E-Journal IAIN Samarinda (Institut Agama Islam Negeri)
Not a member yet
1160 research outputs found
Sort by
Kinerja Baitul Maal Wa At-Tamwil Umat Mandiri-Pesantren Hidayatullah Balikpapan Menggunakan Maslahah Performa
This research generally describes the application of performance measurement in Baitul Maal wat Tamwil (BMT) based on orientation to benefit all stakeholders (stakeholders & shareholders), but studies that specifically measure aspects of the methodology for implementing performance measurement are still limited. Therefore, Maslahah Performa is used as an instrument in the application of performance measurement in BMT Umat Mandiri. The study aims to determine the implementation of performance measurement Maslahah Performa issues on BMT Umat Mandiri. Knowing the results of the analysis of the application of process performance measurement and benefit-based performance results in BMT Umat Mandiri. The methodology used in this study is qualitative and quantitative research methods with case study design. The research findings indicate that six benefit orientations exist in BMT Umat Mandiri. These orientations include worship, internal processes, talents, learning, customers, and property. The six orientations found in this research have a foundation of benefit in realizing strategic objectives for the achievement of benefit. BMT Umat Mandiri has a process performance of 0,400 and performance results of 0,656 which means that BMT Umat Mandiri provides less benefit to stakeholders
Efektivitas Penggunaan Video pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Islam Darul Falah 2 Samarinda
Fokus masalah dalam penelitian ini adalah hasil pembelajaran bahasa Indonesia pada masa pandemi covid-19 di SD Islam Darul Falah 2 Samarinda yang masih belum optimal. Penggunaan media yang tepat salah satu faktor penting untuk optimalisasi pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan video pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif metode pre eksperimen desain Pretest-prostest satu kelompok. Hasil penelitian menunjukan (1) Nilai tes lebih dari 70 sedangkan pengujian hipotesis menunjukan nilai > yaitu 4.279 > 2.074 dan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,000 < 0.05. (2) Lebih 75% siswa mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan 70 sedangkan pengujian hipotesis memperoleh nilai P value (signifikasi) sebesar 0.000 nilai tersebut < 0,05. (3) Terdapat kenaikan signifikan rerata nilai tes siswa yaitu saat pretes sebesar 53.43 dan saat postest sebesar 80.74 sedangkan pengujian hipotesis nilai > yaitu 14.200 > 2.074 dan nilai sig.(2-tailed) sebesar 0.000 < 0.05. Dengan demikian penggunaan video pada pembelajaran bahasa Indonesia yang dilaksanakan di SD Islam Darul Falah 2 Samarinda efektif jika dilihat dari hasil tes belajar Bahasa Indonesia
Determinan terhadap Niat Membayar Wakaf Uang
Abstract
Cash Waqf is one of the familiar points that are predicted to be able to provide an alternative to poverty and welfare problems for Indonesia by seeing its great potential. This study aims to determine the reasons why someone intends to pay cash waqf among members of IPNU-IPPNU Centtral Java, who in fact are adolescents and educated, meaning that here the respondent are not people who have not received education. This study uses quantitative methods with purposive sampling. The Questionare was filled in by 100 respondents but only 99 respondents are valid who are members of IPNU-IPPNU in Central Java, the data analysis method uses Structural Equation Modelling (SEM) PLS then the data is processed using the Smart PLS application. The results showed that the subjective norm and Emotional Experience variabels had a positive effect on the intention to pay cash waqf. Meanwhile, Attitude, Perceptions of Behavior Control, and Peer Influences have no effect on the intention to pay cash waqf for IPNU-IPPNU members in Central Java.
Keywords: Cash Waqf, TPB Theory, Emotional Experience, Peer Influences.
