Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
Not a member yet
    2348 research outputs found

    IMPLEMENTASI TEORI PEMBELAJARAN IPA SD/MI

    Get PDF
    Artikel ini membahas implementasi teori pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) di SD /MI. Artikel ini menyimpulkan bahwa implementasi teori pembelajaran ilmu pengetahuan alam di SD/MI memiliki beberapa teori yang memiliki dampak positif  terhadap prestasi belajar siswa dan membangun keterampilan kognitif dan sosial mereka. Rekomendasi diberikan untuk terus mendorong penerapan teori pembelajaran ilmu pengetahuan alam di tingkat SD/MI guna meningkatkan kualitas pendidikan disekolah tersebut

    Integrasi Sistem Informasi Manajemen dan Prinsip Pendidikan Islam di Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura

    Get PDF
    This research discusses the planning and organizing stages in the implementation of Management Information Systems on campus. The results of the research confirm that careful planning, involving all related parties such as lecturers, students, and rectors is very important for the success of the implementation of Management Information Systems. Needs analysis that includes the types of data to be managed and the determination of the budget for hardware, software, and technical training is also considered crucial. Furthermore, the organizing stage that includes the formation of a cross-departmental implementation team and the arrangement of clear operational procedures greatly determines the smoothness of the implementation process. This study extends the findings of previous studies by highlighting the importance of data protection and access rules in Management Information Systems, aspects that are often overlooked in previous studies. These findings provide practical guidelines for schools in planning and organizing the implementation of Management Information Systems effectively and safely

    Kearifan Budaya Lokal dan Relevansinya dengan Nilai-nilai Pendidikan Islam di Era Digital; Analisis Tafsir al-Qur'an Pendekatan Tematik

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan paradigm budaya dan nilai-nilai pendidikan Islam dalam kajian tafsir al-qur'an pendekatan tematik. penelitian ini berjenis penelitian pustaka (libraryresearch) yang yang menggunakan data kualitatif berupa kata-kata, gambar, bukan angka-angka. Tafsir al-Qur'an yang akan digunakan sebagai sumber data adalah tafsir adabi-ijtima'i menggunakan metode mawdhu'i (tematik). Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis teks dengan pendekatan explanatory analysis, yaitu mendeskripsikan struktur kisah dalam kitab-kitab tafsir yang diteliti dan menganalisis hubungan struktur kisah dengan tujuan penelitian. Berdasar analisis sumber temua, maka disimpulkan bahwa nilai-nilai kearifan budaya local dalam kajian pendekatan tafsir tematik, antara lain; a) berbakti kepada orang tua yang terdapat dalam; QS Al- Baqarah:83, Al-Nisa':36, Al-An'am:151, dan Al-Isra':23. b) Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda yang tertuang dalam surat al-isra ayat 23. c) saling memberi dan bersedekah yang tertuang dalam QS Al-Baqarah:261, d) tradisi silaturahmi sebagaimana QS Ali 'Imran:133-134. Kata kunci: Budaya Local, Nilai Pendidikan, Tafsir al-Qur'an, Temati

