim melakukan pungutan liar, tidak ada di daerah pasangan suami isteri akan melangsungkan pernikahan, atau wali muhakkam berstatus sebagai mujtahid. Dari kesimpulan ini, maka rekomendasi yang dapat diberikan adalah keluarga pihak mempelai perempuan tidak perlu memaksakan calon mempelai laki-laki untuk mengikuti prosesi mepamit yang sifatnya ubudiyah. Bagi para hakim agar tidak melakukan pungutan liar yang jelas-jelas melanggar undang-undang. Kedua calon mempelai hendaknya menyerahkan perwalian kepada hakim dengan ketentuan yang benar, baik itu secara verbal maupun tertulis

    Kisah Nabi Nuh dalam Al-Qur'an

    Get PDF
      This article examines the story of the Prophet Noah based on the perspective of the Qur'an from several verses implied in the chapters contained in the Qur'an. This research was conducted to re-interpret the story of the Prophet Noah and be able to be implemented into everyday life. This research was conducted using a literature review and collecting various literature related to the story of the Prophet Noah. From the literature research, various kinds of wisdom and interpretations of the story of the Prophet Noah were also presented. Keywords: Story, Prophet Noah, Al-Qur'anArtikel ini mengkaji tentang Kisah Nabi Nuh berdasakan perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini dilakukan untuk memaknai kembali kisah Nabi Nuh dan mampu diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan menggunakan kajian pustaka dan mengumpulkan berbagai literature yang berkaitan dengan Kisah Nabi Nuh

    Konsep Pendidikan Islam Moderat KH. Hasyim Asy'ari (Telaah Kitab Risalah Ahl As-Sunah Wal Jamaah)

    Get PDF
    Moderate Islamic education, according to KH. Hasyim Asy'ari, seeks to address contemporary challenges while preserving the authenticity of Islamic teachings, remaining open to scientific advancements and differing opinions. The aim of this study is to explore the concept of moderate Islamic education developed by KH. Hasyim Asy'ari in Risalah Ahl as-Sunnah wa al-Jama’ah and to examine its relevance in the context of contemporary Islamic education. This research employs a qualitative descriptive method. The findings indicate that Islamic education based on KH. Hasyim Asy'ari's concept of moderation can serve as a solution in shaping a generation of Muslims who are ethical, broad-minded, tolerant, and capable of facing modern challenges without losing the essence of moderate and inclusive Islamic teachings. Pendidikan Islam moderat menurut KH. Hasyim Asy’ari berupaya menjawab tantangan zaman dengan tetap menjaga keautentikan ajaran Islam, namun tetap terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan perbedaan pendapat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep pendidikan Islam moderat yang dikembangkan oleh KH. Hasyim Asy’ari dalam kitab Risalah Ahl as-Sunnah wa al-Jama’ah dan untuk mengetahui relevansi konsep pendidikan Islam moderat KH. Hasyim Asy’ari dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil dalam penelitian ini adalah pendidikan Islam yang berbasis pada konsep moderasi KH. Hasyim Asy’ari dapat menjadi solusi dalam membentuk generasi Muslim yang berakhlak, berwawasan luas, toleran, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan esensi ajaran Islam yang moderat dan inklusif

    No full text

    POTRET STUDI ISLAM DALAM LINTASAN HISTORIS: Dari Masa Klasik, Pertengahan, hingga Modern

    Get PDF
    This article discusses the development of Islamic studies in historical lists. In this case, the historicity of Islamic studies began during the time of the Prophet Muhammad, whose discussions were classified into three periods, namely from the classical period, the medieval period, to the modern period. The presentation of this article is prepared systematically from time to time using a historical approach. The method we use in this research is a qualitative method. In this case, the topic discussion is structured based on descriptive analysis to examine several data related to the research object. The results of this research show that the portrait of Islamic studies in historical history has experienced many developments over time. However, along with the course of history, the study of Islamic studies has also experienced ups and downs caused by several problems, both internal and external. Keywords: Historical Islamic StudiesArtikel ini membahas tentang perkembangan studi islam dalam listas historis. Dalam hal ini, historisitas studi islam dimulai sejak masa Rasulullah Saw, yang pembahasannya diklasifikasikan dalam tiga masa, yaitu dari masa klasik, masa pertengahan, hingga masa modern. Penyajian artikel ini disusun secara sistematis dari masa ke masa dengan pendekatan historis. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Dalam hal ini, pembahasan topik disusun berdasarkan analisis diskriptif untuk mengkaji beberapa data yang terkait dengan obyek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potret studi islam dalam litasan sejarah mengalami banyak perkembangan dari masa ke masa. Akan tetapi, seiring dengan perjalanan sejarah tersebut, kajian studi islam juga mengalami pasang surut yang disebabkan beberapa permasalahan baik internal maupun eksternal. Kata Kunci: Studi Islam,Lintas Histori

    Pendidikan Islam dalam Arus Perkembangan IPTEK

    Get PDF
    Technological progress in the past three decades has shown its influence on each and every individual, community and state life. It can be said that no one can avoid the influence of the development of science and technology, science and technology is not only felt by individuals, but also by society, nation and state. Modern science and technology makes many people admire and then imitate it in their lifestyle without first being selected for any negative impacts in the future or the multidimensional crisis it causes. Islam does not hinder the progress of science and technology nor is it against technological products either in the past, present or future. In the Qur'an there are many texts (verses) that encourage humans to see, look at, think, and observe the phenomena of the universe created by Allah SWT. Which is interesting to investigate, research and develop. The Qur'an challenges humans to use their minds as optimally as possible. Kemajuan teknologi dalam tiga dekade ini telah menampakkan pengaruhnya pada setiap dan semua kehidupan individu, masyarakat dan negara. Dapat dikatakan bahwa tidak ada orang yang dapat menghindar dari pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Iptek bukan saja dirasakan individu, akan tetapi dirasakan pula oleh masyarakat, Bangsa dan negara. Iptek modern tersebut membuat banyak orang mengagumi kemudian meniru-niru dalam gaya hidup tanpa diseleksi terlebih dulu terhadap segala dampak negatif di masa mendatang atau krisis multidimensional yang diakibatkannya. Islam tidak menghambat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga tidak anti terhadap barangbarang produk teknologi baik di masa lampau, sekarang maupun yang akan datang. Dalam Al-Qur’an banyak terkandung teks-teks (ayat-ayat) yang mendorong manusia untuk melihat, memandang, berfikir, serta mencermati fenomena-fenomena alam semesta ciptaan Allah Swt. Yang menarik untuk diselidiki, diteliti dan dikembangkan. Al-Qur’an menantang manusia untuk menggunakan akal fikirannya seoptimal mungkin

    1,950

    full texts

    2,348

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