Abstrak
Wakaf uang menjadi salah satu point primadona yang digadang mampu memberikan alternatif permasalahan kemiskinan dan kesejahteraan bagi Indonesia dengan melihat potensi yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan seseorang berniat untuk membayar wakaf uang di kalangan anggota IPNU/IPPNU Jawa Tengah yang notabenya mereka adalah usia remaja (usia 19-24 tahun) dan terpelajar artinya disini respondennya bukan orang yang tidak mengenyam pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan purposive sampling. Kuesioner di isi oleh 100 orang responden namun yang valid hanya 99 responden yang tergabung dalam anggota IPNU/IPPNU di Jawa Tengah, metode analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) PLS kemudian data diolah menggunakan aplikasi Smart PLS. Hasil penelitian menunjukkan untuk variabel norma subjektif dan Emotional Experience berpengaruh positif terhadap niat membayar wakaf uang. Sedangkan Sikap, Persepsi Kontrol Perilaku, dan Peer Influences tidak berpengaruh terhadap niat membayar wakaf uang bagi anggota IPNU/IPPNU di Jawa Tengah.
Kata Kunci: wakaf uang, Teori TPB, Emotional Experience, Peer Influences.
 
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Berdasarkan Tahapan Polya
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah berdasarkan tahapan polya. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar pengamatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dan tes. Hasil penelitian diperoleh (1) Tahap memahami masalah, proses berpikir kritis S1 sampai S4 siswa dapat merumuskan pertanyaan yang muncul dari permasalahan dan Siswa dapat mengidentifikasi informasi yang relevan dari permsalahan. (2) Tahap menyusun rencana, proses berpikir kritis S1 tidak dapat siswa dapat menentukan rencana yang digunakan dalam menyelesaikan masalah. Proses berpikir kritis S2, S3, S4, dan S4 siswa dapat menentukan rencana yang digunakan dalam menyelesaikan masalah. (3) Tahap melaksanakan rencana, proses berpikir kritis S1 dan S2 tidak dapat menentukan dan menuliskan solusi dari permasalahan. Proses berpikir kritis S3, S4 sudah dapat menentukan dan menuliskan solusi dari permasalahan (4) Tahap melihat kembali, proses berpikir kritis S1, S2 S3, S4 tidak dapat melihat kembali jawaban dari permasalahan dan S3, S4 dapat menentukan kesimpulan yang sesuai dengan permasalaha
Academic Procrastination of High School Students During the Covid-19 Pandemic: Review from Self-Regulated Learning and the Intensity of Social Media
The Covid-19 pandemic has an impact on increasing procrastination of study assignments (academic procrastination) in Islamic Religious Education in Senior High Schools. This occurs because students have low self-regulated learning (SRL), and on the other hand, have high social media intensity. This study aims to examine the relationship between SRL and the intensity of social media with academic procrastination. This research is quantitative using the SRL scale, academic procrastination scale, and social media intensity questionnaire for data collection. The sample was determined using the Slovin formula in order to obtain a sample of 118 students. The data analysis technique used regression analysis. The results showed: 1) There was a significant negative relationship between self-regulated learning and academic procrastination with a value of r = -4.125 and a value of p = 0.00 (p <0.05). 2) There is a significant positive relationship between the intensity of social media and academic procrastination with r=5.111 and p=0.00 (p<0.05). 3) There is a significant positive relationship between self-regulated learning and the intensity of social media simultaneously with academic procrastination with a value of F=15.106 and a value of p=0.00 (p<0.05). 4) The effective contribution (R2) of the two variables is 30.5%. Thus, self-regulated learning and the intensity of social media can be predictors of PAI's academic procrastination
Maqasid al-Shari’ah in Islamic Law Renewal: The Impact of New Normal Rules on Islamic Law Practices during the Covid-19 Pandemic
The vast and multidimensional impact of the Covid-19 pandemic has forced all countries to establish policies to prevent the transmission of Covid-19, including Indonesia. Not a few countries are not ready to make decisions to find new, more effective ways to prevent Covid-19. In Islamic law, ijtihad is part of lawmaking in the implementation of worship and muamalah, which solves problems that arise and mitigates policy implementation. This article uses a normative juridical approach to the issue because it can showcase the benefit of Islamic law for humans. Moreover, it aims to generate ideas in the renewal of Islamic law, especially in the implementation of worship and muamalah (social transaction/relation), and inform the government to make decisions that intersect with Islamic law during the Covid-19 pandemic. The focus of this research is how does covid-19 affect the practice of Islamic law in worship and mu`amalah? This study finds that government policies and regulations are currently in line with Islamic law. The most critical considerations in determining the compatibility of government policies and rules with shari’a are maintaining the soul’s safety, maintaining the continuity of religion through rukhshah, and maintaining the economy. Also, the Islamic rulings (fatwa) issued by ulama in response to government policies and rules are expected to guide worship and mu`amalah, build awareness and solidarity of Muslims, and relate to the people’s economy today.