    KARAKTERISTIK MUFASSIR DAN TAFSIR NUSANTARA MARAH LABIB SYAIKH NAWAWI AL-BANTANI

    Get PDF
    This paper tries to understand the characteristics and methodology of one of the archipelago mufassir and tafsi, namely the Marah Labid tafsir by Syaikh Nawawi Al-Bantani. Shaykh Nawawi Al-Bantani is a great scholar who has expertise in various fields of religious knowledge such as tafsir, hadith, fiqh, Sufism and so on. Syaik Nawawi is a native Indonesian cleric who was born in Banten, but spent most of his life in Mecca Al-mukaromah studying science and teaching it. In Indonesia, we know many of his students who became pillars of Islamic progress, such as KH. Hasyim Asy'ari, KH. Ahmad Dahlan and so on. Marah Labid is an archipelago commentary written by Shaykh Nawawi Al-Bantani who uses Arabic as the language of instruction, has a concise and clear interpretation and uses explanations from hadith, the history of friends and tabi'in as well as the opinions of previous commentators so that this commentary is still has become a reference in the science of interpretation both in Indonesia and in the Middle East. The interpretation method used by Shaikh Nawawi Al-Bantani is the tahlili method which attempts to explain a verse from all its aspects. Key words: characteristics, interpretation, interpretation methodology, archipelago interpretationMakalah ini mencoba memahami karakteristik dan metodologi salah satu dari mufassir dan tafsi nusantara yaitu tafsir Marah Labid karanngan Syaikh Nawawi Al-bantani. Syaikh Nawawi Al-bantani merupakan ulama besar yang memiliki keahlian dalam berbagai bidang ilmu keagamaan seperti tafsir, hadist, fiqih, tasawuf dan sebagainya. syaik Nawawi adalah ulama asli indonesia kelahiran banten, tetapi menhabiskan sebagian usianya di mekkah al-mukaromah untuk menuntut ilmu dan mengajarkannya. Di indonesia banyak kita ketahui murid-murid beliau yang menjadi pilar kemajuan islam seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan dan sebagainya. Marah Labid merupakan tafsir nusantara di tulis oleh syaikh Nawawi Al-bantani yang menggunakan bahasa arab sebagai bahasa pengantar, memiliki penafsiran yang padat dan jelas serta menggunakan penjelasan dari hadist, riwayat sahabat dan tabi’in serta pendapat ahli-ahli tafsir sebelumnya sehingga tafsir ini masih menjadi rujukan dalam ilmu tafsir baik ditanah air maupun di timur tengah. Metode penafsiran yang digunakan oleh syaikh Nawawi Al-Bantani adalah metode tahlili yang berusaha menjelaskan suatu ayat dari segala aspeknya. Kata kunci: karakteristik, penafsiran, metodologi penafsiran, tafsir nusantar

    Konseptualisasi Peserta Didik dalam Kerangka Falsafah Tarbiyah Islamiyah

    Get PDF
    This article discusses the concept of learners in the perspective of Islamic education philosophy, which emphasizes the importance of the role of learners as subjects of learning with physical and spiritual potential that must be developed holistically. In Islamic education, learners are seen as beings who are in a process towards perfection through learning spiritual, moral, and intellectual values. Education does not only aim to hone academic skills, but also to shape noble character based on Islamic values.Learners are identified through terms such as mutarabbi, muta'allim and muta'addib, which describe the dimensions of nurturing, learning and moral formation. In addition, the article highlights the importance of learner ethics involving respect for educators, sincere intentions, and earnestness in the pursuit of knowledge.With a holistic approach to education, learners are not just passive recipients of knowledge, but active individuals who are responsible for actualizing knowledge in their daily lives. Islamic education emphasizes the formation of a complete human being who is intellectually intelligent, spiritually rich, and has a noble character, with the ultimate goal of getting closer to Allah. This article also concludes that education in Islam is a continuous spiritual and intellectual transformation, placing learners as an integral part in the effort to continue the mission. Artikel ini membahas konsep peserta didik dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, yang menekankan pentingnya peran peserta didik sebagai subjek pembelajaran dengan potensi jasmani dan ruhani yang harus dikembangkan secara holistik. Dalam pendidikan Islam, peserta didik dipandang sebagai makhluk yang berada dalam proses menuju kesempurnaan melalui pembelajaran nilai-nilai spiritual, moral, dan intelektual. Pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mengasah kemampuan akademis, tetapi juga membentuk karakter yang mulia berdasarkan nilai-nilai Islam.Peserta didik diidentifikasi melalui istilah seperti mutarabbi, muta’allim, dan muta’addib, yang menggambarkan dimensi asuh, belajar, dan pembentukan akhlak. Selain itu, artikel ini menyoroti pentingnya etika peserta didik yang melibatkan penghormatan kepada pendidik, niat yang tulus, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu.Dengan pendekatan pendidikan yang menyeluruh, peserta didik tidak hanya menjadi penerima pengetahuan pasif, melainkan individu aktif yang bertanggung jawab untuk mengaktualisasikan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Islam memberikan penekanan pada pembentukan manusia paripurna yang cerdas secara intelektual, kaya secara spiritual, dan berakhlak mulia, dengan tujuan akhir mendekatkan diri kepada Allah. Artikel ini juga menyimpulkan bahwa pendidikan dalam Islam adalah transformasi spiritual dan intelektual yang berkelanjutan, menempatkan peserta didik sebagai bagian integral dalam upaya melanjutkan misi kekhalifahan di muka bumi

    Pendidikan Karakter dan Nilai Islami di Era Milenial

    Get PDF

    b Peran Istri Para Nabi

    No full text

    RUMAH TAHFIDZ: SOLUSI DAKWAH AL-QUR’AN MASA KINI UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA AKIBAT KECANDUAN GAWAI DI ERA GEN Z : (Implementasi Surah Al-Nahl: 125 dalam Dakwah Kontemporer)

    Get PDF
    Perkembangan teknologi membawa dampak tersendiri terhadap kelanjutan generasi bangsa ini. Gawai atau sebut saja Handphone (HP) adalah hal yang sudah tidak asing lagi. Namun pemanfaatan gawai ini menimbulkan dampak negatif bagi khususnya bagi anak-anak usia dini lebih khsususnya remaja. Salah satu dampaknegatif dari gawai tersebut adalah kenakalan remaja, yang bermacam-macam kelakuannya msulai dari seks bebas, narkoba bahkan yang viral sekarang adalah judi online. Salah satu penyebabnya  adalah tontonan , dan tontonan ini  disebabkan oleh gawai . Untuk mencegah hal tersebut maka salah satu usaha agar generasi bangsa  ini tetap terjaga, maka mereka harus disibukkan dengan hal-hal yang positif salah satunya adalah menghafal Al-Qur’an.  Kini menghafalkan Al-Qur’an bgitu mudah dengan adanya Menjamurnya Rumah Tahfidz yang sudah berkembang yang  tidak hanya di kota tapi juga di desa.  Dalam sebuah penelitian penulis  bahwa  rumah tahfidz  bisa menjadi solusi terhadap anak yang kecanduan gawai. Hal ini sebagaimana wawancara penulis kepada salah satu pendiri Rumah Tahfidz  di desa Dulang, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang bahwa salah satu alasan didiirkan rumah tahfidz  tersebut adalah mengubah  tradisi anak anak desa tersebut yang awalnya candu kepada  Handhphone beralih candu kepada Al-Qur’an. Sala satunya lewat dakwah yang sudah di ajarkan oleh Nabi sebagaimana yang tertera dalam sura al-Nahl: 125.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu metode yang mampu mendeskripsikan, menejelaskan dan mengungkap objek, serta eksplorasi dan mendeskrisiakn fenomena. Adapun jenis penelitian ini adalah fenomenologis yakni sebuah pendekatan filosofis dalam menyelidi pengalaman manusia, salah satunya disertai dengan teknik wawancara kepada sumbernya secara langsung. Hasil dari penelitian ini adalah (1) salah satu penyebab dominan kenakalan remaja adalah tontonan akibat gawai (2) Dalam menyebarkan suatu kebaikan, maka salah satu cara adalah dengan dakwah yang sudah dijelaskan yakni dawkah yang ramah, denga penuh hikmah (3) butuh yang namanya tempat adalah tempat pendidikan al-Qur’an rumah tahfidz at-Taqwa. Keyword: Gawai Rumah Tahfidz, Kenakalan remaja, Surah al-Nahl: 125,Perkembangan teknologi membawa dampak tersendiri terhadap kelanjutan generasi bangsa ini. Gawai atau sebut saja Handphone (HP) adalah hal yang sudah tidak asing lagi. Namun pemanfaatan gawai ini menimbulkan dampak negatif bagi khususnya bagi anak-anak usia dini lebih khsususnya remaja. Salah satu dampaknegatif dari gawai tersebut adalah kenakalan remaja, yang bermacam-macam kelakuannya msulai dari seks bebas, narkoba bahkan yang viral sekarang adalah judi online. Salah satu penyebabnya  adalah tontonan , dan tontonan ini  disebabkan oleh gawai . Untuk mencegah hal tersebut maka salah satu usaha agar generasi bangsa  ini tetap terjaga, maka mereka harus disibukkan dengan hal-hal yang positif salah satunya adalah menghafal Al-Qur’an.  Kini menghafalkan Al-Qur’an bgitu mudah dengan adanya Menjamurnya Rumah Tahfidz yang sudah berkembang yang  tidak hanya di kota tapi juga di desa.  Dalam sebuah penelitian penulis  bahwa  rumah tahfidz  bisa menjadi solusi terhadap anak yang kecanduan gawai. Hal ini sebagaimana wawancara penulis kepada salah satu pendiri Rumah Tahfidz  di desa Dulang, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang bahwa salah satu alasan didiirkan rumah tahfidz  tersebut adalah mengubah  tradisi anak anak desa tersebut yang awalnya candu kepada  Handhphone beralih candu kepada Al-Qur’an. Sala satunya lewat dakwah yang sudah di ajarkan oleh Nabi sebagaimana yang tertera dalam sura al-Nahl: 125.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu metode yang mampu mendeskripsikan, menejelaskan dan mengungkap objek, serta eksplorasi dan mendeskrisiakn fenomena. Adapun jenis penelitian ini adalah fenomenologis yakni sebuah pendekatan filosofis dalam menyelidi pengalaman manusia, salah satunya disertai dengan teknik wawancara kepada sumbernya secara langsung. Hasil dari penelitian ini adalah (1) salah satu penyebab dominan kenakalan remaja adalah tontonan akibat gawai (2) Dalam menyebarkan suatu kebaikan, maka salah satu cara adalah dengan dakwah yang sudah dijelaskan yakni dawkah yang ramah, denga penuh hikmah (3) butuh yang namanya tempat adalah tempat pendidikan al-Qur’an rumah tahfidz at-Taqwa. Keyword: Gawai Rumah Tahfidz, Kenakalan remaja, Surah al-Nahl: 12