Comparative Study of Kuttab Islamic Education System and Madrasah Ibtidayah Education System
This article shows the numerous benefits created in the 7th-13th century A.D. by a primary education institution named Kuttab. Kuttab is an educational institution that teaches the Qur'an to be read and memorized, history to be studied, and Arabic verses. This article utilizes an approach to literature research, gathering different references related to Kuttab. The empirical content process then evaluates the relation, and conclusions are drawn from the reference analysis. This paper concludes that with education in Madrasah Ibtidaiyah, Kuttab institutions have a similar curriculum. The excellence of Kuttab focuses more on memorizing the Qur'an so that in the golden age (7-12 years), Kuttab students will remember the entire material of the Qur'an, in addition to teachers who have excelled and skills. Unlike Ibtidaiyah madrasahs, which do not focus students on memorizing the Qur'an, and as teachers in Kuttab, teachers are also far from professionalism. In comparison to the current madrasah Ibtidaiyah curriculum, the learning materials in Kuttab are thin.Keywords : curriculum, kuttab, madrasah, teacher, student
Ekologi Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Alam Banyuwangi Islamic School
Krisis ekologi diyakini turut andil dalam hancurnya kelangsungan hidup manusia, yaitu suatu kondisi dimana sistem ekologi terganggu atau bahkan tidak seimbang. Melalui dunia pendidikan yang menumbuhkan karakter ekologis diharapkan dapat menjadi solusi atas fenomena tersebut. Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan media ekologis pembelajaran di SMP Alam Banyuwangi Islamic School pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif. Adapun hasil penelitian ini adalah penggunaan media ekologis pembelajaran di SMP Alam Banyuwangi Islamic School yaitu media grafis, media teks, teknologi, media lingkungan, dan media manusia. Interaksi ekologis peserta didik dengan media pembelajaran di SMP Alam Banyuwangi Islamic School yaitu interaksi yang berfungsi untuk menarik perhatian (atensi), interaksi yang berfungsi untuk merubah sikap (afektif), interaksi yang berfungsi untuk merubah pengetahuan (kognitif), interaksi yang berfungsi untuk kompensatoris, dan interaksi yang berfungsi untuk sustainability
Implementasi Metode Ummi dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Alquran (Studi Kasus di SD Islam Asih Auladi Depok Jawa Barat)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Ummi dalam meningkatkan pembelajaran membaca Alquran siswa di SDI Asih Auladi serta faktor pendukung dan penghambatnya. Menurut penulis untuk bisa membaca Alquran dengan tartil (baik dan benar) diperlukan adanya metode atau cara yang khusus dalam pembelajaran agar proses pembelajaran lebih terarah dan sistematis. Dalam melaksanakan penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini menggunakan tekhnik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data didapatkan kemudian data tersebut diolah dengan beberapa tekhnik yaitu editing dan interpretasi data. Selanjutnya semua data dianalisa menggunakan tekhnik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Secara keseluruhan siswa di Sekolah Dasar Islam Asih Auladi ini membutuhkan bimbingan dan arahan dari guru agar siswa lebih giat dalam belajar membaca Alquran. (2) Penerapan metode Ummi yang dilakukan guru dalam pembelajaran Alquran berdampak baik terhadap meningkatnya kemampuan membaca Alquran siswa. Hal ini dapat dilihat dari daya serap dan perilaku siswa yang tampak setelah melakukan proses pembelajaran Alquran dengan metode Ummi. (3) adanya peserta didik yang belum mampu membaca Alquran sesuai dengan metode Ummi, diantaranya dalam penyesuaian nada bacaan metode Ummi. (4) Terdapat faktor penghambat dan pendukung pembelajaran Alquran dengan metode Ummi, faktor pendukungnya adalah alat peraga yang digunakan, dan guru Alquran yang sudah tersertifikasi. Sedangkan faktor penghambatnya adalah dari siswa itu sendiri, guru Alquran itu sendiri, dan kurangnya tempat untuk pembelajaran Alquran dengan metode Ummi