    KONTROVERSI MUSHAF USMANI: (Talaah Kritis Terhadap Riwayat Penolakan Ibnu Mas’ud)

    Get PDF
    Abstract The controversy surrounding the compilation of the Uthmanic Mushaf is a significant topic in the history of the codification of the Quran. One aspect that often draws attention is the report of Abdullah bin Mas’ud's rejection of the Uthmanic Mushaf standard. This research aims to conduct a critical examination of these reports using a historical-critical approach. The main focus of the study is to assess the validity of the sanad (chain of transmission) and matan (content) of the reports regarding Ibn Mas’ud's stance, as well as the historical context of the mushaf's compilation under the leadership of Caliph Uthman bin Affan. The findings indicate that several reports suggesting Ibn Mas’ud's rejection have weaknesses in both sanad and matan. Additionally, the differing opinions among the companions were more rooted in the context of ijtihad and the diversity of readings (qira’at) that had developed across various regions of the Islamic world. This research also reveals that Caliph Uthman's actions in unifying the mushaf aimed to preserve the unity of the Muslim community and prevent division due to differences in recitation. Therefore, the reports of Ibn Mas’ud's rejection should be understood within the framework of internal dialogue among the companions, without undermining the importance of maintaining the authenticity of the Quran. This study contributes to enriching the discourse on the history of the codification of the Quran and offers a new perspective on issues often viewed as controversial within Islamic scholarly tradition. Keywords: Uthmanic Mushaf, Ibn Mas’ud's Rejection ReportsAbstrak Kontroversi mengenai penyusunan Mushaf Utsmani menjadi salah satu topik penting dalam sejarah kodifikasi Al-Qur'an. Salah satu aspek yang sering menjadi perhatian adalah riwayat yang menyebutkan penolakan Abdullah bin Mas’ud terhadap standar Mushaf Utsmani. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan telaah kritis terhadap riwayat-riwayat tersebut dengan pendekatan historis-kritis. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji validitas sanad dan matan riwayat-riwayat yang menyatakan sikap Ibnu Mas’ud, serta konteks historis penyusunan mushaf di bawah kepemimpinan Khalifah Utsman bin Affan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa riwayat yang mengindikasikan penolakan Ibnu Mas’ud memiliki kelemahan dari sisi sanad dan matan. Selain itu, perbedaan pendapat di kalangan sahabat lebih didasari oleh konteks ijtihad dan keberagaman bacaan (qira’at) yang telah berkembang di berbagai wilayah Islam. Penelitian ini juga menemukan bahwa tindakan Khalifah Utsman dalam menyatukan mushaf bertujuan untuk menjaga persatuan umat Islam dan mencegah perpecahan akibat perbedaan bacaan. Dengan demikian, riwayat penolakan Ibnu Mas’ud perlu dipahami dalam kerangka dialog internal di antara para sahabat, tanpa mengabaikan peran pentingnya dalam menjaga autentisitas Al-Qur'an. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya diskursus sejarah kodifikasi Al-Qur'an dan memberikan perspektif baru terhadap isu-isu yang sering dianggap kontroversial dalam tradisi keilmuan Islam. Kata Kunci: Mushaf Utsmani, Riwayat Penolakan Ibnu Mas’u

    Budaya Literasi Sebagai Penguat Pendidikan Karakter Di Era Society 5.0

    Get PDF
    Character education is an important component in the framework of developing moral and ethical values in students. In the era of Society 5.0, where digital technology has become an important part of everyday life, digital literacy is an important factor in strengtheningcharactereducation.Digitalliteracyreferstoanindividual'sabilitytouse, evaluate, and actively participate in the digital environment. This study aims to explain theroleofdigitalliteracyinstrengthening charactereducationintheera ofSociety5.0. The research method used is a literature study by collecting data from various relevant sources. This study analyzes the relationship between digital literacy and strengthening character education by considering aspects such as technological knowledge, digital skills,responsibleonlinemediabehavior,andethicalawarenessinthedigitalworld.The results show that digital literacy can be an effective way to strengthen character cultivationintheeraofsociety5.0.Throughdigitalliteracy,learnerscandevelopvalues such as honesty, responsibility, empathy, cooperation, and problem solving. Digital literacy can also help learners understand social, economic, and cultural impacts and promoteresponsibleattitudesintheiruse.Inconclusion,digitalliteracyhasanimportant role in strengthening character education in the era of Society 5.0. By paying attention to aspects of technological knowledge, digital skills, responsible online behavior, and ethical awareness, digital literacy can help learners develop strong moral and ethical valuesintheuseofdigitaltechnology.Collaborativeeffortsbetweenvariouspartiesare needed to overcome challenges and ensure effective integration of digital literacy in character education in the era of Society 5.0. Komponen dalam pendidikan yang terpenting adalah karakter, merupakan kerangka dalam rangka menumbuhkembangkan nilai-niali moral, etika, emosional pada peserta didik. Era Society 5.0 merupakan teknologi digital yang telah dan akan terus berkembang dalam mengarungi proses kehidupan ummat manusia. Literasi berbasis digilat adalah kunci dalam pengutan pendidikan karakter dalam era ini. Literasi digital mengacu pada kemampuan individu untuk menggunakan, mengevaluasi, dan berpartisipasisecaraaktifdalamlingkungandigital. Dalampenelitianiniberujuanuntuk memberikan wawasan terkait peran literasi digital dalam penguatan pendidikan karakter di era Society 5.0. Metode dalam penelitian ini menggunakan studi literatur. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini merupakan dari berbagai sumber yang relevan. Penelitian ini menganalisis hubungan antara literasi digital dan penguatan pendidikan karakter dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti pengetahuan teknologi, keterampilandigital,perilakupadamediaonlineyangbertanggungjawab,dankesadaran etika dalam dunia digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital dapat menjadi jalan yang efektif untuk memperkuat penanaman karakter di era society 5.0. Melaluiliterasidigital,pesertadidikdapatmengembangkannilai-nilaisepertikejujuran, tanggungjawab,empati,kerjasama,danpemecahanmasalah.Literasidigitaljugadapat membantu peserta didik memahami dampak sosial, ekonomi, dan budaya serta mempromosikansikapyangbertanggungjawabdalampenggunaannya.Kesimpulannya, literasidigitalmemiliki peranpentingdalampenguatanpendidikankarakter di eraSociety 5.0. Dengan memperhatikan aspek-aspek pengetahuan teknologi, keterampilan digital, perilaku online yang bertanggung jawab, dan kesadaran etika, literasi digital dapat membantu peserta didik mengembangkan nilai-nilai moral dan etika yang kuat dalam penggunaanteknologidigital. Upayakolaboratif antaraberbagaipihakdiperlukanuntuk mengatasi tantangan dan memastikan integrasi yang efektif dari literasi digital dalam pendidikan karakter di era Society 5.0

    1,950

    full texts

    2,348

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Kopertais Wilyah IV (EKIV) - Cluster MADURA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